Perspektif Pengguna Terhadap Pemanfaatan Aplikasi Candil Sebagai Pendukung Layanan Perpustakaan Dispusipda
Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Pemanfaatan aplikasi perpustakaan digital menjadi sebuah kemudahan bagi pengguna untuk mendapatkan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perspektif pemustaka terhadap aplikasi Candil sebagai pendukung layanan perpustakaan Dispusipda. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas dan usabilitas dari aplikasi Candil yang dilihat melalui perspektif dan pengalaman pengguna saat menggunakan aplikasi Candil. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta studi literatur. Observasi dilakukan dengan melakukan penelisikan terhadap fitur-fitur aplikasi Candil. Kemudian terdapat sepuluh informan yang diwawancarai yang merupakan pengguna aktif aplikasi Candil melalui accidental sampling. Penelitian ini menghasilkan bahwa aspek aksesibilitas yang dimiliki oleh aplikasi Candil sudah memenuhi aksesibilitas informasi sehingga pengguna dapat menemukan informasi di aplikasi Candil melalui ketersediaan koleksi yang mudah dan cepat. Kemudian aplikasi Candil juga memenuhi lima aspek usabilitas yang ada seperti Learnability, Efficiency, Memorability, Error dan Satisfaction.
Abstract
The use of digital library applications is an easy way for users to get information. This study aims toprovide an overview of the user's perspective on the Candil application as a support for Dipusipda library services. In addition, this study aims to determine the accessibility and usability of the Candil application from the perspective and experience of users when using the Candil application. The method used is a qualitative method with a case study approach. Observation, interviews, and literature studies carried out data collection techniques. Observations are made by conducting research on Candil application features. Then there were ten informants who were interviewed who were active users of the Candil application through accidental sampling. This research results that the accessibility aspect of the Candil application fulfills information accessibility so that users can find information on the Candil application through the availability of easy and fast collections. Then the Candil application also fulfills the five existing usability aspects: Learnability, Efficiency, Memorability, Error, and Satisfaction.
Keywords:
candil application
· accessibility
· usability
Introduction
Pada umumnya perpustakaan dikenal masyarakat hanya sebatas artian gedung, ruangan dan tempat. Sedangkan artian tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi sekarang sebab perpustakaan dapat didefinisikan lebih luas lagi. Menurut Undang Undang No 43 Tahun 2007 Pasal 1 ayat 1 dimana “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka” sebab itu perpustakaan tidak hanya diartikan sebagai gedung ataupun tempat (Yusup, 2016). Perpustakaan merupakan tempat untuk menyimpan dan melestarikan sumber pengetahuan agar dapat diakses oleh masyarakat untuk melakukan aktivitas membaca dan mendapatkan informasi. Artian tempat ini disini tidak hanya secara fisik namun sekarang dapat berupa virtual. Maka dari itu, perpustakaan juga perlu dibantu dengan teknologi informasi yang dapat menunjang pelayanannya. Hal ini sebagai upaya untuk menjalankan tugasnya secara maksimal dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Pada saat ini teknologi informasi berkembang pesat, salah satunya berbentuk digital. Hal ini sejalan dengan pendapat Anwar & Rusmana (2017), bahwa dengan kehadiran teknologi informasi digital membawa dampak yang signifikan dan perubahan yang luar biasa. Perkembangan sumber informasi ini terjadi secara pesat sehingga perpustakaan sebagai lembaga publik pengelola dan penyedia layanan informasi menjadi salah satu pihak yang secara otomatis terkena dampaknya. Pada tahun 2000-an perpustakaan telah mulai untuk membuat sistem pendukung elektronik serta penerimaan teknologi informasi. Perpustakaan