PERAN MEDIA LITERASI DAN INFORMASI DALAM PENDIDIKAN
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Abstract
Media literacy and information are media or tools used to facilitate literacy activities and make it easier to obtain information. In the current era, we are required to be aware of media literacy andinformation, along with the development of technology, the easier itis for a person to get data or information from various sources. Thatway the more and more hoax information we get. To avoid information hoks we must be smart in using literacy and informationmedia, therefore in educational institutions media literacy andinformation have a very important role. This journal writing aims todetermine the role of media literacy and information in education. currently, the existence of literacy and information media is veryclose to education such as libraries, mass media (internet), and others. The analysis in this journal uses four steps of literature review,namely, selecting topics to be discussed, finding and selectingmaterial related to topics from other sources of journals and books,analyzing literature, and organizing writings. The results of thisliterature review indicate that literacy and information media aretools or vehicles used to facilitate literacy and find information. Media literacy and information have several types, namely, libraryliteracy media, literary and cultural literacy media, informationliteracy media, and many others. Media literacy and information actas an information center, innovation center, and as a center or aids tosolve a problem. Besides, media literacy and information also coverall matters relating to knowledge as well as make educational institutions aware of the media.
Keywords:
Education
· Information
· Literation
· Media
Introduction
Di era saat ini kita dituntut untuk melek terhadap media termasuk pesanmedia mssa serta konteks yang ada di dalamnya. Media masa tidak hanya berisitentang hiburan saja, tetapi media masa juga menyediakan berbagai informasipenting dan mengajak khalayak untuk melakukan perubahan perilaku. Teknologisemakin canggih, semua orang bisa menggunakannya baik dari kalangan pejabatsampai rakyat biasa. Teknologi memudahkan untuk mendapat infromasi dari Berbagai sumber yang bisa dengan mudah untuk diakses. Dengan demikian, tidakbisa kita pungkiri bahwa literasi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dunia teknologi semakin canggih setiap manusia dituntut untuk menjadiseorang pelajar yang berawawasan. Kita tak perlu bingung dalam mencari sumberinformasi karena media literasi dan informasi sudah menyediakannya. Dalam halini, seperti perustakaan yang menyediakan banyak sekali koleksi buku,menyediakan informasi dan pengetahuan yang sudah akurat serta terpercaya. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan akses dan sumber informasi kepadapara pemustaka atau pustakawan melalui media konvensional (bertamu langsung)dan media digital yaitu melalui perpustakaan online/digital. Selain itu, jika sedangberada dalam keadaan pandemi seperti saat ini yang tidak memungkinkan kitauntuk berkunjung secara langsung ke perpustakaan, sumber pengetahuan daninformasi bisa kita akses melalui google di sana. Kemudian, kita bisa dengansangat mudah mendapatkan sumber pengetahuan yang kita inginkan, tentunyaharus memilah informasi yang didapat terlebih dahulu. Seorang yang bersangkutan dengan lembaga pendidikan dituntut untuk berinteraksi dengan informasi, contohnya seorang tenaga pendidik yangmemberikan tugas kepada peserta pendidiknya, dengan begitu seorang pesertapendidik akan mencari, menganalisis, dan memecahkan persoalan, secara tidaklangsung mereka sudah melakukan interaksi dengan informasi. Hal itu menunjukkan bahwa kegiatan dalam pendidikan sangat dekat dengan literasi yangmana telah dijelaskan bahwa literasi ialah kemampuan dalam membaca, menulis,mendengar, berbicara, melihat, menyajikan, serta berfikir kritis tentang ide-ide. Tak hanya sampai disitu saja, literasi atau sekarang berkembang menjadimultiliterasi dalam dunia pendidikan tidak lepas dari konsep pedagogik1 berbasis seni, multiple ways knowing, dan multiple intelegasi,2 yang terbukti meningkatkanefektivitas lingkungan belajar bagi siswa. Selain itu, multiliterasi juga mampumengembangkan kreatifitas dan inovasi, serta memahami perbedaan sosial budayadan penguasaan dalam pengembangan keterampilan dalam bidang teknologi. Menurut The Program For International Student Assessment (PISA), sebuah program internasional untuk penilaian tingkat literasi dari OrganizationFor Economic Cooperation And Develoment (OECD), pada tahun 2015-1016 merilis hasil investigasi bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia berada diurutan yang sangat rendah. Oleh karena itu, lembaga pendidikan perlu memperhatikan media literasi dan informasi upaya untuk meningkatkan literasi. Mengingat bahwa perintah untuk membaca dan menulis sudah tertera dalam AL- Qur’an surah Al-Alaq ayat 1-5 yang tertulis dengan jelas yakni iqra’ (bacalah) danal-qalam (pena). Ayat tersebut menjelaskan bahwa, Allah memerintahkan kepadamanusia untuk membaca dan menulis. Firman Allah dapat kita simpulkan bahwamembaca dan menulis merupakan suatu perintah langsung dari Allah. Dengandemikian, jurnal ini akan membahas lebih lanjut tentang peran media literasi daninformasi dalam pendidikan.
