Kembali
16
1
2024 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 26 · 2 ISSN 2685-7138

ANALISIS DAN STRATEGI PEMANFAATAN KOLEKSI EBOOKPADAPERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI X

Universitas Bina Nusantara

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pemanfaatan koleksi ebook sebagai sumber informasi di perpustakaan perguruan tinggi X beserta tantangannya selama kurun waktu 2019- 2023. Penelitian Ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Perpustakaan X. Adapun Hal yang dianalisis adalah tingkat akses ebook yang dinilai dari beberapa aspek yaitu (1) total accesses, (2) chapter downloads, (3) full downloads, (4) online views, (5) print requests,(6) email requests (7) save requests, (8) turnaways hingga (9) abstract request, untuk secara keseluruhan koleksi ebook yang tersedia di perpustakaan perguruan tinggi X. Proses pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen, observasi dan wawancara dengan pustakawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan koleksi ebook masih cukup rendah, hal ini tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu aksesibilitas, penggunaan bersama,dan juga keterbatasan informasi akses ebook. Oleh karenaitudalam rangka meningkatkan pemanfaatan koleksi ebook kedepan diperlukan pengembanganstrategi yang lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan pemanfaatan ebook pada perpustakaan perguruan tinggi. Termasuk meninjau kembali perihal aksesibilitas, konten atau judul koleksi yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika, infrastruktur yang digunakan dalam mengakses atau memberi kemudahan dalam mengakses, juga kebijakan pembatasan akses terhadap koleksi, agar keberadaan koleksi ebook mampu mengoptimalkan peranan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Abstract

This study aims to analyze the utilization of ebook collections as an information resource at UniversityXLibrary and the challenges faced during the period from 2019 to 2023. The research was conductedusing a qualitative approach with a case study method at Library X. The analysis focused on thelevel of access to ebooks, assessed from several aspects which is: (1) total accesses, (2) chapter downloads, (3) full downloads, (4) online views, (5) print requests, (6) email requests, (7) save requests, (8) turnaways, and (9) abstract requests, for the overall ebook collection available at Library of UniversityX. Data collection was carried out through document analysis, observations, and interviews with librarians. The results showed that the utilization of the ebook collection is still relatively low, which is influencedby several factors namely accessibility, concurrent usage level, and also limited information accessof ebook. Therefore, to enhance utilization of the ebook collection in the future, there is a needfor thedevelopment of more effective and efficient strategies to improve ebook utilization at libraries. Thisincludes reviewing aspects such as accessibility, the content or titles relevant to the needs of thecivitasacademica, the infrastructure used for access or ease of access, as well as policies regardingaccessrestrictions the collection, in order to ensure that the ebook collection can optimize theroletosupporting the implementation of the Tri Dharma of Higher Education.
Keywords: Pemanfaatan · Koleksi Ebook · Perpustakaan Perguruan Tinggi

Introduction

Perkembangan dunia perpustakaan menjadi sesuatu hal yang menarik untuk diikuti dan dipelajari khususnya para pustakawan dan pekerja di lingkup perpustakaan. Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi maka perpustakaan sebagai penyedia informasi juga turut mengalami perkembangan dan perubahan paradigma dari perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan digital. Dalam Era Digital saat ini perpustakaan menjadi garda terdepan dalam menghadapi transformasi penyediaan informasi tidak terkecuali dengan perpustakaan perguruan tinggi. Selain perkembangan sistem pada layanan perpustakaan, unsur utama yang juga berpengaruh adalah penyediaan koleksi perpustakaan. Perubahan yang sangat signifikan terkait koleksi perpustakaan dapat dilihat dari yang sebelumnya berbasis media printed berubah menjadi media-media elektronik, seperti e-book, e-Journal, e- Thesis, e-magazine, dan lain sebagainya. Pengembangan koleksi berbasis elektronik ini merupakan salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh perpustakaan, terutama perpustakaan perguruan tinggi. Proses pengembangan koleksi pada perpustakaan adalah dalam rangka pemenuhan kebutuhan pengguna perpustakaan. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang No. 43 Tahun 2007, pasal 12 (1) yang menyatakan bahwa koleksi perpustakaan diseleksi, diolah, disimpan, dilayankan, dan dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perpustakaan yang kerap disebut sebagai jantung perguruan tinggi, diharapkan bisa menyediakan sumber informasi yang akurat dan up to date dalam melayani seluruh sivitas akademika, dengan tujuan mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu dalam hal pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Perpustakaan perguruan tinggi X adalah salah satu perpustakaan yang fokus terhadap perkembangan pelayanan termasuk pengembangan koleksi yang dimiliki. Selain melanggan jurnal, majalah, surat kabar secara elektronik, sejak akhir tahun 2019 hingga saat ini perpustakaan perguruan tinggi X telah membeli ratusan koleksi ebook yang dilayankan kepada sivitas akademika, yang diharapkan dapat menunjang dan memberikan layanan yang maksimal bagi seluruh pengguna. Sejak diperkenalkannya ebook dalam beberapa waktu terakhir, banyak perpustakaan perguruan tinggi yang mengadopsi penggunaan koleksi ebook. Tentunya Banyak kelebihan yang ditawarkan seperti aksesibilitas yang lebih cepat dan luas, kemudahan dalam pencarian, dan bisa digunakan dimana saja dan kapan saja selama terhubung dengan jaringan internet. Penelitian sebelumnya yang berjudul Evaluasi Pemanfaatan Koleksi Buku Digital oleh Mahasiswa Pendidikan Dokter di Unit Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM, pada tahun 2013 dengan indikator evaluasi pemanfaatan ditinjau dari 2 indikator yaitu eksternal dan internal. Hasil evaluasi berdasarkan karakteristik responden ditemukan bahwa masih ada sekitar 5.8%pengguna yang tidak mengetahui ketersediaan koleksi buku digital pada perpustakaan tersebut, dan dari frekuensi akses koleksi buku digital, ditemukan bahwa pengguna yang mengakses buku digital 1-3 kali dalam seminggu sekitar 91,8%, namun frekuensi pengguna mengakses lebih dari 7-9 kali dalam seminggu adalah 0 (Sukirno, 2013). Berbeda lagi dengan penelitian yang berjudul Assessing the User Experience Of E-Books in Academic Libraries, meneliti penggunaan ebook di perguruan tinggi, berdasarkan durasi membaca, unduhan, di halaman yang dijelajahi oleh pengguna. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan bahwa dari 69 %sesi membaca berlangsung kurang dari 10 menit, dan 92 persen dari semua sesi yang berlangsung kurang dari 30 menit. Berdasarkan Distribusi data menunjukkan bahwa sebagian besar interaksi pengguna dengan ebook sangat singkat (Tao Zhang, Xi Niu, andMarlenPromann, 2017). Penelitian lain yang berjudul Pemanfaatan Layanan E-book oleh Pemustaka IAIN Kediri dimana penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelayanan ebook di IAIN Kediri oleh pemustaka dengan menggunakan pendekatan kualitatif dihasilkan kesimpulan bahwa pemustaka merasakan manfaat dari penggunaan ebook dan sangat efisien dari segi waktu dan biaya. Namun walaupun demikian pelayanan ebook ini tetap memiliki kendala terutama bagi pemustaka yang berada di daerah yang jaringan internetnya tidak stabil (Moch.Basit Aulawi, 2021). Berdasarkan semua hasil penelitian tersebut penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana pemanfaatan koleksi ebook pada perpustakaan perguruan tinggi X sekaligus mencoba melihat apa yang menjadi tantangan dan strategi yang dilakukan dalam hal pemanfaatan koleksi ebook sehingga kedepan diharapkan muncul inovasi atau strategi promosi dalam rangka meningkatkan pemanfaatan koleksi ebook yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut. TINJAUAN PUSTAKA Analisis Analisis dalam KBBI memiliki pengertian sebagai penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya). Koleksi perpustakaan Dalam modul Pengantar Pengembangan koleksi Yuyu Yulia: 2014, menjelaskan bahwa salah satu komponen perpustakaan adalah koleksi. Tanpa adanya koleksi yang baik dan memadai maka perpustakaan tidak akan memberikan layanan yang baik kepada masyarakat pemakainya. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan koleksi perpustakaan adalah semua bahan yang dikumpulkan, diolah dan disimpan untuk disebarluaskan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasi mereka. Koleksi perpustakaan idealnya terdiri dari koleksi bahan pustaka berupa koleksi buku cetak, multimedia, jurnal, majalah. Menurut Sulistyo Basuki dalam Yuyu Yulia (2009: 19), bahan pustaka mencakup: karya cetak atau karya grafis, seperti buku, majalah, surat kabar, disertasi, laporan; karya non cetak atau karya rekam, seperti piringan hitam, rekaman audio, kaset dan video; bentuk mikro, seperti microfilm, mikrofis, dan microopaque; karya dalam bentuk elektronik atau yang dikenal dengan istilah sumberdaya elektronik, seperti disket, pita magnetic, dan selongsong elektronik yang diasosiasikan dengan komputer. Buku Elektronik (Ebook) Buku elektronik atau electronic book secara sederhana dapat dilihat dalam bentuk segala teks yang tersaji dalam bentuk dokumen yang dibuat dengan word processor, HTML, atau XML. Secara Lebih Sempit dapat juga dikatakan bahwa buku elektronik adalah buku cetak yang diubah menjadi elektronik untuk dibaca di layar monitor. Dalam hal ini kita harus ingat bahwa buku elektronik terdiri dari 2 hal yaitu buku itu sendiri dan alat bacanya(Pendit, 2008:38). Koleksi ebook sangat memudahkan pemustaka dimana ebook dapat diakses dimanapun dan kapanpun dengan bantuan internet. Ebook terdiri dari dua kategori yaitu online dan offline. Online dengan bantuan internet, sedangkan offline adalah melalui CD, Compact Disk dan lain sebagainya. Dengan perkembangan teknologi dan informasi saat ini maka banyak perpustakaan mengembangkan koleksi fisik/cetak kepada jenis koleksi digital. Tentunya dari setiap perubahan yang terjadi ada kelebihan dan kekurangannya. Beberapa hal yang menjadi kelebihan dalam menggunakan koleksi digital adalah sistemakses jarak jauh, akses simultan dan multi tujuan, menyediakan pencarian yang lebih bervariasi, tidak membutuhkan proses pengolahan fisik, dan memberi kemudahan lainnya. Sedangkan kekurangan dari koleksi digital adalah membutuhkan infrastruktur dan biaya instalasi, membutuhkan peralatan khusus untuk mengaksesnya, perangkat yang harus compatible antara yang digunakan oleh pengguna maupun penerbit, dikarenakan menimbulkan kekhawatiran berlebih terkait dengan hak cipta. Hal ini juga selaras dengan yang dijelaskan oleh (Pendit, 2008), dikatakan bahwa pada tahun 2000 sebuah studi oleh University of California (Snowhill,2001) menghasilkan kesimpulan bahwa walaupun buku elektronik punya potensi yang sangat besar membantu dunia Pendidikan, namun dunia akademik masih harus menghadapi beberapa isu penting. Walaupun penelitian tersebut dikatakan sudah cukup lama, namun isinya masih serupa dan belum banyak berubah, yaitu dalam hal : 1) Kandungan isi buku – Jumlah buku untuk mahasiswa yang tersedia di pasaran masih sangat kecil, belum mewakili semua disiplin ilmu. Pengembangan koleksi buku elektronik justru terhambat oleh sikap penerbit buku kertas yang konservatif, yang enggan untuk mengalihkan hak cipta dan hak distribusi ke industri elektronik. Penerbit cenderung hati-hati dalam soal pengalihan bentuk dari cetak ke digital, dan hanya topik-topik tertentu yang punya pasar sangat besar. 