Kembali
16
1
2021 Al-ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Vol 2 · 2 ISSN 2746-0509

Perbandingan Karakteristik Berkala Ilmu perpustakaan dan Informasi dengan Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Periode 2018-2020

Badan Tenaga Nuklir Nasional; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstrak

Perbandingan karakteristik dari Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi (BIPI) dan Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan (JKIP) 2018-2020, dilakukan dengan metode analisis bibliometri. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui: a) Jumlah artikel yang diterbitan selama 2018-2020; b) Pola kepengarangan jurnal; c) Penulis paling prodktif; d) Perguruan tinggi paling produktif; e) Instansi/lembaga paling produkti ; f) Topik penelitian terbanyak berdasarkan kata kunci penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel yang diterbitkan BIPI dan JKIP masingmasing adalah 60, dan 42 judul dan jumlah penulis masing-masing adalah 153 orang dan 86 orang. Derajat kolaborasi BIPI adalah 0,78 dan JKIP adalah 0,66. N.A. Damayani muncul sebagai penulis paling produktif baik di BIPI maupun di JKIP, dengan jumlah artikel yang ditulis di 3 judul di BIPI, dan 2 judul di JKIP. Universitas Gadjah Mada berada di posisi pertama muncul di BIPI, dan Universitas Padjajaran merupakan perguruan tinggi terbanyak untuk JKIP. Kata kunci terbanyak di BIPI adalah Library and information science, Librarian, Bibliometrics, dan scientific publication dan archives dan Computer network access, Information-seeking behavior, Library services, Scientific papers, Reference services transformation dan Information source preferences merupakan kata kunci terbanyak di JKIP. Kesimpulan penelitian adalah jumlah artikel BIPI lebih banyak dibandingkan JKIP, kolaborasi penulis lebih banyak di BIPI dibandingkan dengan JKIP. Universitas tempat jurnal diterbitkan paling banyak berkontribusi baik di BIPI, maupun di JKIP. Kata kunci terbanyak adalah Library and information science untuk BIPI, dan Computer network access untuk JKIP.

Abstract

A comparison of the characteristics of the Library and Information Science Periodic (BIPI) and the Journal of Information and Library Studies (JKIP) 2018-2020, was carried out using the bibliometric analysis method. The research objectives are to find out: a) The number of articles published during 2018-2020; b) Journal authorship pattern; c) The most prolific writer; d) The most productive universities; e) The most productive agency/institution; f) Most research topics based on the author's keywords. The results showed that the articles published by BIPI and JKIP were 60, and 42 titles and the number of authors was 153 and 86, respectively. BIPI's degree of collaboration is 0.78 and JKIP's is 0.66. N.A. Damayanti emerged as the most prolific writer in both BIPI and JKIP, with the number of articles written in 3 titles in BIPI, and 2 titles in JKIP. Gadjah Mada University is in the first position to appear in BIPI, and Padjadjaran University is the largest university for JKIP. The most keywords in BIPI are Library and information science, Librarian, Bibliometrics, and scientific publications and archives and Computer network access, Information-seeking behavior, Library services, Scientific papers, Reference services transformation, and Information source preferences are the most keywords in JKIP. The study concludes that the number of BIPI articles is more than JKIP, and the collaboration of writers is more in BIPI than JKIP. The universities where the journals are published contribute the most, both at BIPI and JKIP. Most keywords are Library and information science for BIPI, and Computer network access for JKIP.
