Kembali
16
1
2024 Maktabatuna : Jurnal Kajian Kepustakawanan Vol 6 · 1 ISSN 2723-0171

Strategi Meningkatkan Minat Kunjung Pasca Pandemi di Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Universitas Islam Negeri Walisongo; Universitas Islam Negeri Walisongo

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi peningkatan minat kunjung pemustaka dan implikasinya di Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) pasca pandemi dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan terdiri dari Kepala Perpustakaan, Kepala Divisi Layanan Pemustaka, Kepala Divisi Layanan Teknis, dan beberapa pemustaka. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data melibatkan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Perpustakaan UNISSULA untuk meningkatkan minat kunjung mencakup pengenalan program giveaway yang sebelumnya tidak digunakan. Strategi tambahan meliputi: (1) Meningkatkan kenyamanan dengan memperbarui fasilitas. (2) Meningkatkan lingkungan fisik dengan lokasi perpustakaan yang terpusat, pengaturan ruang yang adaptif, serta koleksi yang lengkap dan terawat. (3) Menciptakan lingkungan sosial yang positif melalui komunikasi yang ramah, uji kompetensi layanan untuk pustakawan, pelatihan untuk staf perpustakaan, dan memastikan keamanan dengan penjaga, CCTV, loker, tas transparan, dan detektor asap. (4) Menyediakan layanan perpustakaan yang kuat termasuk sirkulasi, referensi, literasi informasi, layanan bebas pustaka, dan layanan Delicious. Strategi-strategi tersebut berdampak positif pada minat kunjung pemustaka, pengalaman pengguna, reputasi perpustakaan, dan menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi pengguna. Meskipun membutuhkan tambahan personel keamanan dan perbaikan fasilitas, strategi ini efektif meningkatkan minat kunjung pasca pandemi di Perpustakaan UNISSULA dan dapat diterapkan di perpustakaan lain yang bertujuan meningkatkan keterlibatan pengunjung.

Abstract

The aim of this research is to identify strategies for increasing visitor interest and their implications at the Sultan Agung Islamic University (UNISSULA) Library post-pandemic using a qualitative method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, with informants comprising the Head of the Library, the Head of the User Services Division, the Head of the Technical Services Division, and several users. Data validity is tested using technique and source triangulation. Data analysis involves data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that UNISSULA Library's strategy to increase visitor interest includes introducing giveaway programs previously unused. Additional strategies are: (1) Enhancing comfort by updating facilities. (2) Improving the physical environment with a centrally located library, adaptive space arrangements, and a comprehensive, well-maintained collection. (3) Fostering a positive social environment through friendly communication, service competency tests for librarians, training for library staff, and ensuring security with guards, CCTV, lockers, transparent bags, and smoke detectors. (4) Providing robust library services including circulation, reference, information literacy, clearance services, and delicious services. The strategies positively impact visitor interest, user experience, the library's reputation, and create a comfortable and safe environment for users. Despite needing additional security personnel and facility improvements, these strategies are effective in increasing post-pandemic visitor interest at UNISSULA Library and can be applied to other libraries aiming to boost visitor engagement.
Keywords: Academic Library · Visiting Interest Strategy · Library Comfort and Security · Physical and Social environment · Library services

Introduction

Perpustakaan telah menjadi pusat informasi yang diharapkan mampu memberikan layanan informasi yang baik dan akurat untuk menarik minat para pemustaka. Dalam hal ini, perpustakaan harus berusaha memahami dan memenuhi kebutuhan serta keinginan para pemustaka, karena perkembangan perpustakaan akan dipengaruhi oleh perkembangan kebutuhan dan keinginan mereka. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki fungsi sebagai pendukung dan penunjang proses pendidikan yang terjadi di perguruan tinggi. Selain itu, perpustakaan juga berperan dalam kelancaran dan keberhasilan implementasi Tri Dharma perguruan tinggi, serta meningkatkan kualitas pendidikan sebagai respons terhadap tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat (Utari, 2018). