LITERASI ALQURAN DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA BACA ALQURAN BAGI SISWA
Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Makassar
Abstrak
Program literasi Al-Qur’an merupakan kegiatan yang mendukung kemampuan siswa dalam menumbuhkan budaya baca Al-Qur’an. Fokus masalah yang dibahas yaitu bagaimana efektifitas kegiatan literasi Al-Qur’an memiliki dampak bagi siswa dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana proses kegiatan literasi Alquran, (2) mengetahui efektifitas kegiatan literasi Al-Qur’an memiliki dampak bagi siswa dalam membaca AlQur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah data primer yaitu hasil wawancara dengan informan dan data sekunder yaitu data yang didapatkan dari catatan observasi, buku dan jurnal. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi Al-Qur’an dimulai dari tahapan penetapan jadwal kegiatan literasi Al-Qur’an, waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan literasi AlQur’an dan yang terlibat dalam kegiatan literasi Al-Qur’an. Adapun bentuk- bentuk kegiatan literasi Al-Qur’an meliputi rangkaian kegiatan literasi Al-Qur’an, metode pelaksanaan membaca Al-Qur’an dan materi serta penilaian pada kegiatan literasi Al-Qur’an. Kegiatan literasi Al-Qur’an memberikan dampak yang baik pada siswa. Hasil dari kegiatan literasi Al-Qur’an pada siswa yaitu dengan kegiatan literasi Al-Qur’an dapat menambah minat siswa dalam membaca Al-Qur’an, kegiatan literasi Al-Qur’an memberikan motivasi kepada siswa dalam membudayakan membaca Al- Qur’an dan kegiatan literasi Al-Qur’an memberikan pendidikan akhlak terhadap siswa dengan ayat yang dibaca.
Abstract
The Al-Qur'an literacy program is an activity that supports students' ability to develop a culture of reading the AlQur'an. The focus of the problem discussed is how effective Al's literacy activities are The Qur'an has an impact on students in reading the Qur'an. This research aims to: (1) find out how the Al-Qur'an literacy activities process, (2) find out the effectiveness of Al-Qur'an literacy activities in having an impact on students in reading the Al-Qur'an. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. The data sources for this research are primary data, namely the results of interviews with informants and secondary data, namely data obtained from observation notes, books and journalsThis research shows that Al-Qur'an literacy activities start from the stage of determining the schedule for Al-Qur'an literacy activities, the time and place for carrying out Al-Qur'an literacy activities and those involved in Al-Qur'an literacy activities. As for form the form of Al-Qur'an literacy activities includes a series of AlQur'an literacy activities, methods of implementing Al-Qur'an reading and materials and assessments on Al-Qur'an literacy activities Qur'an. Al-Qur'an literacy activities have a good impact on students. The results of Al-Qur'an literacy activities for students are that Al-Qur'an literacy activities can increase students' interest in reading the AlQur'an, Al-Qur'an literacy activities provide motivation for students in cultivating reading the Al-Qur'an and Al-Qur'an literacy activities provide moral education to students through the verses they read
Keywords:
Literasi Al-Qur’an
· Al-Qur’an
· Budaya Baca
Introduction
Literasi secara luas diartikan sebagai kemampuan berbahasa yang mencakup kemampuan membaca, menulis, menyimak, berbicara serta kemampuan berfikir yang menjadi bagian elemen dari literasi. Literasi juga diartikan sebagai melek huruf, kemampuan baca tulis dan kemelekwacanaan. Pada dasarnya literasi berawal sejak diturunkannya wahyu Alquran yang pertama yaitu Iqra‟ yang berarti bacalah. Istilah literasi selalu terkait dengan kemampuan membaca dan menulis, Berkaitan dengan hal ini makna literasi secara luas dijelaskan pula dalam Alqur‟an yang menunjukkan bahwa literasi dan Alquran sangat berkaitan dimana literasi merupakan bagian dari pembelajaran Alquran. Al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan sumber ajaran utama dalam Islam. Kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wasallam sebagai petunjuk bagi umat manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Umat Islam wajib mengimani, mempelajari dan mengamalkan isi kandungan Alquran. Secara etimologi, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab Qara‟a yang artinya bacaan atau sesuatu yang dibaca (Tolchah, 2016: 93) yang menjelaskan bahwasanya Alquran sangat berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Dalam sejarah Islam, Al-Qur’an dan literasi saling berhubungan satu sama lain. Surah AlAlaq yang merupakan wahyu pertama berisi perintah Iqra‟ yang bermakna “bacalah” yang menjadi dasar lahirnya budaya literasi yaitu kemampuan membaca dan menulis dikalangan umat Islam. Menurut Mujib (2016:3) dari dasar inilah merupakan sejarah awal dari lahirnya tradisi literasi dalam Islam dapat dilihat sejak zaman Nabi Muhammad Shallallaahu alaihiwasallam dengan adanya proses pengumpulan dan penulisan Alquran untuk dijadikan sebuah mushaf. Dari budaya literasi maka dapat membuat terbukanya pintu khazanah islam dan ilmu pengetahuan yang luas. Sejak kelahirannya Islam tampil sebagai agama yang kaya dengan ilmu pengetahuan yang memberi perhatian pada keseimbangan hidup dunia dan akhirat. Di Indonesia belajar Alquran memberikan kemudahan tempat dan waktu, seperti belajar Alquran yang dapat ditemukan di rumah, madrasah, masjid atau di tempat majelis ilmu lainnya. Namun berbeda halnya dengan sekolah umum, belajar Alquran menjadi sesuatu yang bersifat terbatas sehingga kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya membaca dan mempelajari Alquran serta kurangnya pengetahuan akhlak dikalangan pelajar. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi masa depan siswa sebagai penerus bangsa, siswa yang kurang memiliki pengetahuan keterbacaan dan akhlak yang kurang baik akan berdampak pula terhadap prestasi belajarnya. Inilah yang menyebabkan tingkat literasi Indonesia berada pada tingkat yang rendah. Solehuddin (2018:170) mengungkapkan bahwa tingkat literasi yang rendah berkaitan dengan tingginya drop out sekolah, kemiskinan dan pengangguran. Aspek tersebut merupakan indikator rendahnya indeks pembangunan manusia. Apabila masyarakat tidak siap menerima individuindividu masyarakat yang kualitasnya rendah, perlu diupayakan sedini mungkin mewujudkan budaya keilmuan yaitu menciptakan tradisi literasi. Mengiringi tradisi literasi umum hal yang sama perlu juga diwujudkan tradisi literasi Alquran bagi umat Islam. Salah satu hal yang dapat mendorong adanya budaya literasi agama Islam adalah dengan adanya kegiatan literasi Al-Qur’an dikalangan pelajar yaitu dengan menumbuhkan kesadaran siswa dalam membaca dan mempelajari Alquran sebagai pedoman hidup sehingga membimbing para siswa dengan pengetahuan akhlak berdasarkan Alquran. Literasi Alquran sangat berperan dalam menumbuhkan budaya baca dengan meningkatkan iman dan takwa serta akhlak mulia melalui pendidikan sekolah. Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 ayat 3 yaitu Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang (Perpustakaan Bappenas). Oleh karena itu penting bagi siswa untuk dibekaliterkait pembinaan akhlak yaitu dapat melalui kegiatan literasi Alquran. Berkaitan dengan hal ini, pemerintah diberbagai daerah mengupayakan agar bacaan Alquran dapat menjadi tradisi dan kebiasaan serta memberikan perumusan batasan akhlak dikalangan pelajar dengan mengeluarkan peraturan program literasi Alquran bagi sekolah. Literasi Alquran merupakan bagian dari program gerakan literasi sekolah. GLS sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan budaya baca dan penumbuhan budi pekerti, sebagaimana dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang penumbuhan Budi Pekerti. Pada peraturan tersebut, hal pokok yang tertuang adalah adanya keharusan bagi siswa untuk membaca buku non-teks pelajaran selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. kegiatan ini dilakukan agar disekolah-sekolah memiliki gerakan yang positif dalam