berinvestasi secara besar pada sistem yang akan digunakan, banyak provider menawarkan sistem untuk sumber elektronik. Perpustakaan juga terlihat ikut bertransformasi dalam penggunaan teknologi informasi untuk mendukung layanan elektronik yang mulai banyak dilanggan (Erika et al., 2020). Salah satu perpustakaan yang melakukan langganan pada sebuah provider ialah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Dispusipda). Perpustakaan Dispusipda menggandeng provider Kubuku berupaya melakukan perkembangan melalui aplikasi layanan perpustakaan digital yang diberi nama Candil (Firman, 2021). Aplikasi Candil merupakan akronim dari “Maca Dina Digital Library”. Aplikasi Candil ialah sebuah aplikasi perpustakaan yang menyediakan koleksi bacaan dalam bentuk buku digital yang dapat diakses melalui perangkat elektronik, yakni smartphone jenis android. Aplikasi Candil merupakan aplikasi mobile yang dibuat sebagai bentuk layanan yang dipersembahkan Perpustakaan Umum Provinsi Jawa Barat. Aplikasi Candil pertama kali diluncurkan pada 15 Desember 2018, dimana menjadi sebuah sebuah inovasi baru yang bisa memberikan kemudahan bagi para pemustaka untuk dapat memenuhi kebutuhan informasi secara gratis dimana saja dan kapan saja. Hal ini muncul bersamaan dengan semangat digitalisasi pemerintah untuk mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan. Tentunya harapan kemudahan tersebut diharapkan bisa dirasakan oleh seluruh pihak. Hal ini sebagai tugas dari perpustakaan daerah yaitu menyediakan layanan informasi yang dapat bermanfaat dan diakses di daerahnya secara gratis. Tidak hanya orang berdomisili Jawa Barat saja yang dapat meminjam buku melalui aplikasi ini namun di luar domisili Jawa Barat pun dapat mengakses dan menggunakannya. Terkait dengan objek penelitian ini maka kajian berfokus pada penggunaan aplikasi Candil melalui perspektif pengguna. Hal tersebut akan dilihat dari aksesibilitas dan usabilitas dari fitur aplikasi Candil yang dirasakan oleh pengguna. Aksesibilitas dan usabilitas dianggap penting karena dapat membantu semua orang termasuk orang yang memiliki keterbatasan fisik, kognitif dan juga jarak untuk memperoleh informasi. Dalam menguatkan parameter aksesibilitas dilihat dari kemudahan, kecepatan, serta ketersediaan (Fatmawati, 2017). Sedangkan, menurut Nielsen (2012), bahwa untuk menguatkan parameter dari usabilitas agar mencapai tingkat usabilitas yang ideal terdapat aspek-aspek yang diperhatikan antara lain: (1) Learnability; (2) Efficiency; (3) Memorablity; (4) Errors; dan (5) Satisfaction. Penelitian terdahulu yang serupa yakni tentang Aplikasi Perpustakaan Digital pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng oleh Ismail & Armadani (2021) menunjukkan bahwa pembangunan sistem website ini dibuat berdasarkan kebutuhan. Dikarenakan perpustakaan telah menyediakan buku secara online tentunya hal ini mempermudah pelayanan dalam penyajian buku dan pengolahan buku kepada anggota. Selanjutnya penelitian terkait yang membahas mengenai usability perpustakaan digital yakni penelitian Julianti & Christiani (2017) yang ingin mengetahui seberapa besar persentase nilai usability aplikasi iJakarta bagi pengguna ePustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan yakni kuantitatif deskriptif, dengan indikator yang diteliti ialah effectiveness, efficiency, satisfaction, dan learnability. Berdasarkan uraian diatas, perbedaan dalam penelitian ini terletak pada metode dan parameter yang digunakan untuk menentukan aspek yang diteliti. Tinjauan pustaka terdahulu lebih banyak melakukan penelitian terkait aksesibilitas dan usabilitas dengan metode kuantitatif, sedangkan dalam penelitian kali ini menggunakan metode kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran mengenai perspektif pengguna terhadap aplikasi Candil sebagai pendukung layanan perpustakaan Dispusipda yang dilihat melalui aksesibilitas dan usabilitasnya. Terkait dengan objek penelitian ini maka kajian hanya berfokus pada penggunaan aplikasi Candil.
