Strategi Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Kunjung Siswa Di SMA Negeri 1 Bukit Sundi
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Abstrak
Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah mengenai diterapkan layanan prima, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan adanya layanan prima minat kunjung menjadi meningkat di SMA Negeri 1 Bukit Sundi. Jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara dan pengumpulan dokumentasi berupa dokumen-dokumen pendukung penelitian.Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: strategi layanan prima disebabkan oleh beberapa hal yaitu Tangibles(bukti fisik) ,Reliability (kehandalan), Responsiveness(daya tanggap) , Assurance (jaminan) Empathy (empati), dengan adanya strategi sehingga meningkatnya minat kunjung siswa. Sedangkan kendalanya adalah belum disahkan secara kebijakan bersama strategi ini akan tetapi peraturan itu tidak di laksanakan bahkan juga ada yang melarangnya, ini juga akibat dari terciptanya aturan baru tetapi belum di jadikan SOP,tapi untuk kendala minat kunjung itu tidak ada di karekan minat kunjung yang ada di perpustakaan sekolah tersebut sudah mulai meningkat dengan di terapkan aturan yang baru. Upaya yang dilakukan perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung seperti dilakukan program oleh sekolah yaitu litersi 15 menit setiap hari selasa yang mereka baca adalah buku non fiksi
Abstract
The main problem in this thesis is regarding the implementation of excellent service. The aim of this research is to find out whether with the existence of excellent service, interest in visits increases at SMA Negeri 1 Bukit Sundi.The type of research that researchers used in this research is qualitative with a descriptive approach. The data collection techniques used were observation, interviews and collecting documentation in the form of research supporting documents. The data analysis techniques used were the stages of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions.The research results show that: the excellent service strategy is caused by several things, namely Tangibles (physical evidence), Reliability (reliability), Responsiveness (responsiveness), Assurance (guarantee) Empathy (empathy), with the existence of the strategy increasing student interest in visiting. Meanwhile, the problem is that it has not been approved by policy with this strategy, but the regulations are not implemented and some even prohibit it. This is also the result of the creation of new regulations but they have not yet been made into SOPs, but the obstacle to visiting interest is that it does not exist because of the existing visiting interest. in the school library has begun to increase with the implementation of the new rules. Efforts made by the library to increase interest in visiting include a program carried out by the school, namely 15 minutes of literacy every Tuesday, which they read is a non-fiction book.
Keywords:
Strategi Layanan Prima
· Minat Kunjung Siswa
Introduction
Perpustakaan mempunyai arti sebagai suatu tempat yang didalamnya terdapat kegiatan penghimpunan, pengelolaan, dan penyebarluasan (pelayanan) segala macam informasi, baik secara tercetak maupun terekam dalam berbagai media atau buku, majalah, surat kabar, film, kaset, tape recorder, video, computer, dan lain-lain(Anwar et al., 2019).Sedangkan dalam undang undang RI Nomor 43 tahun 2007 Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi, karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku, guna untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Tujuan perpustakaan sebagai sarana pukung dan pusat pembelajaraan dapat tercapai secara maksimal, maka keadaan perpustakaan haruslah dipertimbangkan. Selain ketersediaan koleksi, hal lain yang sangat penting bagi lingkungan perpustakaan adalah meningkatkan minat kunjung pemustaka (Nurcahyono et al., 2015). Perpustakaan sekolah merupakan salah satu komponen dalam pengajaran di suatu sekolah, yang merupakan sumber kegiatan belajar mengajar baik bagi guru maupun bagi siswa, karena belajar tidak terbatas cuma pada pendidikan di dalam kelas saja melainkan juga di perpustakaan. Karena kegiatan Belajar di dalam kelas itu sifatnya terbatas pada kemampuan para pengajar, peralatan, waktu, dan kurikulum pengajaran. Perpustakaan