Kembali
16
1
2016 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 2 · 2 ISSN 2685-8363

AKSES INFORMASI BERBASIS ANDROID DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Abstrak

Tulisan ini memaparkan fitur-fitur Android dan tanggapan pemustaka terhadap layanan tersebut di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai fasilitas yang dapat digunakan untuk memberikan kemudahan akses informasi ke perpustakaan. Software android menawarkan fitur yang ditemukan pada smartphone yang mirip seperti WiFi, 3 = 4 G networks, GPS, dan kemampuan untuk menjalankan aplikasi tambahan. Sistem pengoperasian Android sebagai software open source yang dijalankan dengan program Kernel Linux. Awal mulanya dikembangkan oleh perusahaan Android Inc., kemudian software dibeli oleh Google. Open source ini membuat siapa pun dapat melakukan pengembangan aplikasi dalam menjalankan software. Fitur-fitur layanan android di Perpustakaan UMS yang dapat dimanfaatkan antara lain OPAC, profil anggota, denda dan tagihan, checkout and renewable, purchase suggestion, serta news and information. Hasil survei mengenai kepuasan dan harapan pemustaka terhadap pelayanan perpustakaan khususnya android, pemustaka memberikan penilaian yang cukup baik dan puas dengan fasilitas layanan android.

Abstract

This paper attempts to explain the features pemustaka Android and response to services in Surakarta Muhammadiyah University library as a facility that can be used to provide easy access to library information. Android software offers features found on a smartphone-like WiFi, 3 = 4 G networks, GPS, and the ability to run additional applications. Android operating system as open source software can run Linux Kernel program. At the beginning, developed by Android Inc., later bought by Google’s software. Open source makes anyone can do in the running software application development. Android service features at UMS library that can be used include the OPAC, profile members, fines and charges, checkout and renewable, purchase suggestion, as well as news and information. The survey on the satisfaction and expectations of library services specifically pemustaka against android, pemustaka give a pretty good assessment and satisfied with the service facilities android.
Keywords: android · features · satisfaction · expectations · quality · library services

Introduction

Pada era informasi setiap orang tidak terlepas dari penggunaan internet. Kemudahan mendapat akses berbagai hal dapat diperoleh dengan hanya menekan beberapa huruf di tombol keypad atau keyboard. Berbagai anggota masyarakat, baik itu anak-anak, remaja dan orang dewasa memanfaatkan internet sebagai bagian dalam kehidupan sehari-hari. Media yang dapat digunakan antara lain komputer, laptop, wifi, modem, tablet, dan handphone. Media ini menyediakan berbagai sistem operasi yang dapat menjalankan kerjanya dengan berbagai macam fasilitas unggul untuk penggunanya. Sistem operasi yang disediakan produsen antara lain android, symbian, blackberry, Apple dengan IOS, dan windows phone. Perkembangan teknologi yang semakin pesat, perpustakaan sebagai sumber informasi dapat melihat peluang tersebut untuk menyediakan akses informasinya. Perpustakaan tidak lagi dikelola secara konvensional tetapi mengarah pada penggunaan teknologi informasi. Perpustakaan sudah berbasis digital dan informasinya dapat diakses melalui internet. Pada perkembangannya sekarang akses ke perpustakaan tidak hanya berbasis pada media internet tetapi sudah bergeser ke perangkat bergerak atau mobile yang berupa tab dan handphone. Sistem operasi yang baru trend saat ini adalah android yang menyediakan fitur-fitur yang sangat menarik. Sekilas tentang android seperti dipaparkan oleh Knapp dan Lloyd (2010) adalah sistem pengoperasian android sebagai software open source yang dijalankan dengan program