Kembali
16
1
2024 Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 4 · 2 ISSN 2775-8761

DISEMINASI INFORMASI DIGITAL PROGRAM TVRI SULAWESI TENGGARA UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL

Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui diseminasi informasi digital program TVRI sulawesi tenggara untuk melestarikan budaya lokal. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah TVRI Sulawesi Tenggara dapat memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal di wilayah Sulawesi Tenggara ini dengan cara penyebaran informasinya berupa konten-konten yang telah di buat melalui platfrom digital, Sehingga akan membantu mempertahankan identitas budaya dan memastikan bahwa generasi mendatang tetap terhubung dengan warisan budaya di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan program unggulan yang TVRI Sulawesi Tenggara telah buat mempermudah untuk menarik perhatian Masyarakat untuk tertarik menonton siaran TVRI Sulawesi Tenggara

Abstract

The aim of this research is to determine the dissemination of digital information on the TVRI Southeast Sulawesi program to preserve local culture. The type of research used is qualitative research. Data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation. The results of this research are that TVRI Southeast Sulawesi can play a very important role in maintaining and preserving local culture in the Southeast Sulawesi region by disseminating information in the form of content that has been created via digital platforms, so that it will help maintain cultural identity and ensure that the next generation in the future, it will remain connected to the cultural heritage of the Southeast Sulawesi region. With the superior programs that TVRI Southeast Sulawesi has made it easier to attract the attention of the public to be interested in watching TVRI Southeast Sulawesi broadcasts.
Keywords: Information Dissemination · TVRI Southeast Sulawesi · preservation of local culture

Introduction

Penyiaran merupakan sebuah proses dimana mempublikasikan sebuah informasi atau sebuah pesan dari seseorang atau sebuah produser kepada khalayak ramai yaitu masyarakat. Dunia penyiaran mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk tanah air. Seiring dengan perkembangan zaman, broadcasting atau yang sering disebut dengan penyiaran juga semakin berkembang. Penyiaran merupakan salah satu media dimana informasi dapat tersebar luas. Selain itu, penyiaran dapat dilakukan dalam bentuk audio yaitu melalui radio dan juga video melalui media komunikasi massa. Dengan begitu, penyiaran sendiri memiliki peranan dan dampak yang besar bagi masyarakat. Umumnya penyiaran dilakukan melalui radio dan Televisi tapi dunia kini mengalami kemajuan yang signifikan sehingga media sosial menjadi alat yang digunakan untuk menyiarkan informasi. Seperti radio, kini orang-orang sangat jarang mendengarkan lagi radio kecuali mendengarnya di kendaraan terkhusus mobil sedangkan siaran televisi sendiri bisa diakses di media sosial. Televisi merupakan salah satu media komunikasi massa yang masih dipergunakan sampai saat ini walaupun sudah banyak bermunculan alat atau media komunikasi lainnya yang dapat digunakan masyarakat dalam mendapat atau mencari informasi. Televisi berperan penting terutama dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat, karena informasi adalah kebutuhan bagi masyarakat baik itu yang bersifat mendidik maupun yang menghibur. Penyebaran informasi di era digital ini semakin mudah dan cepat. Informasi yang tersebar khususnya di media sosial menjadi konsumsi publik setiap hari. Penyebaran informasi adalah salah satu spesialisasi atau kegiatan khusus dari komunikasi dan dalam istilah ilmunya merupakan subdisiplin dari komunikasi massa. Kata penyebaran sering pula disebut difusi. Istilah difusi berasal dari bahasa Inggris “diffusion”. Difusi adalah suatu tipe khusus komunikasi. Kebudayaan lokal yang ada disuatu daerah sudah mulai memudar, memudarnya suatu kebudayaan ini disebabkan oleh berbagai banyak faktor yang sering terjadi, salah satunya faktor yang terjadi pada era globalisasi ini yaitu karena perkembangannya zaman, masuknya budaya asing atau budaya barat menyebabkan lunturnya kebudayaan yang dimiliki oleh suatu daerah. Budaya lokal sangat dibutuhkan oleh publik sebagai bentuk pelestarian budaya dan sumber edukasi. Jika televisi nasional tak mau membuat program budaya karena tak mendatangkan keuntungan, maka televisi publik menjadi solusi untuk menghadirkan tayangan budaya di tengah masyarakat. Ketika televisi nasional tak bisa menyajikan tayangan budaya lokal karena bersiaran nasional, maka televisi publik lokal, baik TVRI daerah maupun lembaga penyiaran publik lokal televisi lainnya harus mampu memproduksi tayangan tersebut karena sesuai dengan konteks lokal di mana lembaga penyiaran publik tersebut berada. Televisi Republik Indonesia merupakan stasiun televisi pertama di Indonesia. TVRI berdiri pada tanggal 24 Agustus 1962. TVRI dahulunya merupakan media perpanjangan tangan pemerintah dengan tugas menyampaikan kebijakan-kebijakan pemerintahan kala itu kepada masyarakat. Sempat berganti- ganti status kepemilikan, sejak tahun 2002 TVRI menyandang status sebagai Lembaga Penyiaran Publik, kini lebih dikenal dengan LPP TVRI. Alasan memilih TVRI di bandingkan dengan televisi swasta ialah karena TVRI memiliki fokus yang kuat pada konten budaya lokal seperti program siaran yang berfokus pada tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal, hal ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya . TVRI lebih sering menampilkan program-program yang mewakili beragam aspek budaya setempat, sehingga TVRI memiliki peran penting dalam melestarikan warisan budaya setempat. TVRI melakukan diseminasi informasi melalui televisi, youtube, facebook, Instagram, dan tiktok. Dengan adanya program acara budaya lokal, program ini tentu dibuat berdasarkan realitas masyarakat untuk memiliki pengetahuan tentang budaya setempat. Penayangan program ini dapat mempengaruhi pandangan dan membangun pola pikir masyarakat tentang budaya. Untuk memenuhi keinginan tersebut, maka TVRI memiliki strategi agar dapat selalu membangun budaya lokal melalui program siaran yang dapat menarik minat masyarakat dan dapat menjadi informasi bagi masyarakat mengenai budaya setempat.