penumbuhan budi pekerti salah satunya melalui budaya baca. Hal tersebut berlaku pula dalam pembiasaan membaca Alquran bagi umat muslim. Literasi Al-Qur’an belakangan ini mulai digalakkan berdasarkan dari kegiatan- kegiatan keagamaan sebelumnya dimana literasi Alquran ini telah diperkenalkan dan diselenggarakan diberbagai wilayah seperti Sulawesi selatan. Berbagai kegiatan dikaitkan dengan program literasi Alquran antara lain adanya Workshop tentang literasi Alquran oleh Dinas Pendidikan Sulsel (Nurkholis, 2018), adanya kegiatan desiminasi Alquran oleh Lajnah Pentashih Alquran sebagai penguatan literasi Alquran dalam bingkai moderasi beragama (Lajnah Pentashih Alquran, 2019) dan kegiatan pelaksanaan program literasi Alquran disekolah- sekolah di Sulawesi selatan baik sekolah Islam maupun sekolah umum (Kemenag, 2019). Maka dari itu penting untuk mengetahui terkait tentang literasi Alquran sebagaimana literasi ini dapat menjadi media yang baik dalam pembinaan dan pembelajaran Alquran baik dalam dunia pendidikan maupun dalam lingkungan masyarakat. Puslitbang (pusat penelitian dan pengembangan) Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama telah melakukan penelitian Indeks Literasi Alquran siswa SMA. Dalam skala penilaian 1 sampai 5 aspek, penelitian ini menemukan bahwa indeks literasi Alquran siswa SMA secara nasional berada dalam kondisi sedang dengan indeks rata-rata 2,44. Penelitian ini dilakukan terhadap 3.710.069 siswa SMA negeri ataupun swasta dari total populasi siswa SMA sekitar tujuh juta siswa di seluruh Indonesia. Ada empat aspek yang dinilai, yaitu membaca (indeks 2,59) dan menulis (2,2) dimana keduanya masuk kategori sedang. Aspek mengartikanbacaan Alquran berada dalam kategori rendah (1,87), dan aspek menghafal dalam kategori tinggi (3,03) Penelitian yang dilakukan pada 2016 itu bertujuan mengevaluasi berbagai aspek kemampuan dalam literasi Alquran. Berdasarkan data ISCO (International Standard Classification of Occupation) pada tahun 2013 penduduk dunia yang tidak bisa membaca dan menulis adalah 40% laki-laki dan 65% perempuan, dan ini hanyalah baca tulis biasa atau huruf latin. Belum termasuk yang buta huruf Arab (buta huruf Alquran). Meski Indonesia merupakan negara mayoritas muslim terbesar di dunia, namun hanya sekitar 0,5 persen umat Islam di Indonesia yang mampu membaca Alquran dengan baik. Berdasarkan riset IIQ (Institut Ilmu Alquran), tingkat buta huruf Alquran di Indonesia masih terbilang cukup tinggi, tercatat 65 % masyarakat Indonesia buta huruf Alquran (Mulyani, Pamungkas dan Nur Intan, 2018: 203). Adanya fakta tersebut menunjukkan literasi Alquran penting untuk dilaksanakan baik bagi pendidikan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat. Atas dasar tersebut perlu adanya penelitian dalam rangka mengetahui terkait tentang literasi Alquran dan bagaimana dampaknya. Berkaitan dengan literasi dan Alquran, Dinas pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan kebijakan baru tentang penyelenggaraan program literasi Alquran. Berdasarkan peraturan daerah Dinas Pendidikan Kota Makassar tahun 2012 tentang pendidikan baca tulis Alquran dan kebijakan baru yang diprakarsai oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan tentang program literasi Alquran yang tertuang dalam nomor surat 0045/4944- P-SMADisdik pada 1 Agustus 2018 dengan mengeluarkan peraturan pelaksanaan program literasi Alquran di sekolah setiap Jumat selama 30 menit sebelum pelajaran dimulai (Nurkholis, 2018). Oleh karena itu, penting peran dan kerja sama guru dan orangtua dalam upaya menumbuhkan budaya baca Alquran bagi siswa. Dari latar belakang tersebut maka perlu diadakan penelitian terkait program literasi Alquran karena dipandang perlu untuk mengetahui bentuk-bentuk kegiatan program literasi Alquran dalam menumbuhkan upaya budaya baca Alquran dan dampaknya terhadap siswa. Penelitian akan dilakukan di SMANegeri 14 Makassar. SMA Negeri 14 Makassar merupakan salah satu sekolah umum yang menerapkan literasi Alquran maka dilakukan penelitian tentang kegiatan