Kembali
16
1
2025 Maktabatuna : Jurnal Kajian Kepustakawanan Vol 7 · 2 ISSN 2723-0171

Amgad Center sebagai Repositori Digital untuk Penelusuran Sumber Informasi Keislaman

Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Abstrak

Pertumbuhan pesat dalam bidang penelitian digital telah mengubah akses terhadap manuskrip Islam dari koleksi fisik yang langka menjadi sumber informasi terbuka dan terhubung secara jaringan. Artikel ini menelaah Amgad Center sebagai layanan informasi digit al yang menopang riset berbasis manuskrip. Dengan analisis isi web atas situs resmi (amgad.center), kajian ini mereview fitur inti — katalog manuskrip, konsultasi ilmiah, basis data tesis/disertasi, perpustakaan warisan, serta pelatihan/aktivitas — d an mengevaluasinya melalui kerangka Kebutuhan Informasi (ASK) Belkin serta layanan informasi digital Chowdhury. Hasilnya menunjukkan Amgad Center tidak hanya berfungsi sebagai gerbang ke manuskrip terdigitalisasi yang tersebar, tetapi juga sebagai platform penguatan kapasitas ilmiah: penelusuran berfasa sesuai struktur naskah (pengarang, penyalin, perpustakaan, mukadimah/penutup), kurasi sumber sekunder, serta pelatihan dan forum yang membangun literasi manuskrip dan kapasitas riset. Layanan ini sangat rele van bagi komunitas akademik PTKIN di Indonesia yang masih menghadapi kesenjangan akses sumber primer dan dukungan riset. Kontribusi kajian ini adalah pemetaan evaluatif antara fitur Amgad Center, kebutuhan informasi pengguna, dan dimensi mutu layanan, sera ya menyoroti peluang peningkatan akses multibahasa dan orientasi pengguna untuk memperkuat ekosistem digital pelestarian warisan keilmuan Islam.

Abstract

The rapid growth of digital scholarship has transformed access to Islamic manuscripts from scarce physical holdings into open, networked information resources. This article examines the Amgad Center as a digital information service supporting manuscript-based research. Using web content analysis of the official site (amgad.center), we review core features — manuscript catalogues, scholarly consultation, thesis/dissertation database, heritage library, and training/activities — and evaluate them through Belkin’s Information Needs (ASK) and Chowdhury’s digital information services framework. The analysis shows that Amgad Center functions not only as a gateway to distributed digitized manuscripts but also as a scholarly enablement platform: faceted discovery aligne d with manuscript structures (e.g., author, scribe, library, prolog/epilog), curated secondary resources, and structured training/forums that build manuscript literacy and research capacity. These services are particularly relevant for academic communities in Islamic higher education (e.g., Indonesian PTKIN), where reliable access to primary sources and guided research support remain uneven. The study contributes an evaluative mapping of Amgad Center’s features to user information needs and service quality dimensions, highlighting opportunities for multilingual access and user - oriented enhancements to strengthen digital ecosystems for Islamic intellectual heritage.
Keywords: Amgad Center · Islamic manuscripts · digital repositories · information needs (ASK) · digital library services · scholarly literacy · manuskrip Islam · repositori digital · kebutuhan informasi (ASK) · layanan perpustakaan digital · literasi ilmiah

Introduction

