ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI DALAM MEMOTIVASI PRESTASI MAHASISWA PRODI PERPUSTAKAAN DAN ILMU INFORMASI FISIP UHO
Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang kebutuhan informasi dalam memotivasi prestasi mahasiswa prodi perpustakan dan ilmu informasi. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui kebutuhan informasi dalam memotivasi prestasi mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi FISIP UHO. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi angkatan 2018, yang diambil dengan teknik purposive ( secara disengaja. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi serta dokumentasi. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah salah mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi angakatan 2018 memperoleh prestasi cumlaude dan mahasiswa lain tidak termotivasi untuk berprestasi dengan tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang dikerjakan, adapun kebutuhan informasi yang dibutuhkan yaitu berkaitan dengan informasi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan informasi dalam menyelesaikan pendidikan dengan mencari informasi di internet, perpustakaan, membacanya dan mengutipnya dalam tugas dengan mempertimbangkan setiap resiko yang diambil dalam penyelesaian tugas dan memerlukan akses kesumber informasi yang relevan dan terkini seperti buku, jurnal, dan database.
Abstract
This research discusses information needs in motivating student achievement in library and information science study programs. The objectives to be achieved from this research are: to find out the need for information in motivating the achievements of library and information science study program students of FISIP UHO. This research method uses qualitative methods with research subjects of library and information science study program students class of 2018, which are taken with purposive techniques. Data collection techniques using interview, observation and documentation methods. The data of this research was analyzed descriptively qualitative. The results showed that one of the 2018 library and information science students obtained cum laude achievements and other students were not motivated to excel by not being responsible for the tasks they did, as for the information needs needed, namely related to educational information to meet information needs in completing education by searching for information on the internet, libraries, reading it and citing it in assignments by considering every risk taken in completing assignments and requiring access to relevant and up-to-date information sources such as books, journals, and databases.
Keywords:
Information Needs
· Achievement Motivation
Introduction
Kebutuhan informasi bagi mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi FISIP UHO sangat penting dalam mengembangkan keterampilan, menyelesaikan tugas, ujian, penelitian, dan pengembangan keterampilan lainnya. Dalam kaitannya dengan, kebutuhan informasi ini juga mempengaruhi efektivitas layanan yang disediakan. Namun, dalam beberapa kasus, kebutuhan informasi mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi FISIP UHO tidak terpenuhi dengan baik. Hal ini bisa disebabkan oleh keterbatasan koleksi buku, kurangnya dukungan teknologi, minimnya ketersediaan informasi, dan minimnya pemahaman mahasiswa mengenai cara mengakses informasi yang tersedia di perpustakaan dan ilmu informasi. Ketidakpuasan ini akan berdampak pada kurangnya motivasi mahasiswa dalam mengejar prestasi akademik yang diharapkan. Winkel dalam Damar menegaskan bahwa motivasi berprestasi merupakan daya penggerak dalam diri mahasiswa untuk mencapai taraf prestasi akademik yang setinggi mungkin demi penghargaan kepada diri sendiri. Dalam mencapai prestasi yang setinggi mungkin, setiap individu harus memiliki keinginan yang kuat demi mencapai tujuannya. Adapun faktor eksternal yang berasal dari luar , seperti dukungan keluarga, fasilitas belajar dan lingkungan pergaulan. Senada dengan pendapat Mc Clelland dalam sujarwo(2011) , mendefenisikan motivasi prestasi sebagai motivasi yang mendorong individu untuk mencapai sukses, dan bertujuan untuk berhasil dalam kompetisi atau