ANALISIS USER INTERFACE DALAM APLIKASI MOBILE LIBRARY IPUSNAS
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan user interface pada aplikasi mobile library IPusnas. Analisis penerapan user interface pada aplikasi mobile library ini menggunakan 10 komponen yakni conectivity (konektivitas), simplicity (kesederhanaan), directional (terarah), informative (informatif), interactivity (interaktifitas), user friendliness (ramah pengguna), comprehensiveness (kelengkapan), continuity (berkelanjutan), personalization (personalisasi), dan internal (internal). Dalam artikel ini menggunakan metode penelitian pendekatan kaulitatif deskriptif. Dimana dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi IPusnas memberi kemudahan kepada para penggunanya untuk mencari dan membaca e-Book. Aplikasi ini fleksibel karena para pengguna dapat memanfaatkan aplikasi IPusnas ini dimana saja dan kapan saja sesuai keinginan mereka dan hal ini membuat aplikasi IPusnas menjadi mudah untuk digunakan. Namun perlu diadakan pengembangan aplikasi lagi untuk lebih mengoptimalkan tampilan aplikasi IPusnas. Selain itu pihak Perpustakaan Nasional (Perpusnas) perlu mempromosikan aplikasi mobile library Ipusnas yang sudah dibuat kepada masyarakat umum, agar aplikasi bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Abstract
This study to determine the application of the user interface in the IPusnas mobile library application. Analysis of the application of the user interface in this mobile library application uses 10 components, namely conectivity, directional, informative , interactivity, user friendliness, comprehensiveness, continuity, personalization, and internal (internal). In this article the research method uses a kaulitatif descriptive approach. Where from this study it can be concluded that the application of IPusnas makes it easy for users to search and read e-Book. This application is flexible because users can take advantage of this IPusnas application anywhere and anytime according to their wishes and this makes the IPusnas application easy to use. However, it is necessary to develop applications again to further optimize the appearance of the IPusnas application. In addition, the Perpustakaan Nasional (Perpusnas) needs to promote the Ipusnas mobile library application that has been made to the general public, so that applications can be fully utilized.
Keywords:
mobile library
· iPusnas
· user interface
Introduction
1. Latar Belakang Laporan yang dirilis oleh Kominfo pada tahun 2018 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 123 juta. Hal ini berkaitan dengan semakin meningkatnya penggunaan smarthphone dikalangan masyarakat umum. Di Indonesia pengguna smartphone mencapai 42%, yakni berda pada peringkat ke 24 dunia (Yudono, 2019). Peningkatan jumlah pengguna smartphone berimbas pada pengguna komputer desktop dan notebook yang menurun. Hal ini disebabkan karena peran dan fungsi kedua alat tersebut sudah diambil alih oleh smartphone. Smartphone populer di kalangan masyarakat karena kemudahan yang ditawarkan dalam mengakses segala hal dengan bermodalkan internet. Berkembangnya teknologi informasi ini bisa menjadi ancaman dan tantangan bagi perpustakaan dalam menyediakan layanan kepada pemustaka. Model layanan tradisional yang digunakan oleh perpustakaan sering kali tidak bisa memenuhi kebutuhan pemustaka akan informasi yang tersedia di perpustakaan. Adanya peralihan perilaku pemustaka dalam pencarian informasi menuntut perpustakaan berinovasi mengikuti perkembangan teknologi informasi yang ada di masyarakat. Saat ini banyak perpustakaan yang mengembangkan perpustakaan digital yang berbasis aplikasi mobile library. Pengembangan layanan perpustakaan berbasis aplikasi mobile library ini ditujukan agar layanan