Kembali
16
1
2020 Information Science and Library Vol 1 · 2 ISSN 2723-2778

Peran Akses E-Skripsi untuk Mahasiswa Universitas Semarang Selama Perkuliahan Online (daring)

Universitas Semarang; Universitas Semarang; Universitas Semarang

Abstrak

Wabah Corona Virus (Covid-19) yang menyerang melalui penularan penyakit dengan sangat cepat dan dapat mengakibatkan kematian menyebabkan manusia harus menjaga jarak satu dengan lainnya agar tidak terjadi penularan yang sangat cepat, hal tersebut berdampak pada beberapa sektor salah satunya adalah pendidikan. Dalam dunia pendidikan di Indonesia, hingga saat ini masih menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring). Akses E-Skripsi Universitas Semarang menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kendala keterbatasan akses literatur pada mahasiswa. Studi ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan studi kepustakaan. Temuan data selanjutnya dianalisis dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa akses E-Skripsi dapat memberikan solusi bagi mahasiswa. Selain itu, open access memberikan kemudahan dalam menambah literatur yang dibutuhkan, sehingga mahasiswa tetap produktif dalam menyelesaikan studi dikala pandemi.

Abstract

The Corona Virus (Covid-19) outbreak which attacks through disease transmission very quickly and can result in death causes humans to keep their distance from one another so that transmission does not occur very quickly, this has an impact on several sectors, one of which is education. In the world of education in Indonesia, until now, it is still implementing online learning methods. Access to E-Skripsi at the University of Semarang is one solution in overcoming the constraints of limited access to literature for students. This study uses qualitative methods. Data collected by a literature study. Further data findings were analyzed using a descriptive analysis approach. The study results show that E-Skripsi access can provide solutions for students. In addition, open access makes it easy to add to the literature needed, so that students remain productive in completing studies during a pandemic.
Keywords: Libraries · digital collections · pandemics

Introduction

Wabah Covid-19 membawa dampak yang besar bagi masyarakat Indonesia. Agar wabah tidak semakin menyebar luas masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tetap melaksanakan kegiatan dirumah (Setiati and Azwar, 2020). Pemerintah pusat dan daerah mengeluarkan kebijakan seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dimana masyarakat dilarang untuk berkumpul ditempat umum dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Menurut (Suryahadi et al., 2020) kebijakan tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga laju penambahan jumlah korban jiwa dapat diturunkan. Pada masa PSBB, semua instansi pendidikan dimulai dari sekolah, balai diklat, tempat kursus, dan universitas meniadakan kegiatan belajar mengajar yang selama ini dilakukan dengan pertemuan tatap muka didalam kelas. Penutupan sekolah di daerah DKI dan di beberapa kota lainnya di Indonesia, menjadi tantangan baru baik bagi peserta didik, pendidik (guru), orang tua dan wali murid untuk penerapkan kegiatan belajar dari rumah (Syamsuddin et al., 2020). Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut televisi TVRI menayangkan semua mata pelajaran sesuai dengan jenjang masing masing. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Mendikbud DIKTI untuk menjangkau semua lapisan masyarakat agar dapat tetap mengenyam pendidikan walaupun terkendala fasilitas digital (Wajdi et al., 2020). Berbeda dengan pendidikan dasar dan menengah, pendidikan tinggi justru menyelenggarakan semua bentuk perkuliahan lewat daring atau tatap muka secara online. hanya perkuliahan yang membutuhkan praktek di laboratorium masih bisa dilaksanakan dengan tatap muka, namun masih mengikuti protokol kesehatan. Pendidikan tinggi dirasa cukup dengan daring saja tanpa tatap muka di kelas karena tidak semua materi perkuliahan harus disampaikan lewat tatap muka dan mengikuti alur textbook (Pakpahan and Fitriani, 2020). Berbeda dengan pendidikan dasar dan menengah yang menjadikan textbook tiap mata pelajaran sebagai acuan dasar untuk naik kelas, textbook hanya sebagai referensi bagi pendidikan tinggi, dan lebih banyak kegiatan yang mengacu pada berpikir kritis dan pengembangan ilmu, sehingga tidak semua mata kuliah harus dilakukan secara tatap muka. Menurut (Purwanto et al., 2020) mahasiswa bebas mengembangkan kreasi mereka setelah mendapatkan pengetahuan dasar baik dari daring maupun catatan dari dosen lewat e-mail. Perpustakaan sebagai jantung dari akademisi memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa untuk menambah referensi mereka. tentunya tidak semua perkuliahan bisa tercukupi hanya dengan pengetahuan dari daring ataupun catatan dosen. Butuh referensi dari literatur maupun buku koleksi dari perpustakaan sesuai bidang ilmu mereka. namun akibat dari diberlakukannya PSBB, semua perpustakaan terpaksa menutup layanan mereka dan menggantinya dengan akses repository secara online (Salahudin et al., 2020). Perpustakaan Universitas Semarang memalui E-Skripsi yang dikembangkan sejak tahun 2018 memberikan referensi tugas akhir bagi mahasiswa. Sistem E-Skripsi adalah inovasi perpustakaan Universitas Semarang berupa upload berkas skripsi mandiri yang diverifikasi oleh para pustakawan perpustakaan Universitas Semarang. Berdasarkan latar belakang tersebut studi ini bertujuan untuk mengobservasi peran layanan E-Skripsi bagi para mahasiswa Universitas Semarang.