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pelestarian dan pemanfaatan warisan keilmuan Islam, termasuk manuskrip yang selama ini tersimpan dalam bentuk fisik di lembaga - lembaga terbatas. Digitalisasi telah menjadi salah satu strategi utama dala m pelestarian dan penyebaran warisan keilmuan Islam, khususnya manuskrip yang menjadi sumber primer dalam kajian teks klasik, tafsir, filologi Arab, sejarah pemikiran, dan kebudayaan Islam. Transformasi digital ini tidak hanya memungkinkan perluasan akses terhadap koleksi langka, tetapi juga menciptakan ekosistem baru bagi kegiatan akademik berbasis sumber otentik. Menurut Alzahrani dan Qasem (2022), akses digital terhadap manuskrip Islam memberikan peluang kolaboratif yang luas bagi peneliti di berbagai belahan dunia, sekaligus memperkuat peran perpustakaan dan pusat informasi dalam mendukung studi keislaman. Temuannya menunjukkan bahwa 60% manuskrip Islam yang terdigitalisasi masih belum terdokumentasi secara terbuka melalui sistem katalog online yang terintegrasi. Di era transformasi digital, kebutuhan akan akses informasi ilmiah berbasis sumber primer semakin meningkat, terutama dalam bidang kajian Islam klasik yang bergantung pada keberadaan manuskrip. Manuskrip Islam tidak hanya berperan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi objek kajian utama dalam studi tafsir, filologi Arab, hadis, sejarah pemikiran Islam, hingga kebudayaan intelektual umat Islam. Namun, tantangan terbesar dalam studi manuskrip adalah keterbatasan akses, baik secara geografis mau pun teknis, karena banyak naskah yang masih tersimpan dalam bentuk fisik dan tersebar di berbagai institusi yang tidak selalu terbuka untuk umum. Digitalisasi memungkinkan akses terbuka terhadap koleksi manuskrip yang sebelumnya sulit dijangkau oleh akademisi, peneliti, maupun mahasiswa. Manuskrip Islam merupakan sumber primer yang penting tidak hanya untuk kajian historis, tetapi juga sebagai bahan kajian utama dalam bidang tafsir, hadis, filologi Arab, pendidikan Islam klasik, hingga pemikiran keislaman. Dalam hal ini, manuskrip menjadi bagian integral dari dokumentasi pengetahuan Islam yang perlu diakses, dipelajari, dan dikembangkan secara berkel anjutan. Sebagaimana ditegaskan oleh Bloomfield (2014) , transformasi digital terhadap koleksi manuskrip memungkinkan “ preservation through access ,” yaitu upaya pelestarian yang dilakukan bersamaan dengan perluasan akses pengguna terhadap konten - konten langka. Di Indonesia, peluang ini sangat penting dalam menunjang kualitas pendidikan tinggi keislaman, terutama pada lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), termasuk Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Sebagai salah satu PTKIN tertu a di Sumatera Barat, UIN Imam Bonjol Padang memiliki berbagai program studi yang secara langsung bersentuhan dengan kajian naskah Islam, seperti Pendidikan Bahasa Arab, Sastra Arab, Ilmu Al - Qur’an dan Tafsir, Sejarah Peradaban Islam, serta Ilmu Perpustakaa n dan Informasi Islam. Kebutuhan terhadap sumber - sumber primer seperti manuskrip sangat mendesak di tengah meningkatnya tuntutan akademik berbasis sumber otentik. Mahasiswa dari program studi ini tidak hanya dituntut untuk memahami teks klasik secara mendalam, tetapi juga mampu mengakses dan menganalisis sumber primer dengan pendekatan ilmiah yang berbasis teknologi informasi. Sayangnya, akses langsung terhadap manuskrip masih terbatas dan bergantung pada lembaga - lembaga yang memiliki infrastruktur digital yang memadai. Mahasisw a dari Program Studi Sastra Arab misalnya, memerlukan naskah klasik untuk mengkaji stilistika dan struktur teks Arab lama; sementara mahasiswa Tafsir memerlukan tafsir klasik dalam bentuk manuskrip untuk analisis komparatif. Sayangnya, akses terhadap manuskrip tersebut masih terbatas dan seringkali hanya tersedia di luar negeri atau di lembaga deng an infrastruktur digital yang memadai. Dalam konteks inilah, keberadaan Amgad Center sebagai layanan informasi digital berbasis manuskrip Islam menjadi sangat relevan. Situs ini menyediakan berbagai fitur seperti katalog naskah digital dari berbagai negara Arab, layanan konsultasi ilmiah, serta database tesis dan artikel ilmiah yang sangat bermanfaat bagi komunitas akademik. Layanan ini sejalan dengan kebutuhan mahasiswa dan dosen di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang yang sedang mengembangkan kapasitas penelitian berbasis sumber klasik dan digit al. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Amgad Center sebagai pusat layanan informasi digital dalam mendukung studi manuskrip Islam, khususnya melalui pendekatan analisis isi web. Penelitian ini berlandaskan pada teori kebutuhan informasi ( Information Needs ) dari Nicholas Belkin (1980) yang menekankan bahwa pengguna informasi seringkali berada dalam kondisi anomalous state of knowledge , yaitu ketika mereka belum mampu mengidentifikasi secara eksplisit apa yang dibutuhkan. Selain itu, pendekatan dari teori layanan informasi digital oleh (Chowdhury, 2010) digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana struktur, konten, dan interaksi pada situs Amgad Center memenuhi fungsi informasional dan edukatif secara optimal. Meskipun Amgad Center telah menyediakan beragam layanan digital yang relevan dengan kebutuhan studi manuskrip Islam, masih terdapat kesenjangan dalam kajian yang secara khusus menelaah struktur layanan dan konten digitalnya dari perspektif pengguna ilmiah. Kajian terhadap sumber digital tidak hanya menyoroti ketersediaan informasi, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dikemas, disusun, dan disajikan sesuai dengan kebutuhan penelusuran dan pembelajaran. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana peran Amgad Center sebagai layanan informasi digital dalam memenuhi kebutuhan informasi peneliti manuskrip Islam di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam? Sej alan dengan itu, tujuan penelitian ini adalah: Untuk menganalisis peran dan efektivitas layanan digital Amgad Center dalam menunjang studi manuskrip Islam berdasarkan pendekatan teori kebutuhan informasi dan layanan informasi digital, melalui metode analisis isi web.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi web ( web content analysis ) untuk mengkaji layanan informasi digital. Pendekatan ini dipilih karena mampu mendeskripsikan fitur layanan digital di situs tersebut dibangun, disusun, dan disajikan dalam konteks kebutuhan pengguna akademik. Menurut (Creswell & Poth, 2018) pendekatan kualitatif cocok digunakan untuk mengeksplorasi makna dan konteks dari fenomena sosial dan teknologi yang kompleks. Dalam hal ini, metode analisis isi web digunakan untuk mendeskripsikan struktur navigasi, konten informasi, metadata, dan interaktivitas situs secara sistematis, sekaligus menghubungkannya dengan teori dan kebutuhan pengguna. Analisis dilakukan t erhadap halaman - halaman utama situs resmi Amgad Center (https://amgad.center), meliputi katalog manuskrip, layanan konsultasi ilmiah, database tesis dan artikel, serta program pelatihan dan publikasi. Data dikumpulkan melalui observasi non - partisipatif, do kumentasi tangkapan layar, serta pencatatan sistematis terhadap elemen - elemen digital seperti teks, hyperlink, struktur menu, dan visual pendukung. Menurut (White & Marsh, 2006) , analisis isi dalam konteks situs web memberikan fleksibilitas dalam menjangkau konten eksplisit dan implisit, serta sangat relevan dalam mengevaluasi efektivitas sistem informasi berbasis web. Kerangka analisis dalam penelitian ini merujuk pada teori keb utuhan informasi dari Zhang dan Liu (2021), serta kerangka layanan informasi di gital dari (Chowdhury, 2010) .

Result & Discussion

Amgad Center atau Maqaad Amgad lil - Makhtutat wa Riaayat al - Bahitheen adalah sebuah institusi yang fokus pada studi manuskrip dan mendukung para peneliti. Pusat ini berperan dalam menjaga, mempelajari, dan mempublikasikan warisan intelektual Islam melalui pendekatan ilmiah yang terorganisasi. Tujuannya adalah untuk membina generasi baru peneliti dan editor naskah yang terampil, serta memberikan bimbingan kepada mereka yang tertarik pada manuskrip sejarah. Amgad Center menyediakan berbagai layanan seperti katalog manuskrip dari berbagai negara, konsultasi ilmiah, basis data penelitian, dan pelatihan terkait filologi, kodikologi (ilmu naskah), serta pengeditan naskah. Pusat ini juga menyelenggarakan lokakarya, konferensi, dan pameran untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap warisan tertulis. Pusat Peduli Naskah dan Peneliti Amgad adalah lembaga riset yang berfokus pada layanan pelatihan terkait studi warisan dan budaya. Pusat ini memiliki tujuan utama untuk membina generasi baru peneliti, baik di tingkat akademis maupun praktis. Dengan menyediakan bimbingan ilmiah dan dukungan prak tis, pusat ini berupaya melahirkan para peneliti yang siap berkontribusi secara signifikan dalam bidang studi warisan dan budaya. Struktur Navigasi dan Akses Informasi Struktur navigasi pada situs Amgad Center (https://amgad.center) menampilkan rancangan antarmuka yang sistematis dan tematik, memungkinkan pengguna menelusuri berbagai jenis layanan dengan mudah. Gambar 1 . Halaman Utama amgad.center Sumber 1 . https://amgadcenter.com/ Navigasi utama dibagi menjadi sembilan menu pokok yang ditampilkan dalam bar horizontal dan vertikal, yakni: Halaman Utama ( الرئيسية ) Tentang Amgad Center, Layanan ( الخدمات ) , Publikasi ( النشر ) , Aktivitas ( الفاعليات ) , Katalog Manuskrip ( الفهارس ) , Perpustakaan Warisan ( المكتبة التراثية ) , Wakaf Center ( وقف المركز ) , dan Mitra Kami ( شركاؤنا ) . Di samping itu, terdapat fitur pencarian cepat di sisi kanan situs dan opsi untuk mengakses submenu tertentu melalui tombol - tombol tematik yang disorot secara visual. Susunan informasi ini mencerminkan prinsip usability dan information architecture sebagaimana dikemukakan oleh Chowdhury (2010), yang menyatakan bahwa efektivitas layanan informasi digital bergantung pada kejelasan struktur sistem dan logika navigasi. Dalam konteks situs ini, pengguna dapat berpindah dari satu layanan ke layanan lain t anpa kehilangan konteks. Tidak hanya itu, pada bagian bawah situs ( footer ), terdapat shortcut menuju akun me dia sosial, email kontak resmi, dan tautan pengunduhan file penting. Hal ini memperkuat integrasi kanal komunikasi digital sebagai elemen pendukung akses informasi ilmiah. Selain aspek teknis, struktur navigasi ini juga merepresentasikan pendekatan konseptual berbasis kebutuhan pengguna yang beragam. Bagi peneliti, fitur se perti Pencarian Katalog dan Basis Data Tesis menjadi titik masuk utama. Bagi mahasiswa baru, Layanan Konsultasi dan Pelatihan menjadi menu yang langsung mengarahkan pada sumber daya pembelajaran. Pendekatan ini sejalan dengan kerangka teori Anomalous State of Knowledge (Belkin, 1980) yang menyatakan bahwa sistem informasi perlu membantu pengguna sejak tahap kebingungan awal dengan menawarkan alur navigasi yang intuitif, responsif, dan kontekstual. Meskipun struktur navigasi menunjukkan keterpaduan, namun penggunaan eksklusif bahasa Arab dalam seluruh halaman masih menjadi k endala bagi pengguna non - Arab, termasuk sebagian besar civitas akademika di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan fitur multibahasa sebagai bagian dari strategi inclusive access untuk memperluas jangkauan pengguna global. Katalog Manuskrip dan Metadata Fitur بحث في الفهارس ) Pencarian di Katalog) pada situs Amgad Center merupakan salah satu elemen inti yang mencerminkan fungsi repositori digital manuskrip secara aktif dan ilmiah. Gambar 2 . Halaman Pencarian Katalog amgad.center Sumber 2 . https://amgadcenter.com/ Melalui fitur ini, pengguna dapat menelusuri katalog manuskrip berdasarkan beragam elemen metadata yang mendukung eksplorasi ilmiah mendalam terhadap sumber primer. Dalam tampilan sistem pencarian, tersedia pilihan bidang pencarian yang dapat dipilih melalui menu tarik turun ( dropdown ) dengan label اختر مجال البحث (pilih bidang pencarian). Submenu yang disediakan mencakup: عنوان المخطوطة (judul manuskrip), ا سم المؤلف ( nama pengarang), اسم المكتبة ( nama perpustakaan), المقدمة ( pendahuluan), الخاتمة ( penutup), dan اسم الناسخ ( nama penyalin). Pengguna juga dapat memilih untuk menampilkan semua bidang pencar ian sekaligus melalui tombol تحديد الكل ( pilih semua), atau menghapus semua pilihan dengan إلغاء