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007, yang dalam Pasal 1 Ayat 1 menyebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi yang secara profesional mengelola koleksi karya tulis, karya cetak, atau karya rekam dengan sistem yang terstandarisasi, untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, informasi, dan rekreasi bagi para pemustaka (Republik Indonesia, 2007). Strategi merupakan rencana atau upaya dalam melakukan manajemen untuk mencapai tujuan atau target yang diinginkan, dalam hal ini adalah menarik minat kunjung ke perpustakaan. Perpustakaan harus memiliki strategi yang efektif agar dapat menarik pemustaka yang memiliki kesadaran akan pentingnya informasi. Untuk memastikan kelancaran operasional perpustakaan, penting untuk menerapkan strategi-strategi yang dapat memikat minat pemustaka untuk datang. Hal ini karena minat kunjung pemustaka dipicu oleh ketertarikan. Ketertarikan tersebut dapat meliputi ketertarikan terhadap tempat, lingkungan, koleksi, pelayanan, dan lain-lain. Ketika pemustaka merasa tertarik untuk berkunjung, rasa senang akan meningkat jika kebutuhannya terpenuhi, sehingga menimbulkan kepuasan. Dalam hasilnya, pemustaka akan kembali datang ke perpustakaan. Oleh karena itu, penerapan strategi sangat penting dalam perpustakaan. Ini meliputi pengembangan pelayanan, fasilitas, dan infrastruktur, serta strategi untuk meningkatkan minat kunjung (Muhaimin, Suti’ah, & Prabowo, 2015). Minat pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, latar belakang dan tujuan yang dimiliki oleh perpustkaaan, menurut Dahlan yang dikutip oleh Muhtadien dan Krismayani dalam jurnalnya menjelaskan ada beberapa hal yang membuat pemustaka betah dan ingin berkunjung ke perpustakaan, yaitu karena (1) Rasa nyaman, artinya ruangan perpustakaan dalam keadaan yang bersih, rapih dan sejuk dengan fasilitas penunjang yang dapat memenuhi kebutuhan pemustaka. (2) Keadaan lingkungan fisik, artinya penataan ruang yang rapih dan nyaman, ketersediaan koleksi bahan pustaka yang menarik, berkualitas, up to date, dan beraneka ragam. (3) Keadaan lingkungan sosial yang kondusif, artinya pustakawan memiliki kinerja yang baik, mampu berkomunikasi pada pemustaka dengan baik dan keamanan lingkungan yang baik. (4) Layanan perpustakaan, artinya perpustakaan menyediakan pelayanan yang baik dan lengkap untuk menunjang keperluan pemustaka, perpustakaan menyediakan fasilitias yang memadai untuk digunakan oleh pemustaka, menyediakan komputer yang terintegrasi dengan internet (Muhtadien & Krismayani, 2017). Perpustakaan harus memiliki strategi yang efektif agar dapat menarik pemustaka yang memiliki kesadaran akan pentingnya informasi. Kualitas layanan perpustakaan menjadi daya tarik utama yang diharapkan dapat menarik pelanggan untuk berkunjung. Perpustakaan Universitas Islam Agung Semarang merupakan perpustakaan perguruan tinggi yang menawarkan berbagai jenis layanan, seperti layanan komputer dan internet, layanan fotokopi, dan sebagainya. Layanan-layanan ini disediakan dengan tujuan untuk menarik minat kunjung agar mahasiswa dapat memanfaatkan layanan tersebut secara maksimal. Perpustakaan perguruan tinggi harus menjamin kenyamanan, keamanan dan kepuasan pengunjungnya. Selain itu, pengunjung harus dapat beraktivitas dengan efektif dan produktif sehingga muncul keinginan untuk selalu berkunjung ke perpustakaan. Pepustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis, dapat lebih mudah membantu memenuhi kebutuhan para mahasiswa dan dosen untuk pemenuhan tugas, penelitian maupun bahan ajar. Untuk menunjang kegiatan-kegiatan tersebut suatu universitas diharapkan memiliki perpustakaan yang terorganisasi secara sistematis, maka diharapkan perpustakaan universitas dapat menunjang aktivitas mahasiswa dan dosen. Kerjasama antara pustakawan, dosen dan staf sangat diperlukan dalam penyelenggaraan perpustakaan. Kajian literatur sebelumnya juga pernah membahas terkait dengan tema seputar strategi meningkatkan minat kunjung di perpustakaan, antara lain: 1. Muah (2017) berjudul “Strategy Improving Students Visit To Library Through Convenience, Fasilities And Collections And Interest To Read (Case Study: Public Library and Archives of Lamongan District)”. Penelitian ini menggunakan metode explanatory research dan teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM). Hasil dari penelitian ini kenyamanan, fasilitas, dan koleksi berpengaruh besar pada minat kunjung pemustaka sehingga perpustakaan harus memperhatikan kanyamanan, fasilitas dan koleksi yang ada. Dengan ditingkatkannya kenyamanan dan fasilitas secara modern dan menambahkan koleksi-koleksi baru dan menarik. Perbedaan dengan penelitian kali ini, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui informan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti berfokus pada strategi secara menyeluruh termasuk pelayanan, tata ruang, fasilitas dan lainnya, yang diberikan perpustakan agar pemustaka merasa nyaman di perpustakaan. 2. Ibrahim (2017) dengan judul “Strategi Perpustakaan Terhadap Peningkatan Minat Kunjung Pemustaka Di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar” tahun 2017. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui informan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, instrument penelitian, teknik analisis data, dan uji keabsahan hasil penelitian. Jurnal ini peneliti berfokus pada strategi pelayanan kepada pemustaka dan aspek sarana dan prasarana perpustakaan. Perbedaan dengan penelitian kali ini yaitu peneliti meneliti secara keseluruhan mengenai apa saja strategi yang digunakan dalam pengoprasian perpustakaan sehingga dapat menarik minat para pengunjung untuk datang ke perpustakaan. 