Kernel Linux. Awal mulanya dikembangkan oleh perusahaan Android Inc., kemudian software dibeli oleh Google pada tahun 2005 dan secara resmi pada tahun 2007 mengumumkan sebagai software terlengkap pertama, terbuka, dan bebas, yang mana oleh Open Handset Alliance, yaitu sekelompok dari 65 perusahaan mobile dan teknologi yang bergerak bersama-sama mempercepat inovasi ponsel dan menawarkan kepada konsumen kaya, dengan harga murah, dan mempunyai pengalaman tentang teknologi mobile lebih baik. Meskipun software Android telah dikembangkan selama beberapa tahun, baru familiar di Amerika Serikat melalui dirilisnya smartphone seperti Motorola Droid dan Nexus One. Motorola Droid menunjukkan beberapa kelemahan iPhone, khususnya ketidakmampuan untuk multitask. Perusahaan Verizon meyakinkan tentang Droid, Nexus One juga dikenal sebagai ‘’Google Phone,’’ adalah smartphone berbasis android yang dirilis pada 5 Januari 2010 yang dijual melalui website Google, melalui beberapa penyedia nirkabel, termasuk Verizon dan T-mobile. Pada tanggal 26 April 2010, Google mengumumkan peluncuran telepon lain berbasis Android, yaitu Droid Incredible oleh HTC, yang tersedia pada 29 April 2010, oleh Verizon Wireless. Pada tanggal 16 Februari 2010, Google mengumumkan ada pengiriman 60.000 handset android per hari. Apple menjual 8,7 juta iPhone dikuartal terakhir pada tahun 2009. Hampir 5,5 juta ponsel android dijual untuk setiap 8,7 juta iPhone. Fleksibilitas software android cocok untuk aplikasidi luar pasar smartphone. Beberapa e-reader, termasuk Barnesdan Noble Nook, dan Edge Entourage, yang juga dijalankan dengan software Android. Software android menawarkan fitur yang ditemukan pada smartphone yang mirip sepertiWiFi, 3 = 4 G networks, GPS, dan kemampuan untuk menjalankan aplikasi tambahan. Peluncuran Android 2.0 pada Oktober 2009 yang memberikan banyak fitur, termasuk dukungan Microsoft Exchange dan digital zoom. Android 2.1 adalah rilis terbaru pada Mei 2010, yang menyediakan perbaikan bug minor dan perubahan application programming interface (API). Fitur umum ponsel android didukung multiple account e-mail, messaging, kamera, bluetooth, keyboard virtual, kalender, dan browser. Mirip dengan iPhone, OS Android menjalankan aplikasi, ‘’sederhana, kode software mandiri’’ yang dibangun smartphone atau dapat diinstal oleh pengguna melalui Android Marketplace. Android adalah software mobile open source yang dijalankan Linux. Open source ini membuat siapa pun dapat melakukan pengembangan aplikasi dalam menjalankan software. Berbeda dengan iTunes App Store untuk iPhone, pasar Android harus mencari melalui perangkat genggam. Hanya beberapa aplikasi yang tersedia di situs Web Market <http: // www.android.com/market/>. Namun, ada sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mencari dari 248 Mobile Computing di perpustakaan melalui desktop mereka (lihat Aplikasi Non Medis-AppBrain). Berikut ini adalah daftar pilihan dari aplikasi medis yang tersedia untuk OS Android antara lain DynaMed http://www.ebscohost.com/dynamed/, yaitu sumber referensi klinik berlanganan yang ditawarkan EBSCO Publishing. Pemanfaatan android di dunia perpustakaan seperti yang digunakan di Emma S. Clark Memorial Library. Aplikasi ini dinamakan “Emma Mobile,” yaitu aplikasi perpustakaan yang dijalankan dengan perangkati OS (Apple), Android (Google), dan Amazon Kindle Fire. Emma Mobile dapat dimanfaatkan untuk: 1) mencari katalog perpustakaan dan ISBN secara otomatis, 2) melihat keberadaan suatu item, 3) auto-login untuk pencarian online database dan memeriksa akun kita, 4) pemberitahuan permintaan tentang item yang dipinjam, denda, dan pembaharuan kartu, 5) mencari katalog perpustakaan berdasarkan kategori, 6) melihat kegiataan perpustakaan, 7) mendapatkan petunjuk langkah demi langkah memanfaatkan perpustakaan, 8) dengan satu sentuhan ada