Keywords: Journals · Bibliometrics · Author collaboration · Collaboration degree

Introduction

Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan (JKIP) adalah jurnal peer-review ganda yang diambil dari penelitian dan laporan studi tentang Ilmu Informasi dan Perpustakaan. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember, jumlah artikel setiap terbit sebanyak 7 judul artikel. JKIP dikelola oleh Program Studi Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII). Artikel yang diterbitkan dalam bidang kajian kepustakawanan, informasi dan kearsipan, meliputi: Manajemen Perpustakaan, Perpustakaan Digital dan Repositori, Organisasi Informasi, Layanan Informasi, Manajemen Pengetahuan, Media dan Literasi Informasi, Informasi dan Pelestarian Media, Infometrik, Kebijakan Informasi, Sistem Dokumentasi, Manajemen Arsip dan Teknologi Informasi di Lembaga Informasi. JKIP pada periode 2018-2020 banyak menerbitkan lingkup subjek koleksi Computer network access, Information-seeking behavior, Library services, Scientific papers dan Reference services transformation Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi (BIPI) adalah jurnal ilmiah multidisiplin terakreditasi nasional yang diterbitkan oleh Perpustakaan Universitas Gadjah Mada yang mencakup banyak bidang ilmu perpustakaan dan informasi. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan ide-ide, hasil penelitian, dan menginformasikan kebijakan di bidang ilmu perpustakaan dan informasi. Terbit dua kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember, jumlah artikel setiap terbitan sebanyak 10 judul. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi berfokus pada pengembangan perpustakaan, arsip, dan dokumen. BIPI pada periode 2018-2020 banyak menerbitkan lingkup subjek koleksi archives, scientific publication, Bibliometrics, Librarian dan Library and information science. Pustakawan maupun para information professional serta para peneliti, akademsi di bidang dokumentasi, informasi maupun perpustakaan, akan selalu mengikuti berbagai sumber informasi berkenaan dengan subjek tersebut, baik yang terbit dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Salah satu dari sumber informasi tersebut adalah jurnal ilmiah. Jurnal-jurnal ilmiah tersebut memuat artikel karya ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah berada pada penyajiannya tidak meluas fokus pada satu topik tetapi tidak mengurangi nilai keilmiahannya (Yaniawati, 2018). Artikel adalah salah satu jenis naskah atau karya tulis dalam bentuk prosa yang berisikan pemikiran atau gagasan penulisnya. Artikel ilmiah ditulis berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah, dicetak, diterbitkan, dan disebarluaskan khususnya di kalangan masyarakat ilmiah. Artikel ilmiah merupakan salah satu jenis naskah ilmiah (Sitepu, 2016) Menurut Barnawi (2017), dalam bukunya dengan judul Teknik penulisan karya ilmiah, bahwa karya tulis ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah merupakan sebuah sarana komunikasi ilmu pengetahuan yang berbentuk tulisan menggunakan sistematika yang dapat diterima oleh komunitas keilmuan melalui suatu sistematika penulisan yang telah disepakati. Dalam karya tulis ilmiah, ciri-ciri keilmiahan dari suatu karya harus dapat dipertanggungjawabkan secara empiris dan objektif (Barnawi, 2017) Seperti diketahui di Indonesia jurnal ilmiah merupakan salah satu sumber informasi primer, yang memuat artikel dari hasil penelitian, dan diterbitkan oleh asosiasi profesi, penerbit dari institusi lembaga pemerintah, perguruan tinggi, maupun lembaga non perguruan tinggi yang berkecimpung di bidang tersebut. Sebagai contoh, Ikatan Pustakawan Indonesia menerbitkan Jurnal Ikatan Pustakawan Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, menerbitkan Media Pustakawan, Visi Pustaka, Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI menerbitkan Jurnal BACA, dan perguruan tinggi yang memiliki Prodi /Jurusan Ilmu Perpustakaan juga menerbitkan jurnal di bidang tersebut (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2021). Sampai dengan saat ini di Indonesia terdapat berbagai jurnal di bidang ilmu dokumentasi, informasi dan perpustakaan. Diantaranya