KOMPETENSI PUSTAKAWAN DALAM MELAKUKAN SELEKSI KOLEKSIPERPUSTAKAAN
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Teknokrat
Abstract
This study aims to determine the librarians’ competencies in selecting library collection and how to improve these competencies. The method used in this research is literature study. Based on this research, it can be explained that the librarians’competencies in selecting library collection consist of havingknowledge of several things, namely their institutional programs, thecollection development policies, the needs of their users, the qualityof various types of collections, the credibility of publishers andproviders of electronic information sources, the ability of the authors,the use of various selection tools, as well as having knowledge aboutinformation technology development plus having skills in communicating and in using various types of collection. Furthermore,to improve the competencies, librarians need to do these things:follow several trainings; read more books to increase knowledge;conduct user studies; learn how to use the selection tools; study thequality of library materials; learn everything about book publishing;seek knowledge about book editors and producers of audio-visualmaterials; discover what publishers who produce the best material forlibraries by researching their catalogs and advertisements; andexamine the national bibliography and the book trade bibliographies.
Keywords:
Librarian Competencies
· SelectingLibrary Collection
Introduction
Perpustakaan adalah salah satu unit yang menyediakan jasa layanan informasi. Meskipun lembaga ini bersifat nonprofit oriented, namun perpustakaan harus mampumemenuhi kepuasaan penggunanya. Salah satu upaya untuk memenuhi kepuasaaanpenggunanya dapat dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan informasi pengguna melaluikoleksi yang disediakan. Adanya penyediaan koleksi maka perlu dilakukan kegiatan pengembangan koleksi. Kegiatan pengembangan koleksi seperti disebutkan oleh Yulia dan Janti yangmengutip definisi dalam The ALA Glossary of Library and Information Sciencemenyebutkan bahwa pengembangan koleksi adalah sebuah proses yang terdiri dari beberapa kegiatan yang memiliki hubungan yang erat dengan pengembangan koleksiperpustakaan, di dalamnya termasuk juga kebijakan seleksi, analisis apa yang menjadikebutuhan pemustaka dan pengguna potensial, mengkaji kegunaan koleksi, evaluasikoleksi perpustakaan, mengidentifikasi kebutuhan koleksi perpustakaan, melakukanseleksi koleksi, merencanakan untuk bekerja sama, memelihara koleksi dan kegiatanpenyiangan koleksi.1 Kegiatan seleksi koleksi dalam sebuah perpustakaan merupakan bagian yangpenting dalam melaksanakan sebuah pengembangan koleksi. Pustakawan harus mampumenentukan bahan pustaka apa saja yang akan ditambahkan dalam koleksiperpustakaanya. Mengingat pentingnya kegiatan seleksi maka orang-orang yang terlibatdalam kegiatan ini juga harus diperhatikan dalam segi kemampuannya. Meskipun padadasarnya semua staff dapat melakukan kegiatan seleksi koleksi perputakaan ini. Namunkeputusan terakhir hasil pemilihan sebuah koleksi perpustakaan tersebut harus mampudiselesaikan oleh pustakawan. Hal tersebut dikarenakan seorang pustakawan mengetahuikeadaan koleksi perpustakaannya keseimbangam koleksi perpustakaan, dan anggaranyang tersedia2 . Dengan demikian maka kompetensi pustakawan dalam melakukan kegiatan seleksi koleksi sangat diperlukan. Pada saat ini hal tersebut belum mendapat perhatian yang cukup, dan pustakawanmasih sering bergantung pada bantuan dari pihak lain untuk melakukan kegiatan seleksiini. Seperti hasil penelitian yang dikutip dari Lana Islamiah Genderang dengan judul “Pengembangan koleksi buku di Perpustakaan Universitas Indonesia dalam penelitiantersebut disebutkan bahwa kegiatan pengembangan koleksi belum berjalan dengan baikkarena belum adanya dosen yang terlibat dalam kegiatan seleksi.3 Seharusnya haltersebut tidak akan menjadi masalah jika pustakawan memiliki kompetensi yang cukupdalam melakukan kegiatan seleksi koleksi. Bahkan hasil penelitian Nuria Prasanti denganjudul “Pengembangan koleksi anak di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bogor”menyebutkan bahwa kemampuan dasar pustakawan merupakan hal utama dalamkegiatan seleksi supaya dapat meyediakan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.4 Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis dalam makalah ini akanmembahas mengenai kompetensi pustakawan dalam melakukan kegiatan seleksi