Kembali
16
1
2020 Jurnal Ilmu Perpustakaan (JIPER) Vol 2 · 2 ISSN 2716-0432

NFORMATION BLOCKING DALAM SERIAL MANGA ONE PIECE

Universitas Gadjah Mada

Abstrak

One Piece merupakan masterpiece dari Eiichiro Oda. Manga ini pertama kali terbit pada tahun 1997 dan masih berlanjut hingga sekarang. One Piece begitu digemari salah satunya adalah dari ceritanya yang kompleks. One Piece menyelipkan cerita yang sesuai dengan dunia nyata seperti permainan politik, genosida, isu rasial, black market dan lain-lain. Salah isu yang menarik dari One Piece adalah adanya information blocking. Istilah tersebut berasal dari dunia kesehatan, namun konteksnya bisa mencakup berbagai hal. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengungkap praktek information blocking di dalam dunia One Piece. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber diambil melalui studi kepustakaan, yakni menganalisa chapter dari manga One Piece yang terkait dengan isu information blocking. Information blocking terjadi juga di dalam dunia One Piece. Prakteknya adalah pelarangan meneliti tentang poneglyph dan mengetahui apa yang terjadi pada Abad Kekosongan.
Keywords: Informasi · Pemblokiran informasi · Komik · One piece · Budaya populer

