Kembali
16
1
2017 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 3 · 2 ISSN 2685-8363

PENGEMBANGAN KOLEKSI DALAM BIDANG PENGADAAN BAHAN PUSTAKA DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUMATERA UTARA (STIKESSU) MEDAN

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatra Utara

Abstrak

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara (Stikessu) Medan, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengembangan koleksi dalam bidang pengadaan bahan pustaka di Stikessu. Permasalahan yang dibahas dalam penulisan ini adalah bagaimana pengembangan koleksi dalam bidang pengadaan bahan pustaka di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara (Stikessu). Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan pada penelitian ini adalah kepala perpustaan Stikessu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan koleksi dalam bidang pengadaan bahan pustaka yang dilakukan di Stikessu yaitu melalui pembelian secara langsung kepada penerbit, melakukan pemesanan kepada penerbit, dan melalui hadiah atau sumbangan yang diberikan pengguna/mahasiswa tingkat akhir yang mau tamat berupa dana yang telah ditetapkan oleh Ketua Stikessu guna untuk kebutuhan perpustakaan atau kemajuan perpustakaan.

Abstract

This research hold in Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara (Stikessu) Medan, the aim of this research is to know how is the development collection in supplying the library stock in Stikessu. The method is descriptive research with qualitative approach. The informers is all the librarier of Stikessu. The technique of the data collections are interview, observation and library study. The result of this research shows that the development collection in supplying the library stock in Stikessu are though buying from the publisher directly, order from publisher, and from the gift or contribution from the users or university students who will graduate by giving money which is already decidedby the head of Stikessu. It will use to library needed or library progress.
Keywords: collection development · collection · university library · STIKES Sumatera Utara

Introduction

Proses pengembangan koleksi perpustakaan sangat dibutuhkan dalam rangkaian pembinaan dan peningkatan mutu perpustakaan. Apabila pembinaan perpustakaan disebut suatu usaha atau tindakan yang dilakukan agar memperoleh hasil yang berdaya guna agar semakin baik, untuk itu pengembangan perpustakaan adalah suatu upaya untuk meningkatkan segala sesuatu yang telah dicapai. Seperti yang diamanatkan dalam UU No 43 Tahun 2007 menyatakan perpustakaan di fungsikan sebagai sarana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk dapat meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Pengadaan bahan pustaka termasuk kedalam sebuah tahap pengembangan koleksi. Pengembangan koleksi yang baik memberikan gambaran mendasar terhadap perpustakaan tersebut termasuk beragam ruang lingkup yang ada didalamnya. Proses pengembangan koleksi menjelaskan 6 kegiatan yaitu analisis masyarakat, kebijakan seleksi, seleksi, pengadaan, penyiangan dan evaluasi. Kebijakan pengadaan bahan pustaka secara umum berfungsi untuk memilih, memperoleh dan menyebarkan bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan pemustakanya. Untuk itu, perlu dilakukan pengadaan sebagai sarana penyedia koleksi yang berguna dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan pengguna, guna memperlancar proses belajar mengajar. Koleksi harus sesuai dan tepat untuk kebutuhan pemustaka dapat menjamin mutu perpustakaan. Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara (Stikessu) dalam pelaksanaan pengadaan bahan pustaka melalui 3 tahap yaitu dengan cara membeli, pemesanan, hadiah atau sumbangan. Pengadaan bahan pustaka dilakukan apabila pengguna perpustakaan mengajukan penambahan koleksi terbaru. Pengguna perpustakaan Stikessu terdiri dari mahasiswa, dosen, staff kepegawaian dan mahasiswa lain dari luar. Ada beberapa faktor dalam melakukan pengadaan bahan pustaka di perpustakaan Stikessu yaitu tuntutan penambahan jumlah koleksi untuk proses akreditasi, pengajuan dari mahasiswa untuk penambahan koleksi terbaru, dan masukanmasukan dari dosen pengajar untuk kepentingan civitas akademik di Stikessu. Untuk itu, perlunya dilakukan pengadaan bahan pustaka di perpustakaan Stikessu untuk bisa memberikan apa saja kebutuhan pemustaka. Dari beberapa faktor pengadaan bahan pustaka, permasalahan yang dapat diangkat pada tulisan ini yaitu: 1. Apa saja ruang lingkup pengadaan bahan pustaka? 2. Bagaimana sistem pengadaan bahan pustaka di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara (Stikessu) Medan?