fasilitas untuk telepon panggil secara lengkap, dan 9) mengirim email ke perpustakaan. Aplikasi ini telah berhasil dipasang selama setahun terakhir dengan ulasan fantastis dan pengalaman dari pelanggan. Baru-baru ini memperlihatkan upgrade yang akan memungkinkan integrasi ebook Over Drive dan kartu perpustakaan digital pada awal 2013 (Johnson dan Gutmann, 2013). Pemanfaatan Android di Perpustakaan UMS Andoid digunakan di perpustakaan UMS berawal dari penggunaan SMS Gateway (Nisa, 2016). Lebih lanjut dipaparkan bahwa dari hasil evaluasi dan pemanfaatan sms gateway yang terus meningkat, serta perkembangan teknologi mobile terutama penggunaan android yang terus bertambah, maka android diluncurkan di perpustakaan. Fitur-fitur yang dimanfaatkan dalam android sebagian besar sama dengan yang tersedia di layanan SMS gateway. Fitur-fitur itu antara lain peminjaman buku, pengecekan denda, perpanjangan peminjaman dan pengusulan buku. Penambahan fitur yang ada pada aplikasi android adalah pengguna dapat melihat profilnya dan melakukan pengkinian/ update data. Pada layanan android pengguna juga dapat membaca berita atau informasi terkini yang dimuat website Perpustakaan UMS. Tulisan ini mencoba memaparkan fiturfitur android dan tanggapan pemustaka terhadap layanan tersebut di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai fasilitas yang dapat digunakan untuk memberikan kemudahan akses informasi ke perpustakaan. TUJUAN Adapun tujuan dari penulisan ini adalah menjelaskan fitur-fitur android yang dikembangkan di Perpustakaan UMS. Selain itu juga untuk mengetahui tanggapan pemustaka terhadap pemanfaatan android dan kelemahan android yang dikembangkan di perpustakaan. Metode yang digunakan yaitu studi beberapa literatur, survei dan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan perpustakaan.

Discussion

Pemanfaatan android untuk perpustakaan tidak terlepas dari konsep m-libraries, yaitu kegiatan perpustakaan yang bersifat mobile atau bergerak. Penggunaan android juga merupakan pilihan bagi banyak orang pada era ini. Android mempunyai banyak kelebihan dibanding produk lain. Sistem operasi mobile terkenal yang lain seperti iOS, BlackBerry OS, dan Windows Phone, Ubuntu Phone, Firefox OS, serta Nokia X. Kebanyakan orang memilih android karena beberapa kelebihannya. Pertama, kecepatan dan efisiensi merupakan pusat perhatian dari smartphone Android. Pengguna menikmati kecepatan dan kemudahan untuk mengakses program dalam perangkat Android, sehingga Android telah menjadi operating system yang kompetitif di pasar. Kedua, dukungan hardware dan tambahan seperti video/kamera, sentuh, GPS, akselerometer, giroskop, magnetometer, kontrol game khusus, kedekatan dan sensor tekanan, termometer dipercepat grafis 2D dan 3D. Ketiga, Apps yang merupakan faktor paling penting dalam keberhasilan setiap jenis gadget elektronik. Operating system Android memungkinkan pengguna menikmati semua aplikasi menarik seperti Locale, Google Map Navigation, Twitter, Facebook, game dan banyak lainnya. Keempat, harga yang merupakan faktor penting ketika membeli sebuah smartphone berbasis Android. Produsen smartphone berbasis Android menargetkan kepada pelanggan dengan harga terjangkau. Meskipun tersedia juga smartphone dengan harga yang sangat mahal. Kelima, Upgrade Instan yang mudah tersedia untuk semua pengguna android. Pengguna dapat mengupgrade smartphone kapan saja diinginkan untuk mendapatkan semua fitur terbaru di pasar. Keenam, faktor keamanan terutama dari virus. Sekarang semua smartphone berbasis Android dilindungi dari semua jenis virus. Pengguna dapat mengakses semua aplikasi tanpa khawatir. Ketujuh, Android merupakan handphone gaming karena menyediakan fasilitas untuk pengguna dengan Mobile Gaming. Play station bahkan mengumumkan bahwa mereka akan mengembangkan beberapa permainan PS yang mudah tersedia dalam