PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KEGIATAN PENDIDIKAN PEMAKAI DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERPUSTAKAAN
Institut Agama Islam Negeri Batusangkar
Abstrak
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana persepsi mahasiswa S1-Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Persepsi mahasiswa terhadap kegiatan pendidikan pemakai dalam pemanfaatan sumber daya perpustakaan di Perpustakaan IAIN Batusangkar. Jenis penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis naratif,dengan populasi pada penelitian ini adalahseluruh mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi islam. Adapun yang menjadi sampel penulis fokuskan pada mahasiswa angkatan 2017 yang berjumlah 35 orang, hal ini dipilih karena mahasiswa angkatan tersebut telah mengikuti program pendidikan pemakai secara langsung di ruang perpustakaan.Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala likert disebar melalui platform google form secara online. Dalam melakukan pengolahan data penulis menggunakan aplikasi analisis statistic SPSS (Statistical Product and Solution) versi 20.0. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasebagian besar mahasiswa menyatakan pendapatnya setuju dengan adanya plaksanaan kegiatan pendidikan pemakai dapat meningkatkan dan menambah keterampilan mahasiswa dalam temu kembali informasi secara cepat dan tepat serta mempermudah dalam menemukan informasi secara relevan. Sebagian besar mahasiswa juga mengemukakan bahwa mereka antusias untuk mengikuti kegiatan dengan menggunakan metode langsung, dimana pustakawan menjelaskan bagaimana penggunaan sarana dan prasarana yang ada di perpustakaan.
Abstract
The aim of this study was to determine the perceptions of undergraduate students of Library Science Study Program, Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah. Student perceptions of user education activities in the use of library resources at the IAIN Batusangkar Library.This study was carried out by descriptive approach and the population in this study were students of Islamic library and information science. As for the sample, the author focuses on the 2017 class of students who consist 35 people, the students were chosen because that batch had participated in user education programs directly in the library room. The measurement variables were carried out by using the Likert scale distributed through the online google form platform. The processing data was carried out by using SPSS (Statistical Product and Solution) Version 20.0 software.The results of this study showed that students agreed that the user education program could improve their skills in getting information quickly and precisely as well as make it easier to find relevant information. Furthermore, Most of the students also stated that they were enthusiastic to participate in activities using the direct method, where the librarian explained how to use the facilities and infrastructure in the library.
Keywords:
User Education
· Library Utilization
· Pendidikan Pemakai
· Pemanfaatan Perpustakaan
Introduction
Perpustakaan merupakan sebuah wadah dalam sebuah institusi pendidikan yang berfungsi sebagai center knowledge, yang bertujuan memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa dan civitas akademika lainnya.Saat ini keberadaan perpustakaan ditutunt lebih aktif dalam mengembangkan fungsi sebagai sarana edukasi, penelitian, dan pelestarian informasi dalam memenuhi tujuan lembaga Tridharma Perguruan Tinggi Pendidikan pemakai merupakan sebuah layanan yang diberikan perpustakaan dalam bentuk bimbingan perpustakaan untuk membantu pemustaka dalam meningkatkan skilldari pemustaka dalam hal ini mahasiswadalam penelusuran informasi secara efektif dan efesien. Seperti yang diketahui, setiap perpustakaan memiliki metode tersendiri dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan pemakai. Hal inidisesuaikan pada kebijakan yang berlaku dan kepentingan dari jenis perpustakaan. Penyelenggaraan kegiatan pendidikan pemakai juga memiliki Metode dan teknik yang disesuaikan pada jenis atau kebutuhan perpustakaan sebagai contoh seperti metode langsung yang melibatkan pengguna dan pustakawan memberikan materi kepada peserta di ruang kelas, library tour, menggunakan koleksi audio-visual, bisa juga memberikan guide book dan sebagainya. Perpustakaan saat ini berada di era keterbukaan informasi, hal ini mengharuskan sebuah lembaga