Kembali
16
1
2021 Jurnal El-Pustaka Vol 2 · 1 ISSN 2775-6939

PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM LINGKUPPERPUSTAKAAN MELALUI MODEL KONSELING LAYANANPEMUSTAKA

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Abstract

As an institution, a library is charged with providing information in the form of books or collections that readers need. Inaddition to being a place of inguiry, they can also establish aninterpersonal communication between officers and those who visitthe library. In advanced development, libraries must also update thevarious connected elements within the library. Additionally, librariesshould provide standardized services to support libraries. Bleachingservices at the library can provide access for visitors to information,and the implementation of this services also involves interpersonalcommunication. Interpersonal communicationbetween visitors andthe library can be applied through the update service counselingmodel. So with the update service counseling model, the library cankhow which needs to be met in libraries and visitors can also findrelevant information.
Keywords: Counseling · Interpersonal Communication · Libraries · Update Services

Introduction

Perpustakaan bukan hanya tempat mencari dan membaca buku, tetapi di dalamlingkungan perpustakaan melibatkan banyak interaksi satu sama lain diantara staff ataupetugas perpustakaan, pustakawan, dan pemustaka. Interaksi yang terjalin di dalamperpustakaan dapat dikatakan sebagai komunikasi interpersonal, dimana semua elemenyang terlibat di dalam linkungan perpustakaan memberikan dan membutuhkan informasiuntuk terwujudnya suatu tujuan1 . Komunikasi Interpersonal yang terjadi dalam lingkup perpustakaan biasanya mengarah pada suatu objek yang sedang diamati atau ditelusuri. Komunikasi yang dilakukan seperti seorang pemustaka yang berinteraksi padapustakawan dalam mencari informasi yang dibutuhkannya. Perpustakaan yang memilikifungsi memberikan layananan kepada pengunjung atau pembaca membutuhkan suatu strategi agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Pelayanan pemustaka padaperpustakaan merupakan suatu kegiatan yang membimbing, memberikan, dan sebagaijembatan bagi pemustaka dalam penelusuran informasi. Dalam kegiatan layanan atau pelayanan perpustakaan ini menyebabkan banyaknyainteraksi yang terjadi di lingkungan perpustakaan. Untuk menjalin suatu interaksi ataukomunikasi interpersonal yang baik, maka dibutuhkan suatu model dalampengaplikasiannya. Konseling merupakan kegiatan penyuluhan atau proses dalampemberian bantuan yang dilakukan oleh ahlinya kepada individu yang mengalamikesulitan atau masalah yang sedang dihadapinya.2 Model konseling ini akan dapatmemberi kemudahan dan terbukanya suatu jalan keluar dari suatu masalah. Masalah yangsering terjadi di dalam sebuah perpustakaan seperti kesulitan mencari informasi yangdialami oleh pemustaka. Dengan menerapkan model konseling ini, maka akan terbentuksuatu komunikasi interpersonal yang baik dilingkungan perpustakaan dan terciptanyasuatu tujuan dengan layanan yang diberikan. Konseling yang dilakukan oleh seorangpemustaka kepada pustakwan akan memberikan kemudahan kepada pemustaka tersebutdalam mengahadapi permasalahannya. LANDASAN TEORI Komunikasi merupakan suatu proses atau alat yang digunakan untuk berinteraksiantar individu. Dalam kehidupan manusia tentunya tidak terlepas dari komunikasi,karena komunikasi menghubungkan semua aspek kehidupan. Di dalam sebuah penelitiandikatakan bahwa manusia menggunakan tujuh puluh persen waktunya untuk berkomunikasi. Adanya komunikasi, manusia dapat meningkatkan kemampuan sosialnyadengan orang lain. Komunikasi interpersonal sangatlah penting dalam kehidupanmanusia dan saling bersinggungan dengan disiplin ilmu lain yang mempelajari tingkahlaku manusia, dan komunikasi yang berkontribusi pada bidang psikologi, sosiologi,antropologi, dan konseling (Wood, Julia T, 2013:2). Informasi sangat dibutuhkan bagi semua orang, baik itu mengenai pegetahuan,opini atau bahkan keputusan. Informasi suatu bentuk yang berkaitan erat dengan data. Sehingga dapat diartikan Informasi adalah suatu data yang diproses untuk menghasilkansesuatu yang memberikan manfaat bagi semua orang. Data dan fakta dalam sebuahinformasi dapat di artikan sebagai bahan baku. Menurut Raymond McLeod yaitu sesuatudata yang dalam bentuk baru yang bermakna bagi semua orang serta memberikanmanfaat dalam mengambil sebuah keputusan pada masa kini dan masa depan.3Menurut Surantow Aw, komunikasi interpersonal merupakan proses penyampaian dan penerimaan pesan antara pemberi informasi kepada penerima baiksecara langsung maupun tidak langsung. Salah satu faktor yang dapat mendukungkomunikasi interpersonal secara baik yaitu dengan konsep diri.4 Didalam ruang danlingkup perpustakaan menyediakan banyak informasi oleh pemberi atau penyediainformasi pada pengguna perpustakaan. Perpustakaan sebagai tempat penyedia informasidan menjadi tempat terjadinya komunikasi interpersonal tentunya wajib dikelola denganbaik. Komunikasi interpersonal dalam lingkup perpustakaan terjadi pada pengunjungperpustakaan (pemustaka) dengan petugas perpustakaan atau pustakawan. Terjadinyakomunikasi interpersonal dalam lingkup ini ketika seorang pemustaka berinteraksikepada petugas perpustakaan untuk mendapatkan informasi yang ia butuhkan. Pustakawan yang bertugas dalam sebuah perpustakaan akan banyak membentukkomunikasi interpersonal antar individu yang terlibat di lingkungan perpustakaan. Sepertitujuan dari sebuah perpustakaan yaitu memberikan layanan kepada pemustaka, makadibutuhkan petugas yang memiliki kemampuan kompeten dan kemampuan komunikasiinterpersonal secara baik. Salah satu model komunikasi interpersonal yang dapatdigunakan dalam pelayanan perpustakaan yaitu dengan model konseling layananpemustaka. Dimana pustakawan dan seluruh staff perpustakaan memberikan suatulayanan kepada pengunjung agar dapat memudahkan dalam menemukan informasi yangdibutuhkan.

