ANALISIS BIBLIOMETRIK KOLABORASI DAN DISTRIBUSI PENULIS PADA JURNAL BACA 2009-2019
Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional
Abstrak
Jurnal BACA merupakan jurnal ilmiah bidang dokumentasi, informasi, dan pustaka yang diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI). Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik dengan menggunakan Ms Excel, VOSviewer dan Tableau. Tujuannnya untuk mengetahui kolaborasi dan distribusi penulis pada Jurnal BACA dalam kurun waktu 2009-2019. Perkembangan jumlah artikel Jurnal BACA dalam kurun waktu 2009-2019 yang seluruhnya berjumlah 114 artikel. Kolaborasi penulis Jurnal BACA bervariasi, dan bisa terlihat bahwa dari waktu ke waktu penulis perorangan atau tunggal mengalami penurunan. Jumlah referensi Jurnal BACA adalah 1937 item dengan jumlah tertinggi yaitu pada tahun 2019 sebanyak 448 referensi sedangkan terendah yaitu pada tahun 2010 sebanyak 73 referensi. Keterbaruan referensi Jurnal BACA sangat tinggi yaitu 896 item
Abstract
The BACA journal is a scientific journal in the field of documentation, information, and literature published by the Indonesian Scientific Documentation Center - Indonesian Institute of Sciences (PDII LIPI). The method used is bibliometric analysis using Ms Excel, VOSviewer and Tableau. The aim is to find out the collaboration and distribution of authors in the BACA Journal in the 2009-2019 period. The development of the number of BACA Journal articles in the 2009-2019 period, which totaled 114 articles. The collaboration of BACA Journal authors varies, and it can be seen that over time individual or single authors have decreased. The number of references to the BACA Journal is 1937 items with the highest number in 2019 as many as 448 references while the lowest in 2010 with 73 references. The up-to-date reference of the BACA Journal is very high, namely 896 items.
Keywords:
BACA
· Bibliometrik
· Kolaborasi
· Referensi
Introduction
Jurnal Dokumentasi dan Informasi BACA atau Jurnal BACA terbit pertama kali pada tahun 1974 merupakan jurnal ilmiah bidang dokumentasi, informasi, dan pustaka yang diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) yang sejak awal tahun 2019 berubah menjadi Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDDI LIPI) (BACA : Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 2021). Bila dilihat dari pertama kali terbit, jurnal BACA adalah jurnal awal bidang perpustakaan dan informasi yang ada di Indonesia dan mendapatkan pengakuan pada tahun 2018 sebagai jurnal ilmiah terakreditasi nasional (SINTA 2). Tujuan penerbitan jurnal ini adalah memberikan informasi yang mutakhir dan berkualitas kepada pembaca yang memiliki minat dalam perkembangan iptek di bidang kajian jurnal BACA. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa diketahui secara cepat melalui majalah ilmiah atau jurnal. Keberkalaan dalam jurnal menjadikan media ini menjadi sarana mutakhir dalam menginformasikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini juga memuat sumber informasi primer dan sarana komunikasi ilmiah berdasarkan kajian ataupun penelitian yang dilakukan oleh berbagai kalangan (LIPI, 2012). Berdasarkan Perka LIPI Nomor 04/E/2012 tentang pedoman karya tulis ilmiah, bahwa majalah ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI yang secara nyata mengandung data dan informasi yang memajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala LIPI. Dari Jurnal BACA bisa mengetahui perkembangan ilmu perpustakaan dan informasi, baik yang ditulis oleh pustakawan, akademisi ataupun fungsional lainnya, seperti pranata komputer, humas, peneliti terkait dengan ilmu informasi. Pola kolaborasi kepengarangan dari berbagai instansi serta tren dunia perpustakaan dan informasi berdasarkan waktunya. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dunia perpustakaan dan informasi, maka penulis menjadikan Jurnal BACA ini sebagai media untuk menilai sejauh mana perkembangan jumlah artikel, kolaborasi penulis dan distribusi penulis dalam kurun waktu 2009-2019. B. KAJIAN TERDAHULU (PREVIEUS FINDINGS) 1. Jurnal Ilmiah Jurnal ilmiah merupakan salah satu wadah untuk mempublikasikan hasil penelitian atau buah pikir seseorang kepada publik. Melalui jurnal, seorang peneliti dan penulis dapat menginformasikan berbagai penemuan atau ide baru tentang suatu hal kepada khalayak setelah melalui proses seleksi dan revisi dari para editor dan mitra bestari jurnal (Dewi, 2012). Selain itu, menurut Suryoputro, et al. (2012), jurnal ilmiah adalah publikasi yang diterbitkan secara berkala oleh suatu organisasi profesi atau institusi akademik yang memuat artikel-artikel produk pemikiran ilmiah secara empiris (artikel hasil penelitian) maupun secara logis (artikel hasil pemikiran) dalam bidang ilmu tertentu. Jurnal ilmiah berisi artikel ilmiah, yaitu laporan yang disusun secara sistematis mengenai hasil kajian atau hasil penelitian yang diperuntukkan bagi masyarakat ilmiah merupakan peserta khusus dengan tujuan menyampaikan hasil kajian dan kontribusi penulis artikel kepada mereka untuk dipikirkan, dikaji kembali, dan diperdebatkan, baik secara lisan maupun secara tertulis. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa jurnal ilmiah: (1) terbitan berkala suatu institusi yang diterbitkan sudah melalui proses review dari ahlinya (2) sarana mendiseminasikan hasil pemikiran ilmiah atau penelitian kepada masyarakat ilmiah (3) mengembangkan sumber pengetahuan baru (4) meningkatkan reputasi peneliti/penulis dan institusi yang bersangkutan (5) Indikator produktivitas professional bisa diketahui dari berapa banyak dia menulis dalam sebuah jurnal ilmiah. 2. Analisis Bibliometrik dan Kolaborasi Penelitian/Kajian Dalam era big data, karya tulis ilmiah yang ditulis dalam bentuk jurnal artikel berbasis online atau disebut Open Journal System (OJS) sudah menjadi bagian dari sistem penerbitan jurnal yang mengglobal. Sangat memungkinkan dengan cepat dan tepat untuk diketahui artikel tertentu dengan penulis atau subyek tertentu diterbitkan di jurnal mana saja. Pengukuran produktivitas peneliti atau professional tertentu dapat dengan mudah diketahui dan divisualisasikan. Bahkan untuk mengetahui trend atau kecenderungan topik penelitian atau kajian dalam kurun waktu atau periode tertentu pun dapat dengan mudah dilakukan. Analisis atau pengukuran terkait literatur atau karya tulis ilmiah ini yang biasa kita sebut dengan analisis bibliometrik. Analisis bibliometrik ini bisa disebut juga dengan istilah scientometrics merupakan bagian dari metodologi evaluasi penelitian, dan dari berbagai literatur yang telah banyak dihasilkan, memungkinkan dilaksanakan analisis bibliometrik dengan menggunakan metode tersendiri (Ellegaard & Wallin, 2015). Bibliometrik berasal dari kata biblio atau bibliography yang berarti buku atau bibliografi, kemudian kata metrics yang memiliki kaitan dengan mengukur. Istilah bibliometrik (bibliometrics) dapat diartikan menjadi mengukur atau menganalis buku atau literatur dengan pendekatan matematika dan statistika. Kajian deskriptif biasanya menggambarkan ciri muatan sebuah jurnal, seperti jumlah halaman, frekuensi terbitan, dan jenis bahasa dengan tujuan karakteristiknya dapat dimengerti (Pattah, 2013). Dengan demikian, manfaat bibliometrik dapat menjelaskan proses komunikasi tertulis dan sifat serta arah pengembangan