Kembali
16
1
2021 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 23 · 1 ISSN 2685-7138

PERBEDAAN MOTIF PENGGUNAAN BUKU LANGKA TERCETAK DI PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN GENDER

Universitas YARSI; Universitas YARSI; Universitas YARSI

Abstrak

Motif penggunaan suatu media seseorang berbeda-beda, salah satu faktornya adalah gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif penggunaan buku langka tercetak di Perpustakaan Nasional RI dan adakah perbedaan motif penggunaan buku langka tercetak antara laki-laki dan perempuan. Populasi penelitian ini adalah pengguna yang E-mailnya aktif, terdaftar sebagai anggota Perpustakaan Nasional RI dan sudah pernah membaca buku langka tercetak. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode Uses and Gratification adapun jumlah sampel 75 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Berdasarkan hasil analisis terdapat 4 motif penggunaan buku langka tercetak yaitu Motif Informasi, Motif Identitas Pribadi, Motif Integritas dan Interaksi Sosial, dan Motif Hiburan. Hasil keseluruhan menunjukkan bahwa motif yang paling dominan pada penggunan buku langka tercetak di Perpustakaan Nasional RI adalah motif informasi, dengan persentase 87% dan 83% untuk memuaskan rasa ingin tahunya serta mendapatkan pembelajaran tentang peristiwa dan kondisi lingkungan sekitar setelah membaca buku langka tercetak. Adapun motif terendah yaitu motif identitas pribadi dengan persentase 70% dan 67% untuk mengadaptasi nilai sikap dan perilaku yang didapatkan ketika membaca buku langka tercetak didalam kehidupan sehari-hari serta dianggap sebagai orang yang mengetahui informasi tentang peristiwa atau kondisi lingkungan sekitar baik di masa lampau, terbaru maupun langka. Hasil pengujian hipotesis menunjukan H1 ditolak dan HO diterima dengan nilai sig > 0,05 yaitu 0,869 > 0,05, maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan motif penggunaan buku langka tercetak di Perpustakaan Nasional RI antara laki-laki dan perempuan.

Abstract

The motives for the use of media are different, one of the factors is gender. This study aims to see the motives for using printed rare books in the National Library of Indonesia and whether there is a different motive for using printed rare books between men and women. The population of this research is active email users, registered members of the National Library of Indonesia, and who have read printed rare books.This type of research is quantitative using the Uses and Gratification method. The sample size is 75 respondents. The sampling technique used was proportional stratified random sampling. Based on the results of the analysis, there are 4 motives for using printed rare books, namely Information Motive, Personal Identity Motive, Integrity Motive and Social Interaction, and Entertainment Motive. The total results show that the most dominant motive for using rare books printed in the National Library of Indonesia is information on motives, with a proportion of 87% and 83% to satisfy their curiosity and to learn about events and environmental conditions after reading printed rare books. The lowest motive is the personal identity motive with a proportion of 70% and 67% to adapt the behavior and behavior values obtained when reading rare books printed in everyday life and ready to see information about events or environmental conditions in the past, latest or rare. The results of hypothesis testing show that H1 is rejected and H0 is accepted with a sig> 0.05, namely 0.869> 0.05, so it can be said that there is no difference in motives for using rare books in the National Library of Indonesia between men and women.
Keywords: Buku langka tercetak · Motif penggunaan buku langka tercetak · Uses and Gratification Theory · Perpustakaan Nasional RI