Method
Metode penelitian pada jurnal ini menggunakan kajian literature reviewyaitu dengan menggunakan empat langkah pengkajian. Pertama yaitu, memilihtopik yang akandibahas, kedua yaitu, mencari dan menyeleksi jurnal-jurnal ataubuku-buku yang berkaitan dengan topik yang dibahas dalam jurnal ini, ketigayaitu, menganalisis literatur, dan keempat yaitu, mengorganisasian tulisan. Titikfokus dalam topik pembahasan ini yaitu terdiri pada pengertian media literasi daninformasi, macam-macam media literasi dan informasi, serta peran-peran medialiterasi dan informasi dalam pendidikan. Media literasi dan informasi menjadikunci utama dalam suksesnya tujuan dari lembaga pendidikan.
Result & Discussion
Pengertian media literasi dan informasi Pengertian media literasi dan literasi media memiliki arti yang berbedabaik secara teori, praktik, maupun konseptual. Selama ini literasi media masihsangat penting karena masih banyak dari masyarakat kita yang buta akan literasimedia, baik dari media masa, media online, dan tertipu dengan informasi hoaks. Literasi media berasal dari bahasa inggris yaitu media literacy, terdiri daridua suku kata media berarti media tempat pertukaran pesan dan literacy berarti melek, kemudian dikenal dalam istilah literasi media.3 Dalam hal inimenunjukkan bahwa yang dimaksud literasi media ialah kemampuan untukmemahami dan menganalisis, secara kritis isi pesan menggunakan media. Kemudian informasi adalah pesan atau suatu data yang sudah diolah sehinggadapat diakses oleh khalayak umum. Jika disatukan, media literasi dan informasiadalah kemampuan untuk memahami dan menganalisis suatu data yang sudahdiolah dan didapat dari suatu media. Pengertian dari media literasi merupakan semua alat atau wahana yangmenjadi perantara untuk mempermudah kegiatan literasi.4 Sedangkan informasiialah suatu data yang sudah diolah menjadi bentuk yang bernilai atau bermakna.5Media literasi dan informasi dapat diartikan sebagai suatu alat atau wahana yangdigunakan sebagai alat atau perantara untuk mempermudah kegiatan literasi danmenemukan informasi dari berbagai macam sumber. Dalam proses kegiatan pendidikan media literasi informasi sangatlahberperan penting, mulai dari pendidikan anak usia dini yang sejak kecil sudahdiajarkan untuk membaca, menulis, bernyanyi, dan masih banyak lagi kegiatanyang tentunya menggunakan suatu alat atau media literasi dan informasi. Berdasarkan pengertian media literasi dan informasi ada beberapa media yangmendukung keberhasilan dari literasi dan infromasi dalam dunia pendidikanyakni: a. Media literasi perpustakaan Dalam lembaga pendidikan perpustakaan merupakan suatu media yangsangat penting mulai dari SD/MI/, SMP/MTS, SMA/MA, sampai Universitas punmemiliki perpustakaan. Bahkan saat ini di tempat-tempat makan atau nongkronganak muda juga menyediakan fasilitas perpustakaan, guna untuk menarik minatpengunjung (terlebih mahasiswa dan pelajar lainnya). Seperti yang sudah tertera dalam Undang-Undang tahun 2007 Nomor 43Bab 1 Pasal 1 menyebutkan perpustakaan adalah intstitusi yang mengelola koleksi karya tulis, karya cetak, karya rekam secara profesional yang diatur dalam sistemyang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, informasi, danrekreasi pemustaka.6 Peran strategis perpustakaan terlihat dalam tujuanperpustakaan sebagaimana dalam pasal 4, perpustakaan bertujuan “memberikanlayanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan mencerdaskan kehidupan bangsa”.7Berdasarkan pengertian perpustakaan di atas disimpulkan bahwa perpustakaanmerupakan suatu media literasi yang menyediakan berbagai karya mulai daricetak sampai non cetak, tidak hanya begitu perpustakaan juga menjadi wahanabelajar untuk pemustaka, menyediakan berbagai informasi serta yang lainnya. Perpustakaan sangat dekat dengan dunia pendidikan demi meningkatkan minatbaca (literasi) beberapa perpustakaan yang menyediakan buku bacaan atau bahanpustaka sesuai dengan minat para pemustaka. b. Media literasi sastra dan budaya Saat berbicara tentang media literasi sastra dan budaya, berarti kita hanyaterfokuskan dengan tiga titik poin yaitu media, literasi, serta sastra dan budaya. Media literasi sastra dan budaya juga dapat diartikan sebagai suatu alat (media)yang dapat menjadikan