perpustakaan semakin dekat dan mudah dijangkau oleh pemustaka. Aplikasi berbasis aplikasi ini dicirikan dengan mobilitas dan aksesibilitas, dimana pengguna bisa mengaskes perpustakaan kapan saja dan dimana saja melalui penggunaan internet dan smartphone. Aplikasi mobile library dituntut tidak hanya menyediakan sumber informasi berupa ebook tetapi juga berbagai layanan pintar lainnya untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Saat ini Perpustakaan Nasional Indonesia (Perpusnas) sudah mengembangkan layanan mereka dalam bentuk aplikasi mobile yang diberi nama IPusnas. Aplikasi IPusnas ini sudah diluncurkan sejak 16 Agustus 2016 yang lalu. IPusnas merupakan salah satu inovasi dari Perpustakaan Nasional untuk memudahkan pengguna mengakses bahan pustaka di perpustakaan. Hanya bermodalkan handphone berbasis android atau ios dan jaringan internet, pemustaka sudah bisa mengakses bahan pustaka tanpa terbatas ruang dan waktu. Pengguna aplikasi IPusnas saat ini mencapai sekitar 100.000 lebih. Jika dilihat dari jangkauan aplikasi yang dibuat oleh perpustakaan yang menjangkau secara nasional dengan jumlah pengguna sekitar 100.000 orang maka masih bisa dikatakan sedikit. Melihat latar belakang permasalahan yang ada, maka penulis akan mencoba melihat penerapan user interface dalam aplikasi IPusnas. User Interface sangat mempengaruhi pengguna dalam menentukan pemakaian sebuah aplikasi. 2. Tujuan dan Manfaat Penulisan Menilik dari latar belakang dan fenomena yang terjadi, maka tujuan dari penulis sebagai berikut: a. Penerepan user interface dalam aplikasi mobile library IPusnas Diharapkan dari penulisan artikel ini dapat diperoleh manfaat secara praktis dan teoritis. b. Maanfaat Praktis 1) Bagi kalangan akademisi, penulis mampu mengevaluasi penerapan user interface dalam aplikasi mobile library IPusnas 2) Bagi perpustakaan bisa menjadi bahan evaluasi dalam pembuatan aplikasi perpustakaan 3) Bagi penulis, penulisan ini menjadi sarana pengembangan penerapan keilmuan pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi c. Manfaat Teoritis Penulisan ini memberi masukan dan dasar kajian bagi penulisan selanjutnya terkait penerapan user interface dalam aplikasi mobile library 3. Kajian Literatur a. Aplikasi Mobile Menurut Roger dan Bruce (2015) aplikasi mobile merupakan aplikasi yang sudah dibuat khusus untuk platform mobile seperti iOS, android, dan windows mobile. Aplikasi mobile memiliki user interface dengan cara interaksi unik yang disediakan oleh platform mobile. Mobile libraries atau m-librarie merujuk pada penggunaan dan pemanfaatan teknologi atau perangkat telekomunikasi berbasis mobile. Mobile berarti sebuah benda berteknologi tinggi yang dapat bergerak atau dapat digerakkan dengan bebas dan mudah tanpa menggunakan kabel (Fatmawati, 2012:37). Menurut Fatmawati (2012:2) mobile library berasal dari kata mobile devices disingkat M yang artinya ponsel dan Libraray/Librarie yang artinya perpustakaan. Mobile library adalah integrasi antara perangkat mobile dengan perpustakaan. Perangkat mobile berperan sebagai alat yang membantu perpustakaan dalam penyampaian informasi dari perpustakaan kepada pengguna. Alat yang dimaksud bias berupa smartphone atau sejenisnya. Dan perangkat tersebut harus mempunyai koneksi pada jaringan telekomunikasi untuk melancarkan transfer informasi dari perpustakaan kepada pengguna aplikasi mobile library. b. User interface Pengertian dari user interface adalah interaksi diantara dua sistem. Dalam sebuah pembuatan sistem user interface sangat dibutuhkan. Adanya user interface pengguna akan mudah menggunakan atau mengoperasikan sebuah sistem. Menurut Roger & Bruce (2015) user interface akan menciptakan sebuah media komunikasi yang efektif antara manusia dengan komputer. User interface (UI) adalah