sekolah seharusnya dapat dijadikan sebagai tempat atau sarana untuk membantu menggairahkan semangat belajar, menumbuhkan minat baca, dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri (Syam et al., 2021). Peran perpustakaan dalam proses pembelajaran di sekolah dapat dilihat setidaknya dari empat indikator, yaitu: layanan, pustakawan, sistem yang digunakan dan sarana ruang perpustakaan. Pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan siswa dan guru, pustakawan dengan kompetensi yang memadai, sistem temu kembali (katalog) yang sesuai, serta sarana dan prasarana ruang perpustakaan yang nyaman untuk belajar (Mansyur, 2007) Sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen sistem intruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan, yang mana hal itu dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses belajar (Eskha, 2018). Pelayanan merupakan kegiatan inti dalam lembaga perpustakaan. Tanpa adanya pelayanan maka perpustakaan tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Berpijak pada uraian mengenai layanan perpustakaan diatas, dahulu perpustakaan cenderung bersifat pasif, tetapi kini perpustakaan dituntut untuk bersifat proaktif menawarkan segala bentuk bahan pustaka yang dikelola dalam rangka memberdayakan masyarakat melalui bidang ilmu pengetahuan (Syam et al., 2021). Manajemen strategi adalah proses organisasi dalam mengelola diri untuk dapat mencapai tujuannya dengan melakukan analisis lingkungan dengan proporsional, merumuskan strategi, menerapkan strategi dengan tepat, dan melakukan evaluasi atas kinerja yang dilakukan. Wheelen dan Hunger juga menyatakan bahwa manajemen strategi merupakan kesepakatan serta kegiatan organisasi yang dirangkai menjadi satu kesatuan yang menetapkan kapasitas organisasi untuk masa depan (Sarwono et al., 2021). Pelayanan prima adalah upaya untuk membuat pelanggan merasa penting, melayani pelanggan dengan ramah, tepat, dan cepat; pelayanan prima adalah pelayanan optimal yang menghasilkan kepuasaan pelanggan. Pelayanan prima adalah upaya membuat rekan kerja merasa nyaman bekerja sama dengan anda. Pelayanan prima merupakan suatu pelayanan terbaik, melebihi, melampaui, dan mengungguli pelayanan yang diberikan pihak lain atau daripada pelayanan waktu yang lalu (Elvina & Rahmah, 2013). Minat kunjung merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang datang dan memanfaatkan perpustakaan. Minat kunjung ditunjukkan dengan keinginan yang kuat untuk datang dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan dengan minat baca dan keterampilan membaca (Iztihana & Arfa, 2020). Minat kunjung menurut Darmono dalam Ibrahim (2017) adalah kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang mengunjungi dan memanfaatkan perpustakaan. Perpustakaan SMA N 1 Bukit Sundi adalah salah satu perpustakaan sekolah menengah atas. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukakan oleh peneliti, dapat diketahui bahwa perpustakaan SMA N 1 Bukit Sundi terdapat berbagai kegiatan interaksi antara pemustaka dengan pustakawan, tetapi juga tidak terbatas digunakan tempat berinteraksi bagi siswa dan guru. Berdasarkan kunjungan dan observasi awal yang peneliti lakukan terdapat berbagai koleksi fiksi dengan jumlah 752 eksemplar yang terdapat berupa komik, novel, puisi, cerpen, non fiksi dengan jumlah 3121 eksemplar seperti buku pengunjung, buku paket, kamus dan majalah, buku paket dengan jumlah 57534 eksemplar, buku referensi dengan jumlah 361 eksemplar dan terdapat peta dengan jumlah 24 eksemplar. Jumlah siswa SMA Negeri 1 Bukit Sundi sebanyak 483 dengan laki – laki 181 dan perempuan sebanyak 302. Fasilitas yang disediakan yaitu ruang baca terbuka. Layanan yang diberikan pustakawan terhadap pemustaka itu cukup ramah. Wawancara yang peneliti lakukan kepada kepala perpustakaan yaitu ibu Destri Mairoza,S.Pd. Terdapat strategi yang dilakukan perpustakaan SMA N 1 Bukit Sundi ini dalam meningkatkan minat kunjung yaitu meperlakukan pemustaka dengan layanan yang ramah, tidak marah – marah ke siswa, membebaskan siswa melakukan apapun di perpustakaan seperti membolehkan mengecas HP, membolehkan siswa tersebut yang mau istirahat di perpustakaan sambil tidur – tiduran, juga membolehkan membawa makanan kedalam perpustakaan dengan syarat siswa tetap harus menjaga kebersihan