Kembali
16
1
2019 Al Maktabah: Jurnal Kajian Ilmu dan Perpustakaan Vol 4 · 2 ISSN 2657-2346

PEMANFAATAN KATALOG DARING BAGI PEMUSTAKA PERPUSTAKAAN UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN

Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Abstrak

Perpustakaan perguruan tingggi sebagai alat yang sangat penting dalam mendukung lembaga induknya dalam tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat, oleh karena itu perpustakaan perguruan tinggi tidak dapat dipisahkan dari tugas dan kewajibannya terhadap lembaga induknya. Perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memiliki layanan katalog daring yang dapat diakses menggunakan jaringan baik itu dari dalam mapun luar kampus. Katalog daring atau yang disebut OPAC (online public access catalouge) telah diimplementasikan kurang lebih selama satu tahun. Pemanfaatan katalog daring oleh pemustaka sangatlah diharapkan oleh pengelola layanan sirkulasi agar dapat memudahkan dan mempercepat proses temu kembali informasi atau koleksi yang diinginkan oleh pemustaka. Penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar manfaat dari layanan katalog daring yang disediakan oleh UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi guna memberikan layanan yang baik bagi pemustaka. Analisa deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran dari pemanfaatan katalog dari oleh pemustaka. Pengambilan sampel sebanyak 186 responden untuk mengetahui seberapa manfaatnya katalog daring diimplementasikan oleh perpustakaan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa masih banyak mahasiswa atau pemustaka yang belum mengetahui manfaat dari penggunaan katalog daring yang ada di perpustakaan, serta belum mengetahui laman katalog daring yang dapat diakses. Perpustakaan harus melakukan bimbingan pemustaka untuk dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang katalog daring untuk pemustaka, sehingga pemustaka dapat memahami manfaat dari katalog tersebut.

Abstract

Higher education libraries as a very important tool in supporting their parent institutions in higher education, namely education, teaching and community service, therefore the university library cannot be separated from their duties and obligations towards their parent institutions. The UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi library has an online catalog service that can be accessed using the network both from inside and outside campus. The online catalog or so-called OPAC (online public access catalyst) has been implemented for about a year. Utilization of online catalogs by users is highly expected by the management of circulation services in order to facilitate and speed up the process of retrieving information or collections desired by users. The study was conducted to find out how much the benefits of the online catalog service provided by UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi in order to provide good services for users. Descriptive analysis is carried out to provide an overview of the use of catalogs by users. Sampling as many as 186 respondents to find out how useful online catalogs are implemented by the library. The results of the study illustrate that there are still many students or users who do not know the benefits of using online catalogs in the library, and do not know the online catalog pages that can be accessed. Libraries must conduct library guidance to be able to provide understanding and knowledge of online catalogs for users, so that users can understand the benefits of the catalog
Keywords: OPAC · Higher Education Library · Online Catalog