informasi untuk memaksimalkan fungsinya agar pengguna dapat memanfaatkan informasi yang telah disediakan dan perpustakaan juga harus aktif dalam „menjemput bola‟. Dimana perpustakaan harus mengikuti perkembangan zaman dan mengadopsi teknologi agar tidak ditinggalkan pemusata. Ini merupakan rule models yang digunakan untuk memperkenalkan pemustaka dengan kegiatan pendidikan pemakai. Perpustakaan dapat dikatakan maju, jika pengguna merasakan dan tingkat kunjung ke perpustakaan terus meningkat setiap hari nya baik dari kunjungan fisik atau di website.Di perpustakaan jugamenyediakan koleksi yang lengkap, sarana dan prasarana yang berbasis teknologi, sehingga memberikan kepuasan tersendiri kepada pengguna memanfaatkan perpustakaan.Seperti yang dikemukakan Ranganatan dalam poin ke 5 “Library is growing organism”. (Rohana, 2019) bahwa perpustakaan adalah sebuah organisasi yang berkembang.Dari hal ini dapat dipahami bahwa perpustakaan sebagai organisasi yang maju harus memenuhi kebutuhan yang diinginkan pengguna dan mengembangkan kompetensi SDM dalam memberikan pelayanan maksimal. Sejarah Perpustakaan IAIN Batusangkar berdiri seiring dengan berdirinya Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Batusangkar pada tahun 1967.Pada waktu itu keadaan perpustakaan bisa dikatakan masih.sederhana, belum memiliki sarana dan prasarana tersendiri, yang tersedia pada saat itu adalah lemari dan rak-rak buku untuk menyimpan koleksi yang dibutuhkan dosen. Kegiatan perpustakaan masih ditangani oleh pegawai administrasi dengan pola.yang sangat sederhana. UPT Perpustakaan IAIN Batusangkar merupakan lembaga penyelenggara dalam mencerdaskan masyarakatnya dalam lingkup civitas akademika. Perpustakaan memiliki progam pengenalan perpustakaan dimana program ini bersamaan dengan kegiatan PBAK, dimana setiap mahasiswa baru diwajibkan mengikuti kegiatan orientasi perpustakaan dan dibekali informasi yang bertujuan untuk mendapatkan kemampuan dalam untuk dapat memanfaatkan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam menunjang proses perkuliahan. Saat ini jurusan Ilmu Perpustakaan sudah banyak di buka pada perguruan tinggi baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta di setiap daerah dan provinsi seluruh Indonesia. Hal ini juga terlihat di Provinsi Sumatra barat, sudah tercatat 3 Perguruan tinggi sudah mendirikan prodi yang banyak menghasilkan genarsi pustakawan yang profesional, salah satunya perguruan tinggi IAIN Batusangkar dimana telah mendirikan Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam dengan landasan kekuatan dan kekokohan Jurusan Ilmu Perpustakaan Islam IAIN Batusangkar secara yuridis termaktub dalam Surat Keputusan tentang Izin Operasional Jurusan berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1449 tahun 2014. Pertama kali menerima mahasiswa baru pada tahun 2017 sampai tahun 2021 saat ini mahasiswa terdaftar berjumlah 239 mahasiswa aktif yang berasal dari lingkungan Sumatra Barat dan berbagai provinsi yang lain. pada tanggal 09 Februari 2021 Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam telah terkareditasi predikat B oleh BAN-PT. Berdasarkan hasil pengamatan awal yang dilakukan penulis saat berkunjung ke Perpustakaan IAIN Batusangkar, penulis mendapati beberapa permasalahan terakait dalam pemanfaatan sarana dan prasarana di perpustakaan. Hal ini terlihat dari terbatasnya pengetahuan pemustaka khususnya mahasiswa secara teoritis maupun secara praktis dalam penelusuran koleksi masih belum relevan, dan masih minimnya juga pengetahuan mahasiswa dalam penelusuran melalui katalog online, padahal disana telah disedikan beberapa komputer OPAC yang dapat digunakan pengguna untuk mempermudah dalam penelusuran koleksi yang dibutuhkan. Selain itu, pemustaka juga merasakan kendala lain diantaranya pengguna masih merasa kesulitan dalam menenemukan informasi dikarenekan masih sedikitinya petugas dalam memberikan konsultasi atau bimbingan dalam penggunaan sarana dan prasarana perpustakaan. Hal lai juga dirasakan ketika pemustaka membutuhkan koleksi kadang koleksi tersebut tidak berada pada lokasi yang tepat, dan masih banyak Berangkat dari uraian permasalahan diatas, maka dalam tulisan ini penulis ingin mengkaji lebih mendalam lagiterkait persepsi mahasiswa khususnya mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah terhadap kegiatan pendidikan pemakai dalam pemanfaatan sumber daya perpustakaan di Perpustakaan IAIN Batusangkar.