perpustakaan, dan perpustakaan juga menyediakan permainan catur untuk siswa yang berkunjung ke perpustakaan. Jumlah kunjungan pada 3 tahun belakang ini grafiknya naik turun untuk tahun ajaran 2020/2021 terdapat bulan November yang meningkat, untuk tahun ajaran ajaran 2021/2022 terdapat bulan Oktober dan tahun 2023 terdapat 3 bulan yang grafiknya sama yaitu pada bulan Februari, Agustus dan Oktober ini menjadi meningkat akibat strategi yang diterapkan oleh perpustakaan SMA N 1 Bukit Sundi. Strategi yang diterapkan oleh petugas perpustakaan pada sekarang ini walaupun perpustakaan belum menjadikan strategi tersebut menjadi peraturan yang disahkan oleh kepala sekolah bisa menjadikan alasan akibat bisa nantinya sewaktu ketika berganti kepengurusan perpustakaan strategi ini bisa saja tidak diterapkan. Berdasarkan uraian masalah diatas, peneliti ingin meneliti dengan judul Strategi Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Kunjung Siswa Di SMA Negeri 1 Bukit Sundi. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMA Negeri 1 Bukit Sundi, Kabupaten Solok, dan kendala upaya dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMA Negeri 1 Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMA Negeri 1 Bukit Sundi, Kabupaten Solok, dan kendala dan upaya dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMA Negeri 1 Bukit Sundi, Kabupaten Solok.
Method
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dikenal sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis atau lisan dari orang – orang atau tindakan yang diamati (Rahmadi, 2011).Alasan penulis menggunakan metode deskriptif kali ini adalah supaya pembaca lebih gampang dan mudah mengetahui hasil dari penelitian ini, karena dijelaskan menggunakan kata-kata dan pemikiran yang mudah dimengerti dibandingkan menggunakan angka. penelitian ini penulis mencoba untuk menggambarkan dan memaparkan tentang strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di sma negeri 1 bukit sundi Dalam penelitian ini yang menjadi instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, dengan cara peneliti langsung terjun kelapangan untuk mengumpulkan data atau informasi yang diperlukan baik berbentuk tulisan maupun lisan, dengan melakukan wawancara dan observasi menggunakan pedoman wawancara dan alat pembantu untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan data dilapangan. Sumber data yang peneliti gunakana adalah sumber data primer dan sekunder.sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpulan data, sumber data primer adalah 3 orang pustakawanan di SMA.N 1 Bukit Sundi. Sedangkan sumber data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber yang bukan sumber pertama atau sumber kedua dari data yang dibutuhkan Data sekunder berfungsi sebagai data tambahan agar menguatkan data primer yang sudah didapatkan peneliti. Data sekunder juga dapat berupa koleksi atau pedoman yang sesuai sehingga dapat mendukung penelitian yang dilakukan berdasarkan teori yang telah ada,Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah proses pengumpulan dan pengaturan secara metodis informasi yang diperoleh dari kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi tertulis dan visual , dimulai dari Pengumpula dan Redukasi Data ( Data Collection and Reductions) Menelaah data yang sudah tersedia, baik dari hasil observasi, wawancara, maupun dokumentasi, merupakan langkah pertama dalam pengumpulan data, Penyajian Data ( Data Display) Data ditampilkan atau disajikan dengan menggunakan tabel, grafik, diagram phi, piktogram, dan representasi visual lainnya. Dan Kesimpulan/Verivikasi ( Conclusion / Verifications )Penarikan kesimpulan adalah tahap terakhir dari analisis data setelah pengumpulan data. Proses menganalisis hasil analisis dan interpretasi data melibatkan penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah Tringulasi sumber adalah membandingkan dan memeriksa kembali persentase apakah informasi yang diterima data dikatakan valid, triangulasi teknik adalah untuk menunjukkan kredibilitas dengan cara memeriksa ulang informasi dari sumber yang sama dengan menggunakan beberapa metodologi, dan Triangulasi waktu memverifikasi kebenaran data dengan membandingkannya dengan observasi, wawancara, atau pendekatan lain yang dilakukan pada beberapa titik waktu dan dalam berbagai kondisi.
