Kembali
16
1
2023 Informatio: Journal of Library and Information Science Vol 3 · 2 ISSN 2775-0043

Kegiatan knowledge sharing pada literasi finansial di Komunitas Finansialku

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Generasi milenial rentan melakukan gaya hidup konsumtif. Komunitas Finansialku membantu generasi milenial untuk meningkatkan literasi finansial melalui kegiatan perencanaan keuangan dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan knowledge sharing pada literasi finansial di Komunitas Finansialku. Metode penelitian menggunakan studi kasus melalui pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Komunitas Finansialku memiliki dua kegiatan knowledge sharing di antaranya Teletalks dan Ngobrolsore. Teletalks adalah kegiatan knowledge sharing yang menggunakan medium text chat dan Ngobrolsore adalah kegiatan yang menggunakan bentuk suara langsung seperti Webinar dan menjadi preferensi bagi anggota untuk belajar melalui mendengarkan pengetahuan. Knowledge Sharing yang dilakukan komunitas ini melalui empat tahapan konversi pengetahuan, antara lain kegiatan sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi. Pada tahap sosialisasi, anggota saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan pengetahuan. Anggota pada tahap eksternalisasi telah mengartikulasikan pengetahuan yang didapatkan dalam bentuk yang lebih eksplisit. Pada tahap kombinasi, anggota telah menggabungkan berbagai pengetahuan yang dieksternalisasi untuk menciptakan pengetahuan baru yang lebih komprehensif dan holistik. Anggota pada tahap internalisasi telah menerapkan pengetahuan yang dikombinasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga setiap individu dapat meningkatkan literasi keuangan. Komunitas Finansialku berhasil meningkatkan literasi finansial para anggota. Anggota Komunitas Finansilaku telah mampu meningkatkan keterampilan dan memiliki kompetensi dalam pengelolaan keuangan pada tingkat pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Kegiatan Knowledge Sharing di Komunitas Finansialku telah mampu membantu anggota dalam meningkatkan literasi finansial melalui pengelolaan keuangan dengan lebih baik dan efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan Knowledge Sharing di Komunitas Finansialku dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Abstract

The millennial generation is susceptible consumptive lifestyle. Finansialku Community help millennial generation to improve financial literacy through finance and investment management. The purpose this research to know how knowledge sharing activity in financial literacy at Finansialku Community. The research method was qualitative through case study approach. Based on research result, Finansialku Community have two of knowledge sharing consist of Teletalks and Ngobrolsore. Teletalks is knowledge sharing activity using text chat medium and Ngobrolsore is activity used voices, like Webinar and became a preference to members to learn by listening to knowledge. Knowledge sharing in the community through fourth stage, consist of socialization, externalization, combination, and internalization. Members in socialization stage interact to each other, and share knowledge and experience. Members in externalization stage articulated knowledge in explicit shape. Members have combined many knowledge that externalized in combination stage to create comprehensive and holistic the new knowledge. Members have applied combination knowledge in daily life that members can increase finance literacy. Finansialku Community succeed to increase financial literacy to members. Members of Finansialku Community can increase their skills and they have competence in finance management in the personal, family, and environment stage. Finansialku Community in knowledge sharing have been helping members to increase financial literacy through the best and effective finance management. Therefore, knowledge sharing activity in Finansialku Community is one solutions to increase finance literacy in public.
Keywords: Manajemen Pengetahuan · Literasi finansial · Konversi pengetahuan · Knowledge Sharing · Financial literacy · Knowledge conversion

Introduction