2) Protokol/Standar perangkat lunak dan keras – Dalam hal perangkat lunak, seringkali buku elektronik hanya tersedia dalam format formal yang terbatas untuk sistem tertentu (proprietary). Untuk tampilan sebagian besar menggunakan HTML, XML, dan PDF. Walaupun saat ini sudah menemukan perkembangan lain yaitu elektronik book sudah bisa dibaca dalam bentuk epub. Untuk perangkat keras, sepertinya industri buku elektronik masih harus menunggu kehadiran alat baca yang benar-benar mudah dioperasikan, serta mudah dibawa kemana-mana. 3) Hak cipta dan pemakaian – persoalan hak cipta merupakan salah satu isu yang cukup memusingkan para pengelola perpustakaan digital.para produsen buku elektronik masih begitu kuatir tentang kemungkinan para pengguna menyalin, mencetak dan mengambil bagian-bagian dari buku. Maka, pada umumnya buku elektronik juga tidak dapat dipinjamkan antar perpustakaan seperti buku kertas. Untuk Mengatur hak cipta dan hak pakai ini para produsen membuat Digital Rights Management System(DBMS). 4) Akses - Selain persoalan interoperability dan hak cipta atau kepemilikan, ada isu tentang kemudahan akses oleh pengguna. Jika buku elektronik disediakan dalam portal universitas, para sivitas akademika akan berharap dapat memakai buku tersebut secara bersama-sama. 5) Penyimpanan atau pengarsipan–pada dasarnya setiap perpustakaan perguruan tinggi harus terus menambah koleksi yang akan membantu penyelenggaraan penelitian di Lembaga Itu, sekaligus juga harus menjadi arsip bagi semua koleksi penelitian, 6) Hak pribadi (Privacy) – Ada Penjaja Buku elektronik yang menyimpandata para pembaca atau pengunjungsitus mereka untuk mencatat secara rinci perilaku mereka dalam membaca. Ini sebenarnya pelanggaran hak pribadi dan pihak perpustakaan digital di universitas/perguruan tinggi berkewajiban untuk mengingatkan sivitas akademika untuk menggunakan proses otentikasi akses dari portal perpustakaan. 7) Fasilitas tambahan – adabanyakharapan tentang kelebihan yang ditawarkan buku elektronik dibandingkan buku kertas. Misalnya Buku elektronik dapat mengandung pesan multimedia, fasilitas pencarian teks, pembuatan sitasi, pengaitan(linking) antar buku dan sebagainya. Pengelola perpustakaan digital perlu kemampuan untuk menilai kualitas tambahan ini kalau ingin memberikan nilai tambah pada koleksi buku elektronik. 8) Pasar dan harga – pada tahun 2000 hanya ada sedikit penjajah yang menawarkan buku elektronik khusus untuk akademik. Para penerbit umumnya bertindak hati-hati untuk masuk ke industri buku elektronik. Beberapa penerbit yang biasa menyalurkan buku ke perpustakaan juga tidak terburu-buru pindah ke industri baru ini. Saat ini, sudah semakin banyak “pemain”, termasuk amazon, google, dan Microsoft. Tawaran yang tersedia juga mulai beragam, mulai dari print on demand (sesuai pesanan), berlangganan bulanan untuk mengakses seluruh koleksi atau gratis membaca seluruh koleksi dan hanya membayar jika mencetak atau mengambil koleksi untuk dipindahkan ke komputer sendiri. Ada yang menawarkan sekali bayar untuk akses selamanya (perpetual access) lewat internet, tetapi ada juga yang menawarkan berlangganan tahunan dan mendapatkan hak kepemilikan. Pemanfaatan Koleksi Ebook Pemanfaatan berasal dari kata manfaat, yang berarti guna, atau faedah. Menurut Poerwadarminto (2014) pemanfaatan adalah suatu kegiatan, proses, cara atau perbuatan menjadikan sesuatu yang ada menjadi bermanfaat. Dalam konteks perpustakaan, menurut Hidayat dalam Aan Prabowo (2013:4), pemanfaatan koleksi mengandung adanya aktivitas dalam menggunakan bahan pustaka oleh pengguna untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Pemanfaatan berkaitan dengan bagaimana koleksi di perpustakaan dapat digunakan oleh pengguna dengan semaksimal mungkin dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi baik untuk keperluan pembelajaran, penelitian, dan kebutuhan lain yang relevan. Hal-hal yang mempengaruhi pemanfaatan koleksi antara lain adalah frekuensi penggunaan, tujuan pemustaka, kemampuan pemustaka dalam menelusur koleksi, dan peranan pustakawan, dengan penjelasan sebagai berikut : 1) Frekuensi penggunaan, dalam kbbi online, frekuensi berarti kekerapan, jumlah pemakaian suatu unsur. Dalam Konteks pemanfaatan ebook, maka kita bisa melihat seberapa sering pemustaka mengakses atau menggunakan ebook. hal ini tergantung kepada kebutuhan pemustaka itu sendiri. 