koleksiperpustakaan. LANDASAN TEORI Kompetensi Kompetensi adalah salah satu bagian pada diri seseorang yang menunjangkinerja mereka. Kompetensi menurut Spencer dalam Moeheriono didefinisiakan sebagaisebuah karakteristik dasar pada seseorang berhubungan dengan efektifitas kerjaseseorang dan hal tersebut menjadi acuan sebuah kriteria, keefektifan dalam bekerja ditempat kerja tersebut atau pada sebuah kondisi tertentu.5 Sedangkan dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2012 tentang penetapan rancangan standar kompetensi kerjanasional Indonesia sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan peroranganlainnya bidang perpustakaan, kompetensi merupakan sebuah kemampuan pada diriseseorang yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam bekerja yangdapat diamati berdasarkan kesesuaian penyelesaian.6 Pendapat lain menyebutkan bahwakompetensi yaitu perpaduan antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan7. Kegiatan Seleksi Koleksi Magrill dan Corbin menjelaskan bahwa seleksi adalah sebuah kegiatan yangdigunakan sebagai bahan identifikasi tentang informasi apa saja yang akan diadakan diperpustakaan sebagai tambahan koleksi perpustakaan dari koleksi sebelumnya.8Penggabungan kegiatan seni dan ilmu merupakan sebuah proses seleksi koleksi. Mengkombinasikan antara pengetahuan, pengalaman, dan intuisi dari orang yang melakukan seleksi merupakan bagian dari kegiatan seleksi koleksi perpustakaan. Haltersebut yang menjadikan adanya tekanan kepada seorang selector yang sudah memilikipengalaman untuk menjelaskan mengapa sebuah koleksi bisa ditambahkan atau tidakditambahkan ke dalam koleksi perpustakaan9 Sedangkan seleksi koleksi perpustakaanadalah proses mengidentifikasi koleksi apa saja yang akan dimasukkan sebagai tambahankoleksi perpustakaan pada koleksi yang telah ada di perpustakaan.10 Kegiatan seleksi koleksi perpustakaan memiliki beberapa prinsip yang mendasar. Haltersebut tersebut yaitu11: 1. Pemilihan koleksi perustakaan di sesuaikan dengan kebutuhan pemustaka. 2. Pemilihan buku memperhatikan kualitasnya. Buku-buku yang berkualitas dapat dilihat dari konten buku, fisik buku, penyajianbuku, susunan buku, ilustrasi, dan kredibillitas penulis serta penerbit. 3. Pemilihan buku harus netral tanpa melihat jenjang pendidikan, politik, profesi,suku, agama, serta ras. 4. Sesuai dengan dana yang ada. Prinsip-prinsip di atas tersebut dilaksanakan dalam kegiatan seleksi koleksiperpustakaan dengan tujuan12: 1. Bahan pustaka yang disediakan dapat mendukung system yang ada di lembagatersebut. 2. Bahan pustaka yang disediakan sesuai dengan keinginan pengguna perpustakaan. 3. Bahan pustakan yang sediakan dapat memberikan manfaat sebagai hiburan danrekreasi. 4. Bahan pustaka penting dan menjelaskan tentang perkembangan dari sebuahlembaga induknya dapat diawetkan, contohnya data resensi, laporan tahunan,serta koleksi yang diterbitkan dari lembaga itu sendiri. Jika diperhatikan maka keempat hal tersebut di atas dapat dikatakan sebagaitujuan dari kegiatan seleksi koleksi yang dilakukan oleh sebuah perpustakaan. Selainprinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam kegiatan seleksi koleksi, maka seorangpustakawan harus memperhatikan beberapa kriteria seleksi antara lain13:1. Kesesuaian antara judul dan program lembaganya 2. Kesesuaian judul dengan tingkatan pemustaka 3. Kredibiltas pengarang dalam bidangnya 4. Buku memiliki konten yang bermutu dan tidak cepat mengalami perubahan5. Kredibilitas penerbitan dalam bidangnya 6. Tahun terbit dan edisi buku merupakan yang paling baru 7. Buku memiliki harga yang sesuai Selain memperhatikan kriteria koleksi, seorang pustakawan yang melakukanseleksi koleksi juga harus memperhatikan jenis-jenis koleksi perpustakaan, karenamengingat bahwa jenis koleksi perpustakaan bermacam-macam, seperti yang disebutkanoleh Opong Sumiati14, antara lain: 1. Buku merupakan jenis koleksi yang paling umum di perpustakaan 2. Koleksi referensi Bentuknya sama dengan buku namun berbeda dari isi dan cara penyusunannya. 3. Sumber geografi Koleksi yang di memiliki konten informasi tentang suatu wilayah atau daerah,iklim tentang cuaca, atau hal lain yang berhubungan dengan alam. 4. Koleksi serial Umumnya merupakan koleksi terbitan berseri yang berbentuk berupa koran,majalah, jurnal, dan sebagainya. 5. Bahan mikro Merupakan bahan pustaka yang telah dialih mediakan dari buku menjadi koleksiberbentuk mikro. 6. Audio Visual Koleksi audio visual di dalamnya terdapat infromasi yang secara bersamaan dapatdilihat dan didengar.