persaingan dengan beberapa ukuran keunggulan . Diantaranya hampir dalam satu kelas para mahasiswa lebih memilih internet dan memanfaatkan wi-fi yang disediakan pihak kampus ketimbang memanfaatkan perpustakaan yang ada difakultas maupun perpustakaan universitas, itu disebabkan karena adanya keterbatasan koleksi buku yang ada, namun ada beberapa mahasiswa yang memilih untuk menggunakan perpustakaan untuk dapat mecari bahan reverensi tambahan untuk tugas akhir yang dikerjakaan. Dari hasil ini ada beberapa aspek yang memtotivasi prestasi mahasiswa sesuai dengan kebutuhannya yaitu rasa tanggung jawab, mempertimbangkan resiko pemilihan tugas, memperhatikan umpan balik, kreatif dan inovatif, waktu penyelesaian tugas, keinginan menjadi yang terbaik. McClelland (1987) berpendapat motivasi berprestasi merupakan salah satu penentu yang mampu memberikan pengaruh terhadap perilaku individu, agar individu tersebut terdorong dalam mencapai sebuah keunggulan yang diinginkan. Menurut McClelland (1987) aspek-aspek yang mempengaruhi motivasi berprestasi yaitu memilih tugas dengan tingkat kesulitan sedang, tanggung jawab terhadap kinerjanya, membutuhkan umpan balik terhadap kinerjanya, dan kreatif-inovatif. Serupa dengan hasil penelitian Sefriansari menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi prestasi terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya tentang dampak gadjet dalam memotivasi peningkatan prestasi belajar mahasiswa prodi ilmu perpustakaan menurut Munir media gadjet yang digunakan merupakan salah satu media yang sangat membantu mahasiswa dalam mengakses informasi dengan cepat melalui fasilitas internetnya untuk menunjang aktivitas perkuliahannya. Serupa dengan hasil penelitian Sefriansari (2013) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi prestasi terhadap prestasi belajar. Hal lain tentang “kebutuhan informasi mahasiswa strata 1 sekolah tinggi ilmu ekonomi indonesia banking school dalam menyelesaikan skripsi” dengan hasil penelitian bahwa mahasiswa memenuhi kebutuhan informasinya, dengan melakukan Diskusi dengan orang lain (dosen,teman kuliah, narasumber penelitian) dan mengakses internet sedangkan buku teks, e-jurnal menjadi sumber informasi yang banyak digunakan oleh mahasiswa. Tinjauan Pustaka Menurut Wilson (Otoide, 2015) kebutuhan informasi adalah keinginan seorang individu atau kelompok untuk menentukan lokasi dan memperoleh informasi untuk memuaskan kebutuhannya baik disengaja maupun tidak. Menurut Dika (2020) Kebutuhan informasi adalah sebuah keadaan dimana seorang individu merasa perlu memenuhi rasa keingintahuannnya sebagai wujud dari kekurangan pengetahuan yang dimilikinya, bertujuan untuk memberikan kepuasan pada rasa ingin tahunya dan untuk memberikan manfaat yang dapat dipelajari dari hasil memperoleh informasi. Jenis Kebutuhan Informasi Katz dkk mengatakan bahwa jenis-jenis kebutuhan informasi adalah sebagai berikut: 1. Kebutuhan Kognitif Kebutuhan ini merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperkuat atau menambah informasi, pengetahuan, dan pemahaman seseorang akan lingkungannya. Kebutuhan ini juga dapat memberikan kepuasan atas hasrat keingintahuan dan penyelidikan seseorang yang sudah diinginkan 2. Kebutuhan Afektif Kebutuhan ini berkaitan dengan penguatan estetis, yang mampu membuat seseorang menjadi senang, dan pengalaman-pengalaman emosional lainnya. Berbagai media dalam hal ini juga sering dijadikan alat untuk mengejar kesenangan dan hiburan. 3. Kebutuhan Integrasi Personal (personal integrative needs) Kebutuhan dengan penguatan kredibilitas, kepercayaan, stabilitas, dan status individu. Kebutuhan-kebutuhan ini berasal dari hasrat seseorang untuk mencari harga diri. Misalnya seseorang membutuhkan peningkatan ilmu agama perkembangan keilmuan. 4. Kebutuhan integrasi social (social integrative needs) Kebutuhan ini dikaitkan dengan penguatan hubungan dengan keluarga, teman, dan orang lain didunia. Kebutuhan ini didasari oleh hasrat seseorang untuk berkelompok dengan orang lain seperti belajar bersama atau diskusi di perpustakaan. 