Komunitas Finansialku bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan bagi generasi muda, terutama generasi milenial untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih bijaksana. Komunitas ini mengedukasi generasi milenial menggunakan pendekatan yang menarik dan akrab sesuai karakteristik generasi milenial. Finansialku didirikan Melvin Mumpuni, yang awalnya terinspirasi saat mengerjakan tesis. Mumpuni memiliki keinginan untuk meningkatkan kesadaran finansial masyarakat Indonesia. Di mana Indonesia memiliki beragam instrumen investasi yang tersedia. Dengan demikian, pola konsumtif yang seringkali terjadi dapat diarahkan ke arah yang lebih baik melalui perusahaan yang fokus pada edukasi finansial seperti Finansialku. Anggota Komunitas Finansialku yang bergabung memiliki kesempatan untuk memperoleh pengetahuan mengenai dunia keuangan dan menghindari penipuan berkedok investasi yang kerap menimpa masyarakat Indonesia. Komunitas ini berbagi pengalaman yang mencakup kisah-kisah menyedihkan tentang bagaimana anggota tertipu karena terlalu percaya pada skema investasi. Anggota komunitas ini dapat berbagi pengetahuan mengenai investasi dan kegiatan perencanaan keuangan lainnya. Anggota komunitas khususnya generasi milenial dapat belajar mengelola keuangan tanpa melakukan pola hidup konsumtif. Kegiatan berbagi pengetahuan dalam Komunitas Finansialku menjadi fenomena menarik akrena setiap individu dapat berbagi pengalaman dan pendidikan terkait pengelolaan keuangan dan investasi. Hal ini sejalan dengan teorinya Nonaka and Takeuchi (2019) yang menyatakan bahwa knowledge sharing merupakan interaksi antar individu, minimal dua orang, dalam bentuk proses komunikasi yang bertujuan untuk peningkatan dan pengembangan diri setiap individu.Anggota Komunitas Finansialku mendapatkan peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan dan investasi dari sesama anggota. Penelitian knowledge sharing di sebuah lembaga telah diteliti beberapa peneliti. Penelitian pertama, penelitian yang dilakukan Maryam (2017) mengenai implementasi knowledge sharing untuk peningkatan kompetensi pustakawan serta pengaruhnya. Pustakawan dalam mempromosikan hasil kinerja dapat meningkatkan pengetahuan, khususnya menggunakan teknologi informasi. Pustakawan harus terus meningkatkan keterampilan dalam menggunakna teknologi informasi. Penelitian kedua, penelitian yang dilakukan Fatimah, Winoto, and Sinaga (2021) pada komunitas The Local Enablers Jatinangor. Kegiatan knowledge sharing pada komunitas ini terjadi pada situasi formal maupun informal. Di mana para anggota berdiskusi dan memiliki pengetahuan yang menghasilkan tulisan atau arsip baru yang dapat digunakan di kemudian hari. Arsip yang dihasilkan anggota komunitas The Local Enablers Jatinangor dapat dibagikan kembali untuk dimanfaatkan masyarakat. Kedua penelitian terdahulu di atas memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang peneliti teliti. Knowledge sharing menjadi topik penelitian yang sama-sama diteliti pada masyarakat, khususnya di sebuah lembaga atau komunitas. Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian Fatimah et al. ( 2021) pada objek penelitian knowledge sharing pada sebuah komunitas. Adapun perbedaannya terletak pada subjek penelitian dan metode penelitian. Penelitian Maryam (2017) meneliti kegiatan knowledge sharing pada pustakawan di perpustakaan yang diteliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Adapun penelitian Fatimah et al. ( 2021) dan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Komunitas Finansialku adalah sebuah komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan literasi finansial pada generasi muda milenial di Indonesia. Literasi finansial menjadi sebuah kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan pribadi dengan baik, dan mengetahui produk dan layanan keuangan yang sesuai. Literasi finansial yang baik akan membantu seseorang membuat keputusan keuangan yang tepat sesuai tujuan dan kebutuhannya (Otoritas Jasa Keuangan, 2017). Dengan demikian, kegiatan literasi finansial dapat memberikan dampak positif bagi generasi milenial dalam mengelola keuangan melalui pengetahuan secara materi dan praktik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan knowledge sharing pada literasi finansial di Komunitas Finansialku melalui analisis kegiatan sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi.

Method

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk meneliti kondisi yang terjadi di lapangan. Peneliti melihat fenomena kegiatan knowledge sharing di Komunitas Finansialku dalam menggerakkan generasi milenial untuk memahami dan memiliki kemampuan dalam literasi finansial. Hal ini sejalan dengan pendapat Moleong (2018) bahwa penelitian kualitatif menekankan pada makna daripada generalisasi. Peneliti melihat bahwa fenomena ini unik dan khas. Oleh karena itu, peneliti menganalisis penelitian ini menggunakan kualitatif berjenis studi kasus (case study). Peneliti berfokus meneliti pada suatu kasus tertentu untuk diamati dan dianalisis secara cermat sampai tuntas. Muhlisian (2013) mengtakan bahwa studi kasus termasuk dalam penelitian analisis deskriptif, yaitu penelitian yang meneliti kasus berupa tunggal atau jamak, individu atau kelompok. Pada penelitian ini peneliti mengambil