Kembali
16
1
2021 Maktabatuna : Jurnal Kajian Kepustakawanan Vol 3 · 2 ISSN 2723-0171

IMPLEMENTASI MODEL LAYANAN SIDARING (SIRKULASI DALAM JARINGAN) PADA MASA PANDEMI COVID -19 DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Universitas Negeri Padang

Abstrak

Covid-19 sangat berdampak bagi dunia pendidikan termasuk perguruan tinggi. Sehingga mengakibatkan semua proses perkuliahan dilakukan secara daring (dalam jaringan). Hal yang sama juga terjadi terhadap layanan perpustakaan sehingga semua pemustakanya tidak dapat lagi berkunjung seperti biasanya ke perpustakaan. Perpustakaan Universitas Negeri Padang pada masa pandemi Covid-19 melakukan berbagai upaya agar semua kebutuhan informasi pemustakanya dapat terpenuhi, salah satunya dengan membuka layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan). Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan model layanan sidaring (sirkulasidalam jaringan) pada masa pandemi Covid-19 di perpustakaan Universitas Negeri Padang. Metode Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode observasi berperan serta (participant observation). Dimana peneliti terlibat langsung dengan kegiatan sehari-hari yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah layanan sidaring merupakan sebuah inovasi dari layanan sirkulasi pada masa pandemi Covid-19 untuk perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan para pemustakanya. Jumlah layanan sirkulasi Perpustakaan Universitas Negeri Padang pada masa pandemiCovid-19 selama empat bulan dari bulan September sampai bulan Desember tahun 2020 sebelum dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) adalah 7843 eksaplar, dan empat bulan dari bulan Januari sampai April 2021 setelah dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) adalah 15710 eksamplar. Perpustakaan Universitas Negeri Padang telah melakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) sejak bulan Januai 2021 dan sudah dapat dilihat peningkatan jumlah layanan sirkulasi yang signifikan setelah dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan). jika dilihat porsentase jumlah peningkatannya adalah 66,7%.

Abstract

Covid-19 has had a huge impact on the world of education, including universities. This results in all the lecture processes being carried out online (in the network). The same thing also happened to library services so that all users could no longer visit the library as usual. The Padang State University Library during the Covid-19 pandemic made various efforts so that all the information needs of its users could be met, one of which was by opening a sidaring service (circulation in the network). This paper aims to describe the online service model (circulation in the network) during the Covid-19 pandemic at the Padang State University library. The research method used in this paper is the participant observation method. Where the researcher is directly involved with the daily activities being observed or used as a source of research data. The result of this study is that online services are an innovation of circulation services during the Covid-19 pandemic for libraries to meet the needs of their users. The number of circulation services for the Padang State University Library during the Covid-19 pandemic for four months from September to December 2020 before online circulation services were carried out was 7843 copies, and four months from January to April 2021 after online services were carried out ( circulation in the network) was 15710 copies. The Padang State University Library has been conducting online services (circulation in the network) since January 2021 and it can be seen that a significant increase in the number of circulation services has been carried out after the online service (circulation in the network). if we look at the percentage of the number of increases, it is 66.7%.
Keywords: Library Services · Circulation Services · Library Services During the Covid-19 pandemic · Layanan Perpustakaan · Layanan Sirkulasi · Layanan Perpustakaan Pada masa Pandemi Covid-19