التحديد ( batalkan pilihan). Struktur ini menunjukkan bahwa Amgad Center telah mengadopsi prinsip dasar dari sistem penelusuran berbasis faset ( faceted search ) yang memudahkan pengguna dalam menyaring informasi berdasarkan atribut spesifik dari naskah. Dengan menyediakan kategori pencarian berdasarkan unsur tekstual (seperti المقدمة dan الخاتمة (, sistem ini menunjukkan sensitivitas terhadap struktur internal naskah Arab klasik yang umumnya menyimpan informasi penting pada bagian pembuka dan penutup. Di samping itu, fitur pencarian ini juga memungkinkan pengguna melacak asal - asal atau transmisi naskah melalui nama penyalin dan perpustakaan, sehingga mendukung riset filologis dan kodikologis yang mendalam. Dari perspektif layanan informasi digital, keberad aan fitur ini telah memenuhi dua indikator penting yang diajukan oleh Chowdhury (2010): pertama, integrasi struktur sistem yang mendukung navigasi data ilmiah secara sistematis; kedua, kemudahan akses dan fleksibilitas pencarian yang dapat disesuaikan deng an kebutuhan spesifik pengguna akademik. Dengan demikian, fitur بحث في الفهارس tidak hanya menjadi alat penelusuran data, tetapi juga membentuk fondasi penting dalam membangun literasi informasi manuskrip Islam berbasis teknologi digital. Layanan Konsultasi dan Dukungan Akademik Menu المكتبة التراثية ) Perpustakaan Warisan) pada situs Amgad Center merupakan layanan digital yang berperan sebagai repositori sumber - sumber pendukung studi manuskrip Islam. Gambar 3 . Repositori Sumber Pendukung Studi amgad.center Sumber 3 . https://amgadcenter.com/ Tidak seperti katalog utama yang menekankan pada metadata dan deskripsi naskah, bagian ini menyediakan literatur pelengkap yang dikurasi secara sistematis untuk menunjang riset dan pembelajaran. Berdasarkan struktur menu yang tertera di situs, المكتبة التراثية memiliki empat subkategori utama, yaitu آيات ومقاالت ) kutipan dan artikel), كتب مرجعية ) buku referensi), دراساتحديثة ) kajian - k ajian kontemporer), dan مرئيات ) materi visual). Keempat bagian ini menyajikan beragam konten berbentuk teks maupun audiovisual yang mencakup teori, praktik, serta wawasan kontekstual tentang dunia manuskrip Arab - Islam. Fitur ini dirancang sebagai pelengkap penting bagi peneliti yang tela h mengakses data primer manuskrip dan kini membutuhkan bahan untuk memperluas kerangka analisis maupun mendalami pendekatan kajian naskah. Misalnya, dalam subkategori كتب مرجعية , pengguna dapat menemukan pustaka ilmiah klasik dan modern tentang ilmu kodikologi, bibliografi Arab, serta metodologi penyuntingan naskah. Sementara itu, dalam bagian مرئيات , situs menyediakan dokumentasi video seperti ceramah, pelatihan teknis, dan kursus yang relevan untuk membangun keterampilan membaca, memahami, dan merekonstruksi manuskrip. Adapun دراسات حديثة berisi hasil - hasil riset terbaru dari para akademisi yang dikurasi untuk menampilkan tren mutakhir dalam studi warisan keislaman. Bagian آيات ومقاالت turut memberikan konteks normatif dan reflektif melalui artikel tematik yang mengaitkan khazanah manuskrip dengan nilai - nilai Islam d an kebutuhan keilmuan kontemporer. Dalam konteks teori kebutuhan informasi yang dikemukakan oleh Belkin (1980), kehadiran المكتبة التراثية memenuhi peran sebagai penyedia informasi penguatan ( reinforcement information ) yang dibutuhkan pengguna dalam tahap lanjutan penelusuran. Setelah melewati fase kebingungan awal (ASK) dan menemukan naskah yang relevan, pengguna memerlukan bahan pendamping untuk mengembangkan analisis dan menguji interpretasi. Hal ini juga sejalan dengan prinsip kualitas konten dan interaktivitas yang diajukan oleh (Chowdhury, 2010) , di mana layanan informasi digital tidak hanya menyajikan konten statis, tetapi memperkaya pengalaman pengguna melalui diversifikasi format dan kedalaman wacana. Lebih dari itu, المكتبة التراثية mencerminkan komitmen Amgad Center dalam membangun komunitas ilmiah digital yang tidak bergantung