Kembali
16
1
2024 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 10 · 1 ISSN 2685-8363

Pemetaan Artikel Jurnal Go Green di Universitas Diponegoro: Analisis Bibliometrik dengan Visualisasi VOSviewer

Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan hasil penelitian tentang go green oleh peneliti Universitas Diponegoro yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal yang terindeks Scopus dalam sepuluh (10) tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif bibliometrik dengan analisis VOSviewer co-authorship, cooccurences, citation dan pengambilan data melalui jurnal Scopus. Hasil dari penelitian selama sepuluh tahun (10) dihasilkan 152 jumlah dokumen, pertumbuhan dokumen di setiap tahunnya masih fluktuatif, namun sudah mulai ada peningkatan yang stabil mulai dari tahun 2019-2022, peneliti paling produktif adalah Kusworo T.D dengan 9 dokumen dan peneliti dengan sitasi terbanyak adalah Sasmono R.T dengan 166 sitasi, lembaga penerbit yang paling banyak menerbitkan artikel Go Green adalah Heliyon, lembaga yang paling banyak berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro adalah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, negara yang berkolaborasi yaitu Jepang dan Malaysia, kata kunci terbanyak dari sudut pandang pengarang adalah ‘antioxidant’ (4) dan ‘growth’ (4) dan dilihat dari kata kunci indek yang terbanyak adalah ‘controlled study’ (24) dan ‘male’ (23), sedangkan untuk kata kunci yang masih rendah frekuensinya adalah climate change, energy optimization, water, waste dan zinc, serta rata-rata sitasi per dokumen didapat 11,47 %. Artikel dan jurnal dengan sitasi terbanyak ditempati oleh peneliti dan jurnal dari luar Universitas Diponegoro yaitu artikel Zhou b.,et.al yang ada di jurnal The Lancet dengan 543 sitasi.

Abstract

This study aims to determine the mapping of Go Green Diponegoro University journal articles in the Scopus database from 2013-2022 with bibliometric analysis. The method used is quantitative descriptive bibliometrics with VOSviewer analysis of co-authorship, co-occurrences, citation and data retrieval through Scopus journals. The results of the research for ten years produced 152 total documents, the growth of documents in each year is still fluctuating, but there has begin to be a steady increase starting from 2019-2022, the most productive researcher is Kusworo T.D with 9 documents and the researcher with the most citations is Sasmono R. T with 166 citations, the publishing institution that publishes the most Go Green articles is Heliyon, the institution that collaborates the most with Diponegoro University is the Ministry of Research Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia, the collaborating countries are Japan and Malaysia, the most keywords from the author's point of view are 'antioxidant' (4) and 'growth' (4) and seen from the index keywords the most are 'controlled study' (24) and 'male' (23), while for keywords that are still low in frequency are climate change, energy optimization, water, waste and zinc, and the average citation per document is obtained 11.47%. The article with the most citations is the article Zhou b., et.al with 543 citations and the article with the most links is the article Fahri s., et.al with 3 links, while the journal that has the most citations is occupied by The Lancet journal with 543 citations.