sarana deskriptif, penghitungan, dan analisis berbagai faset komunikasi (Sulistyo-Basuki, 2002). Analisis bibliometrik didefinisikan sebagai sebuah evaluasi statistik dari artikel ilmiah, buku, atau bab dari sebuah buku, dan merupakan cara yang efektif untuk mengukur pengaruh publikasi dalam komunitas ilmiah (Iftikhar & Pulwasha, 2019). Peta berdasarkan analisis co-word dari kata kunci adalah peta yang didasarkan atas Co- Occurrence istilah-istilah penting atau unik yang terdapat dalam artikel dan bisa dilihat dengan melihat judul atau abstraknya saja. Analisis Co-Occurrence mengungkap topik penelitian secara statistik, dengan ketentuan semakin sering terjadi pasangan antar dua kata kunci, maka semakin dekat hubungan antar kata kunci tersebut (Sidiq, 2019). Pemetaan bibliometrik akan menguntungkan baik bagi komunitas ilmiah maupun publik secara umum karena dapat membantu mengubah metadata publikasi menjadi peta atau visualisasi, yang lebih mudah dikelola untuk diproses agar mendapatkan wawasan yang bermanfaat. Misalnya memvisualisasikan kata kunci untuk mengidentifikasi tema penelitian atau cluster pada disiplin ilmu tertentu, memetakan afiliasi penulis dari jurnal tertentu untuk mengidentifikasi cakupan geografis jurnal, dan memetakan kolaborasi institusional dan kolaborasi internasional sebagai bagian dari kerangka kerja untuk mengidentifikasi teknologi yang muncul (Tanudjaja, 2018). Dapat disimpulkan bahwa kajian bibliometrik ini merupakan kajian berdasarkan artikel ilmiah pada Jurnal BACA guna menilai produktivitas penulis dan kolaborasi yang terjalin antar penulis berdasarkan instansi, referensi berdasarkan tahun yang ada dalam literatur, kekonsistensiannya jumlah artikel yang dihasilkan berdasarkan tahun, serta tren perkembangan suatu subyek atau topik tertentu pada rentang waktu tertentu. Terkait dengan produktivitas penulis atau pengarang, Produktivitas pengarang adalah banyaknya karya tulis yang dihasilkan oleh seseorang secara individual dalam subjek tertentu dan dalam subjek yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu. Produktivitas pengarang ini disebut juga sebagai produktivitas ilmiah. Produktivitas ilmiah merupakan jumlah penelitian yang dihasilkan oleh para ilmuwan. Produktivitas pengarang ditentukan berdasarkan jumlah kontribusi karya ilmiah oleh ilmuwan dalam bidang tertentu (Natakusumah, 2014). Setiap pengarang atau penulis adalah berasal dari instansi tertentu. Analis bibliometrik ini bisa diketahui produktivitas penulis berdasarkan instansinya. Distribusi penulis berdasarkan instansinya, memungkinkan bisa diketahui produktivitas instansi menghasilkan karya tulis ilmiah. Hal ini berdampak pada produktivitas ilmiah yang dihasilkan oleh suatu instansi dan kolaborasi antar instansi. Dalam tulisan ini dibahas juga tren subyek atau topik penelitian dalam dunia perpustakaan dan informasi. Tren dapat digunakan untuk melihat topik terkini. Ada beberapa teori yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan disiplin ilmu perpustakaan dan informasi, diantaranya adalah co-word. Menurut (Chen et al., 2016) mengatakan co-word digunakan untuk menganalisis struktur dan pengembangan literatur ilmiah. Co-word merupakan metode kuantitatif yang digunakan untuk menemukan struktur ilmu pengetahuan dengan mengelompokkan kata-kata kunci dari literatur ilmiah (Kharis & Kurniawan, 2016). Berdasarkan analisis frekuensi kata, metode analisis co-word harus memiliki dua langkah: pertama, kita perlu mengambil kata kunci atau kata-kata tema dari literatur yang terkait dengan basis data khusus, dan kedua, memilih kata-kata dengan frekuensi tinggi sesuai dengan ambang batas (Dwiyantoro & Sri, 2019).