adalah Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi (BIPI) dan Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan (JKIP). Kedua terbitan berseri tersebut merupakan jurnal yang diterbitkan oleh perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjajaran. BIPI sudah mendapatkan akreditasi level SINTA 2 yang tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 30/E/KPT/2018. Demikian pula untuk JKIP, jurnal tersebut juga sudah mendapatkan akreditasi SINTA 2, menurut Surat Keputusan 23/E/KPT/2019 dari Kementerian Riset, Teknologi dan pendidikan Tinggi. Apabila dilihat dari level akreditasi, baik BIPI maupun JKIP kedua jurnal tersebut memiliki akreditasi SINTA 2, sehingga dapat dikatakan mereka memiliki kualitas yang seimbang. BIPI dan JKIP juga memiliki frekuensi terbit yang sama, yaitu dua kali dalam setahun, pada bulan Juni dan Desember. Adapun identitas yang berupa nomor ISSN, untuk BIPI adalah 2477-0361 (online) dan 1693-7740 (cetak), dan untuk JKIP nomor ISSN untuk terbitan tercetak adalah 2303-2677 dan 2540 – 9239 untuk terbitan online(UGM, 2021)(UNPAD, 2021). Oleh karena itu, tujuan dari penelitian adalah untuk membandingkan karakteristik BIPI dan JKIP periode 2018-2020, yang meliputi; a) Jumlah artikel yang diterbitan selama 2018-2020; b) Pola kepengarangan jurnal; c) Penulis paling produktif dan Derajat kolaborasi; d) Perguruan tinggi paling produktif; e) Instansi/lembaga f) Topik penelitian terbanyak berdasarkan kata kunci penulis. B. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian terdahulu tentang karakteristik jurnal khususnya pada bidang dokumentasi, informasi dan perpustakaan, yang biasanya menggunakan teknik analisis bibliometrik adalah sebagai berikut. Sahu & Parabhoi (2020), dengan judul: Bibliometric study of library and information science journal articles during 2014-2018: Lis research trends in India, mengkaji tren publikasi bidang dokumentasi, informasi dan perpustakaan di India dari 2014 hingga 2018. Studi ini meneliti sebanyak 1.357 dokumen dari 2014 sampai dengan 2018 yang terindeks dalam database Scopus. Studi ini menemukan bahwa mayoritas dari 342 (25,2%) makalah diterbitkan pada tahun 2018. Sumber favorit untuk publikasi adalah Jurnal Perpustakaan dan Teknologi Informasi DESIDOC (Journal of Library and Information Technology). Demikian pula, profesional LIS India lebih banyak menerbitkan makalah penelitian secara kolaboratif. Lebih lanjut dicatat bahwa kata kunci yang paling sering digunakan adalah scientometric, bibliometrics, India dan authorship patterns, dll. Derajat kolaborasi (DC) selama lima tahun adalah 0,79. Analisis kutipan bersama dari sumber referensi atau sumber yang dikutip menunjukkan bahwa "Scientometric," dan "Annals of library and information studies" merupakan jurnal yang banyak dikutip (Sahu & Parabhoi, 2020). Van Nunen, K. Et al (2018) , dengan judul: Bibliometric analysis of safety culture research, meneliti tentang tren global dalam keselamatan publikasi budaya dari tahun 1900 hingga 2015 diberikan di bidang keselamatan budaya telah menjadi bidang penelitian ekstensif selama sepuluh tahun terakhir dan keluaran publikasinya ditandai dengan pertumbuhan eksponensial. Tren terbaru menunjukkan kejenuhan hasil ilmiah di lapangan akan tetapi beberapa tahun ke depan akan tetap ada keluaran publikasi terbaru. Studi ini mencakup 1789 publikasi tentang budaya keselamatan yang mencakup 4591 penulis, 775 jurnal, 76 negara atau wilayah, dan 1866 institusi (van Nunen et al., 2018). Sukhla, et.al (2020), dengan judul: Library and information science research in india during the last four decades (1980-2019): A brief analysis, menganalisis artikel penelitian yang diterbitkan dalam disiplin Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang disumbangkan oleh para peneliti di India periode 1980-2019. Data sekunder untuk penelitian ini diambil dari Incites, alat analisis berbasis web, dari Clarivate Analytics. Studi ini telah mengamati bahwa ada 4.304 publikasi oleh penulis India, yang mendapat 17.523 kutipan. Studi ini menganalisis kutipan, jalan publikasi dan kepengarangan dari semua 4.304 makalah. Tema penelitian dari 100 makalah penelitian yang banyak dikutip adalah bidang aplikasi bibliometrik, manajemen