Method

Metode penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Kepala perpustaan Stikessu adalah informan pada penelitian ini. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara wawancara, observasi dan studi kepustakaan.

Discussion

1. Pengertian, Prinsip Seleksi, Pelaku Seleksi, Alat Bantu Seleksi, Kendala, Pihak Yang Bertanggung Jawab Dalam Pengadaan Bahan Pustaka, dan Metode Pengadaan Bahan Pustaka PengertianPengadaan Bahan Pustaka Koleksi yang tersedia di perpustakaan didapatkan melalui pengadaan bahan pustaka. Kebijakan dalam melakukan pengadaan bahan pustaka secara umum berfungsi dalam memilih, memperoleh dan menyebarkan bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan pemustakanya. Pengadaan bahan pustaka adalah sebuah tahapan dalam menghimpun koleksi yang akan dijadikan sebagai koleksi perpustakaan. Selanjutnya istilah pengadaan adalah arti dari aqquisition, adalah suatu kegiatan yang mengimplementasi suatu keputusan dalam melakukan seleksi yang meliputi semua kegiatan untuk mendapatkan bahan pustaka yang telah dipilih dengan cara tukar menukar, membeli dan hadiah termasuk dalam menyelesaikan administrasinya. Oleh karena itu dinyatakan bahwa kegiatan pengadaan bahan pustaka dilakukan untuk menghimpun dan menseleksi bahan pustaka apa saja dibutuhkan terhadap pengguna sehingga dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Prinsip Seleksi Pengadaan Bahan Pustaka Sangat penting di perhatikan prinsipprinsip dalam pengadaan bahan pustaka, agar dapat menunjang kemajuan dalam proses pelaksanaannya. Untuk itu, peran pustakawan dalam proses ini sangatlah penting, karena pustakwanlah yang mengetahui apa saja jenisjenis koleksi yang dibutuhkan oleh pemustaka. Seleksi adalah tahapan mengidentifikasi bahan pustaka yang digunakan sebagai tambahan terhadap koleksi yang sebelumnya terdapat di Perpustakaan. Prinsip dalam melakukan bahan pustaka yaitu: 1. Dapat memahami peran dan manfaat perpustakaan, dan mengetahui rancanganrancangan yang dilakukan di perpustakaan 2. Dapat memahami latar belakang pemustaka, seperti siapa saja anggota pemustaka, kebiasaan pemustaka dalam membaca koleksi, keinginan dalam melakukan penelitian yang sedang dan berlangsung, seberapa sering pemustaka menggunakan perpustakaan, dan kenapa ada kelompok yang memanfaatkan koleksi perpustakaan lebih banyak dari kelompok lainnya 3. Dapat mencari tau dimana tempat penjualan dan pemasaran buku baik secara nasional maupun internasioal 4. Sebaiknya pustakawan dalam melakukan pengadaan dapat berprilaku adil dan terbuka dalam menjalankan pekerjan, tidak berperilaku membedakan dalam melayani pemustaka dengan apa yang dibutuhkan pemustaka 5. Dapat memberikan keadilan dalam mengolah dana untuk pengadaan bahan pustaka 6. Dapat mengetahui dan menguasai sarana bibliografi yang digunakan untuk memilih bahan pustaka 7. Dapat mengetahui aturan pemerintah dan undang-undangan yang berhubungan dengan prosedur pengadaan barang atau jasa bagi keperluan instansi pemerintah (peraturan yang saat ini berlaku adalah Kepres No.8 Tahun 2003) 8. Dapat menjaga aturan administrasi dari seluruh kegiatan pengadaan bahan pustaka. Berdasarkan pendapat yang lain bahwa prinsip seleksi bahan pustaka adalah: 1. Relevansi atau sesuai dengan tujuan dan fungsi perpustakaan 2. Beriorientasi kepada pemustaka 3. Berpedoman kepada keinginan dan kebutuhan pemustaka 4. Informasi yang tersedia adalah informasi baru dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 5. Menggunakan alat bantu seleksi yang telah tersedia 6. Bisa melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Ada beberapa pandangan dalam melakukan seleksi yaitu: 1. Pandangan Tradisional Yaitu mengutamakan intrisik pustaka karena melihat perpustakaan sebagai sarana untuk mengembangkan budaya dan sarana mencerdaskan masyarakat 2. Pandangan Liberal Yaitu mendahulukan popularitas, dalam hal ini