Introduction

Buku langka tercetak merupakan salah satu koleksi bahan perpustakaan langka milik Perpustakaan Nasional RI (Perpustakaan Nasional RI, 2019). Menurut Perpustakaan Nasional RI (2017)Koleksi buku langka tercetak Perpustakaan Nasional RI adalah koleksi yang memuat berbagai disiplin ilmu, sebagian besar ditulis dalam bahasa Belanda maupun bahasa lainnya, dan sebagian besar terbit pada masa kolonial Belanda. Menurut Nasrullah (2020) koleksi buku langka tercetak dikategorisasikan berdasarkan nilai informasi buku langka tersebut apakah penting atau tidak dan terbatasnya jumlah buku tersebut. Dalam penyusunannya buku langka disusun berdasarkan subyek seperti kesusastraan, bibliografi dan ilmu perpustakaan, kamus dan ensiklopedia, buku tahunan dan almanak, seni, bahasa, petikan dan brosur, dan koleksi terlarang (koleksi khusus) (Perpustakaan Nasional RI, 2017). Menurut Nasrullah (2020) untuk koleksi terlarang di Perpustakaan Nasional RI lebih baik digunakan terminologi koleksi khusus, adapun koleksinya seperti buku tentang komunisme dan fasis sekitar tahun 1965. Koleksi buku langka tercetak dapat diakses pengguna di gedung Perpustakaan Nasional RI lantai 14 secara tertutup dengan menyerahkan kartu anggota perpustakaan atau kartu identitas, tetapi untuk koleksi khusus pengguna memerlukan surat perizinan, hal tersebut diatur dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 16 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penyimpanan dan Penggunaan Koleksi Khusus (Nasrullah, 2020). Pada 2019, ‘PERPUSNAS resmi meluncurkan situs web Khastara http://khastara.perpusnas.go.id/ dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, dan pelestarian’ (Perpustakaan Nasional RI, 2019). Situs web Khastara dapat diakses secara online tanpa perlu membuat akun pengguna. Adapun yang termasuk kedalam koleksi khastara yaitu naskah kuno, buku langka, peta, foto, gambar dan lukisan, majalah dan surat kabar langka, dan sumber lainnya (Perpustakaan Nasional RI, 2020). Menurut Nasrullah (2020) koleksi yang ada dilayanan koleksi buku langka tercetak belum tentu ada di Khastara, hal tersebut karena pengelolaan situs dan konten Khastara tidak dibawah tanggung jawab layanan koleksi buku langka tercetak. Tersedianya sumber elektronik untuk mengakses buku langka yaitu Khastara tentunya dapat memberikan kemudahan pada pengguna, akan tetapi masih banyak pengguna yang menggunakan buku langka tercetak. Berdasarkan Statistik bulan Juli sampai dengan Desember 2019 jumlah pengguna buku langka tercetak sebanyak 181 orang. Perilaku pengguna yang masih menggunakan koleksi buku langka tercetak hingga kini, menurut Katz, Blumer, Gurevitch (dalam Rakhmat, 2016) dapat dinyatakan bahwa pengguna aktif dan selektif dalam menggunakan media serta memiliki tujuan tertentu dalam penggunaannya untuk memenuhi kepentingannya. Tujuan penggunaan media tersebut tentunya didorong oleh motif tertentu dan sesuai dengan kebutuhannya. Hal tersebut didukung dengan pendapat Rakhmat (2016) bahwa penggunaan suatu media dapat didorong oleh motif-motif tertentu. Menurut Gerungan (dalam Ginintasasi, 2010) motif merupakan semua penggerak, alasan, atau dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu. Sebelumnya, Sugiyanti (2012) dalam penelitiannya yang berjudul “Motif Dan Perbedaan Jender dalam Menggunakan Facebook (Studi Deskriptif Kuantitatif Personal Branding pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2011)” telah berhasil mengukur perbedaan motif berdasarkan gender menggunakan Uses and Gratification Theory dan temukan bahwa ada perbedaan motif penggunaan facebook antara laki-laki dan perempuan tetapi tidak signifikan. Selanjutnya, Hasugian (2019) dalam penelitiannya yang judul “Penggunaan Sumber Daya Informasi Tercetak dan Elektronik Berdasarkan Pekerjaan Orang Tua Mahasiswa di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara” juga telah berhasil mengukur kesenjangan antara motif (gratification sought / kepuasangan yang diinginkan) dan kepuasan (gratification obtained / kepuasan yang diperoleh) berdasarkan pekerjaan orang tua menggunakan Uses and Gratification Theory, pada penelitian tersebut ditemukan bahwa tidak terdapat kesenjangan antara kepuasan yang diinginkan dan kepuasan yang diperoleh dari penggunaan sumber daya informasi berdasarkan pekerjaan orang tua mahasiswa di Perpustakaan USU. Dalam Penelitian ini buku langka merupakan sumber daya informasi dalam format tercetak. Pada