Method

Penelitian ini termasuk kedalam metode analisis, yaitu metode yang dilakukandengan mengumpulkan, menganalisis, dan menuangkan ide serta gagasan yang telahdiolah menajadi satu kesatuan dari beberapa pendapat dan referensi. Subjek padapenelitian ini yaitu dengan observasi yang dilakukan pada hasil jurnal penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik berupa pengumpulan informasi pada jurnal penelitiansebagai rujukan dengan analisis dan dikembangkan menjadi bahasan yang lebih luas. Informasi pada penelitian ini dituangkan dari ide dan gagasan yang telah dikembangkanoleh penulis.

Result & Discussion

Komunikasi interpersonal merupakan proses penyampaian dan penerimaan informasi atau pesan baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Devitodalam Onong U. Effendi, komunikasi interpersonal merupakan penyampaian pesan olehseseorang kemudian diterima oleh oleh orang lain atau sekelompok kecil denganberbagai dampak. Komunikasi interpersonal terjadi dan diperlukan oleh setiap orang. Terdapat beberapa prinsip dalam komunikasi interpersonal seperti yang dijelaskan olehJulia T Wood (2013:12) : 1. Individu tidak akan mungkin hidup tanpa berkomunikasi 2. Komunikasi interpersonal merupakan hal yang tidak dapat diubah 3. Komunikasi interpersonal melibatkan masalah etika 4. Manusia menciptakan komunikasi interpersonal 5. Komunikasi interpersonal menciptakan hubungan yang berkelanjutan 6. Efektifitas komunikasi interpersonal merupakan sesuatu yang dapat dipelajari. Komunikasi interpersonal yang efektif adalah jika pesan atau informasi yangdisampaikan diterima dan dapat dimengerti. Menurut Devito terdapat lima sikap positifyang perlu dipertimbangkan dalam komunikasi interpersonal yaitu : 1. Keterbukaan (openness) 2. Empati (empathy) 3. Sikap mendukung (supportiveness) 4. Sikap positif (positiveness) 5. Kesetaraan (equality) Komunikasi interpersonal dalam lingkup perpustakaan terjadi setiap saat,komunikasi interpersonal dalam lingkup perpustakaan terbentuk oleh pengungjungperpustakaan dengan petugas perpustakaan 5 . Pemustaka membutuhkan informasi dan staff perpustakaan bertugas memberikan layanan kepada pemustaka agar dapatmemberikan kebutuhan informasi pengguna. Komunikasi interpersonal di lingkupperpustakaan ini berkaitan dengan layanan pemustaka yang diberikan oleh petugasperpustakaan kepada pengguna perpustakaan 6 . Perpustakaan sebagai institusi layanan publik yang menyediakan informasi yangluas, maka perpustakaan harus dikelola dengan baik. Pemustaka memiliki hak untukmendapat layanan yang baik dari pengelolanya. Layanan pemustaka merupakan kegiatanyang langsung mempertemukan pengguna dengan staff perpustakaan, sehingga dapatmembentuk suatu komunikasi interpersonal diantara petugas dan pengunjungperpustakaan. Layanan yang diberikan kepada pemustaka disebut layanan pemustaka. Ada beberapa jenis layanan pemustaka di perpustakaan, yaitu : 1. Layanan Sirkulasi Istilah sirkulasi dikenal sebagai perputaran atau peredaran. Dalam ilmuperpustakaan sirkulasi merupakan peminjaman. Layanan sirkulasi merupakan bentukkegiatan yang melayani peminjaman koleksi, pencatatan daftar peminjaman,pemanfaatan, serta penggunaan koleksi perpustakaan agar tepat digunakan dalamperpustakaan.7 Layanan sirkulasi juga tidak hanya mencakup peminjaman, tetapi jugamelayani kebutuhan sirkulasi seperti pengembalian buku, perpanjangan waktupeminjaman, serta pembuatan kartu atau statistik perpustakaan. Kegiatan peminjamanatau pengembalian buku merupakan suatu proses pencatatan transaksi yang dilakukanoleh staff pepustakaan atau pustakawan dengan pemustaka secara langsung. Sehingga,kegiatan ini melibatkan petugas perpustakaan dengan pengunjung dan menyebabkanterjadinya suatu proses komunikasi interpersonal. 