Kembali
16
1
2024 Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 4 · 1 ISSN 2775-8761

PENGELOLAAN TAMAN BACA MASYARAKAT (TBM) DI RUMAH BACA LA BULAWA SIOMPU KABUPATEN BUTON SELATAN DALAM MENINGKATKAN BUDAYA MEMBACA

Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pengelolaan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Rumah Baca La Bulawa Siompu Kabupaten Buton Selatan dalam Meningkatkan Budaya Membaca. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualalitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Fungsi Manajemen. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik (purpose sampling) secara sengaja yang dimana jumlah dari informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pengelolaan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Rumah Baca La Bulawa Siompu Kabupaten Buton Selatan dalam Meningkatkan Budaya Membaca menerapkan fungsi dasar manajemen dalam pengelolaannya yang terdiri: (1) perencanaan, semua kegiatan yang akan dilakukan selalu diawali dengan perencanaan, (2) pengorganisasian yaitu dengan membagi tugas masing-masing bidang pengurusan pada rumah baca dan pembentuan visi dan misi. (3) penggeraan/pelaksanaan yaitu dengan memaksimalkan setiap bidang keilmuan dan melakukan sosialisasi, dan (4) pengawasan yaitu pengamatan pada setiap kegiatan dan mencari solusi jika terdapat kendala.

Abstract

The purpose of this study was to find out how the Management of the Community Reading Park (TBM) at the La Bulawa Siompu Reading House in South Buton Regency in Improving Reading Culture. This study uses qualitative analysis techniques with descriptive methods. The theory used in this study is the theory of Management Functions. The informant determination technique used was a deliberate (purpose sampling) technique in which the number of informants in this study was 5 people. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the Management of Community Reading Gardens (TBM) at the La Bulawa Siompu Reading House in South Buton Regency in Improving Reading Culture applies basic management functions in its management which consist of: (1) planning, all activities to be carried out always start with planning, ( 2) organizing, namely by dividing the tasks of each management field at the reading house and establishing the vision and mission. (3) mobilization/implementation, namely by maximizing each scientific field and conducting socialization, and (4) supervision, namely observing each activity and finding solutions if there are obstacles.
Keywords: Management · Reading Culture · Interest in Reading · Community Reading Park