Method

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober di LPP TVRI Sulawesi Tenggara Jl.Jend. Ahmad Yani No. 70 wua wua Kendari provinsi Sulawesi Tenggara. Adapun yang menjadi menjadi subjek adalah para seluruh staf penyiaran yang bertanggung jawab yang dimana menjadi sasaran dalam pengumpulan data. Adapun informan dalam penelitian saya yaitu: Bapak Farid Rafsanjani yang bekerja sebagai ketua tim perencanaan dan pengendalian produksi dan penyiaran TVRI Sulawesi Tenggara.Ibu fatmawati selaku asisten pembawa acara TVRI Sulawesi Tenggara. Bapak Anes, suku tolaki yang bekerja sebagai wiraswasta. Bapak La Ode Kili,suku muna yang bekerja sebagai wiraswasta. Ibu Fatma suku buton yang bekerja sebagai wiraswasta. Ibu halima suku buton sebagai wiraswasta. Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengumpulkan data sesuai tata cara penelitian sehingga diperoleh data yang dibutuhkan. teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara.

Result & Discussion

Diseminasi Informasi Digital Program TVRI Sulawesi Tenggara untuk melestarikan budaya lokal a. Agen pembaharu Sumber daya manusia adalah individu atau tenaga kerja yang terlibat dalam diseminasi informasi digital program TVRI untuk melestarikan budaya lokal di sebuah organisasi atau lembaga. Sumber daya manusia berperan penting dalam penyebaran informasi dan pelestarian budaya dengan tujuan menjaga kearifan lokal di daerah setempat. Dengan melibatkan sumber daya manusia yang terlatih dan terampil dalam penyebaran informasi, organisasi dapat memastikan penyebaran informasi digital untuk melestarikan budaya lokal yang baik. Agen pembaharu merupakan sebuah istilah yang mungkin mengacu pada individu atau tim yang bertanggung jawab untuk mengembangkan inovasi atau perubahan yang positif dalam suatu organisasi atau proyek. Tim perencanaan dan pengendalian produksi dan penyiaran TVRI Sulawesi Tenggara adalah kelompok profesional yang terlibat dalam perencanaan, produksi, dan penyiaran program TVRI di wilayah Sulawesi Tenggara, Indonesia. Penting untuk diingat bahwa agen pembaharu mungkin harus berfokus pada pemahaman pasar dan tren penyiaran, teknologi terkini, serta berbagai aspek kreatif dan teknis dalam produksi dan penyiaran TV. Dengan menggabungkan semua aspek ini, mereka dapat membantu TVRI Sulawesi Tenggara berkembang dan memenuhi kebutuhan pemirsa dan masyarakat setempat. Untuk mengajak atau menginspirasi audiens agar tertarik dalam melestarikan budaya lokal dalam program siaran TVRI Sulawesi Tenggara, agen pembaru atau pembawa acara harus mempertimbangkan beberapa langkah penting. Seperti yang di ungkapkan oleh ibu fatmawati selaku asisten pembawa acara TVRI Sulawesi Tenggara : “tugas pembawa acara tidak hanya berbicara di balik layar kamera tetapi agen pembaru atau pembawa acara harus memiliki pemahaman yang kuat tentang budaya lokal Sulawesi Tenggara. Ini termasuk sejarah, tradisi, seni, musik, makanan, pakaian, dan perayaan lokal. Hal ini memungkinkan mereka untuk berbicara dengan otoritas tentang budaya pada saat program acaranya tentang budaya baik itu budaya tolaki, muna bahkan buton”. agen pembaru atau pembawa acara dapat membantu menginspirasi dan melibatkan audiens dalam melestarikan budaya lokal di program siaran TVRI Sulawesi Tenggara seperti yang di ungkapkan ibu fatmawati selaku asisten pembawa acara TVRI Sulawesi Tenggara : “melibatkan audiens adalah salah satu cara interaksi dengan audiens maksudnya mengaktifkan audiens untuk berpartisipasi dalam program adalah kunci, Ini bisa dilakukan melalui pertanyaan, polling, komentar, dan bahkan undian berhadiah yang berhubungan dengan budaya lokal”. Agar seorang agen pembaru atau pembawa acara TVRI Sulawesi Tenggara bisa mengajak atau menginspirasi audiensnya untuk tertarik dalam melestarikan budaya lokal, mereka perlu memiliki strategi seperti yang di ungkapkan oleh ibu fatmawati selaku asisten pembawa acara TVRI Sulawesi Tenggara : “Strategi yang pertama agen pembaru atau pembawa acara dapat memastikan bahwa setiap program mengedukasi penonton tentang nilai budaya lokal dan pentingnya melestarikannya. Mereka dapat memberikan informasi sejarah dan konteks budaya untuk membantu penonton memahaminya. Dan strategi yang kedua ialah Menampilkan kisah-kisah sukses individu atau kelompok yang telah berkontribusi dalam melestarikan budaya lokal dapat menjadi inspirasi bagi audiens. Ini dapat mencakup seniman, budayawan, atau aktivis budaya yang telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam melestarikan budaya lokal”. seorang agen pembaru atau pembawa acara TVRI Sulawesi Tenggara dapat menginspirasi audiensnya untuk lebih tertarik dalam melestarikan budaya lokal dan menjadikan budaya lokal sebagai bagian penting dalam hidup mereka. Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal Ketua tim perencanaan dan pengendalian produksi dan penyiaran program bertanggung jawab untuk melatih para staf lainnya dengan bimbingan atau pelatihan. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Farid Rafsanjani selaku Ketua tim perencanaan dan pengendalian produksi dan penyiaran program peran utama TVRI dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal di Sulawesi Tenggara melalui program TVRI mengatakan bahwa: “ peran utama kami ialah semua program atau mata acara yang telah kami siapkan kami promosikan dengan cara menayangkannya Dengan menjalankan berbagai programkami tim produksi TVRI Sulawesi Tenggara dapat memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal di wilayah Sulawesi Tenggara ini. Sehingga akan membantu mempertahankan identitas budaya dan memastikan bahwa generasi mendatang tetap terhubung dengan warisan budaya yang berharga ini”. Sesuai dengan pernyataan informan bahwa TVRI Sulawesi Tenggara, memiliki peran yang penting dalam melastarikan budaya lokal melalui program-program televisi mereka. Penting untuk diingat bahwa pelestarian budaya lokal adalah upaya yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga media seperti TVRI. Dengan melibatkan TVRI Sulawesi Tenggara, budaya lokal dapat dipromosikan dan dilestarikan dengan lebih baik. Berdasarkan wawancara diatas program unggulan TV ialah istilah yang biasa digunakan untuk mengacu pada program-program televisi yang paling populer dan menarik bagi pemirsa. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Farid Rafsanjani selaku Ketua tim perencanaan dan pengendalian produksi dan penyiaran program. Program unggulan yang telah di laksanakan TVRI Sulawesi Tenggara untuk melestarikan budaya lokal seperti program “Pesona Indonesia" “program unggulan yang telah kami laksanakan ialah “OMG (obrolan musik gaul), Ceritanya Warung, sabangka dan Pesona Indonesia Program-program unggulan TVRI dapat berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan dalam kebijakan dan preferensi penonton”. Berdasarkan wawancara diatas TVRI (Televisi Republik Indonesia) adalah salah satu stasiun televisi publik terbesar di Indonesia yang menawarkan berbagai jenis program, termasuk berita, budaya, pendidikan, hiburan, dan olahraga. Program unggulan TVRI Sulawesi Tenggara yang memebahas tentang budaya ialah “ceritanya warung” yang di mana program tersebut membahas tentang budaya-budaya di Sulawesi Tenggara contohnya seperti membahasan tentang Tombalaki, yang di mana menceritakan keseharian masyarakat suku tolaki. Ada Langkah-langka yang di ambil oleh TVRI Sulawesi Tenggara untuk menjaga keberlanjutan program-programnya dalam kurung waktu yang Panjang seperti yang di katakana oleh Bapak Farid Rafsanjani selaku Ketua tim perencanaan dan pengendalian produksi dan penyiaran program. “langaka langka yang kami ambil ialah men take down acara pertama dan membuat acara baru dengan proses yang cukup lama teman-teman akan mempresentasikan ke saya yang buat acara yang bagaimana, konsepnya bagaimana, kontenya yang bagaimana sasaran maupun tujuanya serta rincian anggaran biaya yang di perlukan selama pembuatan program tersebut. Setelah di setuji maka pola acaranya akan di perbaharui yaitu acara yg sebelumnya di take down akan di gantikan dengan acara yang baru”. Dengan mengambil langkah-langkah itu, TVRI Sulawesi Tenggara dapat meningkatkan peluangnya untuk menjaga keberlanjutan program siaran dalam jangka panjang dan tetap relevan di pasar yang semakin kompetitif. Berdasarkan wawancara diatas rencana atau proyek masa depan yang sedang direncanakan oleh TVRI Sulawesi Tenggara untuk lebih menguatkan upaya pelestarian budaya di daerah ini melalui media seperti yang telah di ungka pkan oleh Bapak Farid Rafsanjani selaku Ketua tim perencanaan dan pengendalian produksi dan penyiaran program. “yah ada, saya membuat yang di mana nama programnya pesona Indonesia yang dimana suatu program bertujuan untuk mengangkat kearifan lokal budaya adat, wisatanya, kuliner suatu daerah di Sulawesi Tenggara. Semua terangkum dalam suatu program pesona Indonesia”. Berdasarkan wawancara diatas