bahan pustaka tersebut diutamakan yang banyak dibaca dan disukai pemustaka. Kualitas koleksi kalah penting dengan popularitas, sehingga kelompok ini selalu mengikuti selera pengguna perpustakaan 3. Pandangan Pluralistik Yaitu mencari keseimbangan antara pandangan tradisonal dan liberal, dan lebih mengutamakan kualitas koleksi diimbangi dengan popularitas koleksi bagi pengguna perpustakaan. Kriteria Seleksi Bahan Pustaka yaitu: 1. Judul sesuai dengan program lembaga yang tersedia 2. Judul sesuai dengan tingkat pemustaka 3. Pengarang yang terkenal dan banyak diketahui oleh lembaga dibidangnya 4. Isi teks bahan pustaka harus tahan lama, bermutu dan tidak cepat berubah 5. Tahun dan edisi terbaru 6. Harga buku cukup pantas. Dari penjelasan yang telah dijelaskan maka dapat disimpulkan prinsip seleksi bahan pustaka yaitu agar dapat menunjang kemajuan dalam proses pelaksanaan pengadaan bahan pustaka. Pelaku Seleksi Dalam Pengadaan Bahan Pustaka Pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan seleksi berdasarkan jenis perpustakaan yaitu: 1. Perpustakaan Sekolah, yang bertanggung jawab dalam melakukan seleksi bahan pustaka yaitu kepala sekolah atau wakilnya dan guru. Siswa sekolah bisa memberikan usul mengenai koleksi bahan pustaka yang dibutuhkan tetapi di pertimbangkan sesuai dengan kebutuhan sekolah 2. Perpustakaan Umum, yang bertanggung jawab dalam melakukan seleksi bahan pustaka yaitu kepala penasehat atau penanggung jawab perpustakaan 3. Perpustakaan Perguruan Tinggi, yang bertanggung jawab dalam melakukan seleksi bahan pustaka yaitu pemimpin universitas, fakultas dan dosen 4. Perpustakaan khusus, yang bertanggung jawab dalam melakukan seleksi bahan pustaka yaitu pemimpin dari instansi itu sendiri dan yang bisa mengetahui dengan baik apa saja jenis kebutuhan informasi tersebut. Alat Bantu Pemilihan Pengadaan Bahan Pustaka Untuk memilih bahan pustaka, perlunya alat bantu agar dapat mempermudah pustakawan dalam melakukan pengadaan bahan pustaka. Jenis alat bantu pengadaan bahan pustaka itu beraneka ragam, dan jenis alat bantu seleksi yang berbagai macam jenis alat bantunya memiliki fungsi yaitu : 1. Alat Bantu Seleksi Yaitu alat bantu yang bisa membantu pustakawan dalam memilih apa saja bahan pustaka yang dipilih tersedia atau tidak, karena informsi yang disediakan tidak dibatasi untu data bibliografi, dan keterangan lain yang dibutuhkan untuk mengambil suatu keputusan. Informasi disediakan dalam bentuk anotasi singkat, tinjauan (riview) dengan panjang yang bervariasi. Contoh alat bantu seleksi adalah: a. Majalah tinjauan buku b. Resensi buku di surat kabar c. Katalog penerbit secara online pada web. 2. Alat Identifikasi dan Verifikasi Yaitu alat bantu seleksi yang hanya mencantumkan data bibliografi bahan pustaka. Alat seperti ini digunakan agar dapat mengetahui judul yang telah terbit atau yang akan diterbitkan dalam bidang subjek tertentu. Alat bantu tersebut digunakan agar dapat mengetahui verifikasi, judul, edisi, nama pengarang, harga dan yang lainnya. Tepat dengan yang telah diberikan informasi oleh pihak lainnya. Contoh alat identifikasi dan verifikasi adalah: a. Katalog Penerbit b. Katalog Induk c. Bibliografi d. Accession list,dan lain-lain. Sedangkan jenis alat bantu seleksi adalah sebagai berikut: 1. Katalog Penerbit dari berbagai Penerbit Isi dari katalog penerbit yaitu berupa informasi buku-buku terbaru dari penerbit baik dalam negeri maupun luar negeri. Informasi yang terkandung adalah berupa judul, pengarang, tahun terbit, jumlah halaman, harga buku dan sering menyertakan anotasi atau deskripsi cakupan dari isi buku. 2. Tinjauan Buku Tinjauan buku pada dasarnya dibuat untuk majalah ilmiah, surat kabar serta majalah ini adalah salah satu alat untuk mengevaluasi dan seleksi tulisan bagi tulisan orang-orang terkenal atau ternama. 