2) Tujuan pemustaka, menurut KBBI daring tujuan itu memuat arti arah, maksud. Setiap pemustaka mempunyai tujuan yang berbeda dalam memanfaatkan koleksi ebook, di perguruan tinggi pemustaka menggunakan ebook dalam rangka mempersiapkan materi pembelajaran atau mengerjakan tugas perkuliahan juga untuk kebutuhan penelitian. 3) Kemampuan pemustaka dalam menelusur koleksi ebook, mengingat bahwa pemustaka datang dari berbagai latar belakang usia yang berbeda dan tingkat penelusuran informasi yang berbeda. Maka dalam penelusuran informasi ebook, pemustaka perlu memahami proses penelururan yang baik dan benar. Dalam Hal ini perpustakaan X menyediakan beberapa cara untuk membantu pemustaka untuk mencari ebook yang mereka butuhkan. 4) Peranan Pustakawan 5) Peranan pustakawan dalam hal ini menyangkut tugas dari pustakawan itu sendiri dalam membimbing pemustaka dalam menelusur ebook yang dibutuhkan. Dalam Hal ini pustakawan dari perpustakaan perguruan tinggi Memberikan berbagai cara atau informasi baik melalui email dengan memberikan informasi terkait langkah langkah dalam mengakses ebook, membuat video youtube yang bisa diakses kapanpun, dan juga menjelaskan secara langsung kepada pemustaka. Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan perguruan tinggi adalah sebuah lembaga atau fasilitas yang menyediakan akses terhadap beragam sumber informasi atau literatur yang dapat mendukung pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya menyediakan akses buku-buku tercetak, tapi juga berbagai sumber informasi seperti jurnal ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, case study, dan sumber daya informasi lainnya baik yang tercetak maupun elektronik. Selain itu, perpustakaan perguruan tinggi juga berperan dalam manajemen atau pengorganisasian berbagai macam koleksi, pengelolaan hingga koleksi bisa sampai atau diterima oleh para pengguna perpustakaan. Perpustakan juga seyogianya dapat menjadi tempat untuk kegiatan-kegiatan akademik yang mendukung pertukaran ide baik oleh mahasiswa, dosen, dan bahkan pustakawan itu sendiri.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Johnny Saldana (Sugiyono, 2018)) mengatakan bahwa, “qualitative research is an umbrella term for a wide variety of approaches to and methods for the study of natural social life. The information or data collected and analyzed is primarily (but not exclusively) nonquantitative in character, consisting of textual materials such as interview transcripts, field notes, and document, and/or visual materials such as artifacts, photographs, video recordings, and internet sites, that document human experiences about others and/or one’s self in social action and reflexive states.” Bahwa penelitian kualitatif merupakan payungnya semua jenis metode pendekatan penelitian yang digunakan untuk meneliti kehidupan social secara netural/alamiah. Dalam penelitian ini informasi yang diperoleh dianalisis secara kualitatif (nonkuantitatif). Informasi dapat berupa transkrip wawancara, catatan lapangan, dokumen dan ataubahanyang bersifat visual seperti foto, video, bahan dari internet dan dokumen-dokumenlain tentang kehidupan manusiasecaraindividual atau kelompok. Selaras denganpenjelasan tersebut penelitian ini jugamenggunakan teknik pengumpulandatamelalui observasi langsung, wawancaradananalisis data atau dokumen yang dimiliki. Seluruh data direduksi sesuai dengankebutuhan peneliti. Kemudiandatadipaparkan dalam bentuk grafik, tabel, maupun penjelasan dalamhasil penelitian, sehingga peneliti dapat menarik kesimpulandari penelitiannya. Hal tersebut sesuai dengan kegiatan analisis data menurut Milesdan Huberman yang dikutip oleh Sugiyonodalam bukunya Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi, yang menyebutkanbahwa aktivitas dalamanalisis dataada3yaitu, data reduction, data display, danconclusion drawing/verification (Sugiyono, 2020).