Keywords: Go Green · Bibliometrik · VOSviewer · Universitas Diponegoro · Scopus

Introduction

Publikasi ilmiah di jurnal internasional maupun nasional yang bereputasi tinggi sangat berpengaruh terhadap riset perkembangan ilmu pengetahuan suatu negara. Negara-negara yang memiliki tingkat ekonomi, pendidikan dan iptek yang tinggi cenderung memiliki publikasi ilmiah di jurnal yang bereputasi tinggi, hal ini mendorong Indonesia untuk meningkatkan pengembangan riset dan inovasi guna memiliki daya saing secara global. Untuk mendukung hal tersebut Pemerintahan Indonesia membuat beberapa kebijakan dan program yang dituangkan dalam UU RI Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2018 Tentang Rencana Induk Riset Nasional, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No.20 Tahun 2017 Tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Perguruan tinggi memegang peran penting dalam pelaksanaan kebijakan dan program untuk pengembangan riset dan inovasi dalam publikasi ilmiah. Para akademisi yang ada di perguruan tinggi dituntut untuk bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas pengembangan riset dan inovasi guna membantu Indonesia memiliki daya saing secara global (Nurmaini et al., 2020). Universitas Diponegoro sebagai salah satu lembaga pendidikan sekaligus lembaga riset yang telah ikut berkontribusi dalam kemajuan riset di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari prestasi yang dimiliki dalam hal riset dan inovasi. Universitas Diponegoro juga menjadi lembaga akademik perwakilan Indonesia untuk menerima penghargaan sebagai lembaga akademik terinovatif di Asia Tenggara dan Selatan tahun 2020 oleh Clarivate Plc (Humas Universitas Diponegoro, 2023). Pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) merupakan pembangunan yang berfokus pada pengembangan sosial, ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang untuk kesejahteraan generasi masa sekarang dan yang akan datang. Dalam prosesnya pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) memiliki dampak pada kemajuan sosial dan ekonomi, namun hal ini berdampak juga terhadap kerusakan lingkungan (Setianingtias, Baiquni, & Kurniawan, 2019). Oleh karena itu pemerintah membuat program gerakan penghijauan (Go Green) untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan tersebut. Program Go Green adalah gerakan sosial yang bertujuan untuk mengelola dan melestarikan lingkungan serta meminimalisir terjadinya kerusakan lingkungan guna menjaga keberlangsungan hidup generasi saat ini dan yang akan mendatang (Tamala et al., 2022). Berdasarkan pengertian tersebut dapat dilihat pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dan Go Green memiliki keterkaitan satu sama lain, dalam konteks ini Go Green dilihat sebagai implementasi dalam pembangunan berkelanjutan. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui beberapa informasi dari sebuah bidang keilmuan, mengetahui sudah sejauh mana perkembangan dari bidang keilmuan tersebut (Rousseau, Egghe, & Guns, 2018). Metode yang digunakan untuk memetakan sebuah bidang keilmuan adalah metode bibliometrik. Metode bibliometrik adalah metode matematik atau statistik yang digunakan dalam penelitian tentang literatur suatu publikasi dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan sebuah penelitian, dan menganalisis serta mengukur suatu fenomena kebiasaan perilaku dengan tujuan eksplanatori, evaluasi dan tujuan administratif (Suharso et al., 2021). Untuk menyajikan hasil penelitian bibliometrik digunakan aplikasi visualisasi jaringan VOSviewer, software ini memiliki kelengkapan dalam pengelolaan jaringan dan item yang dimiliki. Vosviewer mengelola jaringan publikasi ilmiah, jurnal ilmiah, peneliti atau publikasi individu, organisasi peneliti, negara, kata kunci atau bidang dengan item yang terhubung melalui links co-authorship, co-occurence, citation, bibliographic coupling dan co-citation. Bekerja dengan data dari Scopus, Web of Science, Dimensions dan Semantic Scholar (van Eck & Waltman, 2013). Penelitian terdahulu yang serupa yakni penelitian dari Hongyun si dkk yang bertujuan untuk memahami status aplikasi theory of