Kembali
16
1
2022 Jurnal El-Pustaka Vol 3 · 2 ISSN 2775-6939

ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI DAN KETERSEDIAAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNILAK

Universitas Lancang Kuning; Universitas Lancang Kuning; Universitas Lancang Kuning

Abstract

This research is for knowing collection availability in the Library of Faculty of Law University of Lancang Kuning (UNILAK). Population from this research its more 1.610 students while the sample in this study was 95 Students. This research which used is descriptive quantative method with collected tecnique observation,questionnaire, interview and documentation.The result of researchs is as follows (a) Information Needed up-to-date (Current Need Aproach) as many as 45 peoples need collection from research (b) Regular information needs ( Everyday Need Approach ) as many as 52 respondent need Information materials in looking for collections such as the results of lecturer research (journals) and student research (thesis). (c) In depth informasion needs ( Echaustic Need Approach ) which students need most in the form printed work.: (book,magazine,report,and etch) totals 65 respondent. (d) Need for information at a glance (Catching Up Need) its most needed List of new collection titles needed to look fir information as many as 58 respondent, meanwhile availability collection in the library of Unilak Law as many as service collection from list in the form of book, Proceeding, and the tittle of the jurnal new book which totals 3.503 title , So that the availability of collections with the need for information at a glance is stated to be available in terms of the list of new book titles.
Keywords: Information needs · Availability of collections

Introduction

Di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning hanya ada satu perpustakaan yang memberikan kebutuhan pemustaka, mahasiswa, staf, dan akademik dilingkungan perguruan tinggi tersebut.1 Adapun jumlah pengunjung pada perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning yaitu berjumlah 478 (Perpustakaan Hukum Unilak, 2020). 2 Jumlah koleksi yang tersedia di perpustakaaan berjumlah 5.426 koleksi, 9086 eksemplar, dengan jenis koleksi yang terdiri dari koleksi rujukan, bahan ajar, terbitan berkala, terbitan pemerintah dan bahan bacaan untuk rekreasi intelektual, Dengan jumlah mahasiswa 1.610. 3 Bagaimanapun ilmu pengetahuan berkembang pesat dan perpustakaan sebagai gudang ilmu harus disertai dengan kebutuhan informasi pengguna perpustakaan. Melihat hasil kunjungan pemustaka dari data kunjungan peminjaman koleksi sangat minim dalam ketersedian koleksi di perpustakaan tersebut. Berdasarkan uraian diatas perlu dilakukan dalam membantu kelancaran pengguna perpustakaan, maka penulis mengangkat judul “Analisis Kebutuhan Informasi dan Ketersediaan Koleksi di Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pemustaka mahasiswa Prodi Hukum dan mengetahui tingkat ketersediaan koleksi di perpustakaan Hukum Unilak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. LANDASAN TEORI Penelitian yang pertama dilakukan oleh Edi Rosmono (2014) pada skripsi program studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning, dengan judul “Analisis Kebutuhan Informasi Anggota DPR Provinsi Riau Periode 20092014 dan Ketersediaan Koleksi Bahan di Perpustakaan DPR Provinsi Riau”.4 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan informasi anggota DPRD Provinsi Riau priode 2009-2014 dan ketersediaan koleksi di Perpustakaan DPRD. Persamaan penelitian dahulu dengan sekarang yaitu sama-sama meneliti tentang kebutuhan informasi dan ketersediaan koleksi diperpustakaan. Sedangkan perbedaannya bisa dilihat dari metode dam lokasi penelitian, penulis meneliti di perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning sedangkan Edi Rosmono meneliti di Perpustakaan DPRD Riau. Metode penelitian yang digunakan Edi Rosmono adalah metode penelian kualitatif sedangkan peneliti menggunakan metode kuantitatif.5