penggunaan sumber daya informasi tercetak ditemukan perbedaan penggunaannya berdasarkan gender (jenis kelamin), hal tersebut dapat dilihat pada penelitian yang dilakukan oleh Usoro, Umoren, & Akwang (2018) dalam penelitiannya Students' Characteristic and Information Resources Utilization in The University of UYO Library menemukan bahwa, perempuan lebih suka memanfaatkan sumber daya informasi tercetak yang ada di perpustakaan. J S & Ramalingam (2019), dalam penelitiannya menemukan bahwa, laki-laki cenderung menggunakan sumber daya informasi tercetak di perpustakaan untuk membaca yang diperlukan saja, ketika waktu luang dan saat masa ujian. Berdasarkan uraian sebelumnya, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang (1) apa saja motif yang mendasari penggunaan buku langka tercetak Perpustakaan Nasional RI dan (2) adakah perbedaan motif penggunaan koleksi buku langka tercetak antara laki-laki dan perempuan. KAJIAN PUSTAKA 1. Uses and Gratification Uses and Gratification Theory (UGT) merupakan salah satu teori komunikasi yang fokus penelitiannya pada pengguna sebagai penentu pemilihan media. Menurut Abidin (2015) pemilihan dan cara penggunaan media untuk memenuhi kebutuhan mereka dan media hanya dianggap sebagai salah satu cara pemenuhan kebutuhan individu. Denis McQuail (dalam Abidin, 2015) berpendapat bahwa, UGT berasumsi pada pengguna yang aktif dan penggunaan media yang bertujuan untuk menonjolkan, karena setiap individu memiliki derajat aktivitas dalam pemanfaatan media mereka. Katz, Blumer, Gurevitch (dalam Rakhmat, 2016) merumuskan 5 asumsi UGT yaitu: 1. Pengguna dianggap aktif, penggunaan media massa diasumsikan mempunyai tujuan. 2. Proses komunikasi media massa banyak inisiatif, untuk mengaitkan proses pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada pengguna. 3. Media massa bersaing dengan sumber lainnya untuk memuasakan kebutuhan. 4. Pengguna mempunyai cukup kesadaran diri akan penggunaan media mereka, minat dan motif mereka sehingga dapat memberikan gambaran penggunaan media tersebut. 5. Penilaian terhadap isi media hanya dapat dilakukan oleh penggunanya. Dalam UGT, penggunaan suatu media dipengaruhi oleh motif-motif tertentu. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Rakhmat (2016) bahwa pengguna menggunakan suatu media karena didorong oleh beraneka ragam motif, dan pada setiap orang motif yang mendorongnya pun tidaklah sama. 2. Motif Motif merupakan dorongan dalam diri manusia yang timbul karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi, motif juga merupakan keadaan yang mendorong perilaku ke arah tujuan (Innova, 2016). Gerungan (dalam Ginintasasi, 2010) menjelaskan bahwa motif merupakan penggerak alasan-alasan atau dorongan-dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan manusia tersebut berbuat sesuatu. Menurut Rakhmat (2016) motif-motif tertentu dapat mendorong seseorang untuk menggunakan suatu media. 2.1 Motif Penggunaan Media Motif merupakan dorongan dalam diri manusia yang timbul karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi, motif juga merupakan keadaan yang mendorong perilaku ke arah tujuan (Innova, 2016). Menurut Rakhmat (2016) motif-motif tertentu dapat mendorong seseorang untuk menggunakan suatu media. Untuk melihat motif apasaja yang mendasari seseorang menggunakan media tersebut dapat diukur dengan menggunakan teori motif penggunaan media menurut McQuail (dalam Muhtadi, 2015), yaitu: 1. Informasi a. Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia b. Mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan c. Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum d. Belajar, pendidikan diri sendiri 2. Identitas pribadi a. Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi b. Menemukan model perilaku c. Mengidentifikasikan diri dengan nilainilai lain (dalam media) d. Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri 3. Integritas dan interaksi sosial a. Memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain; empati sosial b. Mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan meningkatkan rasa memiliki c. Menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial d. Memperoleh teman e. Membantu menjalankan peran sosial f. Memungkinkan seseorang untuk dapat menghubungi sanak keluarga, teman, dan masyarakat 4. Hiburan a. Melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan b. Bersantai c. Memperoleh kenikmatan jiwa dan esetis d. Mengisi waktu e. Penyaluran emosi

