Kembali
16
1
2021 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 23 · 3 ISSN 2685-7138

Analisis Bibliometrik Data Publikasi penanganan Covid-19 di Indonesia Menggunakan Software Tableau dan Vosviewer

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstrak

Dilakukan analisis bibliometrik data publikasi penelitian penanganan Covid-19 di Indonesia Menggunakan Software Tableau dan Vosviewer. Penelitian dilakukan dengan metode penelusuran literatur dengan menggunakan Google Scholar. Penelusuran dilakukan pada bulan Maret 2020 sampai dengan bulan September 2020 dengan menggunakan kata kunci Covid-19 dan Indonesia. Hasil penelusuran kemudian dikelompokkan berdasarkan nama pengarang, judul dan sumber publikasi. Hasil pengelompokan publikasi penanganan Covid-19 dengan menggunakan Microsof Excel dikelompokkan berdasarkan kriteria penanganan. Untuk sumber publikasi dianalisis menggunakan Software Tableau. Sedangkan untuk kolaborasi penulis dan pemetaan kata kunci dianalisis menggunakan Software VosViewer. Hasil analisis berdasarkan kriteria penanganan vid- 19 menunjukkan bahwa publikasi terbanyak dalam bentuk penanganan/pencegahan kemudian disusul dampak/akibat. Analisis kolaborasi menggunakan Software VosViewer diperoleh bahwa IanHuang merupakan penulis yang paling banyak berkolaborasi dengan jumlah 20 publikasi, kemudian disusul Raymond Pranata sebanyak 15 publikasi. Publikasi penanganan Covid-19 terbanyak dimuat dalam Medica Hospitalia dengan jumlah publikasi sebanyak 29 artikel, kemudian disusul SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar’i dengan jumlah publikasi sebanyak 18 artikel. Hasil pemetaan menggunakan VosViewer menunjukkan bahwa penanganan Covid-19 terbagi menjadi 4 kluster. Berdasarkan Peta Visualisasi diketahui bahwa publikasi penelitian tentang Covid-19 yang banyak dilakukan adalah pencegahan/penanggulangan dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid, kemudian disusul kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19 dan kebijakan ekonomi selama pandemi Covid-19.

Abstract

Bibliometric analysis of publicity data on the handling of Covid-19 in Indonesia was carried out usingTableau and Vosviewer software. The research was conducted by using the literature search methodusing Google Scholar. The search was carried out from March 2020 to September 2020 usingthekeywords Covid-19 and Indonesia. The search results are then grouped based on author name, titleand publication source. The results of grouping publications for Covid-19 handlers using Microsof Exel are grouped based on handling criteria. For publication sources analyzed using Software Tableau. Meanwhile, writer collaboration and keyword mapping were analyzed using the VosViewer software. The results of the analysis based on the criteria for handling Covid-19 show that most publicationsarein the form of treatment / prevention then followed by the impact / effect. Collaboration analysis usingVosViewer software shows that Ian Huang is the most collaborative writer with 20 publications, followed by Raymond Pranata with 15 publications. The most publications on handling Covid-19werepublished in Medica Hospitalia with 29 articles, followed by SALAM: Syar'i Social and Cultural Journal with 18 articles. Mapping results using VosViewer show that the handling of Covid-19 is dividedinto4clusters. Based on the visualization map, it is known that the most widely carried out researchpublications on Covid-19 are prevention / control in the context of accelerating the handlingof theCovid pandemic, then followed by government policies in dealing with Covid-19 and economic policiesduring the Covid-19 pandemic.