Method
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hal ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan memahami lebih baik mengenai aplikasi Candil sebagai pendukung layanan perpustakaan Dispusipda. Menurut Creswell & Poth (2016) menyatakan bahwa penelitian kualitatif merupakan suatu kegiatan penelusuran untuk memahami suatu gejala, dimana informasi yang nantinya didapatkan berupa teks atau kata-kata yang nantinya akan dianalisis. Bersamaan dengan Creswell & Poth (2016) juga menjelaskan mengenai pendekatan studi kasus, yaitu salah satu jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap program, kejadian, proses, aktivitas, terhadap satu orang atau lebih orang. Suatu kasus terikat oleh waktu dan aktivitas dan peneliti melakukan pengumpulan data secara mendetail dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data. Dalam Nurdin & Hartati (2019) menyatakan bahwa studi kasus yang bertujuan untuk memahami lebih baik tentang suatu kasus biasa, seperti sikap dan karakteristik dari sebuah objek penelitian. Kemudian menurut Melfianora (2019) bahwa pada riset pustaka (library research) penelusuran pustaka tidak hanya untuk langkah awal menyiapkan kerangka penelitian (research design), akan tetapi sekaligus memanfaatkan beberapa sumber perpustakaan. Sumber perpustakaan tersebut digunakan untuk memperoleh data penelitian. Sumber riset pustaka pada penelitian ini diambil dari buku, jurnal ilmiah, dan artikel berita online yang memuat informasi mengenai permasalahan yang akan dibahas pada penelitian. Saat ini aplikasi perpustakaan sudah banyak bermunculan, dimulai dengan perpusnas yang mana merupakan instansi pembina sudah mengawalinya dengan peluncuran aplikasi iPusnas dan kemudian disusul oleh instansi daerah lainnya termasuk provinsi Jawa Barat. Aplikasi iPusnas memiliki antarmuka yang ramah pengguna karena dapat dengan mudah menavigasi koleksi buku menggunakan fitur pencarian dan kategori yang terorganisir dengan baik. Dalam koleksi yang disediakan oleh iPusnas terdapat menu daftar isi sehingga pengguna dapat dengan mudah memilih bab bacaaan yang diinginkan. Kemudian dari setiap kemudahan yang ada tentu aplikasi ini masih mempunyai beberapa kelemahan di antaranya terdapat data yang tidak sinkron, user interface yang bisa dibuat lebih menarik lagi, ukuran huruf yang belum bisa di atur, serta jumlah koleksi popular yang perlu ditambahkan (Fatmawati, 2017). Dalam suatu penelitian, teknik pengumpulan data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan, pada penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi literatur. Observasi tidak langsung dilakukan dengan mengamati secara tidak langsung kondisi di lapangan. Tujuannya untuk mengamati bagaimana pengoperasian aplikasi Candil. Sedangkan, wawancara dilakukan melalui interaksi secara langsung dengan informan peneliti, yakni sepuluh pengguna aktif aplikasi Candil yang didapatkan menggunakan metode accidental sampling. Metode ini dilakukan saat peneliti datang ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat dan diambil sepuluh informan yang bersedia diwawancara yang merupakan pengguna aktif aplikasi Candil. Sementara pada studi literatur, peneliti mengumpulkan informasi-informasi seperti dokumen, informasi, jurnal, artikel yang berhubungan dengan layanan perpustakaan digital. Selanjutnya, data yang terkumpul akan dikompilasi sesuai teori dan ditarik kesimpulan berdasarkan interpretasi peneliti.
Result & Discussion
Dalam perkembangan perpustakaan, aplikasi Candil sudah dapat dikatakan menjadi representasi perkembangan perpustakaan Dispusipda. Disamping itu, sejalan dengan kemajuan sistem teknologi, aplikasi Candil sudah seharusnya selalu melakukan pengembangan pada aplikasinya agar lebih dapat diakses dan digunakan lebih pengguna. Berdasarkan hal ini, penelitian ini memaparkan terkait hal hal yang seharusnya aplikasi Candil kembangkan agar aksesibilitas dan usabilitas dapat terpenuhi dengan baik. Adapun dalam Julianti & Christiani, (2017) menyatakan terdapat empat kelebihan ketika seseorang menggunakan perpustakaan digital yaitu 1) menghemat ruangan, 2) akses ganda atau multiple access, 3) tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, dan 4) biaya lebih murah. Hal ini bersamaan dengan penilaian penggunaan yang diterapkan pada Aplikasi E-Pustaka iJakarta yang dinyatakan telah memenuhi nilai usability sebuah perpustakaan digital. Terlihat dari hasil penelitian yang menyatakan bahwa aplikasi iJakarta dinilai efektif dalam menyuguhkan informasi dan berfungsi secara efektif untuk memenuhi kebutuhan pengguna dikarenakan space atau ruang yang digunakan sangat kecil dengan penyajian informasi yang banyak. Kemudian pengguna juga terbantu dalam penggunaan karena akses yang mudah di mengerti dan bisa digunakan dengan berbagai akses. Setelah itu koleksi iJakarta bisa dipinjam dan dibaca dimana pun serta kapanpun pengguna inginkan. Terakhir, koleksi yang dipinjam bisa didapatkan pengguna ketika menggunakan internet sehingga biaya yang diperlukan tidak terlalu mahal. Akan tetapi sama halnya dengan iPusnas, Aplikasi iJakarta juga memiliki kekurangan akan koleksi buku popular serta beberapa data yang masih belum sikron. Dalam hal ini peneliti melakukan penelisikan terhadap fitur-fitur yang ada di aplikasi Candil. Fitur Aplikasi Digital Candil Peneliti menelisik fitur-fitur serta layanan perpustakaan digital Candil, Mengenai tampilan awal capture fitur dari aplikasi Candil pengguna diharapkan untuk mengisi data diri terlebih dahulu agar terdaftar sebagai pengguna Candil. Proses yang dibutuhkan tidak lama sehingga pengguna bisa langsung masuk menggunakan email dan password yang dimilikinya. Gambar 1. Tampilan awal aplikasi Candil Sumber: Dokumentasi peneliti (2023) Kemudian setelah memasuki aplikasi Candil, terdapat beberapa navigasi. Dalam Erwina & Kusnandar (2016) berpendapat secara sederhana bahwa, sistem navigasi dapat diartikan sebagai menu yang biasanya ada dalam setiap sebuah sistem informasi yang digunakan oleh pengguna sistem untuk beralih dari suatu halaman ke halaman lainnya. Beberapa fitur yang tersedia pada aplikasi Candil seperti fitur beranda, fitur berita, fitur rak pinjam, fitur profil dan fitur pencarian. Berikut ini gambaran beberapa fitur yang terdapat di aplikasi Candil. Pertama fitur beranda, fitur ini menampilkan slide banner yang memuat aktivitas di Dispusipda serta koleksi-koleksi buku digital yang dapat langsung dipilih oleh pembaca untuk dibaca. Pada tampilan slide banner, pengguna dapat melihat aktivitas terbaru dari Dispusipda serta informasi mengenai aplikasi Candil. Selain itu, terdapat pemeringkatan pembaca terbaik berdasarkan durasi membaca saat menggunakan aplikasi Candil. Pada kategori buku ini disertai fitur rekomendasi buku yang paling diminati oleh beberapa pengguna. Kategori buku ini terdiri dari novel, umum, agama, pendidikan, sosial, kesehatan, dan lain-lain. Berdasarkan hal tersebut mempermudah pengguna dalam menemukan koleksi yang diinginkan. Aplikasi Candil mengkategorikan subjek koleksi berdasarkan subjek ilmu eksakta, ilmu non-eksakta, hingga koleksi sastra. Pengkategorian koleksi yang seperti ini jauh lebih mudah untuk para pengguna dalam mencari buku yang diinginkan dibandingkan dengan pengkategorian menggunakan Dewey Decimal Classification (DDC). Berdasarkan analisis tersebut peneliti menyimpulkan bahwa fitur ini sudah berfungsi dengan baik. Semua navigasi tersedia dengan baik. Pengguna dapat melihat update acara terbaru Dispusipda, kemudian pengguna juga bisa melihat semua subjek buku yang tersedia di aplikasi Candil. Bagian yang terpenting adalah pemustaka bisa dengan mudah mencari buku yang mereka inginkan berdasarkan subjek yang tersedia. Gambar 2. Fitur beranda aplikasi Candil Sumber: Dokumentasi peneliti (2023) Kedua yaitu fitur berita, fitur ini sebagai pusat informasi terkait kegiatan perkembangan perpustakaan Candil. Fitur ini membantu pengguna untuk memperoleh berita maupun acara yang diadakan oleh Dispusipda Jabar. Berdasarakan fitur ini, peneliti melihat bahwa berita yang ada di aplikasi tidak kunjung dilakukan pembaharuan karena berita terakhir di update pada tahun 2020, sehingga saat ini tampak fitur nya sudah tidak berfungsi. Ketiga yaitu fitur rak pinjam, dimana fungsinya sebagai pencatatan atas kegiatan