perangkat didukung oleh Android OS. Kedelapan, secara meyeluruh produk android menggunakan layar lebar. Hal ini memungkinkan aplikasi yang tersedia dapat digunakan secara optimal tanpa terbatas visual. Kesembilan, adanya messenger service yang dapat berkomunikasi dengan murah dengan mereka yang mengunakan smartphone, hp atau komputer. Kesepuluh, open source yang merupakan kelebihan android. Pengguna bisa melihat kode program di google dan dapat membuat aplikasi android mereka sendiri atau melakukan perbaikan atas versi yang ada. Pada perpustakaan perguruan tinggi mahasiswa selaku user terbesar saat sekarang adalah masuk dalam kategori generasi digital. Hal tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi perpustakaan mengembangkan m-Libraries, yaitu layanan berbasis teknologi mobile. Teknologi tersebut sudah menjadi kebutuhan bagi para pemustaka. Pesatnya perkembangan brand/merk dan keluaran handphone yang selalu baru, perpustakaan UMS khususnya berusaha menjembatani adanya fasilitas android untuk dapat mengakses informasi di perpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan. Persepsi pengguna terhadap penerapan layanan berbasis internet di perpustakaan dan layanan informasi yang ditemukan sangat positif. Layanan tersebut mendapat tanggapan yang besar dari pengguna untuk menggunakannya (Abdul Karim, 2006). Berdasarkan pendapat tersebut dan juga didukung oleh kelebihan sistem operasi android, perpustakaan Universtas Muhammadiyah Surakarta menerapkan untuk kegiatan layanan di perpustakaan. Akses informasi yang dapat dimanfaatkan para pengguna perpustakaan melalui fitur-fitur android khususnya civitas akademika UMS antara lain: 1. OPAC (Online Public Acces Catalogue) merupakan katalog berbasis komputer yang dapat digunakan untuk mencari koleksi di perpustakaan. OPAC memungkinkan seseorang menelusur informasi melalui judul, pengarang, subjek, kata kunci, penerbit atau gabungan dari komponenkomponen tersebut. Penelusuran dengan android dapat dilakukan untuk mencari judul buku, keberadaan buku, ketersediaan buku, posisi di rak, dan status buku. 2. Profile anggota. Anggota perpustakaan dapat memasukkan identitas lengkap, seperti nama, nomor mahasiswa, alamat, nomor handpone, alamat email dan sebagainya. Identitas ini akan bermanfaat apabila suatu saat ada informasi dari perpustakaan untuk disampaikan kepada anggota perpustakaan. 3. Denda dan tagihan. Layanan android menyediakan informasi kepada anggota berupa denda dan tagihan. Pengguna akan mengetahui jumlah denda atau tagihan yang harus dibayarkan ke kasir. 4. Checkout dan renewel. Angota perpustakaan akan mengetahui buku yang dipinjam dan tanggal kembalinya, serta dengan fasilitas renewel dapat memperpanjang masa pinjam buku tersebut. 5. Purchase suggestion. Fasilitas ini dapat digunakan untuk memasukkan usulan bukubuku baru maupun buku yang dibutuhkan para pengguna tetapi perpustakaan belum memiliki atau jumlahnya terbatas sehingga perlu ditambah. Pengguna dipersilakan mengisi formulir yang disediakan melalui fasilitas android. 6. News and Information. Fasilitas ini menyediakan informasi berupa berita atau kegiatan perpustakaan. Menurut Vollmer (2010) perpustakaan yang menyediakan layanan perpustakaan yang dapat menjangkau para pengguna mobile phone atau smartphone ada 7 kategori, yaitu: 1. Mobile OPAC, yaitu akses ke dalam Online Public Access Catalogue melalui mobile optimized website. 2. Mobile applications, yaitu aplikasi khusus untuk smartphone yang diinstal terlebih dahulu yang memungkinkan pengguna mengakses sistem perpustakaan 3. Mobile Collection/Mobile content delivery, yaitu fasilitas yang disediakan oleh penyedia bekerja sama dengan perpustakaan untuk menyediakan akses ke audio books, e-book, audio language course. 4. Mobile Library instruction, yaitu bahanbahan instruksi perpustakaan dan penggunaan resources yang dapat diakses melalui platforms mobile devices. 