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Dengan teknik pengumpulan data kuesioner, observasi, dokumentasi dan wawancara pada universitas Lancang Kuning. Waktunya dimulai dari tanggal 01 Januari 2022 sampai dengan 29 Februari 2022 selama 300 jam kerja. Penelitian didapat dengan cara bermacam teknik pengumpulan data, di antaranya adalah sebagai berikut. Jenis Pengumpulan Data a. Data Primer Data primer, didapat langsung dari objek penelitian melalui dokumentasi, wawancara, serta studi lapangan. b. Data Sekunder Data sekunder, didapat dari literature, seperti: buku, artikel, jurnal ilmiah, dan browsing internet. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi Observsi penelitian ini adalah mengadakan pengamatan langsung terhadap objek penelitian dan mencatat secara sistematis yang sudah diamati. Peneliti mengumpulkan data dengan cara mengamati langsung.6 Penulis mengamati UPT perpustakaan, khususnya pegawai yang berinterkasi dengan perpustakaan dan kearsipan. b. Wawancara Teknik mengumpulkan data dengan cara peneliti mengajukan pertanyaan baik tulis maupun lisan tentang masalah-masalah yang akan diteliti kepada pihak-pihak terkait bertujuan untuk mengetahui permasalahan serta proses transaksi sirkulasi penyimpanan data. Pada penelitian ini dilakukan wawancara dengan Kepala Perpustakaan. serta pegawai Perpustakaan Universitas Lancang Kuning. c. Studi Pustaka Studi pustaka merupakan teknik untuk mengumpulkan informasi berhubungan dengan pokok pembahasan penelitian yang didapat dari sumber buku atau jurnal.7