5. Kebutuhan berkhayal (escapist needs) Kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan untuk melarikan diri, melepaskan ketegangan, dan hasrat untuk mencari hiburan, seperti membaca novel, komik, dan lainya Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Informasi Menurut Crawford (Riskiana,2017) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi pemakai, yaitu kegiatan pekerjaan, disiplin ilmu, faktor motivasi terhadap kebutuhan informasi, Kebutuhan untuk mengambil keputusan, kebutuhan untuk mencari gagasan baru, kebutuhan untuk mendapatkan informasi yang tepat, kebutuhan untuk melakukan penemuan baru. McClelland (Ringo, 2022) Motivasi prestasi menjelaskan bahwa individu akan mengerjakan sesuatu dengan gigih dan resiko pekerjaannya adalah moderat, maka dia akan bekerja lebih bertanggung jawab dan memperoleh umpan balik atas hasil prestasinya. Saidah (2018) mengemukakan ada enam karakteristik individu yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi diantaranya adalah perasaan yang kuat untuk mencapai tujuan, yaitu mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan menentukan masa depannya sehingga dapat mencapai apa yang dicita-citakan, evaluatif, yaitu menggunakan umpan balik untuk menentukan tindakan yang lebih efektif untuk mencapai prestasi, kegagalan yang telah dirasakan tidak membuat menyerah dan putus asa namun sebagai pelajaran untuk mencapai kesuksesan, mengambil resiko sedang, artinya setiap tindakan yang dilakukan sesuai dengan batasan kemampuan yang dimiliki, kreatif dan inovatif, yaitu dapat mencari dan menemukan peluang serta menggunakannya untuk dapat menunjukkan potensi, menyukai tantangan, yaitu senang akan kegiatan yang bersifat prestatif dan kompetitif. Konsep Perpustakaan Undang-undang RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, defenisi perpustakaan adalah institusi pengelolaan koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian. Pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka.
Method
Penelitian ini dilaksanakan pada Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi , alasan peneliti untuk mengambil lokasi penelitian ini karena merupakan kelompok mahasiswa yang masih aktif dikampus pada saat penelitian dilakukan. Penelitian ini dapat informan dari berbagai latar belakang dan karakteristik untuk memastikan bahwa temuan penelitian mencakup perspektif dan pengalaman yang beragam. Selain itu jurusan ini sanagat terkait dengan pengelolaan dan akses informasi, serta memberikan informasi yang lebih detail dan spesifik tentang bagaimana mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi memanfaatkan informasi untuk memotivasi prestasi mahasiswa. Subjek penelitian adalah mahasiswa Prodi Perpustakaan Dan Ilmu Informasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas halu Oleo. Angkatan 2018 yang berjumlah 70 orang. Informan Penelitian kualitatif adalah mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi yang berjumlah 10 orang berasal dari angakatan 2018, yang terdiri dari 7 orang perempuan dan 3 orang laki-laki. Teknik Penentuan ini dilakukan dengan cara sengaja purposive yaitu dengan memilih orang tertentu yang mewakili subjek penelitian dengan pertimbangan bahwa informasi tersebut dapat memberikan informasi dan jawaban berkaitan dengan kebutuhan peneliti terkait kebutuhan informasi dalam memotivasi prestasi mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data yang diperoleh berdasarkan pada bahan informasi atau temuan obejek yang diteliti mengenai keadaan yang ada dilapangan. Dalam penelitian ini, menggunakan data kualitatif yaitu data yang berdasarkan atas segala informasi dan keterangan yang diberikan oleh informn yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Sumber data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dengan penelitian melalui wawancara mendalam, pengamatan langsung, serta penelitian terlibat. Data primer yakni data yang diperoleh dari informan langsung; Mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi FISIP UHO. Data sekunder adalah sumber data yang diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan memahami melalui media lain yang bersumber literature. Data sekunder dalam penelitian ini berasal dari literatur yang berhubungan dengan analisis kebutuhan informasi dalam memotivasi prestasi mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi FISIP UHO. Untuk melakukan penelitian ini, penelitian, peneliti harus mengumpulkan data-data yang menunjang sehingga dapat digunakan sebagai bahan analisis. Sehingga pengumpulan data harus dilakukan dengan sistematis, terarah dan berkaitan dengan masalah penelitian. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Result