Introduction

Keberadaan perpustakaan merupakan sarana yang sangat penting dalam menunjang program tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian masyarakat. Sehingga perpustakaan perguruan tinggi yang menjadi lembaga induk yang dapat menyediakan sarana dan ilmu pengetahuan untuk semua sivitas akademika. Mengingat tugas yang sangat penting tersebut, maka perpustakaan dituntut untuk dapat mengelola semua koleksi dengan baik termasuk menyediakan sarana temu kembali informasi baik katalog maupun sarana penunjang lainnya. Tujuan susunan koleksi di rak adalah untuk mempermudah proses temu kembali setiap koleksi yang ada di perpustakaan, sehingga koleksi diperpustakaan harus diatur atau dijajarkan rapi dan seteliti mungkin sesuai ketentuan yang berlaku. Namun kenyataannya susunan koleksi perpustakaan hanya diatur menurut satu urutan saja yaitu: alfabetis pengarang, judul, atau nomor klas dan bahkan disusun hanya dengan klasifikasi nomor utama saja sehingga susunannya sangat tidak teratur dan lain sebagainya, sedangkan kebiasaan dari pemustaka pada umumnya jika mencari koleksi akan melalui apa yang dikenalnya, seperti nama pengarang, judul, nomor klasnya bahkan melalui subjek koleksi yang diinginkan. Oleh karena itu, dengan adanya keterbatasan pegawai yang menjajarkan koleksi dan dalam penyusunan koleksi hanya dapat disusun dalam satu cara, maka akan timbul masalah bagi mereka yang penelusurannya tidak sejalan dengan penyususnan koleksi pada raknya, misalnya pemustaka mencari koleksi dan hanya ingat pengarang buku sedangkan judul buku pemustaka lupa dan kebetulan dirak disusun berdasarkan nomor kelas maka dengan demikian pasti akan menemui kesulitan untuk dapat menemukan buku tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan sarana temu kembali berupa katalog. Dengan dasar pertimbangan tersebut entri katalog mudah dibuat duplikasinya sebanyak yang dikehendakinya setelah diberi tambahan tajuk sesuai dengan keperluan dan masing-masing dapat di susun menjadi katalog pengarang, katalog judul, katalog subyek. Dengan adanya sarana temu kembali katalog akan dapat memberikan tiga titik pendekatan melalui catalog. Dengan demikian penelusuran melalui katalog memiliki kelebihan dan keuntungan dibandingkan dengan penelusuran langsung pada jajaran koleksi. Namun kenyataan menurut pengamatan pemanfaatan sarana temu kembali informasi khususnya katalog oleh mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi masih belum dimanfaatkan dengan baik, karena mahasiswa lebih banyak langsung mencari kejajaran koleksi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor antara lain mahasiswa tidak mengetahui tujuan penggunaan katalog, mahasiswa tidak mengetahui manfaat catalog, mahasiswa tidak mengetahui kelebihan dan keuntungan bila melakukan penelusuran terlebih dahulu pada catalog, mahasiswa kemungkinan belum mengetahui cara menelusur pada catalog. Sehingga koleksi yang dijajarkan juga akan menjadi tidak rapi susunanya yang kemudian mempengaruhi dan menghambat proses temu kembali informasi oleh pemustaka yang sedang mencari koleksi di perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Perpustakaan adalah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku atau terbitan lainya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual. (Sulistiyo Basuki, 1990). Hal ini menyatakan bahwa koleksi perpustakaan digunakan untuk dibaca, dan menunjukkan perbedaan utama antara perpustakaan dengan toko buku. Bila toko buku penjajaran koleksi akan dijual dengan tujuan mencari keuntungan, maka perpustakaan bertujuan mendayagunakan koleksi untuk kepentingan pemustaka mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan. Tujuan utama perpustakaan perguruan tinggi adalah menjadi lembaga induk yang untuk mencapai tujuannya yaitu tridharma perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, maka perpustakaan perguruan tinggipun bertujuan membantu melaksanakan tujuan tersebut. Adapun tujuan diselengarakannya perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk mendukung memperlancar serta mempertinggi kualitas pelaksanaan program serta kegiatan-kegiatan perguruan tinggi melalui pelayanan informasi yang secara umum meliputi beberapa aspek yaitu: mengumpulkan, pelestarian, pengolahan, pemanfaatan dan penyebarluasan informasi. Kemudian