Introduction

One Piece merupakan serial manga yang dikarang oleh Eiichiro Oda. Manga ini pertama kali terbit di Majalah Weekly Shonen Jump pada tahun 1997. Premis dari manga ini menceritakan seorang anak laki-laki bernama Monkey D. Luffy yang bercita-cita menjadi raja bajak laut. Secara tidak sengaja dia memakan buah iblis yang menyebabkan tubuhnya elastis seperti karet. Bersama temantemannya dia membentuk kelompok bajak laut topi jerami guna menjelajahi Grand Line untuk menemukan harta karun terbesar di dunia yang dikenal sebagai One Piece. One Piece merupakan manga terlaris sepanjang sejarah Shonen Jump. Pada tahun 2019, manga ini telah terjual 460 juta copy di seluruh dunia. Manga One Piece bahkan sempat mencetak rekor dunia pada bulan Juni 2015 dengan menjual 320.866.000 copy di seluruh dunia. Rekor itu masuk dalam kategori “Salinan terbanyak yang diterbitkan untuk seri buku komik yang sama oleh seorang penulis tunggal”. One Piece begitu digemari karena kompleksitas ceritanya. Tidak hanya mengulik mengenai nilai persahabatan, kerja keras, kebersamaan maupun semangat pantang menyerah, One Piece juga menyelipkan cerita yang sesuai dengan dunia nyata seperti permainan politik, genosida, isu rasial dan lain-lain di dalamnya. Salah satu cerita menarik di dalam One Piece adalah tentang abad kekosongan, poneglyph dan insiden ohara. Ketiga hal tersebut saling terkait satu dengan yang lain Abad kekosongan merupakan jarak sepanjang 1 abad dalam rentang waktu 900 hingga 800 tahun sebelum cerita One Piece dimulai. Periode tersebut dikenal sebagai Abad Kekosongan karena tidak ada yang tersisa untuk mengetahui apa yang terjadi di periode tersebut. Poneglyph adalah batu yang berisi informasi mengenai apa yang terjadi pada era Abad Kekosongan, namun saat ini hanya sedikit yang tau mengenai kebenaran tentang Abad Kekosongan. Sedangkan insiden ohara merupakan kejadian yang melibatkan orangorang yang meneliti poneglyph dengan World Government. World Government selaku pemilik kekuasaan tertinggi dalam dunia One Piece melarang siapa pun untuk menyelidiki apa yang terjadi pada era tersebut sehingga terjadi genosida terhadap penduduk ohara. Tindakan yang dilakukan oleh World Government adalah sesuatu yang bisa disebut sebagai information blocking. B. LANDASAN TEORI 1. Information blocking Information blocking merupakan istilah yang lekat dengan dunia kesehatan. Information blocking secara umum adalah praktik yang digunakan pengembang TI di bidang kesehatan, jaringan informasi kesehatan atau penyedia layanan kesehatan kecuali sebagimana diharuskan oleh undangundang sebagai kegiatan yang wajar dan perlu dilakukan membatasi kemungkinan terjadinya akses, pertukaran atau penggunaan informasi kesehatan elektronik (The Office of the National Coordinator for Health Information Technology, 2020). Kondisi tertentu yang menyebabkan information blocking antara lain: (1) Praktik yang membatasi akses resmi, pertukaran, atau penggunaan di bawah hukum negara bagian atau federal yang berlaku atas informasi tersebut untuk perawatan dan tujuan lain yang diizinkan berdasarkan hukum yang berlaku tersebut. (2) Menerapkan TI kesehatan dengan cara yang tidak standar yang kemungkinan besar akan meningkatkan kompleksitas atau beban mengakses (3) Menyebabkan penipuan, pemborosan, atau penyalahgunaan, atau menghambat inovasi dan kemajuan dalam akses, pertukaran, dan penggunaan informasi kesehatan, termasuk pemberian perawatan yang dimungkinkan oleh IT kesehatan (The Office of the National Coordinator for Health Information Technology, 2020). Menurut