pengetahuan, dan perilaku pencarian informasi di media sosial menerima 6.110 kutipan. Bibliometrik/scientometrics/ informetrics adalah tema penelitian yang disukai. Persentase artikel yang ditulis bersama tumbuh dari 5,61 persen menjadi 12,66 persen di India (Shukla et al., 2020). Prieto-Gutirrez & Segado-Bo (2020). dengan judul: Annals of Library and Information Studies: A Bibliometric Analysis of the Journal and a Comparison with the Top Library and Information Studies Journals in Asia and Worldwide (2011–2017), Melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui jumlah artikel yang diterbitkan oleh Annals of Library and Information Studies (ALIS), periode 211 – 2017, penulis yang berkontribusi, pola kepengarangan, dan topik penelitian yang banyak dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah artikel tebanyak adalah pada tahun 2014 (volume 61) yaitu sebanyak 45 judul, sedangkan jumlah artikel terendah adalah pada tahun 2013 (volume 60) yaitu sebanyak 27 judul. Sebagian besar artikel ditulis oleh dua orang penulis (103 artikel; 43,54%), kemudian sebanyak 86 artikel (36,28%) ditulis secara individual, dan sebanyak 38 artikel (16,03%) artikel ditulis oleh tiga orang penulis, selebihnya sebanyak 10 artikel (4,21%), ditulis oleh lebih dari tiga penulis. Penulis paling produktif diketahui bernama B.K. Sen, dengan jumlah tulisan sebanyak 17 judul yang ditulis antara 2011 samapai dengan 2017. Adapun topik yang banyak diteliti dilihat dari kata kunci tiga besar berturut-turut adalah Scientometrics, India dan Bibliometrics (Prieto-Gutiérrez & Segado-Boj, 2019). Jena, et al. (2012), dengan judul: Annals of Library and Information Studies, 2002–2010: A Bibliometric Study melakukan analisis bibliometri terhadap Annals of Library and Information Studies (ALIS) periode 2002 to 2010, untuk mengetahui jumlah artikel terbit, panjang setiap artikel, pola kepengarangan, jumlah sitasi, distribusi geografi penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah publikasi artikel dimulai sejak 2002 sampai dengan 2010. artikel seluruhnya berjumlah 247 judul, dan paling banyak terbit adalah pada 2010(43 judul;17,40%), kemudian artikel paling sedikit diterbitkan adalah pada 2002 (18 judul;7,29%), dan rata-rata artikel setiap terbit berjumlah 7 judul. Diketahui bahwa sebanyak 4.056 kutipan dari 247 artikel, dan jumlah kutipan rata-rata per artikel terendah berada pada tahun 2002 (10 kutipan per artikel), dan jumlah tertinggi rata-rata kutipan per artikel berada pada tahun 2010 (24 kutipan per artikel). Jenis kutipan terbanyak adalah berupa jurnal (2.329 kutipan; 57,40%), kemudian diikuti oleh buku (671 kutipan; 16,50%), dan sumber daya web (470 kutipan; 11,60%). Mayoritas penulis lebih banyak menulis dalam kolaborasi dengan dua orang (47,40%), keudian diikuti oleh penulis yang menulis secara individu yaiu sebanyak 32,40%, dan penulis yang berkolaborasi tiga orang berjumlah 17,409%, dan artikel yang diterbitkan oleh lebih dari tiga penulis adalah 7 judul (2,90%). Adapun nilai derajat kolaborasi diketahui sebanyak 0,676 yang menunjukkan bahwa penulis berkolaborasi lebih banyak dibandingkan penulis yang menulis secara individu (Jena et al., 2012)

Method

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode bibliometri, yaitu sebuah analisis yang digunakan untuk menganalisis atau mengevaluasi artikel ilmiah yang diterbitkan, menggunakan statistik dan merupakan cara yang efektif untuk mengukur publikasi dalam komunitas ilmiah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengakses situs masing-masing jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, dan Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan yaitu https://jurnal.ugm.ac.id/v3/bip/ dan http://jurnal.unpad.ac.id/jkip. Adapun data yang dikumpulkan adalah jumlah artikel yang diterbitkan di setiap edisi, penulis, nama penulis, instansi tempat bekerja baik yang berasal dari perguruan tinggi maupun non perguruan tinggi, kota tempat penulis bekerja, serta kata kunci dari penulis. Selanjutnya data dikelompokkan ke dalam tabel, dihitung juga derajat kolaborasi, kemudian dilakukan pembahasan hasil secara deskriptif dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan.