kasus berupa kelompok. Penelitian kualitatif pun dapat digunakan untuk praktik knowledge sharing di lingkungan untuk menangani permasalahan finansial, yang kerap kali erat hubungannya dengan kehidupan sosial (Rustanto, 2015). Data studi kasus dapat diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan, dengan kata lain data dalam studi ini dikumpulkan dari berbagai sumber (Nawawi, 2013). Penulis menggunakan metode pendekatan studi kasus dalam penelitian kualitatif karena meyakini bahwa setiap individu dalam suatu komunitas memiliki persepsi yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan ini membantu peneliti memahami bagaimana pengetahuan dibagikan dalam kelompok tersebut secara lebih mendalam. Proses berbagi informasi dalam sebuah kegiatan rutin pada komunitas tersebut bertujuan untuk menciptakan sebuah pengetahuan baru terkait literasi keuangan. Peneliti dalam teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi literatur. Peneliti melakukan observasi pada Komunitas Finansialku melalui informasi website https://www.finansialku.com/komunitas-finansialku/ dan kegiatan yang dilakukannya. Adapun peneliti mewawancarai 4 narasumber yang berkontribusi aktif di Komunitas Finansialku. Adapun topik yang diangkat adalah mengenai knowledge sharing yang terjadi pada individu dalam kelompok tersebut. Subjek yang dipilih akan menjadi sumber pengumpulan informasi dalam melengkapi perihal data-data yang mendukung untuk penelitian ini. Narasumber yang dipilih adalah mereka yang memiliki kontribusi terhadap komunitas Finansialku. Adapun narasumber dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan menetapkan ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga sampel atau narasumber yang diambil dapat menjawab permasalahan penelitian (Hadipuro, 2023). Peneliti mengambil data penelitian pada pada tanggal Januari hingga April 2022 secara daring. Peneliti mencari rujukan terkait kegiatan knowledge sharing dari berbagai sumber, antara lain buku, jurnal, skripsi, tesis, disertasi, dan informasi sesuai topik yang diangkat pada penelitian ini. Peneliti memiliki cara pandang lebih dalam menyikapi fenomena yang diteliti melalui penelitian terdahulu dari studi literatur (connecting the dots) dari berbagai topik terkait. Peneliti menggunakan teknik analisis data sesuai Suradika (2020), antara lain reduksi data (data reduction), penyajian data dan conclusion draw. Reduksi data merangkum, memilah serta memilih hal pokok, memfokuskan pada sesuatu yang penting, mencari tema serta keterkaitan pola dari sebuah topik. Penyajian data (data display) disajikan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart atau sejenisnya. Conclusion draw, ialah menyimpulkan hasil temuan menjadi temuan baru yang sebelumnya tidak pernah ada. Temuan tersebut dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya tidak terlalu jelas sehingga setelah penelitian dilakukan menjadi terjelaskan.

Result & Discussion

Komunitas Finansialku secara resmi bernama resmi PT Solusi Finansialku Indonesia sebagai salah satu perusahaan perencanaan keuangan yang memiliki portal edukasi, aplikasi keuangan, dan konsultasi keuangan. Komunitas ini memiliki visi membantu masyarakat Indonesia mewujudkan tujuan keuangan berupa perencanaan keuangan, literasi keuangan, dan inklusi keuangan. Adapun bukti nyata komitmen Komunitas Finansialku dengan mendaftarkan dan telah tercatat secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perusahaan Perencana Keuangan dalam kategori Teknologi Finansial yang didasari dari peraturan OJK Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital. Selain itu, Komunitas Finansialku telah dijadikan percontohan sebagai Regulatory Sandbox dalam klaster Perencanaan Keuangan. Komunitas Finansialku dalam menyampaikan pesan secara luas dalam mengedukasi masyarakat Indonesia dengan rutin melakukan posting atau mengunggah di akun resmi media sosial, seperti di Instagram yang per tanggal 1 Januari 2022 memiliki jumlah pengikut sebanyak 367.000 akun, dan di Telegram memiliki jumlah pengikut sebanyak 12.029 anggota. Komunitas melalui pengelola secara aktif mengelola akun media sosial khususnya Telegram dalam membagikan topik seputar finansial untuk dapat dibahas di dalam grup. Para anggota yang memiliki pertanyaan seputar finansial atau menyarankan topik apa yang selanjutnya dibahas bisa langsung terjawab oleh pengelola (admin) yang mengelola grup tersebut. Komunitas Finansialku menjadi wadah bagi generasi milenial dalam mendapatkan informasi seputar finansial. Walaupun demikian, komunitas ini menghindari beberapa topik untuk dibahas yang sering kali menjadi topik yang banyak diperbincangkan generasi milenial, seperti cryptocurrency, de-fi, NFT dan Blockchain. Peristiwa