upaya pelestarian budaya di Sulawesi Tenggara melalui media dapat menjadi langkah penting untuk mempromosikan dan melestarikan warisan budaya yang kaya di daerah ini. media dapat berperan penting dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Sulawesi Tenggara, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kekayaan budaya yang dimiliki oleh daerah ini. Berdasarkan wawancara diatas tanggapan TVRI melihat manfaat dari penggunaan platform digital dalam mencapai tujuannya terkait penyebarkan program TVRI untuk melestarikan budaya lokal seperti yang di katakana oleh Bapak Farid Rafsanjani selaku Ketua tim perencanaan dan pengendalian produksi dan penyiaran program. “Mencapai Audiens yang Lebih Luas Dengan platform digital, TVRI dapat mencapai audiens yang lebih luas, termasuk mereka yang tidak memiliki akses langsung ke siaran televisi tradisional. Ini memungkinkan mereka untuk memperluas dampak pelestarian budaya lokal dengan mencakup lebih banyak orang. Penyebaran Konten Budaya Platform digital memungkinkan TVRI untuk lebih mudah menyebarluaskan konten budaya lokal, seperti pertunjukan seni, tari, musik, dan dokumenter terkait budaya. Konten ini dapat diunggah ke situs web, media sosial, atau platform streaming untuk diakses oleh pemirsa kapan saja dan di mana saja.” b. Tokoh Masyarakat Partisipasi tokoh masyarakat dalam pelestarian program siaran budaya lokal di TVRI Sulawesi Tenggara sangat penting untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah. Pelestarian budaya lokal melalui program siaran di TVRI Sulawesi Tenggara adalah tugas bersama masyarakat, pemerintah, dan individu-individu berpengaruh. Dengan partisipasi aktif tokoh masyarakat, program-program ini dapat lebih efektif dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara. Selain dari harapan-harapan TVRI untuk melestarikan budaya lokal di daerah Sulawesi Tenggara ada juga masukkan dari tokoh-tokoh Masyarakat setempat. Seperti yang di ungkapkan oleh bapak ANES ialah : “Harapan saya kepada TVRI yaitu harus adanya Peningkatan Konten Budaya Lokal Program-program TVRI harus berfokus pada produksi konten yang menceritakan budaya-budaya lokal Sulawesi Tenggara secara mendalam. Ini bisa mencakup acara seni dan budaya, serta program pendidikan yang mengenalkan budaya lokal kepada penonton”. Berdasarkan wawancara di atas dalam mendukung pelestarian budaya lokal di Sulawesi Tenggara, TVRI perlu berperan sebagai agen yang aktif dan berkomitmen untuk menjaga dan mempromosikan warisan budaya yang kaya dan beragam di wilayah tersebut. Hal ini akan memastikan bahwa budaya Sulawesi Tenggara tetap hidup dan berkembang dalam konteks dunia modern. Budaya lokal suku Tolaki di Sulawesi Tenggara memiliki banyak elemen yang unik dan beragam. Suku Tolaki adalah salah satu suku yang mendiami Sulawesi Tenggara, dan budaya mereka memiliki sejumlah karakteristik yang khas. Cara membantu agen pembaru untuk melestarikan program siaran budaya lokal dapat melibatkan berbagai upaya. Seperti yang di ungkapkan oleh bapak Anes Berikut adalah beberapa informasi tentang budaya lokal suku Tolaki dan cara mereka dapat berkontribusi dalam melestarikan program siaran budaya: “yang pertama ialah bahasa dan tradisi Lisan maksudnya bahasa Tolaki adalah salah satu aspek penting dari budaya kami. kami memiliki beragam cerita rakyat, nyanyian, yang dapat diabadikan dalam program siaran budaya lokal. Mungkin TVRI Sulawesi Tenggara bisa mengundang narasumber yang fasih dalam bahasa Tolaki untuk berbicara tentang cerita rakyat, puisi, dan tradisi lisan lainnya dalam program siaran adalah cara untuk melestarikan warisan lisan kami.” “Yang kedua ialah tarian dan Seni Pertunjukan tarian dan seni pertunjukan lainnya juga merupakan bagian dari budaya Tolaki. Suku ini memiliki berbagai jenis tarian tradisional yang mencerminkan sejarah, ritual, dan kehidupan sehari-hari kami. Memasukkan penampilan tarian dan seni pertunjukan dalam program siaran dapat membantu mempromosikan, melestarikan, dan memperkenalkan keindahan seni kami kepada khalayak yang lebih luas”. “Dan yang terakhir kuliner tradisional maksudnya makanan tradisional adalah sesuatu hal penting dari budaya Tolaki. Memasukkan segmen kuliner dalam program siaran local TVRI Sulawesi Tenggara untuk memperkenalkan resep-resep tradisional, metode memasak, dan pentingnya makanan dalam budaya mereka dapat menjadi cara yang baik untuk melestarikan warisan kuliner suku Tolaki”. untuk memastikan