5. Mobile Database, menyediakan akses ke database yang dilanggan atau dimiliki menggunakan perangkat mobile melalui mobile web services. 6. Library SMS Notification, penggunaan SMS untuk berbagai tujuan seperti informasi keterlambatan, informasi pemesanan, informasi ketersediaan koleksi, informasi nomor panggil dan lokasi, dan lain-lain. 7. SMS Reference, layanan menjawab pertanyaan referensi oleh pustakawan melalui perangkat mobile. Panduan Penggunaan Android Perpustakaan UMS Civitas akademika UMS dapat memanfaatkan layanan android melalui smartphonenya dengan menelusur UMS library di google play. Setelah itu memasang ke android kemudian login dengan username dan password (SSO) single sign on. Apabila sudah berhasil login, pengguna dapat mengunakan android melalui fitur-fitur yang ada. Semua transaksi pada android terhubung ke database KOHA Perpustakaan UMS. Dalam proses layanan android perpustakaan UMS mengadakan survei kepada pengguna, untuk mengetahui kualitas dan harapan pelayanan perpustakaan. Pada kuisioner penelitian ini layanan android masuk dalam kategori sarana prasarana. Metode olah data yang digunakan adalah dengan LibQual. Metode LibQUAL+TM, merupakan perkembangan lanjutan dari SERVQUAL khusus bidang perpustakaan, di dalamnya dikaji harapan menurut harapan pemakai/ pemustaka, dari harapan minimum sampai harapan idealnya mengenai akses informasi. Pengertian dari metode LibQUAL+TM yaitu metode pengukuran kualitas layanan perpustakaan berdasarkan harapan dan persepsi pemustaka terhadap instrumen atau dimensi layanan. Dimensi pokok LibQUAL+TM yang dibahas dalam buku ini yaitu kemampuan dan sikap pustakawan dalam melayani (Service Affect –SA) fasilitas dan suasana ruang perpustakaan (Library as Place – LP), Petunjuk dan sarana akses (Personal Control – PC) dan akses informasi (Informaton Access – IA). Tahap penelitiannya adalah mengenai persepsi terhadap kualitas layanan perpustakaan dan harapan mengenai kualitas pelayanan (kuesioner terlampir). Kuesioner tentang pemanfaatan android pada kuesioner nomor 16 dan 17. Pertanyaan kepada responden pada butir 16 ditanya tentang “Layanan android memudahkan saya untuk melakukan transaksi perpustakaan?” Sedang pada butir 17 responden ditanya tentang “Fitur-fitur yang ada di layanan android sudah sesuai dengan kebutuhan saya”. Responden diminta pendapatnya mengenai pelayanan yang diterima dari perpustakaan dengan range penilaian tidak puas, puas, dan sangat puas dengan rentang skor 1 - 9. Selanjutnya responden diminta untuk menyampaikan harapan tentang kualitas pelayanan perpustakaan, yaitu harapan minimum (terendah sampai tertinggi) skor rentangnya 1 - 9, serta harapan maksimum (terendah sampai tertinggi) dengan rentang skor 1-9. Adapun kuisioner tersebut ada pada pertanyaan nomor 16 dengan pertanyaan “Layanan android memudahkan saya untuk melakukan transaksi perpustakaan. Pertanyaan nomor 17 “Fitur-fitur yang ada di layanan android sudah sesuai dengan kebutuhan saya”. Adapun hasil penelitian dijelaskan sebagai berikut. Tabel hasil pengukuran: Frequency table Bar Chat Pada penelitian ini hasil kuisioner tentang kepuasan pemustaka menggunakan metode LibQual + TM. Hasil penelitian menunjukkan: Rata-rata SkorPersepsi, HM, HI, AG dan SG P HM HI AG SG 6.00 6.34 7.45 -0.34 -1.45 Keterangan : P : Persepsi, HM : Harapan Minimum, HI : Harapan Ideal, AG : Adequacy Gap (PersepsiHarapan, SG : Superiority Gap (PersepsiHarapan Ideal). Dari tabel diatas dapat ditunjukkan hasil penelitian mengenai kepuasan pemustaka di bawahini. Dimensi P HM HI AG SG Affect of Service (Kinerja Petugas dalam Pelayanan) 5.92 6.26 7.29 -0.34 -1.37 Information Control (Kualitas Informasi dan Akses Informasi) 5.88 6.21 7.37 -0.33 -1.49 Library As A Place (sarana perpustakaan ) 6.78 6.75 7.88 0.03 -1.1 Tabel