Method
Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pengumpulan datanyamenggunakan studi pustaka. Studi pustaka adalah teknik pengumpulan data dari hasil telaahdari buku dan berbagai literature.15
Result & Discussion
Pengertian Kompetensi Pustakawan dalam Seleksi Koleksi Dari penjelasan beberapa ahli mengenai pengertian kompetensi pada babsebelumnya dapat diketahui bahwa kompetensi merupakan gabungan dari sebuahpengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki seseorang dalam melaksankanpekerjaannya. Sedangkan untuk pengertian seleksi koleksi itu sendiri yang disampaikanoleh Yulia merupakan kegiatan idektifikasi untuk menentukan koleksi apa saja yangnantinya diadakan untuk penambahan pada koleksi yang telah dimiliki olehperpustakaan.16 Dengan demikian dapat diketahui bahwa kompetensi pustakawan dalam seleksikoleksi yaitu sebuah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang perlu dimiliki olehpustakwan untuk melakukan identifikasi bahan pustaka apa saja yang akan diadakanuntuk menambah koleksi yang sudah dimiliki oleh perpustakaan. Kompetensi Pustakawan dalam Melakukan Seleksi Koleksi Ditinjau dari tujuan seleksi koleksi Berdasarkan dari tujuan seleksi koleksi yang disampaikan oleh Yulia yaitu bahanpustaka yang disediakan dapat mendukung system yang ada di lembaga tersebut. bahanpustaka yang disediakan sesuai dengan keinginan pengguna perpustakaan, bahanpustakan yang sediakan dapat memberikan manfaat sebagai hiburan dan rekreasi, bahanpustaka penting dan menjelaskan tentang perkembangan dari sebuah lembaga induknyadapat diawetkan, contohnya data resensi, laporan tahunan, serta koleksi yang diterbitkandari lembaga itu sendiri17. Sehingga dalam melakukan seleksi koleksi seorang pustakwanperlu memiliki kompetensi sebagai berikut: 1. Pengetahaun akan visi dan misi dari lembaganya. Hal ini berkaitan dengan tujuan seleksi koleksi untuk memiliki kleksi yang dapatdigunakan sebagai penunjang system di lembanya. Sehingga dengan mengetahuivisi dan misi lembaga pustakawan yang melakukan seleksi koleksi diharapkanmampu menyediakan koleksi yang menunjang sistem lembaga tesebut. 2. Pengetahuan akan kebutuhan penggunanya. Hal ini berkaitan dengan tujuan seleksi koleksi untuk memenuhi kebutuhanpenggunanya. Setiap orang memiliki kebutuhan informasi yang beragam, supayaperpustakaan dapat menyediakan koleksi yang sesuai dengan kebutuhanpengguna, maka seorang pustakawan yang melakukan seleksi koleksi harusmengetahui kebutuhan penggunanya, Misalnya dapat dilihat dari latar belakangpendidikan, jenis kelamin, usia, dan sebagainya. 3. Pengetahuan akan berbagai ragam koleksi. Hal ini berkaitan dengan tujuan seleksi koleksi yaitu untuk menyediakan koleksihiburan dan rekreasi. 4. Mengetahui koleksi yang penting bagi perkembangan lembaga. Hal ini berkaitan dengan tujuan seleksi koleksi untuk mengawetkan bahanpustaka penting untuk perkembangan lembaga. Sehingga pustakawan dalamseleksi koleksi harus mengetahui mana bahan pustaka yang penting bagiperkembangan lembaganya. Ditinjau dari prinsip-prinsip seleksi Kegiatan seleksi koleksi memiliki prinsip-prinsip yang perlu diterapkan yaitu:Pemilihan koleksi perustakaan di sesuaikan dengan kebutuhan pemustaka. Pemilihanbuku memperhatikan kualitasnya, Pemilihan buku harus netral tanpa melihat jenjangpendidikan, politik, profesi, suku, agama, serta ras, serta disesuaikan dengan dana yangdimiliki.18 Melihat prinsip-prinsip tersebut maka pustakawan harus memiliki beberapakompetensi yaitu: 1. Pengetahuan akan kebutuhan penggunanya. Pustakawan harus menyediakan koleksi yang sesuai dengan kebutuhanpenggunanya, sehingga pustakawan harus memiliki pengetahuan yang mendalammengenai pengguna yang dilayani, seperti latar belakang, usia, budaya, agama, dan sebagainya. Hal ini sesuai prinsip seleksi yaitu untuk memilih koleksi yangsesuia dnegankebutuhan penggunanya. 