literasi Alquran di sekolah tersebut. Melalui literasi Alquran yang diprogramkan dari kebijakan pemerintah daerah sehingga dapat membimbing para siswa dalam membaca, memahami Alquran dan memberikan pendidikan akhlak dengan konsep penyampaian Alquran. Dengan demikian terwujudnya sebuah penerapan literasi Alquran dapat membimbing siswa agar dapat membiasakan membaca Alquran dan untuk lebih memahami kandungan Alquran serta mengamalkannya dalam kehidupan menjadi bekal di akhirat. B. KAJIAN TERDAHULU Dalam kajian ini ada beberapa literatur pendukung yang menjadi penelitian terdahlu untuk menguatkan penelitian ini dan menjadi sumber informasi penelitian, antara lain sebagai berikut. Puslitbang (pusat penelitian dan pengembangan) Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama telah melakukan penelitian Indeks Literasi Alquran siswa SMA. Dalam skala penilaian 1 sampai 5 aspek, penelitian ini menemukan bahwa indeks literasi Alquran siswa SMA secara nasional berada dalam kondisi sedang dengan indeks rata-rata 2,44. Penelitian ini dilakukan terhadap 3.710.069 siswa SMA negeri ataupun swasta dari total populasi siswa SMA sekitar tujuh juta siswa di seluruh Indonesia. Ada empat aspek yang dinilai, yaitu membaca (indeks 2,59) dan menulis (2,2) dimana keduanya masuk kategori sedang. Aspek mengartikan bacaan Alquran berada dalam kategori rendah (1,87), dan aspek menghafal dalam kategori tinggi (3,03) Penelitian yang dilakukan pada 2016 itu bertujuan mengevaluasi berbagai aspek kemampuan dalam literasi Alquran. Berdasarkan data ISCO (International Standard Classification of Occupation) pada tahun 2013 penduduk dunia yang tidak bisa membaca dan menulis adalah 40% laki-laki dan 65% perempuan, dan ini hanyalah baca tulis biasa atau huruf latin. Belum termasuk yang buta huruf Arab (buta huruf Alquran). Meski Indonesia merupakan negara mayoritas muslim terbesar di dunia, namun hanya sekitar 0,5 persen umat Islam di Indonesia yang mampu membaca Alquran dengan baik. Berdasarkan riset IIQ (Institut Ilmu Alquran), tingkat buta huruf Alquran di Indonesia masih terbilang cukup tinggi, tercatat 65 % masyarakat Indonesia buta huruf Alquran (Mulyani, Pamungkas dan Nur Intan, 2018: 203). Berkaitan dengan literasi dan Alquran, Dinas pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan kebijakan baru tentang penyelenggaraan program literasi Alquran. Berdasarkan peraturan daerah Dinas Pendidikan Kota Makassar tahun 2012 tentang pendidikan baca tulis Alquran dan kebijakan baru yang diprakarsai oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan tentang program literasi Alquran yang tertuang dalam nomor surat 0045/4944-P-SMADisdik pada 1 Agustus 2018 dengan mengeluarkan peraturan pelaksanaan program literasi Alquran di sekolah setiap Jumat selama 30 menit sebelum pelajaran dimulai (Nurkholis, 2018). Dalam Jurnal al Bayan. Vol 3, No 2, Studi Alquran dan Tafsir oleh Solehuddin (2018). Keefektifan Program Literasi Alquran di Sekolah-Sekolah Swasta Non-Agama Dalam Kerangka Penguatan Karakter. Dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dengan kegiatan literasi Alquran. Pada penelitian ini menekankan penelitian pada metode baca Alquran, kondisi karakter siswa melalui kegiatan literasi Alquran dan peran membaca Alquran terhadap karakter siswa. Jurnal Al Maktabah (2018) oleh Basinun. Konsepsi Literasi Informasi (Information Literacy) dalam Pendidikan Islam. Dalam artikel ini menjelaskan tentang pentingnya literasi bagi dunia pendidikan Islam agar nantinya pendidikan nasional mampu bersaing pada level global. Dengan menguasai literasi informasi maka akan menumbuhkan jiwa kritis, kreatif, inovatif, meningkatkan kinerja serta kesiapannya dalam bersaing di era globalisasi. Dalam Skripsinya Ahmad Mujib (2016) membahas tentang Literasi dalam Alquran dan Kontribusinya terhadap Pengembangan Epistemologi Ilmu Pendidikan Islam. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsep Literasi dalam Alquran yang terangkum dalam ayatayat tentang perintah serta motivasi untuk membaca dan menulis.