Keywords: Covid-19 · penanganan Covid-19 · VosViewer · Google scholar

Introduction

Pandemi Covid-19 berawal di tahun 2019 yang hingga kini ini masih menjadi permasalahan utama di seluruh belahan dunia. Wabah Covid-19 muncul pertama kali di kota Wuhan, Tiongkok yang disebabkan oleh hewan liar yaitu kelelawar. Gejala utama yang dialami oleh penderita yang terpapar Covid-19 adalah mulai gangguan pernapasan ringan sampai berat hingga menyebabkan kematian (Juaningsih, 2020). Virus Covid -19 mempunyai tingkat risiko tingkat penularan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan SAR-CoV atau pun MERS. Kelelawar merupakan host utama dari virus Corona, dengan beberapa host diantaranya adalah trenggiling dan ular. Penularan terjadi lewat jalur antar manusia melalui kontak dekat droplet dan aerosol. Masa inkubasi virus Corona 19 adalah 0 –24 hari dengan rata-rata dari gejala pertama hingga kematian adalah 3 –14 hari. Akan tetapi masa inkubasi ini bervariasi dan akan berlangsung semakin cepat apabila usia penderita semakin tua (Tri Atmojo, 2020). Wabah virus Corona yang berkembang sangat cepat berdampak pada aktivitas sosial masyarakat, ekonomi masyarakat, bangsa dan negara. Masyarakat yang paling terdampak virus Corona adalah pekerja di sektor informal, seperti ojek online, sopir angkot, pedagang kaki lima, home industri, pekerja harian, nelayan, home industri, katering dan sektor UMKM. Wabah Covid-19, juga berdampak terhadap pelaku usaha menengah ke atas, seperti pusat- pusat perbelanjaan tutup tidak membuka usahanya, karena sepi pengunjung. Adapun dampak di bidang sosial adalah tertundanya kegiatan dan dilarang untuk dilaksanakan, seperti pelaksanaan ibadah dilakukan di rumah saja, dilarang mengadakan shalat Jum’at, kebaktian di gereja, kegiatan agama seperti majelis taklim, arisan, pesta perkawinan, dan kerumunan yang melibatkan banyak orang ( Syafrida dan Hartati, 2020). Syafrida dan Hartati (2020) mengatakan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid- 19 peran anggota masyarakat sangat dibutuhkan sebagai upaya memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona dengan melakukan sosial distancing (menjaga jarak), lockdown, karantina wilayah, tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, danpenyediaan Alat Pelindung Diri (APD). Hal yang paling paling efektif untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah tidak keluar rumah, menjaga jarak, jika berada di tempat umum atau keramaian menggunakan masker serta sering untuk mencuci tangan dan cukup istirahat agar kekebalan tubuh tetap terjaga dengan baik. Orang yang kekebalan tubuhnya baik tidak akan terkena Covid-19, tetapi walaupun tidak terkena Covid-19 namun berpotensi sebagai penular. Oleh sebab itu masing-masing individu hendaknya menjaga diri untuk tidak terkena Covid-19, dengan meningkatkan kedisiplinan, patuh, taat terhadap peraturan dan himbauan yang telah ditetapkan oleh baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pencegahan Wabah Covid-19 adalah tugas kita bersama pemerintah (pusat dan daerah), anggota masyarakat, organisasi masyarakat, pihak swasta dan aparat penegak hukum. Pemerintah selama ini dalam rangka pencegahan virus Corona telah membuat kebijakan, menambah ruang layanan masyarakat, menyediakan fasilitas sarana penampungan korban virus Corona, menyediakan dana untuk bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak virus Corona, memberikan bantuan alat-alat kesehatan berupa alat pelindung diri (APD), baju astronot masker untuk tenaga medis berstandar kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh paramedis sebagai garda terdepan dalam membantu korban virus Covid-19. Pemerintah Juga mengimbau kepada masyarakat untuk menyediakan cairan disinfektan, menaati peraturan dan himbauan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk tetap tinggal di rumah saja, bekerja di rumah dan untuk tidak pulang kampung, menutup tempat objek wisata, tidak melakukan kunjungan dan mengadakan kegiatan yang menghimpun banyak orang seperti, arisan, pelaksanaan perayaan agama, kegiatan ibadah agama, pesta perkawinan( Syafrida dan Hartati, 2020). Publikasi penanganan Covid-19 yang terindeks di Google Scholar dapat ditelusuri berdasarkan kriteria penanganan yang mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 62 Tahun 2020 tentang Penyelamatan Arsip penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pemetaan sumber publikasi dapat dilakukan dengan menggunakan Software Tableau dan untuk pemetaan kata kunci untuk mengetahui publikasi penelitian penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan menggunakan Software VosViewer. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan analisis publikasi penanganan Covid- 19 menggunakan Software Tableau dan VosViewer. Analisis bertujuan untuk mengetahui (1) jumlah publikasi berdasarkan kriteria penanganan Covid-19 yang terindeks di Google scholar; (2) Tren publikasi penanganan Covid- 19; (3) kolaborasi penulis; (4) peta penanganan Covid-19 berdasarkan Software vosviewer. KAJIAN PUSTAKA 1. Software Tableau Public Software Tableau public adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membuat visualisasi data, analisis data, dan pelaporan. Penggunaannya cukup mudah karena hanya menggunakan sistem drag and drop. Tableau dapat digunakan menggabungkan data dari berbagai sumber data seperti spreadsheet, database, cloud data, dan big data ke dalam satu program untuk digunakan dalam suatu analisis yang dinamis (Akbar dkk, 2018). Tableau menggunakan fungsi akses langsung pada data warehouse yang memungkinkan pengguna untuk menciptakan informasi yang berguna di Tableau. Pengguna dapat membuat ekstrak data dari visualisasi, atau mereka dapat membuat koneksi langsung, fitur ini bergantung pada network capabilities, ekstrak dapat dibuat dalam visualisasi dan di- hosting di server. Tableau dapat terhubung ke data langsung atau telusuri data set yang telah lampau dengan mudah. Tableau dapat menggunakan dashboard yang mudah dipahami sehingga dapat mengurangi durasi waktu membuat pelaporan. Excel adalah alat analisis dan perangkat lunak spreadsheet untuk banyak pengguna bisnis, dengan Tableau hal tersebut dapat lebih ditingkatkan. Dengan menggunakan drag-and-drop untuk analisis visual, Tableau mampu menjelajahi data excel menjadi lebih cepat dan lebih mudah, sehingga dapat mengajukan dan menjawab pertanyaan yang ingin diselidiki. Visualisasi pada Tableau bersifat interaktif dan sangat mudah dibagikan, sehingga dapat membantu setiap orang dalam bisnis untuk mendapatkan jawaban. Tableau Secara notifikasi terhubung ke spreadsheet excel sehingga analisis data menjadi lebih cepat dan sederhana. Tableau memungkinkanpengguna excel untuk menyimpandi spreadsheet sambil mereka meningkatkan kemampuan untuk menganalisis data, agar dapat membangun, mudah dibaca penggambaran informasi dengan jelas. Tableau Dapat menganalisa data yang bertujuan membantu dalam proses pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Terdapat beberapa produk yang tersedia di Tableau, yakni Tableau Desktop (tersedia dalam bentuk profesional dan personal editions), Server, Online (untuk mendukung penggunaan ribuan user), dan Publik (Darman, 2018). 2. Software VosViewer Menurut Van Eck and Waltman (2010) menyebutkan bahwa VOSviewer merupakan program komputer yang tersedia secara gratis yang dikembangkan untuk membuat dan melihat peta bibliometrik. VOSviewer memberikan perhatian khusus pada representasi grafis dari peta bibliometrik. Fungsi VOSviewer sangat berguna untuk menampilkan peta bibliometrik besar dengan cara yang mudah diinterpretasikan. Pemetaan bibliometrik merupakan topik penelitian penting di bidang bibliometrik. Dua aspek pemetaan bibliometrik yang dapat dibedakan adalah konstruksi peta bibliometrik dan representasi grafis dari peta tersebut. Dalam literatur bibliometrik, sebagian besar perhatian diberikan pada konstruksi peta bibliometrik. Representasi grafis dari peta bibliometrik besar dapat ditingkatkan dengan cara menggunakan fungsi zoom, algoritma pelabelan khusus, dan metafora kepadatan. Menurut Liao (2018) bibliometrik adalah ilmu multidisiplin yang digunakan untuk