Result & Discussion

Kebutuhan informasi mutakhir yang paling dibutuhkan oleh pengguna yaitu koleksi dari sisi keilmuan yang berjumlah 45 orang, sementara itu ketersediaan koleksi perpustakaan Hukum Unilak yang paling banyak disediakan yaitu berdasarkan informasi terbaru dalam pencarian suatu koleksi berjumlah 792 judul. 8 Pada kebutuhan informasi rutin yang paling diperlukan oleh pengguna, yaitu bahan informasi yang dibutuhkan didalam mencari koleksi seperti hasil penelitian dosen (jurnal) dan penelitian mahasiwa (skripsi) dengan jumlah 52 responden, sementara itu ketersediaan koleksi perpustakaan Hukum Unilak yang paling banyak disediakan yaitu 4.692 judu9 l. Pada kebutuhan informasi mendalam yang paling dibutuhkan oleh pengguna dalam mencari informasi diperpustakaan yaitu dalam bentuk karya cetak : (buku, majalah, laporan dan lain lain) berjumlah 65 orang10. Sementara itu ketersediaan koleksi perpustakaan Hukum Unilak yang paling banyak disediakan yaitu berupa skripsi, jurnal, buku, dan majalah yang berjumlah 4.934 judul. Pada kebutuhan informasi sekilas yang paling dibutuhkan adalah daftar judul koleksi baru di perlukan dalam mencari informasi sebanyak 58 respoden, sementara itu ketersediaan koleksi perpustakaan Hukum Unilak paling banyak menyediakan koleksi dari daftar berupa buku, prosiding dan jurnal judul buku baru yang berjumlah 3.503 judul.11 Pada dasarnya adanya layanan sirkulasi di perpustakaan Perguruan Tinggi bertujuan untuk memberikan kekebebasan dan keleluasaan bagi pemustaka dalam mencari koleksi di perpusta kaan yang sudah tersusun secara tertib. Sehingga di dalam layanan sirkulasi terdapat interaksi antara pustakawan dengan pemustaka. Aplikasi SLiMS inilah yang ikut diterapkan sebagai alat yang memudahkan dalam pencarian koleksi di perpustakaan Perguruan Tinggi.12 . Manfaat layanan sirkulasi berkat penera pan SLiMS di perpustakaan Perguruan Tinggi antara lain: 13 Bagi Mahasiswa14: 1. Dengan adanya SLiMS ini pemustaka dapat mengetahui apakah buku/ bahan pustaka yang dicari tersedia di perpustakaan atau sedang dipinjam oleh pemustaka lain. 2. Mahasiswa mudah memanfaatkan buku-buku di perpustakaan dengan benar, peminjaman dan pengembalian buku dengan mudah. 3. Mahasiswa dapat melakukan registrasi anggota perpustakaan. Bagi Pustakawan: 1. Pustakawan mengetahui jumlah peminjam koleksi perpustakaan. 2. Pustakawan mudah mengecek data saat pengembalian koleksi perpustakaan. 3. Pustakawan mengetahui keadaan koleksi perpustakaan, 4. Pustakawan dapat mengetahui jumlah denda/ sanksi rupiah yang berdasarkan keterlambatan dalam mengembalikan buku, 5. Pustakawan dapat mengetahui peminjaman dan pengembalian buku serta mengecek perpanjangan waktu peminjaman, 6. Ketika buku/ refrensi yang dicari tidak ada di rak buku sehingga pemustaka bisa tahu kapan buku dikembalikan oleh pemustaka. Dan jika tidak ditemukan pada record data peminjaman, maka pustakawan dapat membuat catatan untuk dicek kemudian apakah buku tersebut hilang atau terselip, dan pemustaka akan diberitahu jikalau buku/ refrensi tersebut ditemukan kembali. Kegiatan ini disebut dengan Layanan temu-kembali15 . 7. Mempermudah pekerjaan, yang mana para pustakawan dengan mudah nya memasukkan data-data koleksi tanpa harus mengulanginya lagi dapat dilihat dari peningkatan performanya serta kerja yang lebih tinggi lagi, maka perlunya pelatihan penerapan aplikasi SLiMS ini kepada pustakawan-pustakawan lainnya. 8. Efektivitas, aplikasi SLiMS ini memberikan kemudahan dalam pengolahan maupun pelayanan koleksi perpustakaan. 9. Bermanfaat yang artinya pustakawan dengan mudah mengoprasikan seluruh kebutuhan pemustaka dengan aplikasi SLiMS tersebut. 10. Masalah yang dihadapi oleh pustakawan, yaitu pada setting waktu dilakukan secara manual karena kalender yang disediakan tidak ada waktu libur/ tanggal merah. Sehingga pustakawan harus mensetting waktunya secara manual. 11. Aplikasi SLiMS juga gratis untuk penggunaanya asal saat pengaksesannya memiliki koneksi internet yang stabil. 12. Layanan sirkulasi di perpustakaan Perguruan Tinggi sangat penting, karena ini pusatnya layanan di perpustakaan. Bagian inilah yang menjadi garda de pan layanan, yang paling sering bertemu dengan pemustaka secara langsung, bahkan pelayanan pemustaka pada layanan sirkulasi mempunyai citra dan efek yang sangat penting bagi citra dan prestasi perpustakaan. Adapun saran yang peneliti dapat berikan mengenai penerapan SLiMS pada layanan sirkulasi di perpustakaan Perguruan Tinggi antara lain: 1. Adanya pelatihan aplikasi SLiMS supaya dapat berkembang dan meningkatkan produktivitas. 2. 2. Kedepannya perlu adanya pemeliharaan (maintenance) karena komputer SLiMS paling sering digunakan pemustaka dalam mencari refrensi. 3. Perlu adanya tambahan pustakawan kedepannya agar layanan perpustakaan khususnya layanan sirkulasi lebih maksimal lagi. Sistem klasifikasi di perpustakaan yang difungsikan untuk menyusun bahan pustaka secara sistematis berdasarkan subyek dan cakupan ilmu pengetahuan nya agar dapat mempermudah pemustaka dalam menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan karena sudah diletakkan dan tersusun dengan rapi di dalam rak. Karena klasifikasi DDC lebih sering digunakan oleh perpustakaan, maka dari itu DDC memiliki beberapa unsur yang perlu diterapkan meliputi : 1. Memiliki unsur yang sistematika, maksudnya yaitu di dalam bagan DDC tercantum dengan lengkap pembagian dari ilmu pengetahuan nya. 2. Memiliki unsur notasi, maksudnya yaitu memiliki simbol-simbol angka berupa angka arab dalam mewakili suatu subyek. 3. Memiliki unsur indeks relatif, maksudnya yaitu perincian aspek dari beberapa tajuk yang tersedia tersusun secara alfabetis serta tersedia juga petunjuk berupa nomor klasifikasi atau nomor kelas.16 4. Memiliki unsur berupa tabel pembantu, maksudnya yaitu terdapat notasi notasi khusus untuk menyatakan suatu aspek, terdapat pada beberapa subyek yang berbeda.17 5. Memiliki unsur berupa pembagian subyek, maksudnya yaitu di dalam DDC terdiri dari subyek besar atau kelas utama, kemudian menjadi sub yang kecil atau disebut devisi, kemudian menjadi sub yang lebih kecil lagi.

Conclusion

a. Kebutuhan informasi mutakhir (Current Need Approach) dengan ketersediaan koleksi dinyatakan tidak tersedia dari sisi keilmuannya. b. Kebutuhan informasi rutin (Everyday Need Approach) dengan ketersediaan koleksi dinyatakan tersedia dari bahan informasi yang dibutuhkan seperti jurnal dan skripsi. c. Kebutuhan informasi mendalam (Exhaustic Need Approach) dengann ketersediaan koleksi dinyatakan tersedia dalam bentuk karya cetak seperti buku, skripsi, jurnal, buku, dan majalah. d. Kebutuhan informasi sekilas (Catching Up Need Approach) dengan ketersediaan koleksi perpustakaan Hukum Unilak dinyatakan tersedia hal ini ini dapat dilihat dari daftar judul koleksi baru diPerpustakaan Hukum Unilak.