Analisis Tingkat Keusangan dan dan Paro Hidup Literatur Monograf yang Disitir pada Skripsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Tahun 2017-2020
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi; Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Abstrak
Pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keusangan dan paro hidup literatur monograf yang digunakan pada penulisan skripsi mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Hal ini di dasari atas pentingnya penggunaan literatur baru dalam setiap penulisan karya ilmiah untuk menunjukkan kemajuan atau perkembangan pada bidang ilmu tersebut. Metode penelitian. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan bibliometerika. Data analisis. analisis data menggunakan rumus analisis bibliometrik dalam mencari tingkat keusangan dan paro hidup dokumen. Hasil dan Pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keusangan literatur tertinggi terdapat pada skripsi tahun 2019 dengan persentase 55,87% dari 571 buku yang disitir yaitu sebanyak 319 buku, dan tingkat keusangan terendah terdapat pada skripsi tahun 2017 dengan persentase 46,22% dari 357 buku yang disitir yaitu sebanyak 165 buku. Sedangkan secara keseluruhan dari tahun 20172020 tingkat keusangan rata-rata yang diperoleh sebanyak 50,89%. Untuk tingkat kemutakhiran literatur adalah 49,31% berdasarkan usia rata-rata paro hidup yang diperoleh yaitu 10,39 Tahun. Kesimpulan dan saran. Melihat data presentase literatur monograf yang digunakan dalam penulisan skripsi mahasiswa yakni, terdapat 49,31% literatur baru dan 50,89% literatur usang. Maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah literatur monograf yang digunakan dalam penelitian skripsi mahasiswa tidak mutakhir. Perpustakaan yang berada di linkungan Perguruan Tinggi baik di tingkat universitas ataupun tingat fakultas hendaknya memenuhi kebutuhan pengguna terutama mahasiswa dalam penulisan skripsi dengan cara menyediakan literature terbaru sehingga bisa menyajikan informasi terkini dan berguna di dalam perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Ilmu Perpustakaan.
Abstract
Introduction This study aims to determine the level of obsolescence and half-life of monograph literature used in thesis writing for students of the Library Science Department, Faculty of Adab and Humanities, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. This is on top of the importance of using new literature in every scientific writing to show progress or developments in the field of science. Research methods. The research uses quantitative methods with a bibliometric approach. Data analysis. data analysis using bibliometric analysis formula in finding the level of obsolescence and half-life of documents. Results and Discussion. The results show that the highest level of literary obsolescence is found in the thesis in 2019 with a percentage of 55.87% of the 571 books cited, which are 319 books, and the lowest level of obsolescence is found in the thesis in 2017 with a percentage of 46.22% of the 357 cited books, namely a total of 165 books. While overall from 2017-2020 the average obsolescence rate obtained was 50.89%. For the level of up-to-date literature is 49.31% based on the average age of the half-life obtained, which is 10.39 years. Conclusions and suggestions. Looking at the percentage of monograph literature used in student thesis writing, there are 49.31% new literature and 50.89% obsolete literature. So it can be said that more than half of the monograph literature used in student research is not up-to-date. Libraries located in higher education institutions at the level or level that have the skills to meet user needs, especially in making thesis by providing the latest literature can present up-to-date and useful information in the development of science, especially in the field of Library Science.
Keywords:
Bibliometric Analysis
· obsolescence of monograph literature
· half-life of monograph literature