secara khusus tujuan perpustakaan perguruan tinggi yaitu memenuhi keperluan informasi masyarakat perguruan tinggi yakni dosen dan mahasiswa, juga mencakup tenaga administrasi atau seluruh sivitas akademik perguruan tinggi tersebut; menyediakan bahan pustaka rujukan (referensi) pada semua tingkat akademik; menyediakan Jasa peminjaman yang tepat guna bagi berbagai jenis pemustaka; menyediakan jasa informasi aktif yang tidak saja terbatas pada lingkup Perguruan Tinggi. Bahwa katalog tidak lain adalah daftar entrientri yang mewakili koleksi perpustakaan maka lebih jelasnya akan diuraikan tujuan dan fungsi katalog serta bentuk fisik katalog. Tujuan katalog adalah untuk memungkinkan seseorang menemukan dokumen perpustakaan apabila dari dokumen itu ia ketahui pengarang, judul atau subjeknya; menunjukkan koleksi yang ada di perpustakaan (karya pengarang, subyek, dalam bentuk sastra tertentu); untuk membantu pemilihan dokumen yang baik sesuai dengan keingingan pemustaka menurut Charles Ami Cutter dalam (Sulistiyo Basuki, 1991). Penekanan katalog perpustakaan yang bertindak selaku daftar temu kembali bagi dokumen temuan tertentu. Ini memerlukan penyediaan dan bagi masing-masing buku dan memungkinkan penelusuran berdasarkan pengarang, judul dan subjek. Tujuan kedua menekankan bahwa katalog perpustakaan harus bertindak sebagai daftar temuan bagi sekelompok dokumen. Ini merupakan penyediaan entri seragam bagi setiap kelompok. Tujuan ketiga berkaitan dengan deskripsi dokumen dalam katalog, sehingga pemakai dapat membedahkan berbagai edisi dari dokumen tertentu dan memungkinkan pemilihan dokumen dengan penyediaan ciri khusus. Dengan uraian diatas, maka dapat dipahami mengapa perpustakaan perlu mempunyai katalog. Karena jelas katalog mempunyai berfungsi sebagai catatan lengkap atau sebagian tentang koleksi perpustakaan; kunci untuk menemukan karya yang diperlukan pemustaka; sumber yang memberikan alternative pilihan karya; sumber untuk menyusun bibliografi; alat bantu untuk mengikat isi koleksi. Atau katalog berfungsi sebagai ingatan sistem dan merupakan sarana temu kembali utama untuk koleksi perpustakaan. Katalog dapat disajikan dalam berbagai bentuk/format yang bermacam-macam, diantaranya berbentuk yaitu 1) Katalog Kartu; 2) Katalog Buku; 3) Katalog Lembaran; 4) Katalog Komputer (Online Computer Catalog) atau OPAC (Online Public Access Catalog). OPAC adalah suatu sistem temu balik berbasis computer yang digunakan oleh pengguna untuk menelusuri koleksi suatu perpustakaan atau unit informasi. Untuk dapat menentukan katalog mana yang baik, berikut ini akan diketenukan sejumlah persyaratan ideal walaupun pada dasarnya tidak ada bentuk yang sempurna, karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Syarat-syarat bentuk katalog yang ideal antara lain: 1. Flexibel dalam arti mudah menyisipkan yang baru dan mudah mengeluarkan yang tidak dipakai lagi. 2. Mudah digunakan dan diatur. 3. Ekonomis dalam pembuatan serta tahan lama.4. Mudah dibuatkan duplikasinya melalui berbagai cara. 5. Tidak memakan tempat dan mudah dipindahkan. 6. Mudah diberi petunjuk untuk memudahkan pemakai mencari yang berhubungan dengan kebutuhannya. Bahkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi, pada saat ini telah ada perpustakaan yang menerapkan system temu kembali informasi secara online. Sarana temu kembali secara online ini di perpustakaan dikenal dengan istilah OPAC. Sarana ini adalah satu atau beberapa komputer yang disediakan perpustakaan yang dapat digunakan oleh semua pemustaka untuk menelusur katalog perpustakaan yang sudah berbentuk pangkalan data elektronik. Online public accses catalog pada dasarnya lebih banyak memberikan manfaat dalam penemuan kembali informasi diperpustakaan. Katalog daring yang dimiliki oleh perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi adalah katalog daring yang bisa diakses oleh publik dengan laman www.pustaka.uinjambi.ac.id. Selain bisa diakses di perpustakaan, katalog daring juga bisa diakses dimana saja asal terdapat koneksi jaringan yang baik, sehingga pemustaka sebelum mencari koleksi langsung ke jajaran rak dapat mencari dan mencatat nomor panggil yang terdapat di katalog daring. Dan kemudian dapat mencari koleksi ke jajaran dengan tepat dan cepat melalui bantuan pustakawan atau mencari sendiri.