segala sesuatu yang dirancang menjadi sebuah perangkat informasi dimana diperangkat tersebut seseorang dapat berinteraksi. Dimana termasuk didalam perangkat tersebut tampilan layar, keyboard, mouse, dan tampilan pada desktop. User Interface merupakan kumpulan alat yang dengannya pengguna berinteraksi dengan sebuah mesin, perangkat, program komputer atau paralatan khusus lainnya. Antarmuka pengguna menyediakan (sarana) dari: Input, yang memungkinkan pengguna mengendalikan sistem; dan Output, yang memungkinkan sistem menginformasikan pengguna (umpan balik) (Rouse, 2015). Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa user interface (UI) adalah desain tampilan yang tampak pada layar perangkat mobile seperti tablet, smartphone, komputer, dsb. Dalam user interface fokus perhatian cenderung pada tampilan aplikasi atau perangkat dilihat dan ditata antarmuka pengguna agar memudahkan pengguna dalam menggunakan atau mengoperasikan aplikasi atau perangkat tersebut. Dan dalam perangkat tersebut memungkinkan terjadi interaksi antara pengguna dan aplikasi. c. Elemen user interface aplikasi mobile User interface addalah bagian yang penting dalam sebuah aplikasi. User interface menjadi penghubung interaksi antara pengguna dan aplikasi. Melalui user interface sebuah aplikasi dapat dapat dilihat kemampuannya, penerimaan pengguna akan aplikasi tersebut, serta kegunaan aplikasi tersebut. Menurut Zamri (2015) ada 10 elemen penting dalam membuat user interface pada aplikasi mobile, yakni: 1) Conectivity (konektivitas) 2) Simplicity (Kesederhanaan) 3) Directional (Terarah) 4) Informative (Informatif) 5) Interactivity (Interaktifitas) 6) User Friendliness (Ramah Pengguna) 7) C o m p r e h e n s i v e n e s s (Kelengkapan) 8) Continuity (Berkelanjutan) 9) Personalization (Personalisasi) 10) Internal (Internal)
Method
Metodelogi yang digunakan dalam tulisan ini adalah dengan pendekatan kaulitatif deskriptif. Peneltiian deskriptif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang dimana dalam penelitian ini tidak menggunakan prosedur analisis statistik serta memandang suatu upaya membangun pandangan subjek penelitian yang rinci, dengan dibentuk dengan kata-kata dan gambaran holistik. Metode pengumpulan data menggunakan observasi yaitu melalui aplikasi IPusnas berbasis sistem operasi smartphone. Metode kualitatif deskriptif ini menjabarkan analisis implemantasi user interface pada aplikasi IPusnas yaitu dengan menjabarkan fitur yang ada pada aplikasi Ipusnas. Dari cara tersebut juga dapat diambil pendeskripsian kelebihan dan kekurangan yang ada pada layanan di aplikasi Ipusnas.
Discussion
1. Implementasi user interface (UI) pada aplikasi mobile library IPusnas Dalam menganalisis pengimplementasian user interface dalam aplikasi mobile library IPusnas penulis menggunakan 10 elemen user interface pada aplikasi mobile, yakni: 2. Conectivity (konektivitas) Aplikasi harus bisa menemukan informasi yang dibutuhkan pengguna dalam waktu singkat. Aplikasi IPusnas memiliki kecepatan yang lumayan bagus, tergantung pada kestabilan jaringan internet yang sedang digunakan. Kecepatan aplikasi dalam menemukan koleksi dalam waktu singkat selain dipengaruhi oleh jaringan internet yang stabil, juga dipengaruhi kemampuan sistem aplikasi dalam temu kembali dan memfilter koleksi yang dibutuhkan pemustaka. Selain itu, kejelasan kata kunci pencarian yang dimasukkan pengguna juga mempengaruhi kecepatan sistem dalam melakukan temu kembali, sehingga pengguna tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama dalam menemukan koleksi yang diinginkan. Gambar. 1. Hasil pencarian pada aplikasi IPusnas Analisis kedua mengenai konektivitas yakni aplikasi dapat dihentikan, dimulai, dan dilanjutkan tanpa adanya kendala (error/ hang). Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, proses loading aplikasi IPusnas tanpa adanya hambatan seperti error/hang. Jika aplikasi IPusnas mengalami error ketika digunakan, menutup sendiri (force stop) dan sering logout sendiri biasanya dikarenakan jaringan internet atau memori smartphone yang digunakan dalam kondisi penuh. Analisis ketiga adalah mengenai tiga pada indikator Konektifitas yakni pengguna Ipusnas dapat saling terhubung dan dapat melakukan komunikasi dengan pengguna lainnya. Pada aplikasi IPusnas terdapat fitur chatting yang memungkinkan pemustaka dapat saling berkomunikasi via pesan text kepada sesama pemustaka IPusnas yang lainnya. Selain itu pemustaka juga dapat saling berkomentar pada setiap aktifitas yang dilakukan oleh pemustaka lainnya, pada halaman Feeds aplikasi IPusnas. Hal ini berarti aplikasi sudah mampu membuat para pengguna aplikasi dapat saling terhubung satu sama lain dan dapat saling berkomunikasi. Gambar.2. fitur komentar dan chat Indikator konektifitas yang keempat adalah adanya notifikasi dari sistem apabila ada informasi yang penting. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, aplikasi sudah dapat menampilkan pemberitahuan penting kepada pengguna, saat aplikasi sedang dalam keadaan tidak digunakan. Meskipun kadang juga tidak muncul pemberitahuan dari sistem aplikasi. Hal ini bisa dikarenakan koneksi yang tidak stabil ataupun dari kesalahan sistem aplikasi. 3. Simplicity (Kesederhanaan) Pada bagian ini akan dianalisis mengenai elemen-elemen yang berhubungan dengan indikator simplicity (kesederhanaan) dalam user interface penguna aplikasi mobile IPusnas. Analisis pertama yang berkaitan dengan kesederhanaan adalah konten informasi yang ditampilkan singkat, padat (compact) dan mudah dimengerti. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, aplikasi telah menampilkan informasi detail koleksi dalam bentuk yang lebih singkat, padat dan dapat dimengerti oleh pengguna. Informasi yang ditampilkan berupa jumlah halaman depan (cover) buku, ukuran besaran file, sinopsis, serta identitas buku. Tetapi tidak semua koleksi pada aplikasi IPusnas memiliki sinopsis tersebut. Padahal sinopsis koleksi itu dibutuhkan agar pemustaka dapat mengetahui gambaran mengenai isi koleksi buku tersebut. Gambar 3. Tampilan informasi detail buku Analisis kedua yang berkaitan dengan kesederhanaan adalah aplikasi memiliki tampilan yang menarik dan sederhana. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, tampilan visual aplikasi IPusnas memiliki kesan yang menarik dan sederhana. Tampilan aplikasi IPusnas identik dengan warna biru tua yang identik dengan simbol Perpustakaan Nasional. Pada halaman utamanya didominasi oleh warna putih, dengan header berwarna biru tua, dan deretan icon menu serta fitur search. Gambar. 3. Tampilan visual aplikasi IPusnas 4. Directional (Terarah) Pada bagian ini akan dipaparkan data mengenai elemen-elemen yang berhubungan dengan indikator directional (terarah) dalam user interface pengguna aplikasi mobile IPusnas. Analisis pertama berkaitan dengan aplikasi bisa mengarahkan pengguna dalam melewati langkah-langkah atau prosedur yang dibutuhkan dalam mencari informasi. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, sistem aplikasi sudah mampu memandu pengguna dalam melakukan prosedur yang dibutuhkan dalam melakukan temu kembali informasi koleksi yang dibutuhkan oleh pengguna. Selain itu juga terdapat cara penggunaan aplikasi yang dapat dipelajari oleh pengguna baru yang ingin menggunakan aplikasi IPusnas. Gambar. 4 Tampilan panduan yang langsung terhubung website IPusnas Analisis yang kedua yakni mengenai munculnya pemberitahuan dari aplikasi apabila telah selesai melakukan tahapan suatu prosedur di aplikasi. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, sistem aplikasi sudah menampilkan kotak dialog yang berisi pesan bahwa proses pengunduhan koleksi telah selesai dilakukan, ketika pengguna telah melakukan kegiatan prosedur peminjaman pada aplikasi IPusnas. Gambar. 5 Konfirmasi telah melakukan prosedur 5. Informative (Informatif) Aplikasi memberikan dan menawarkan umpan balik (feedback) yang informatif kepada pengguna. Analisis pertama mengenai indikator informatif yakni aplikasi selalu memberikan respon ketika pengguna melakukan suatu aksi. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, aplikasi sudah memberikan respon apabila pengguna sudah melakukan suatu aksi. Aksi tersebut dapat berupa menampilkan hasil pencarian, dan kotak dialog konfirmasi. Gambar. 6. Tampilan kotak dialog respon aplikasi 6. Interactivity (Interaktifitas) Analisis pertama yang berkaitan dengan interaktifitas adalah aplikasi memiliki arah navigasi yang jelas dan tidak membingungkan pengguna. Berdasarkan pengamatan peneliti aplikasi IPusnas memiliki arah navigasi yang jelas dan tidak berulang-ulang sehingga membuat pengguna kebingungan dalam mengakses aplikasi. Analisis yang kedua berkaitan dengan adanya tombol kontrol navigasi (back,home, next) pada setiap halaman untuk mempermudah akses aplikasi. Berdasarkan yang ada pada aplikasi IPusnas tombol kontrol navigasi yang tersedia back dan next, tidak ada pintasan ke home atau halaman depan aplikasi. Gambar. 7. Pengatur navigasi 7. User Friendliness (Ramah Pengguna) Pada bagian ini mengenai kstegori aplikasi user friendliness (ramah pengguna) dalam desain user interface aplikasi IPusnas. Analisis yang pertama berkaitan dengan bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh pengguna. Berdasarkan analisis pada aplikasi IPusnas bahwa bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh pengguna. Artinya bahasa yang digunakan pada aplikasi tersebut bahasa yang sudah umum dan dapat dipahami dengan mudah oleh pengguna dalam menggunakan aplikasi. Terutama pengguna yang berbahas Indonesia, karena tidak ada pilihan menu untuk mengubah bahasa. Analisis yang kedua yaitu mengenai penempatan layout struktur menu, icon dan konten informasi sesuai pada tempatnya (tidak berubah setiap halaman baru). Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, penempatan layout struktur menu, ikon dan konten informasi pada aplikasi IPusnas sesuai pada tempatnya serta tidak berubah posisi pada setiap halaman sehingga tampilan aplikasi tampak rapi dan pengguna tidak bingung dalam melakukan interaksi dengan aplikasi. Analisis ketiga adalah mengenai jenis dan ukuran font yang digunakan jelas dan nyaman untuk dibaca oleh pengguna. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, dalam aplikasi IPusnas tidak ada menu untuk merubah ukuran atau jenis font. Tampilan buku sesuai dengan aslinya, karena formatnya dalam bentuk pdf. Sehingga pengguna tidak dapat mengatur tampilan bacaan sesuai dengan kenyamanannya. Analisis keempat mengenai pengguna aplikasi dapat memahami fungsi setiap icon dan gambar yang terdapat pada aplikasi. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, penggunaan desain icon pada aplikasi IPusnas sudah sesuai dengan fungsinya. Seperti penggunaan icon bergambar lonceng yang menandakan menu pemberitahuan dari aplikasi. Gambar. 8. Icon dan gambar pada aplikasi IPusnas 8. Comprehensiveness (Kelengkapan) Pada bab ini analisis yang berkaitan dengan kelengkapan adalah Aplikasi dapat digunakan oleh semua kalangan pengguna. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, tampilan aplikasi ini sederhana, didesain sangat mudah digunakan, dan cepat dipelajari oleh semua kalangan. Aplikasi IPusnas juga menyediakan bantuan fitur cara penggunaan bagi pengguna yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai aplikasi perpustakaan digital IPusnas. Analisis kedua berkaitan dengan pengguna aplikasi dapat membagikan serta merekomendasikan koleksi buku kepada aplikasi pihak ketiga (media sosial) dan juga sesama pengguna aplikasi (share). Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, aplikasi sudah terintegrasi dengan aplikasi pihak ketiga seperti media sosial. Pemustaka dapat membagikan dan merekomendasikan koleksi pilihannya kepada teman-teman melalui media sosial yang dimilikinya. Gambar. 9 Fitur share dan rekomendasi 9. Continuity (Berkelanjutan) Analisis yang berkaitan dengan continuity adalah penggunaan warna, jenis font dan format desain ikon tetap sama (konsisten) pada setiap halaman aplikasi. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti pada aplikasi IPusnas, penggunaan warna, jenis font dan format desain ikon aplikasi sudah konsisten dan tidak berubah-ubah posisinya pada tiap halaman aplikasi IPusnas. Penggunaan desain yang konsisten akan memudahkan pengguna dalam memahami fungsi aplikasi. 10. Personalization (Personalisasi) Analisis pada bagian personalisasi ini adalah pengguna dapat berinteraksi dengan aplikasi tanpa merasa dikontrol oleh sistem aplikasi (pengguna yang memegang kontrol aplikasi). Berdasarkan pengamatan pada aplikasi IPusnas pengguna belum sepenuhnya dapat mengontrol aplikasi sesuai dengan kenyamanan pengguna. Terutama untuk ukuran font, pengguna hanya bisa merubah tampilan transisi dan latar dari e-Book. 11. Internal (Internal) Analisis pada bagian internal ini adalah aplikasi dapat diakses dengan nyaman menggunakan smartphone dengan ukuran yang berbeda/lebih kecil. Berdasarkan pengamatan bahwa aplikasi dapat diakses dengan nyaman menggunakan smartphone dengan ukuran yang berbeda/lebih kecil. Sistem operasi Android memiliki beragam jenis perangkat yang memiliki ukuran layar yang berbeda. Mulai dari smartphone yang memiliki ukuran layar 4.0 inci, Tablet ukuran 10 inci, hingga Laptop yang memiliki ukuran layar 15 inci. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, pengguna aplikasi IPusnas tidak hanya ada yang mengakses dari perangkat smartphone yang memiliki layar kecil, tetapi juga ada yang mengaksesnya melalui perangkat laptop yang memiliki ukuran layar lebih besar. Hal ini berarti aplikasi IPusnas dapat diakses dengan nyaman dengan perangkat android yang melalui layar yang berbeda-beda.
Conclusion
Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian yang telah diuraikan oleh penulis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Pemanfaatan aplikasi IPusnas memberi kemudahan kepada para penggunanya untuk mencari dan membaca e-Book. Selain mudah untuk dipelajari, aplikasi ini dinilai mampu dikendalikan dengan mudah sesuai kebutuhan penggunanya. Konten dan menu-menu di aplikasi IPusnas yang jelas dan dapat secara mudah dipahami membuat para penggunanya tidak membutuhkan waktu lama untuk mahir dalam menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi ini fleksibel karena para pengguna dapat memanfaatkan aplikasi IPusnas ini dimana saja dan kapan saja sesuai keinginan mereka dan hal ini membuat aplikasi IPusnas menjadi mudah untuk digunakan. 2. Penerapan user interface sudah baik namun perlu diadakan pengembanganpengembangan aplikasi lagi. Pengembang perlu melakukan update (pembaharuan) berkala lebih rutin dan memperbaiki berbagai bugs (kesalahan) seperti error pada fitur search dan force stop (aplikasi sering berhenti sendiri) yang sering terjadi. 3. Sebuah sistem informasi yang berupa aplikasi mobile library ini akan lebih bermanfaat bisa jika digunakan oleh masyarakat. Maka pihak Perpustakaan Nasional (Perpusnas) perlu mempromosikan aplikasi mobile library Ipusnas yang sudah dibuat kepada masyarakat umum, agar aplikasi bisa dimanfaatkan secara maksimal.