bahwa program siaran budaya lokal dilakukan dengan menghormati nilai-nilai dan norma-norma etika suku Tolaki. Selain itu, melibatkan komunitas lokal dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutan inisiatif ini. Dengan cara ini, tokoh masyarakat dapat membantu agen pembaru TVRI Sulawesi Tenggara melestarikan dan mempromosikan budaya lokal suku Tolaki di Sulawesi Tenggara. sedangkan yang di ungkapkan oleh bapak La Ode Kili ialah: “ harapan saya ialah Pendidikan Budaya Program-program TVRI dapat memainkan peran penting dalam pendidikan budaya. Mereka dapat mengembangkan acara pendidikan yang mengajarkan sejarah, bahasa, tarian, musik, dan aspek-aspek budaya lainnya kepada pemirsa, terutama generasi muda”. Berdasarkan wawancara diatas dengan langkah-langkah seperti ini, program-program TVRI di masa depan dapat berperan penting dalam mendukung pelestarian budaya lokal di Sulawesi Tenggara, serta memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas. Budaya lokal suku Muna di Sulawesi Tenggara memiliki beragam aspek yang mencakup tradisi, bahasa, seni, dan adat istiadat. Memahami budaya lokal ini dan melibatkannya dalam program siaran adalah langkah penting bagi agen pembaru untuk memelihara dan menghormati warisan budaya ini. Seperti yang diungkapkan oleh bapak La Ode Kili ialah berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu agen pembaru menjaga dan menyajikan budaya lokal suku Muna: “dengan cara yang pertama mendorong Partisipasi Masyarakat maksudnya ialah Penting untuk melibatkan masyarakat lokal dalam proses pembuatan konten budaya. Masyarakat harus merasa memiliki program budaya ini dan diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam produksi, penyiaran, dan pelestariannya. Dan yang kedua ialah dengan cara Promosi dan Penyebaran Agen pembaruan harus mempromosikan program budaya lokal suku Muna secara aktif untuk mencapai khalayak yang lebih luas. Ini dapat mencakup pemasaran melalui media sosial, acara promosi di berbagai forum budaya, dan kerjasama dengan pihak media lainnya. program-program TVRI di masa depan dapat berperan penting dalam mendukung pelestarian budaya lokal di Sulawesi Tenggara, serta memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas. Seperti yang d ungkapkan oleh ibu Fatma yaitu : “Harapan saya ialah Program Berbahasa Lokal Memfasilitasi program dalam bahasa lokal Sulawesi Tenggara, seperti Bahasa tolaki, buton maupun muna sehingga dapat membantu melestarikan dan mempromosikan bahasa-bahasa daerah serta budaya yang terkait dengannya”. Berdasarkan wawancara diatas melestarikan budaya lokal di wilayah setempat adalah suatu hal yang penting untuk mempertahankan identitas dan warisan budaya suatu komunitas. Budaya lokal suku Buton di Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan yang unik dan beragam. Suku Buton merupakan salah satu kelompok etnis di Sulawesi Tenggara yang memiliki tradisi budaya yang kaya dan beraneka ragam. Bagaimana budaya lokal suku Buton dapat membantu agen pembaru untuk melestarikan program siaran budaya lokal. Berikut adalah beberapa cara di mana budaya lokal suku Buton dapat berkontribusi dalam melestarikan program siaran budaya lokal seperti yang di ungkapkan oleh ibu halima : “Hal yang perlu di lakukan pertama yaitu partisipasi Masyarakat maksudnya mendorong partisipasi masyarakat dalam program siaran budaya lokal dapat membantu memperkuat dan melestarikan budaya lokal. masyarakat suku Buton dapat berperan sebagai narasumber, pengisi acara, atau bahkan produser dalam program-program ini”. “Yang kedua pemberdayaan generasi muda maksudnya Program siaran budaya lokal dapat digunakan untuk memberdayakan generasi muda suku Buton agar tetap terlibat dalam melestarikan budaya mereka. Ini bisa berupa pelatihan, atau program pendidikan budaya”. “Dan yang ketiga promosi wisata budaya maksudnya Suku Buton memiliki banyak tempat bersejarah dan tempat wisata budaya yang menarik. Program siaran budaya lokal dapat digunakan untuk mempromosikan destinasi wisata budaya ini kepada wisatawan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal dan sekaligus melestarikan warisan budaya”. Penting untuk melibatkan komunitas suku Buton secara aktif dalam perencanaan, pengembangan, dan implementasi program siaran budaya lokal. Ini akan membantu memastikan bahwa program-program tersebut relevan, otentik, dan mewakili budaya mereka dengan benar. Dengan menggabungkan upaya ini, budaya lokal suku Buton