3. Wahdaniah (2016) dengan judul “Strategi Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Kunjung Siswa Di SMA Negeri 13 Makassar”. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui informan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini untuk menarik minat kunjung dengan kepala perpustakaan memberikan nilai tambah dan hadiah bagi siswa yang rajin berkunjung ke perpustakaan, para guru memperkenalkan buku-buku dan memperkenalkan dengan sejarah para tokoh serta menyelenggarakan pameran. Penelitian ini fokus pada strategi promosi untuk menarik minat kunjung. Perbedaan penelitian yaitu peneliti fokus kepada komponen komponen dalam perpustakaan untuk menarik minat kunjung dan pada penelitian ini juga Peneliti menggunakan metode penelitian lapangan yang melibatkan peneliti secara langsung turun ke lapangan untuk mengumpulkan data yang terkait dengan penelitian. 4. Muliyani (2019) dengan judul “Strategi Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Kunjung Masyarakat Di Perpustakaan Daerah Kabupaten Jember” tahun 2019. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui informan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini fokus kepada pelayanan, pengelolaan dan promosi. Yang membedakan dengan penelitian kali ini adalah teori yang digunakan dan pada penelitian kali ini peneliti juga akan memfokuskan pada kenyamanan pemustaka dengan adanya tata ruang, desain ruangan dan juga fasilitas2 lain yang tersedia. 5. Khairunnisa, Yumiarti, & Rizkyantha, (2022) dengan judul “Strategi Promosi UPT Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Dalam Meningkatkan Minat Kunjung Mahasiswa" tahun 2022. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui informan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini peneliti fokus kepada strategi promosi, karena penurunan pengunjung yang disebabkan pada masa pandemi COVID-19. Perbedaan dengan penelitian kali ini yaitu peneliti meneliti secara keseluruhan mengenai apa saja strategi yang digunakan dalam pengoprasian perpustakaan sehingga dapat menarik minat para pengunjung untuk datang ke perpustakaan. Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) telah menyediakan manajemen layanan perpustakaan. Hal ini terbukti melalui observasi penulis secara langsung di Perpustakaan UNISSULA yang telah memiliki pelayanan ramah oleh staf dan pustakawan di perpustakaan, penataan bahan pustaka yang mudah dimengerti dengan klasifikasi yang tepat, serta fasilitas yang mencakup ruang sirkulasi, area referensi, ruang pertemuan, area baca, ruang audio visual, smart lab, dan ruang karel. Selain itu, perpustakaan juga menawarkan daya tarik sendiri, seperti desain ruangan baca yang membuat para pemustaka merasa betah saat mengunjungi perpustakaan. Mereka tidak hanya datang untuk meminjam buku dan segera pergi, tetapi juga menikmati menghabiskan waktu lama di sana untuk membaca dan menyelesaikan tugas. Layanan yang ramah dan fasilitas yang nyaman disediakan Perpustakaan UNISSULA untuk memenuhi kebutuhan para pemustaka. Layanan dan fasilitas tersebut disediakan sebelum pandemi Covid 19 dan terbukti daya minat kunjung pemustaka meningkat. Dengan adanya pelayanan dan fasilitas perpustakaan UNISSULA yang ditawarkan kepada pemustaka, perpustakaan ingin memikat para pemustaka untuk betah berada di perpustakaan dan sering berkunjung ke perpustakaan. Hal ini terlihat dari data pengunjung Perpustakaan UNISSULA sebelum pandemi yang terus meningkat dari tahun 2014 sampai tahun 2022. Dilihat dari data pengunjung pada Grafik 1 terdapat fluktuasi jumlah pengunjung Perpustakaan UNISSULA dari tahun 2014 sampai tahun 2018 terjadi kenaikan, namun pada tahun 2019 sampai tahun 2021 terjadi penurunan dikarenakan adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga pelayanan perpustakaan ditutup sementara. Namun pada tahun 2022 ketika Perpustakaan UNISSULA membuka kembali layanannya, data pengunjung perpustakaan mulai merangkak naik. Hal ini tidak menutup kemunginan bahwa pelayanan dan fasilitas yang disediakan Perpustakaan UNISSULA masih dibutuhkan oleh pemustaka, dan untuk mendorong pemustaka agar kembali ke Perpustakaan UNISSULA, diperlukan strategi agar minat kunjung pemustaka kembali tumbuh sehingga Perpustakaan UNISSULA dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sebagai seorang pustakawan yang berpengetahuan luas dalam bidang kepustakawanan, diharapkan mampu menarik minat pengunjung agar datang ke perpustakaan. Tugasnya bukan hanya mengembangkan strategi untuk meningkatkan daya tarik pengunjung perpustakaan, tetapi juga harus cerdik dalam memberikan solusi dan menangani segala permasalahan yang terkadang dialami pemustaka, sehingga saat pemustaka melakukan kunjungan kebutuhannya dapat terpenuhi. Berdasarkan gambaran tersebut, tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung di Perpustakaan UNISSULA Semarang.