Result & Discussion

Artikel terbit pada Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi (BIPI) dan Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan (JKIP) 2018-2020 Tabel 1. menunjukkan jumlah artikel yang diterbitkan oleh BIPI dan JKIP selama 2018-2020. Diketahui selama 3 tahun BIPI menerbitkan sebanyak 60 judul artikel dengan jumlah konstan setiap nomor adalah 10 judul artikel, dan JIKP menerbitkan sebanyak 42 judul artikel dengan jumlah setiap nomor terbit adalah 7 judul. Dengan demikian kedua jurnal sama-sama secara konsisten menerbitkan artikel dengan jumlah yang tetap. Keuntungan dari penerbitan artikel secara konsisten adalah meningkatkan kualitas jurnal serta menaikkan jumlah pengunjung. Semakin bertambah banyak pengunjung maka kemungkinan akan menaikan artikel disitir pengunjung. Sementara itu, apabila jurnal menerbitkan artikel jumlahnya tidak tetap, maka tentu kualitas dari jurnal tersebut akan turun dan akan menurunkan jumlah pengunjungnya. Jumlah penulis tertinggi pada jurnal BIPI berada pada Vol 14 No. 2 Tahun 2018 sebanyak 31 orang, dengan rata-rata penulis /artikel sebanyak 3,10%, sedangkan jurnal JKIP berada pada Vol 8 No. 1 Tahun 2020 sebanyak 15 penulis dengan rata-rata penulis /artikel sebanyak 2,14%. Total penulis sebanyak 153 orang dengan rerata 2,55% penulis/artikel. Selanjutnya jumlah penulis terrendah pada jurnal BIPI berada pada Vol 14 No. 1 Tahun 2018 sebanyak 22 orang, dengan ratarata penulis /artikel sebanyak 2,2%, sedangkan jurnal JKIP berada pada Vol 6 No. 1 Tahun 2018 sebanyak 10 penulis dengan rata-rata penulis /artikel sebanyak 1,43%. Total jumlah penulis sebanyak 86 orang dengan rerata 2,05% penulis/artikel. Tabel 1. Jumlah Artikel BIPI dan JKIP 2018-2020 Pola kepengarangan pada Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi (BIPI) dan Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan (JKIP) 2018-2020 Pola kepengarangan dari BIPI dan JIKP, dapat dicermati dari Tabel 2 berikut. Pada BIPI dari 60 artikel yang diterbitkan, diketahui sebanyak 13 judul artikel (22%) ditulis oleh penulis individual, kemudian sebanyak 19 artikel (32%), ditulis oleh kolaborasi dua dan tiga orang penulis. Sebanyak 6 judul artikel (10%) ditulis secara kolaborasi oleh empat orang, dan dijumpai 1 artikel (2%) ditulis oleh lima, tujuh dan sembilan orang penulis. Pada JKIP, dari 42 judul artikel yang diterbitkan, sebanyak 14 judul artikel (33,33%) ditulis secara individu, kemudian sebanyak 12 judul artikel (28,57%) ditulis secara kolaborasi oleh 2 orang penulis, dan sebanyak 16 judul (38,10%) ditulis secara kolaborasai oleh 3 orang penulis. Jika dibandingkan pola kepengarangan antara BIPI dan JKIP, maka kolaborasi penulis yang lebih banyak dilakukan di BIPI, karena ditemukan ada penulis yang berkolaborasi dengan jumlah sembilan orang. Posisi penulis yang berkolaborasi tiga orang berada pada posisi paling banyak pada BIPI, maupun pada JKIP yaitu berturut-turut masing-masing sebesar 19 judul artikel (32%), dan 16 judul artikel (38,10%) Kecenderungan akan jumlah artikel yang ditulis secara kolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan artikel yang ditulis secara individu, hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sahu & Parabhoi (2020), dan Sukhla, et.al (2020), dan Prieto-Gutirrez, J.J.