planned behaviour dalam ilmu lingkungan dari domain pengetahuan perspektif visualisasi, pengambilan data dari Scopus dengan analisis VOSviewer co-authorship, co-occurence, citation (Si et al., 2019). Selanjutnya penelitian dari Yu Jie Huang dkk yang bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis tren resilient cities and communities, pengambilan data dari Web of Science dengan analisis VOSviewer coauthorship dan co-occurence, (Huang, Cheng, Yang, & Chen, 2022), penelitian dari Mengjiaou Zhou dkk yang bertujuan memahami secara komprehensif informasi kuantitatif dari artikel dengan topik ‘microplastics’, pengambilan data dari Web of Science dengan analisis VOSviewer co-authorship, co-occurence, citation, penelitian dari Ya Gao dkk yang bertujuan mengeksplor peluang penelitian, tren penelitian yang sedang berkembang dan prospek penelitian di masa yang akan datang di bidang e-waste (Gao et al., 2019), serta penelitian dari Tupan yaitu pemetaan bibliometrik dengan VOSviewer dibidang pertanian (Tupan, 2016). Berdasarkan uraian di atas, persamaan dengan penelitian ini terletak pada metode dan software yang digunakan, perbedaannya terletak di pemilihan data dan analisis yang akan digunakan. Dilihat dari penelitian terdahulu, penelitian dengan metode bibliometrik dengan topik go green belum banyak diteliti, sebagian penelitian hanya berfokus pada pelaksanaan go green di instansi pendidikan maupun di masyarakat. Penelitian ini bertujuan memetakan publikasi artikel jurnal go green di Universitas Diponegoro dengan analisis pemetaan bibliometrik dari VOSviewer yang menganalisis kepengarangan, kata kunci dan sitasi publikasi database indeksasi internasional Scopus tahun 2013 sampai 2022.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis bibliometrik. Metode kuantitatif deskriptif adalah pengukuran yang cermat terhadap fenomena atau permasalahan yang ada, dalam penelitian ini peneliti mengembangkan konsep dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesis (Irianti, 2016). Penelitian ini tergolong kuantitatif karena analisis data yang dilakukan bersifat kuantitatif dan statistik, analisis data dalam penelitian mengggunakan analisis bibliometrik dimana bentuk hasilnya berupa data matematik yang aplikasi kajiannya dilakukan dengan model statistik (Pratama, 2021). Dalam penelitian ini digunakan metode bibliometrik dengan analisis VOSviewer. Analisis yang digunakan ada tiga yaitu, analisis analisis kepengarangan (co-authorship), analisis kata kunci (co-word) dan sitasi (citation). Dalam penelitian ini populasi yang ingin dipelajari adalah artikel jurnal Go Green Universitas Diponegoro di database Scopus tahun 2013-2022 yang berjumlah 152 dokumen (April 2023). Data kajian ini diperoleh dalam publikasi ilmiah penelitiain Go Green Universitas Diponegoro di database Scopus yang terbit pada periode tahun 2013-2022. Dalam pengumpulan data dilakukan langkah-langkah yaitu, melakukan penelusuran di Scopus menggunakan ruas pencarian umum search affiliations dengan kata kunci “Universitas Diponegoro”, masukkan kata kunci “Go Green and Government”. Pencarian dengan penambahan AND dipilih dikarenakan hasilnya lebih spesifik, apabila menggunakan “GoGreen” hanya menghasilkan 12 dokumen dan apabila penggunaan OR/NOT data yang dihasilkan lebih banyak menjelaskan kata Go Green secara terpisah bukan Go Green sebagai kesatuan kata. Kemudian dilakukan pembatasan terhadap dokumen yang ditampilkan yakni tahun dibatasi dari 2013-2022, jenis dokumen artikel, dari sumber bertipe jurnal, serta publication stage bertipe final. Mengekspor (export) metadata dokumen hasil pencarian atau search results dengan format CSV (Comma Separated Value), file ini berisi informasi mengenai bibliografi, sitasi, abstrak dan keyword dan informasi tambahan lainnya. Data disajikan dengan software VOSviewer versi 1.6.17 untuk divisualisasikan menjadi pemetaan kepengarangan, kata kunci dan sitasi. Melakukan analisis menggunakan file CSV (Comma Separated Value), dimasukkan ke Microsoft Excel 2013 untuk mengetahui pertumbuhan artikel dan rata-rata sitasi, hasil akhir dari analisis ini berbentuk tabel dan grafik.