Method

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Uses and Gratification Theory (UGT). Adapun alur penelitian ini adalah sebagai berikut (Lihat Gambar 1.): Gambar 1. Alur Penelitian Penelitian ini terdiri dari 5 tahapan. Pertama observasi, kegiatan yang dilakukan adalah observasi nonpartisipan untuk dapat merumuskan masalah dan tujuan penelitian. Kedua penentuan populasi dan sampel, populasi penelitian ini adalah seluruh pengguna yang emailnya aktif, terdaftar sebagai anggota Perpustakaan Nasional RI dan sudah pernah membaca koleksi buku langka Perpustakaan Nasional RI. Populasi berjumlah 181 berdasarkan statistik Sirkulasi layanan koleksi buku langka tercetak Perpustakaan Nasional RI dari bulan Juli sampai Desember tahun 2019. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan menggunakan rumus Taro Yamane dan tingkat error sebesar 0,088, kemudian didapatkan 75 sampel dengan jumlah sampel laki-laki 40 orang dan perempuan 35 orang. Ketiga pengumpulan data, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kuesioner terdiri dari 19 pertanyaan yang dibuat berdasarkan teori McQuail (dalam Muhtadi, 2015) tentang motif penggunaan media bagi individu, berikut teorinya: Keempat Pengolahan data dan analisis data, data yang didapatkan dari kuesioner akan diolah dengan bantuan Microsoft excel dan SPSS versi 20 serta analisis deskriptif. Analisis deskriptif digunakan untuk melihat motif apa saja yang mendasari pengguna dalam menggunaan buku langka tercetak. Pada penelitian terdapat hipotesis, yaitu: H0 : tidak ada perbedaan motif penggunaan buku langka tercetak antara laki-laki dan perempuan H1 : ada perbedaan motif penggunaan buku langka tercetak antara laki-laki dan perempuan Uji hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan uji Mann Whitney U yang sebelumnya akan dilakukan uji normalitas, pengujian hipotesis ini akan dilakukan dengan bantuan SPSS versi 20. Uji Normalitas digunakan untuk melihat dan membuktikan bahwa data yang didapat berdistribusi normal atau tidak berdistribusi normal. Dalam penelitian ini uji normalitas akan menggunakan uji Shapiro Wilk. Uji Shapiro Wilk dilakukan untuk data yang berukuran kecil yaitu N<50 (Lomax & Hahs-Vaughn, 2012). Adapun pengambilan keputusan dalam uji normalitas sebagai berikut: a. Jika nilai sig > dari 0,05 maka data berdistribusi normal. b. Jika nilai sig < dari 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Uji Mann Whitney U digunakan untuk melihat adakah pebedaan motif penggunaan buku angka tercetak antara laki-laki dan perempuan, uji ini juga dilakukan jika data yang didapat terbukti tidak berdistribusi normal setelah dilakukan uji normalitas. Adapun pengambilan keputusan dalam uji Mann Whitney U, menurut Sunjoyo, Setiawan, Carolina, Magdalena, & Kurniawan (2013) sebagai berikut: a. H0 diterima apbila nilai sig > 0.05 b. H0 di tolak dan H1 diterima apabila nilai sig < 0.05 Kelima kesimpulan, kesimpulan dibuat berdasarkan data yang sudah diolah dan dianalisis.