analisis kuantitatif dari semua bidang ilmu dengan metode matematika dan statistik. bibliometrik adalah metode yang umum digunakan untuk mengidentifikasi perkembangan bidang tertentu. bibliometrik paling awal dimulai pada awal abad ke-20 dan pada tahun 1917, Cole dan Eales masing-masing mempelajari perkembangan literatur dalam anatomi komparatif melalui kutipan bibliografi. Pada tahun 1969, ilmuwan Inggris terkenal, Allen Richard, pertama kali mengusulkan istilah bibliometrik (bibliografi statistik). Munculnya istilah bibliometrik menandai kelahiran formal bibliometrik. Keuntungan dari penggunaan bibliometrik adalah memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari bidang penelitian tertentu dengan menganalisis kutipan, kutipan bersama, distribusi geografis dan frekuensi kata, dan menarik kesimpulan. Saat kini, bibliometrik telah banyak digunakan dalam penelitian, analisis penulis bersama, analisis kutipan bersama, dan pengembangan seluruh bidang subjek. 3. Penelitian Terdahulu Popkirov et all (2018) melakukan analisis bibliometrik dan visualisasi peta ilmiah tentang penelitian tentang penyakit mental gangguan disosiatif. Analisis menggunakan database Web of Science untuk mengidentifikasi dokumen yang relevan selama periode 1968-201. Sebanyak 1751 dokumen yang berhubungan dengan penyakit mental gangguan disosiatif diidentifikasi. Analisis tekstual dilakukan terhadap semua judul dan abstrak yang sesuai dengan penelitian yang dikelompokkan menjadi tiga topik utama yaitu diagnosis epilepsi, manajemen dan pengobatan, dan psikopatologi. Analisis bibliometrik menunjukkan bahwa fokus penelitian klinis telah bergeser dari prosedur diagnostik ke pendekatan pengobatan. Selain itu, minat dalam penelitian etiologi bergeser dari penekanan pada trauma awal kehidupan dan ciri-ciri kepribadian ke peran kecemasan dan regulasi emosi. Berkenaan dengan kontribusi individu penulis, jaringan ilmuwan produktif yang relatif kecil dengan tingkat kolaborasi yang luar biasa muncul. Dengan memetakan publikasi yang relevan, menjadi jelas bahwa penyakit mental gangguan disosiatif masih mewakili subjek sebagian besar dalam bidang neurologi dan epileptologi, dengan kecenderungan menetap di domain terakhir. Chahrour et al (2020) melakukan analisis bibliometrik dengan mengeksplorasi aktivitas dan tren penelitian Covid-19 sejak mewabahnya pada Desember 2019. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan database PubMed dan database Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk publikasi terkait Covid-19 sejak Desember 2019 hingga 18 Maret 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis bibliometrik terkait Covid-19 dapat membantu menggambarkan gejala penyakit, menilai efisiensi alat diagnostik, dan menetapkan pedoman manajemen yang tepat. Uji coba terapeutik dapat membantu menemukan pengobatan baru dan menghasilkan pilihan kuratif baru. Gallegos et al (2020) melakukan analisis bibliometrik publikasi Covid-19 yang diterbitkan di jurnal ilmiah di wilayah Amerika Latin. Penelusuran publikasi dilakukan dengan kata kunci “Covid-19” menggunakan database Scientific Electronic Library Online (SciELO) menghasilkan 261 dokumen. Analisis Bibliometrik menghasilkan 69 publikasi dalam bentuk editorial atau individu, dan 48 adalah artikel. Penulis laki-laki berjumlah 280, lebih banyak dibandingkan dengan 169 penulis perempuan. Dua jurnal dari Brasil yang memiliki jumlah publikasi terbanyak adalah CadernosdeSaúde Pública dan Clinics. Meskipun Produktivitas ilmiah Amerika Latin terkait Covid- 19 dalam basis data yang berbeda di wilayah, diharapkan publikasi ilmiah akan mencapai peningkatan visibilitas dalam waktu mendatang. Penelitian ini juga menekankan pentingnya tinjauan sistematis dan bibliografi dari literatur ilmiah di Amerika Latin untuk mengevaluasi pencapaian kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Liao (2018) melakukan penelitian dengan mengeksplorasi status big data medis melalui analisis visualisasi pada jurnal makalah yang terkait dengan Medical Big Data (MBD). Liao(2018) dalam penelitiannya menganalisis 