Introduction

Virus Corona atau lebih dikenal dengan Covid-19 telah menyebabkan pandemic diseluruh dunia, hampir semua negara melaporkan penemuan kasus Covid-19 ini termasuk Indonesia. Pandemi Covid-19 bedampak pada semua sektor kehidupan manusia, dimana semua aktifitas dibatasi sehingga sebagian negara mengambil tindakan seperti lockdown, physical distancing dan pembatasan sosial baik berskala kecil ataupun besar. Hal ini dilakukan agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19. Kebijakan ini berdampak pada dunia pendidikan, dimana semua proses pembelajaran mulai dari tingkat Pendidikan dasar sampai perguruan tinggi dilakukan secara daring (dalam jaringan). Pembelajaran secara daring (dalam jaringan) pada Perguruan tinggi mengakibatkatkan pemustaka tidak dapat berkunjung secara langsung keperpustakaan untuk mencari informasi dan buku yang dibutuhkan dalam proses perkuliahannya. Namun demikian perpustakaan perguruan tinggi yang merupakan lembaga yang vital dalam menunjang proses pembelajaran di perguruan tinggi harus berkontribusi dalam memberikan layanan informasi kepada pemustakanya, sesuai dengan fungsinya sebagai perpustakaan pergurantinggi. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan suatu Unit Pelaksana Teknis (UPT) perguruan tinggi yang bekerja sama dengan unit lain untuk mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan cara memilih, menghimpun, mengolah, merawat, dan melayankan sumber informasi kepada lembaga induknya pada khususnya dan masyarakat akademis pada umumnya (Qalyubi dkk., 2007: 22) Perpustakaan perguruan tinggi pada masa pandemi Covid-19 berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan yang ada diperpustakaan secaraonline kepada pemustakanya. Layanan yang ada diperpustakaan perguruan tinggi hampir semua bisa dilaksanakan secara online, namun layanan sirkulasi belum ada perpustakaan yang melakukannya, karena layanan sirkulasi adalah layanan secara langsung berinteraksi antara pustakawan dan pemustakanya, sesuai dengan pendapat Sulistyo (1993: 257) mengatakan salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya. Layanan sirkulasi merupakan denyut nadi semua kegiatan perpustakaan karena kegiatan layanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka merupakan jasa layanan secara langsung bisa dirasakan oleh pemustaka. Layanan sirkulasi dalam jaringandapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi komunikasi dan perpustakaan Digital. Melalui teknologi komunikasi dan perpustakaan digital semua informasi dapat diakses oleh siapapun tanpa harus terikat dengan ruang dan waktu. Dengan kata lain, pemanfaatan teknologi dan perpustakaan Digital di masa pandemi Covid-19 adalah satu keharusan. Perpustakaan Universitas Negeri Padang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pemustaka dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka, baik dalam melakukan penelusuran informasi maupun dalam layanan-layanan yang lainnya. Salah satu layanan yang paling banyak dimanfaatkan oleh pemustaka adalah layanan sirkulasi, karena layanan sirkulasi merupakan ujung tombak dari sebuah keberhasilan suatu perpustakaan. Setelah dilanda pandemi Covid-19, perpustakaan Universitas Negeri Padang melakukan inovasi agar layanan sirkulasi tetap dapat berjalan sebagaimana biasanya dengan cara dan sistem yang berbeda. Inovasi tersebut adalah dengan melakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan perpustakaan digital. Berdasarkan masalah yang ada pada perpustakaan Universitas Negeri Padang pada masa pandemi Covid-19, maka rumusan masalah tulisan ini adalah Bagaimana model layanan sirkulasi Perpustakaan Unversitas Negeri Padang dimasa pandemi Covid-19?

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode observasi berperan serta (Participant Observation). Dimana peneliti terlibat langsung dengan kegiatan sehari-hari yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian (Sugiyono; 2017: 197). Data diperoleh melalui pengamatan terhadap layanan sirkulasi di perpustakaan Universitas Negeri Padang pada masa pandemi Covid-19. Data disajikan dalam pemaparan secara deskriptif. Dimaksudkan untuk melihat fenomena yang terjadi pada layanan sirkulasi di perpustakaan Universitas Negeri Padang pada masa pandemi Covid-19. Dalam penelitian ini penulis berusaha untuk membuat deskriptif, gambaran secara sitematis, faktual dan akurat tentang layanan Sidaring (sirkulasi dalam jaringan) di perpustakaan Universitas Negeri Padang pada masa pandemi Covid -19.