Kebutuhan Informasi Dalam Memotivasi Prestasi Mahasiswa Prodi Perpustakaan Dan Ilmu Informasi FISIP UHO Kebutuhan informasi dalam memotivasi prestasi mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi adalah Kebutuhan informasi pada dasarnya merujuk pada kebutuhan informasi yang relevan dan bermanfaat dalam mencapai tujuan dan tugas-tugas yang diberikan. Dalam konteks perpustakaan dan ilmu informasi, mahasiswa membutuhkan akses terhadap berbagai sumber informasi seperti buku, jurnal, makalah, dan berbagai sumber informasi elektronik yang relevan dengan mata kuliah yang diambil. Selain itu, mahasiswa juga membutuhkan dukungan dari staf perpustakaan dan ilmu informasi dalam menemukan informasi yang dibutuhkan dan membantu dalam mengelola informasi tersebut. Dalam hal ini, kebutuhan informasi juga berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam mengelola dan memanfaatkan informasi secara efektif. Mahasiswa perlu dilatih untuk memilih, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang relevan dan bermanfaat dalam menjawab pertanyaan yang diberikan dan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik yang diberikan. Motivasi Prestasi Mahasiswa Menurut Heckhausen motivasi berprestasi adalah suatu dorongan yang terdapat dalam diri mahasiswa yang selalu berusaha atau berjuang untuk meningkatkan atau memelihara kemampuannya setinggi mungkin dalam semua aktivitas dengan menggunakan standar keunggulan Sefriansari 2013:27). Tanggung Jawab Menurut McClelland (Ringo, 2022 tanggung jawab merupakan perilaku seseorang yang bertanggung jawab terhadap tugas yang dikerjakan. Dalam proses tanggung jawab sangat diperlukan dan harus dilakukan untuk mengetahui tanggung jawab yang dapat diberikan mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi FISIP UHO dalam termotivasi untuk berprestasi. Seperti yang dikatakan oleh salah satu mahasiswa yang memiliki prestasi cumlaude bahwa : “Yang pertama itu, ketika ada dosen yang memberikan tugas kepada kita semaksimal mungkin kita mengerjakannya dengan baik, yaitu dengan cara mencari informasi atau keperluan tugas saya dengan memanfaatkan internet dan perpustakaan agar dapat menyelesaikan tugas, untuk informasi yang saya butuhan seperti buku, jurnal online untuk membantu saya dalam menyelesaikan setiap tugas yang ada atau dalam menyelesaikan tugas akhir nanti ”(wawancara:Nurmianti Sulis, 3 februari 2022). Berdasarkan pengamatan dapat disimpulkan bahwa mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi FISIP UHO bertanggung jawab dalam tantangan tugas yaitu mengerjakan tugas dengan baik tanpa menunda waktu, dengan memanfaatkan internet dan perpustakaan dalam setiap hal penyelesaian tugas, seperti memanfaatkan google, jurnal online, dan buku cetak, itu dibuktikan dengan adanya perstasi yang telah dicapai oleh mahasiswa tersebut, yaitu memperoleh gelar cumlaude. Mempertimbangkan Resiko Menurut McClelland (Ringo,2022) Mempertimbnagkan Resiko adalah melakukan tugas yang tidak sulit dan tidak mudah. Seperti yang dikatakan oleh salah satu mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi, yaitu: “Saya akan mengerjakan tugas sesuai kemampuan yang saya miliki, dengan memanfaatkan sumber informasi dengan baik, seperti buku, jurnal, dan lain-lain yang sesuai dengan tugas saya. Jika hasil penilaian tugas yang saya lakukan tidak sesuai dengan yang saya inginkan saya bisa belajar lagi untuk memahaminya, jadi nanti saya tidak kesulitan mengerjakannya, atau bisa saya akan bertanya atau berdiskusi dengan teman-teman jika saya tidak mengerti dengan apa yang telah diberikan oleh dosen”. (Wawancala : Elvina, 3 Februari 2022). Berdasarkan hasil pengamatan bahwa mahasiswa prodi perpustaakaan dan ilmu informasi FISIP UHO memiliki sikap yang positif dan proaktif dalam menyelesaikan tugas akademiknya. Mahasiswa menyadari bahwa