Introduction

Informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Pesatnya arus informasi menimbulkan kebutuhan untuk mengetahui banyak informasi agar masyarakat dapat memahami dan mengikuti perkembangan yang terjadi di negaranya sendiri. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi adalah dengan membacanya, baik itu berupa buku, koran atau artikel. Melalui membaca, manusia dapat membangkitkan ide-ide baru, memperoleh informasi, dan menambah pengetahuan, sehingga dapat memperluas dan mengembangkan pengetahuannya. Namun, kebiasaan membaca ini belum sepenuhnya terwujud di negara berkembang seperti di Indonesia (Jene, 2013). Pesatnya perkembangan teknologi di zaman sekarang ini juga menjadi salah satu faktor masyarakat menjadi malas karena teracuni oleh semua media sosial pada perangkat pintar seperti smartphone yang wajib dimiliki setiap orang dan merasa terbebani dengan siaran TV yang mereka dapat menonton setiap hari, sehingga waktu yang berharga dihabiskan untuk belajar, bekerja dan hal-hal positif lainnya, terutama mencari ilmu untuk pengembangan diri, hal-hal yang seharusnya dilakukan terganggu, atau tidak dilakukan sama sekali, sehingga kewajiban pemenuhannya juga akan terhambat (Etnanta & Irhandayaningsih, 2017). Saat ini, smartphone memiliki daya tarik tersendiri bagi penggunanya. Berbagai fungsi disediakan oleh smartphone antara lain media sosial, aplikasi chat, pemutar video, dan lainnya (Karima, 2022). Namun dibalik kelebihan tersebut, terdapat juga beberapa kekurangan bagi penggunanya, khususnya bagi para pelajar, tidak jarang siswa membawa smartphone mereka ke sekolah, dan tidak jarang siswa menggunakan smartphone mereka selama berjam-jam. Aplikasi hiburan, game, dan media sosial menjadi semakin membuat ketagihan bagi siswa. Membaca sangat penting dalam proses belajar dan pertumbuhan intelektual. Namun, minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Oleh karena itu, pendidikan nonformal berperan dalam mengembangkan budaya membaca masyarakat Indonesia (Purwati, 2013). Terdapat berbagai fasilitas untuk membaca dan belajar, salah satunya adalah perpustakaan. Budaya baca masyarakat Indonesia menempati urutan ke-38 dari 39 negara, terendah di kawasan ASEAN UNESCO Lestari (2011: 12). Rendahnya minat baca masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh warga negara untuk menyediakan bahan bacaan yang berkualitas.(Rahayu & Fakhruddin, 2019). Manajemen memainkan peran yang sangat strategis dalam membuat organisasi bekerja secara efisien. Terry (1975) mengemukakan “management provides effectiveness to human efforts. It helps achieve better equipment, plants, offices, products, services and human relations”. Perspektif ini menjelaskan betapa pentingnya peran manajemen dalam mencapai efisiensi manusia, terutama dalam membantu memanfaatkan peralatan, tanah, kantor, produk, layanan, dan hubungan manusia dengan lebih baik dalam suatu organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien, manajemen harus berfungsi secara memadai di setiap organisasi, baik itu organisasi, industri, bank maupun pendidikan. Fungsi manajemen ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, koordinasi dan pengendalian. Setidaknya kelima fungsi tersebut dianggap cukup untuk melakukan kegiatan manajerial yang memadukan pemanfaatan sumber daya manusia dan material melalui kerjasama untuk mencapai tujuan organisasi. Salah satu program pengembangan pendidikan tersebut adalah Program Pengembangan Budaya Baca. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat mencapai pembelajaran sepanjang hayat dengan mempromosikan budaya membaca dan menyediakan bahan bacaan yang bermanfaat bagi para sastrawan baru maupun anggota masyarakat biasa yang perlu memperluas pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan wawasan dan produktivitas masyarakat. Sebagai media pengembangan budaya baca, taman bacaan masyarakat merupakan tempat untuk memperoleh berbagai bahan bacaan: seperti buku pelajaran, buku keterampilan praktis, buku pengetahuan, buku agama, buku hiburan, karya sastra, dan bahan bacaan lainnya yang memenuhi syarat obyektif dan kebutuhan masyarakat sekitar dan minat baca yang baik pelajar melalui pendidikan formal dan non formal (warga belajar) dan masyarakat umum tanpa batasan usia. Pemerintah dan masyarakat harus lebih memperhatikan minat baca dan fenomena budaya di Indonesia. Salah satu bentuk perhatian pemerintah dan masyarakat yang telah dicapai adalah pendirian taman bacaan masyarakat. Seperti yang tertulis dalam UU No. 43 Pasal 49 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan yang berbunyi “Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mendorong tumbuhnya taman bacaan masyarakat dan rumah baca untuk menunjang pembudayaan kegemaran membaca”. Taman baca merupakan elemen penting yang mendukung proses pengajaran. Keberadaan taman bacaan masyarakat diharapkan dapat membantu semua lapisan masyarakat dalam pendidikan kehidupan berbangsa (Jene, 2013). Berdasarkan pemaparan diatas peneliti ingin mengeskplorasi bagaimana pengelolaan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Rumah Baca La Bulawa Siompu dalam meningkatkan budaya membaca. Taman bacaan masyarakat secara efektif membantu meningkatkan budaya baca di masyarakat, yang bertujuan untuk membuat masyarakat gemar dengan membaca. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Rumah Baca La Bulawa Siompu Kabupaten Buton Selatan mendapat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat sekitar, sehingga Taman Bacaan Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca. Menurut Rozin (2008), budaya membaca adalah kegiatan positif rutin yang baik dilakukan untuk melatih otak untuk menyerap segala informasi yang terbaik diterima seseorang dalam kondisi dan waktu tertentu. Sumber bacaan bisa diperoleh dari buku, surat kabar, tabloid, internet, dan sebagainya. Dianjurkan untuk membaca berbagai hal yang positif. Informasi yang baik akan membuat hasil yang baik pula bagi anda. Salah satu sarana yang sangat menunjang tercapainya tujuan pendidikan adalah budaya membaca. Salah satu unsur penunjang yang paling penting dalam dunia pendidikan adalah keberadaan sebuah perpustakaan. Adanya sebuah perpustakaan sebagai penyedia fasilitas yang dibutuhkan terutama untuk memenuhi kebutuhan belajar akan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekolah itu sendiri (Hasanah, 2012). Kemajuan teknologi informasi yang melanda dunia saat ini menempatkan membaca semakin menjadi kemampuan dasar yang sangat penting bagi kemajuan masyarakat, bangsa maupun individu. Oleh karena itu kebutuhan membaca harus dapat dipahami dan disadari manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Method

Lokasi penelitian ini bertempat di Rumah Baca La Bulawa Siompu yang terletak di Desa Tongali, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan pada tahun 2023. Adapun yang menjadi bahan pertimbangan penulis melakukan penelitian di lokasi tersebut karena di lokasi tersebut memiliki taman baca masyaratakat sebagai sebagai sumber informasi masyarakat umum kurang sehingga peneliti tertarik unruk meneliti di lokasi tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Pengelolaan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Rumah Baca La Bulawa Siompu Kabupaten Buton Selatan dalam meningkatkan budaya membaca. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Wawancara, dan dokumentasi dilakukan dengan lima informan yang terdiri dari 1 ketua komunitas taman baca masyarakat, 1 staf teknis pengadaan/pengelolaan bahan pustaka, 1 pengelola teknis layanan taman baca masyarakal, dan 2 orang relawan yang dimana informan tersebut dapat mewakili informasi yang dibutuhkan peneliti.