Result & Discussion
3.1. Strategi Perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMA Negeri 1 Bukit Sundi Pelayanan prima merupakan salah satu usaha yang dilakukan pustakawan dalam melayani pemustaka sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pemustaka dan memenuhi kebutuhan yang inginkan oleh pemustaka. Secara sederhana pelayanan prima dapat diartikan sebagai pelayanan yang menguntungkan atau memuaskan pengunjung perpustakaan. Dengan kata lain, pelayanan yang memenuhi standar kualitas adalah pelayanan yang sesuai dengan harapan dan kepuasan para pemustaka.(Marlesi, 2022) Strategi perpustakaan yang gunakan di SMA Negeri 1 Bukit Sundi dalam meningkatkan minat kunjung siswa yaitu strategi layanan prima yang mana Beberapa hal yang harus ada dalam pelayanan prima : a. Tangibles(bukti fisik) Pada hal yang pertama ini maksud dari bukti fisik itu seperti bagaimana peralatan apakah nyaman dan tertata rapi dan apakah pustakawan selalu berpenampilan rapi, dari wawancara yang peneliti lakukakan dan observasi secara langsung peralatan yang ada di perpustakaan sekolah tersebut tertata dengan rapi dimana terdapat rak yang digunakan untuk meletakkan berbagai koleksi, lemari yang digunakan untuk meletakkan koleksi seperti globa, kamus, dan ketika ada seorang peneliti yang melakukan penelitian di sana nanti hasil yang di teliti oleh peneliti akan diletakkan disana, terdapat meja untuk layanan ruangan terbuka yang membuat pengguna perpustakaan menjadi nyaman,disediakan karpet untuk siswa yang ingin melakukan kegiatan dengan duduk dilantai. Penampilan pustakawan di perpustakaan sekolah tersebut sudah sesuai dengan aturan yang mana sesuai dengan aturan yang di berlakukan di sekolah tersebut. b. Reliability (kehandalan) Kehandalan yang dimaksud dari hal yang harus ada di pelayanan prima yaitu bagaimana staf perpustakaan untuk memberikan pelayanannya, untuk hal ini peneliti melihat langsung bagaimana pustakawan memberikan pelayanan kepada pemustaka, untuk jurusan yang ditempuh oleh pustakawan yaitu ilmu perpustakaan walaupun posisinya sekarang lagi melanjutkan kuliahnya ke jenjang S1, tapi tidak membuat kurangnya kehandalan dari pustakawan ini sendiri. c. Responsiveness(daya tanggap) Pada hal yang ketiga ini maksud dari daya tanggap dari seorang pustakawan untuk membantu dalam memberikan informasi itu cukup cepat dan jelas, sebagaimana yang dijelaskan oleh siswa yang peneliti wawancarai, mereka menyebutkan ketika mereka berkunjung ke perpustakaan dan ingin mencari informasi mengenai pelajaran atau tugas mereka, siswa ini akan bertanya kepada pustakawan dan pustakawan memberikan informasi yang akurat yang membuat siswa menjadi memudahkan dalam pencarian informasi. d. Assurance (jaminan) Pada hal yang keempat mengenai jaminan yang mana dimaksud dengan hal tersebut bagaimana pustakawan harus bersikap sopan, mengetahui pengetahuan serta keterampilan, untuk pustakawan yang ada di perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi siswa menyampaikan untuk sikap yang diberikan oleh pustakawan kepada mereka itu cukup sopan yang buat mereka menjadi ingin berkunjung kembali ke perpustakaan, pengetahuan dan keterampilan dari Pada hal yang keempat mengenai jaminan yang mana dimaksud dengan hal tersebut bagaimana pustakawan harus bersikap sopan, mengetahui pengetahuan serta keterampilan, untuk pustakawan yang ada di perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi siswa menyampaikan