Result

Pertumbuhan Artikel Jurnal Go Green Universitas Diponegoro pada Scopus Tahun 2013-2022 Penelitian Go Green di Universitas Diponegoro dilihat dari cakupan tahun di Scopus sudah dilakukan mulai tahun 2007, total keseluruhan dokumen dari tahun 2007-2022 adalah 244 dokumen (April 2023). Penelitian ini dibatasi hanya pada artikel jurnal pada penelitian Go Green Universitas Diponegoro di database Scopus tahun 2013-2022. Jurnal dipilih sebagai sumber ilmiah yang diolah dikarenakan memiliki validitas tinggi sebagai referensi penelitian. Untuk pertumbuhan literatur akan dijelaskan melalui grafik dan tabel sebagai berikut: Gambar 1. Jumlah Artikel Go Green Universitas Diponegoro pada database Scopus Tahun 2013-2022 Total keseluruhan artikel jurnal Go Green peneliti Universitas Diponegoro dari tahun 2013 sampai 2022 adalah 152 artikel. Gambar 1 menunjukkan pertumbuhan artikel jurnal per tahun dari awal tahun 2013 ada 2 artikel (1,31 %), lalu terjadi peningkatan dan penurunan sampai tahun 2018, hingga di tahun 2019 sampai tahun 2022 terjadi peningkatan yang stabil. Dari grafik diatas dapat diketahui tahun 2022 adalah tahun terproduktif dalam pembuatan artikel jurnal dengan 48 artikel (31,57 %) dan tahun 2015 adalah tahun terendah pembuatan artikel jurnal dengan 1 artikel (0,65 %). Pemetaan Kepengarangan Pemetaan Co-authorship adalah pemetaan yang dibangun dari hasil analisis hubungan antar peneliti, lembaga, negara yang berkontribusi dalam sebuah penelitian. Data dianalisis dengan software pemetaan VOSviewer dengan cara data format .csv yang sudah diunduh dari database Scopus diinput ke software dengan menggunakan pilihan data bibliografi (create a map based on bibliografic data) lalu tipe analisis yang dipilih adalah Co-authorship dengan unit analisis authors, organizations, dan countries. Hasil analisis akan dijelaskan melalui tabel dan visualisasi sebagai berikut: Gambar 2. Visualisasi Co-authorship Berdasar Analisis Authors Pada visualisasi gambar 2 terdapat nama pengarang yang terhubung satu sama lain, nama pengarang atau subjek yang ada di VOSviewer disebut dengan items yang ditandai dengan bulatan-bulatan kecil yang berwarna dan benang-benang penghubung antar items disebut dengan links serta gabungan antar items disebut dengan clusters (Van Eck & Waltman, 2012). Setelah menetapkan minimum of documents of an author adalah 1 dan 0 sitasi diperoleh hasil dari jumlah keseluruhan sebanyak 634 author didapat 119 data yang sesuai pembatasan dengan 10 cluster. Setiap cluster ditandai dengan warna berbeda, hal ini untuk membedakan cluster satu dengan yang lainnya. Berdasarkan visualisasi tersebut dapat diketahui peneliti yang memiliki produktivitas dokumen yaitu, Kusworo T.D. (Departemen Teknik Kimia, Universitas Diponegoro)-(9), Kumoro A.C. (Departemen Teknik Kimia, Universitas Diponegoro)-(6), Purwanto P. (Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro)-(5), Sasmono R.T. (Eijkman Institute for Molecular biology)(5) dan Yohan B.(Eijkman Institute for Molecular biology)-(5), Sedangkan untuk peneliti dengan jumlah sitasi terbanyak yaitu, Sasmono R.T. (Eijkman Institute for Molecular biology)(166), Yohan B. (Eijkman Institute for Molecular biology)-(166), Fahri S. (Poltekkes Kemenkes Jambi)-(153), Trimarsanto H. (Eijkman Institute for Molecular biology)-(120) dan Kusworo T.D. (Departemen Teknik Kimia, Universitas Diponegoro)-(95). Total keseluruhan artikel jurnal adalah 152, dari jumlah artikel sebagian besar diterbitkan oleh beberapa jurnal penerbit jurnal yang produktif per tahun, dari analisis tersebut diperoleh 122 jurnal penerbit jurnal yang aktif menerbitkan artikel jurnal selama sepuluh tahun terakhir, hasil analisis tersebut ditampilkan pada tabel 1. Tabel 1. Jurnal Penerbit Go Green Tahun 2013-2022 No Source Publisher ISSN Jumlah Terbitan 1 Heliyon Elsevier BV, Netherlands 24058440 6 2 Advanced Science Letters American Scientific Publisher, United States 19366612/ 19367317 4 3 Journal Of Environmental Chemical Engineering Elsevier BV, United Kingdom 22133437 3 4 Bali Medical Journal