2. Mengetahui kualitas sebuah buku. Kualitas buku dapat dilihat dari dua aspek yaitu content dan fisik buku. Sehinggapustakawan perlu memiliki kompetensi dari dua aspek tersebut. Untukk aspek isipustakawan harus memiliki pengetahuan yang luas mengenai berbagai subjekilmu, keahlian pengarang serta repuatsi penerbitnya. Sedangkan untuk aspekfisiknya maka seorang pustakawan perlu mengetahui berbagai kualitas bahankoleksi, misalnya saja kualitas kertas yang baik dan tahan lama. Hal tersebutsesuai dengan prinsip koleksi yang memilih buku-buku yang berkualitas. 3. Sikap netral. Pustakawan dalam melakukan seleksi koleksi harus bersikap netral. Sehinggapemilihan koleksi bersifat objektif. Hal tersebut sesuai dengan prinsip seleksiyang tidak memandang jenjang pendidikan, politik, perdagangan, suku, agama,ras, maupun profesi. 4. Pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen keuangan Dalam melakukan seleksi seringkali seorang pustakwan merasa kesulitan dalammenyesuaikan dengan anggaran yang ada, karena hal itu seorang psutakawanharus memiliki pengetahuan mengenai manajemen keuangan yang baik sehinggadapat menyesuaikan anggaran dengan koleksi yang dipilih. Hal ini sesuai dneganprinsip seleksi yaitu sesuai dengan dana yang ada. Ditinjau dari kriteria seleksi Selain tujuan dan prinsip, dalam seleksi koleksi juga memiliki kriteria tertentu dalammemilih koleksi yang akan diadakan, seperti yang disebutkan oleh Yulia antara lain:Kesesuaian antara judul dan program lembaganya, kesesuaian judul dengan tingkatanpemustaka, kredibiltas pengarang dalam bidangnya, buku memiliki konten yang bermutudan tidak cepat mengalami perubahan, kredibilitas penerbitan dalam bidangnya, tahunterbit dan edisi buku merupakan yang paling baru, serta buku memiliki harga yangsesuai.19 Melihat kriteria dalam seleksi koleksi tersebut, maka pustakawan harusmemiliki kompetensi sebagai berikut: Pengetahuan mengenai program lembaganya Pengetahuan mengenai kualitas fisik buku Pengetahuan mengenai kredibilitas penerbit Pengetahuan akan keberadaan buku-buku terbaru Terampil dalam mengalokasikan dana. Ditinjau dari persyaratan seorang selektor buku. Persyaratan yang harus dimiliki pustakawan dalam melakukan seleksi bukuyaitu20: Memahami kebijakan pengembagan seleksi Sehingga pustakawan harus mengetahui dan paham mengenai kebijakanpengembangan koleksi di perpustakaan di mana ia bekerja. Dengan demikanpustakawan harus memiliki pengetahuan akan kebijakan pengembangan koleksidi perpustakaannya. Mampu bekerja sama dengan sesama pustakawan, pimpinan, maupun pihak lainseperti dengan penerbit. Pustakawan harus mampu bekerjasama dengan pihaklain, sehingga pustakawan juga harus memiliki keterampilan berkomunikasi jugaharus memiliki kemampuan untuk bernegosiasi seperti dengan pihak toko bukumaupun penerbit. Paham akan program lembaga yang saat ini dilaksakan dan kecenderunganperkembangannya . Sehingga pustakakwan harus mengetahui prigram darilembaganya. Mampu menggunakan berbagai fasilitas pendukung, seperti komputer, CD-ROM,telepon, email, dan internet. Dengan demikian pustakawan dalam melakukan seleksi koleksi juga harusmemiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi Mengetahui dan paham tentang berbagai kebijakan yang berhubungan dengankeuangan, pembukuan, dan pembelian buku. Berkaitan dengan hal ini, pustakawan perlu memiliki pengetahuan danketerampilan di bidang admistrasi dan manajemen keuangan. Persyaratan lain juga disebutkan oleh Sulistyo-Basuki bagi pemilih buku yaitu21: Paham dan mampu menggunakan sarana bibliografis