untuk sikap yang diberikan oleh pustakawan kepada mereka itu cukup sopan yang buat mereka menjadi ingin berkunjung kembali ke perpustakaan, pengetahuan dan keterampilan dari Empathy (empati). Jadi dapat disimpulkan oleh peneliti mengenai beberapa hal yang harus ada dalam laynana prima yang menurut peneliti melihat dengan cara observasi itu telah hampir mendekatkan ke dalam layanan yang baik karna telah diterapkan walaupun nanti di tahun selanjutnya lebih akan di tingkatkan yang membuat siswa nanti lebih nyaman ke perpustakaan sekolah tersebut. Grafik minat kunjung yang di peroleh setelah di jalankan strategi perpustakaan di SMAN 1 Bukit Sundi Grafik 1 Grafik Kunjungan Perpustakaan SMAN 1 Bukit Sundi Semester 2 TP.2020/2021 Grafik Kunjungan Perpustakaan SMAN 1 Bukit Sundi Semester 2 TP.2020/2021 Sumber : Perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi Grafik 2 Grafik Kunjungan Perpustakaan SMAN 1 Bukit Sundi Semester 1 TP.2021/2022 Sumber : Perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi Grafik 3 Grafik Kunjungan Perpustakaan SMAN 1 Bukit Sundi SemesterTP.2021/2022 Sumber : Perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi Grafik 4 Grafik Kunjungan Perpustakaan SMAN 1 Bukit Sundi Semester 1 TP.2022/2023 Sumber : Perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi Grafik 5 Grafik Kunjungan Perpustakaan SMAN 1 Bukit Sundi Semester 2 TP.2022/2023 Sumber : Perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi Grafik 6 Grafik Kunjungan Perpustakaan SMAN 1 Bukit Sundi Semester 1 TP.2023/2024 Sumber : Perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi 3.2. Kendala dan upaya dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMA Negeri 1 Bukit sundi a. Kendala dalam Meningkatkan Minat Kunjung Siswa Salah satu komponen terpenting perpustakaan adalah pustakawan. Komponen ini sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan atau jasa kepada pengguna perpustakaan. Oleh karena itu, seorang pustakawan harus mampu menempa dirinya menjadi seorang professional yang mampu memberikan jasa dan layanan yang memuaskan kepada pelanggannya.(Agustina & Ardyawin, 2021) Berdasarkan hasil wawancara dengan guru perpustakaan yang mengatakan bahwa kendala yang dihadapi dalam meningkatkan minat kunjung ini yaitu tidak ada di karenakan Alhamdulillah minat kunjung siswa di perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi sudah meningkat dari tahun disaat peneliti menjadi siswa di SMA Negeri 1 Bukit Sundi tetapi kendala yang ditemukan oleh peneliti yaitu tedapat pada strategi layanan prima itu sendiri yang mana terletak pada kebijakan itu sendiri, sebagaimana beliau mengatakan untuk strategi yang kami buat di perpustakaan ini hanya lah kesepakatan antara informan II dan III, dikarenakan untuk sekarang perpustakaan tidak mementingkan peraturan terlebih dahulu akan tetapi yang terpenting bagi mereka adalah banyaknya siswa berkunjung ke perpustakaan dan merasa nyaman berada di perpustakaan sehingga tumbuhlah rasa cinta terhadap perpustakaan hingga mereka termotivasi untuk gemar membaca dan belajar di perpustakaan, dengan kebijakan yang di buat oleh perpustakaan ini menjadikan siswa lebih memilih ke prpustakaan ketika mereka jam kosong, atau ketika mereka bosan belajar di kelas mereka lebih meminta kepada guru mereka untuk belajar di perpustakaan, disisi lain juga kenapa kepala sekolah membebaskan bagaimana strategi yang di buat oleh oleh staf perpustakaan, karna