Kembali
16
1
2017 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 19 · 1 ISSN 2685-7138

PENGEMBANGAN APLIKASI PERPUSTAKAAN BERBASIS ANDROID DI TRISAKTI SCHOOL OF MANAGEMENT

Trisakti School of Management

Abstrak

Tingginya penggunaan perangkat mobile untuk mengakses internet, baik dalam bentuk smartphone maupun tablet, adalah peluang sekaligus tantangan bagi perpustakaan untuk melakukan ekspansi fitur layanan digital. Salah satu bentuk potensi layanan digital yang bisa diterapkan oleh Perpustakaan TSM adalah aplikasi perpustakaan atau mobile library application berbasis Android. Pengembangan aplikasi perpustakaan berbasis Android sebagai upaya mengimplementasikan fungsi Perpustakaan TSM sebagai penyedia informasi bagi seluruh sivitas akademika akan lebih selangkah lebih maju, sekaligus mempromosikan citra Perpustakaan TSM sebagai model perpustakaan yang mampu berinovasi dan senantiasa mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hadirnya aplikasi Perpustakaan TSM berbasis Android di Google Play Store yang bisa disebarkan melalui beberapa saluran media sosial seperti Facebook, Google+, Line, Path, Skype, Twitter, WhatsApp, adalah salah satu strategi promosi yang efektif dalam menjangkau seluruh sivitas akademika yang lebih luas tanpa terkendala ruang dan waktu. Hasil yang didapatkan adalah akses ke database Perpustakaan TSM yang sudah ada saat ini perlu dikembangkan lagi dengan menerapkan konsep aplikasi perpustakaan berbasis Android dengan tujuan utama menjangkau pengguna yang mayoritas berasal dari generasi internet.

Abstract

The high use of mobile devices like smartphones or tablets to access the internet is an opportunity as well as a challenge for libraries to expand digital service features. One form of potential digital services that can be implemented by TSM Library is an application library or mobile library applications based on Android. The development of Android-based library application as an effort to implement the function of TSM Library as information provider for all academic community will be one step forward, also promote the image of TSM Library as a library model that is able to innovate and catch up with the up-to-date information and communication technology. The availability of Android-based TSM Library application on the Google Play Store that can be shared through several social medias like Facebook, Google+, Line, Path, Skype, Twitter, WhatsApp is an effective promotion to reach all the academic community without being constrained by space and time. The results of the study showed that the access to the database of TSM Library needs to be further developed by applying the concept of Android-based library applications with the main purpose of reaching users who are mostly from the internet generation.
Keywords: Aplikasi perpustakaan · android