pelajar untuk sadar akan sastra dan budaya. Literasi sastraperlu dikembangkan di masyarakat pendidikan. Dalam dunia pendidikan ataulembaga pendidikan media literasi sastra dan budaya sangatlah berperan penting. Dengan adanya media literasi sastra dan budaya harapannya supaya pelajarmenjadi pribadi yang lebih baik, bertutur kata yang santun, berfikir kreatif, danberbudaya sesuai dengan budaya yang ada di Indonesia. Sastra selalu melibatkan pikiran pada kehidupan sosial, moral, psikologi,dan etika.8 Dengan demikian, isi dari sastra cenderung lebih menarik untuk dibacabaik dari segi materi yang lebih penting serta bentuknya sebagai penjelmaanpengungkapan dari sebuah seni. c. Media literasi informasi Ada beberapa Media literasi informasi dan pada dasarnya setiap medialiterasi memiliki kemampuan yang berbeda-beda pula sesuai dengan kadarkemampuannya masing-masing. Dengan demikian, setiap tenagaa pendidik harusbisa memilah dengan kebutuhannya masing-masing. Dengan adanya media literasiinformasi ini harapan terbesarnya ialah dapat mempermudah serta mempercepatproses temu informasi dan mempermudah pencapaian sebuah tujuan daripembelajaran itu sendiri. Perkembangan teknologi informasi memudahkan akses dan perolehan suatu informasi dengan cepat. Namun, tidak semua informasi yang didapat itu bisadijamin validitasnya. Oleh karena itu, sebelum mempercayai akan informasi yangdidapat, seseorang perlu menguji apakah informasi tersebut dapat ditanggungjawabkan akan kebenarannya sehingga keputusan yang ditetapkanmenjadi benar. Dalam dunia pendidikan seorang tenaga pengajar menuntut kepada parapeserta didik/pelajar, baik dari siswa/siswi, mahasiswa/mahasiswi, atau bahkansantriwan/santriwati akan berinteraksi dengan informasi. Kemudian, tugas yangdiberikan oleh tenaga pengajar menuntut para peserta didik untuk mencari sebuahinformasi guna menambah pengetahuan. Keterampilan literasi informasi harus diimplementasikan secara nasionalkarena urgensinya yang tidak dapat ditawar- menawar lagi berkaitan denganprodiksinya tentang perkembangan jumlah informasi baik dalam jumlah, media, dan teknologinya yang akan terus meningkat.9Pendapat lain ada yang menjelaskan bahwa keterampilan literasi infromasijuga didukung oleh keterampilan literasi yang lain seperti: 1. Literasi gambar yaitu kemampuan untuk memahami, menggunakan gambar, dan juga kemampuan berfikir, belajar, dan mengekspresikangambar tersebut. 2. Literasi media ialah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, danmemproduksi informasi untuk hasil yang spesifik. 3. Literasi komputer yaitu kemampuan untuk menciptakan dan memanipulasidokumen serta data untuk menggunakan perangkat lunak pengolah kata,pangkalan data, dan lainnya. 4. Literasi digital adalah kemampuan yang berkaitan penguasaan sumberserta perangkat digital. 5. Literasi jaringan (networking) yaitu kemampuan untuk bisa mengakses,mendapatkan, dan menggunakan informasi dalam dunia jejaring. Sepertihalnya internet dan pengguna harus menguasainya. Peran media literasi dan infromasi dalam pendidikan Dalam dunia pendidikan sebuah literasi bukanlah sesuatu yang asing,bahkan sudah sangat melekat. Dalam mewujudkan tujuan dari pendidikanmemerlukan sebuah media atau alat yang digunakan untuk membantu memudahkan proses pembelajaran, yaitu media literasi dan infromasi. Adabeberapa media literasi dan informasi yang sudah dijabarkan di atas, diantaranyaialah media literasi perpustakaan, media literasi sastra dan budaya, serta medialiterasi informasi. Dari beberapa media tersebut dapat kita simpulkan beberapaperan media literasi dan informasi dalam pendidikan. a. Media literasi dan informasi berperan dalam pendidikan sebagai pusatinformasi. Dengan adanya media literasi dan informasi, seseorang bisadengan mudah untuk mendapatkan informasi, seperti di perpustakaan yangmenyediakan berbagai koleksi buku cetak maupun non cetak, denganjumlah koleksi yang tidak sedikit seorang pustakawan bisa dengan mudahuntuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Selain itu, perkembanganteknologi yang semakin canggih dapat mempermudah seseorang untukcepat mendapatkan informasi atau ilmu-ilmu penting lainnya. Di era saatini, dengan gadget atau handphone yang berukuran kecil seseorang