The Office of the National Coordinator for Health Information Technology ada 8 delapan kategori kegiatan yang wajar dan perlu yang bukan termasuk information blocking, asalkan persyaratan tertentu dipenuhi, yaitu : a. Preventing Harm Exception Tidak akan menjadi pemblokiran informasi bagi individu untuk terlibat dalam praktik yang masuk akal dan perlu untuk dicegah membahayakan pasien atau orang lain. b. Privacy Exception Tidak akan menjadi information blocking jika individu tidak memenuhi permintaan untuk mengakses, bertukar, atau menggunakan EHI untuk melindungi privasi seseorang. c. Security Exception Tidak akan menjadi pemblokiran informasi bagi individu untuk mengganggu akses, pertukaran, atau penggunaan EHI untuk melindungi keamanan EHI. d. Infeasibility Exception Tidak akan menjadi pemblokiran informasi jika seorang aktor tidak memenuhi permintaan untuk mengakses, bertukar, atau menggunakan EHI karena adanya ketidaklayakan permintaan. e. Health IT Performance Exception Tidak akan menjadi pemblokiran informasi bagi seorang aktor untuk mengambil langkahlangkah yang wajar f. Content and Manner Exception Tidak akan menjadi pemblokiran informasi bagi aktor untuk membatasi konten tanggapannya terhadap permintaan untuk mengakses, bertukar, atau menggunakan EHI atau cara memenuhi permintaan untuk mengakses, bertukar, atau menggunakan EHI. g. Fees Exception Tidak akan menjadi pemblokiran informasi bagi aktor untuk membebankan biaya, termasuk biaya yang menghasilkan margin keuntungan yang masuk akal, untuk mengakses, bertukar, atau menggunakan EHI. h. Licensing Exception Tidak akan menjadi pemblokiran informasi bagi aktor untuk melisensikan elemen interoperabilitas agar EHI dapat diakses, dipertukarkan, atau digunakan. Information blocking terjadi sebagai akibat dari tindakan atau kebijakan terbuka yang mencegah informasi kesehatan elektronik dibagikan. Namun tidak semua tindakan yang menghalangi pertukaran atau penggunaan informasi kesehatan elektronik merupakan information blocking. Terkadang blocking diperlukan untuk melindungi keselamatan pasien, privasi, atau kepentingan lainnya. 2. Teori Struktural Cerita Fiksi Manga adalah salah satu bentuk dari karya sastra. Untuk mengungkap information blocking di dalam One Piece perlu menerapkan kajian structural melalui unsur instrik dalam cerita. Unsur instrisik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam antara lain: alur, penokohan, latar tema, sudut pandang, gaya bahasa yang secara fungsional saling berkaitan (Adam, 2015). Analisis structural menurut Nurgiyantoro (2010) dapat dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji, dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsur intrisik yang bersangkutan. Teeuw dalam Zhafarina (2018) menjelaskan analisis struktural bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat, seteliti, semendetail, dan semendalam mungkin keterkaitan dan keterjalinan semua anasir dan aspek karya sastra yang bersama sama menghasilkan makna yang menyeluruh. Melalui teori structural penulis menggunakan alur, penokohan serta latar yang terjadi sebagai pijakan untuk mengetahui information blocking yang terjadi di dalam manga One Piece. Penelitian structural mengenai manga One Piece pernah dilakukan oleh Furqon (2013). Penelitian tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana karya sastra memiliki nilai pendidikan. Hasilnya manga One Piece jilid 1-23 terlihat memiliki nilai pendidikan moral. Nilai pendidikan moral, keindahan dan kebenaran dalam manga One Piece terlihat dari sikap dan tindakan tokoh.