Method

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dimana peneliti terlibat secara langsung di tempat kejadian untuk mengumpulkan data terkait dengan penelitian tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk memberikan deskripsi terhadap suatu gejala, peristiwa, atau kejadian yang terjadi pada saat ini. Di sisi lain, penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau karakteristik dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur, atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif (Sugiyono, 2013). Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini dilakukan sejak 6 Desember 2022 hingga awal tahun 2023. Teknik mengambilan data dalam peneilitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasin. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Perpustakaan, Pustakawan dan Mahasiswa yang berkunjung ke Perpustakaan UNISSULA. Uji keabsahan data dalam penilitian ini menggunakan triangulasi teknik dan sumber, sedangkan analisis data penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Result & Discussion

Strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung di Perpustakaan UNISSULA sebagai berikut: 1. Kenyamanan Pemustaka Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung Semarang sangat mementingkan kenyamanan bagi para pemustaka untuk meningkatkan minat kunjung melalui kualitas fasilitas dan kualitas layanan. Perpustakaan UNISSULA Semarang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan tapi juga sudah menyediakan dan memfasilitasi sebagai tempat rekreasi, yang dapat menarik minat para pemustaka. Fasilitas tambahan sebagai daya Tarik para pemustaka terdiri dari area lesehan, ruang audio visual, ruang karel, corner baca, smart lab, kantin, toilet dan fotokopi. Kenyamanan menurut Rilatupa, adalah bagian dari salah satu sasarana karya arsitekstur. Kenyamana terdiri dari kenyamanan psikis dan kenyamanan fisik (Rilatupa, 2008). Kenyamanan dapat dijelaskan sebagai kondisi emosional seseorang yang merasa nyaman berdasarkan persepsinya sendiri. Sementara itu, nyaman merujuk pada keadaan individu yang telah memenuhi kebutuhan dasar manusia sebagai akibat dari beberapa faktor kondisi lingkungan. Menyusun definisi yang tepat untuk kenyamanan sebenarnya sulit karena perasaan kenyamanan adalah subjektif dan tergantung pada persepsi individu yang mengalami situasi tersebut. Rangsangan yang mempengaruhi perasaan kenyamanan, seperti kebersihan, suara, cahaya, bau, suhu, dan lainnya, masuk ke sistem saraf manusia dan diterima oleh otak untuk dievaluasi. Setelah itu, otak akan memberikan penilaian terhadap tingkat kenyamanan dari rangsangan yang diterima. Di perpustakaan sendiri kenyamanan dapat diciptakan dengan adanya fasilitas penunjang menarik yang dapat digunakan oleh para pemustaka. Dalam perpustakaan terdapat sarana dan prasarana penunjang dalam terciptanya ruang perpustakaan yang nyaman dan tenang disebut dengan fasilitas perpustakaan (Anggraeni Rukman & Marimin, 2017). 2. Lingkungan Fisik Perpustakaan UNISSULA Semarang memiliki posisi yang strategis, perpustakaan berada di pusat kampus yang dikelilingi oleh gedung-gedung penting seperti masjid, gedung rector dan gedung serbaguna. Hal ini memudahkan dosen dan mahasiswa dalam mengakses perpustakaan. Selain itu jarak perpustakaan dari jalan raya cukup jauh, sehingga suara bising dari kendaraan di jalan raya tidak terdengar di dalam perpustakaan, sehingga membuat perpustakaan terhindar dari gangguan suara dan perpustakaan terasa lebih nyaman. Hal ini sesuai dengan isi dari Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Perguruan Tinggi tentang lokasi, yaitu: 1) Berada di pusat gedung perguruan tinggi sehingga mudah dicapai oleh mahasiswa dan dosen. 2) Berada di tempat yang tenang sehingga para pengunjung tidak terganggu. 3) Jika kedua tempat tersebut tidak mungkin diperoleh secara bersamaan, maka tempat yang mudah dicapai lebih penting dari pada tempat yang tenang (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, 2015). Ruangan perpustakaan telah disusun sesuai dengan kebutuhan pemustaka dan pustakawan, baik di area baca maupun di area kerja. Lantai satu terdapat ruang kepala perpustakaan, ruang pengolahan, ruang referensi, ruang baca, kantin dan ruang informasi. Lantai dua dan lantai tiga digunakan untuk ruang sirkulasi dan rak-rak buku guna mencegah kerusakan akibat banjir. Setiap ruangan telah diatur pencahayaan dan suhunya sesuai kebutuhan. Pencahayaan ruangan didapatkan dari cahaya lampu dan cahaya matahari yang masuk melalui jendela- jendela. Pewarnaan ruangan didominasi dengan warna coklat dan putih dengan sentuhan warna lain di beberapa area. Kecuali untuk latai dua, yang sengaja dibuat dengan nuansa klasik modern sehingga desain dan pewarnaan yang digunakan sedikit berbeda. Pewarnaan di lantai dua