988 referensi yang diambil dari Science CitationIndex Expanded dan database Social ScienceCitation Index dari Web of Science dan dengan rentang waktu semua tahun. Perangkat lunak GraphPad Prism 5, VOSviewer dan CiteSpace digunakan untuk analisis. Hasil penelitian menguraikan mengenai tren tahunan, tingkat jurnal teratas, kutipan dan indeks H dalam hal tingkat negara, distribusi kata kunci, makalah yang paling banyak dikutip, status penulisan bersama dan jurnal yang paling berpengaruh dan penulis. Penelitian ini menjelaskan status perkembangan dan tren Medical Big Data. Hasil penelitian dapat membantu tenaga medis untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang Medical Big Data. Berdasarkan penelitian terdahulu bahwa analisis bibliometrik data publikasi penelitian penanganan Covid-19 di Indonesia menggunakan Software Tableau dan Vosviewer belum pernah dilakukan. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Method

Penelitian dilakukan dengan metode penelusuran literatur dengan menggunakan Google Scholar. Penelusuran dilakukan dibulan Maret 2020 sampai dengan Bulan September 2020 dengan menggunakan kata kunci Covid-19 dan Indonesia. Hasil penelusuran kemudian dikelompokkan berdasarkan nama pengarang, judul dan sumber publikasi. Hasil pengelompokan juga diupload di Web PDD LIPI dalam bentuk kumpulan artikel Covid-19 seperti gambar 1berikut. Gambar 1. Kumpulan artikel Covid-19 Hasil pengelompokan publikasi penanganan Covid-19 dengan menggunakan Microsof Excel dikelompokkan berdasarkan kriteria penanganan yang mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 62 Tahun 2020 tentang Penyelamatan Arsip penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mencakup kebijakan, pengkoordinasian dan pengendalian, pengendalian/pencegahan, akibat/dampak, pelaporan dan pengawasan. Untuk sumber publikasi dianalisis menggunakan Software Tableau. Sedangkan untuk kolaborasi dan pemetaan kata kunci menggunakan Software VosViewer

Result & Discussion

Jenis Publikasi Berdasarkan Kriteria penanganan Berdasarkan Tabel 1. menunjukkan bahwa publikasi penanganan Covid-19 adalah penanggulangan Covid-19 yaitu sebanyak 100 publikasi (35,46%). Beberapa publikasi penanggulangan Covid-19 diantaranya adalah konsep isolasi untuk meminimalisir penyebaran virus Corona di Indonesia yang ditulis oleh Mona (2020), Langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam mengendalikan penyebaran Virus Corona Covid-19 di Indonesia Yang ditulis oleh Zahrotunnimah Universitas Ibnu Kaldun Bogor (2020), Langkah Kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi penyebaran Corona virus disease yang ditulis oleh Putri Suni Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI (2020), Menggunakan Masker Penutup Wajah Saat Salat Sebagai Langkah Pencegahan Wabah Corona virus Covid-19 yang ditulis oleh Syandri (2020). Hasil publikasi yang berupa dampak/akibat adanya Covid-19 yang terindeks di GoogleScholar ada sebanyak 60 publikasi (21,28%). Publikasi yang berhubungan dengan akibat/dampak adanya pandemi Covid-19 diantaranya adalah proses belajar mengajar yang ditulis oleh Agus Purwanto dkk (2020) dengan judul publikasi Studi Eksploratif Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar. Adanya pandemi Covid-19 juga berdampak pada pendapat seperti yang ditulis oleh Natsir Kholis (2020) dengan judul prediksi dampak Covid-19 terhadap pendapatan nelayan jaring insang di Kota Bengkulu. Hasil publikasi yang berupa pelaporan ada sebanyak 40 publikasi (14,18%) diantaranya yang ditulis oleh Arini Parhusip (2020) yaitu tentang laporan hasil penelusuran tentang kasus Covid di dunia dan Indonesia. Publikasi lain yang termasuk pelaporan ditulis oleh Endraria (2020) yaitu tentang laporan perkembangan Corona secara akurat yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk menentukan daerah mana saja yang memerlukan prioritas khusus atau untuk menentukan penyediaan alat kesehatan atau APD untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis. Untuk meningkatkan penanganan yang tidak kalah pentingnya adalah kebijakan yang dikeluarkan baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Dari hasil penelusuran melalui Google scholar menunjukkan ada sebanyak 35 publikasi (12,41%) yang membahas tentang kebijakan. Publikasi yang membahas kebijakan diantaranya ditulis oleh Novita Juaningsih (2020) yaitu adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah agar penanganan Covid-19 berjalan optimal. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pengkoordinasian dan Pengendalian penanganan Covid juga merupakan hal yang sangat penting dalam percepatan penanganan Covid. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelusuran pada Google scholar menunjukkan bahwa publikasi percepatan penanganan Covid- 19 ada sebanyak 26 publikasi (9,22%). Salah satu publikasi Covid-19 yang berhubungan dengan pengkoodinasian dan pengendalian ditulis oleh Martha (2020). Dalam publikasinya Martha (2020) mengatakan bahwa untuk menanggulangi krisis akibat Covid-19, pemerintah Indonesia perlu menerapkan diplomasi publik untuk mengatasi krisis akibat Covid-19. penanganan percepatan Covid-19agar dapat berjalan dengan baik perlu dilakukan pengawasan. Hasil penelusuran melalui Googlescholar menunjukkan bahwa publikasi pengawasan percepatan penganan Covid-19 ada sebanyak 21 publikasi (7,45%). Salah Satu Publikasi percepatan penanganan Covid-19 yang berhubungan dengan pengawasan ditulis oleh Pratiwi dan Kusumo (2020). Dalampublikasinya Pratiwi dan Kusumo mengatakan bahwa pengawasan penanganan percepatan ovid-19 dilakukan oleh aparat pengawasan intern pemerintah. Pengawasan yang dilakukan oleh APIP adalah terkait pendanaan untuk penanganan Covid, pengadaan barang dan jasa dalam kondisi darurat, dan pengelolaan jejaring pengamanan sosial. Tabel 1. Jenis Publikasi Berdasarkan Kriteria Penanganan Jenis Publikasi Berdasarkan Kriteria penanganan Jumlah Persentase Kebijakan 35 12,41%Pengkoordinasian dan Pengendalian 26 9,22 %Penanggulangan/ Pencegahan 100 35,46%Akibat/Dampak 60 21,28%Pelaporan 40 14,18%Pengawasan 21 7,45 Jumlah 282 100 Tren publikasi penanganan Covid-19 Hasil analisis menggunakan SoftwareTableau seperti pada gambar 1 menunjukkan bahwa tren publikasi yang terindeks di Google scholar menunjukkan bahwa 5 publikasi yang terbanyak yang mempublikasikan penanganan Covid-19. Publikasi yang terbanyak mempublikasikan penanganan Covid-19 adalah Medica Hospitalia dengan jumlah publikasi sebanyak 29 artikel. Medica Hospitalia diterbitkan oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Karyadi Semarang dan telah terakreditasi oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan peringkat akreditasi sinta 4. Pada urutan kedua adalahSALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar'i dengan jumlah publikasi sebanyak 18 artikel. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar'i diterbitkan oleh Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta dengan peringkat akreditasi sinta 4. Urutan ketiga adalah Adalah : Buletin Hukum dan keadilan dengan jumlah publikasi sebanyak 13 artikel. Adalah : Buletin Hukum dan Keadilan diterbitkan oleh Fakultas Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan sampai saat ini majalah tersebut belum terakreditasi. Urutan ke 4 adalah Jurnal Perencanaan Pembangunan (The Indonesian Journal of Development Planning) dengan jumlah publikasi sebanyak 11 artikel. Jurnal Perencanaan Pembangunan diterbitkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan sampai saat ini belum terakreditasi. Urutan kelima adalah Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional dengan jumlah publikasi sebanyak 10 artikel. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional diterbitkan oleh Universitas Katolik Parahyangan dan sampai saat ini belum terakreditasi Gambar 2. Tren Sumber Publikasi penanganan Covid-19 Kolaborasi penulis pada publikasi penanganan Covid Berdasarkan analisis menggunakan software VosViewer penulis yang berkolaborasi dibagi menjadi 2 kluster. Pembagian kluster tersebut terdiri dari kluster 1 berwarna merah terdiri dari Ian Huang, Michael Anthonius Lim, Antonia Anna Lukito, Raymond Pranata, SunuBudhi Raharjo. Kluster 2 berwarna hijau terdiri dari Hikmat Permana, dan Nanny NataliaM. Soetedjo. Gambar 3. Kolaborasi Penulis Berdasarkan Gambar 4. menunjukkan bahwa Ian Huang merupakan penulis yang paling banyak berkolaborasi yaitu sebanyak 20 publikasi, kemudian disusul Raymond Pranata sebanyak 15 publikasi, Michael Anthonius Lim sebanyak 11 publikasi, Antonia Anna Lukito Sebanyak 4 publikasi dan Sunu Budhi Raharjo Sebanyak 3 publikasi. Gambar 4. Jumlah publikasi yang dilakukan dengan kolaborasi Peta publikasi penanganan Covid-19 Hasil analisis publikasi penanganan Covid- 19 menggunakan Software Vosviewer menunjukkan bahwa peta visualisasi jaringan (network) penanganan Covid-19 terbagi menjadi 4 kluster seperti terlihat pada gambar 5 berikut. Kluster 1 warna merah terdiri dari Central Goverment, Corona pandemic, data analysis, distance, goverment, goverment policy, Indonesia goverment, Jakarta, large scala social restrict, local goverment, lockdown, online learning, pandemic Covid, psbb, regulation, virus Corona, WFH. Kluster 2 berwarna hijau terdiri dari clinical manifestation, Corona virus disease, diagnosis, infection, pneumonia, sarscov, severe acute respiratory, theraphy, treatment, World health Organization, Wuhan. Kluster 3 berwarna biru terdiri dari death, disease, isolation, mortality, threat, vaccine. Kluster 4 berwarna kuning terdiri dari Community service activity, Corona, global pandemic, Islam, situation. Menurut Liao (2018) melakukan penelitian dengan mengeksplorasi status big data medis melalui analisis visualisasi pada jurnal makalah yang terkait dengan Medical Big Data (MBD). Hasil penelitian dapat membantu tenaga medis untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang penanganan Covid-19. Gambar 5. Visualisasi jaringan (network) Adapun peta visulasi penanganan Covid- 19 berdasarkan tampilan overlay seperti gambar 6 menunjukkan bahwa data publikasi penanganan Covid berdasarkan tahun. Berdasarkan hasil analisa bahwa publikasi penanganan Covid di Indonesia dilakukan pada tahun 2020. Gambar 6. Visualisasi berdasarkan overlay Berdasarkan analisis kerapatan (density) kata kunci seperti gambar 7 menunjukkan bahwa warna menunjukkan banyak sedikitnya data publikasi penanganan. Warna kuning merupakan data publikasi penanganan yang paling banyak dilakukan yaitu penanganan pandemi Covid-19, Corona virus disease, sars cov, infection, goverment policy dan economy. Dari peta tersebut diketahui bahwa publikasi penelitian tentang Covid-19 yang banyak dilakukan adalah pencegahan/penanggulangan dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid, kemudian disusul kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19 dan kebijakan ekonomi selama pandemi Covid-19. Gambar 7. Visualisasi berdasarkan kepadatan (density)

Conclusion

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa berdasarkan kriteria penanganan Covid-19 menunjukkan bahwa publikasi terbanyak dalam bentuk penanganan/pencegahan kemudian disusul dampak/akibat. Analisis kolaborasi menggunakan Software VosViewer diperoleh bahwa Ian Huang merupakan penulis yang paling banyak berkolaborasi dengan jumlah 20 publikasi, kemudian disusul Raymond Pranata sebanyak 15 publikasi. Publikasi penanganan Covid-19 terbanyak dimuat dalam Medica Hospitalia dengan jumlah publikasi sebanyak 29 artikel, kemudian disusul SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar'i dengan jumlah publikasi sebanyak 18 artikel. Hasil pemetaan menggunakan VosViewer menunjukkan bahwa penanganan Covid-19 terbagi menjadi 4 kluster. Berdasarkan peta visualisasi diketahui bahwa publikasi penelitian tentang Covid-19 yang banyak dilakukan adalah pencegahan/penanggulangan dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid, kemudian disusul kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19 dan kebijakan ekonomi selama pandemi Covid-19. Dengan adanya kajian bibliometrik menggunakan Tableau Dan VosViewer diharapkan dapat membantu menambah pemahaman masyarakat dalam membantu pemerintah untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah Covid-19.