Method
Menyusun atau membuat karya tulis ilmiah (scientific paper) merupakan bentuk lain dari proses memindahkan ide dan gagasan ke dalam bentuk tulisan dengan memenuhi kaidah dan etika penyusunan karya tulis ilmiah (Muhammad Mustofa, 2023). Pada penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitaif. Menurut Maman dkk (2006: 29). Penelitian deskriptif ialah sebuah penelitian yang bertujuan menggambarkan gejala social, politik, ekonomi dan budaya. Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Penelitian kualitatif menekankan pada sifat realitas hubungan erat antara peneliti dan subyek yang diteliti sehingga hubungan tersebut terbangun secara sosial (Noor, 2017: 17). Sedangkan menurut Afrizal (2015: 13) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian ilmu sosial yang menganalisis data berupa kata-kata lisan maupun tulisan dan temuannya tidak diperoleh dengan kuantifikasi data dan analisis angka. Pada penelitian ini berupaya memberikan gambaran variabel dari fokus penelitian mengenai gejala sosial keagamaan tentang kegiatan literasi Alquran dalam menumbuhkan budaya baca Alquran siswa. Dengan pendekatan kualitatif maka peneliti dapat mendapatkan informasi sesuai hasil pengamatan di lapangan. Menurut Musfah (2016: 56) teknik pengumpulan data yaitu teknik atau cara yang diaplikasikan dalam proses mengumpulkan data dengan menjelaskan teknik yang digunakan serta menjaring data-data terkait fokus penelitian. Adapun mengenai tipe metode pengumpulan data kualitatif, Creswell (1994: 150-151) dalam Mulyadi (2019) menjelaskan ada 4 macam tipe pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan alat-alat audiovisual. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan data-data penelitian dan mencatat peristiwa penting dari penelitian. Pada penelitian ini menggunakan tiga metode pengumpulan data yang umumnya metode pengumpulan data ini digunakan pada penelitian kualitatif yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Result & Discussion
Literasi Alquran merupakan kegiatan yang memberikan pemahaman tentang membaca dan bagaimana mengaplikasikan makna dari Alquran yang dibaca. Perihal ini menunjukkan bahwa pentingnya pelaksanaan literasi Alquran dalam menumbuhkan karakter budaya baca Alquran terutama di sekolah umum karena melihat belajar Al- Qur‟an di sekolah umum memiliki waktu yang terbatas. Oleh sebab itu dalam menumbuhkan budaya baca Alquran, salah satu kegiatan yang dapat mendukungnya adalah kegiatan literasi Alquran yang merupakan program dari dinas pendidikan (Nyomba, 2018) dengan tujuan dapat menumbuhkan kebiasaan membaca dan memahami Alquran dan memberikan perumusan batasan akhlak kepada siswa dalam pembentukan karakter. Adanya kegiatan literasi Alquran yang diprogramkan oleh dinas pendidikan menunjukkan bahwa sangat besar perhatian pemerintah terhadap penumbuhan karakter dan budaya baca dengan media literasi. Maka dari itu sekolah turut menanggapi dan mendukung kebijakan baru dinas pendidikan provinsi Sulawesi selatan dan ikut melaksanakan kegiatan literasi Alquran sekali sepekan pada hari Jumat (Ibrahim, 2018). Informasi tersebut merupakan hasil dari observasi tentang literasi Alquran yang dilakukan di SMA Negeri 14 Makassar. Berdasarkan pada hasil wawancara yang dilakukan dengan Drs. Anwar selaku Wakasek Kurikulum SMA Negeri 14 Makassar yang menyatakan bahwa: “Kegiatan literasi Alquran yang diprogramkan dinas pendidikan sangat bagus karena dengan kegiatan literasi Alquran ini dapat membiasakan siswa dalam membaca Alquran dan memotivasi siswa agar senantiasa mencintai dan merutinkan membaca Alqura” (27 Mei 2020). Hal yang sama juga diungkapkan oleh Abd. Bariy selaku pembimbing kegiatan