menggunakan perpaduan warna hijau, orange, biru dan ungu. Gedung perpustakaan merupakan sarana yang amat penting dalam penyelenggaraan perpustakaan. Dalam gedung itulah segala aktifitas dan program perpustakaan dirancang dan diselenggarakan (Maulidiyah & Roesminingsih, 2020). Sebagai sebuah unit kerja, perpustakaan perlu memiliki sarana fisik berupa ruangan atau gedung untuk menjalankan fungsinya. Gedung perpustakaan yang baik harus memiliki lingkungan yang baik juga agar dapat memberikan andil dalam penyelenggaraan perpustakaan, lingkungan yang baik adalah lingkungan yang bersih, bebas banjir, tenang, sehat dengan lokasi gedung perpustakaan yang strategi dan mudah dikenal atau dijangkau. Pemilihan lokasi hendaknya mempertimbangkan kenyamanan pemakai, perluasan di masa mendatang, ketersediaan lahan, dan dana (Sulistyo-Basuki, 1991). Pemeliharaan bahan pustaka di Perpustakaan UNISSULA Semarang mengacu pada borang akreditasi perpustakaan nasional. Pertama dengan pengendalian kondisi ruang seperti posisi penyimpanan, pencahayaan dan suhu. Kedua, Ketika ada buku yang rusak dilakukan perbaikan oleh bagian pengolahan. Ketiga, dilakukan perawatan dan pemeliharaan secara periodic, termasuk preservasi, konservasi, fumigasi dan penyiangan (stock opname), serta penempatan dan penataan yang baik dengan suhu dan penerangan yang cukup. Hal ini sesuai dengan pernyataan Lasa mengenai pemeliharaan koleksi bahan pustaka, pemeliharaan ini dapat dilakukan melalui beberapa metode, seperti reproduksi, penjilidan, laminasi/penyampulan, penyiangan, dan fumigasi (Lasa, 2009). Hal tersebut juga sesuai dengan isi dari perawatan koleksi perpustakaan pada Pedoman Akreditasi Perpustakaan (perpusnas) Aspek aspek perawatan koleksi perpustakaan yang dievaluasi dalam proses akreditasi perpustakaan meliputi: 1) pengendalian kondisi ruangan, 2) penjilidan, dan 3) perbaikan bahan pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, Perpustakaan UNISSULA Semarang memiliki lingkungan fisik yang sangat baik. Lokasinya strategis, ruangannya disusun dengan baik sesuai kebutuhan, koleksi bahan pustaka terawat dengan baik, dan suasana di dalam perpustakaan nyaman dan menarik. Bahkan, ada pemustaka dari luar civitas akademika Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang sengaja datang ke perpustakaan untuk mencari buku yang mereka butuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan ini telah berhasil menciptakan lingkungan yang menarik dan mengundang minat kunjung. 3. Lingkungan Sosial Untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman di Perpustakaan UNISSULA Semarang telah menerapkan upaya keamanan, seperti melibatkan kehadiran petugas keamanan (security) yang berjaga di ruang informasi sekaligus tempat penitipan barang pemustaka, adanya CCTV, penggunaan alat detector asap, penggunaan alat keamanan helm, loker penitipan dengan kunci, serta penyediaan tas transparan untuk pemustaka, melalui upaya ini diharapkan dapat menjadi aman dan nyaman bagi seluruh warga perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai kinerja pustakawan dan sikap pustakawan terhadap pemustaka sudah baik, pemustaka merasa senang dengan sikap pustakawan yang baik dan ramah, mereka juga merasa jika pustakawan bersikap tenang, sehingga membuat pemustaka merasa nyaman. Sikap sigap dari pemustaka juga dipandang baik oleh pemustaka, pustakawan menanggapi dengan baik apabila ada pemustaka yang membutuhkan bantuan dan menolong pemustaka saat membutuhkan atau menanyakan sesuatu. Begitupun dengan keamanan yang ada di Perpustakaan UNISSULA Semarang dinilai sudah baik begitupun dengan sikap satpam yang tidak terlalu kaku dan senang menyapa pengunjung menjadi nilai positif bagi perpustakaan untuk peningkatan kunjungan. Menurut Purwanto yang dikutip oleh Umah dalam jurnalnya, lingkungan sosial merujuk pada individu-individu atau manusia lain yang memiliki pengaruh terhadap diri kita (Umah, 2021). Lingkungan sosial sangat berpengaruh pada diri seseorang baik itu membentuk pribadi, sikap dan perilaku. Dalam dunia pekerjaan, untuk mendapat kinerja pekerja yang bagus setidaknya di tempat kerja tersebut memiliki lingkungan sosial yang bagus pula sehingga mendorong para pekerja untuk berkonsentrasi dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Pustakawan adalah seorang profesional di bidang perpustakaan yang memiliki pengetahuan mendalam tentang perpustakaan dan telah mengenyam pendidikan dalam ilmu perpustakaan, baik melalui pelatihan, kursus, seminar, atau melalui pendidikan formal di lembaga pendidikan. Pustakawan memiliki peran yang penting dalam memajukan kegiatan perpustakaan. Menurut Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang pustakawan, seorang pustakawan diakui sebagai individu yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan di bidang