untuk mengerjakan tugas dengan baik, ia perlu memanfaatkan sumber informasi yang tersedia dengan baik, seperti buku, jurnal, dan sumber lainnya yang relevan dengan tugas yang diberikan. Jika hasil penilaian tugas yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diinginkan, mahasiswa tidak menyerah dan tetap memiliki motivasi untuk memperbaiki diri. Mahasiswa berkomitmen untuk terus belajar dan memahami materi yang belum dipahaminya, serta siap bertanya atau berdiskusi dengan teman-teman jika ada hal yang tidak dimengerti. Memperhatikan Umpan Balik Menurut McClelland (Ringo,2022) Memperhatikan umpan balik merupakan pemberian umpan balik atas hasil usaha yang telah dilakukan dan sangat disukainya.Seperti yang dikatakan oleh salah satu mahasiswa yang menyukai umpan balik atas pekerjaan yang dilakukan, yaitu : “Saya menyukai umpan balik seperti kritik dan saran atau masukkan dari dosen termasuk masukkan dari dosen-dosen baru yang dimana ilmu baru yang diberikan, dimana ilmu itu bisa menjadi rujukan untuk kami, ketika kami akan turun kelapangan atau kami akan kerja ditempat yang sesuai dengan bidang kami”(Wawancara : Nurmianti Sulis, Februari 2022). Berdasarkan hasil pengematan bahwa mahasiswa perpustakaana dan ilmu informasi FISIP UHO lebih menyukai umpan balik yang berupa kritik dan saran dari dosen sebagai hal yang sangat penting termaksud masukan dari dosen-dosen baru yang memberikan ilmu baru sebagai referensi untuk masa depan dan ketika akan turun ke lapangan atau bekerja di tempat yang sesuai dengan bidangnya. Ilmu baru tersebut dianggap bermanfaat dalam memperluas pengetahuan dan mempersiapkan diri untuk karir di bidang yang sesuai. Kreatifitas dan inovatif Menurut McClelland (Ringo,2022) kreatif dan inovatif merupakan kemampuan untuk mengerjakan sesuatu dengan kreatif dan inovatif, sehingga membantu dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Seperti yang dikatakan oleh salah satu mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi, yaitu: “Saya pribadi biasanya menonton vidio, membaca buku dan biasanya juga mencari kebutuhan informasi dengan cara mengaksesnya di internet, seperti google, jurnal online, diperpustakaan dan lainlain, setelah kami mendapatkan informasi, kemudian memilahnya terlebih dahulu untuk mengetahui apakah informasi yang ini sesuai yang saya butuhkan, dan apakah benar atau salah” (Wawancara : Sarman Say, 13 Februari 2022). Berdasarkan hasil pengamatan bahwa mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi FISIP UHO memiliki kebiasaan mencari informasi dengan beragam cara, seperti menonton video, membaca buku, dan mencari sumber informasi di internet, seperti Google, jurnal online, dan perpustakaan. Selain itu, mahasiswa juga memiliki kemampuan dalam melakukan evaluasi informasi setelah memperolehnya. Proses evaluasi informasi ini dilakukan dengan memilah informasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kebenarannya. Kebiasaan mencari informasi dan melakukan evaluasi informasi yang baik dapat membantu mahasiswa untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berguna. Hal ini juga dapat membantu mahasiswa untuk menghindari informasi yang salah atau tidak relevan dengan kebutuhannya. Waktu Penyelesaian Tugas Menurut McClelland (Ringo, 2022) waktu penyelesaian tugas merupakan keinginan untuk menyelesaikan setiap tugas dengan sebaik-baiknya dan seefisien mungkin. Seperti yang dikatakan oleh salah satu mahasiswa prodi perpustakaan dna ilmu informasi, yaitu: “Mampu belajar secara efektif, aktif belajar, rajin mengerjakan tugas, memiliki motivasi yang tinggi, mampu mengatur waktu dengan baik dan memiliki tekad” (Wawancara : Wa ode hasmi Julianti, 4 Februari 2022). Berdasarkan hasil pengamatan bahwa Mahasiswa memiliki kemampuan belajar secara efektif dan aktif, artinya mereka tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga memproses dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Selain itu, mahasiswa juga rajin mengerjakan tugas dan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. Subjek penelitian juga terbukti mampu mengatur waktu dengan baik, sehingga mereka dapat membagi waktu antara belajar dan aktivitas lainnya dengan efisien.