Sanglah General Hospital, Indonesia 20891180/23022 914 3 5 Food Research Rynnye Lyan Resources, Malaysia 25502166 3 Sumber: Scopus (2023) Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa 5 (lima) jurnal penerbit artikel terbanyak adalah Heliyon (Multidisciplinary) dengan 6 terbitan, Advanced Science Letters (ComputerMiscellaneous) dengan 4 terbitan, Journal of Environmental Chemical Engineering (Chemical Engineering-Miscellaneous) dengan 4 terbitan, Bali Medical Journal (MedicineMiscellaneous) dengan 3 terbitan dan Food Research (Food Science) dengan 3 terbitan. Dilihat dari ruang lingkup dan fokus dari jurnal yang paling banyak menerbitkan artikel jurnal Go Green kelima jurnal tersebut berasal dari bidang ilmu yang berbeda, hal ini menunjukkan bahwa topik Go Green memiliki ruang lingkup yang luas sehingga penelitian tidak terbatas pada ilmu lingkungan, namun bisa diteliti oleh bidang ilmu lain. Selanjutnya adalah Co-authorship berdasarkan lembaga, sebelum divisualisasikan dengan VOSviewer data yang didapat dari Scopus diolah di Microsoft Excel dan menghasilkan lembaga yang berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro dalam penelitian. Dari data tersebut dipilih 10 lembaga yang menghasilkan dokumen kolaborasi terbanyak dengan Universitas Diponegoro, data dapat dilihat dari tabel 2. Tabel 2. Daftar Afiliasi Kolaborator No Afiliasi Dokumen 1 Universitas Diponegoro 38 2 Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia 11 3 Bundesministerium Fur Forschung and Technologies 5 4 Horizon 4 5 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 3 6 British Heart Foundation 2 7 China Scholarship Council 2 8 Badan Riset dan Inovasi Nasional 2 9 Deutsche Forschungsgemein Schaft 2 10 Kyoto University 2 Sumber: Scopus (2023) Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat lembaga yang sering berkolaborasi dalam penelitian artikel jurnal Go Green adalah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dengan 11 dokumen. Berdasarkan negara, dari minimum of document of a country adalah 1 dengan 0 sitasi dihasilkan 33 data, ada 10 negara teratas yang menghasilkan dokumen, Indonesia adalah negara terbanyak dalam memproduksi artikel, diikuti negara Jepang (30) dan Malaysia (18) sebagai negara kolaborator. Untuk visualisasi dari 30 data country diperoleh 7 cluster. Gambar 3. Visualisasi Co-authorship Berdasar Countries Berdasarkan gambar 3, visualisasi Co-authorship berdasar negara menggunakan visualisasi overlay, visualisasi dilihat dari waktu pembuatan artikel dan setiap tahun dibedakan dengan kecerahan warna, untuk visualisasi dengan warna yang gelap menunjukkan artikel tahun 2013-2019 hingga visualisasi dengan warna yang lebih terang menunjukkan artikel yang terbaru dari tahun 2020-2022. Indonesia menjadi negara yang paling banyak tercantum dalam afiliasi dokumen, hal ini dipengaruhi karena ikut dianalisisnya data nama Universitas Diponegoro yang menjadi instansi utama penelitian ini dan memiliki lokasi negara di Indonesia. Pemetaan Kata Kunci Pemetaan kata kunci (Co-occurences) adalah pemetaan yang dibangun dari hasil analisis hubungan antar kata yang menjadi kunci dalam sebuah penelitian, kata kunci ini digunakan guna mempermudah peneliti lain dalam menemukan referensi penelitian yang ingin dilakukan. Proses analisis Co-occurence sama dengan analisis Co-authorship, di sini peneliti menganalisis dua jenis tipe analisis yaitu author keywords dan index keywords. Author keywords merupakan kata kunci yang dipilih langsung oleh pengarang untuk merepresentasikan isi dokumennya, adapun index keywords merupakan kata kunci yang disediakan dan dipilih oleh Scopus sesuai dengan standar kata yang dimiliki dari daftar tesaurus yang dimiliki (Scopus, 2023). Data kata kunci yang diolah VOSviewer akan menghasilkan semua kata kunci yang digunakan dalam artikel jurnal go green dan banyak kata kunci yang tidak masuk keilmuan lingkungan hidup, untuk itu peneliti menggunakan tesaurus untuk ilmu lingkungan yaitu Gemet Tesaurus dan EnvThes. Dua tesaurus tersebut dipilih dikarenakan memiliki kemudahan