literasi Alquran yaitu: “Menurut saya kegiatan literasi Alquran sangat bagus sekali dan hal ini juga merupakan program dari Pemerintah dinas Pendidikan yang menerapkan kegiatan literasi Alquran di sekolah, Masyaa Allah karena kegiatan ini kak juga memotivasi saya dalam membaca Alquran” (27 Mei 2020). Adapun Sitti Anisa turut menanggapi kegiatan literasi Alquran mengatakan bahwa: “Benar, literasi ini merupakan program dari Pemerintah dan memang kegiatan ini luar biasa karena dengan adanya wadah literasi Alquran disekolah membantu kita jadi rutin membaca Alquran disekolah” (27 Mei 2020). Dari hasil wawancara menunjukkan bahwa awal mula teselenggaranya literasi Alquran di SMA Negeri 14 Makassar adalah berdasarkan dari kebijakan baru dinas pendidikan tentang pelaksanaan program literasi Alquran yang menghimbaukan untuk melakukan kegiatan literasi Alquran pada masing- masing sekolah setiap hari Jumat 30 menit sebelum pelajaran dimulai. Maka dari itu SMA Negeri 14 Makassar ikut melaksanakan kegiatan literasi Alquran sekali dalam sepekan pada hari Jumat. Pengembangan literasi di sekolah merupakan bagian dari pembelajaran kurikulum. Literasi membaca mewajibkan siswa untuk membaca non teks pelajaran 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Pengembangan literasi dalam rangka memberikan pondasi literasi agar siswa dapat dibekali dengan literasi sejak dini. Dan hal ini termasuk pada bagian dari kegiatan literasi Alquran yang memberikan kebiasaan pada siswa untuk membudidayakan membaca Alquran baik sebelum pelajaran dimulai maupun pada kegiatan-kegiatan di sekolah. Sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan Dra. Nirwati Rauf selaku pembimbing kegiatan literasi Alquran menyatakan bahwa kegiatan literasi Alquran juga sesuai dengan kurikulum 13. Hasil wawancara tersebut menyatakan bahwa kegiatan literasi Alquran ini dilakukan sesuai dengan kurikulum sekolah sebagaimana dalam kurikulum 2013 mengharuskan siswa membaca nonteks pelaran sebelum pelajaran dimulai. Dan hal ini dilakukan pada program literasi Alquran yaitu siswa membaca Alquran terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai. Sesuai dengan hasil wawancara diatas tentang latar belakang program literasi Alquran dapat disimpulkan terkait program literasi Alquran di SMA Negeri 14 Makassar adalalah: 1. Kegiatan Literasi Alquran SMA Negeri 14 dilaksanakan berdasarkan dari surat edaran yang berisi himbauan kepada kepala sekolah SMA/SMK Negeri dan Swasta untuk melaksanakan literasi Alquran setiap Jumat 30 menit sebelum pelajaran dimulai. 2. Kegiatan literasi Alquran sesuai dengan kurikulum sekolah yang mengharuskan siswa membaca nonteks pelajaran sebelum pelajaran awal dimulai. 3. Kegiatan literasi Alquran dilakukan dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada siswa untuk membaca dan memahami Alquran dan sebagai penumbuhan karakter budaya baca Alquran di sekolah. Kegiatan literasi Alquran dilakukan dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada siswa untuk membaca dan memahami Alquran dan sebagai penumbuhan karakter budaya baca Alquran di sekolah. Berdasarkan hasil kesimpulan tersebut tentang awal mula program literasi Alquran bahwa kegiatan literasi Alquran merupakan kegiatan keagamaan yang merupakan bagian dari kegiatan gerakan literasi Sekolah. Hal ini dapat mendorong kesadaran siswa agar terbiasa dalam membaca dan mempelajari Alquran sebagaimana kegiatan literasi ini adalah kegiatan yang diprogramkan dinas pendidikan dan sesuai dengan k13 yang mengharuskan siswa membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai sebagai bentuk menanamkan kebiasaan membaca pada siswa dan hal ini diberlakukan pula pada