layanan sirkulasi. Fitur rak pinjam menampilkan koleksi apa saja yang sedang dipinjam oleh pengguna. Maksimal buku yang dipinjam oleh users yakni tiga koleksi digital dengan lama peminjaman satu minggu, jika sudah lewat dari batas waktu yang telah ditetapkan, maka koleksi akan secara otomatis kembali dan tidak ditampilkan di fitur rak pinjam. Berdasarkan hal tersebut, fitur rak pinjam sudah berfungsi sebagai layanan sirkulasi terkait pencacatan pinjaman buku. Akan tetapi, fitur ini belum memberikan informasi secara pasti waktu pengembalian dan peminjaman buku. Namun hal tersebut bukan menjadi masalah yang besar sehingga efektifitas dan penggunaan fitur ini sudah bagus. Keempat, terdapat fitur profil users yang terdiri dari beberapa opsi seperti profil akun, teman baca, permintaan buku, pesan, tentang aplikasi Candil dan opsi keluar. Pada opsi “profil akun”, selain terdapat metadata user (nama, email, barcode dan setting akun), tapi juga pada opsi ini dapat mengetahui jumlah bacaan yang telah dibacanya serta jumlah kutipan yang diperoleh dari bacaan selama menggunakan aplikasi Candil. Hal tersebut akan diakumulasikan sehingga pengguna dapat melihat aktivitas pengguna selama menggunakan aplikasi Candil. Pengguna juga dapat berjejaring dengan pengguna lainnya melalui opsi “teman baca” agar sesama pengguna dapat saling bertukar cerita/pengalaman dari apa yang dibaca. Terdapat juga opsi “permintaan buku” untuk memperkaya koleksi yang dimiliki oleh Dispusipda Jabar terutama koleksi digitalnya di dalam aplikasi Candil. Selain itu, pengguna dapat mengirimkan permasalahannya selama menggunakan aplikasi Candil kepada pustakawan melalui opsi “pesan”. Meskipun opsi ini bersifat satu arah dan respon yang diperoleh tidak menentu. Peneliti melihat fitur profil sudah mencangkup semua data yang dibutuhkan, akan tetapi dalam fitur ini masih terdapat opsi “teman baca” yang tidak berfungsi dan umumnya membuat pengguna kebingungan akan fungsi dari opsi “teman baca” ini. Ketika dilakukan scan barcode dengan sesama pengguna, hasil yang ditampilkan dalam opsi ini hanya akun pengguna untuk berteman, tapi tidak ada hal yang bisa dilakukan setelahnya. Maka, dapat disimpulkan bahwa fungsionalitas opsi dalam fitur ini masih dipertanyakan. Selain itu, tersedianya satu fitur yang selalu ada di sudut kanan atas, yakni fitur pencarian yang membagi dua hasil pencarian. Satu hasil pencarian berdasarkan judul dan satu lainnya merupakan hasil pencarian berdasarkan kata kunci atau kalimat yang ingin dicari. Gambar 3. Fitur berita, rak pinjam dan profil aplikasi Candil Sumber: Dokumentasi peneliti (2023) Berdasarkan deskripsi fitur-fitur pada aplikasi Candil tersebut, bahwa secara keseluruhan menunjukkan banyak opsi yang bisa dipilih oleh pengguna. Meskipun, terdapat beberapa fitur maupun opsi yang diberikan aplikasi ini berupa pengulangan dari fitur/opsi yang sudah tersedia. Contohnya adalah opsi “slide banner” dengan fitur berita. Hal ini dirasa tidak efisien sebab fungsi keduanya serupa terutama fitur berita yang sudah tidak aktif. Terdapat juga opsi “pesan” pada fitur profil user yang dirasa tidak efektif di zaman sekarang. Hal ini sebab sudah banyak aplikasi serupa yang menawarkan opsi yang lebih interaktif atau bersifat dua arah sehingga pengguna dapat memperoleh jawaban secara lebih cepat seperti question and answer (Q&A). Aplikasi Candil telah beroperasi dalam pelayanan sirkulasi dan layanan pengadaan secara digital, hal tersebut tentu memberikan kemudahan terhadap pemustaka. Sejalan dengan pendapat Maryani (2016) bahwa peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan dapat diperoleh dengan aspek jenis pelayanan perpustakaan yakni melalui layanan penyediaan koleksi digital, layanan learning commons, layanan mobile (mobile library), one stop searching dan layanan berbasis web interaktif. Aplikasi Candil dapat diakses oleh masyarakat dengan cara mengunduhnya di Playstore ataupun Windows pada perangkat digital masing masing. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi Candil mudah diakses asal terhubung oleh jaringan internet. Karakteristik dari aplikasi Candil yang mempermudah pemustaka memperoleh bahan bacaan sesuai kebutuhannya ini memenuhi salah satu sifat one stop searching. Hal ini senada dengan Wulandari (2011) yang menyatakan bahwa generasi digital native atau generasi muda lebih suka dengan model satu pintu atau one stop searching untuk menelusur berbagai informasi yang dibutuhkan seperti pada search engine di internet. Ditambah dengan kondisi pandemi saat tahun 2020-2021 sehingga pengguna dari aplikasi Candil meningkat sesuai dengan rekapitulasi penggunaan koleksi perpustakaan Candil pada tahun 2020-2021 yang dapat ditarik kesimpulan bahwa generasi digital native atau generasi muda menyukai penggunaan aplikasi digital dikarenakan memiliki banyak keuntungan. Seperti yang dikatakan dalam Rizkyana et al. (2021) bahwa aspek kegunaan pada penggunaan aplikasi Candil terbangun atas beberapa item yang terpenuhi, seperti work more quickly atau pekerjaan menjadi lebih cepat, makes job easier atau pekerjaan menjadi lebih mudah, increase productivity atau meningkatkan produktivitas, dan useful berguna. Gambar 4. Statistik pengunjung Candil tahun 2020-2021 Sumber: Laporan Tahunan Dispusipda (2022) Tabel 1. Rekapitulasi jumlah pengunjung Candil tahun 2020 dan 2021 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 Statisitik Pengunjung Candil No Tahun Bulan Jumlah Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 1 2020 757 3.172 3.195 869 163 314 100 687 1.902 2.711 4.299 4.189 22.344 2 2021 4.070 2.927 2.970 2.372 1.869 1.927 1.860 1.663 3.426 7.470 4.903 5.007 40.469 Berdasarkan hasil wawancara dengan lima orang informan terkait respon masyarakat terhadap penggunaan aplikasi Candil dapat diperoleh hasil sebagai berikut: Aksesibilitas dan Usabilitas Aplikasi Candil Akses terhadap informasi digital menjadi hal yang dibutuhkan oleh masyarakat Jawa Barat saat ini. Hadirnya aplikasi aplikasi Candil dapat menjadi solusi untuk mengakses informasi secara digital tanpa harus berkunjung secara fisik ke perpustakaan daerah provinsi Jawa Barat. Aspek dari aksesibilitas dan usabilitas ini peneliti rangkum dari jawaban para informan yang menjadi dasar analisis. Berdasarkan aksesibilitas perpustakaan digital oleh Fatmawati (2017) menurutnya aspek aksesibilitas dijelaskan dengan aspek kemudahan, kecepatan, serta ketersediaan. Aspek aksesibilitas dinilai dari waktu yang dibutuhkan untuk mengunduh aplikasi Candil yakni tidak memakan waktu lama. Syarat pendaftaran menggunakan aplikasi Candil pun sangat mudah, pengguna dapat memasukkan email yang terdaftar beserta nama yang akan tertera pada bagian profil, kemudian koleksi dari aplikasi Candil sudah dapat digunakan. Aplikasi Candil tersedia secara umum di Playstore dimana siapapun yang menggunakan smartphone dapat mendownload aplikasi Candil. Sesuai dengan pernyataan informan diketahui bahwa aplikasi Candil memiliki kemudahan dalam mengakses. Selain kemudahan dalam mendapatkan akses perpustakaan aspek kecepatan menjadi hal yang dilihat, baik dari kecepatan dalam men-download serta kecepatan dalam mendapatkan informasi yang pengguna butuhkan. Pengguna yang mendapatkan tugas untuk memenuhi kebutuhan informasinya dapat menemukan informasi di perpustakaan digital dengan cepat, dan aplikasi Candil memenuhi aspek tersebut, yang pernah dirasakan oleh salah satu informan yang peneliti wawancara yakni pernah mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara cepat melalui fitur pencarian dan sinopsis yang ada di aplikasi Candil. Kemudian dari aspek ketersediaan dilihat dari koleksi yang dimiliki oleh aplikasi Candil. Opsi subjek buku yang tertera di bagian beranda aplikasi Candil sudah terbilang lengkap. Setiap opsi sudah mempunyai berbagai macam buku. Berdasarkan laporan program unggulan yang ditulis oleh Firman (2021), aplikasi Candil telah memiliki 3.767 judul dengan total 16.502 eksemplar buku dengan rekapitulasi jumlah pengunjung Candil pada tahun 2021 sebanyak 40.469 eksemplar. Akan tetapi, terdapat beberapa informan yang mempunyai pendapat bahwa koleksi yang dimiliki oleh aplikasi Candil masih perlu melakukan penambahan koleksi agar lebih “up to date”. Hal ini dikarena beberapa informan merasa bahwa koleksi yang ada di