Introduction

Perpustakaan Trisakti School of Management (TSM) adalah salah satu unit kerja yang bertugas mengelola dan memberikan layanan sumber-sumber informasi kepada seluruh sivitas akademika. Peran Perpustakaan TSM sebagai penyedia informasi semakin penting di tengah tingginya pemanfaatan teknologi informasi dan internet dalam proses kegiatan belajar mengajar. Fenomena ini berdampak langsung pada perubahan perilaku pengguna secara signifikan, khususnya pada cara bagaimana mereka mengakses sumbersumber informasi yang dibutuhkan. Tuntutan akan kemudahan dan kecepatan dalam mengakses informasi kapan saja dan di mana saja menjadi suatu hal yang mendesak yang diinginkan oleh para pencari dan pengguna informasi. Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 memperlihatkan bahwa perangkat yang digunakan untuk mengakses di Indonesia didominasi oleh perangkat mobile yaitu sebanyak 89,9 juta orang atau 67,8 persen dengan smartphone, 19,5 juta orang atau 14,7 persen dengan komputer/PC, 16,7 juta orang atau 12,6 persen dengan laptop, dan 5 juta orang atau 3,8 persen dengan tablet. Tingginya penggunaan perangkat mobile untuk mengakses internet, baik dalam bentuk smartphone maupun tablet, adalah peluang sekaligus tantangan bagi perpustakaan untuk melakukan ekspansi fitur layanan digital. Salah satu bentuk potensi layanan digital yang bisa diterapkan oleh Perpustakaan TSM adalah aplikasi perpustakaan atau mobile library application berbasis Android. Konsep aplikasi perpustakaan berbasis Android sudah diterapkan di beberapa perpustakaan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Fitur layanan digital ini jelas memberikan kemudahan kepada pengguna dalam mengakses koleksi melalui online catalogue dari smartphone yang mereka miliki. Pengembangan aplikasi perpustakaan berbasis Android adalah upaya Perpustakaan TSM merespon kebutuhan pengguna dan beradaptasi dalam lingkungan dunia digital di mana tuntutan akan kecepatan (velocity) dan keterhubungan (connectivity) merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Dengan mengimplementasikan aplikasi perpustakaan berbasis Android, fungsi Perpustakaan TSM sebagai penyedia informasi bagi seluruh sivitas akademika akan selangkah lebih maju, sekaligus mempromosikan citra Perpustakaan TSM sebagai model perpustakaan yang mampu berinovasi dan senantiasa mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kajian Pustaka Menurut Needham (2008), тobile library adalah sebuah cara yang bisa dilakukan perpustakaan untuk menyediakan layanan perpustakaan agar terjangkau oleh para pemustaka mobile phones atau smartphones kapanpun dan di manapun mereka berada. Konsep mobile library ini bisa saja hanya sebuah pesan sederhana melalui pengiriman teks sederhana (melalui SMS atau email) terkait pemesanan buku, keterlambatan peminjaman, atau bahkan sampai yang sangat kompleks di mana pemustaka dapat mengakses secara lengkap e-books atau e-database yang dilanggan oleh perpustakaan melalui perangkat mobile mereka. Lee Cheng Ean (2012) menyampaikan bahwa ada beberapa alasan inisiatif mobile library perlu dilakukan yaitu untuk menjangkau pengguna dari kalangan generasi internet yang jumlahnya terus meningkat secara eksponensial, memberikan akses koleksi yang lebih luas, meningkatkan hubungan dengan pengguna, bagian dari pemasaran layanan dan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan, peningkatan akses dan ketersediaan sumber daya bagi pengguna kapan saja dan di mana saja, serta bagian dari strategi organisasi. Dalam konsep pemasaran, mobile library adalah instrumen promosi digital perpustakaan. Menurut Chaffey dan Ellis-Chadwick (2012), pemasaran digital didefinisikan sebagai upaya untuk mencapai tujuan pemasaran melalui penerapan teknologi digital. Pemasaran digital ini merupakan penerapan internet dan teknologi digital dalam hubungannya dengan komunikasi tradisional untuk mencapai tujuan pemasaran. Masih menurut Chaffey dan Ellis-Chadwick (2012), mobile marketing adalah pemasaran untuk mendorong keterlibatan konsumen ketika menggunakan ponsel (khususnya smartphone) atau tablet. Dalam konsep mobile marketing, interaksi langsung antara konsumen dengan media promosi yaitu melalui aplikasi berbasis mobile (mobile-based application). Aplikasi berbasis mobile adalah aplikasi perangkat lunak yang dirancang untuk digunakan pada smartphone yang biasanya diunduh dari penyedia layanan aplikasi. Urgensi Aplikasi Berbasis Android di Perpustakaan TSM Android dirilis Google sebagai sistem operasi yang bersifat open source. Platform Android dikembangkan berbasis Linux yang terdiri dari operating system, middleware, userinterface dan application software. Menurut Hermawan (2011), keberhasilan dan pengembangan Android saat ini mampu menduduki posisi tertinggi dalam pasar gadget dan komputer, hal ini tentunya karena kecanggihan sistem teknologi dan aplikasi yang ada di dalamnya sedang tren di kalangan pengguna mobile phone karena dapat membantu semua lini pekerjaan menjadi lebih mudah. Keuntungan dari Android adalah lisensi open source sehingga memungkinkan bagi siapa saja, dengan kemampuan pemrograman, untuk membuat atau mengembangkan aplikasi yang bisa berjalan pada gadget berbasis Android (Safaat, 2012). Sarana akses Perpustakaan TSM yang ada saat ini hanya tersedia melalui website di mana pengguna bisa mengakses informasi seputar koleksi, data peminjaman, jurnal elektronik, dan informasi seputar kebijakan perpustakaan. Namun demikian, user interface website tidak didesain untuk akses melalui perangkat smartphone sehingga masih dianggap kurang user friendly oleh sebagian pengguna. Pada sisi lain, masih banyak sivitas akademika yang jarang mengakses website Perpustakaan TSM dari smartphone yang mereka miliki. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan website Perpustakaan TSM belum optimal dalam memberikan kemudahan dan kecepatan akses ke koleksi, dan pada konteks yang lebih luas menjadi tantangan tersendiri dalam mendongkrak citra dan popularitas perpustakaan TSM secara internal maupun eksternal. Melihat fenomena tersebut, maka perpustakaan dipandang perlu untuk melakukan langkah yang lebih agresif lagi dengan berinovasi dalam menciptakan kemudahan akses melalui aplikasi perpustakaan berbasis Android yang nantinya dapat diunduh dan di-install oleh pengguna melalui Google Play Store. Hadirnya aplikasi Perpustakaan TSM berbasis Android di Google Play Store yang bisa disebarkan melalui beberapa saluran media sosial seperti Facebook, Google+, Line, Path, Skype, Twitter, WhatsApp, adalah salah satu strategi promosi yang efektif dalam menjangkau seluruh sivitas akademika yang lebih luas tanpa terkendala ruang dan waktu. TUJUAN PENULISAN Tuliskan penulisan adalah mengetahui penerapan konsep aplikasi perpustakaan berbasis Android di perpustakaan TSM.