2. Layanan Referensi Referensi merupakan kata yang bersal dari bahasa Inggris yaitu “reference” yangartinya menunjuk atau menyebut. Menurut KBBI, referensi merupakan sumber, rujukan,acuan atau petunjuk. Layanan referensi merupakan sebuat layanan dengan bentukkegiatan memberikan bimbingan kepada pemustaka untuk menemukan koleksi yangdibutuhkannya. Layanan referensi merujuk kepada koleksi yang dibutuhkan ketikahendak membuat skripsi ataupun disertasi. Tujuan dari layanan referensi ini yaitu untukmembantu pengguna dalam mencari atau penelusuran informasi dengan memanfaatkankoleksi referensi di perpustakaan.8 Layanan referensi ini sangat penting dalam sebuahperpustakaan, karena melalui dialog dan komunikasi yang intensif antara petugasperpustakaan dengan pemustaka akan memberikan kemudahan dalam menemukaninformasi yang dibutuhkan. Komunikasi interpersonal juga terbentuk dalam kegiatan iniyaitu dengan komunikasi antara petugas dan pengguna perpustakaan.9 Maka, dibutuhkankomunikasi yang baik untuk perkembangan perpustakaan yang baik. 3. Layanan Pendidikan Pemustaka Layanan pendidikan pemustaka merupakan suatu kegiatan yang disediakan olehperpustakaan untuk membimbing pengunjung atau pemustaka baru dalam mengenal danmenggunakan seluruh fasilitas yang ada di perpustakaan.10 Selain untuk membimbingdalam menggunakan fasilitas perpustakaan, pendidikan pemustaka atau pemakai ini jugamengenalkan peraturan-peraturan yang harus ditaati ketika berkunjung ke perpustakaan. Di dalam kegiatan layanan pendidikan pemustaka ini juga memberikan pelatihan literasiinformasi yang bertujuan agar pengguna perpustakaan memiliki kemampuan dalammenemukan informasi dan memahami sumber informasinya. Dengan adanya pendidikanpemakai atau pemustaka ini juga memberikan dampak terhadap perpustakaan denganmengenalkan (promosi) perpustakaan kepada pengguna perpustakaan sehingga dapatmenarik minat membaca ke perpustakaan. 4. Layanan Koleksi Audiovisual Layanan pemustaka selanjutnya yaitu layanan koleksi audio visual.11 Layanan audiovisual ini menyediakan koleksi audio visual seperti kaset, mikrofilm, microfis, kasetvideo, dan CD/DVD ROM. Biasanya di dalam perpustakaan disediakan ruangan khususuntuk koleksi audio visual karena dibutuhkan alat khusus untuk menggunakan koleksiaudio visual. 5. Layanan Ruang Baca Layanan yang wajib disediakan oleh perpustakaan yaitu layanan ruang baca. Perpustakaan menyediakan ruangan untuk pengunjung perpustakaan yang inginmembaca buku di perpustakaan. Layanan ini bertujuan untuk mengantisipasi pembacayang tidak dapat meminjam buku atau hanya ingin membaca buku di perpustakaan. Halyang harus diperhatikan dalam layanan ruang baca ini adalah memberikan kenyamanankepada pengunjung untuk dapat membaca di perpustakaan. 6. Layanan Akses Internet Layanan akses internet merupakan layanan yang memberikan atau menyediakanakses penelusuran terhadap informasi melalui internet. Perrpustakaan menyediakan aksesinternet untuk pengguna seperti menyediakan wifi untuk membantu penelusurankebutuhan informasi pemustaka. Itulah beberapa jenis layanan perpustakaan yang perlu disediakan dengan baik olehpetugas perpustakaan untuk menunjang keberlangsungan perpustakaan. Selain untukmenjalankan fungsi dan tujuan perpustakaan, layanan pemustaka yang baik juga dapatmemberikan dampak positif terhadap komunikasi interpersonal yang terjalin di ruanglingkup perpustakaan.12 Dengan adanya model komunikasi layanan pemustaka ini,petugas perpustakaan dapat mengetahui kebutuhan pemustaka dan dapat dijadikansebagai acuan dalam menjalankan fungsi perpustakaan.