pada akses fisik semata. Dengan menggabungkan bahan ajar, literatur pendukung, dan media edukatif dalam satu menu, situs ini memperlihatkan struktur layanan yang inklusif, dinamis, dan berorientasi pada pengembangan kapasitas akademik jangka panjang. Ini menjadi sangat relevan ba gi mahasiswa dan peneliti di lingkungan PTKIN yang umumnya menghadapi keterbatasan sumber primer dan referensi berkualitas dalam studi naskah klasik. Maka dari itu, المكتبة التراثية bukan sekadar ruang arsip, melainkan pusat pembelajaran berbasis warisan i ntelektual Islam yang dirancang secara adaptif dan kontekstual. Database Ilmiah dan Literasi Informasi Dalam mendukung literasi ilmiah dan penyebaran informasi akademik, Amgad Center menyediakan layanan قاعدة بيانات الرسائل الجامعية ) Basis Data Tesis Universitas) yang dapat diakses melalui menu خدماتنا . Gambar 4 . Halaman Database Ilmiah amgad.center Sumber 4 . https://amgadcenter.com/ Layanan ini berfungsi sebagai repositori digital yang menghimpun ribuan entri karya ilmiah akademik, khususnya tesis dan disertasi dari berbagai perguruan tinggi di dunia Arab. Menurut deskripsi pada laman situs, pusat ini telah mengumpulkan lebih dari 300 .000 data karya ilmiah, dengan cakupan multidisiplin yang berkaitan erat dengan studi naskah, warisan keilmuan Islam, sejarah pemikiran, dan filologi Arab. Keberadaan basis data ini memperlihatkan bahwa Amgad Center tidak hanya berfungsi sebagai tempat pen yimpanan naskah klasik, tetapi juga sebagai penghubung antara studi manuskrip dan perkembangan akademik kontemporer. Akses terhadap karya ilmiah yang sudah teruji melalui proses akademik seperti tesis dan disertasi memberikan peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk melakukan telaah literatur yang kaya, sekaligus memperkuat kerangka teori dan metodologi dalam kajian lanjutan mereka. Dalam konteks teori kebutuhan informasi dari Be lkin (1980), fitur ini mengakomodasi pengguna yang telah melewati tahap pencarian awal dan memasuki fase eksplorasi mendalam, di mana pengguna memerlukan materi ilmiah yang dapat dijadikan referensi untuk memperluas atau membandingkan temuan mereka. Lebih dari itu, قاعدة بيانات الرسائل الجامعية juga menunjukkan kepedulian Amgad Center terhadap prinsip open access scholarship, dengan mengurangi hambatan akses terhadap hasil - hasil riset yang sebelumnya tersebar di berbagai institusi dan belum terintegrasi dalam satu platform daring. Hal ini selaras dengan pandangan Chowdhury (2010) bahwa sistem informasi digital idealnya menyediakan layanan yang tidak hanya teknis dan arsipatif, tetapi juga edukatif dan kolaboratif. Dengan memberikan ruang temu kembali informasi ilmiah berbasis universitas, Amgad Center turut memperkuat budaya penelitian yang bersumber dari komunitas akademik Islam kontemporer. Dengan demikian, menu قاعدة بيانات الرسائل الجامعية menjadi bagian integral dari ekosistem literasi ilmiah Amgad Center, yang tidak hanya memberi akses terhadap sumber klasik, tetapi juga menumbuhkan koneksi antara warisan ilmiah masa lalu dengan dinamika riset keislaman masa kini. Layanan ini sangat poten sial untuk dimanfaatkan oleh komunitas akademik di lingkungan PTKIN, terutama dalam penulisan karya ilmiah yang berbasis sumber primer dan referensi ilmiah terpercaya. Pelatihan dan Pembinaan Keilmuwan Pelatihan dan pembinaan keilmuan menjadi salah satu pilar utama layanan Amgad Center yang ditampung dalam menu الفاعليات ) Aktivitas). Gambar 5 . Halaman Aktivitas amgad.center Sumber 5 . https://amgadcenter.com/ Bagian ini tidak hanya mencerminkan fungsi pusat sebagai penyedia informasi digital, tetapi juga sebagai fasilitator pengembangan kompetensi ilmiah melalui berbagai bentuk kegiatan edukatif. Secara struktural, menu ini terdiri dari empat subkategori utama, yaitu الدورات التكوينية (kursus pelatihan), المؤتمرات وورش العمل (konferensi dan lokakarya), المعارض المتخصصة ( pameran tematik), dan حوارات ومدارسات ( forum diskusi dan