Result & Discussion

1. Motif Penggunaan Buku Langka Tercetak di Perpustakaan Nasional Berdasarkan data kuesioner terdapat 4 motif penggunaan media, yaitu motif informasi, motif identitas pribadi, motif intergitas dan interaksi sosial dan motif hiburan. Berikut hasil yang didapatkan: Motif Informasi Berikut merupakan data yang didapat dari kuesioner motif penggunaan buku langka tercetak pada bagian motif informasi: Tabel 1. Motif Informasi Kategori Mean Persentase Peringkat P1 3,20 80% 3 P2 2,99 75% 4 P3 3,48 87% 1 P4 3,31 83% 2 Pada tabel diatas (Lihat Tabel 1) dapat dilihat bahwa mean tertinggi adalah P3 dan P4 yaitu untuk memuaskan rasa ingin tahu ketika membaca buku langka tercetak serta mendapatkan pembelajaran tentang peristiwa dan kondisi lingkungan sekitar ketika membaca buku langka tercetak. Kategori P3 memiliki mean 3,48 yang berdasarkan data kuesioner 87% pengguna menyatakan sangat setuju dengan mayoritas laki-laki berusia 22-36 tahun. Menurut West Midland Family Center (2008) rentang usia 2236 tahun merupakan generasi milenial dimana generasi tersebut terbuka dengan ide dan pengetahuan sehingga mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mengacu pada pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas pengguna menggunakan buku langka tercetak sebagai sumber informasi untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka agar mendapatkan ide dan pengetahuan. Hal tersebut dapat dilihat dari data statistik sirkulasi buku langka tercetak, terdapat pengguna membaca buku berjudul “Sair tjerita Siti Akbari / terkarang oleh Lie Kim Hok” untuk memenuhi rasa ingin tahu tentang sastra dan “The Co-operative Movement in Indonesia” untuk memenuhi rasa ingin tahu tentang gerakan koperasi di Indonesia. Kategori P4 memiliki mean 3,31 yang berdasarkan data kuesioner 83% pengguna menyatakan sangat setuju dengan mayoritas laki-laki berusia 22-36 tahun. Menurut West Midland Family Center (2008) rentang usia 2236 tahun merupakan generasi milenial dimana generasi tersebut adalah generasi yang paling terpelajar. Mengacu pada pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas pengguna menggunakan buku langka tercetak sebagai sumber informasi untuk belajar baik tentang keilmuan maupun tentang peristiwa dan kondisi lingkungan sekitar. Hal tersebut dapat dilihat dari data statistik sirkulasi buku langka tercetak, terdapat pengguna membaca buku berjudul “A shorter introduction to english literature / J. Kooistra, J.H. Schutt” untuk mendapatkan pembelajaran tentang sastra inggris, “Pengantar Psikologi Umum” untuk mendapatkan pembelajaran tentang psikologi umum, dan “Dari Djakarta ke Djakarta : Sedjarah ibu kota kita. Dengan kata pengantar walikota Djakarta-raja Sudiro/Soekanto” untuk mendapatkan pembelajaran tentang sejarah kondisi Jakarta. Motif Identitas Pribadi Berikut merupakan data yang didapat dari kuesioner motif penggunaan buku langka tercetak pada bagian motif identitas pribadi: Tabel 2. Motif Identitas Pribadi Kategori Mean Persentase Peringkat P1 2,69 67% 2 P2 2,80 70% 1 P3 2,61 65% 4 P4 2,69 67% 3 Pada tabel diatas (Lihat Tabel 2) dapat dilihat bahwa mean tertinggi adalah P2 dan P1 yaitu untuk mengadaptasi nilai sikap dan perilaku yang didapatkan ketika membaca buku langka tercetak didalam kehidupan sehari-hari serta ingin dianggap sebagai orang yang mengetahui semua informasi tentang peristiwa atau kondisi lingkungan sekitar dan dunia, baik dimasa lampau, terbaru, maupun langka (tidak diketahui semua orang), ketika selesai membaca buku langka tercetak. Kategori P2 memiliki mean 2,80 yang berdasarkan data kuesioner 70% pengguna menyatakan setuju dengan mayoritas laki-laki. Mayoritas pengguna tersebut dapat disimpulkan ingin mengadaptasi nilai sikap dan perilaku yang didapatkan dari buku langka tercetak, akan tetapi nilai yang didapatkan tidak secara langsung diterapkan untuk kehidupan sehari-hari dan lebih diterapkan untuk pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat dari data statistik sirkulasi buku langka tercetak, terdapat pengguna yang berstatus mahasiswa membaca buku berjudul “Pembinaan Remaja”. Kategori P1 memiliki mean 2,69 yang berdasarkan data kuesioner 67% pengguna menyatakan setuju dengan mayoritas perempuan. Mayoritas pengguna tersebut dapat disimpulkan ingin dianggap sebagai orang yang mengetahui semua informasi tentang peristiwa atau kondisi lingkungan sekitar dan dunia baik dimasa lampau, terbaru, maupun langka (tidak diketahui semua orang) ketika membaca buku langka tercetak. Hal tersebut dapat dilihat dari data statistik sirkulasi buku langka tercetak, terdapat pengguna membaca buku berjudul “Sejarah Jakarta” untuk mendapatkan informasi tentang masa lampau, “Penjelasan Kurikulum & Pendidikan Sejarah