Result & Discussion

Rektor Universitas Negeri Padang mengeluarkan Surat Edaran Nomor:1593/UN35/AK/2020 tentang Kegiatan Kampus dalam rangka Kewaspadaan Pandemi Covid-19di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) seluruh sivitas akademika diinstruksikan untuk melaksanakan aktivitas dan perkuliahan dirumah (Work From Home). Seluruh aktivitas pembelajaran dan semua jenis layanan dilakukan secara daring (online) termasuk layanan perpustakaan. Sehubungan dengan adanya surat edaran tersebut, Perpustakaan Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan upaya untuk tetap berperan dan berkontribusi dengan menciptakan inovasi layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) kepada pemustaka. Menurut Sulistyo (1993: 257) layanan sirkulasi adalah layanan secara langsung bertemunya antara pustakawan dan pemustaka, salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya. Layanan sirkulasi merupakan denyut nadi semua kegiatan perpustakaan karena kegiatan layanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka merupakan jasa layanan secara langsung bisa dirasakan oleh pemustaka. 1. Model Layanan Sidaring (Layanan Sirkulasi dalam Jaringan) di Perpustakaan Universitas Negeri Padang Layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) merupakan layanan sirkulasi yang biasa dilakukan perpustakaan untuk memenuhi kebutuahan informasi pemustakanya yang teridiri dari layanan peminjaman buku, layanan pengembalian buku dan layanan memperpanjang waktu peminjaman buku, namun sekarang karena pandemi covid-19 pemustaka tidak lagi dapat berkunjung ke perpustakaan maka dilakukan layanan sirkulasi dalam jaringan dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp, aplikasi sipus (sistem automasi perpustakaan Universitas Negeri Padang) dan jasa pengiriman barang seperti yang dikemukan oleh Ardoni. (2021). Bahwa layanan sidaring adalah layanan sirkulasi dalam jaringan yang memungkinkan pemustaka meminjam dan mengembalikan bahan perpustakaan tanpa harus datang secara fisik ke perpustakaan. Dalam sidaring digunakan aplikasi WhatsApp, aplikasi sipus (sistem automasi perpustakaan Universitas Negeri Padang) dan jasa pengiriman barang sidaring dapat melayani pemustakan yang berada didalam dan diluar kota. Layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Pada masa Pandemi Covid-19kegiatan layanan sirkulasi tetap dapat dilakukan secara langsung akan tetapi melalui komunikasi via WhatsApp antara pustakawan dengan pemustaka, ini yang dinamakan dengan layanan sidaring ( layanan sirkulasi dalam jaringan). 2. Langkah-langkah Peminjaman buku lewat Sidaring (sirkulasi dalam jaringan) Langkah-langkah peminjaman Sidaring (sirkulasi dalam jaringan) dapat dilakukan dengan mengakses web sidaring http://pustaka.unp.ac.id/file/layanansidaring.pdf.d dan akan tampil langkah-langkah sebagai berikut, a. Pemustaka harus menelusur judul buku yang ingin dipinjam lewat OPAC (Online Public Access Catalog) http://opac.unp.ac.id, maka akan tampil detil buku yang diinginkan tersebut.. b. Selanjutnya lakukan Screen Shoot atau Print Screen judul buku pada OPAC (untuk setiap buku yang akan dipinjamkan) c. peminjaman koleksi maksimal empat judul buku. d. Kemudian kirimkan pesan ke pustakawan yang sudah ditentukan melalui media WA atau Telegram perpusunp, dengan data sebagai berikut. 1) Screen Shoot atau Print Screen buku yang akan dipinjamkan, 2) Identitas diri lengkap dan alamat untuk pengiriman koleksi. 3) kirimfoto diri yang sedang memegang KTM. e. Selanjutnya pustakawan membalas pesan pemustaka untuk menginformasikan ketersediaan koleksi yang akan dipinjam. f. Pustakawan mencarikan buku yang dipesan g. Pemesanan dilakukan secara delivery order mulai dibuka pada pukul 09.30 – 15.00 WIB, sedangkan untuk pemesanan lewat dari pukul 12.00, akan diproses pada hari berikutnya. h. Proses pengiriman buku yang dipesan dilakukan pada pukul 12.00 – 15.00 WIB. i. Jangka waktu peminjaman sidaring ini 7 (tujuh) hari, dan denda keterlambatan Rp1.000,00 per hari. j. Sedangkan pengiriman untuk dalam kota Padang, dilakukan melalui jasa GoSend, dan proses peminjamannya langsung dicatat pada sistem peminjaman saat buku dikirim. k. Pengiriman buku untuk luar kota Padang, proses peminjaman dicatatkan ke sistem peminjaman sesuai dengan tanggal diterimanya buku oleh pemustaka dari jasa pengiriman JNT l. Untuk biaya pengiriman ditanggung oleh pemustaka dengan sistem COD (Cost on Delivery) m.Pustakawan akan mengirimkan resi (bukti pengiriman) melalui WA ke pemustaka n. Jika buku yang dipinjam sudah habis masa pinjamannya, sedangkan buku tersebut masih diperlukan maka buku dapat dipinjam lagi dengan kata lain diperpanjang selama satu minggu lagi(1x tujuh hari), dengan syarat harus mengkonfirmasikannya kepustakawan melalui WA yang telah ditentukan. 