kepustakawanan. Pustakawan memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengelola dan memberikan pelayanan di perpustakaan (Republik Indonesia, 2007). Lingkungan sosial dalam suatu lembaga perpustakaan terbilang penting, dengan fokus pada peran pustakawan dan staf perpustakaan. lingkungan sosial yang baik di perpustakaan menciptakan kenyamanan, keamanan, serta respon yang baik terhadap pemustaka. pustakawan bertanggungjawab untuk tidak hanya mengelola buku, tetapi juga memberikan pelayanan yang ramah, baik dan sabar kepada pemustaka. Mereka harus siap memberikan tanggapan dan bantuan dengan respon yang baik agar pemustaka merasa puas dan terlayani dengan baik. Kompetensi pustakawan dalam melayani pemustaka merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh pustakawan. Kompetensi pustakawan terdari dari layanan sirkulasi, layanan referensi dan layanan bimbingan pemustaka. Perpustakaan mengadakan pelatihan pelatihan dalam meningkatkan kinerja pustakawan, slaah satu pelatihan yang telah dilakukan di perpustakaan adalah multimedia, jurnal elektronik dan juga mengikuti bimtek tentang literasi informasi. pelatihan-pelatihan tersebut ditujukan unutk mengembangkan kemampuan pustakawan dan staf pustakawan dalam menghadapi pergeseran di era digital yang disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi. 4. Layanan Perpustakaan Perpustakaan Uiversitas Islam Sultan Agung Semarang menyediakan layanan perpustakaan yang mencakup berbagai jenis kegiatan dan upaya untuk memenuhi kebutuha pemustaka. layanan tersebut mencakup layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan literasi informasi, layanan bebas pustaka, layanan cek turnitin, serta layanan pengiriman dan penjemputan buku khusus untuk dosen dan pegawai (delicious). Sistem layanan yang digunakan adalah layana terbuka, dimana pemustaka diperbolehkan mencari sendiri buku yang dibutuhkan. Hal ini memberikan pemustaka keleluasaan dalam mengakses dan menemukan informasi yang mereka perlukan dengan leluasa dan dengan cara yang praktis. Adapun upaya meningkatkan kualitas layanan dan membangun kebiasaan pemustaka dalam meminjam buku. Salah satu strategi yang diterapkan adalah melalui program giveaway, dimana pemustaka meminjam 4 buku dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah-hadiah kecil yang menarik, seperti vocer, pulpen, mug, jajanan dan lainnya. Sesuai penuturan pustakawan yang dijadikan informan: “…jadi kita ada strategi dengan memberikan giveaway, maksimal dengan meminjam 4 buku itu kita kasih undian mereka dapetnya apa beda-beda sesuai kertas yang diambil, misalnya ada tumblr ada mug ada log note, pulpen, ada vocer jajan kita kana da kantin tuh mba, vocer 5.000, 1.0000, kemudian ada hadian jajan-jajanan cemilan snack. Ini jadi salah satu strategi kita mungkin kan mereka gak butuh-butuh banget nih minjem bukunya kita gakpapa, yang penting kan mereka udah datang dan udah minjem bukunya, walaupun yang mereka tuju itu hadiahnya gakpapa tetap kita layani, bahkan ketika ada mahasiswa yang minjem 2 buku atau 1 buku atau 3 buku, itu kita tawarin ‘kenapa gak pinjem 4 aja biar dapet giveaway’ nah yaudah mungkin ntar asal-asal ambil buat minjem buku aja. Gakpapa ini sebagai awal untuk menarik minat mereka aja dulu. Semoga aja nanti programnya bisa berlanjut. Walaupun nanti sudah tidak lagi tapi semangat pinjam bukunya itu masih tinggi dan semangat datang ke perpusnya juga tinggi.” Program ini baru diselenggarakan pasca pandemi karena dengan adanya PPKM yang membuat pengunjung perpustakaan fluktuasi menurun supaya kembali meningkat. Program ini diharapkan dapat menarik minat pemustaka untuk datang ke perpustakaan dan meminjam buku. Dari hasil penelitian, layanan yang diberikan berjalan dengan baik, dan program baru yang sedang diterapkan di Perpustakaan UNISSULA Semarang juga masih berjalan sampai saat peneliti melakukan penelitian. Selain itu, pemustaka yang mengikuti program giveaway ini memberikan tanggapan yang positif. Mereka menyebutkan bahwa pelayanan di perpustakaan terasa ramah dan mereka mengapresiasi adanya hadiah-hadiah kecil yang diberikan sebagai insentif untuk meminjam buku. Sesuai penuturan informan dari pemustaka : "Untuk pelayannnya ramah. Terus kalau disini tuh enaknya klo misal kita pinjem 4 buku itu ada giveawaynya. Itu macem-macem sih, ada kayak vocer yang bisa dituker di kantin, terus ada jajan juga ada gelas mug perpustakaan.” Layanan perpustakaan merupakan upaya untuk memberikan informasi dan fasilitas kepada pemustaka, dengan tujuan memberikan informasi yang dibutuhkan secara optimal melalui berbagai media. Informasi sendiri merujuk pada data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih bermanfaat dan berarti bagi penerimanya. Hal ini sejalan dengan definisi informasi yang tercantum dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menyebutkan