Discussion

Kondisi Aktual Aksesibilitas Perpustakaan TSM Perpustakaan TSM memulai otomasi sistem perpustakaan dengan mengoperasikan SIPISIS yang dikembangkan oleh IPB pada tahun 2001. Kemudian di tahun 2010, pengelola perpustakaan merancang otomasi Perpustakaan TSM dengan menggunakan software perpustakaan berbasis open source, Senayan Library Management System (SLiMS). Pada awalnya, database SLiMS Perpustakaan TSM hanya bisa diakses melalui intranet. Seiring dengan desakan kebutuhan pengguna akan kemudahan dalam pencarian koleksi melalui OPAC, akhirnya pada pertengahan tahun 2013, sistem perpustakaan TSM dintegrasikan ke dalam sistem informasi TSM agar dapat diakses oleh pengguna maupun pustakawan melalui website di http://www.library.tsm.ac.id. Pemanfaatan OPАС perpustakaan oleh pengguna masih belum optimal hingga saat ini. Sejumlah mahasiswa dan dosen masih mengandalkan pustakawan dalam aktivitas pencarian koleksi dan pengecekan status peminjaman yang sebenarnya bisa diakses dengan menggunakan perangkat yang mereka miliki, baik melalui komputer, laptop, maupun smartphone. Upaya sosialisasi layanan Perpustakaan TSM sudah dilakukan melalui website, maupun media sosial seperti Facebook dan Twitter. Akan tetapi, pemanfaatan layanan ini masih jauh dari harapan jika dibandingkan dengan rata-rata pemanfaatan perpustakaan untuk perguruan tinggi pada umumnya. Salah satu faktor yang melatarbelakanginya adalah desain user interface dari website perpustakaan TSM yang dianggap belum memenuhi spesifikasi teknis jika harus diakses dari smartphone. Di sisi lain, mayoritas pengguna saat ini lebih sering mengandalkan smartphone dalam melakukan pencarian informasi, termasuk akses ke ОРАС. Rencana Pengembangan Perpustakaan Berbasis Android Aplikasi Penerapan konsep aplikasi perpustakaan berbasis Android ini adalah salah satu strategi Perpustakaan TSM dalam memanfaatkan dominasi Android di pangsa pasar smartphone yang kini hampir digunakan oleh mayoritas sivitas akademik. Perpustakaan mengadopsi prinsip-prinsip mobile library services oleh Vollmer dalam desain pengembangan aplikasi yang dikelompokkan menjadi tujuh kategori yang digambarkan pada tabel 1. Tabel 1. Kategori pengembangan aplikasi Vollmer Mobile OPAC Akses ke dalam Online Public Access Catalog melalui mobile optimizied websites. Mobile Applications Aplikasi khusus untuk smartphones yang di-install terlebih dahulu dan memungkinkan pengguna mengakses sistem perpustakaan, katalog, dan lain-lain. Mobile Collections / Fasilitas yang disediakan oleh penyedia (vendor) Mobile Content Delivery bekerjasama dengan perpsutakaan untuk menyediakan akses ke audiobooks, e-books, audio language course, dan lain-lain. Mobile Instruction Mobile Database Library Notification SMS Reference Library Bahan-bahan instruksi perpustakaan dan sumber-sumber informasi yang dapat diakses melalui mobile web services. Menyediakan akses ke database yang dilanggan atau dimiliki dengan menggunakan perangkat mobile melalui mobile web services. SMS Pengiriman notifikasi SMS untuk berbagai tujuan, seperti informasi keterlambatan, pemesanan, ketersediaan koleksi, nomor panggil dan lokasi, dan lain-lain. Layanan menjawab pertanyaan referensi oleh pustakawan melalui perangkat mobile. Pengembangan aplikasi ini akan terkoneksi dengan sistem database Perpustakaan TSM yang ada saat ini untuk menjaga integritas data sehingga apabila terjadi pemutakhiran data informasi yang