dari investasi yang salah tidak didiskusikan lebih mendalam untuk menghindari kesenjangan dari luar komunitas. Oleh karena itu, Komunitas Finansialku melalui Grup di media sosial menjadi wadah bagi individu yang ingin memperoleh pengetahuan baru seputar finansial dan berbagi informasi dan pengalaman terkait keuangan. Anggota melalui aplikasi Finansialku dapat memantau dan mengelola keuangan secara efektif dan efisien, dan berkonsultasi dengan para ahli finansial secara online. Grup Komunitas Finansialku melakukan knowledge sharing secara rutin pada anggota. Hal ini dilatarbelakangi keresahan beberapa orang mengenai kekhawatiran dalam mengelola kehidupan finansial. Akhirnya individu ini bergabung menjadi anggota dan aktif berbagi pengetahuan. Intezari, Taskin, and Pauleen (2017) menyatakan bahwa dalam sebuah organisasi yang melakukan manajemen pengetahuan akan tercipta kemampuan dinamis seperti penggunaan teknologi informasi, budaya organisasi, dan strategi bisnis dalam pengelolaan pengetahuan. Grup Komunitas Finansialku memiliki regulasi dan mengawasi penyebaran informasi keuangan yang salah atau tidak akurat. Hal ini dilakukan agar proses berbagi pengetahuan dapat berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan partisipasi dan interaksi antar anggota, dan memastikan bahwa pengetahuan yang dibagikan adalah relevan dan bermanfaat bagi anggota. Grup Komunitas Finansialku dan aplikasi Finansialku telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan finansial anggota dan membantu mereka dalam mengelola keuangan secara lebih baik. Komunitas yang membagikan pengetahuannya menurut Rofiaty (2013) menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi inovasi dan kinerja. Anggota komunitas melalui proses berbagi pengetahuan dapat memperoleh informasi dan pengetahuan baru yang dapat menjadi sumber ide inovatif. Selain itu, kebiasaan berbagi pengetahuan juga dapat membantu anggota komunitas untuk lebih fokus dan terorganisir dalam menjalankan tugas sehingga dapat meningkatkan kinerja. Namun, perlu diingat bahwa hal ini tidak selalu menghasilkan inovasi dan meningkatkan kinerja secara otomatis. Perlu adanya tata kelola yang baik, sumber daya yang tersedia, dukungan, dan perhatian yang lebih dari pengelolanya agar proses berbagi pengetahuan pun dapat berjalan dengan efektif dan menghasilkan dampak yang positif bagi komunitas. Berangkat dari konsep seperti itulah Komunitas Finansialku membentuk beberapa kegiatan seperti Teletalks dan Ngobrolsore. Dua kegiatan itu merupakan kegiatan yang membuat para anggota dapat berkonsultasi langsung dengan pakar di bidang finansial. Teletalks merupakan kegiatan knowledge sharing yang berbasis text chat, yang berjalan melalui medium text, di mana pembicara melakukan seminar mengenai topik tertentu dalam finansial. Pemantik diskusi kemudian menanyakan mengenai topik tersebut untuk dapat bisa dielaborasikan secara jauh oleh pembicara melalui teks. Adapun anggota grup dapat memiliki kesempatan bertanya apabila materi yang disampaikan oleh pembicara sudah selesai. Pemantik diskusi pun mempersilahkan para anggota untuk bertanya dan proses peralihan pengetahuan tahap selanjut pun dapat berjalan. Kegiatan Ngobrolsore merupakan kegiatan yang sama dengan Teletalks, namun berbeda dalam cara penyampaiannya. Teletalks hanya mengandalkan text chat saja, sedangkan Ngobrolsore berupa suara secara langsung seperti webinar. Ngobrolsore dinilai cocok untuk anggota dari generasi milenial yang memiliki preferensi dalam belajar menggunakan tipe auditory karena anggota dapat belajar dengan cara mendengarkan dan berbicara. Berdasarkan dua kegiatan di atas, Komunitas Finansialku melakukan dokumentasi dengan membuat sebuah penanda agar anggota grup yang tertinggal informasi dapat mengunjungi kembali materi sebelumnya dari topik yang telah diinformasikan. Anggota grup yang telah bergabung dapat memiliki fasilitas untuk mengikuti kegiatan knowledge sharing di grup Komunitas Finansalku. Selain itu, anggota pun dapat berinteraksi setiap saat antar anggota dengan saling melempar pertanyaan atau membahas topik terkini. Salah satu anggota misalnya bertanya mengenai maraknya kegiatan judi yang berkedok investasi seperti binary option. Para anggota grup pun langsung merespons dan saling mengutarakan pendapatnya mengenai binary options tersebut. Banyak dari anggota tersebut berpendapat bahwa binary options bukanlah kegiatan perdagangan (trading) saham atau valuta asing, melainkan murni judi yang dibungkus dengan tampilan trading. Kasus binary options memperlihatkan bagaimana pengaruh influencers memamerkan harta dan kehidupan mewahnya dan mengaku mendapatkannya melalui trading. Meskipun demikian, para influencers tersebut kini sudah ditangkap