bahwa informasi mencakup keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang memiliki nilai, makna, dan pesan, baik berupa data, fakta, maupun penjelasan, yang dapat diakses melalui berbagai bentuk dan format sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, baik secara elektronik maupun non elektronik (Rahmah, 2018). Strategi menurut Siagin yang dikutip oleh FA Adhyriza dalam jurnalnya, menyatakan Strategi merujuk pada keputusan dan tindakan dasar yang dibuat oleh manajer puncak dan dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi (Riza et al., 2017). Menurut penelitian yang dikutip oleh Ibrahim dalam jurnalnya, minat kunjung adalah dorongan internal yang mendorong seseorang untuk mengunjungi dan memanfaatkan perpustakaan (Ibrahim, 2017). Dari penjelasan di atas maka strategi merupakan penerapan tindakan tindakan atau upaya terdapat suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan, yaitu minat kunjung. Tujuan dari strategi adalah menerapkan suatu tindakan untuk menarik perhatian dan minat dari target pasarnya. Adapun target pasar perpustakaan yaitu civitas akademika, Perpustakaan UNISSULA Semarang mengambil pendekatan yang berdasarkan riset atau masukan dari pemustaka. mereka berusaha memahami keinginan dan minat pemustaka, serta mengadakan fasilitas yang sesuai dengan minat pemustaka agar dapat memberikan pengalaman positif. Perpustakaan UNISSULA Semarang mengembangkan strategi yang terencana dan dapat menghasilkan dampak yang positif dalam meningkatkan minat kunjung pemustaka. strategi tersebut mencakup lingkungan kualitas perpustakaan, seperti meningkatkan kualitas, layanan, koleksi bahan pustaka dan kinerja pustakawan. Penyediaan fasilitas yang nyaman dan beragam, perpustakaan dapat menarik minat pengunjung dan memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan. Perpustakaan UNISSULA Semarang memiliki area lesehan yang luas sehingga menjadi tempat favorit pemustaka yang ingin membaca buku, berdiskusi dan mengerjakan tugas. Pemberian fasilitas tambahan untuk para pemustaka bertujuan agar para pemustaka tidak merasa bosan dan betah berada diperpustakan, fasilitas tambahan terdiri dari: a) ruang audio, visual, b) ruang smart lab, c) ruang karel, d) kantin, e) toilet, f) fotokopi, dan g) akses wifi. Lingkungan fisik perpustakaan, termasuk penataan ruang dan koleksi bahan pustaka, sangat penting untuk memberikan pengalaman yang baik bagi pengunjung. Penataan ruang melibatkan ruang baca yang tertata dengan rapi dan nyaman, dengan meja dan kursi yang sesuai dan ditempatkan di tengah ruangan. Rak buku diatur dengan rapi, menciptakan tampilan yang menarik. Suhu, pencahayaan, ventilasi udara, AC disetiap ryangan, dan pewarnaan juga diatur agar pengunjung merasa nyaman. Perpustakaan juga memperhatikan preferensi pengunjung dalam penataan ruang. Selain penataan ruang, perpustakaan juga menjaga koleksi bahan pustaka tetap lengkap dan terawat. Selain buku teks, terdapat koleksi referensi lain seperti terbitan berkala, jurnal, dan skripsi yang selalu diperbarui. Penggunaan teknologi dan repository elektronik juga meningkatkan akses informasi. Semua ini dapat diakses oleh pengunjung secara bebas. Ketersediaan koleksi yang baik meningkatkan minat kunjungan dan reputasi perpustakaan. Perpustakaan UNISSULA Semarang memiliki dua ruang baca di lantai dua dan tiga. Setiap ruang baca memiliki perbedaan dalam pewarnaan, pencahayaan, dan suhu. Pengunjung dapat memilih ruangan yang mereka anggap nyaman sesuai dengan preferensi masing-masing. Koleksi bahan pustaka juga lengkap dan terjaga dengan baik di perpustakaan ini. Keamanan, kenyaman dan lingkungan sosial di perpustakaan memiliki dampak terhadap intensitas kunjungan pemustaka. dari hasil penelitian keadaan lingkungan sosial di Perpustakaan UNISSULA Seamarang terutama pada interkasi antara pemustaka dan pustakawan sangat mempengaruhi kunjungan pemustaka. strategi yang terapkan untuk mengatasi hal ini adalah dengan diadakannya ujian kompetensi pustakawan dalam bagian pelayanan, kompetensi pustakawan tersebut adalah: a) kompetensi layanan sirkulasi, b) kompetensi layanan referensi, dan c) kompetensi layanan bimbingan pemustaka. Dari uji kompetensi itulah akan ditentukan pustakawan tersebut kompeten atau tidak. Selain itu, pustakawan diharuskan memiliki pengetahuan yang luas mengenai perpustakaan. dengan diadakannya pelatihan-pelatihan dari organisasi maupun dari luar organisasi yang dapat diikuti oleh pustakawan dan staf perpustakaan menjadi strategi bagi peningkatan kinerja pustakawan dan staf perpustkaan. Kehadiran pustakawan yang baik dan ramah memainkan peran penting dalam memberikan pelayanan perpustakaan yang maksimal kepada pemustaka, pelayanan yang baik bertujuan untuk memenihi kebutuhan informasi, pendidikan dan rekreasi