kepala sekolah menerima bagaimana yang dilakukan staf pustakawan agar meningkatkan minat kunjung, dan guru yang ada di SMAN 1 Bukit Sundi memjadi senang dengan perkembangan minat kunjung siswa. Peneliti perhatikan juga untuk siswa SMAN 1 Bukit Sundi ini cara mengajak mereka untuk bisa menjadikan suatu tempat favorit dengan cara tidak ada nya paksaan, tetapi pustakawan seperti memberikan kesenangan untuk mereka, sehingga menjadikan minat kunjung siswa di SMAN 1 Bukit sundi ini bisa meningkat dari 3 tahun belakang ini. Barulah nantinya ketika mereka nyaman berada di perpustakaan ini, perpustakaan pasti akan membuat peraturan atau kebijakan secara sah dan nantinya bisa menjadi peraturan yang di taati oleh siswa. Akan tetapi berdasarkan pengamatan peneliti, peneliti melihat ada beberapa aturan yang lama itu masih di perlihatkan di perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi akan tetapi peraturan itu tidak di laksanakan bahkan juga ada yang melarangnya, ini juga akibat dari terciptanya aturan baru tetapi belum di jadikan SOP. b. Upaya dalam meningkatkan minat kunjung siswa Menurut kutipan yang di gunakan oleh peneliti Berikut ini adalah dua unsur yang mempengaruhi minat kunjung pemustaka: a) Faktor internal Meliputi kecenderungan untuk malas dalam beraktivitas, seperti ketika siswa memiliki jadwal kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi yang padat sehingga tidak memungkinkan untuk berkunjung ke perpustakaan. Beberapa orang merasa malas membuat mereka sulit untuk bergerak. Hasil observasi yang peneliti lakukan terhadap siswa yang ada di sekolah tersebut upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk bisa mengurangi faktor kemalasan yang ada di diri siswa yaitu dengan mewajibkan siswa untuk melakukan literasi 15 menit setiap hari selasa yang mana di setiap hari selasa salah satu dari perwakilan kelas masing – masing diminta menjemput koleksi yang akan mereka baca selama 15 menit, upaya selanjutnya guru berupaya melakukan aktivitas di perpustakaan agar siswa tidak malas untuk berkunjung di perpustakaan, seperti tahun sekarang sekolah menerapkan sekolah merdeka yang mana siswa setiap hari senin akan melakukan procejt dan pasti ada diantra guru yang melakukan kegiatan ini di perpustakaan. Disini juga di upayakan bagaimana siswa mau berkunjung ke perpustakaan dengan menyediakan permain catur, dengan permanan ini mereka bisa belajar sambil bermain karna yang peneliti tau dalam permainan catur juga harus ada kefokusan dalam waktu permainan b) Faktor Eksternal Faktor yang tidak bergantung pada pelajar. Fasilitas perpustakaan sekolah yang buruk, staf yang tidak ramah, status sosial, pengaruh lingkungan, dan kecenderungan murid-murid masa kini untuk lebih bergantung pada internet saat mencari informasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa mengenai factor eksternal yang mana siswa memberitahukan fasilitas yang mereka raasakan di perpustakaan sekolah yaitu cukup bagus dan rapi akan tetapi tahun selanjutnya agar ditingkatkan lagi fasilitasnya , untuk pustakawan siswa menyampaikan juga lewat wawancara antara peneliti mereka mendapatkan sikap yang ramah, Yang di inginkan siswa dalam fasiltas yaitu memperbanyak jumlah buku koleksi fiksi tetapi sepengetahuan peneliti untuk perpustakaan sekolah memang lebih di utamakan buku pelajaran, dikarekan sekolah melakukan upaya menyediakan buku pelajaran dengan jumlah siswa yang ada supaya semua siswa dapat