yang ada, memahami duniapenerbitan terutama tentang penerbit, spesialisasi para penerbit, apa yang menjadikelemahan penerbit, standar, hasil terbitannya, dan sebagainya. Dengan demikianseorang pustakwan dalam melakukan seleksi harus memiliki pengetahuan tentangpenggunaan alat bantu seleksi dan pengetahuan di dunia penerbitan. Mengetahui latar belakang para pemakai perpustakaan. Pustakawan harus mengetahui latar belakang penggunanya seperti latar belakangpendidikan, sosial, budaya, dan sebagainya. Memahami kebutuhan pemakai Seorang pustakawan pemilih buku harus mampu mengetahui dan paham akankebutuhan penggunanya. Anggota yang terlibat dalam memilih buku harus bersikap netral, pahaminfromasi, serta mampu memilih buku menggunakan akal sehat. Memiliki pemahaman yang luas tentang koleksi perpustakaan. Paham dan mengetahui isi buku dengan membacanya atau membuka-buka buku. Berdasarkan dari kedua pendapat mengenai persyaratan selektor buku, makadapat diketahui bahwa seorang selektor buku harus memiliki kompetensi sebagaiberikut: 1. Mengetahui aturan dalam melakukan kegiatan pengembangan seleksi2. Mengetahui cara-cara bekerja sama dan terampil dalam berkomunikasi. 3. Mengetahui program lembaganya. 4. Pengetahuan dan keteramipilan di bidang teknologi informasi. 5. Pengetahuan dan keterampilan dalam administrasi umum dan manajemenkeuangan. 6. Pengetahuan tentang berbagai alat bantu seleksi dan dunia penerbitan. 7. Keterampilan dalam menggunakan alat bantu seleksi. 8. Pengetahuan mendalam tentang berbagai koleksi 9. Mengetahui kebutuhan pengguna. 10. Bersikap netral. Ditinjau dari jenis koleksi Ada beberapa jenis koleksi perpustakaan, yaitu buku, koleksi referensi, sumbergeografi, terbitan berseri, koleksi bahan mikro, dan koleksi audio visual.22 Dengandemikian seorang selektor juga harus memperhatikan hal tersebut, sehingga pustakawanyang akan melakukan kegiatan seleksi koleksi perlu memiliki kompetensi terkaitkeanekaragaman jenis koleksi, yaitu: 1. Pengetahuan akan bahan setiap jenis koleksi yang akan diadakan, baik dalambentuk buku tercetak maupun noncetak. 2. Pengetahuan akan copyrigt sebuah koleksi terutama untuk koleksi elektronik. 3. Mengetahui kredibilitas para penyedia sumber elektronik, hal ini biasanyaberkaitan dengan keputusan untuk melanggan jurnal eletronik. 4. Mengetahui kualiatas semua jenis koleksi, baik tercetak maupun noncetak, danbaik dari segi konten maupun fisiknya. 5. Mengetahui dan paham akan perkembangan teknologi informasi. Hal iniberkaitan dengan seleksi koleksi dalam format noncetak. Misalnya saja dalampemilihan format koleksi non cetak misalnya CD, pustakwan harus paham akanperkembangan teknologi, dan dapat berpikir jauh kedepan seperti seberapa lamakoleksi CD akan dapat diakses oleh penggunanya secara mudah. Cara meningkatkan kompetensi pustakawan dalam melakukan seleksi koleksi Berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pustakawan dalammelakukan seleksi tentu saja harus selalu ditingkatkan supaya tujuan dari kegiatanseleksikoleksi dapat mencapai tujuan dan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Dari ulasan di sub bab sebelumnya mengenai kompetensi pustakwan dalam melakukanseleksi, maka di bawah ini ada beberapa cara dalam meningkatkan kompetensipustakawan dalam melakukan seleksi, antara lain: 1. Mengikuti beberapa pelatihan seperti pelatihan dalam komunikasi, administrasisecara umum, serta mengenai manajemen keuangan. Komunikasi penting untuk menjalin kerjasama dengan pihak lain seperti tokobuku dan penerbit, sedangkan administrasi dan manajemen keuangan akan memudahkan pustakawan dalam membuat perencaan untuk koleksi yang akandiadakan disesuaikan dengan dana yang dimiliki. 