Discussion
Kebutuhan informasi penting untuk meningkatkan motivasi dan prestasi mahasiswa dalam menggunakan perpustakaan. Penelitian dapat menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki akses ke informasi yang relevan dan berkualitas cenderung lebih termotivasi untuk menggunakan perpustakaan dan sumber informasi lainnya untuk menunjang kebutuhan akademik. Faktorfaktor lain yang mempengaruhi motivasi dan prestasi mahasiswa dalam menggunakan perpustakaan, seperti ketersediaan fasilitas, kualitas layanan, kemudahan akses, dan sebagainya guna memenuhi kebutuhan informasi. Dalam Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, perpustakaan adalah institusi pengelolah koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Setelah melakukan pengambilan data berupa observasi dan wawancara dengan beberapa mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi FISIP UHO dapat dilihat bahwa indikator kebutuhan informasi dalam memotivasi prestasi mahasiswa perpustakaan dan ilmu informasi FISIP UHO yaitu: Realitas hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya tanggung jawab mahasiswa terhadap tugas-tugas yang dibuktikan Menurut McClelland menyetakan bahwa idealnya mahasiswa harus mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan menentukan masa depannya sehingga dapat mencapai apa yang dicita-citakan. Data dan konsep tersebut, juga sebagaimana dikatakan oleh Ringo, 2022 bahwa mahasiswa akan mengerjakan sesuatu dengan gigih dan resiko pekerjaannya adalah moderat, maka dia akan bekerja lebih bertanggung jawab dan memperoleh umpan balik atas hasil prestasinya. Faktualisasi dari hasil temuan dalam konsep tersebut, sebagaimana dalam penelitian terdahulu oleh Riskiana,2017 bahwa terdapat hubungan yang sedang antara kebutuhan informasi dengan motivasi kunjungan yang ditunjukkan oleh mahasiswa. Realitas hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap resiko dalam mengerjakan tugas hal ini dapat dilihat dari cara mengerjakan tugas secara copypaste, tanpa sumber yang jelas dan tidak adanya parafrase terlebih dahulu sehingga dapat dinyatakan sebagai plagiasi tugas, dibuktikan menurut Hamzah (Ashari,2013) menyatakan bahwa mahasiswa berani mengambil resiko untuk menyelesaikan tugasnya. Dibuktikan pada Sulistyo Basuki menyatakan bahwa memenuhi kebutuhan informasi dengan adanya kisaran informasi yang tersedia dan memikirkan konsekuensi penggunaan informasi. Faktualisasi dari temuan dalam konsep tersebut, sebagaimana dalam penelitian terdahulu oleh bahwa kebutuhan informasi mahasiswa dilihat dari 4 kriteria yaitu, kebutuhan kognitif, kebutuhan afektif, kebutuhan integrasi personal, dan kebutuhan integrasi sosial. Kebutuhan kognitif yaitu hampir seluruh mahasiswa memahami dan mengolah informasi dengan cara mencarinya diinternet membacanya lalu mengutipnya, mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan informasi dengan buku cetak, tutorial online dan perpustakaan digital, sebagaian kecil mata kuliah yang membutuhkan sumber informasi adalah literasi informasi. Pada kebutuhan afektif hampir seluruh mahasiswa mengerjakan tugas sebagai bentuk kesenangan. Pada kebutuhan itegrasi personal, hampir seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir secara tepat waktu. Pada kebutuhan integrasi sosial hampir seluruh tugas dikerjakan sendiri Realitas hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap umpan balik terhadap tugas-tugas yang dikerjakan namun adan yang membutuhkan umpan balik atas pekerjaan yang dilakukan. Data dan konsep tersebut, juga sebagaimana dikatakan menyatakan bahwa