kegiatan literasi Alquran. Maka dari itu kegiatan ini sangat diapresiasi oleh guru maupun siswa di SMA Negeri 14 Makassar. Sasaran program yang akan dilaksanakan dimaksudkan untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan strategi pelaksanaan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah sebagai berikut: a. Mengadakan pembinaan terhadap peserta didik, guru dan karyawan secara berkelanjutan. b. Mengadakan bimbingan / pembelajaran tambahan untuk mata pelajaran tertentu guna peningkatan kompetensi siswa. c. Meningkatkan kegiatan pengembangan diri untuk pembentukan siswa yang berprestasi d. Mengadakan pelajaran tambahan untuk kelas XII guna peningkatan perolehan nilai ratarata US/UN dan lulusan SNPTN pada perguruan tinggi minimal 60% dari jumlah lulusan yang mengingikuti seleksi. e. Mengikutkan guru dalam MGMP, pelatihan dan seminar dalam rangka pengembangan wawasan serta peningkatan kemampuan profesionalisme guru. f. Mengintensifkan penggunaan ICT dalam pembelajaran g. Menerapkan pendidikan karakter dalam pembelajaran h. Menerapkan pendidikan lingkungan dalam pembelajaran i. Mengintensipkan pembinaan pengembangan diri peserta didik. j. Memantapkan penegakan 9K untuk menciptakan proses pembelajaran yang kondusif. k. Mengintesifkan pembinaan akhlak mulia terhadap peserta didik guna Memantapkan iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. l. Menjalin komunikasi yang baik dengan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan untuk pengembangan sekolah. Budaya literasi saat ini berkembang dan bervariasi sebagai metode dalam penumbuhan karakter budaya baca siswa. Literasi Alquran, selain media dalam menumbuhkan kesadaran siswa dalam membaca Alquran dapat pula menjadi media yang dapat mendidik siswa dalam penumbuhan karakter dan akhlak siswa. Adanya kegiatan keagamaan didalamnya sebagai jalan yang mendukung agar siswa menjadi pribadi dengan akhlak yang lebih baik. Dengan demikian literasi Alquran yang diterapkan di sekolah memberikan perhatian bahwa salah satu usaha dalan mendidik siswa dan menumbuhkan minat dalam membaca Alquran. Literasi merupakan media dalam menumbuhkembangkan karakter dan budaya baca siswa, hal inilah yang menjadi salah satu dampak positif dari kegiatan literasi. Begitupula literasi Alquran, sebagai kegiatan keagamaan yang memberikan pengetahuan islam dan memberikan motivasi agar menambah minat baca Alquran dan memberikan didikan akhlak pada siswa maka hal tersebut merupakan bagian dari sisi positif dari kegiatan literasi Alquran. Dari data hasil obsevasi dan interview diperoleh bahwa literasi Alquran memberikan dampak positif bagi kesadaran siswa dalam membaca Alquran. Hal ini berdasarkan dari hasil wawancara dengan guru dan siswa yang masing-masing memberikan pendapat tentang dampak dari kegiatan literasi Alquran. Adapun dampak positif dari pelaksanaan kegiatan literasi Alquran di SMA Negeri 14 Makassar, berdasarkan dari hasil wawancara dengan Abd. Bariy selaku pembimbing kegiatan literasi Alquran di SMA Negeri 14 Makassar, yang menyatakan bahwa sebagai berikut: “Tentu program literasi Alquran ini sangat bagus dimana kegiatan ini sebagai wadah bagi siswa maupun guru untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan dengan kegiatan ini kami membimbing siswa-siswi menjadi karakter yang lebih baik terlebih apalagi saat ini teknologi yang semakin canggih membuat siswa jarang membaca Alquran dan mendalami agama Islam. Jadi dengan kegiatan literasi Alquran siswa termotivasi membaca Alquran dan sedikit demi sedikit mampu membina siswa dengan akhlak yang baik dan saya berharap kegiatan ini selalu dilaksanakan” (26 Mei 2020). Sedangkan menurut Ibu Nirwati tentang