kepolisian karena dinilai melanggar menyiarkan perjudian di public. Selain itu, pengetahuan yang sebelumnya sudah tersedia di grup Komunitas Finansialku diharapkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan dari para anggota atau bahkan para anggota dalam mengembangkan pengetahuan yang tersedia agar bermanfaat bagi masyarakat. Menurut Nonaka and Takeuchi (2019) kegiatan knowledge sharing pada literasi finansial di Komunitas Finansialku dapat tergambarkan melalui 4 tahapan model SECI di bawah ini. Kegiatan berbagi informasi menjadi tahap awal dalam kegiatan knowledge sharing di suatu organisasi/komunitas dalam menciptakan pengetahuan baru. Komunitas Finansialku memiliki jenis knowledge sharing yang cukup terbuka. Para anggota dapat melemparkan berbagai pertanyaan untuk kemudian didiskusikan melalui antar anggota maupun para pakar apabila topik tersebut sedang diangkat atau menjadi topik utama pada minggu tersebut. Teletalks merupakan kegiatan knowledge sharing yang mendatangkan langsung pakar di bidang finansial lalu membahas topik finansial pada platform Telegram melalui text chat. Anggota grup dalam menggunakan teletalks dapat dikatakan terbatas karena para anggota grup hanya diperbolehkan bertanya apabila materi yang disampaikan sudah selesai. Moderator atau pemantik diskusi kemudian mempersilahkan para anggota untuk bertanya. Komunitas Finansialku cukup sering membagikan tips atau berita mengenai keuangan di website karena pada awalnya komunitas ini memang memiliki visi untuk menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya pendidikan finansial bagi masyarakat Indonesia. Kehadiran Komunitas Finansialku mampu menyadarkan masyarakat Indonesia mengenai literasi keuangan. Knowledge sharing yang ideal terjadi ketika seseorang dapat menyampaikan ide kreatifnya pada suatu kegiatan diskusi ilmiah, misalnya setiap orang mendengarkan dengan seksama, menerima gagasan, dan menyimpannya dalam memori sebagai hasil pembelajaran baru. Begitu pun di Komunitas Finansialku, walaupun kegiatan ini menggunakan dilakukan secara daring menggunakan platform Telegram, knowedge sharing tetap berjalan dengan baik. Prakoso (2016) menyatakan bahwa terdapat intensi seseorang sebagai faktor yang mempengaruhi terjadinya knowledge sharing di sebuah komunitas, misalnya ketertarikan dalam hal tema atau komunikasi yang baik sesame anggota. Mengacu pada Nonaka and Takeuchi (2019), knowledge sharing yang terjadi di sebuah lembaga atau komunitas akan mengalamai 4 tahapapan, antara lain sosialisasi (socialization), eksternalisasi (externalization), kombinasi (combination), dan internalisasi (internalization). Sosialisasi (socialization) merupakan tahap awal pada kegiatan knowledge sharing. Seseorang menyampaikan sesuatu mengenai topik tertentu lalu menyebarkannya kepada orang lain yang mendengar/membaca. Anggota dalam kegiatan ini melakukan berbagi pengetahuan dari satu individu ke individu lain. Sosialisasi menjadi sebuah transfer pengetahuan tacit di antara individu melalui observasi, peniruan, persepsi komunikasi, dan praktik. Anggota dalam tahap eksternalisasi (externalization) menerima pengetahuan tacit dari proses sosialisasi lalu menuangkannya ke dalam bentuk eksplisit. Eksternalisasi yang terjadi pada Komunitas Finansialku bisa diamati dalam dua kegiatan baik formal maupun informal. Respons yang beragam dari para anggota saat kegiatan knowledge sharing dicatat sesuai poin penting lalu diutarakan kembali untuk menunjukan bahwa proses berbagi pengetahuan di tahap eksternalisasi sudah berhasil dilakukan. Kombinasi (combination) memiliki pengertian di mana pengetahuan yang dimiliki anggota dikembangkan dengan pengetahuan yang didapatkan dari informasi dari komunitas. Tahapan ini melibatkan perubahan pengetahuan eksplisit ke tahapan yang lebih kompleks lagi. Pada tahapan ini memiliki permasalahan utama proses komunikasi dan penyebaran informasi masih sebatas anggota komunitas. Individu di luar komunitas belum bisa mendapatkan informasi ini. Anggota sebagai penerima pesan atau pengetahuan di tahap internalisasi (internalization) berhasil mengubah pengetahuan eksplisit menjadi pengetahuan tacit. Pengetahuan eksplisit dirubah ke dalam pengetahuan tacit dan digunakan selanjutnya untuk dimanfaatkan kembali menjadi bentuk lain, seperti presentasi, laporan, buku catatan dan segala jenis bentuk informasi yang tercatat. Proses berbagi pengetahuan dalam kegiatan Teletalks dan Ngobrolsore dianggap sebagai kegiatan formal, di mana melibatkan pembicara atau narasumber sebagai sumber pengetahuan dan anggota komunitas sebagai penerima. Namun, seperti yang ungkapkan oleh Dalkir (2013), setiap penerima memiliki ruang interpretasi yang berbeda sehingga pesan yang diterima dapat menghasilkan