3. Bibliografi Nasional Indonesia Berisi informasi mengenaidari terbitan seluruh Indonesia yang meliputi buku laporan penelitian, bacaan untuk anak-anak, terbitan pemerintahan, laporan konferensi dan peta. 4. Daftar Buku IKAPI Daftar ini adalalah katalog dari berbagai penerbit di Indonesia yang bergabung di dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Katalog ini diterbitkan IKAPI dan isi dari daftar ini yaitu pengarang, judul, ISBN, jumlah halaman, dan harga buku. Alat ini memberikan informasi berupa judul buku yang merupakan gabungan dari berbagai bidang pengetahuan. 5. Resensi Adalah suatu rangkaian penilaian dan pembicaraan terhadap sebuah karya yang berkaitan dari bentuk fisik dan isinya. Resensi bisa disampaikan melalui media tatap muka, media cetak seperti (buku, majalah, dan surat kabar), media dengar (radio), maupun media pandang dengar atau televise dan diskusi buku. Kendala Pengadaan Bahan Pustaka Terdapat beberapa kendala dalam pengadaan bahan pustaka koleksi antara lain: 1. Ketersediaan Dana Untuk perpustakaan swasta, sumber dana pada dasarnya berjalan dengan lancar 2. Administrasi Prosedur administrasi yang berbelitbelit terutama dalam melakukan pengadaan buku dari luar negeri harus diperiksa oleh pihak bea cukai dan instansi terkait lainnya. 3. Keterbatasan Tempat Tempat yang terbatas karena laju terbitan terutama terbitan berkala yang cepat dan terus menerus sehingga semakin banyak mengakibatkan terbatasnya ruang simpan koleksi terbitan berkala di perpustakaan. Terdapat beberapa kendala umumnya dalam pengembangan koleksi khususnya pengadaan bahan pustaka, diantaranya: 1. Ledakan Informasi Dunia penerbitan semakin lama semakin berkembang, banyaknya buku yang diterbitkan menyulitkan perpustakaan pada melakukan pemilihan buku yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perpustakaan 2. Kebijakan Pemerintah a. Perpustakaan pemerintah yang menerima anggaran sesuai dengan tahun anggaran banyak mengalami kesulitan dalam penentuan anggaran karena sering mengalamai keterlambatan dalam menerima anggaran b. Ketentuan pengiriman barang ke luar negeri, ada berbagai peraturan yang dibatasi pengiriman jumlah uang untuk membeli jenis koleksi sebanyak $200, untuk itu pengiriman uang harus dibagi menjadi 2 atau lebih c. Langganan berupa majalah yang haruskan membayar uang dimuka untuk langganan 3. Transportasi Buku Luar Negeri Koleksi buku yang di pesan di luar negeri memerlukan waktu selama 2 sampai 12 bulan, sehingga pengguna perpustakaan bisa memanfaatkan bahan pustaka setelah koleksi buku yang dipesan itu datang 4. Pengawasan Bibliografi Pustakawan mengalami kesulitan mengenai buku dalam negeri karena sedikitnya data yang ada, dan kurang tersedianya sarana bibliografis di Indonesia. Pihak Yang Bertanggung Jawab Dalam Melakukan Pengadaan Bahan Pustaka Dalam pengadaan bahan pustaka, ada pihak yang berwenang dalam mengatur dan mengontrol proses pengadaan bahan pustaka. Karena tidak semua pustakawan ikut dalam melakukan proses pengadaan bahan pustaka. Pihak yang berwenang tersebut sesuai dengan tugas dan wewenang pustakawan. Pihak yang bertanggung Jawab dalam melakukan pemilihan bahan pustaka perlu memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Dapat mengetahui apa saja jenis bahan pustaka yang akan di pesan 2. Dapat mengetahui apa tujuan dan fungsi perpustakaan tempat bekerja 3. Dapat mengetahui apa sajakebutuhan dari pemustaka 4. Dapat mengetahui apa saja prinsip-prinsip dalam melakukan seleksi bahan pustaka 5. Dapat mengetahui dan bisa menggunakan alat bantu seleksi bahan pustaka 6. Dapat mengetahui apa saja permasalahan yang ada. Dari penjelasan yang telah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa yang bertanggung jawab dalam melakukan pengadaan bahan pustaka adalah pihak yang mengetahui secara jelas mengenai pemilihan bahan pustaka. Metode Pengadaan Bahan Pustaka Tahapan dalam melakuka pengadaan bahan pustaka yaitu: Pembelian 1. Toko Buku Melakukan pembelian bahan pustaka secara langsung ke toko buku selalu dilakukan oleh perpustakaan yang memiliki dana terbatas, yang tidak mempunyai pengadaan khusus, misalnya melalui tender. Kelebihan dalam melakukan pembelian di toko buku adalah efisiensi atau penghematan dari segi biaya, waktu dan tenaga. Sedangkan kelemahan dari pembelian melalui toko buku buku adalah tidak semua subjek bahan pustaka yang dibutuhkan yang tersedia pada suatu toko buku sekaligus. 