Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Pada SMP Negeri 26 Semarang
Universitas Semarang; Universitas Semarang
Abstrak
Pada SMP Negeri 26 Semarang, pengolahan data perpustakaannya masih menggunakan cara manual, sehingga pengurus perpustakaan merasa kesulitan untuk mengolah data perpustakaan yang seharusnya dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat dan minim terjadinya kesalahan. Pada proses pendataan buku, anggota, peminjaman, pengembalian, kas dan pembuatan rekap laporan, SMP Negeri 26 Semarang masih menggunakan buku catatan sehingga mengalami beberapa masalah seperti terjadi input data ganda, pemberian kode buku yang kurang konsisten, buku yang digunakan untuk mencatat dapat rusak atau hilang, data tidak tersimpan dengan rapi. Dalam pembuatan sistem ini, metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi (pengamatan) dan interview (wawancara). Metode pengembangan sistem menggunakan metode Extreme Programming (XP) dan pembuatan program dengan Sublime Text, XAMPP, Chrome Browser. Tujuan dalam pembuatan sistem perpustakaan ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah program yang nantiya dapat membantu pihak sekolah dalam mengelola data-data perpustakaan.
Abstract
On 26 Semarang Public Junior High School, library data processing still using manual procedure, so the library management feels trouble for processing data library which should be done in a short time and have minimum mistake. In the process of collecting books data, user data, loan data, data return, treasury data, 26 Semarang Public Junior High School still using notebook so they experiencing problems like multiple data input, not consistent when processing books code, notebook damaged, and data is not stored neatly. In making this system, method of collecting data done by observation and interview. Using Extreme Programming (XP) in this system development, and using Sublime Text, XAMPP, Chrome Browser for creting this system. the purpose of making this system is expected to produce a program that later on can help the school in processing data library.
Keywords:
Information System
· Web-Based Library
Introduction
Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi saat ini, tiap-tiap sekolah seharusnya meningkatkan sarana dan prasarana untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada murid dan tenaga kerja yang ada. Dalam hal ini penulis berfokus pada pengelolaan perpustakaan, dengan mengaplikasikan sistem baru yang terkomputerisasi akan mempermudah pengurus perpustakaan dalam mengolah data secara efektif dan efisien. SMP Negeri 26 Semarang, merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang dapat menjadi pilihan bagus untuk melanjutkan jenjang pendidikan setelah sekolah dasar. Pada pengolahan data perpustakaannya masih menggunakan cara manual, sehingga pengurus perpustakaan merasa kesulitan untuk mengolah data perpustakaan yang seharusnya dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat dan minim terjadinya kesalahan. Pada proses pendataan buku, anggota, peminjaman, pengembalian, kas dan pembuatan rekap laporan, SMP Negeri 26 Semarang masih menggunakan buku catatan sehingga mengalami beberapa masalah seperti terjadi input data ganda, pemberian kode buku yang kurang konsisten, buku yang digunakan untuk mencatat dapat rusak atau hilang, data tidak tersimpan dengan rapi. Berdasarkan kondisi dan kebutuhan tersebut, maka SMP Negeri 26 Semarang membutuhkan sebuah teknologi informasi pengolah data perpustakaan yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja karyawan. Terutama membantu pengurus perpustakaan dalam melakukan olah data buku, anggota, peminjaman, pengemblian, kas, rekap laporan dan perancangan ini dituangkan pada judul "Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis WEB Pada SMP Negeri 26 Semarang". Berdasarkan hal di atas, diharapkan akan menghasilkan sebuah program sistem informasi perpustakaan yang nantinya dapat membantu SMP Negeri 26 Semarang dalam mengolah data perpustakaan secara baik.