aplikasi Candil sekarang belum banyak koleksi popular sehingga terjadi penurunan minat untuk membaca di aplikasi Candil. Untuk menguatkan parameter dari usabilitas agar mencapai tingkat usabilitas yang ideal terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Berdasarkan konsep Nielsen (2012), aspek-aspek tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Learnability Seberapa mudah pemustaka dapat cepat menyelesaikan tugas dengan menggunakan aplikasi Candil, sehingga dapat dengan cepat memahami perintah paling dasar, pilihan navigasi, dan menggunakannya untuk mencari informasi yang diinginkan. Hal ini juga berdasarkan wawancara dengan informan yang menyatakan bahwa akses yang dibuat oleh aplikasi Candil sangat mudah dan tidak ambigu untuk pengguna pertama aplikasi. Selain itu tampilan yang diberikan cukup baik dan mudah dipahami. Pengaturan yang diberikan dalam koleksi di aplikasi Candil juga beragam sehingga pengguna merasa tidak bosan saat membaca koleksi yang tersedia. Sehingga dalam hasil wawancara tersebut, dapat diketahui bahwa pengguna lama dan pengguna baru dapat mengakses aplikasi ini dengan mudah. Hal ini disebabkan dengan perintah dan navigasi yang ditunjukkan mudah dipahami. Meskipun pada saat membaca koleksinya tidak bisa diubah pengaturan tampilan sesuai dengan keinginan pembaca, sebab tidak semua pengguna nyaman dengan pengaturan tampilan baca yang sudah diatur oleh aplikasi dan beberapa pengguna ingin mengatur tampilan/mode bacaan sesuai kehendaknya, seperti ukuran font, warna dan lainlain. 2. Efficiency Setelah mempelajari aplikasi Candil, seberapa mudah dan praktis pengguna menggunakan Aplikasi. Pengguna dapat menavigasi dan mengakses sumber daya digital perpustakaan. ini dapat mencakup fitur seperti navigasi intuitif, pelabelan yang jelas, dan hasil pencarian yang relevan. Perpustakaan digital yang efisien harus dirancang dengan cara yang memungkinkan pengguna menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan cepat. Selain itu, perpustakaan digital dirancang dengan meminimalkan jumlah klik atau langkah yang diperlukan untuk mengakses sumber daya dan menyediakan kemampuan untuk menavigasi koleksi perpustakaan dengan mudah. Bersamaan dengan beberapa pernyataan informan yang menyatakan bahwa akses untuk ke aplikasi Candil mudah dan koleksi buku yang tersedia dapat dengan mudah dipinjam hanya dengan mengklik bagian buku kemudian dapat dibaca dan tersimpan di fitur rak pinjam. Akan tetapi beberapa informan juga merasa terdapat beberapa fitur yang wastefing (pemborosan) karena beberapa fitur itu tidak berfungsi secara maksimal. Sehingga dalam hasil wawancara mengenai efisiensi fitur saat menggunakan aplikasi Candil ini mendapatkan respon positif terkait penggunaan fitur peminjaman buku yang memiliki langkah mudah sampai koleksi tersebut bisa dibaca, dan informan yang berpendapat bahwa terdapat fitur tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan bahkan pengguna tidak memahami fungsi asli dari eksistensi fitur berita dan teman baca. Tentu hal ini harus diperhatikan oleh pengembang dari aplikasi Candil itu sendiri. 3. Memorability Setelah beberapa periode tidak menggunakan aplikasi tersebut pun, pemustaka dapat kembali dengan mudah menggunakan aplikasi perpustakaan digital tanpa harus mempelajari kembali keseluruhan bagian dari aplikasi tersebut. Untuk memorability dalam aplikasi Candil dirasakan oleh informan yakni dapat dengan mudah untuk kembali menggunakan Aplikasi karena kemudahan yang diberikan oleh fitur. Pengguna tidak kesulitan untuk mengingat kembali fungsi dari fitur yang telah disediakan oleh aplikasi Candil. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa navigasi serta konten yang telah ada pada aplikasi Candil mudah dan cepat untuk di pahami kembali. 