Method
Data kajian ini berasal dari artikel jurnal yang dipublikasikan dalam Jurnal tahun 2009-2019. Jurnal BACA merupakan terbitan berkala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang diterbitkan setahun dua kali, menyajikan informasi baik hasil kegiatan penelitian, literature review, best practice, dan komunikasi singkat bidang dokumentasi, informasi, dan Pustaka. Data yang dianalisis sejumlah 19 nomor jurnal dengan data sebanyak 114 artikel. Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik dengan menggunakan Ms Excel, VOSviewer dan Tableau. Tahapannya mengumpulkan file pdf ke dalam Zotero selanjutnya data di ekspor ke RIS lalu dianalisis di VosViewer.
Result & Discussion
1. Perkembangan Jumlah Artikel Jurnal BACA Pada Gambar 1 terlihat perkembangan jumlah artikel Jurnal BACA dalam kurun waktu 2009-2019 yang seluruhnya berjumlah 114 artikel. Dari data ini kita dapat melihat bahwa ada dalam satu tahun jurnal BACA tidak terbit. Dari konsistensi jumlah artikel setiap tahunnya pun tidak sama. Dari artikel yang diterbitkan di Jurnal BACA dapat dilihat tahun 2019 yang paling banyak artikel yang diterbitkan sebanyak 20 artikel, sedangkan yang paling sedikit yaitu pada tahun 2010 sebanyak 5 artikel dikarenakan pada tahun tersebut yang terbit hanya satu nomor. Gambar 1. Perkembangan Jumlah Artikel Jurnal BACA (Sumber : Data primer yang diolah Tahun 2009-2019) 2. Kolaborasi Penulis Jurnal BACA Tingkat kolaborasi penulis Jurnal BACA dapat di lihat pada Gambar 2 yang dikategorikan berdasarkan jumlah penulis perorangan dan gabungan. Kolaborasi penulis Jurnal BACA bervariasi, dan bisa terlihat bahwa penulis perorangan atau tunggal sudah mulai berkurang, sudah beralih dalam bentuk gabungan atau kolaborasi. Pada tahun 2009 sampai dengan 2015 dominasi artikel ditulis secara perorangan, tetapi mulai tahun 20162019 artikel sudah banyak ditulis secara gabungan. Hal ini menunjukkan bahwa suatu tulisan atau kajian bisa memiliki banyak sudut pandang dari segi ilmu dan hubungan sosial yang sudah lebih dinamis. Gambar 2. Kolaborasi penulis Jurnal BACA 2009-2019 (Sumber : Data primer yang diolah Tahun 2009-2019) 3. Jumlah Referensi Jurnal BACA 2009-2019 Berdasarkan Tabel 1 jumlah referensi Jurnal BACA adalah 1937 referensi dengan jumlah tertinggi yaitu pada tahun 2019 sebanyak 448 referensi lalu yang kedua tahun 2018 sebanyak 334 referensi, sedangkan yang terendah yaitu pada tahun 2010 sebanyak 73 referensi dikarenakan pada tahun tersebut hanya satu nomor yang terbit (Gambar 3). Dari rata-rata referensi dapat dilihat tahun 2016 dan 2019 dengan jumlah rata-rata 22.4 referensi/artikel, sedangkan yang terendah ada pada tahun 2012 dengan jumlah 7.5 referensi/artikel. Gambar 3. Jumlah referensi Jurnal BACA yang digunakan (Sumber : Data primer yang diolah Tahun 2009-2019) Keterbaruan referensi Jurnal BACA dapat dilihat pada Tabel 1 yaitu dengan masa 0-5 tahun berjumlah 896 referensi, lalu dengan masa 6-10 tahun berjumlah 448 referensi dan masa 10 tahun ke atas berjumlah 593 referensi. Berdasarkan Tabel 1 keterbaruan referensi penulis Jurnal BACA sangat tinggi yaitu 896 referensi. Tabel 1 Keterbaruan Referensi Jurnal BACA Tahun Keterbaruan Referensi 0-5 tahun 6-10 tahun 10 tahun ke atas Jumlah 2009 57 25 42 124 2010 62 11 0 73 2011 0 0 0 0 2012 16 18 26 60 2013 43 25 35 103 2014 58 39 41 138 2015 125 66 63 254 2016 122 47 55 224 2017 76 36 67 179 2018 137 71 126 334 2019 200 110 138 448 Jumlah 896 448 593 1937 (Sumber : Data primer