3. Langkah-langkah Pengembalian peminjaman Sidaring Langkah-langkah Pengembalian pinjaman layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) dapat dilihat dibawah ini: a. Pemustaka mengirimkan foto buku yang akan dikembalikan sudah berada pada jasa pengiriman atau kurir kepada pustakawan melalui WA yang telah ditentukan. b. Untuk pengembalian buku dari luar kota Padang dapat dikirimkan melalui Pos, JNT, JNE, Tiki atau jasa pengiriman barang lainnya. c. Ketika pustakawan menerima foto buku bahwa buku sudah berada pada kurir maka pada tanggal yang sama buku dikembalikan pada sistem perpustakaan. Jika ada denda maka denda dihentikan pada tangal tersebut. d. Sedangkan untuk peminjam dalam kota Padang, pengembalian bisa dilakukan melalui GoSend e. Jika buku yang dipinjam rusak atau hilang, segera hubungi WA pustakawan yang ditentukan f. Untuk pembayaran denda keterlambatan pengembalian buku langsung ditransfer ke rekening Bank BRI UNP dengan nomor yang telahditentukan. g. Pengiriman pengembalian buku pemustaka harus mencantumkan nama lengkap NIM, Nomor WhatsApp, dan bukti setoran denda dari bank (jika pengembalian buku terlambat) untuk konfirmasi pengembalian. h. Sedangkan pada bagian alamat penerima, dicantumkan: UPT Perpustakaan UNP, Kampus Universitas Negeri Padang, Jl. Prof. Hamka, Air Tawar, Padang. i. Untuk biaya pengiriman pengembalian buku ditanggung oleh pemustaka bukan COD (Cost on Delivery) 4. Perpanjangan waktu pinjaman pada layanan sidaring Perpanjangan waktu pinjaman pada layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) dilakukan dengan cara Pemustaka menghubungi pustakawan via WhatsApp yang telah ditentukan dengan mengirimkan Nama dan NIMnya. Kemudian pustakawan akan memperpanjang waktu pinjaman pemustaka satu minggu lagi. Kemudian pustakawan akan mengirimkan bukti transaksi bahwa perpanjangan waktu pinjaman sudah dilakukan 5. Dampak Layanan sirkulasi Perpustakaan Universitas Negeri Padang (UNP) dimasa Pandemi Covid-19 sebelum dan sesudah dilakukan layanan Sidaring (Sirkulasi dalam jaringan). Layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) di Perpustakaan Universitas Negeri Padang mulai diperkenalkan sejak bulan Oktober 2020 namun pelaksanaanya dimulai sejak bulan Januari 2021. Layanan sirkulasi Perpustakaan Universitas Negeri Padang (UNP) dimasa pandemi Covid-19 sebelum dan sesudah dilakukan layanan sidaring (sirkulasi online) dapat dilihat pada tabel. Data layanan sirkulasi dalam empat bulan sebelum dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) yaitu dari bulan September 2020 sampai Desember 2020 dan empat bulan setelah dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) yaitu dari bulan Januari 2021 sampai bulan April 2021 seperti tabel dibawah ini. Tabel.1 Layanan Sirkulasi pada masa Pandemi Covid-19 sebelum dan sesudah dilakukan layanan Sidaring (Sirkulasi dalam jaringan) Sep 20 1295 eksamplar, Okt 20 1697 eksamplar, Nov 20 2381 eksamplar, Des 20 2470eksamplar, Jan 21 3921 eksamplar, Feb 21 4041 eksamplar, Mar 21 4632 eksamplar, Apr 21 3116 eksamplar. Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah layanan sirkulasi di Perpustakaan Universitas Negeri Padang pada masa Pandemi Covid-19 dalam rentang waktu delapan bulan memperlihatkan peningkatan jumlah layanan sirkulasi dimulai dari bulan Januari 2021 dan yang paling meningkat terjadi pada bulan Maret 2021. Hal ini ditandai dengan banyaknya jumlah layanan sirkulasi yaitu 4632 eksamplar. Peningkatan jumlah yang sangat signifikan ini terjadi setelah dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan), yaitu dari bulan Januari tahun 2021. Total jumlah layanan sirkulasi selama empat bulan sebelum dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) adalah 7843 eksamplar dan empat bulan setelah dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) berjumlah 15710 eksamplar jadi total layanan Sirkulasi selama delapan bulan adalah 23553 eksamplar. Maka porsentase peningkatannya jumlah layanan sirkulasi setelah dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) adalah 66,7%.

Conclusion

Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah sebagai berikut: 1. Layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) merupakan sebuah inovasi dari layanan sirkulasi pada masa pandemi Covid-19. Untuk perpustakaan Universitas Negeri Padang dalam memenuhi kebutuhan para pemustakanya. 2. Jumlah layanan sirkulasi perpustakaan Universitas Negeri Padang pada masa pandemi Covid-19 selama empat bulan dari bulan September sampai bulan Desember tahun 2020 sebelum dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) adalah 7843 eksaplar, dan empat bulan dari bulan Januari sampai April setelah dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) adalah 15710 eksamplar. 3. Perpustakaan Universitas Negeri Padang telah melakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan) sejak bulan Januai 2021 dan sudah dapat dilihat peningkatan jumlah layanan sirkulasi yang signifikan setelah dilakukan layanan sidaring (sirkulasi dalam jaringan). Jika dilihat persentase peningkatannya adalah 66,7%.