Method
Metode penelitian merupakan kegiatan yang dilakukan secara ilmiah untuk memperoleh data statistic dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Menurut Arikunto (2002 : 136), “metode penelitian ini adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam pada IAIN Batusangkar. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini difokuskan penulis adalah mahasiswa angkatan 2017 yang berjumlah 35 orang, hal ini dipilih karena mahasiswa angkatan tersebut telah mengikuti program pendidikan pemakai secara langsung atau tatap muka dilakukan di perpustakaan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan angket skala likert yang dibuat dalam bentuk checklist dan menggunakan score 1-4 yang disebar melalui platform google form secara online dengan indikator angket Tujuan, metode, materi, manfaat, program pendidikan pemakai dan peran pustakawan.
Result & Discussion
Hasil analisis data dalam penelitian ini penulis lakukan dengan mendeskripsikan hasil persepsi mahasiswa terhadap pendidikan pemakai dalam pemanfaatan jasa dan fasilitas perpustakaan di Perpustakaan IAIN Batusangakar. Hasil penelitian penulis dapatkan dari proses penyebaran angket kepada 35 mahasiswa angkatan 2017 Prodi Ilmu Perpustakan dan Informasi Islam. Adapun hasil jawaban dari angket tersebut dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: 1. Tujuan Pendidikan Pemakai Tabel 1 Tujuan dalam mengikuti program pendidikan pemakai perpustakaan adalah untuk meningkatkan keterampilan temu kembali informasi Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 74,3% pada pernyataan dimana tujuan mereka mengikuti program pendidikan pemakai perpustakaan adalah untuk meningkatkan keterampilan temu kembali informasi. Tabel 2 Tujuan pendidikan pemakai untuk memudahkan dalam menemukan informasi dalam subjek tertentu setelah mengikuti program pendidikan pemakai. Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 62,9% pada pernyataan dimana mereka mengatakan kemudahan dalam menemukan informasi subjek tertentu setelah mengikuti program pendidikan pemakai. Tabel 3 Tujuan mengikuti kegiatan pendidikan pemakai dapat menemukan sumber informasi yang relevan sesuai dengan kebutuhan pengguna Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 65,7% pada pernyataan tujuan mereka dalam mengikuti kegiatan pendidikan pemakai dapat menemukan sumber informasi yang relevan sesuai dengan keinginan. Tabel 4 Tujuan dari mengikuti kegiatan pendidikan pemakai dapat meningkatkan minat baca saya Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar sebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 51,4% pada pernyataan tujuan mereka dalam mengikuti kegiatan pendidikan pemakai dapat meningkatkan minat baca terhadap literature-literatur yang berkaitan dengan perkuliahan. Tabel 5 Metode Orientasi dan tutorial perpustakaan adalah metode yang paling dominan digunakan dalam kegiatan pendidikan pemakai Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 51,4% pada pernyataan bahwa mereka mendapatkan metode orientasi dan tutorial perpustakaan merupakan model yang paling dominan digunakan dalam program pendidikan pemakai. 2. Metode Pendidikan Pemakai Tabel 6 Metode ceramah bagi mahasiswa sangat efektif dalam pelaksanaan kegiatan orientasi perkuliahan Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 57,1% pada pernyataan bahwa mahasiswa setuju Metode ceramah bagi mahasiswa sangat efektif dalam pelaksanaan kegiatan orientasi perkuliahan, hal ini dirasakan mereka mendapatkan informasi terkait dengan pemanfaatan perpustakaan secara langsung oleh pustawan. Tabel 7 Tujuan dari perpustakaan melaksanakan pendidikan pemakai dengan melakukan perkenalan lingkungan perpustakaan secara umum Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 51,41% pada pernyataan bahwa menurut mahasiwa tujuan dari perpustakaan melaksanakan pendidikan pemakai dengan melakukan perkenalan dirasa efektif dalam mengenalkan lingkungan perpustakaan secara umum. Tabel 8 Tujuan pendidikan pemakai adalah perpustakaan memperkenalkan fasilitas dan layanan dari perpustakaan secara umum Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 57,1% mahasiswa setuju dengan tujuan pendidikan pemakai adalah perpustakaan memperkenalkan fasilitas dan layanan dari perpustakaan secara umum, hal ini memberikan indikasi awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal secara lebih dekat sumber informasi sangat dekat dengan mereka. Tabel 9 Dengan adanya pelaksanaan pendidikan pemakai, mahasiswa dapat menelusuri informasi secara efektif dan efesien. Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 57,4% menyatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan pendidikan pemakai, mahasiswa dapat menelusuri informasi secara efektif dan efesien 3. Manfaat Pendidikan Pemakai Tabel 10 Tujuan pendidikan pemakai mahasiswa dapat menggunakan OPAC untuk menelusur informasi Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 71,4% menyatakan bahwa mereka menyatakan setelah mengikuti pendidikan pemakai mereka mampu menggunakan opac menelusuri informasi. Tabel 11 Kegiatan pendidikan pemakai dapat memenuhi kebutuhan informasi mahasiwa Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 51,4% mereka menyatakan bahwa dengan mengikuti kegiatan pendidikan pemakai, dapat memenuhi kebutuhan informasi terutama terkait dengan materi perkuliahan Tabel 12 Tujuan diselenggarakan kegiatan pendidikan pemakai, memberikan motivasi bagi peserta untuk memanfaatkan sumber informasi di perpustakaan Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 60% menyatakan bahwa dengan Tujuan diselenggarakan kegiatan pendidikan pemakai, memberikan motivasi bagi peserta untuk memanfaatkan sumber informasi di perpustakaan. Tabel 13 Dalam proses penyampaian materi, Pustakawan menjelaskan secara komunikatif Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwasebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 60%.Mereka menyatakan bahwa pustakawan bersikap komunikatif dalam menyampaikan materi saat program pendidikan pemakai. 4. Peran Pustakawan Tabel 14 Pustakawan berkomunikasi secara efektif ketika memberikan materi pendidikan pemakai Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 57.1% mereka mengungkapkan bahwa pustakawan berkomunikasi secara efektf dalam memberikan materi saat proses kegiatan pendidikan pemakai. Tabel 15 Dalam penyampaian materi kegiatan, pustakawan bersikap menyenangkan dan komunikatif terhadap peserta Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 54,3% mahasiswamenyatakan bahwa Dalam penyampaian materi kegiatan, pustakawan bersikap menyenangkan dan komunikatif terhadap peserta kegiatan, sehingga informasi yang disampaikan tepat sasaran. Tabel 16 Jadwal pelaksanaan program pendidikan pemakai perpustakaan yang peserta ikuti tidak menganggu dengan jadwal kuliah Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 65,7% mahasiswa mengungkapkan bahwa jadwal pelaksanaan program pendidikan pemakai perpustakaan yang peserta ikuti tidak menganggu dengan jadwal kuliah mereka. sehingga dengan kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam pemanfaatan perpustakaan. 5. Program Pendidikan Pemakai Tabel 17 Tempat kegiatan pelaksanan pendidikan pemakai perpustakaan memberikan kesan nyaman dan aman bagi peserta Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 80% mereka menyatakan tempat kegiatan pelaksanan pendidikan pemakai perpustakaan memberikan kesan nyaman dan aman bagi peserta, sehingga membuat peserta mudah menerima informasi dengan baik. Tabel 18 Kegiatan pendidikan pemakai yang dielenggarakan perpustakaan berjalan efektif dan memberikan pemahaman yang baik terhadap peserta Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 82,9% mereka menyatakan bahwa Program pendidikan pemakai yang diselenggarakan di perpustakaan IAIN Batusangkar berjalan efektif dan memberikan pemahaman yang baik terhadap peserta kegiatan. Tabel 19 Tujuan diadakan pendidikan pemakai, peserta mengetahui tentang tata tertib/peraturan-peraturan Perpustakaan IAIN Batusangkar Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 62,9% menyatakan bahwa dengan adanya pendidikan pemakai, mahasiswa mengetahui tentang tata tertib/peraturan-peraturan perpustakaan. Tujuan pengguna mengetahui peraturan agar menaati tata tertib tersebut demi kenyamanan bersama. 