ditampilkan dalam aplikasi tetap sinkron dengan database perpustakaan secara real time. Adapun menu yang ada di aplikasi Perpustakaan TSM berbasis Android direncanakan akan mencakup: Menu katalog online: untuk pencarian koleksi perpustakaan meliputi buku dan jurnal elektronik yang bisa diakses oleh umum (khusus akses e-journal harus login terlebih dahulu). Menu member login: untuk akses data keanggotaan dari masing-masing pengguna. Menu cek current loan dan loan history: untuk mengetahui peminjaman saat ini dan sejarah peminjaman oleh pengguna setelah melakukan login. Notifikasi overdued loan: notifikasi peminjaman yang terlambat yang terkoneksi ke email anggota. Menu book reserve: untuk reservasi buku yang statusnya sedang dipinjam oleh pengguna lain. Menu extend loan: untuk melakukan perpanjang masa pinjaman buku. Menu comment I review, like, and share: pengguna bisa memberikan komentar atau review, like dan share pada tiap judul buku. Aplikasi ini nantinya dapat diunduh dan diinstall ke dalam smartphone melalui Google Play Store. Dalam proses perencanaan, perpustakaan akan membuat roadmap perancangan dan pengembangan aplikasi yang baik dan berkesinambungan. Berbagai elemen penilaian akan dilakukan oleh perpustakaan dalam menentukan konten, teknologi yang akan digunakan, hingga layanan seperti apa yang dapat diakses pengguna melalui aplikasi perpustakaan berbasis Android tersebut agar manfaatnya dapat sesuai dengan harapan pengguna. Faktor lain yang perlu mendapat perhatian adalah kesiapan sumber daya manusia perpustakaan dan unit teknologi informasi. Pelatihan dan familiarisasi sistem aplikasi berbasis Android adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pengembangan aplikasi secara menyeluruh. Hal ini disebabkan karena pengetahuan dalam mengembangkan dan menggunakan aplikasi adalah syarat mutlak keberhasilan pengembangan aplikasi ini pada setiap tahapannya. Perpustakaan juga akan membangun sinergi dengan seluruh stakeholders agar pengembangan aplikasi ini dapat sesuai dengan harapan seluruh sivitas akademika. Perancangan sistem adalah hal yang kompleks akan selalu melibatkan sistem maupun keahlian lainnya, seperti programmer, sistem analis, konsultan, dan lain sebagainya. Kedepannya, Perpustakaan TSM juga akan mengembangkan mobile library application berbasis platform lainnya seperti IOS untuk meningkatkan aksesibilitas koleksi melalui perangkat smartphone yang berbeda-beda.

Conclusion

Akses ke database Perpustakaan TSM yang sudah ada saat ini perlu dikembangkan lagi dengan menerapkan konsep aplikasi perpustakaan berbasis Android dengan tujuan utama menjangkau pengguna yang mayoritas berasal dari generasi internet. Pengembangan aplikasi perpustakaan berbasis Android adalah fitur layanan digital Perpustakaan TSM yang mempermudah akses layanan koleksi yang dimiliki bagi seluruh sivitas akademika. Manfaat nyata yang dapat diambil dalam perancangan aplikasi ini, antara lain: 1. Membantu pustakawan dalam merespon kebutuhan informasi seluruh sivitas akademika. 2. Pemanfaatan aplikasi perpustakaan berbasis Android menjamin kemudahan dan kecepatan akses bagi pengguna melalui perangkat smartphone, khususnya dalam penelusuran koleksi, tanpa ada kendala ruang dan waktu. 3. Dengan berinovasi melalui aplikasi mobile library application berbasis Android maka perpustakaan dapat mempromosikan layanan perpustakaan secara lebih luas lagi dan sesuai dengan kebutuhan digital.