di atas tampak bahwa dimensi yang diukur ada tiga (3) tetapi penulis hanya memfokuskan pada dimensi library as a place (sarana perpustakaan) yang mencakup fasilitas android yang diteliti tentang kepuasan kepada penggunanya. Library As A Place (Sarana Perpustakaan) diperoleh bahwa pandangan (persepsi) memperoleh nilai 6.78 lebih besar dari nilai harapan minimum yaitu sebesar 6.75 hal ini bisa dikatakan bahwa Library As A Place (Sarana Perpustakaan) memperoleh nilai yang cukup baik atau pemustaka cukup puas dengan sarana yang ada di perpustakaan hal ini dapat dilihat dengan nilai Adequacy Gap (AG) yang benilai positif dan berada di kisaran 0.33. Hasil penelitian di atas menunjukkan pemustakan cukup puas dengan fasilitas layanan android. Pemustaka mempunyai harapan yang cukup baik terhadap layanan fasilitas android. HAMBATAN LAYANAN ANDROID Layanan m-mobile di perpustakaan UMS hanya berbasis android sehingga belum menjangkau para pengguna sistem operasi mobile yang lain seperti windows phone dan iPhone. Mereka yang mempunyai tab atau handphone dengan operating system dari microsoft atau apple belum bisa mengakses m-mobile perpustakaan UMS. Terbatasnya pengguna, karena yang dapat mengakses android perpustakaan adalah anggota perpustakaan yang memiliki SSO (Single Sign On) dengan user dan ID yang dimilikinya dengan mendaftar ke IT Center UMS. Keterbatasan jumlah bandwidth yang kecil membuat akses android lambat. Akses informasi melalui android hanya terbatas pada OPAC, belum bisa mengakses koleksi elektronik misalnya e-book, e-journal dan e-prints dari skripsi, tesis, disertasi atau karya ilmiah yang dimiliki perpustakaan.

Conclusion

Android dikembangkan pertama kali oleh perusahaan Android Inc. Kemudian dibeli oleh Google. Smartphone yang familiar pada awalnya adalah Motorola Droid dan Nexus One. Muncul berikutnya Google Phone, Droid Incredible, Barnes, Noble Nook dan Edge Entourage. Fitur umum ponsel Android didukung multiple account e-mail, messaging, kamera, Bluetooth, keyboard virtual, kalender, dan browser. Mirip dengan iPhone, OS Android menjalankan aplikasi, ‘’sederhana, kode software mandiri’’ yang dibangun smartphone atau dapat diinstal oleh pengguna melalui Android Marketplace. Android sebagai open source membuka peluang kepada siapa pun untuk mengembangkan aplikasinya. Aplikasi yang pernah dikembangkan antara lain adalah aplikasi medis DynaMed (http:// www.ebscohost.com/dynamed/), yaitu sumber referensi klinik berlangganan yang ditawarkan EBSCO Publishing. Berkembang juga Emma Mobile yaitu aplikasi perpustakaan yang dijalankan dengan perangkat OS (Apple), Android (Google), dan Amazon Kindle Fire yang digunakan oleh Emma S. Clark Memorial Library. Fitur-fitur layanan android di Perpustakaan UMS yang dapat dimanfaatkan antara lain OPAC, profile anggota, denda dan tagihan, checkout and renewable, purchase suggestion, serta news and information. Hasil survei mengenai kualitas pelayanan perpustakaan khususnya android dan harapan pemustaka terhadap kualitas pelayanan perpustakaan. Pemustaka memberikan penilaian yang cukup baik dan puas dengan fasilitas layanan android. Hal ini menunjukkan pemustaka mempunyai harapan yang cukup baik dan cukup puas dengan fasilitas layanan perpustakaan berupa android ini. Saran-saran pada hasil penulisan ini untuk perbaikan pelayanan perpustakaan android ke depan agar lebih baik, perlu penulis sarankan sebagai berikut: 1. Layanan berbasis android tidak terbatas pada anggota perpustakaan; 2. Menambah bandwidth yang besar, sehingga akses informasi ke perpustakaan semakin lancar; 3. Dapat mengakses koleksi elektronik dari perpustakaan seperti e-book, e-journal dan e-prints yang memuat skripsi, tesis, disertasi, serta hasil penelitian; 4. Perlu pengembangan sisstem tidak hanya berbasis android, seperti “Emma Mobile” di Emma S. Clark Memorial Library.