2. Penerbit Pembelian melalui penerbit bisa dilakukan di dalam negeri maupun luar negeri. Prosedur yang dilakukan dalam pembelian buku melalui penerbit dalam negeri dengan cara mengelompokkan daftar-daftar koleksi berdasarkan penerbitnya, mengirimkan daftar koleksi yang akan di beli kepada setiap penerbit untuk mengetahui ketersediaan dan berapa harga koleksi tersebut, setelah itu menerima konfirmasi dari penerbit terkait ketersediaan dan harga buku berupa performa invoice, melakukan pembayaran sesuai dengan intruksi yang diberikan penerbit, mengirimkan bukti pembayaran ke penerbit, membuat penanggung jawaban sesuai dengan peraturan yang berlaku, mengarsipkan fotocopy pembayaran. 3. Agen Buku pustakawan lebih senang berinterkasi dengan agen buku untuk melakukan pembelian bahan pustaka dengan alasan semua pesanan judul-judul buku bersal dari berbagai penerbit, agen buku tidak hanya melayani dari perpustakaan saja akan tetapi juga menindaklanjuti dengan memberikan masukan terhadap permasalahan yang timbul dari transaksi pemesanan bahan pustaka, untuk menemukan dan mencari agen buku tidak menemui kesulitan karena biasanya terdapat dalam sumber-sumber referensi standar. Hadiah atau Sumbangan Cara untuk untuk dapat menerima hadiah atau sumbangan atas permintaan terdiri dari mempersiapkan daftar donatur yang akan dimintai sumbangan, perpustakan menyiapkan data apa saja bahan pustaka yang dirasa penting untuk diajukan sesuai dengan kebutuhan pemustaka, dafar permohonan dikirim ke alamat yang dituju beserta surat pengantar, apabila pihak donatur telah mengirimkannya, pihak perpustakaan akan melihat kembali kiriman dan disesuaikan dengan surat pengantarnya. Cara mendapatkan hadiah tidak atas permintaan dapat dilakukan dengan cara bahan pustaka yang diterima disesuaikan dengan surat pengantar, perpustakaan menulis ucapan terimakasih, bahan pustaka yang telah diterima diseleksi terlebih dahulu, apabila bahan pustaka yang di terima tidak sesuai , maka bahan pustaka di pisahkan untuk dilakukan penukaran atau diberikan kepada perpustakaan lain. 2. Sistem Pengadaan Bahan Pustaka di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara (Stikessu) Medan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara (Stikessu) semula bernama AKPER TAKASIMA didirakan pada tahun 1996 oleh Drs. Asman Karo-Karo dan Dr. H. Paul Sirait, SKM, MM, M.Kes dan pada saat sekarang ini memiliki 4 Program Studi yaitu S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, D3 Kebidanan dan Profesi Ners. Stikessu beralamat di Jl. Jamin Ginting Kelurahan Lau Cih Kecamatan Medan Tuntungan. Stikessu memiliki perpustakaan yang cukup besar untuk membantu mahasiswa dalam memenuhi civitas akademik. Dengan jumlah mahasiswa yang banyak maka perpustakaan harus memiliki jumlah koleksi yang memadai untuk kebutuhan civitas akademik. Adapun pengadaan yang dilakukan di Perpustakaan Stikessu yaitu: Pengadaan Bahan Pustaka Melalui Pembelian Ada beberapa cara dalam proses pengadaan bahan pustaka, salah satunya yang paling sering dilakukan yaitu melalui pembelian. Pada perpustakaan perguruan tinggi, khususnya perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara (Stikessu) melakukaan pengadaan bahan pustaka melalui pembelian. Pembelian bahan pustaka melalui penerbit-penerbit telah bekerja sama dengan pihak perpustakaan Stikessu. Pada dasarnya, pembelian bahan pustaka lebih banyak mengacu kepada