mahasiswa adanyanya umpan balik berupa penghargaan berupa apresiasi dan hukuman. Faktualisasi dari hasil temuan dalam konsep tersebut, sebagaimana dalam penelitian terdahulu oleh bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi prestasi mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan temuan penelitian sebagaimana dalam teori motivasi achievement (McClelland, 1987) menyatakan bahwa adanyanya umpan balik merupakan salah satu penentu yang mampu memberikan pengaruh terhadap perilaku mahasiswa, agar individu tersebut terdorong dalam mencapai sebuah keunggulan yang diinginkan. Realitas hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahasiswa memiliki kreatifitas dan inovasi dalam menyelesaikan setiap tantangan tugas dan dapat memenuhi kebutuhan informasi dengan memanfaatkan semua sumber informasi yang ada baik itu melalui internet maupun perpustakaan. Data dan konsep tersebut, juga sebagaimana dikatakkan oleh Britain menyatakan bahwa kebutuhan informasi lebih sulit dari tuntutan, yang mungkin vocal atau tertulis,dan dibuat keperpustakaan atau sistem informasi lainnya. Faktualisasi dari hasil temuan dalam konsep tersebu, sebagaimana dalam penelitian terdahulu oleh Rizki Pribadi, 2019 bahwa mahasiswa mengalami kebutuhan kognitif untuk memenuhi tugas kuliah dan tugas akhir skripsi, pada kebutuhan afektif mahasiswa menggunakan wifi kampus, pada kebutuhan integrasi personal mahasiswa jarang mencari informasi yang berkaitan dengan kepercayaan, pada kebutuhan integrasi sosial mahasiswa menggunakan perpustakaan sebagai saran diskusi, dan pada kebutuhan berkhayal mahasiswa merasakan kejenuhan maka mereka membaca novel dan komik. Realitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang kepedulian mahasiswa dalam menyelesaikan tugas secepat mungkin dan ada juga mahasiswa yang menyelesaikan tugas tanpa menunda waktu, dibuktikan menurut McClelland bahwa idealnya mahasiswa harus menyelesaikan pekerjaan atau tugas dengan sebaik-baiknya. Data dan Konsep tersebut juga sebagaimana yang dikatakan oleh Hamzah menyatakan bahwa mahasiswa cenderung untuk berusaha menyelesaikan tugasnya secara tuntas, tanpa menunda-nunda tugas. Faktualisasi dari hasil temuan dalam teori konsep tersebut, sebagaimana dalam penelitian terdahulu oleh bahwa kebutuhan informasi mahasiswa dilihat dari 4 kriteria yaitu, kebutuhan kognitif, kebutuhan afektif, kebutuhan integrasi personal, dan kebutuhan integrasi sosial. Pada kebutuhan integrasi sosial hampir seluruh tugas dikerjakan sendiri. Sementara hasil dari sumber informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian besar google, buku modul tercetak, e-journal.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian diatas peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa kebutuhan informasi dalam memotivasi prestasi mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi FISIP UHO yaitu kebutuhan informasi yang berkaitan dengan pendidikan dalam memenuhi kebutuhan informasi untuk menyelesaikan pendidikan mahasiswa harus memiliki motivasi untuk berprestasi seperti adanya rasa tanggung jawab yang dimiliki, hal ini dibuktikan dengan gelar cumlaude yang telah diperoleh salah satu mahasiswa begitu juga sebaliknya ada yang tidak memiliki tangungg jawab dalam menyelesaikan pendidikan. Hal tersebut dengan mempertimbangkan setiap resiko yang diambil dalam penyelesaiannya. Kemudian Kebutuhan informasi untuk penelitian, mahasisiswa memiliki kebutuhan informasi terkait dengan melakukan penelitian dengan membutuhkan akses ke database khusus, jurnal online, dan sumber daya lainnya.