Method

Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, hanya memaparkan situasi atau peristiwa yang diteliti dengan menggambarkan dan melukiskan objek pada saat yang sama berdasarkan fakta-fakta (Jalaludin Rahmat, 1999:24). Penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan dan tidak menguji hipotesis. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi actual secara rinci yang melukiskan gejalah yang ada; mengedintifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku; membuat perbandingan dan evaluasi; menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang. (Jalaludin Rakhmat, 199:25). Populasi penelitian ini adalah mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang berkunjung diperpustkaan. Penentuan jumlah populasi dalam penelitian ini didasarkan dari data yang diperoleh peneliti, dimana mahasiswa yang berkunjung di perpustakaan dalam setiap minggu rata-rata 400 orang. Untuk itu yang menjadi sampel dalam penelitian ini, jumlah sampel adalah 186 orang menggunakan tabel isaac dan michael dengan tingkat toleransi kesalahan 5%. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: data primer diperoleh melalui hasil jawaban responden pada kuesioner yang dibagikan kepada responden. Dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari data statistik yang ada di perpustakaan serta data bahan bacaan yang erat kaitannya dengan judul penelitian. Teknik pengolahan data yaitu dengan cara mengumpulkan data primer dan sekunder, kemudian setelah seluruh data yang diperlukan sudah terkumpul maka dilakukan pencatatan atau pengecekan atas hasil jawaban responden. Setelah itu peneliti akan memberikan kode pada setiap jawaban dan mentabulasi data tersebut sesuai kebutuhan data yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Tahap ini peneliti akan mentabulasi datadata yang ada secara presentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif.

Result

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan sarana temu kembali katalog online di perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi oleh pemustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang menyatakan tujuan ke perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk membaca berjumlah 9 responden atau 4.8% sedangkan yang menyatakan untuk meminjam buku 19 responden atau 10.2%. Kemudian responden yang menyatakan gabungan kedua–duanya atau untuk membaca dan sekaligus untuk meminjam buku sebanyak 158 responden atau 84.9 %. Responden yang menyatakan mengetahui tujuan fungsi katalog perpustakaan adalah 70 responden atau 37,6%, yang menyatakan kurang mengetahui 80 responden atau 43% sedangkan yang menjawab tidak mengetahui adalah 36 responden atau 19.3%. Respoden yang mengetahui katalog sebagai wakil ringkas koleksi yang dimiliki perpustakaan sebanyak 90 responden atau 48.3%, sedangkan yang kurang mengetahui bahwa katalog merupakan wakil ringkas koleksi yang dimiliki perpustakaan sebanyak 96 responden atau 51.6%. Responden yang mengetahui sistem katalog telah diterapkan di perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berjumlah 98 responden atau 52.6 % sedangkan yang menyatakan tidak mengetahui berjumlah 88 responden atau 47.3%. Responden yang menyadari kegunaan katalog sebagai sarana temu kembali informasi berjumlah dari 120 responden atau 64.5 % sedangkan yang menyatakan tidak menyadari kegunaan katalog sebagai sarana temu kembali adalah 66 responden atau 35.4 %. Responden yang melakukan penelusuran informasi dan selalu melakukan penelusuran terlebih dahulu melalui katalog berjumlah 80 responden atau 40% sedangkan yang menyatakan hanya kadang-kadang berjumlah 91 responden atau 48.9 % kemudian responden yang menjawab tidak perna melakukan penelusuran informasi atau bahan pustaka berjumlah 15 responden atau 8.1 %. Responden yang sangat menyadari manfaat katalog perpustakaan dalam penelusuran informasi berjumlah 90 responden atau 48.3%, sedangkan sebanyak 96 kurang menyadari manfaat katalog atau 51.6%. Sebanyak 74 responden atau 39.7% mengetahui keuntungan bila melakukan penelusuran terlebih dahulu pada katalog sebelum ke jajaran koleksi sedangkan yang menyatakan tidak mengetahui berjumlah 112 responden atau 60.2 %. Penemuan koleksi pada jajaran koleksi yang telah ditelusuri melalui katalog dapat ditemukan oleh responden menyatakan koleksi selalu ditemukan berjumlah 79 responden atau 41.7% sedangkan yang menyatakan kadang-kadang ditemukan berjumlah 107 responden atau 57,5%, menunjukan bahwa melalui katalog koleksi tidak selalu ditemukan di jajaran rak koleksi. Pentingnya pemanfaatan katalog pada perpustakaan sebagai sarana temu kembali informasi penelitian menunjukkan bahwa responden yang menyatakan bermanfaat untuk sarana temu kembali informasi penting berjumlah 140 responden atau 75.2% dan yang menyatakan kurang bermanfaat sebanyak 46 responden atau 24.7%. Motivasi untuk memanfaatkan katalog dalam penelusuran informasi sebanyak 16.1% atau 30 responden, yang menyatakan mudah menemukan bahan pustaka dan lebih efisien sebanyak 29 responden atau 15,5 %, sedangkan yang memotivasi untuk memanfaatkan keduanya sebanyak 127 responden atau 68.2%. Membuktikan bahwa sebagian besar mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi telah mengetahui penelusuran melalui katalog dapat mempermudah menemukan koleksi perpustakaan dan juga lebih efisien dan efektif dalam proses temu kembali informasi. Manfaat katalog daring yang diterapkan perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk penelusuran informasi, penelitian menunjukkan bahwa katalog perpustakaan UIN Sutlthan Thaha Saifuddin jambi sangat bermanfaat sebanyak 124 responden atau 66.6 % sedangkan yang menyatakan kurang bermanfaat 62 responden atau 33.3 %. Hal ini, memberikan gambaran bahwa katalog daring sangat membrikan manfaat, yang kemudian bahwa pemustaka merasakan manfaat dalam penelusuran menggunakan katalog. Namun masih terdapat mahasiswa atau responden yang menyatakan kurang bermanfaat.