koleksi kesehatan, pengguna perpustakaan berlatar belakang pendidikan kesehatan seperti keperawatan, kebidanan, ilmu kesehatan masyarakat dan profesi ners. Sebelum dilakukan pembelian koleksi, terlebih dahulu pustakawan memberikan angket kepada mahasiswa, dosen, dan staf lainnya. Pemberian angket bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut koleksi-koleksi apa saja yang sangat dibutuhkan, agar tidak terjadi kesalahan pembelian koleksi yang dilakukan oleh pustakawan Stikessu. Pengadaan Bahan Pustaka Melalui Pemesanan Pengadaan bahan pustaka dengan cara pemesanan merupakan adalah suatu proses tahap pemesenan yang dilakukan kepada penjual koleksi bahan pustaka. Pengadaan bahan pustaka dengan cara pemesanan yang dilakukan oleh pustakawan di Stikessu yaitu dengan cara menghubungi penerbit terlebih dahulu. Setelah itu, meminta untuk penerbit datang ke perpustakaan, untuk mengantarkan katalok buku terbaru. Apabila penerbit tidak bisa datang ke perpustakaan, atau melakukan pemesanan di luar kota, maka penerbit mengirimkan melalui email kepada pustakawan stikessu mengenai apa saja koleksi terbaru penerbit tersebut. Setelah melakukan penyesuaian, maka pihak pustakawan dapat memesan apa saja jenis koleksi kepada penerbit. Pemesanan dan pembelian yang dilakukan oleh perpustakaan Stikessu tidak hanya berupa koleksi saja, akan tetapi pihak perpustakan juga melakukan pemesanan jurnal-jurnal yang sudah terakreditasi dari perguruan tinggi lainnya. Pemesanan jurnal dilakukan jauh-jauh hari, karena pada biasanya pemesanan jurnal lebih lama datang dari pada pemesanan koleksi. Pengadaan Bahan Pustaka Melalui hadiah Pengadan pustaka juga bisa di dapatkan melalui hadiah, maksudnya bahan koleksi perpustakaan tidak hanya di lakukan dengan cara pembelian dan pemesanan, akan tetapi bahan pustaka juga bisa bertambah karena adanya hadiah. Hadiah bisa di dapatkan melalui penerbit dan pengguna perpustakaan. Di Stikessu pengadaan bahan pustaka melalui hadiah diperoleh dari penerbit dan pengguna/mahasiswa stikessu. Karena setiap melakukan pembelian dan pemesanan bahan koleksi perpustakaan dalam jumlah banyak, penerbit selalu memberikan hadiah atau tambahan koleksi lain. Sumber hadiah atau sumbangan juga di dapat melalui para alumni mahasiswa Stikessu yang telah mau tamat, karena syarat untuk mengikuti wisuda harus memberikan sumbangan dana yang telah ditentukan oleh Ketua Stikessu, dana tersebut digunakan untuk kebutuhan atau kemajuan perpustakaan. Adapun diagram alir prosedur pengadaan bahan pustaka di Stikessu yaitu: Mulai Menyeleksi usulan koleksi dari civitas akademik Stikessu (mahasiswa, dosen, staf kepegawaiian. Membuat proposal pengajuan pengadaan buku kepala Stikessu Menunggu konfirmasi persetujuan dan memerikasa anggaran dana Membuat daftar pembelian dan pemesanan koleksi Menghubungi penerbit untuk datang secara langsung maupun tidak langsung Melakukan pembelian dan pemesanan koleksi Melakukan cek kesesuaian koleksi Mengkonfirmasi ke penerbit untuk pengembalian atau penukaran koleksi yang tidak sesuai pesanan atau rusak Selesai

Conclusion

Adapun proses pengembangan koleksi dalam bidang pengadaan bahan pustaka di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara (Stikessu) yaitu dengan cara melakukan pembelian secara langsung kepada penerbit, melakukan pemesanan kepada penerbit, dan melalui hadiah atau sumbangan yang diberikan pengguna/mahasiswa tingkat akhir yang mau tamat berupa dana yang tekah ditetapkan oleh Ketua Stikessu guna untuk kebutuhan perpustakaan atau kemajuan perpustakaan. Saran yang dapat penulis sampikan dalam pengadaan bahan pustaka di Stikessu yaitu sebaiknya dalam melakukan pengadaan tidak terlalu memprioritaskan koleksi kesehatan saja, akan tetapi koleksi koleksi umum juga di usulkan sehingga dapat menambah jumlah koleksi dan bisa dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan Stikessu.