& Segado-Bo, F. (2020) dan Jena, et al. (2012). Pada penelitian ini juga dihitung nilai derajat kolaborasi dan digunakan rumus dari Subramanyam (1983), yaitu: Nm Derajat kolaborasi: C = -------------------- Nm + Ns Nm = jumlah artikel yang ditulis secara kolaborasi Ns = jumlah artikel yang ditulis secara individual Menurut Tabel 3, nilai Nm untuk BIPI adalah = 47, dan Ns 13 maka diperoleh nilai derajat kolaborasi sbb: 47 Derajat kolaborasi: C = -------------------- = 0,78 13 + 47 Adapun derajat kolaborasi untuk JKIP adalah sebagai berikut. 28 Derajat kolaborasi: C = -------------------- = 0,66 14 + 28 Nilai dari derajat kolaborasi BIPI sebanyak 0,78 maupun JKIP sebanyak 0,66 keduanya menunjukkan bahwa penulis berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan penulis tunggal. Apabila nilai C lebih besar dari 0,5 dan kurang dari 1 (0,5<C,1) maka hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis tunggal lebih sedikit dibandingkan dengan penulis yang berkolaborasi. Manfaat terbesar dari kolaborasi adalah adanya kesempatan untuk mendapatkan inspirasi dan kontribusi cara berfikir baru dari tim sehingga mempermudah menuangkan ide-ide bagi penulisan. Dengan kolaborasi akan memaksimalkan hasil yang lebih baik. Kolaborasi penelitian sering dipahami sebagai kegiatan yang terencana di mana pengetahuan dapat diproduksi dan ditransfer. Penulis biasanya telah merencanakan sebelumnya. Tabel 2. Pola Kepengarangan BIPI dan JKIP 2018-2020 Penulis paling produktif pada BIPI dan JKIP Berdasarkan Tabel 3. dapat diketahui bahwa untuk BIPI, terdapat 5 orang menulis sebanyak 3 judul artikel yaitu A. Yanto, N.A. Damayani, P.M. Yusup, T.A. Salim, dan T.S. Rachmawati. Sedangkan A. Prasetyadi, L. Laksmi, M.A. Rachman dan Y.R. Kriswanto masing-masing menulis sebanyak 2 artikel (3,33%). Mereka masuk dalam kategori penulis paling produktif untuk BIPI periode 2018-2020. Adapun pada JKIP, terdapat 8 orang yang masuk dalam kategori penulis produktif, yaitu E. Rizal, E. Saepudin, H. Heriyanto, I. Irawati, N.A. Damayanti, R.K. Anwar, S. Sukaesih, U.L.S. Khadijah, masing-masing menulis sebanyak 2 artikel (4,76%). Sedangkan N. Kurniasih menulis sebanyak 3 artikel (7,14%) dan N. Komariah menulis sebanyak 4 artikel (9,52%). Mereka merupakan penulis paling produktif untuk JKIP periode 2018-2020. Dengan demikian jika dibandingkan maka jumlah tulisan oleh penulis paling produktif untuk BIPI (3 artikel) lebih banyak dibandingkan dengan artikel pada JKIP (2 artikel). Nama N.A. Damayani muncul sebagai penulis paling produktif baik di BIPI maupun di JKIP. N.A. Damayani diketahui adalah dosen dari jurusan sivitas Universitas Pajajaran Bandung. Sedangkan penulis paling produktif adalah N. Komariah sebanyak 4 artikel (9,52%) adalah dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Pajajaran Bandung, Universitas Padjadjaran. Berdasarkan data yang didapat, diketahui jumlah penulis total BIPI adalah 153 orang, dan penulis JKIP adalah 86 orang. Tabel 3. Penulis pada BIP dan JKIP 2018-2020 Perguruan tinggi yang berkontribusi di BIPI dan JKIP Guna melihat perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam melakukan diseminasi hasil penelitian mereka di BIPI dan JIKP, dapat dilihat dari Tabel 4. Sebanyak 30 perguruan tinggi berkontribusi di BIPI, dan sebanyak 18 perguruan tinggi berkontribusi di JKIP. Diketahui sebanyak 7 universitas menulis di kedua jurnal BIPI dan JKIP, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Indonesia, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada berada pada posisi pertama di BIPI dengan jumlah artikel diterbitkan sebanyak 28 (19,05%), demikian pula untuk JKIP pada posisi pertama ditempati oleh Universitas Padjajaran frekuensi sebanyak 35 kali (459,45%). Hal ini karena