Method

Studi ini menggunakan metode kualitatif dikarenakan tergolong sebagai studi kepustakaan tanpa menggunakan responden atau makhluk hidup sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka dan pencarian artikel berbasis digital untuk menambah referensi yang dibutuhkan. Data primer penelitian ini meliputi layanan akses E-Skripsi perpustakaan Universitas Semarang. Data sekunder penelitian ini meliputi artikel tentang ilmu perpustakaan dan medis mengenai dampak Covid-19 pada masyarakat untuk menganalisis temuan pada studi ini. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan berbasis analisis deskriptif (Seeman, 2018).

Result & Discussion

Pandemi Covid-19 dikenal sebagai penyakit mematikan yang telah merenggut jutaan jiwa diseluruh dunia. Penyakit ini masih berbahaya bagi masyarakat karena belum ditemukan obat yang cocok untuk mengatasi gejala yang timbul akibat virus Covid-19 maupun adanya vaksin untuk mengatasi penyakit ini. Menurut (Setiati and Azwar, 2020) pemerintah Indonesia telah memberlakukan karantina masal bagi masyarakat yang positif terinfeksi Covid-19 ataupun mempunyai hasil pada Rapid atau Swap tes positif. Pemerintah daerah telah membatasi larangan berkumpul dan meliburkan seluruh instansi pemerintah serta membatasi akses masuk ke kota besar demi mengurangi penyebaran wabah ini. Akibat diberlakukannya pembatasan tersebut, akademisi khususnya mahasiswa kesulitan untuk mendapatkan akses literatur yang diperlukan. Mahasiswa yang menjalani semester akhir dalam menyusun tugas akhir seperti skripsi dan tesis kesulitan untuk menyelesaikan tugas mereka dikarenakan. Hal ini juga berlaku bagi para pengajar khususnya dosen serta para guru di sekolah, yang mana tidak semua mempunyai fasilitas yang memadai untuk melakukan kegiatan belajar mengajar jarak jauh. Studi yang dilakukan oleh Suryahadi et al menggambarkan akibat pandemi Covid-19 terhadap kinerja seperti pada diagaram dibawah ini: Gambar 1. Pengaruh Pandemi terhadap Kinerja Covid-19 mengubah tatanan hidup baru yang menghabiskan biaya lebih banyak dibandingkan sebelum wabah berlangsung, khususnya bagi para pekerja. Bagi para akademisi, keterbatasan fasilitas untuk menunjang pekerjaan mereka membuat pihak sekolah dan perguruan tinggi untuk menetapkan standar kinerja terbaru untuk dikarenakan kendala fasilitas yang terbatas menyebabkan kinerja para akademisi turun secara signifikan (Suryahadi et al., 2020). Selain itu, meneurut (Bethune and Korinek, 2020) keterbatasan akses digital pada peserta didik, khususnya yang bertempat pada daerah terisolir atau jauh dari perkotaan mengharuskan pihak pendidik untuk menurunkan standar kompetensi peserta didik mereka secara terpaksa. Namun hal ini jarang terjadi pada pendidikan tinggi karena pakem pendidikan mereka tidak terlalu tergantung dari buku ajar, namun dari penelitian sekitar masyarakat sesuai dengan jurusan masing – masing. E-Skripsi adalah inovasi perpustakaan Universitas Semarang berupa upload berkas skripsi mandiri yang diverifikasi oleh para pustakawan perpustakaan Universitas