memiliki buku pelajaran.untuk buku koleksi itu menjadi hiburan bagi siswa ketika mengalami kebosanan dalam melakukan aktivitas belajar. Mengenai lingkungan di sekitar perpustakaan itu baik dan bagus, untuk perpustakaan digital itu lagi di upayakan oleh sekolah, kalau untuk internet itu telah di lakukan dan di manfaatkan oleh siswa di perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi. Sekolah mengupayakan untuk lingkungan perpustakaan tersebut jauh dari keributan dan suasananya nyaman, tetapi untuk posisi perpustakaan sekarang itu tidak cocok karena berada di belakang sekali yang membuat siswa menjadi jauh untuk mengakses perpustakaan, tetapi yang berkunjung kesana yaitu ketika mereka jenuh di kelas mereka akan pergi ke perpustakaan. Dapat peneliti simpulkan mengenai 2 faktor dalam meningkatkan minat kunjung itu ketika lebih di perhatikan kembali dan di sempurnakan akan membuat minat kunjung siswa lebih banyak untuk akan berkunjung. Strategi yang di terapkan di perpustakaan sekolah tersbut nantinya bisa berjalan sesuai aturan dan di jadikan SOP yang tetap di karenakan penglihatan peneliti dan hasil wawacara dengan siswa mengenai strategi ini menajadi berpengaruh dalam meningkat minat kunjung, siswa juga menyampaikan ketertarikan mereka untuk berkunjung ke perpustakaan itu meningkat tetapi di balik ketertarikan mereka untuk bekunjung mereka masih kurang kesadaran dalam membaca buku
Conclusion
Berdasarkan hasil temuan penelitian dalam strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMA Negeri 1 Bukit Sundi, dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Strategi perpustaakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMA Negeri 1 Bukit Sundi yaitu strategi layanan Prima yang mana telah dilakukan sesuai dengan strategi yang ada, dengan adanya strategi yang di buat oleh perpustakaan sehingga meningkatnya minat kunjung siswa. 2. Kendala strategi perpustaakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMA Negeri 1 Bukit Sundi yaitu belum disahkan secara kebijakan mengenai strategi layanan prima ini Akan tetapi berdasarkan pengamatan peneliti, peneliti melihat ada beberapa aturan yang lama itu masih di perlihatkan di perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi akan tetapi peraturan itu tidak di laksanakan bahkan juga ada yang melarangnya, ini juga akibat dari terciptanya aturan baru tetapi belum di jadikan SOP., tapi untuk kendala minat kunjung itu tidak ada di karekan minat kunjung yang ada di perpustakaan sekolah tersebut sudah mulai meningkat dengan di terapkan aturan yang baru. 3. Upaya yang dilakukan perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung dengan dilakukan 2 faktor yaitu factor eksternal dengan mewajibkan siswa untuk melakukan literasi 15 menit setiap hari selasa yang mana di setiap hari selasa salah satu dari perwakilan kelas masing – masing diminta menjemput koleksi yang akan mereka baca selama 15 menit, upaya selanjutnya guru berupaya melakukan aktivitas di perpustakaan agar siswa tidak malas untuk berkunjung di perpustakaan, faktor internal yaitu seperti fasilitas yang hampir cukup, untuk pustakawan siswa menyampaikan juga lewat wawancara antara peneliti mereka mendapatkan sikap yang ramah.Mengenai lingkungan di sekitar perpustakaan itu baik dan bagus, untuk perpustakaan digital itu lagi di usakan oleh sekolah, kalau untuk internet itu telah di lakukan dan di manfaatkan oleh siswa di perpustakaan SMA Negeri 1 Bukit Sundi.