yang diolah Tahun 2009-2019) 4. Tren Kajian a. Tren Subjek/Topik Penelitian Berdasarkan Occurrence (Kemunculan) Tren subjek dari artikel Jurnal BACA terbagi menjadi 5 klaster (dapat dilihat pada Gambar 4). Dominasi klaster merah adalah pada subjek service (layanan pemustaka) dan application (aplikasi teknologi informasi). Dominasi klsater hijau documentation (dokumentasi informasi) dan education (Pendidikan). Dominasi klaster biru collaboration (kolaborasi pengarang) dan citation (sitasi kepengarangan). Dominasi klaster kuning bibliometrik. Dominasi klaster ungu repositori institusi yang menjadikan sebagai media komunikasi, publikasi dan informasi. Gambar 4. Visualisasi Tren Subjek VOSviewer (Sumber : Data primer yang diolah Tahun 2009-2019) Tabel 2. Tren Subjek Artikel Jurnal BACA Tren Subjek Artikel Jurnal BACA Cluster 1 (Merah) Cluster 2 (Hijau) Cluster 3 (Biru) Cluster 4 (Kuning) Cluster 5 (Ungu) term Occ term Occ term Occ term Occ term Occ service 82 documentation 50 collaboration 50 title 58 role 36 observation 48 facility 48 citation 32 table 32 communication 28 application 38 process 46 distribution 32 bibliometric 28 university library 28 organization 38 effort 42 pattern 26 rank 24 center 26 interview 36 respondent 42 problem 24 amount 22 community 24 government 34 education 38 research center 24 frequency 22 review 24 archive 32 person 38 authorship 22 pdii 22 web 24 concept 32 questionnaire 36 contribution 22 map 20 institutional repository 20 implementation 32 student 36 country 22 total 20 awareness 16 literature study 24 knowledge 28 scientific journal 22 mapping 18 digital library 16 promotion 24 centre 26 majority 18 base 16 interest 16 academic library 22 internet 26 productivity 18 bibliography 16 repository 16 record 20 strategy 26 scientific publication 18 city 16 training 16 social medium 20 task 24 authorship pattern 16 data source 16 dissemination 14 society 20 understanding 22 citation analysis 16 lot 16 practice 14 advantage 18 behavior 18 engineering 16 proceeding 16 copyright 12 library 18 experience 18 single author 16 scopus 16 important role 12 management feature 16 information need 18 bibliometric method 14 province 14 feedback 12 informant 16 public 18 bibliometrics 14 agriculture 12 lecturer 10 recommendation 16 information literacy 16 growth 14 batan 12 member 10 staff 16 lack 16 research collaboration 14 bppt 12 vision 16 part 16 article distribution 12 department 12 participation 14 depth interview 14 research document 12 descriptor 12 qualitative approach 14 information source 14 research field 12 emergence 12 world 14 motivation 14 sample 12 english 12 action 12 news 14 scientific article 12 gas 12 archives 12 competency 12 volume 12 name 12 availability 12 creation 12 average 10 religion 12 decade 12 improvement 12 computer 10 university student 10 example 12 main focus 12 research product 10 government institution 12 library user 10 position 10 religion 12 step 12 australia 10 building 10 change 10 expert 10 facebook 10 human resource 10 knowledge management 10 Ket: Occ= Occurrence (banyaknya kemunculan) (Sumber : Data primer yang diolah Tahun 2009-2019) b. Tren Subjek/Topik Penelitian Artikel Berdasarkan Waktu Pembagian tren subjek berdasarkan waktu ini bisa di lihat dari visualisasi Gambar 5 yang menunjukkan perkembangan kajian ilmu perpustakaan dan informasi. Semakin kuning menunjukkan waktu terkini dan semakin biru menunjukkan waktu lampau subjek artikel ini ditulis. Dari Gambar 5 tampak bahwa tahun 2017 – 2019 tren subjek banyak membahas tentang knowledge, service, internet, communication, dan article distribution. Hal ini ditandai dengan perkembangan perpustakaan ke arah revolusi industri 4.0 yang mengkomunikasikan pengetahuan dalam rangka memberikan layanan prima dengan kemudahan teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini. Tren subjek di bawah tahun 2013 banyak mengkaji mengenai documentation, application, archive, single author, dan web. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2013 ke bawah perpustakaan masih menuju implementasi revolusi industri 4.0. Gambar 5. Tren Subjek Artikel Jurnal BACA (Sumber : Data primer yang diolah Tahun 2009-2019) 5. Kolaborasi dan Distribusi Penulis Dari Gambar 6 kita bisa mendapatkan gambaran terbentuknya 4 klaster besar. Adapun penulis yang banyak melakukan kolaborasi Yaniasih (klaster merah, Institusi LIPI ) Rahayu Rochani Nani (klaster hijau, Institusi LIPI), Tambunan Kamariah (klaster kuning, Institusi LIPI) dan Ardiansyah Firman (klaster biru, Institusi IPB). Setelah dianalisa berdasarkan banyaknya asal instansi penulis, maka diketahui penulis dari LIPI memiliki posisi teratas, dilanjutkan Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Arsip Nasional Republik Indonesia, Universitas Brawijaya dan Universitas Padjadjaran. Bisa di lihat pada Gambar 7 distribusi penulis Jurnal BACA.Gambar 6. Kolaborasi Penulis Jurnal BACA (Sumber : Data primer yang diolah Tahun 2009-2019) Dapat di lihat pada Gambar 7 distribusi penulis Jurnal BACA didominasi penulis dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebanyak 54 orang lalu Universitas Indonesia sebanyak 9 orang, Institut Pertanian Bogor sebayak 5 orang, Arsip Nasional Republik Indonesia sebanyak 3 orang, Universita Brawijaya sebanyak 3 dan Universitas Padjadjaran sebanyak 3 orang. Hal ini menunjukkan bahwa promosi Jurnal BACA kepada sivitas instansi lain perlu ditingkatkan. Gambar 7. Distribusi Penulis Jurnal BACA (Sumber : Data primer yang diolah Tahun 2009-2019)
Conclusion
Dari hasil pembahasan yang sudah dianalisis maka dapat disimpulkan: 1. Dalam kurun waktu 2009-2019 seluruhnya berjumlah 114 artikel. Konsistensi jumlah artikel pada jurnal BACA tidak sama setiap tahunnya. Artikel yang paling banyak diterbitkan sebanyak 20 artikel pada tahun 2019, sedangkan artikel yang paling sedikit sebanyak 5 artikel pada tahun 2010. 2. Berdasarkan waktu pada Jurnal BACA tren subjek artikel menunjukkan perkembangan kajian ilmu perpustakaan dan informasi. Pada tren subjek penulis Jurnal BACA didominasi subjek/topik layanan pemakai, aplikasi teknologi informasi, dokumentasi, pendidikan, kolaborasi, sitasi, bibliometrik, dan repositori institusi. 3. Kolaborasi penulis pada tahun 2009-2015 dominasi artikel ditulis secara perorangan. Sedangkan tahun 2016-2019 kolaborasi penulis bervariasi mulai artikel sudah banyak ditulis secara gabungan. Kolaborasi penulis Jurnal BACA masih didominasi penulis dari LIPI. Penulis menjadikan referensi terbaru sebagai acuan penulisannya. Hal ini menunjukkan kemutakhiran informasi dari artikel sangat baik. 4. Distribusi penulis dari LIPI memiliki posisi teratas, dilanjutkan Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Arsip Nasional Republik Indonesia, Universitas Brawijaya dan Universitas Padjadjaran. Kajian ini menjadi masukan bagi pustakawan untuk bisa mengkaji topik penelitian lainnya guna mengembangkan ilmu perpustakaan dan informasi.