Semarang. Sistem E-Skripsi sudah diluncurkan sejak tahun 2016 dengan 809 koleksi Skripsi/Tugas Akhir sebagai bahan referensi utama bagi mahasiswa Universitas Semarang khususnya dan mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. Gambar 2. Tampilan Utama E-Skripsi Universitas Semarang Tampilan utama E-skripsi pada Gambar 2 di desain untuk memudahkan mahasiswa dalam mengakses katalog-katalog atau koleksi skripsi/ tugas akhir dari mahasiswa Universitas Semarang. Mahasiswa dapat menggunakan menu pencarian dengan memasukkan Title, Author Name, Keyword dan Year untuk menemukan bahan referensi skripsi yang tepat sesuai topik yang diingankan. Keunggulan dari layanan E-Skripsi Universitas Semarang adalah mahasiswa dapat mengupload berkas skripsi/ tugas akhir secara mandiri yang selanjutnya akan diverifikasi oleh pustakawan perpustakaan Universitas Semarang. Berikut adalah alur pengumpulan berkas skripsi /tugas akhir mandiri. Gambar 3. Alur Pengumpulan Berkas Skripsi/ Tugas Akhir Mahasiswa dapat melakukan pengumpulan berkas dengan langkah awal membuka laman Website E-Skripsi Universitas Semarang dengan alamat “http://eskripsi.usm.ac.id/”, selanjutnya mahasiswa melakukan proses regristrasi (buat akun) dengan memasukkan NIM (username) dan password, kemudian login dengan username dan password yang sudah dibuat, setelah mahasiswa login kedalam aplikasi E-Skripsi mahasiswa dapat melakukan upload berkas skripsi/ tugas akhir, lakukan konfirmasi di google form perpustakaan untuk pemberitahuan sudah melakukan upload berkas, pustakawan perpustakaan akan mengecek berkas yang sudah di upload dan memberikan verifikasi, setelah proses verifikasi mahasiswa dapat mencetak bukti upload skripsi/ tugas akhir. Gambar 4. Jumlah Pengunjung (Visitor) E-Skripsi Universitas Semarang Gambar 4 menunjukkan grafik jumlah pengunjung aplikasi E-Skripsi Universitas Semarang. Grafik urutan pengunjung ditahun 2020 menunjukkan jumlah pengunjung sebanyak 91954, ditahun 2019 menunjukkan jumlah pengunjung sebanyak 30469, ditahun 2018 menunjukkan jumlah pengunjung sebanyak 25088, ditahun 2017 menunjukkan jumlah pengunjung sebanyak 10470, dan ditahun 2016 menunjukkan jumlah pengunjung sebanyak 7060. Hasil tersebut menunjukkan aplikasi E-skripsi memberikan dampak positif dan harapan baru kepada para mahasiswa untuk tetap giat belajar dan mencari refensi dikala pandemi demi menyelesaikan studi.

Conclusion

E-Skripsi nyatanya dapat memberikan solusi bagi mahasiswa Universitas Semarang maupun mahasiswa seluruh Indonesia. Hal tersebut terlihat dari prosentasi kunjungan dibulan September menunjukkan jumlah pengunjung sebanyak 11.642 dan tahun 2020 (Januari-September) menunjukkan jumlah pengunjung sebanyak 81.000. Hal tersebut menjadi harapan baru bagi para mahasiswa Universitas Semarang untuk tetap giat belajar. Hasil studi menunjukkan bahwa akses E-Skripsi dapat memberikan solusi bagi mahasiswa. Selain itu, open access memberikan kemudahan dalam menambah literatur yang dibutuhkan, sehingga mahasiswa tetap produktif dalam menyelesaikan studi dikala pandemi.