komunikasi dan tanggapan yang berbeda terhadap topik yang disajikan. Begitu pun dari 2 kegiatan ini, anggota dapat menafsirkan pesan yang berbeda dari topik yang digulirkan. Anggota dalam grup yang melemparkan pertanyaan mengenai topik finansial terkadang terjadi perdebatan yang berujung pada kesepakatan untuk setuju pada ketidaksetujuan. Walaupun demikian, perdebatan yang terjadi tidak memberikan dampak negative bagi komunitas. Anggota malah aktif berdiskusi sehingga terjadi kegiatan knowledge sharing antar anggota dalam grup. Informasi atau pengetahuan yang dilontarkan pun tidak lepas mengenai bahasan finansial seperti bagaimana cara mengelola keuangan pribadi dan keluarga, bahasan mengenai kondisi market secara makro maupun mikro. Pandangan spekulasi terhadap market seringkali jadi perdebatan yang dilakukan anggota yang disebut trader. Hal ini menjadi perdebatan karena ada pemahaman bahwa tidak ada orang yang dapat memprediksi dan mengambil keuntungan pada market dalam jangka waktu sebentar. Kata lainnya adalah short-term. Pemahaman seperti itulah yang akan menimbulkan perdebatan karena ada anggota di dalam grup yang berprofesi sebagai trader harian merasa tidak setuju dan mengatakan baik investing ataupun trading itu sama-sama memiliki resiko di dalamnya. Investing tidak selamanya menguntungka apabila naggota menaruh uang pada perusahaan atau aset yang tidak memiliki pertumbuhan. Pada pembahasan topik ini di dalam grup, anggota yang awalnya tidak setuju akan menyatakan setuju. Setiap dunia finansial memiliki ilmu pasti dan tiap hari terdapat pengetahuan baru yang bisa didapatkan. Untuk itu, kedua argumen tersebut dipersilakan dengan catatan bahwa anggota dapat menanggung resiko terhadap pilihan yang diambilnya. Hal ini sesuai pendapat, “The conversion of tacit knowledge to tacit knowledge is called socialization and it usually emerges from close interactions between mentor and apprentice that enable knowledge conversion, it happens through observation imitation and practice” ( Islam, Jasimuddin, & Hasan, 2017). Perubahan pengetahuan tacit dikatakan sebagai sosialisasi yang muncul dari interaksi yang erat antara anggota dengan komunitas. Hal ini menimbulkan konversi pengetahuan melalui pengamatan, peniruan, dan praktik. Knowledge sharing tahap sosialisasi yang terjadi di Komunitas Finansial dilakukan melalui kegiatan formal dan informal seringkali menimbulkan pengetahuan baru. Hal ini memicu para anggota untuk mengembangkan pengetahuan menjadi pengetahuan baru dan dibagikan kembali pada anggota lainnya. Oleh karena itu, muncullah pengetahuan baru dan siklus pengetahuan pun terjadi di dalamnya. Proses sosialisasi (socialization) di Komunitas Finansialku dalam kegiatan knowledge sharing berlangsung dengan baik. Para anggotanya memiliki kesempatan untuk mengetahui sesuatu yang baru. Para pengelola komunitas dan anggota saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan proses pembelajaran. Hal ini menjadikan kebaruan dalam tahapan sosialisasi yang didukung keaktifan anggota dalam komunitas. Proses eksternalisasi (externalization) yang didapatkan dari proses sosialisasi lalu dituangkan dalam bentuk eksplisit. Menurut Nonaka and Takeuchi (2019), eksternalisasi merupakan proses menerjemahkan pengetahuan tacit ke dalam prosedur dan dokumen, termasuk melalui komunikasi bermedia. Eksternalisasi pada Komunitas Finansialku bisa diamati dalam dua kegiatan, formal dan informal. Respons yang beragam dari para anggota saat terjadinya knowledge sharing dicatat beberapa poin untuk diutarakan kembali pada anggota lainnya. Hal ini menunjukan bahwa proses berbagi pengetahuan tahap eksternalisasi sudah berhasil dilakukan. Pada kegiatan formal seperti Teletalks dan Ngobrolsore, para anggota akan mendengarkan secara seksama dan menuliskan kembali poin penting dari pembahasan untuk kemudian dapat dipelajari kembali di lain waktu. Selain itu, ada anggota yang juga mempraktikkan hal yang diarahkan pemateri dengan membuat budgeting bulanan ke dalam bentuk Mic. Excel untuk kebutuhan sehari-harinya. Adapun kegiatan informal, para anggotanya akan berdiskusi santai di dalam grup, membagikan analisis pribadi terhadap gambaran (outlook) keadaan market ke dalam grup untuk dibahas dan memberikan hasil analisis masing-masing anggota. Pengetahuan di proses eksternalisasi pada umumnya dalam kegiatan knowledge sharing terdokumentasikan dengan baik. Pengetahuan eksplisit tersebut dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi para anggota lain atau anggota yang baru saja bergabung. Oleh karena itu, pengetahuan tersebut akan tetap terus eksis di dalam grup. Salah satu bentuk lain dari eksternalisasi, antara lain adanya bentuk inisiatif dari para anggota untuk membuat semacam