4. Errors Seberapa banyak pengguna membuat banyak kesalahan selama penggunaan aplikasi perpustakaan digital dan seandainya melakukan kesalahan maka solusi yang dihadirkan dengan mudah untuk diatasi. Dalam aspek ini peneliti menanyakan terkait kesalahan yang pernah pengguna lakukan. Beberapa dari informan menyatakan bahwa terdapat beberapa koleksi yang ketika mereka baca masih memiliki halaman yang kosong, walau sudah di refresh pun, halamannya masih kosong, sehingga terdapat informasi yang kurang. Namun, informan lain yang juga mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi pada pengguna tidak dirasakan secara keseluruhan. Namun, jika dilihat dan ditinjau kembali masalahnya, error atau kesalahan yang terjadi pada perangkat pengguna tidak dapat diatasi oleh pengguna sendiri. Contohnya adalah dengan menghubungi pengelola terkait kendala teknis yang terjadi atau melakukan komunikasi dengan komunitas pengguna untuk mendapatkan masukan dan saran untuk perbaikan. Hal ini dirasakan pula oleh beberapa informan yang menyatakan bahwa beberapa data yang ada di aplikasi Candil tidak relevan atau sinkron, untuk itu diperlukan pengecekan ulang terhadap koleksi dan data yang di upload ke aplikasi, Maka dari itu, fitur pesan yang ada di bagian profil dapat menjadi media untuk pengguna menghubungi terkait kendala yang mereka hadapi, akan tetapi berdasarkan hasil wawancara dengan pengguna, fitur tersebut tidak mendapatkan jawaban secara realtime, bahkan fungsionalitasnya dipertanyakan dikarenakan pesan balasan tidak kunjung didapatkan oleh pengguna. 5. Satisfaction Pemustaka secara subjektif puas ketika menggunakan aplikasi Candil, sehingga merasa dapat menemukan pengalaman saat menggunakan aplikasi yang bisa menghibur, memudahkan mencari informasi, dan memperkaya pengalaman. Pengguna juga merasa senang dengan kualitas konten yang disajikan oleh aplikasi Candil, yang mana mencangkup beragam topik dan materi yang relevan dan menarik. Kemudian pentingnya asksesibilitas dan usabilitas dalam aplikasi Candil tercermin dalam perhatian yang diberikan pada pengalaman pengguna secara menyeluruh. Melalui hasil wawancara yang telah dilakukan selama penelitian, pemanfaatan terhadap aplikasi Candil mendapatkan informasi mengenai pola penggunaan aplikasi Candil sehingga hal ini dapat menjadi umpan balik bagi tim pengembang aplikasi Candil. Secara keseluruhan, aplikasi Candil memberikan pengalaman yang menyenangkan dan inklusif bagi pengguna. Dengan aksesibilitas yang diperhatikan dan usabilitas yang baik, aplikasi ini dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna dari berbagai latar belakang dan kebutuhan. Dalam dunia yang semakin digital, pemanfaatan aplikasi Candil sebagai perpustakaan digital dapat memberikan akses yang lebih luas terhadap pengetahuan dan literatur, serta mempromosikan kebebasan belajar dan eksplorasi bagi semua pengguna.
Conclusion
Terdapat beberapa fitur yang tersedia pada aplikasi Candil seperti fitur beranda, fitur berita, fitur rak pinjam, fitur profil dan fitur pencarian. Pada saat kondisi pandemi tahun 2020-2021, pengguna dari aplikasi Candil meningkat sesuai dengan rekapitulasi penggunaan koleksi aplikasi Candil pada tahun tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa generasi digital native atau generasi muda menyukai penggunaan aplikasi digital dikarenakan memiliki banyak keuntungan. Hal ini membutikan bahwa aplikasi Candil menjadi pendukung layanan perpustakaan Dispusipda. Dalam memenuhi aksesibilitas informasinya, pengguna dapat menemukan informasi di perpustakaan digital melalui ketersediaan koleksi dengan mudah dan cepat. Aplikasi Candil juga memenuhi lima aspek usabilitas seperti Learnability, Efficiency, Memorability, Error dan Satisfaction. Meskipun terdapat kendala saat menggunakan aplikasi tersebut seperti tampilan membaca kurang nyaman dan beberapa fitur yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya akan tetapi hal tersebut tidak dirasakan oleh semua informan. Perpustakaan digital dirancang dengan cara efisien yang memungkinkan pengguna menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan cepat. Berdasarkan hal tersebut, pengguna aplikasi Candil dapat memahami fitur dan opsi yang tersedia. Saran terkait hal tersebut yakni pengelola aplikasi Candil dapat melakukan penelusuran mendalam terkait kendala yang dihadapi pengguna saat menggunakan koleksi digital, serta dapat meninjau ulang fungsionalitas dari fitur yang telah ada di aplikasi Candil agar fitur-fitur aplikasi Candil lebih efisien.