di Sulawesi Tenggara dapat terus hidup dan berkembang melalui program siaran budaya lokal. Melestarikan budaya lokal di wilayah setempat adalah suatu hal yang penting untuk mempertahankan identitas dan warisan budaya suatu komunitas. Adapun cara melestarikannya seperti yang di ungkapkan oleh Anes ialah: “Cara melestariakan budaya setempat yaitu dengan cara Masyarakat perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai dan tradisi budaya mereka. Sekolah, kelompok masyarakat, dan keluarga dapat memainkan peran penting dalam mengedukasi generasi muda tentang budaya lokal mereka”. Berdasarkan wawancara diatas masyarakat memiliki peran penting dalam melestarikan budaya lokal di wilayah setempat. Seperti yang di katakana oleh La Ode Kili. “menurut saya Masyarakat harus mengadakan festival atau acara budaya lokal dapat membantu dalam mempromosikan dan melestarikan tradisi-tradisi. Ini juga bisa menjadi sumber pendapatan untuk mendukung inisiatif melestarikan budaya local di Sulawesi Tenggara”. Berdasarkan wawancara diatas melestarikan budaya lokal adalah upaya yang berkelanjutan dan memerlukan dukungan berkelanjutan dari masyarakat dan pemerintah setempat. Melalui kerja sama dan komitmen bersama, budaya lokal dapat dijaga agar tetap hidup dan berkembang untuk generasi mendatang. Seperti yang di katan oleh ibu Fatma: “Yang paling penting adalah partisipasi aktif masyarakat dalam upaya melestarikan budaya lokal. Ini melibatkan komitmen untuk meneruskan tradisi, membagikan pengetahuan, dan menjaga nilai-nilai budaya.” Mengajak generasi muda untuk menjaga dan mewariskan budaya lokal setempat adalah tugas penting dalam melestarikan identitas dan warisan budaya suatu komunitas. Seperti yang di katakana oleh Anes : “Kalau menurut say acara mengajaknya terutama anaka sekolahan yaitu dengan Adakan program pendidikan atau seminar tentang budaya lokal dan sejarahnya. Bantu mereka memahami pentingnya warisan budaya mereka”. Berdasarkan wawancara diatas generasi muda untuk menjaga dan mewariskan budaya lokal setempat dengan bangga dan antusias. Yang terpenting, berikan mereka ruang untuk berkreativitas dan berkontribusi sesuai dengan minat dan bakat mereka. Seperti yang di katakan bapak La Ode Kili: “Berikan penghargaan kepada individu atau kelompok yang aktif dalam melestarikan budaya lokal, ini dapat memotivasi generasi muda untuk berpartisipasi”. Berdasarkan wawancara diatas mengajak generasi muda untuk menjaga dan mewariskan budaya lokal setempat bisa menjadi tugas yang penting dan bermanfaat. Seperti yang di katan ibu Fatma : “Organisasi kegiatan budaya seperti pameran seni, konser musik, pertunjukan tari, dan pameran kerajinan tangan lokal. Ajak generasi muda untuk berpartisipasi dalam persiapan dan penyelenggaraan kegiatan tersebut”. Budaya Sulawesi Tenggara memiliki beragam ciri khas yang membuatnya unik dan layak untuk dilestarikan. Seperti yang di katakana oleh bapak Anes : “Sulawesi Tenggara adalah rumah bagi berbagai suku dan etnis, seperti suku Tolaki, Buton, dan Muna. Setiap suku memiliki bahasa, adat istiadat, dan tradisi yang berbeda, menciptakan lapisan budaya yang kaya dan beragam di daerah ini”. Dan “ TVRI dapat melakukan liputan yang mendalam tentang budaya Sulawesi Tenggara, termasuk wawancara dengan tokoh budaya, seniman, dan ahli warisan budaya. Ini akan membantu memperkenalkan budaya ini kepada masyarakat luas”. Berdasarkan wawancara diatas dengan berperan aktif dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Sulawesi Tenggara, TVRI dapat membantu menjaga kekayaan budaya dan alam daerah ini untuk generasi mendatang, sambil membangun pemahaman dan apresiasi yang lebih baik di antara pemirsa di Sulawesi Tenggara. Seperti yang di katakana oleh bapak La Ode Kili : “Budaya Sulawesi Tenggara memiliki tradisi dan kearifan lokal yang unik, termasuk sistem adat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ini mencakup tarian, musik tradisional, upacara adat, seni kerajinan, dan sebagainya yang menggambarkan kehidupan dan nilai-nilai masyarakat lokal”. Dan “TVRI dapat menciptakan program-program edukasi yang mengenalkan budaya Sulawesi Tenggara kepada pemirsa, termasuk program tentang sejarah, seni, dan tradisi budaya setempat”. Berdasarkan wawancara diatas Dengan berperan aktif dalam menjaga dan mempromosikan keunikan budaya Sulawesi Tenggara, TVRI dapat membantu melestarikan warisan budaya yang berharga ini dan memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus menghargainya. Seperti yang di katakana oleh ibu Fatma : “Sulawesi Tenggara juga terkenal dengan kerajinan tangan seperti tenunan, ukiran kayu, dan seni anyaman. Karya seni ini mencerminkan keindahan dan keterampilan tradisional”. Dan “TVRI dapat mengadakan pertunjukan seni dan budaya dari Sulawesi Tenggara secara berkala. Ini akan membantu melestarikan tradisi seni dan musik tradisional.” Upaya melestarikan budaya lokal melalui saluran televisi publik seperti TVRI dapat memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Seperti yang di katakana oleh bapak Anes : “Masyarakat Sulawesi Tenggara dapat lebih memahami dan menghargai budaya lokal mereka sendiri, termasuk tradisi, adat istiadat, bahasa, dan seni tradisional. Hal ini membantu dalam pemertahanan identitas budaya mereka”. Berdasarkan wawancara diatas upaya melestarikan budaya lokal melalui saluran televisi publik seperti TVRI dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, termasuk penghargaan terhadap warisan budaya mereka dan pengembangan komunitas yang lebih kuat. Seperti yang di katakana bapak La Ode Kili : “Budaya sering kali mencerminkan nilai-nilai positif seperti kerja sama, kearifan lokal, dan rasa hormat terhadap alam. Program-program televisi yang mempromosikan budaya ini dapat memberikan contoh yang baik kepada Masyarakat”. Berdasarkan wawancara diatas melestarikan budaya lokal melalui televisi publik seperti TVRI memerlukan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, manfaat-manfaat ini dapat terwujud dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Seperti yang di katakana ibu Fatma : “Budaya lokal sering kali terkait dengan pengetahuan tradisional tentang lingkungan dan keberlanjutan. Memperlihatkan nilai-nilai ini di TVRI dapat membantu memperkuat kesadaran lingkungan dan pelestarian alam di Sulawesi Tenggara”. Seorang tokoh masyarakat yang berperan dalam mendukung pelestarian budaya lokal, terutama budaya Sulawesi Tenggara. Seperti yang di katakana oleh bapak Anes : “Saya akan berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kekayaan budaya Sulawesi Tenggara. Ini dapat dilakukan melalui kampanye pendidikan, seminar, lokakarya, dan media sosial. Saya akan berusaha untuk menjelaskan betapa berharganya warisan budaya ini dan mengapa kita harus merawatnya”. Berdasarkan wawancara diatas dengan berpartisipasi aktif dalam usaha pelestarian budaya, sehingga dapat melestarikan warisan yang berharga ini untuk generasi mendatang dan memastikan bahwa Sulawesi Tenggara tetap kaya akan budaya dan sejarahnya. Seperti yang di katakana oleh bapak La Ode Kili : “Saya akan berusaha untuk menggalang dukungan dan sumber daya untuk mengumpulkan, merawat, dan melestarikan budaya, tradisi, dan bahasa asli Sulawesi Tenggara. Ini mungkin melibatkan pendirian museum lokal, perpustakaan budaya, atau proyek pemeliharaan situs bersejarah”. Berdasarkan wawancara diatas melalui upaya bersama dan kesadaran akan pentingnya warisan budaya Sulawesi Tenggara, kita dapat memastikan bahwa warisan ini tetap hidup dan menjadi bagian penting dari masa depan kita. Seperti yang di katakan oleh ibu Fatma : “Saya akan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam usaha pelestarian budaya. Ini bisa melibatkan pelatihan keterampilan tradisional, pengorganisasian festival budaya, dan mendukung usaha ekonomi berbasis budaya seperti kerajinan tangan tradisional”. c. Media Konvergensi Media konvergensi adalah sebuah konsep yang merujuk pada penggabungan berbagai bentuk media, teknologi, dan platform komunikasi dalam satu entitas yang lebih terintegrasi. Ini berarti bahwa informasi, hiburan, dan komunikasi sekarang dapat diakses dan dikonsumsi melalui berbagai saluran yang sebelumnya terpisah menjadi satu, seringkali melalui perangkat elektronik yang terhubung ke internet. Media Konvergensi yang di gunakan TVRI selain dari saluran televisi ialah platform digital berupa media sosial seperti you tube, Instagram, facebook, tik tok, dan snake video. Media dapat berperan penting dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Sulawesi Tenggara, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kekayaan budaya yang dimiliki oleh daerah ini. Seperti yang di katakana oleh Bapak Farid Rafsanjani selaku Ketua tim perencanaan dan pengendalian produksi dan penyiaran program. “Ada beberapa sosial media yang kami gunakan di antaranya seperti tiktok, facebook, Instagram, you tube dan yang terbaru yaitu