dalam mengakses dan juga dinilai lebih lengkap dibanding dengan tesaurus lainnya. Gambar 4. Visualisasi Co-occurences Author Keywords Berdasarkan gambar 4, data yang diperoleh dengan pembatasan minimum number of occurences of a keyword adalah 1 mendapatkan hasil dari 659 kata kunci yang tidak saling terhubung, namun setelah dianalisis dengan tesaurus didapatkan 326 kata kunci dengan 103 clusters kata kunci. Visualisasi jaringan yang digunakan adalah visualisasi density yaitu visualisasi berdasar kepekatan warna, semakin besar font huruf dan warna semakin kuning dan menonjol menandakan kata kunci tersebut memiliki link dan frekuensi yang kuat, sedangkan semakin kecil font huruf dan warna yang pudar menandakan kata kunci tersebut memiliki link dan frekuensi yang lemah. Berdasarkan kekuatan link dan frekuensi peneliti mengetahui kata kunci yang sering digunakan dalam penelitian dan kata kunci yang masih jarang dipakai dalam penelitian, frekuensi author keyword terbanyak adalah antioxidant (4), growth (4), environment (3), environmental performance (3). Sedangkan untuk frekuensi kata kunci yang terendah adalah climate change, energy optimization, water provision, water quality, water quality parameters, world food programme, zinc oxide dengan frekuensi kemunculan sebanyak 1 kali. Selanjutnya, index keywords yang melihat kecenderungan penelitian dari kata kunci yang diambil dan dipilih dari Scopus, yang akan ditampilkan pada gambar 5. Gambar 5. Visualisasi Co-occurences Index Keywords Gambar 5 adalah visualisasi Co-occurences berdasarkan index keywords dengan minimum number of occurences of a keywords adalah 2 dan diperoleh 214 data dan kata kunci yang tidak masuk ke kosakata terkendali ilmu lingkungan di exclude dan data akhir indeks keyword menjadi 119 kata kunci yang dipetakan. Dari 119 data kata kunci yang didapatkan dapat dilihat kata kunci dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah controlled study (24), male (23), human (20), female (18), adult (12). Sedangkan untuk kata kunci yang memiliki frekeunsi rendah adalah virus strain, waste management, waste water, waste water management dan zinc dengan frekuensi kemunculan adalah 2 kali. Pemetaan Sitasi Pemetaan sitasi (Citation) adalah type analisis yang ada di VOSviewer yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dokumen yang disitir dan dokumen yang menyitir, analisis sitasi digunakan untuk mengetahui sumber informasi yang ada di sebuah artikel (Fatmawati, 2012). Analisis VOSviewer citation memiliki unit analisis yaitu analisis dilihat dari dokumen (document), sumber dokumen (source), pengarang (author), lembaga (organizations) dan negara (country). Untuk analisis di penelitian ini akan digunakan dua analisis yaitu analisis dokumen (document) dan sumber dokumen (source), kedua analisis tersebut digunakan untuk melihat artikel dan jurnal yang memiliki sitasi terbanyak dari hasil penelitian Go Green peneliti Universitas Diponegoro tahun 2013-2022 Gambar 6. Visualisasi Analisis Citation Document Berdasarkan gambar 6, dapat dilihat items yang tidak berhubungan satu sama lain dan saling berdiri sendiri, ini diartikan dalam analisis tersebut tidak adanya links atau hubungan yang menyambungkan dokumen satu dengan yang lainnya, dengan kata lain masih sedikit sitiran yang dilakukan oleh peneliti sehingga sedikit juga link yang dihasilkan. Dalam gambar 6, juga bisa dilihat ada item yang memiliki warna cerah dan abu-abu, warna dalam analisis network tersebut menandakan adanya link atau item yang memiliki warna memiliki link dengan beberapa dokumen lain sedangkan item yang berwarna abu-abu tidak memiliki link dengan dokumen lain (van Eck & Waltman, 2013). Dan untuk melihat dokumen yang memiliki sitasi terbanyak dapat ditandai dengan item yang memiliki ukuran yang lebih besar dibanding item lainnya. Berdasarkan jumlah total artikel jurnal Go Green peneliti Universitas Diponegoro tahun 2013-2022 sebanyak 152 artikel didapat total sitasi dari sepuluh tahun tersebut adalah 1.744 sitasi. Untuk mengetahui dampak dari sitasi sebuah jurnal