Result & Discussion

Analisis Pemanfaatan Ebook Pemanfaatan koleksi ebookdi perguruan tinggi semakin berkembangterutama dengan segala kemajuanteknologi dan meningkatnya kebutuhan untuk belajar yang lebih flexible dan terjangkau. Ebook Menawarkan berbagai keuntungan bagi pengguna perpustakaan. Sama seperti yang disampaikan oleh Yusnimar, 2014, bahwa buku merupakan salah satu perkembangan ilmu pengetahuan dimana dapat meningkatkan minat baca bagi pengguna yang tidak terlalu suka dengan buku cetak. Buku elektronik memiliki berbagai macam manfaat yang dapat dinikmati oleh pembaca, dimana pengguna tidak perlu lagi membawa buku tebal-tebal dan banyak jika berpergian. Pengguna ebook hanya perlu media untuk membuka ebook baik melalui smartphone, laptop, komputer tablet atau ipad. Namun pertanyaan kemudian adalah apakah keuntungan dan kemudahan tersebut membuat pengguna semakin banyak yang menggunakan ebook? Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yusniar 2014 dengan judul Ebook dan Pengguna Perpustakaan Perguruan Tinggi di Jakarta, menjelaskan bahwa kenyataannya adalah mahasiswa di perguruan tinggi masih menganggap bahwa buku cetak masih lebih efisien dibandingkan dengan ebook. Pemanfaatan ebook di perpustakaan perguruan tinggi X juga mengalami sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk semakin memaksimalkan penggunaannya. Perpustakaan X adalah perpustakaan perguruan tinggi yang sudah mengadakan koleksi ebook terhitung sejak tahun 2019 dengan melayankan puluhan ribu ebook kepada penguna baik yang melalui pembelian atau pun yang subscription atau berlangganan. Adapun jumlah ebook yang dibeli oleh perpustakaan X dan dilayankan kepada sivitas akademika sampai pada tahun 2023 ini sejumlah 411 ebook. Untuk jumlah ebook 1 user sejumlah 67 ebook, 3 user sebanyak 40 ebook, dan yang paling banyak adalah unlimited user. Lalu jumlah ebook yang dimiliki melalui pembelian (owned) sebanyak 304, dan sejumlah 10.981 ebook unlimited subscription yang bisa diakses. Sehingga total ebook yang dilayankan kepada pemustaka saat ini adalah 11.392 ebook. Berikut ini adalah data ebook yang dimiliki oleh perpustakaan X, kita bisa melihat perbandingan jumlah ebook pada perpustakaan X melalui tabel dibawah ini: Tabel 4.a Data Jumlah ebook Perpustakaan X tahun 2019 – 2023 Pemanfaatan ebook pada perpustakaanX bisa ditinjau dari beberapa aspek sesuai dengan data internal yang dijadikan datautama dalam penelitian ini. Beberapa Aspek Tersebut adalah sebagai berikut; (1) total accesses, (2) chapter downloads, (3) full downloads, (4) online views, (5) print requests,(6) email requests (7) save requests, (8) turnaways hingga (9) abstract request. Melalui data yang diolah terdapat perbedaan akses yang jumlahnya cukup signifikan dalam arti tingkat aksesnya tinggi yaitu (total accesses, chapter downloads, online views, dan abstract requests) dan ada beberapa aspek yang tidak terlalu signifikan, atau secara akses cukup rendah yaitu pada bagian full downloads, print request, email requests, save requests dan turnaways. Kata access atau akses merupakan salahsatu kata paling penting dalam konsep danaplikasi yang sudah berbasis teknologi atau digital. Perkembangan teknologi informasi memang membuat orang berharap agar segala bentuk dan ragam informasi dapat lebih mudah diperoleh oleh siapa saja dan dimana saja. Dalam hal ini kemudahan akses akan mempengaruhi pemanfaatan koleksi ebook yang tersedia. Data Pemanfaatan Ebook Kemudahan mengakses (accessibility)sudah menjadi bagian yangtidak terlepaskan dari keterpakaianatau kebergunaan (usability), (Putu LaxmanPendit, 2008). Jika kita berbicaratentang tingkat keterpakaian ebook maka kita juga berbicara tentang kemudahan akses ebook yang dimiliki. Dalam konteks yang dibahasadalah ebook yang dimiliki oleh perpustakaan perpustakaan perguruan tinggi X, secara akses kita bisa melihat bahwa terdapat perbandingan penggunaan ebook yang cukup berbeda. Terdapat 2 aspek yang cukup tinggi tingkat aksesnya dibanding yang lain, yaitu abstract request sejumlah 5397 dan onlineviews sejumlah 3218, sedangkan data yang paling rendah terdapat pada save request (0), email request (9), print request (78), dan juga turnaways (56). Turnawaysdisini maksudnya adalah pembaca tidak dapat mengakses atau meminjam ebook karena keterbatasan seperti batasan jumlah