Method
Jenis Data Data primer adalah data atau segala informasi yang diperoleh secara langsung dari perusahaan atau sumber data yang menjadi objek penelitian, seperti melakukan wawancara dan observasi langsung pada objek yang diteliti. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari buku-buku dan literatur lain yang mendukung laporan. Sebagai bahan referensi, penulis mendapatkan data dari buku perpustakaan Universitas Semarang. Data yang diperoleh seperti penjelasan mengenai sistem informasi, penjelasan mengenai sistem. Metode Pengumpulan Data a. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data-data yang akurat mengenai sistem pendataan perpustakaan yang masih dilakukan secara manual di SMP Negeri 26 Semarang dengan cara melakukan dialog dan tanya jawab langsung kepada beberapa pengelola perpustakaan. b. Observasi adalah pengamatan secara langsung bagaimana prosedur dan urutan pendataan perpustakaan yang masih dilakukan secara manual di SMP Negeri 26 Semarang. Studi yang bertujuan untuk mengumpulkan data-data yang mendukung serta mempunya kaitan dengan penelitian ini yang bersifat teoritis dengan cara membaca buku, artikel, dan sumber-sumber lainnya. Sistem Informasi Sistem informasi menurut (Pratama, 2014) merupakan gabungan dari empat bagian utama. Keempat bagian utama tersebut mencakup perangkat lunak, perangkat keras, infrastruktur, dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih. Keempat bagian utama ini saling berkaitan untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat. Didalamnya juga termasuk proses perencanaan, kontrol, koordinasi, dan pengambilan keputusan Perpustakaan Perpustakaan adalah sarana penyedia segala koleksi buku yang dibutuhkan oleh seseorang untuk memperoleh segala informasi tanpa harus membayar atau membeli buku. Menurut (Amri, 2020). Julukan perpustakaan menjadi jantung bagi para akademisi, hal tersebut memberikan harapan dan membantu para mahasiswa dalam mencari dan menambah referensi guna menyelesaikan skripsi atau tugas akhir Menurut (Pratama, 2014).Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar di sekolah, perpustakaan sekolah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Tugas pokok perpustakaan : a. Menghimpun bahan pustaka yang meliputi buku dan non buku sebagai sumber informasi. b. Mengolah dan merawat pustaka. c. Memberi layanan bahan pustaka Tujuan perpustakaan : a. Menimbulkan rasa cinta untuk membaca. b. Memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan. c. Mengembangkan kemampuan belajar. d. Membantu mengembangkan kemampuan bahasa dan daya pikir. e. Pemeliharaan bahan pustaka secara baik. f. Memberikan kemudahan temu kembali informasi. g. Menunjang kegiatan belajar dan mengajar. h. Tempat untuk mencari informasi guna pembuatan karya ilmiah maupun penelitian. Website Website atau web pada awalnya adalah ruang informasi dalam internet, dengan menggunakan teknologi hyperteks, pemakai dituntun untuk menemukan informasi dengan mengikuti link yang disediakan dalam dokumen web yang ditampilkan dalam browser web (Betha, 2014). Kini internet identik dengan web, karena kepopuleran web sebagai standar interface pada layanan-layanan yang ada di internet, dari awalnya sebagai penyedia informasi, kini digunakan juga untuk komunikasi dari email sampai dengan chatting, sampai dengan melakukan transaksi bisnis (commerce). Kini, web seakan lebih populer daripada email, walaupun secara statistik email masih merupakan aplikasi terbanyak yang digunakan oleh pengguna internet. Unifield Modelling Language (UML) UML adalah sebuah "bahasa" yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem (Sugiarti, 2013). Dengan mengunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan class dan operation dalam konsep dasarnya, maka ia lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasa-bahasa berorientasi objek seperti C++, Java, C# atau VB atau C. a. Use case merupakan pemodelan untuk menggambarkan kelakuan (behavior) sistem yang akan dibuat. Diagram use case mendeskripsikan sebuah iteraksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem yang akan dibuat. b. Class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. c. Sequence Diagram menggambarkan kelakuan/perilaku objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. d. Activity Diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Pengujian Menurut (Rosa, 2014) Pengujian adalah satu set aktifitas yang direncanakan dan sistematis untuk menguji atau mengevaluasi kebenaran yang diinginkan. a. Black-Box Testing (pengujian kotak hitam) yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian di maksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. b. White-Box Testing (pengujian kotak putih) yaitu menguji perangkat lunak dari segi desain dan kode program apakah mampu menghasilkan fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan. Pengujian kotak putih dilakukan dengan memeriksa lojik dari kode program. Metode Pengembangan Sistem Adapun metode pengembangan sistem yang diterapkan adalah model Exteme Programming (XP). Metode pengembangan ini sering dikatakan sebagai metode paling populer diantara metode pengembangan Agile, yang mana semakin banyak disukai di kalangan pengembang perangkat lunak. Metode ini mengadopsi dan menerima perubahan signifikan dalam kebiasaan kerja yang ditanamkan dengan pendekatan tradisional yang menekankan perencanaan, prediksi, dan control (Mangalarai, 2009). Extreme Programming (XP) adalah metodologi yang relatif lebih muda dibandingkan dengan penerapan tradisional (misalnya, pendekatan waterfall) yang telah mendominasi selama beberapa dekade.