kajian intensif). Keempat jenis kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas teoritis dan teknis para peneliti, khususnya dalam bidang ilmu manuskrip dan warisan keilmuan Islam. Submenu الدورات التكوينية menunjukkan bahwa Amgad Center secara aktif menyelenggarakan pelatihan bersertifikat, baik secara daring maupun luring, yang mencakup bidang - bidang penting seperti filologi, kodikologi, paleografi Arab, dan teknik tahqiq (penyuntingan kritis) terhadap tek s klasik. Kursus ini terbuka untuk mahasiswa, dosen, maupun peneliti independen yang ingin membangun keahlian dalam meneliti manuskrip dengan pendekatan ilmiah modern. Materi pelatihan disusun secara sistematis dan disampaikan oleh pakar berpengalaman, yang mencerminkan orientasi profesional pusat terhadap pembinaan SDM keilmuan. Sementara itu, المؤتمرات وورش العمل berisi dokumentasi dan pengumuman kegiatan ilmiah berskala nasional maupun internasional. Konferensi dan lokakarya ini menjadi medium diseminasi hasil penelitian, pertukaran gagasan, dan jejaring akademik lintas institusi. Topik yang diangkat dalam forum ini sangat relevan dengan perkembangan terkini dalam kajian manuskrip, pelestarian warisan budaya Islam, serta integrasi teknologi dalam penelitian naskah. Kegiatan ini sejalan dengan pendekatan partisipatif dalam pembelajaran, di mana interaksi akademik menjadi bagian penting dalam pembentukan komunitas ilmiah berbasis kolaborasi. Adapun المعارض المتخصصة berfungsi sebagai ruang visualisasi warisan tulis Islam yang telah didigitalisasi atau dikonservasi oleh pusat. Pameran ini memperlihatkan naskah - naskah langka, alat - alat konservasi, serta proses dokumentasi naskah secara profesional. Melalui pendekatan visual dan tematik, kegiatan ini mengedukasi publik tentang nilai historis dan keilmuan manuskrip, sekaligus memperkuat kesadaran budaya di kalangan akademisi dan masyarakat umum. Yang terakhir, حوارات ومدارسات merupakan ruang dialektika yang mempertemukan para peneliti, ahli, dan mahasiswa dalam diskusi ilmiah terbuka. Kajian ini bersifat tematik dan kritis, membahas isu - isu kontemporer dalam filologi, historiografi Arab - Islam, serta perkembangan epistemologi keislaman. Forum i ni mendorong pembentukan sikap ilmiah yang reflektif, argumentatif, dan berbasis naskah, serta menanamkan tradisi ilmiah yang inklusif dan progresif. Secara keseluruhan, menu الفاعليات menampilkan wajah Amgad Center sebagai pusat pembinaan keilmuan yang ak tif dan progresif. Layanan ini menunjukkan kesinambungan antara informasi digital, pembelajaran berbasis pengalaman, dan pelibatan komunitas akademik. Dalam kerangka teori Chowdhury (2010), pelatihan dan forum interaktif ini memenuhi dimensi interaksi peng guna dan keberlanjutan layanan, yang menjadi indikator keberhasilan sistem informasi digital berbasis warisan.

Conclusion

Amgad Center berperan penting sebagai layanan informasi digital dalam mendukung pengembangan studi manuskrip Islam, khususnya dalam memenuhi kebutuhan komunitas akademik terhadap sumber informasi primer yang terdigitalisasi dan mudah diakses. Berlandaskan teori kebutuhan informasi dan layanan informasi digital, penelitian ini menunjukkan bahwa Amgad Center telah menyediakan infrastruktur yang komprehensif melalui fitur katalog faset, basis data tesis, layanan konsultasi, pelatihan ilmiah, serta perpustakaan warisan yang terintegrasi untuk menunjang kegiatan penelitian dan pembelajaran. Keberadaan fitur seperti faceted search, metadata tematik, dan konten literasi digital menjadikan Amgad Center adaptif terhadap kondisi pengguna yang berada dalam anomalous state of knowledge, sekaligus berfungsi tidak hanya secara informatif tetapi juga e dukatif. Dalam konteks institusi keislaman seperti PTKIN, Amgad Center memperkuat peran sumber daya digital sebagai elemen strategis dalam peningkatan kualitas penelitian, pengembangan kapasitas keilmuan, dan pelestarian warisan intelektual Islam di era digital.