6. Materi Pendidikan Pemakai Tabel 20 Dengan kegiatan pendidikan pemakai, mahasiswa dapat mengetahui lokasi Perpustakaan IAIN Batusangkar Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 62,9% menyatakan bahwa dengan pendidikan pemakai, peserta kegiatan dapat mengetahui lokasi fisik Perpustakaan IAIN Batusangkar.Hal ini bertujuan secara mandiri mereka dapat mengunjungi perpustakaan kapanpun mereka inginkan. Tabel 21 Dengan diadakan kegiatan pendidikan pemakai, peserta dapat memperoleh skill dalam menganskses informasi di perpustakaan. Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 62,9% menyatakan bahwa Dengan diadakan kegiatan pendidikan pemakai, peserta dapat memperoleh skill dalam menganskses informasi di perpustakaan yang efektif dan efesien sehingga mereka mendapatkan literature sesuai kebutuhan. Tabel 22 Tujuan diselenggarakan kegiatan pendidikan pemakai agar peserta dapat mengetahui layanan apa saja di perpustakaan Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 54,3% menyatakan bahwa tujuan diselenggarakan kegiatan pendidikan pemakai agar peserta dapat mengetahui layanan apa saja yang tersediadi perpustakaan IAIN Batusangkar. Tabel 23 Dengan program pendidikan pemakai, peserta dapat mengetahui ruangan-ruangan yang disediakan untuk membaca di perpustakaan Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa hampir sebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 45,7% dengan mengikuti pendidikan pemakai, mereka dapat mengetahui ruangan-ruangan yang disediakan untuk membaca atau mengerjakan tugas perkuliahan di perpustakaan. Tabel 24 Dengan mengikuti pendidikan pemakai, peserta dapat mengetahui ruangan di Perpustakaan Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “setuju” dengan jumlah persentase 48,6% menyatakan bahwa dengan pendidikan pemakai, mereka dapat mengetahui ruangan referensi yang ada di Perpustakaan IAIN Batusangkar.Hal ini berguna untuk pemenuhan tugas penelitian bagi mahasiswa tingkat akhir. Tabel 25 Dengan mengikuti pendidikan pemakai, peseta dapat mengetahui fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh Perpustakaan Dari tabel di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang memilih “sangat setuju” dengan jumlah persentase 48,6%, mahasiswamenyatakan bahwa dengan pendidikan pemakai, mereka dapat mengetahui fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh Perpustakaan IAIN Batusangkar. Hal ini bertujuan agar mereka dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia seperti fasilitas free koneksi internet.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada perpustakaan IAIN Batusangakar dapat disimpulkan bahwa mahasiswa setuju dengan adanya program pendidikan pemakai yang diberikan oleh perpustakaan dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menelusuri informasi yang mereka butuhkan secara cepat dan tepat, dan akurat4. Hasil lain juga menunjukkan sebagian besar mahasiswa antusias untuk mengikuti kegiatan dengan menggunakan metode langsung dimana petugas/pustakawan mendemostrasikan penggunaan sarana secara langsung atau menunjukkan prasarana apa saja yang tersedia di perpustakaan. Berdasarkan hasil yang diperoleh tentang hasil yang telah disampaikan dalam pembahasan, maka penulis memberikan saran terkait dengan penambahan jumlah staf pustakawan agar dapat memaksimalkan lagi dalam memberikan pelayanan bagi pemustaka khususnya dalam pemberian informasi dan terkait dengan penyediaan ruangan atau kelas khusus secara online untuk kegiatan pendidikan pemakai agar memaksimalkan dalam pemahaman terkait dengan pendidikan pemakai.