ringkasan dari materi yang telah disampaikan sebelumnya. Pengelola grup kemudian mengumpulkan dan mengolah ringkasan tersebut sehingga tercipta penanda pengetahuan agar dapat diakses semua orang yang bergabung pada grup tersebut. Ada juga anggota yang menanyakan banyak hal dan saling mengungkapkan pendapatnya mengenai topik finansial yang belum dimengerti. Para anggota seakan haus informasi dan menginginkan financial literate agar tidak ceroboh terhadap keputusan finansial yang diambil. Hal ini sejalan dengan pernyataan narasumber, beliau mengatakan bahwa: “Kegiatan Knowledge Sharing adalah sebuah kegiatan yang memang merupakan misi utama dari Finansialku yaitu menyebarkan informasi mengenai finansial seluas-luasnya agar masyarakat menjadi melek secara finansial. Oleh sebab itu, kami rutin mengadakan Webinar, diskusi, dan bahkan sesi privat bagi beberapa anggota khusus” (D. Ahmad, wawancara, 24 April 2022). Kegiatan eksternalisasi yang dilakukan grup ini memiliki peran yang sangat penting, terutama mendokumentasikan percakapan setiap anggota. Media sosial memudahkan anggota mendokumentasikan setiap informasi yang terdapat dalam grup ini, misalnya media sosial Telegram memiliki sistem penyimpanan cloud. Dokumentasi percakapan dalam grup ini tidak dapat terhapus dan tetap tersimpan di dalam grup Komunitas Finansialku. Hal ini bermanfaat bagi anggota untuk menjadikan dokumentasi dalam Telegram sebagai referensi bagi anggota lama maupun anggota baru. Hasil penelitian Nguyen, Nham, Froese, and Malik (2019) tentang motivasi dan berbagi pengetahuan, ditemukan fakta bahwa berbagi pengetahuan memiliki efek positif bagi motivasi anggota. Oleh karena itu, anggota dengan mengakses pengetahuan dalam komunitas diharapkan dapat terbantu dan lebih well-literate terhadap topik finansial. Selanjutnya adalah tahap kombinasi (combination). Kombinasi dalam knowledge sharing memiliki pengertian bahwa pengetahuan yang dimiliki komunitas dapat dikembangkan dengan pengetahuan yang didapatkan dari berbagai pihak. Menurut Nonaka and Takeuchi (2019), tahap kombinasi melibatkan perubahan pengetahuan eksplisit ke yang lebih kompleks lagi. Pada tahap ini, permasalahan utamanya adalah dari proses komunikasi dan penyebaran informasi. Selain itu, pada tahap ini pengetahuan yang didapatkan dapat dibagi ke individu lainnya. Anggota akan memiliki potensi untuk membagikan pengetahuan ke anggota lainnya dan bahkan mendorong terciptanya pengetahuan baru. Kegiatan kombinasi pada Komunitas Finansialku dapat dilihat dari keaktifan para anggota pada saat kegiatan secara formal dan informal, seperti Teletalks atau Ngobrolsore. Para anggota pada kedua kegiatan ini terlihat memiliki tanggapan masing-masing di setiap sesi diskusi dan menulis atau mencatat hasil pengetahuan baru yang telah didapatkan selama kegiatan tersebut ke dalam bentuk soft file, seperti PDF lalu membagikan kepada anggota lain secara inisiatif. Selain itu, sesama anggota kemudian membagikan file budgeting untuk kegiatan sehari-hari yang berprofesi freelance. Pengetahuan yang tadinya hanya sekedar satu pengetahuan saja kemudian berubah menjadi pengetahuan baru berdasarkan insiatif anggotanya sendiri. Hal ini menunjukan bahwa knowledge sharing yang terjadi di Finansialku terbukti efektif dalam pembentukan pengetahuan baru. Para anggota melakukan ide, inovasi, dan memperluas sudut pandang baru yang berasal dari pengetahuan sebelumnya. Proses ini tidak hanya membantu mereka mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga membantu dalam pengembangan kepribadian. Anggota komunitas dapat dikatakan terampil dalam mengambil keputusan finansial yang tepat. Hal ini sejalan misi komunitas yang dibentuk, seperti yang telah dicatat oleh Asrar-ul-Haq and Anwar (2016) dalam ulasan sistematik penelitiannya tentang manajemen pengetahuan dan berbagi pengetahuan. Menurut Basit and Wahyu (2019), terdapat hubungan yang erat antara kebiasaan berbagi pengetahuan, disiplin kerja, dan produktivitas kerja. Individu atau kelompok dalam proses berbagi pengetahuan akan memperoleh informasi dan pengetahuan baru untuk membantu individu meningkatkan disiplin kerja dan produktivitas. Sebaliknya, disiplin kerja yang baik dan produktivitas kerja yang tinggi dapat memfasilitasi proses berbagi pengetahuan karena individu atau kelompok akan memiliki lebih banyak waktu dan tenaga untuk saling berbagi pengetahuan. Kenyataannya, manusia memainkan peran utama dalam sistem modal intelektual atau modal manusia. Hanya manusia yang memiliki pengetahuan atau intelektualitas yang memadai dan dapat dikembangkan sesuai kemampuan bakat dan minatnya (Yusup, 2019). Oleh karena itu, penting bagi individu dan organisasi untuk memperhatikan pentingnya berbagi pengetahuan dan