terhadap perkembangan penelitian sebuah bidang ilmu diperlukan alat ukur untuk mengetahui sejauh mana sitasi jurnal tersebut berpengaruh untuk mengetahui hal tersebut, peneliti menggunakan perhitungan terhadap ratarata sitasi per artikel (Average of Citations per Paper) dengan rumus total jumlah sitasi dibagi dengan total jumlah artikel. Hasil ACCP akan ditampilkan dalam tabel 3. Tabel 3. Rata-rata Sitasi Dokumen Tahun Jumlah Dokumen Jumlah Sitasi ACCP 2013 2 89 44,5 2014 4 147 36,75 2015 1 2 2 2016 3 69 23 2017 16 213 13,31 2018 9 75 8,33 2019 12 75 6,25 2020 24 243 10,12 2021 33 746 22,60 2022 48 85 1,77 Jumlah 152 1,744 11,47 Sumber: Scopus (2023) Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui hasil rata-rata sitasi dokumen per tahun mengalami penurunan, namun secara keseluruhan hasil yang didapat dari rentang sepuluh tahun terakhir adalah 11,47. Artinya setiap peneliti Universitas Diponegoro menerbitkan artikel jurnal Go Green minimal setiap tahunnya kurang lebih ada 11 artikel dapat dilihat di tahun 2019-2022 setiap artikel jurnal bertambah minimal 11 artikel, jumlah tersebut sudah termasuk baik. Sedangkan untuk analisis sitasi berdasar sumber yaitu jurnal, melalui visualisasi VOSviewer didapat hasil yang tidak jauh berbeda dengan hasil analisis sitasi berdasar dokumen, hanya ada beberapa jurnal yang memiliki link dan terhubung dengan yang lain. Dari hasil analisis citation berdasar sumber didapatkan jumlah 122 items dengan 111 cluster. Gambar 7. Visualisasi Analisis Citation Berdasar Sumber Berdasarkan visualisasi dua analisis sitasi di atas, hasil analisis citation document yang memiliki sitasi terbanyak adalah artikel dengan judul ‘Worlwide Trends in Hypertension Prevalence and Progress in Treatment and Control from 1990 to 2019: a Pooled Analysis of 1201 Population-Representative Studies With 104 Million Participants’ , yang ditulis secara kolaborasi oleh Zhou b.,et.al pada tahun 2021 dengan jumlah sitasi sebanyak 543 dan untuk link terbanyak adalah artikel dengan judul ‘Molecular Surveillance of Dengue in Semarang, Indonesia Revealed the Circulation of an Old Genotype of Dengue Virus Serotype-1’, yang ditulis secara kolaborasi oleh Fahri s.,et.al pada tahun 2013 dengan link sebanyak 3 kali. Sedangkan untuk hasil analisis citation source jurnal penelitian Go Green Universitas Diponegoro tahun 2013-2022 yang memiliki sitasi terbanyak adalah The Lancet dengan 543 jumlah sitasi. The Lancet adalah jurnal yang dibuat oleh Elsevier Ltd yang berfokus pada ilmu pengobatan umum.

Discussion

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah didapatkan peneliti akan membahas dengan empat fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu, pertumbuhan artikel jurnal Go Green Universitas Diponegoro pada database Scopus tahun 2013-2022, analisis pengarang, analisis kata kunci dan analisis sitasi. Hasil penelitian mengenai distribusi atau pertumbuhan artikel, pemetaan kepengarangan, kata kunci, dan sitasi pada penelitian Go Green Universitas Diponegoro tahun 2013-2022 ini menunjukkan bahwa penelitian Go Green mendapat perhatian yang cukup rendah dari para peneliti di Universitas Diponegoro dan perkembangan yang masih fluktuatif, hal ini dapat dilihat dari data publikasi dari tahun 2013 hingga tahun 2018, dimulai tahun 2019 sudah ada perhatian dari peneliti untuk meneliti Go Green dan semakin berkembang hingga tahun 2022. Jika dilihat dari data kerjasama antara LPPM Universitas Diponegoro ini memungkinkan menjadi salah satu faktor kenaikan penelitian, faktor lain adalah dilihat dari kolaborasi peneliti Universitas Diponegoro dengan peneliti dari lembaga lain. Dilihat dari pola kepengarangan, dari analisis Co-authorship dapat dilihat hubungan antara peneliti satu dengan yang lain, lembaga dan negara yang berkolaborasi dalam membuat penelitian. Dalam membuat suatu penelitian apalagi untuk jurnal yang bereputasi diperlukan kolaborasi baik antar peneliti, lembaga organisasi maupun negara, hal ini bertujuan untuk memperkuat tingkat objektifitas dalam penelitian tersebut. Berdasarkan pemetaan