pinjaman yang diizinkan secara simultan atau pembatasan akses yang diberlakukan oleh platform atau perpustakaan, sehingga harus menunggu sampai salinan tersebut tersedia kembali. Sementara akses yang dalam posisi sedang, tidak cukup tinggi adalah bagian chapter downloads (563) dan full download (284), dan total akses ebook tertinggi ada pada ebook dengan jumlah concurrent usage level atau pemakaian yang unlimited sebanyak 3330 akses, kemudian 1 user sebanyak 429 akses dan yang terakhirebook dengan 3 user sebanyak 306 akses. Seperti yang digambarkan pada tabel dan grafik dibawah ini : Tabel 4.b. Jumlah akses e book berdasarkan Concurrent Usage Level Concurre nt Usage Level Total Accesses Chapter Download s Full Download s Online Views Print Requests Email Requests Save Requests Turnaway s Abstract Requests1 user 429 48 1 380 8 2 0 54 672 3 user 306 62 8 236 1 0 0 2 359 Unlimited user 3330 453 275 2602 69 7 0 0 4366Grand Total 4065 563 284 3218 78 9 0 56 5397Gambar 4.b Grafik akses ebook berdasarkan Concurrent Usage Level Sementara total akses per tahun ebook lebih banyak pada tahun 2022 sebanyak 3966 akses, dan 2021 sebanyak 3110 akses, lalu di 2020 sebanyak 2211 akses. Peningkatan penggunaan ebook dari tahun 2019 – 2022 ini diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pandemi yang mengharuskan sivitas akademik melakukan proses belajar mengajar secara online dan kesulitan dalam mengakses bukutercetakatau printed, maka ebook sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan informasi baik untuk materi pembelajaran ataupun tugas tugas yang harus dilakukan secara jarak jauh. Selaras dengan yang dijelaskan dalam buku Perpustakaan Digital – dari A-Z Terkait ebook, bahwa buku elektronik mengurangi kebutuhan akan ruang penyimpanan, nyaris tidak membutuhkan ongkos untuk perbaikan fisik buku, mempermudah ongkos tukar-menukar koleksi, menghilangkan kebutuhan mengembangkan system pengamanan dari pencurian buku dan sangat cocok untuk sistem belajar tersebar atau sistem belajar jarak jauh (Putu Laxman Pendit, 20018). Sementara pada tahun 2019 masih tergolong sedikit dikarenakan perpustakaan baru memasuki masa peralihan olehkarenapandemi yang mengakibatkan semua layanan harus beralih dari fisik ke digital atau elektronik, sehingga di awal jumlahebook masih sedikit. Pada tahun2023 mengalami penurunan kembali dikarenakan sivitas akademika sudah bisa mengakses atau meminjam buku fisik langsung di perpustakaan. Fluktuasi dari tahun ketahun terhadap akses ebook bisa dilihat melalui tabel berikut: Tabel.4.c Data Jumlah akses ebook per tahun kurun waktu 2019 -2023 Berdasarkan data yang sudah diolah diatas, mengingat bahwa perpustakaan X memiliki cukup banyak ebook baik yang owned maupun subscription dengan kurun waktu kurang lebih 4 tahun (2019-2023). Rasio perbandingan jumlah hari dalam setahun atau dalam hal ini 4 tahun dengan jumlah sivitas yang dilayani lebih dari 20.000 pemustaka, maka seharusnya jumlah akses bisa lebih dari 3.000 akses dalam setahun. Cukup rendahnya akses terhadap ebook bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti kurangnya sosialisasi sehingga pemustaka tidak tahu informasi terkait ketersediaan ebook yang dimiliki, masih banyak pemustaka yang lebih nyaman untuk menggunakan buku cetak dibanding ebook, sulit melakukan akses, adanya pembatasan dan kemungkinan kendala lainnya. Tantangan dalam Pemanfaatan Ebook Meskipun banyak kemudahan yang diberikan dengan keberadaan ebook, namun tidak terlepas dengan tantangan yang dihadapi oleh pemustaka dan pustakawan dalam penggunaan atau dalam hal mengakses ebook. Beberapa poin yang menjadi tantangannya adalah: 1. Aksesibilitas, dalam hal ini penggunayang ingin mengakses atau menggunakan ebook baik untuk keperluan download maupun membaca buku maka harus tersambung dengankoneksi internet, apabilatidakterhubung dengan internet maka ebook tidak akan bisa dibuka. Hal ini juga menyangkut dengan jaringan yangdigunakan, apabila menggunakan jaringan internet (LAN) institusi atau lembaga maka tahapan aksesnya sedikit lebih mudah dibandingketika menggunakan jaringan luar. Selain Itu, aksesibilitas juga menyangkut seberapa mudah pemustaka bisa menelusur judul ebook yang mereka butuhkan. Apabila Pemustaka merasa kesulitanuntukmengakses biasanya pemustaka cenderung membiarkan atau mencoba mencari buku fisiknya. 