pengembangan modal manusia. Menurut Bounfour and Edvinsson (2018), internalisasi (internalization) merupakan tahapan terakhir dari knowledge sharing atau berbagi pengetahuan. Pada tahap ini, penerima pesan atau pengetahuan telah berhasil mengubah pengetahuan eksplisit menjadi bentuk pengetahuan tacit. Proses pengolahan pengetahuan eksplisit ke dalam bentuk pengetahuan tacit ini sangat penting untuk memudahkan penggunaan pengetahuan di masa yang akan datang. Setelah pengetahuan eksplisit dilakukan internalisasi menjadi pengetahuan tacit, pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan kembali menjadi bentuk lain, seperti bahan presentasi, laporan, buku manual dan lain-lain. Anggota menggunakan pengetahuan tacit menjadi sangat penting untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan penggunaan pengetahuan eksplisit. Oleh karena itu, internalisasi pengetahuan menjadi tahapan yang sangat penting dalam proses knowledge sharing atau berbagi pengetahuan. Tahapan ini menunjukkan bahwa pesan atau pengetahuan yang telah disampaikan berhasil dipahami dan dimengerti dengan baik penerima pesan atau pengetahuan. Dengan demikian, tahapan internalisasi merupakan sebuah hasil yang diinginkan dari proses knowledge sharing atau berbagi pengetahuan yang dilakukan. Proses knowledge sharing komunitas Finansialku telah melalui memiliki empat tahapan antara lain sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi. Kegiatan formal seperti Teletalks dan Ngobrolsore dalam komunitas ini berawal dari tahapan sosialisasi yang ditunjang dukungan anggota komunitas. Pada kegiatan ini, para anggota diberikan materi oleh pembicara mengenai topik seputar finansial. Kemudian para anggota di dalam grup ini merespons atau memberikan tanggapan pada materi yang disampaikan pemateri sehingga terjadi tahapan eksternalisasi. Alih bentuk pengetahuan berupa dokumen tertulis atau dalam tahapan ini disebut kombinasi. Artinya, para anggota telah menuangkan pengetahuan tersebut ke dalam bentuk eksplisit dan disimpan ke dalam bentuk lain, seperti cetak atau digital. Pengetahuan yang telah ditulis kembali disimpan ke dalam bentuk digital, seperti pembuatan pendanda pada grup Komunitas Finansialku ini. Kegiatan terakhir dari knowledge sharing di Komunitas Finansialku adalah tahapan Internalisasi. Tahapan ini merupakan tahapan di mana para anggota yang sebelumnya belum mengetahui pengetahuan literasi finansial menjadi mengetahui pengetahuan mengenai literasi finansial. Perubahan pengetahuan ini dituangkan ke dalam bentuk lain atau eksplisit. Pengetahun ini kemudian mengendap di dalam pikiran setiap anggota dan dituangkan kembali ke berbagai macam bentuk sesuai dengan kebutuhan anggota. Kata lain, pengetahuan yang didapatkan sudah menjadi pengetahuan tacit dari seorang individu.

Conclusion

Kegiatan knowledge sharing pada literasi finansial di Komunitas Finansialku telah mampu meningkatkan literasi finansial di masyarakat khususnya generasi milenial. Komunitas Finansialku memiliki dua kegiatan knowledge sharing yaitu Teletalks dan Ngobrolsore. Teletalks adalah kegiatan knowledge sharing yang menggunakan medium text chat, di mana pembicara memberikan seminar tentang topik tertentu di bidang finansial dan para anggota dapat bertanya setelah materi disampaikan. Adapun Ngobrolsore adalah kegiatan yang sama dengan Teletalks tetapi menggunakan bentuk suara langsung seperti Webinar sehingga cocok bagi anggota yang memiliki preferensi belajar dengan cara mendengarkan. Anggota pada tahap sosialisasi memperoleh pengetahuan dari pembicara melalui kegiatan Teletalks atau Ngobrolsore. Anggota dalam tahap eksternalisasi memproses pengetahuan yang telah didapatkan dan mencoba menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Anggota dalam tahap kombinasi saling berbagi pengetahuan dan membangun pengetahuan bersama-sama melalui diskusi di dalam grup. Anggota dalam tahap internalisasi mengintegrasikan pengetahuan yang didapatkan ke dalam pemikiran dan tindakan mereka sehari-hari. Secara keseluruhan, kegiatan knowledge sharing di Komunitas Finansialku dapat membantu para anggota dalam meningkatkan literasi keuangan mereka melalui proses sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi yang dilakukan melalui kegiatan Teletalks dan Ngobrolsore. Dokumentasi yang dilakukan oleh tim Finansialku juga membantu dalam mengukur tingkat partisipasi anggota dalam kegiatan tersebut. Penelitian ini memiliki potensi untuk dikembangkan ke arah pengukuran secara kuantitatif pada tingkat kepahaman anggota komunitas terhadap materi atau informasi yang terdapat di komunitas ini. Untuk itu, misi utama dari Komunitas Finansialku mampu meningkatkan literasi finansial untuk masyarakat dapat terukur dengan jelas.