2. Membaca buku untuk meningkatkan pengetahuan mengenai buku-buku yangakan diseleksi. Dengan membaca buku maka pengetahuan akan semakin luas, sehingga pustakawan mampu memilih koleksi yang berkualitas dari segi kontennya. 3. Melakukan kajian pengguna Kajian pengguna dimaksudkan untuk mengetahu kebutuhan penggunanya. Sehingga dengan melakukan kajian pengguna pustakawan dalam melakukanseleksi dapat menyediakan koleksi yang sesuai dnegan kebutuhan penggunanya. 4. Mempelajari dengan seksama cara menggunkan alat bantu seleksi dan seringmenggunakan. Dalam kegiatan seleksi koleksi memerlukan alat bantu seleksi, karena hal itumaka pustakawan perlu mempelajari alat bantu seleksi tersebut, karena alat bantutersebut juga erdiri dari berbagai macam. 5. Mempelajari kualitas bahan-bahan pustaka. Dalam hal ini kaitnnya dengan kualitas fisik bahan pustaka. Pustakawan harusmempelajari mana bahan psutaka yang lebih tahan lama atau tidak, kertasnyabaik atau tidak, dan sebagainya. 6. Menyediakan waktu untuk memahami dunia penerbitan buku dan produksi bahanaudio-visual. Pustakawan dalam melakukan seleksi juga harus mengetahu kredibilitas penerbit,sehingga perlu mempelajari seluk beluk dunia penerbitan buku serta produksibahan audio visual. 7. Mencari pengetahuan mengenai para editor buku dan pembuat koleksi bahanaudio visual. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meyediakan koleksi yang berkualitas. 8. Mempelajari penerbit yang memiliki terbitan terbaik untuk perpustakaan danmencermati katalog terbitannya. Hal ini juga menyangkut kredibilitas penerbit dari sebuah bahan pustaka. 9. Membaca dan mencermati isi bibliografi nasional dan bibliografi perdaganganbuku untuk mengetahui akurasinya dalam mendaftarkan koleksi yang diperlukanoleh perpustakaan. Hal ini sebagai upaya dalam meningkatkan keterampilan pustakawan dalammenggunakan alat bantu seleksi. 10. Membaca berbagai referensi terkait tentang dasar pemikiran, proses kegiatankoleksi perpustakaan, serta pengadaan koleksi perputakaan. 11. Perbanyak membaca supaya dapat mengikuti perkembangan dunia.
Conclusion
Pustakawan dalam melakukan seleksi koleksi harus memiliki kompetensi sebagaiberikut. Pertama, pustakawan harus memiliki pengetahuan akan program lembaganya,kebijakan pengembangan koleksi, kebutuhan penggunanya, kualitas berbagai jeniskoleksi baik fisik maupun konten, kredibilitas penerbit dan penyedia sumber informasielektronik, kemampuan penulis, kegunaan dari berbagai alat bantu seleksi sertapengetahuan mengenai perkembangan teknologi informasi. Kedua, seorang pustakawandalam melakukan seleksi koleksi harus memiliki keterampilan dalam menggunakanberbagai jenis alat bantu koleksi, keterampilan dalam berkomunikasi, serta keterampilandalam melakukan kegiatan administrasi dan manajemen keuangan. Yang terakhirseorang pustakawan dalam melakukan kegiatan seleksi koleksi harus dapat bersikapnetral dan tidak memihak pada pihak tertentu. Selanjutnya untuk meningkatkan kompetensi tersebut maka pustakawan perlu melakukan beberapa hal yaitu, mengikuti beberapa pelatihan seperti pelatihan dalamkomunikasi, administrasi secara umum, serta manajemen keuangan; memperbanyakmembaca buku untuk meningkatkan pengetahuan; melakukan kajian pengguna; mempelajari dengan seksama cara menggunkan alat bantu seleksi dan sering menggunakan; mempelajari kualitas bahan-bahan pustaka; menyediakan waktu untukmemahami dunia penerbitan buku dan produksi bahan audio-visual; mencari pengetahuan mengenai editor buku dan pembuat koleksi bahan audio visual; mempelajaripenerbit yang memiliki terbitan terbaik untuk perpustakaan dan mencermati katalogterbitannya, membaca dan mencermati isi bibliografi nasional dan bibliografi perdagangan buku.