Method

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan struktural. Menurut Narbuko & Achmadi (2013) jenis penelitian deskriptif yaitu melakukan analisis sampai pada taraf deskriptif, yakni menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Pendekatan structural digunakan karena penelitian ini menggunakan manga sebagai objeknya. Menurut Riswandi & Kusmini (2018) apabila suatu karya sastra menggunakan structural berarti ia menyelidiki makna karya sastra dengan mempelajari strukturnya dan hubungan satu sama lain. Penelitian ini bertujuan menjelaskan information blocking yang terjadi dalam dunia One Piece.

Discussion

1. Struktur Manga One Piece a. Penokohan One Piece Tokoh adalah orang-orang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Dalam pembahasan ini, tokoh yang dibahasa adalah mereka yang memiliki kaitan besar dengan abad kekosongan, poneglyph dan insiden ohara. 1) Tokoh Gorosei Gorosei secara merupakan kepala dari World Government. Pada dasarnya mereka adalah pemilik kendali penuh atas semua organisasi yang terafiliasi dengan pemerintah di dalam dunia One Piece. Mereka merupakan tokoh yang sangat kuat hingga mampu untuk memberikan perintah genosida terhadap ohara, menyembunyikan Abad Kekosongan serta rahasia-rahasia lain yang tidak bocor ke pubik. 2) Tokoh Profesor Clover Clover adalah Direktur Perpustakaan Ohara serta seorang arkeolog. Dia beserta teman-temanya mempelajari poneglyph di Ohara. Mempelajari poneglyph serta menguak apa yang terjadi pada Abad Kekosongan merupakan kegiatan yang dilarang oleh World Government, sehingga terjadi genosida di Ohara atas kegiatan tersebut. Argument yang digunakan untuk melarang penelitian tersebut adalah adanya Senjata Kuno antara lain: Pluton, Poseidon dan Uranus. 3) Nico Robin Nico Robin adalah salah satu anggota kelompok Bajak Laut Topi Jerami serta satu-satunya orang yang selamat dari insiden Ohara. Dengan kemampuannya membaca poneglyph dia berusaha untuk menguak apa yang terjadi di Abad Kekosongan. 4) Tokoh Rayleigh Rayleigh merupakan wakil dari kelompok bajak laut yang telah mengetahui apa yang terjadi di Abad Kekosongan. Dia mengetahuinya karena berhasil mencapai Pulau Laugh Tale, sebuah pulau dimana belum ada orang yang pernah mencapainya serta pulau dimana One Piece berada. b. Alur One Piece Alur memiliki perang penting dalam membuat jalan cerita. Sebuah cerita yang baik membutuhkan alur yang baik agar pembaca tidak bingung dan bosan. Terkadang beberapa pengarang sengaja membuat kejutan dalam alur ceritanya demi membuat pembaca penasaran. Alur cerita One Piece menggunakan alur yang bersifat kronologis, yang berarti peristiwa demi peristiwa terjadi secara runtut sehingga pembaca mudah memahami apa yang sedang terjadi di dalam dunia One Piece. One Piece saat ini sudah memiliki 31 arc. Penulis memilih beberapa arc yang berkaitan dengan abad kekosongan, poneglyph dan insiden ohara seperti dalam tabel berikut. Tabel 1. Daftar arc dan chapter terkait abad kekosongan, poneglyph dan insiden ohara No Arc Chapter 1 Alabasta 193,202,203, 210,218 2 Skypiea 249,272,292, 301 3 Enies Lobby 392,393,395, 396,397,398 4 Shabody Archipelago 507 5 Fishman Island 616,628,648, 649,650 6 Zou 817, 818 7 Reverie 823 Poneglyph pertama disebut pada arc Alabasta chapter 192 dan kemudian pertama kali ditampilkan di chapter 202 setelah Nico Robin berhasil menemukannya. Poneglyph Arabasta berisi informasi dari senjata kuno pada masa Abad Kekosongan yakni Pluton. Nico Robin yang bergabung dengan kelompok Topi Jerami kemudian menemukan poneglyph lagi di arc sykpie. Poneglyph tersebut berisi mengenasi salah satu senjata kuno, Poseidon. Hal tersebut mirip dengan poneglyph yang ada di arc arabasta. Selain itu Nico Robin juga mengungkap bahwa di Skypiea pernah berdiri negara bernama Shandora. Dalam arc Enies Lobby terdapat cerita masa lalu Nico Robin. Dimana kampung halamannya mengalami genosida karena berusaha mengetahui apa yang terjadi pada Abad Kekosongan. Meneliti poneglyph merupakan hal yang tabu. Profesor Clover serta arkeolog lain secara diam-diam meneliti poneglyph di Ohara. Namun World Government berhasil mengetahuinya dan genosida pun terjadi. Pada arc Shabody Archipelago kelompok Topi Jerami bertemu dengan Rayleigh, rekan pertama Roger. Dia mengatakan bahwa dia tahu apa yang terjadi selama Abad Kekosongan. Namun Rayleigh mengatakan bahwa Roger dan krunya serta arkeolog Ohara terlalu terburu-buru menceritakan sejarah yang hilang. Kemudian dia mendorong Nico Robin untuk mencari tahu sendiri serta mungkin akan sampai pada kesimpulan yang berbeda. Ketika mencapai Fishman Island, Nico Robin berhasil menemukan poneglyph di dalam hutan laut. Isinya berupa permintaan maaf dari seorang pria bernama Joy Boy kepada Poseidon. Arc zou menampilkan poneglyph yang disebut sebagai Road Poneglyph. Poneglyph tersebut akan menunjukkan lokasi dari Laugh Tale bila digabungkan dengan Road Poneglyph yang lain. Reverie adalah pertemuan raja-raja di dunia One Piece. Pada reverie kali ini Raja dari Alabasta berkeinginan untuk menanyakan poneglyph secara langsung kepada World Government. c. Latar One Piece Latar atau biasa disebut setting menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadi peristiwa yang diceritakan (Abrams, 1981). Latar penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca. 1) Latar Tempat Latar tempat menggambarkan tentang keadaan pada lokasi terjadinya semua peristiwa yang ada di dalam karya fiksi tersebut. Latar tempat yang memiliki kaitan dengan Abad Kekosongan antara lain: Negara Alabasta, Pulau Skypiea, Negara Shandora, Pulau Ohara, Pulau Fishman, dan Zou. 2) Latar Waktu Latar waktu berkaitan dengan kapan terjadinya segala peristiwa yang diceritakan oleh sebuah karya fiksi. Dari acuan waktu yang diketahui dalam alur cerita, pembaca bisa berimajinasi mengenai keadaan yang digambarkan dalam cerita tersebut (Nurgiyantoro, 2009). Latar waktu yang diketahui di One Piece bermula pada 800 tahun 100 tahun setelah Abad Kekosongan. Pada Abad Kekosongan tersebut ada Kerajaan Besar yang berhasil dihancurkan oleh Dua Puluh Kerajaan. Dua Puluh Kerajaan inilah yang menjadi cikal bakal dari World Government. Kerajaan Besar itu begitu kuat hingga keberadaannnya menjadi ancaman. Kerajaan itu lalu meninggalkan poneglyph untuk generasi yang akan datang, namun World Government kemudian melarang siapapun untuk mempelajari poneglyph. World Government menganggap peristiwa pada Abad Kekosongan lebih baik tidak diketahui karena informasi tersebut dianggap terlalu berbahaya. 2. Information blocking dalam cerita One Piece Dalam konteks cerita One Piece information blocking tentu berbeda dengan information blocking yang ada di dunia kesehatan. Namun dalam beberapa kasus, konteks yang ada di dunia kesehatan juga terjadi di dalam cerita One Piece. Sebuah information blocking bisa terjadi sebagai akibat dari tindakan pencegahan informasi seorang pasien dibagikan kepada publik. Information blocking adalah praktek untuk membatasi akses terhadap informasi. World Government mengganggap tidak ada satu karakter pun yang layak untuk mengetahui apa yang terjadi pada Abad Kekosongan. Oleh karenanya mempelajari poneglyph yang merupakan batu berisi informasi dari Abad Kekosongan merupakan sebuah tindakan criminal seperti yang dikatakan oleh Professor Clover pada gambar 1. Gambar 1. Mempelajari poneglyph adalah criminal Dalam Preventing Harm Exception tidak akan menjadi pemblokiran informasi bagi individu untuk terlibat dalam praktik yang masuk akal dan perlu untuk dicegah membahayakan pasien atau orang lain. Namun jika terjadi sesuatu yang dianggap membahayakan nantinya makan akan dilakukan information blocking, seperti apa yang terjadi pada gambar 2. Pada gambar tersebut ada adegan dimana Profesor Clover ditembak oleh seseorang atas perintah dari Gorosei. Perintah tersebut dijatuhkan karena pihak World Government menganggap Ohara sudah terlalu banyak tahu mengenai Abad Kekosongan dan dianggap membahayakan dunia. Gambar 2. Profesor Clover ditembak Menurut The Office of the National Coordinator for Health Information Technology (2020) hukum dari pemerintahan berhak untuk membatasi akses informasi. Dalam hal ini World Government adalah puncak dari segala pemerintahan yang ada di dunia One Piece. World Government membuat kebijakan yang melarang informasi apapun mengenai Abad Kekosngan tersebar. World Government melakukan information blocking terhadap siapapun tanpa mengenal status mereka. Bahkan seorang raja pun terkena dampak dari kebijakan tersebut seperti yang ada pada gambar 3. Gambar 3. Raja Cobra Gambar 4. Pada gambar 4 menjelaskan bahwa Rayleigh mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Abad Kekosongan. Tetapi dia lebih memilih untuk tidak menceritakannya dengan asumsi bahwa Nico Robin mungkin akan mendapat jawaban yang berbeda. Rayleigh mengetahui mengenai Abad Kekosongan karena dia berhasil sampai ke tempat dimana informasi tesebut berada. Rayleigh yang mengetahui mengenai Abad Kekosongan adalah pengecualian yang terjadi. Berdasarkan 8 kategori kegiatan yang bukan termasuk information blocking, kasus Rayleigh masuk ke dalam privacy exception. Sesuai dengan Cures Act Final Rule Information blocking Exceptions yang dikeluarkan oleh The Office of the National Coordinator for Health Information Technology ada 4 kondisi pengecualian dalam privacy exception. Apabila memenuhi minimal 1 persyaratan maka pengecualian itu berlaku. 4 kondisi pengecualian itu, antara lain: (1) precondition not satisfied (2) Health IT developer of certified health IT not covered by HIPAA (3) Denial of an individual’s request for their EHI consistent with 45 CFR 164.524 (4) Respecting an individual’s request not to share information. Gambar 5. Kasus Rayleigh memenuhi persyaratan nomer 4 dengan menghargai permintaan seseorang untuk tidak membagikan informasi. Seperti pada gambar 5, Nico Robin menolak tawaran informasi dari Rayleigh untuk mengetahui mengenai Abad Kekosongan,

Conclusion

Information blocking yang dekat dengan dunia kesehatan pada prakteknya bisa ditemukan di dalam sebuah karya sastra. Abad Kekosongan dan poneglyph adalah bukti information blocking yang dalam dunia One Piece. Praktek information blocking yang dilakukan oleh World Government nyata adanya dengan melarang aktivitas apapun yang berkaitan dengan poneglyph.