dampak yang ditimbulkan dari kegiatan literasi Alquran terhadap kesadaran siswa dalam membaca Alquran adalah: “Iya pastilah ada dampak positif yang terlihat dari siswa walaupun kurang maksimal, seperti siswa dengan kesadaran sendiri untuk mau membaca Alquran” (31 Mei 2020). Dari pelaksanaan kegiatan literasi Alquran melihat dampak yang terlihat pada siswa agar memberikan kesadaran kepada siswa untuk membiasakan membaca Alquran baik dalam kegiatan maupun diluar kegiatan literasi Alquran. Literasi Alquran di sekolah memberikan dampak yang positif terhadap kesadaran siswa dalam membaca Alquran, memberikan motivasi dan pendidikan akhlak terhadap siswa. Berikut dampak dari kegiatan literasi Alquran terhadap kesadaran siswa dalam membaca Alquran dan beberpa tanggapan dari siswa tentang dampak dari hasil kegiatan literasi Alquran yang dirasakan manfaatnya oleh siswa. Minat meruapakan kemauan atau keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu. Minat sangat berperan penting dalam proses budaya membaca Alquran karena dengan adanya minat seseorang untuk membaca maka akan menjadi pendorong untuk membiasakan membaca. Salah satu hal yang dapat menambah minat siswa dalam membaca Alquran adalah dengan memberikan pemahaman kepada siswa tentang keutamaan dan pentingnya membaca Alquran melalui kegiatan literasi Alquran sehingga minat siswa untuk membaca Alquran akan semakin besar. Dari data hasil wawancara terhadap siswa bahwa kegiatan literasi Alquran memberikamemberikan dampak posistf sebagaimana kegiatan ini dapat menambah minat siswa dalam membaca Alquran. Menurut Nur Anggraini siswa kelas XII selaku sekretaris Osis SMA Negeri 14 Makassar yang merasakan bagaimana dampak dari kegiatan literasi Alquran menyatakan bahwa: “Literasi Alquran sebagai salah satu kegiatan positif bagi kami dimana menambah minat kita dalam membaca Alquran. (27 Mei 2020)”. Berdasarkan dari hasil wawancara tersebut menjelaskan bahwa kegiatan literasi Alquran memberikan motivasi terhadap siswa dalam membiasakan membaca Alquran dan realisasinya bukan hanya di sekolah akan tetapi juga bacaan Alqurannya dilanjutkan dirumah. Maka dari itu dengan membiasakan membaca Alquran baik disekolah mamupun dirumah dapat memberikan dampak positf bagi siswa agar lebih memanfaatkan waktunya sehingga dapat berdampak pada kebiasaan yang baik, waktu-waktunya terisi dengan hal-hal yang bermanfaat tentu akan baik pula pada akhlaknya. Selain itu dengan kegiatan literasi Alquran yang membiasakan siswa membaca Alquran sebelum belajar akan nampak dalam perasaan siswa yang tenang dan merasa lebih aktif dalam proses belajar. Inilah salah satu dari keberkahan dengan membaca Alquran selum belajar akan terlihat dari hasil prestasi siswa dan akhlaknya.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya maka diperoleh kesimpulan. Proses pelaksanaan kegiatan program literasi Alquran yaitu melalui tahapan pelaksanaan dimulai dari penetapan jadwal kegiatan literasi Alquran, waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan literasi Alquran dan yang terlibat dalam kegiatan literasi Alquran. Adapun bentuk-bentuk kegiatan literasi Alquran meliputi rangkaian kegiatan literasi Alquran, metode pelaksanaan membaca Alquran dan materi serta penilaian pada kegiatan literasi Alquran. Kegiatan literasi Alquran memberikan dampak yang baik pada siswa. Hasil dari kegiatan literasi Alquran pada siswa yaitu dengan kegiatan literasi Alquran dapat menambah minat siswa dalam membaca Alquran, kegiatan literasi Alquran memberikan motivasi kepada siswa dalam membudidayakan membaca Alquran dan kegiatan literasi Alquran memberikan pendidikan akhlak terhadap siswa dengan memahami ayat yang dibaca.