Perjuangan” untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat dimasa kini, dan “Fakta-Fakta Persoalan Sekitar Gerakan 30 September” untuk mendapatkan informasi langka. Motif Integritas dan Interaksi sosial Berikut merupakan data yang didapat dari kuesioner motif penggunaan buku langka tercetak pada bagian motif integritas dan interaksi sosial: Tabel 3. Motif Integritas dan Interaksi Sosial Kategori Mean Persentase Peringkat P1 3,01 75% 5 P2 3,04 76% 3 P3 3,03 76% 4 P4 3,17 79% 2 P5 2,85 71% 6 P6 3,28 82% 1 Pada tabel diatas (Lihat Tabel 3) dapat dilihat bahwa mean tertinggi adalah P6 dan P4 yaitu untuk membagikan informasi yang ada didalam buku langka tercetak pada keluarga, teman dan masyarakat sekitar serta ingin memiliki teman diskusi setelah membaca buku langka tercetak. Kategori P6 memiliki mean 3,28 yang berdasarkan data kuesioner 82% pengguna menyatakan sangat setuju dengan mayoritas laki-laki. Menurut pendapat Giudice (2015) laki-laki cenderung tidak pandai dalam berkomunikasi. Mengacu pada pendapat tersebut, dapat disimpulkan mayoritas pengguna laki-laki menggunakan buku langka tercetak sebagai sumber informasi untuk belajar berkomunikasi, dengan cara membagikan informasi yang didapatkan setelah membaca buku langka tercetak pada keluarga, teman dan masyarakat sekitar. Kategori P4 memiliki mean 3,17 yang berdasarkan data kuesioner 79% pengguna menyatakan setuju dengan mayoritas laki-laki berusia 22-36 tahun. Menurut West Midland Family Center (2008)rentan usia 22-36 tahun merupakan generasi milenial dimana generasi tersebut sudah terbiasa berdiskusi dengan teman maupun grup. Mengacu pada pendapat tersebut, dapat disimpulkan mayoritas pengguna setelah membaca buku langka tercetak ingin memiliki teman maupun grup diskusi, karena hal tersebut merupakan suatu kebiasaan. Motif Hiburan Berikut merupakan data yang didapat dari kuesioner motif penggunaan buku langka tercetak pada bagian motif hiburan: Tabel 4. Motif Hiburan Kategori Mean Persentase Peringkat P1 2,49 62% 5 P2 2,79 70% 3 P3 3,29 82% 1 P4 2,76 69% 4 P5 3,01 75% 2 Pada tabel diatas (Lihat Tabel 4.) dapat dilihat bahwa mean tertinggi adalah P3 dan P5 yaitu ingin merasa puas dengan informasi yang didapat setelah membaca buku langka tercetak dan merasa nyaman ketika membaca buku langka tercetak. Kategori P3 memiliki mean 3,29 yang berdasarkan data kuesioner 82% pengguna menyatakan sangat setuju dengan mayoritas laki-laki. Menurut McQuail (dalam Muhtadi, 2015) rasa kepuasan merupakan salah satu dari bentuk dari hiburan yaitu kenikmatan jiwa. Mengacu pada pendapat tersebut, dapat disimpulkan pengguna ingin merasa puas dengan informasi yang didapat setelah membaca buku langka tercetak, karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk hiburan. Kategori P5 memiliki mean 3.01 yang berdasarkan data kuesioner 75% pengguna menyatakan setuju baik laki-laki maupun perempuan. Menurut McQuail (dalam Muhtadi, 2015) kenyamanan merupakan salah satu dari bentuk hiburan. Mengacu pada pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengguna pada saat membaca buku langka tercetak ingin merasa nyaman, karena hal tersebut merupakan salah satu dari bentuk hiburan. 2. Perbedaan Motif Penggunaan Buku Langka Tercetak Uji Normalitas Berikut hasil uji normalitas yang sudah dilakukan (Lihat Tabel 5.): Tabel 5. Uji Normalitas Tests of Normality Gender Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Motif Penggunaan Buku Langka Tercetak Laki-Laki .944 40 .046 Perempuan .957 35 .185 Berdasarkan uji normalitas yang sudah dilakukan maka didapatkan pada sampel lakilaki nilai sig < 0.05 yaitu 0.046 < 0.05 yang berarti data tidak berdistribusi normal, sedangkan pada sampel perempuan nilai sig > 0.05 yaitu 0.185 > 0.05 yang berarti data berdistribusi normal. Dapat dikatakan bahwa kedua sampel tidak berdistribusi normal sepenuhnya, sehingga untuk uji analisis perbedaan dapat menggunakan statistik non parametrik yaitu Uji Mann Whitney U. Uji Mann Whitney U Adapun hasil pengujiannya sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Uji Mann Whitney U (1) Ranks Gender N Mean Rank Motif Laki-Laki 40 38.39 Perempuan 35 37.56 Total 75 Tabel 7. Hasil UjiMann Whitney U(2) Test Statisticsa Motif Mann-Whitney U 684.500 Wilcoxon W 1314.500 Z -.165 Asymp. Sig. (2-tailed) .869 Berdasarkan data diatas (Lihat Tabel 6.) Diketahui bahwa mean pada motif pada lakilaki > perempuan yaitu 38,39> 37.56, tetapi nilai perbedaan tersebut tidak terlalu besar. Kemudian dapat dilihat (Lihat Tabel 7.) juga bahwa nilai sig > 0.05 yaitu 0.869 > 0,05, maka dapat dikatakan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak atau dapat dikatakan tidak ada perbedaan motif penggunaan buku langka tercetak antara laki-laki dan perempuan.