Result & Discussion

Dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien pengelolaan/manajemen harus difungsikan sepenuhnya pada setiap organisasi, baik organisasi, industri, perbankan, maupun pendidikan. Sama halnya pada Rumah Baca La Bulawa Siompu menerapkan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan/pelaksanaan, dan pengawasan dalam melakukan pengelolaan. Berdasarkan data yang telah terkumpul pada hasil wawancara maka hasil pembahasan mengenai “pengelolaan taman baca masyarakat (TBM) La Bulawa Siompu dalam menigkatkan budaya membaca”. Sesuai dengan rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yang menjadi landasan acuan dan konsep teori untuk menelaah rumusan masalah adalah dengan menggunakan landasan teori yang digunakan yaitu teori fungsi manajemen oleh Rully Indrawan (2020). Adapun yang menjadi asumsi dalam teori untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan pengelolaan Rumah Baca La Bulawa Siompu yang meliputi kegatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan. Perencanaan kegiatan yang akan dilakukan tentunya sudah direncanakan terlebih dahulu sebelum dilaksanaan kegiatan agar tujuan taman baca masyarakat dapat tercapai. Bardasarkan hasil temuan bahwa perencanaan Taman Baca Masyarakat di Rumah Baca La Bulawa Siompu dengan melakukan musyawarah untuk membahas mengenai program atau kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk satu tahun kedapan. Dalam perencanaan program kerjanya pengurus melibatkan para relawan untuk membantu menjalankan program kerja. Perencanaan terhadap pengadaan bahan pustaka yaitu dengan pembelian dan pembuatan proposal kepada perpustakaan daerah atau sejenisnya. Anggaran dana rumab baca la bulawa siompu bersumber dari donatur, pemerintah desa, dan pengurus serta relawan itu sendiri. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Rully Indrawan (2020) perencanaan merupakan proses awal ketika akan melakukan suatu aktivitas dan pekerjaan baik berupa ide, pemikiran, ataupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang maksimal sesuai target. Perencanaan sangatlah penting karena menjadi salah satu komponen untuk mempersiapkan segala macam upaya demi kelancaran tahap selanjutnya. Perencanaan terdiri dari adanya perencanaan bahan pustaka, program kerja, pengembangan sarana dan prasarana, pelayanan baca dan perencanaan anggaran/dana. Pengelolaan (perencanaan) di Rumah Baca La Bulawa Siompu sudah melakukan strategi perencanaa dengan model teori yang digunakan oleh peneliti mulai dari perencanaan program kerja, pengadaan bahan pustaka, dan perencanaan anggaran, namun perlu ditambakan untuk lebih meningkatkan budaya membaca perlu menambah beberapa perencanaan dalam pelaksanaan misalnya dari segi promosi. Promosi tidak hanya dilakukan di masyarakat dan sosial media alangah lebih baik dilakukan juga promosi di sekolah-sekolah yang mana berpotensi meningkatkan efektifitas taman baca tersebut. Hal yang sama juga dilakukan pada pengorganissian berdasarkan teori yang di kemukakan oleh Rully Indrawan (2020) pengorganisasian merupakan suatu keseluruhan atau mekanisme dari subjek, perangkat keras dan perangkat lunak dalam struktur organisasi yang dapat bekerja secara efektif sesuai dengan porsi atau tanggung jawab yang diberikan kepada masing-masing komponen. Fungsi pengorganisasian meliputi adanya perumusan visi, misi dan tujuan perpustakaan, perumusan struktur organisasi perpustakaan, dan pembentukan tata tertib/kebijakan perpustakaan. Dari hasil temuan bahwa pengorgansasia di Taman Baca Masyarakat (TBM) di Rumah Baca La Bulawa Siompu yaitu komponen utama yang terlibat dalam kegiatan karena pengurus perlu memimpin anggotan-anggotanya untuk menjalankan program kerja. Pembentukan struktur organisasi sesuai dengan kebutuhan dibentuk agar mampu dikelola dengan baik sesuai tugas dan tanggungjawab masing-masing anggota. Dan pembentuan visi, misi, dan tujuan yang dibentuk oleh pengurus rumah baca agar organisasi lebih terarah. Maka penulis dapat menympulkan bahwa pengelolaan (pengornisasian) sudah sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh rully indrawan (2020) yang yang digunakan, akan tetapi yang perlu ditambahkan seperti pemambahan divisi pada bidang dana dan usaha (danus), bidang hubungan masyarakat, (humas), dan dan bidang bidang promosi agar program kerja lebih terarah. Dalam hal pelaksanaan/pengarahan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Rully Indrawan (2020) penggerakan/pelaksanaan adalah suatu tindakan yang berhubungan dengan sumber daya manusia (SDM) sebagai penggerak dari aktivitas pengelolaan atau manajemen dalam suatu organisasi untuk tercapainya tujuan yang sudah dibentuk. Pada hakekatnya pengarahan ini menganding kegiatan pemberian motivasi (motivating). Kegiatan ini sebenarnya terdapat pada kegiatan pengarahan (directing) sebagai sebuah fasilitas atau sarana melakukan pengarahan terhadap para personil dalam organisasi. Dari hasil temuan terkait dengan pelaksanaan yaitu dengan memaksimalkan segala potensi sumber daya manusia (SDM) oleh pengurus dan relawan yang telibat di rumah baca la bulawa siompu supaya anak-anak tidak mudah jenuh sehingga anak-anak dapat mengurangi rasa ketergantungannya terhadap smartphone salah satunya mengajari anak-anak tarian tradisonal. Dalam hal fasilitas masih kurang memadai akan tetapi para pengurus selalu memaksimalkan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengunjung. Promosi, dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama anak-anak akan pentingnya membaca dan manyediakan buku sesuai minat anak-anak serta memberikan motivasi kepada anak-anak agar rajin membaca buku. Faktor pendukung pada pengelolaan di rumah baca yaitu adanya dukungan dari pemerintah desa dan sumber daya manusia yang baik dalam pengelolaan, sedangkan faktor penghambat adalah anak-anak yang mudah bosan dengan kegiatan belajar dan adanya kesibukan lain dari para pengurs dan relawan. Berdasarkan hasil temuan yang dilakukan bahwa pengelolaan di rumah baca dalam hal pengelolaan (pelaksanaan/penggerakan) di rumah baca la bulawa siompu sudah cukup baik dari segi SDM, fasilitas, dan promosi. Akan tetapi sayangnya tidak melakuan promosi dengan cara sosialisasi di sekolah-sekolah akan pentingnya membaca daripada menggunakan smartphone dan melakukan kerjasama dengan pihak guru agar mengarahkan siswa-siswinya sering berkunjung di rumah baca apalagi pelayanan di rumah baca lebih sering pada sore hari sehingga anak-anak akan terbiasa untuk membaca buku. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Rully Indrawan (2020) Pengawasan adalah suatu langkah atau upaya mengamati aktivitas operasional pada objek yang sedang atau sudah dilaksanakan sehingga dapat diambil penilaian untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depannya sesuai dengan rencana yang dibentuk. Berdasarkan hasil temuan bahwa pengawasan di Taman Baca Masyarakat (TBM) di Rumah Baca La Bulawa Siompu sudah sesuai dengan teori fungsi manajemen yang dikemukakan oleh Rully Indrawan (2020) yaitu dengan fokus pada kegiatan yang akan diadakan, pembentukan panitia, pemberian skedul dan target kerja, kepada pengurus dan relawan. Apabila dalam pelaksanaan program kerja terdapat kendala maka akan segera dilaporkan kepada ketua komunitas untuk mencari solusi bersama. Dan untuk pengawasan pada kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh ketua komunitas adalah melakukan pengawasan dengan cara menghubungi lansung pengurus dan relawan untuk melaporkan perkembangan setiap harinya.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa Pengelolaan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Rumah Baca La Bulawa Siompu Kabupaten Buton Selatan Dalam Meningkatkan Budaya Membaca sudah cuckup baik hal ini dapat dilihat dari penerapan 4 fungsi manajemen dalam pengelolaannya yang terdiri: (1) perencanaan, semua kegiatan yang akan dilakukan selalu diawali dengan perencanaan, (2) pengorganisasian yaitu dengan membagi tugas masng-masing bidang pengurusan pada rumah baca dan pembentuan visi dan misi. (3) penggeraan/pelaksanaan yaitu dengan memaksimalkan setiap bidang keilmuan dan melakukan sosialisasi, dan (4) pengawasan yaitu pengamatan pada setiap kegiatan dan mencari solusi jika terdapat kendala.