Universitas Gadjah Mada merupakan penerbit dari BIPI, demikian pula untuk Universitas Padjajaran yang merupakan penerbit dari JIKP. Pada posisi ke dua untuk BIPI ditempati oleh Universitas Padjajaran dengan frekuensi 20 kali (13,61%), dan untuk JKIP posisi ke dua ditempati oleh Universitas Gadjah Mada dan dan Universitas Negeri Malang dengan frekuensi masing – masing 6 kali (7,79%). Adapun pada posisi ke tiga untuk BIPI adalah Universitas Indonesia dengan frekuensi sebanyak 16 kali (10,88%), dan untuk JKIP adalah Universitas Diponegoro dengan frekuensi sebanyak 4 (5,19%). Pada BIP terdapat 16 Perguruan Tinggi lainnya dengan frekuensi sebanyak 1-2 kali sebanyak 42 (28,57%), sedangkan Pada JKIP terdapat 10 Perguruan Tinggi lainnya dengan frekuensi sebanyak 1-2 kali sebanyak 14 (18,18%). Tabel 4. Perguruan tinggi penulis BIPI dan JKIP 2018-2020 Lembaga non perguruan tinggi penulis BIPI dan JKIP 2018-2020 Selain perguruan tinggi dijumpai lembaga/instansi non perguruan tinggi turut menyumbangkan tulisan mereka baik untuk BIPI maupun untuk JKIP (Tabel 5). Sebanyak 5 lembaga/instansi telah berpartisipasi menerbitkan tulisan mereka di BIPI yaitu Perpustakaan Nasional, Balai Arkeologi DIY, BATAN, Konsultan Sinergi Visi Utama Yogyakarta dan satu institusi yang berasal dari luar negeri yaitu National Library of Australia, Canberra. Adapun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berada pada posisi pertama dengan frekuensi sebanyak 2 kali (33,33%). Serupa dengan BIPI, maka diketahui sebanyak 7 lembaga/instansi berpartisipasi menuliskan artikel di JKIP, yaitu SMA Negeri 8 Yogyakarta, Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara, Cakrawala Andalas Televisi (ANTV), Sekolah Kolese Kanisius, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan Kementerian Pertanian. Di JKIP posisi tertinggi adalah SMA Negeri 8 Yogyakarta dan LAN, masingmasing dengan frekuensi sebanyak 2 kali (22,22%). Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan Lembaga yang menyumbangkan tulisannya di BIPI dan JKIP. Tabel 5. Lembaga non perguruan tinggi penulis BIPI dan JKIP 2018-2020 Distribusi kata kunci BIPI dan JKIP 2018-2020 Pada Tabel 6. Jumlah kata kunci yang tercantum dalam artikel BIPI diketahui 30 kata kunci, dengan frekuensi 105 kali, dengan perincian lima besar adalah Library and information science muncul sebanyak 18 kali (17,14%) pada posisi pertama, kemudian pada posisi ke dua adalah Librarian sebanyak 10 kali (9,526%), pada posisi ke tiga adalah Bibliometrics sebanyak 6 kali (5,71%), scientific publication dan archives masing-masing sebanyak 5 kali (4,76%), pada posisi ke empat dan ke lima. Pada JKIP, ditemukan sebanyak 16 kali dengan frekuensi 60 kali dengan posisi pertama adalah Computer network access sebanyak 11 kali (18,33%), dan pada posisi ke dua adalah Information-seeking behavior sebanyak 7 kali (11,67%), dan pada posisi ke tiga adalah Library services, sebanyak 5 kali (8,33%), Scientific papers, Reference services transformation dan Information source preferences masing-masing sebanyak 4 kali (6,67%). Semua kata kunci dari BIPI berbahasa Inggris, dan JKIP menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian dari pada Prieto-Gutirrez, J.J.