2. Penggunaan Bersama (Concurrent Usage Level): Biasanya hal ini juga menyangkut seberapa banyak koleksi ebook yang bisa dibaca atau digunakan secara bersamaan oleh pemustaka. Dalam hal ini ebook biasanya ada perbedaan concurrent user level ada 3 jenis yaitu 1 user, 3 user, dan unlimited. Hal ini menjadi tantangan dikarenakan apabila ebook hanya untuk 1 atau 3 user maka akan membatasi pemustaka lain untuk mengakses ebook tersebut, maka informasi dalam ebook akan lebih lambat sampai kepada pengguna karena menjadi waiting list untuk menjadi pengguna selanjutnya. Berbeda halnya dengan unlimited user, yang bisa bebas mengakses kapan saja dan bagi siapa saja yang akan menggunakan. Dalam hal ini dari 11.392 ebook yang dimiliki oleh perpustakaan X, ada 67 ebook yang concurrent usernya 1, dan sebanyak 40 ebook untuk yang concurrent usernya 3, sisanya adalah unlimited user sebanyak 11.285 ebook baik yang dimiliki (owned) ataupun subscription. 3. Keterbatasan Informasi Akses Ebook. Informasi yang jelas dan kemudahan menemukan informasi akan mendorong pemustaka untuk mencari dan menggunakan sumber informasi tersebut. Adakalanya pemustaka mengalami kesulitan akses, bisa terjadi karena adanya perubahan password untuk mengakses, hal ini dikarenakan penyedia ebook memberlakukan reset password secara berkala, dan tidak semua pemustaka aware dengan hal tersebut. Maka pustakawan perlu menginformasikan perubahan- perubahan tersebut. Selain memberikan informasi ketersediaan ebook kepada pemustaka, pustakawan juga perlu untuk membagikan informasi baik secara langsung maupun melalui media (email, youtube, dan sarana promosi ebook lainnya) terkait langkah-langkah melakukan penelusuran ebook.

Conclusion

Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis penggunaan ebook pada perpustakaan perguruan tinggi X ditemukan bahwa jumlah akses atau pemanfaatan ebook dalam kurun waktu 2019 – 2023 masih cukup rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, informasi yang kurang terkait ketersediaan ebook, judul ebook yang sesuai atau tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pemustaka, aksesibilitas terhadap ebook dalam hal ini jaringan internet yang harus memadai untuk bisa mengakses, juga berkaitan dengan pembatasan penggunaan ebook dimana ada pembagian concurrent usage level dalam 3 bagian 1 user, 3 user dan unlimited user. Mengingat jumlah ebook yang dimiliki oleh perpustakaan cukup banyak baik yang owned maupun yang subscription, dan kemungkinan akan terus bertambah seiring waktu dan menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna kedepan maka diperlukanpengembangan strategi promosi yanglebihefektif dan efisien dalam meningkatkan pemanfaatan ebook pada perpustakaan perguruan tinggi. Termasuk meninjau kembali perihal aksesibilitas, konten ataujudul koleksi yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika, infrastruktur yang digunakan dalam mengakses atau memberi kemudahan dalam mengakses, juga kebijakan pembatasan akses terhadap koleksi, agar keberadaan koleksi ebook lebih optimal dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saran Sesuai dengan kesimpulan atas maka saran sebagai tindak lanjut untuk dilakukan kedepannya adalah, perlu untuk memberikan informasi secara berkala kepada pemustaka terkait dengan pemanfaatan ebook yang ada, bisaberupakelas literasi, atau kelas pengenalan fasilitas kampus khususnya perpustakaan dan koleksinya ketika menyambut mahasiswa baru. Hal ini juga sebagai bentuk sarana dalam menggalakkan promosi penggunaan ebook di kampus. Perpustakaan juga perlu untuk melakukan kajian terhadap penggunaan ebook, untuk mengevaluasi sejauh mana penggunaan e-book ygdimiliki/dilanggan oleh perpustakaan dan menemukan strategi atau langkah-langkah kedepan dalam peningkatan pemanfaatan ebook di perpustakaan perguruan tinggi tersebut. Tulisan ini juga masih perlu untuk diteliti lebih lanjut melalui survei langsung dengan pemustaka. Selain itu perlu dilakukan evaluasi terhadap penggunaan koleksi ebook secara mendetail, tidak hanya berdasarkan data utilisasi yang digenerate langsung. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perspektif yang mendalam terkait bagaimana pemanfaatan ebookdi perpustakaan perguruan tinggi X dan bagaimana strategi pustakawan dalam mempromosikan koleksi tersebut.