pemustaka serta memberikan pengalaman positif kepada mereka. Perpustaakaan Uiniversitas Islam Sultas Agung Semarang juga memperhatikan keamanan perpustakaan baik bagi pemustaka maupun pustakawan, dengan begitu pemustaka dan pustakawan merasa kenyamanan tersendiri saat berada di perpustakaan. Pelatihan juga diadakan untuk meningkatkan pengetahuan pustakawan dan staf perpustakaan. Pustakawan yang baik dan ramah berperan penting dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada pemustaka dan menciptakan pengalaman positif. Perpustakaan juga memperhatikan keamanan bagi pemustaka dan pustakawan, sehingga pemustaka merasa nyaman dan aman di perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan di perpustakaan tersebut ramah dan sopan, yang membuat pemustaka merasa nyaman. Pemustaka merasa keamanan terjaga di perpustakaan dengan adanya penitipan barang di area loker yang telah tersedia yang terjaga oleh satpam untuk menjaga lingkungan perpustakaan sehingga pemustaka merasa lebih aman saat meningkalkan barangnya di dalam loker. Pelayanan di Perpustakaan UNISSULA Semarang mencakup layanan sirkulasi, referensi, literasi informasi, bebas pustaka, cek turnitin, dan Delicious (layanan pengiriman dan penjemputan buku). Hal ini sesuai dengan pedoman penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi yang menyebutkan jenis layanan perpustakaan yang mencakup sirkulasi, referensi, dan literasi informasi. Strategi pelayanan yang diterapkan adalah program giveaway, di mana pemustaka yang meminjam empat buku memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah-hadiah kecil. Program ini berhasil meningkatkan minat kunjungan dan minat pemustaka dalam meminjam buku di perpustakaan, serta membangun kebiasaan positif dalam penggunaan perpustakaan oleh mahasiswa. Melalui peningkatan kualitas fasilitas dan layanan, Perpustakaan UNISSULA Semarang berhasil menarik perhatian civitas akademika untuk berkunjung, meskipun hanya untuk menikmati fasilitas yang disediakan. Data penelitian menunjukkan bahwa kunjungan mengalami fluktuasi peningkatan dari tahun 2014 hingga 2018, kemudian mengalami penurunan di tahun 2019-2021 karena Covid-19, namun mengalami peningkatan kembali setelah diberlakukan keadaan normal pada tahun 2022. Hal ini menunjukkan bahwa upaya startegis perpustakaan dalam meningkatkan fasilitas, pelayanan, dan interaksi dengan pengunjung telah berhasil menarik perhatian civitas akademika untuk mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkannya secara aktif.

Conclusion

Strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Islam Sultan Agung Semarang meliputi (1) Kenyamanan, dimana perpustakaan melakukan peningkatan kualitas fasilitas yang mengikuti perkembangan zaman untuk dapat memenuhi kebutuhan dan menarik minat kunjung pemustaka. (2) Lingkungan fisik, yaitu perpustakaan memiliki lokasi gedung yang berada ditengah-tengah universitas sehingga memudahkan para pemustaka yang ingin berkunjung, memiliki penataan ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan pemustaka dan pustakawan. Begitupun dengan adanya koleksi bahan pustaka yang lengkap dan terawat. (3) Lingkungan sosial, yaitu sikap pustakawan dalam berkomunikasi dengan pemustaka, perpustakaan melakukan uji kompetensi layanan pada pustakawan dan mengadakan pelatihan pelatihan guna meningkatkan kinerja pustakawan dan staf perpustakaan. Keamanan perpustakaan yang baik dengan adanya satpam, cctv, loker penetipan, tas transparan dan detector asap. (4) Layanan perpustakaan, meliputi layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan literasi informasi, layanan bebas pustaka, layanan Delicious. Perpustakaan juga mengadakan program sebagai strategi pasca pandemi yang sebelumnya belum pernah dilakukan, yakni program giveaway dimana pemustaka meminjam 4 buku dan berkesempatan untuk mendapatkan hadiah-hadiah kecil yang disediakan oleh perpustakaan, program ini diadakan guna menarik minat kunjung dan meningkatkan kebiasaan pemustaka untuk meminjam buku. Implikasi dari strategi peningkatan minat kunjung di Perpustakaan UNISSULA Semarang dengan penyediaan fasilitas yang nyaman dan beragam, penataan ruang dan lingkungan fisik yang baik, interaksi yang positif antara pemustaka dan pustakawan, serta pelayanan komprehensif di Perpustakaan UNISSULA Semarang telah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan minat kunjung pemustaka. Walaupun perlu penambahan sumber daya manusia pada bagian keamanan dan perbaikan sarana. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada satu tempat dan eksplorasi teori serta kedalaman penggalian data informan, sehingga penelitian ini baru dapat menggambarkan sekelumit strategi minat kunjung perpustakaan, tetapi penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi penelitian lain yang lebih luas dan mendalam.