& Segado-Bo, F. (2020) Annals of Library and Information Studies (ALIS), periode 2011 – 2017, dengan kata kunci terbanyak adalah Scientometrics dan Bibliometrics. Kata kunci yang disertakan dalam abstrak sangat membantu dalam menekankan kata-kata yang sangat penting dalam karya tersebut. Kata kunci memiliki sifat yang mampu menjelaskan isi sebuah karya ilmiah, makalah, atau karya tulis, atau istilah-istilah yang mewakili ide–ide atau konsep-konsep dasar yang dibahas dalam artikel tersebut. Kata kunci juga memudahkan menyimpan karya ilmiah tersebut secara elektronik dan memudahkan untuk ditemukan kembali. Tabel 6. Distribusi kata kunci BIPI dan JKIP 2018-2020 No Kata Kunci Frekuensi Persentase (%) No Kata Kunci Frekuensi Persentase (%) 1 academic library 2 1,90% 1 Academic library 2 3,33% 2 Association rules mining 2 1,90% 2 Community Learning Resources 2 3,33% 3 citation analysis 2 1,90% 3 Development strategy 2 3,33% 4 competency standards 2 1,90% 4 Instagram social media 2 3,33% 5 Cosine Similarity 2 1,90% 5 MSME 2 3,33% 6 Cultural Literacy 2 1,90% 6 Culture 3 5,00% 7 Gratification sought 2 1,90% 7 Digital preservation 3 5,00% 8 information behaviour 2 1,90% 8 Librarian performance 3 5,00% 9 information literacy 2 1,90% 9 National Library of the Republic of Indonesia (PERPUSNAS) 3 5,00% 10 Information searching 2 1,90% 10 Knowledge sharing 3 5,00% 11 leadership 2 1,90% 11 Information source preferences 4 6,67% 12 Literacy Model 2 1,90% 12 Reference services transformation 4 6,67% 13 patients 2 1,90% 13 Scientific papers 4 6,67% 14 Productivity of author 2 1,90% 14 Library services 5 8,33% 15 Services 2 1,90% 15 Information-seeking behavior 7 11,67% 16 Undergraduate Program 2 1,90% 16 Computer network access 11 18,33% 17 work experience 2 1,90% 18 digital era 3 2,86% 19 open access journal 3 2,86% 20 performance evaluation 3 2,86% 21 Social media 3 2,86% 22 user 3 2,86% 23 Knowledge management 4 3,81% 24 profession of a librarian 4 3,81% 25 reference sources 4 3,81% 26 archives 5 4,76% 27 scientific publication 5 4,76% 28 Bibliometrics 6 5,71% 29 Librarian 10 9,52% 30 Library and information science 18 17,14% 105 100,00% 60 100

Conclusion

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa jumlah artikel BIPI sebanyak 60 artikel dengan 153 penulis dengan rerata 2,55% penulis/artikel lebih banyak dibandingakan dengan jumlah artikel JKIP sebanyak 42 dengan 86 penulis dengan rerata 2,05% penulis/artikel. Pola kepengarangan BIPI yang ditulis secara individul sebanyak 13% dan JKIP sebanyak 33,33%. Selanjutnya pola kepengarangan yang ditulis secara kolaborasi (2-9 penulis) di BIPI sebanyak 87% dan 66,67% yang ditulis secara kolaborasi (2-3 penulis) di JKIP. Nilai derajat kolaborasi BIPI sebanyak 0,78 lebih tinggi dibandingkan dengan JKIP sebanyak 0,66 keduanya memiliki makna artikel yang ditulis oleh kolaborasi peneliti lebih banyak dibandingkan dengan artikel yang ditulis secara individual. Nilai dari derajat kolaborasi BIPI dan JKIP keduanya menunjukkan bahwa penulis berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan penulis tunggal. N.A. Damayani muncul sebagai penulis paling produktif baik di BIPI maupun di JKIP, dengan jumlah artikel yang ditulis di 3 judul di BIPI, dan 2 judul di JKIP. Universitas Gadjah Mada berada posisi pertama muncul di BIPI, dan Universitas Padjajaran merupakan perguruan tinggi terbanyak untuk JKIP. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, merupakan instansi terproduktif di BIPI, dan SMA Negeri 8 Yogyakarta dan Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah, LAN, merupakan instansi terproduktif di JKIP. Topik penelitian terbanyak berdasarkan kata kunci penulis di BIPI adalah Library and information science dengan frekuensi 18 kali (17,14%) dan Computer network access terbanyak di JKIP dengan frekuensi 11 kali (18,33%).