Conclusion

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dapat terjadidimana pun dan melibatkan siapapun. Komunikasi interpersonal yang baik dan efektif yaitu ketika pesan yang disampaikan dapat ditangkap dan dipahami oleh penerima. Didalam sebuah perpustakaan selain tempat membaca buku juga sebagai tempatpenelusuran informasi. Penelusuran informasi oleh pengguna perpustakaan melibatkanpetugas atau staff perpustakaan. Perpustakaan berfungsi memberikan informasi kepadapengguna melalui layanan yang disediakan agar dapat memudahkan semua pihak. Layanan yang harus dipenuhi di setiap perpustakaan yaitu layanan pemustaka, layananpemustaka ini merupakan kegiatan yang melayani dan memberikan apa saja yangdibutuhkan oleh pengguna perpustakaan. Layanan pemustaka ini melibatkan petugas danpengunjung perpustakaan secara langsung, sehingga interaksi yang terjadi membentuksebuah komunikasi interpersonal. Dengan adanya layanan pemustaka ini, proseskomunikasi interpersonal di lingkup perpustakaan dapat berjalan dengan baik dan dapatmenjalankan tugas dn fungsi perpustakaan. Komunikasi interpersonal yang terbentuk dalam ruang lingkup perpustakaan inidapat menjawab suatu informasi yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan. Denganmemanfaatkan layanan pemustaka di perpustakaan, maka proses komunikasi interpersonal yang terjadi antara petugas dan pengguna perpustakaan dapat berlangsungdengan efektif. Melalui model konseling layanan pemustaka, petugas perpustakaan dapatmengetahui kebutuhan pengunjung perpustakaan begitupun sebaliknya, penggunaperpustakaan atau pemustaka dapat menemukan informasi yang dibutuhkan. Maka,sangat dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dan layanan yang sesuai denganfungsi perpustakaan.