kata kunci (Co-occurences), dapat dilihat frekuensi kemunculan kata kunci yang sering digunakan dalam penelitian Go Green Universitas Diponegoro di database Scopus tahun 2013-2022. Hasil dari analisis author keywords yang ditampilkan oleh VOSviewer adalah 326 kata kunci dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah antioxidant (4), growth (4), environment (3), environmental performance (3). Sedangkan untuk frekuensi kata kunci yang terendah adalah climate change, energy optimization, water provision, water quality, water quality parameters, world food programme, zinc oxide dengan frekuensi kemunculan sebanyak 1 kali. Untuk analisis index keywords yang ditampilkan di VOSviewer adalah 119 kata kunci dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah controlled study (24), male (23), human (20), female (18), adult (12). Sedangkan untuk kata kunci yang memiliki frekeunsi rendah adalah virus strain, waste management, waste water, waste water management dan zinc dengan frekuensi kemunculan adalah 2 kali. Berdasarkan hasil pemetaan kata kunci bisa dijadikan sebagai evaluasi untuk penelitian go green di Universitas Diponegoro di masa yang akan datang, kata kunci dengan frekuensi rendah menunjukkan penelitian dengan kata kunci tersebut masih sedikit dilakukan, hal tersebut bisa dijadikan peluang untuk lebih mendalami penelitian di kata kunci tersebut. Di awal pembahasan sudah disinggung terkait Universitas Diponegoro sebagai peringkat 2 di UI Greenmetric, Universitas Diponegoro masih memiliki nilai rendah di bidang Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change dan Waste (UI, 2021), sedangkan kata kunci dari author keyword dan index keyword yang masih rendah adalah climate change, energy optimization, dan waste management. Dapat disimpulkan apabila peneliti lebih mendalami penelitian dengan tiga kata kunci tersebut tidak menutup kemungkinan untuk Universitas Diponegoro menambah poin dan menjadi peringkat 1 di UI Greenmetric. Universitas Diponegoro sebagai lembaga riset juga ikut berkontribusi dalam perkembangan riset dan inovasi di Indonesia, di bidang lingkungan (Go Green) Universitas Diponegoro dilihat dari rata-rata sitasi per dokumen dihasilkan 11.47, hal ini menunjukkan setiap peneliti menerbitkan artikel jurnal go green minimal 11 dalam per tahun dan dalam penelitian ini ada dua jurnal berasal dari Universitas Diponegoro yang menerbitkan artikel jurnal go green yaitu jurnal Ilmu Kelautan: Indonesian Journal of Marine Sciences (Q3) dan Nurse Media Journal of Nursing (Q3). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dibandingkan dengan penelitian-penelitian terdahulu memiliki tujuan dan hasil yang serupa yaitu memahami karakteristik dari sebuah topik dalam bidang ilmu tertentu dan hasil tersebut digunakan oleh instansi sebagai bahan evaluasi untuk penelitian di masa mendatang.

Conclusion

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat diketahui bahwa Universitas Diponegoro dalam menghasilkan artikel jurnal Go Green, dari segi pertumbuhan artikel menunjukkan kecenderungan peningkatan kuantitas artikel. Sementara, dari segi kepengarangan juga menunjukkan kecenderungan peningkatan serta dapat diketahui bahwa Kusworo. T.D merupakan kontributor yang menghasilkan artikel jurnal Go Green terbanyak sepanjang tahun 2013-2022. Namun, meskipun dari segi kuantitas artikel dan kontribusi kepengarangan, Universitas Diponegoro unggul dalam bidang Go Green sepanjang tahun 2013-2022, akan tetapi jika dilihat dari segi variasi topik dan sitasi, Universitas Diponegoro belum menunjukkan variasi topik go green yang cukup signifikan, sebab pada topik energy, climate change, water, waste masih jarang diteliti, hal ini diketahui dari jumlah artikel yang minim terkait topik tersebut. selain itu, permasalahan juga dapat ditengarai dari segi sitasi, yang menunjukkan bahwa sitasi untuk artikel jurnal Go Green Universitas Diponegoro masih tergolong rendah yaitu menduduki peringkat nomor lima, sedangkan peringkat pertama dipegang oleh peneliti di luar lingkup Universitas Diponegoro.