Result & Discussion
Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Sistem pendataan anggota, buku, transaksi peminjaman dan pengembalian buku, serta pembuatan laporan saat ini masih secara manual dan terjadi banyak masalah dan kurang mengefisiensikan waktu. Analisa Kebutuhan User Analisa kebutuhan user merupakan analisa yang melibatkan orang-orang yang berhubungan dengan sistem yang akan dirancang. a. Melakukan login ke halaman admin untuk mengakses database sistem. b. Menginputkan data buku. c. Menginputkan data anggota. d. Menginputkan data kas. e. Menginputkan transaksi peminjaman. f. Menginputkan transaksi pengembalian. g. Cetak laporan data buku. h. Cetak laporan data anggota. i. Cetak laporan data kas. j. Cetak laporan. Analisa Kebutuhan Software (Perangkat Lunak) Perangkat lunak (software) yang digunakan dalam membangun sistem informasi perpustakaan ini adalah sebagai berikut : a. Sistem Operasi Windows. b. Database yang digunakan MYsQl. c. Pengkodingan menggunakan Sublime Text. Browser untuk menjalankan program adalah Google Chrome. Analisa Kebutuhan Hardware (Perangkat Keras) Perangkat keras (hardware) yang dibutuhkan dalam menjalankan program Sistem Informasi Perpustakaan ini adalah : a. Processor Intel 2Core N3350. 2.4GHz. b. Memory (RAM) 4GB. c. Harddisk 500GB. d. Keyboard. e. Mouse. f. Printer. Use Case Diagram Pada Gambar 1. Use case Diagram. Menggambarkan kelakuan (behavior) sistem. Gambar 1. Use Case Diagram Dalam Gambar use case diagram diatas menunjukan bahwa sistem memiliki satu actor yaitu admin yang memiliki akses untuk mengolah data buku, data anggota, data peminjaman, data pengembalian dan laporan. Activity Diagram Pada Gambar 2. Activity Diagram Data Anggota. Merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Gambar 2. Activity Diagram Data Anggota Activity diagram diatas menunjukan alur proses admin dalam melakukan pengolahan data anggota. Admin dapat melakukan tambah data, edit data, hapus data dan cari data anggota. Class Diagram Pada Gambar 3. Class Diagram. Menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Gambar 3. Class Diagram Dalam gambar class diagram dijelaskan bahwa sistem memiliki lima class yaitu admin, anggota, buku, peminjaman dan kas. Sequence Diagram Pada Gambar 4. Sequence Diagram Data Anggota. Menggambarkan perilaku objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Gambar 4. Sequence Diagram Data Anggota Dalam gambar sequence diagram anggota diatas dijelaskan alur proses admin dalam mengolah seluruh data anngota. Admin dapat melakukan edit, delete, add dan cetak data. Implementasi dan Hasil Form Data Anggota Pada Gambar 5. Form Data Anggota. Admin dapat mengelola data Anggota. Gambar 5. Form Data Anggota Form Detail Data Anggota Pada Gambar 6. Form Detail Data Anggota. Admin dapat melihat data Anggota dan dapat melakukan edit data Anggota. Gambar 6. Form Detail Data Anggota Form Peminjaman Pada Gambar 7. Form Peminjaman. Ini berfungsi untuk mengolah dan memproses data peminjaman. Dalam form ini admin dapat melihat data peminjaman, melakukan tambah transaksi, mencari data peminjaman dan cetak laporan peminjaman. Gambar 7. Form Peminjaman Form Pengembalian Pada Gambar 8. Form Pengembalian. Ini berfungsi untuk mengolah dan memproses data pengembalian. Dalam form ini admin dapat melakukan pencarian data, melihat detail data transaksi pengembalian, dan cetak laporan. Gambar 8. Form Pengembalian Form Data Kas Pada Gambar 9. Form Data Kas. Ini berfungsi untuk mengolah dan memproses data kas. Dalam form ini admin dapat melihat data kas, melakukan tambah data kas, mencari data kas dan mencetak laporan. Gambar 9. Form Data Kas Form Verifikasi Denda Pada Gambar 10. Form Verifikasi Denda. Ini berfungsi untuk mengolah dan memproses data kas yang telah diverifikasi (lunas pembayaran). Gambar 10. Form Verifikasi Denda Form Input Tanggal Laporan Pada Gambar 11. Form Input Tanggal Laporan. Ini berfungsi untuk menentukan data yang akan di cetak berdasarkan tanggal yang diinputkan admin. Gambar 11. Form Input Tanggal Laporan Hasil Rekap Laporan Pada Gambar 12. Hasil Rekap Laporan. Adalah hasil dari penginputan tanggal yang dilakukan oleh admin pada form input tanggal laporan untuk rekap laporan peminjaman. Gambar 12. Hasil Rekap Laporan Hasil Cetak Laporan Pada Gambar 13. Hasil Cetak Laporan. Adalah hasil cetak rekap laporan peminjaman buku berdasarkan tanggal yang diinputkan oleh admin. Gambar 13. Hasil Cetak Laporan
Conclusion
Aplikasi ini dibangun untuk memungkinkan mengelola data perpustakaan yang ada pada SMP Negeri 26 Semarang dan menyimpan data secara lebih rapi dan aman. Memberikan informasi yang cepat, akurat, dan relevan mengenai data anggota, data buku, data peminjaman, data pengembalian dan data kas. Kelebihan yang didapatkan dengan adanya Sistem Informasi Perpustakaan yaitu dapat mengurangi kesalahan yang terjadi saat proses pemberian kode buku, mengurangi waktu dan tenaga bila mencari data yang dibutuhkan, mengurangi adanya data yang hilang ataupun rusak sehingga dapat meningkatkan sistem kinerja yang baik dan cepat. Data peminjaman tidak otomatis ditambahkan dalam denda keterlambatan saat peminjam terlambat mengembalikan buku. Belum ada function untuk menentukan dan mengetahui letak buku dalam proses peminjaman dan pengembalian buku.