Conclusion

Pemustaka perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi masih cukup banyak kurang mengetahui manfaat dan tujuan katalog daring, begitu juga tentang pengetahuan pemustaka untuk menggunakan katalog daring. Masih banyak pemustaka perpustakaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tidak mengetahui katalog daring yang diterapkan di perpustakaan. Cukup banyak pemustaka UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sadar akan kegunaan dan manfaat katalog daring sebagai sarana temu kembali informasi di perpustakaan. Pemustaka juga mengetahui keuntungan bila melakukan penelusuran terlebih dahulu pada katalog daring sebelum melakukan penelusuran kejajaran koleksi atau rak koleksi membuat penelusuran akan menjadi lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan katalog daring perpustakaan sebagai sarana temu kembali informasi banyak mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi pada umumnya melakukan penelusuran melaluai katalog judul atau judul yang mendekati koleksi yang diinginkan. Masih terdapat koleksi yang terdapat di katalog daring tidak sesuai dengan kenyatannya pada rak jajaran. Hal yang memotivasi mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam memanfaatkan katalog dalam penelusuran infroamsi yaitu mudah untuk menemukan bahan koleksi perpsutakaan yang dibutuhkan dan lebih efisien dan efektif dalam proses penelusurannya. Saran Pendidikan pemakai atau user education sangat perlu dilakukan, agar semua pemustaka mengetahui tujuan dan fungsi katalog daring sebagai wakil ringkas dokumen di perpsutakaan. Dan agar mengetahui bahwa katalog daring telah diterapkan di perpustakaan. Penjajaran koleksi oleh petugas atau staf harus sesuai dengan nomor klasifikasi agar katalog daring dan jajaran koleksi yang tersedia dapat mudah ditemukan oleh pemustaka sehingga proses temu kembali informasi akan menjadi lebih cepat.