bisamendapatkan manfaat yang sangat besar. Dalam keadaan pandemik sepertisaat ini lembaga pendidikan juga sudah merasakan manfaat dari teknologi,dimana kita semua diharuskan untuk tetap di rumah saja demi mengurangipenyebaran virus covid 19. Namun, dengan begitu tidak mengurangi kegiatan lembaga pendidikan, seperti proses belajar mengajar yang tetapdilaksanakan walaupun dengan jarak jauh yaitu menggunakan pembelajaran daring. Dengan demikian, proses belajar mengajar masihtetap berjalan walaupun sedikit berbeda dari belajar dengan tatap mukaseperti biasanya. Bahkan, ditengah pandemik seperti ini banyak diadakankegiatan webinar-webinar, dengan begitu sebuah ilmu atau informasi bisadidapatkan dengan sangat mudah. b. Selain itu, media literasi dan informasi juga berperan sebagai pusatinovasi. Dalam media literasi perpustakaan tersimpan berbagai informasiyang dulu hanyalah tempat penyimpanan buku semata. Namun, untuk saatini perpustakaan juga sebagai tempat untuk tumbuhnya ide-ide kreatif. Dari ide-ide tersebut, terciptnya suatu karya yang dapat bermanfaat untukorang lain. Selain itu, dalam media literasi informasi (jaringannotworking/internet) terdapat berbagai konten yang berisi tentangpembelajaran serta ide-ide kreatif atau inovatif. c. Media literasi dan informasi juga sangat berperan untuk memecahkansuatu persoalan karena untuk menyelesaikan suatu persoalan atau mengambil suatu keputusan seseorang harus memiliki informasi tentangkeputusan yang akan diambil. d. Untuk menjadi seseorang yang berpelajar di era informasi saat inikemampuan literasi dan informasi memiiki peran yang sangat penting. Semakin terampil seseorang mencari, menemukan, mengevaluasi, danmenggunakan informasi, semakin terbukalah kesempatan untuk selalumelakukan pembelajaran secara mandiri. Selain itu, melalui media literasidan informasi dengan media teknologi seorang siswa atau pelajar bisadengan mudah untuk mendapatkan berbagai sumber belajar sehingga mampu meningkatkan kompetensi dalam belajarnya. e. Selain itu, media literasi dan informasi juga memiliki peran sebagaipembinaan bangsa. Pada literasi sastra dan budaya juga berperan sebagaipembinaan bangsa yaitu 1). Makna sumpah pemuda 1928 yang salah satunya menjunjug bahasa persatuan Bahasa Indonesia adalah ikrar kebudayaan yang mengakui ragam kebudayaan dan bahasa daerahIndonesia 2). Sastra dan seni menjadi alat identifikasi bangsa, dan 3). Sastra Indonesia sebagai bagian dari “ahli waris kebudayaan dunia”. Terlebih khususnya literasi sastra dan budaya memiliki peran sebagaidimensi ruhani. Jika dalam lembaga pendidikan telah menerapkan budayaliterasi atau literasi sastra dan yang terkhususnya ialah media literasi daninformasi menjadi dari bagian program pengembangannya, dalam perspektif studi kultural pendidikan akan terbentuknya masyarakat yangbermoral dan masyarakat yang cerdas. Hal itu berkaitan dengan konsepliterasi sastra pada lembaga pendidikan, yaitu mengajarkan dan mengarahkan kepada peserta masyarakatnya untuk mencintai sastra yangdi dalamnya terkandung nilai moral dan etika, nilai mitologi dan historis,nilai hukum, serta nilai pengetahuan dan adat istiadat.
Conclusion
Media literasi dan informasi memiliki peranan penting dalam proses tercapainya tujuan lembaga pendidikan, untuk mencerdaskan anak bangsa tentunya perlu memiliki wawasan yang luas, inovasi yang tinggi, serta kreatifitas. Untuk mewujudkan beberapa poin tersebut tentunya lembaga pendidikan memerlukan sebuah media literasi dan informasi diantaranya ialah media literasiperpustakaan, media literasi informasi (baik berbasis media masa atau mediacetak), serta media literasi sastra dan budaya. Dalam media literasi informasimemiliki beberapa media yang medukung keterampilan literasi yang lain yakniliterasi gambar, literasi media, literasi komputer, dan literasi digital. Media literasi dan informasi memiliki peran sebagai pusat informasi bagiseluruh lembaga pendidikan baik seorang tenaga pendidik maupun anggota didik. Selain itu, media literasi dan informasi juga memiliki peran sebagai pusat inovasi. Dengan adanya media literasi sastra dan budaya setiap orang yang ada di dalamsuatu lembaga pendidikan tersebut bisa mendapatkan ide-ide kreatif melaluipembelajaran budaya dan sastra