Conclusion

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi motif penggunaan buku langka tercetak di Perpustakaan Nasional RI yaitu motif informasi, motif identitas pribadi, motif integritas dan interaksi sosial, dan motif hiburan. Hasil keseluruhan menunjukkan bahwa pada pengguna laki-laki motif yang paling dominan adalah motif informasi dan pengguna perempuan adalah motif identitas pribadi. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa laki-laki menggunakan buku langka tercetak untuk menambah informasi dan mendapatkan pembelajaran yang bermanfaat, dan perempuan menggunakan buku langka tercetak untuk menambah wawasan dengan berbagai informasi. Dari hasil pengujian dengan menggunakan uji Mann Whitney U ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan motif penggunaan buku langka tercetak di Perpustakaan Nasional RI antara laki-laki dan perempuan. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian menggunakan metode yang sama atau melanjutkan penelitian ini, harap perhatikan tahap pengumpulan data sehingga mampu menyimpulkan penelitian dengan baik berdasarkan analisis data. Berdasarkan data kuesioner ditemukan mayoritas pengguna buku langka tercetak sebagian besar berusia 22-36 tahun. Pada usia tersebut sebagian besar sudah beralih menggunakan media sosial dan digital. Perpustakaan Nasional RI khususnya Layanan Koleksi Buku Langka Tercetak dapat melakukan promosi dengan target usia 22-36 tahun di media sosial dengan menggunakan video animasi, poster digital dan lain-lain.