snack video” Berdasarkan wawancara diatas sosial media memungkinkan informasi untuk menyebar dengan cepat ke berbagai orang, informasi dapat mencapai audiens yang luas dalam waktu singkat. Diseminasi informasi digital dalam program TVRI Sulawesi Tenggara memiliki peran yang penting dalam melestarikan budaya lokal. Dengan adanya media digital, informasi dan konten budaya lokal menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat. TVRI Sulawesi Tenggara dapat menggunakan berbagai platform digital seperti situs web dan media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital. Pada penelitian ini menggunakan Teori diffuse inovasi, Teori difusi inovasi oleh Everett Rogers adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk memahami bagaimana inovasi atau gagasan baru disebarkan dan diterima oleh masyarakat. Teori ini dapat diterapkan dalam konteks diseminasi informasi digital oleh program TVRI untuk melestarikan budaya lokal. Yang di perkuat oleh Teori (McLuhan) mengemukakan bahwa medium komunikasi tidak hanya mengirimkan pesan, tetapi juga mempengaruhi cara pesan tersebut diterima dan dipahami. Dalam konteks TVRI Sulawesi Tenggara, media digital dan televisi adalah medium yang dapat menghadirkan budaya lokal secara visual dan auditif, memungkinkan audiens untuk lebih mendalam dalam memahami dan merasakan budaya tersebut. Program-program TVRI Sulawesi Tenggara dapat digunakan untuk mendokumentasikan budaya lokal, termasuk tradisi, musik, kuliner, dan sejarah lokal. TVRI Sulawesi Tenggara dapat memanfaatkan platform digital untuk menyediakan konten edukasi tentang budaya lokal, yang membantu masyarakat memahami lebih dalam tentang warisan budaya mereka. Dengan konsep "budaya" dalam disiplin ilmu antropologi. Konsep ini berfokus pada penelitian dan pemahaman tentang budaya manusia, termasuk aspek-aspek seperti tradisi, musik, kuliner, dan sejarah lokal menurut (Edward Burnet Tylor). TVRI Sulawesi Tenggara, sebagai stasiun televisi lokal, dapat memanfaatkan konsep ini untuk mendokumentasikan budaya lokal secara lebih mendalam. Media sosial dan platform digital memungkinkan partisipasi aktif masyarakat dalam melestarikan budaya lokal. TVRI Sulawesi Tenggara dapat mendorong masyarakat untuk berbagi cerita, foto, dan video terkait budaya lokal mereka, yang kemudian dapat diintegrasikan ke dalam program-program televisi. Penting untuk dicatat bahwa penggunaan media sosial dan platform digital juga dapat membawa tantangan dalam melestarikan budaya lokal. Misalnya, eksposur yang berlebihan terhadap budaya luar dan pengaruh globalisasi dapat mengancam budaya lokal. Penggunaan bahasa lokal dalam program-program TVRI Sulawesi Tenggara penting dalam melestarikan budaya lokal. Bahasa adalah bagian integral dari budaya, dan oleh karena itu, penting untuk menjaga keberlanjutannya. TVRI dapat menyediakan program dalam bahasa lokal dan memperkenalkan tradisi-tradisi unik Sulawesi Tenggara. Ini akan membantu dalam pelestarian bahasa dan tradisi TVRI Sulawesi Tenggara perlu terus menerima umpan balik dari masyarakat mengenai program-program budaya lokal mereka. Ini akan membantu mereka untuk terus memperbaiki dan mengembangkan konten yang sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat setempat.

Conclusion

Dapat disimpulkan dari pembahasan bahwa program TVRI Sulawesi Tenggara telah melakukan diseminasi informasi digital untuk melestarikan budaya lokal. Program TVRI Sulawesi Tenggara memiliki tujuan utama untuk melestarikan budaya lokal. Dengan menggunakan media digital, program ini dapat mencapai audiens yang lebih luas dan berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan dan relevansi budaya lokal di era modern. Penggunaan media digital memungkinkan TVRI Sulawesi Tenggara untuk menyebarkan informasi tentang budaya lokal secara lebih efisien dan efektif yang dapat diakses oleh masyarakat secara online melalui sosial media yaitu you tube, facebook, Instagram, tiktok, bahkan snake vidio. Dengan diseminasi informasi digital, program ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang budaya lokal mereka. Program TVRI Sulawesi Tenggara yang menggunakan media digital juga dapat memiliki pengaruh positif pada generasi muda. Dengan demikian, diseminasi informasi digital oleh TVRI Sulawesi Tenggara untuk melestarikan budaya lokal memiliki dampak positif dalam menjaga warisan budaya dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya lokal dalam kehidupan mereka.