Kembali
16
1
2023 Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 5 · 2 ISSN 3024-9880

ANALISIS PEMANFAATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI REFERENSI PEMUSTAKA DI RUANG BACA (PERPUSTAKAAN) FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu

Abstrak

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu mendirikan Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas agar dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mencari referensi-referensi yang sesuai dengan rumpun ilmunya. Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini mempunyai layanan sirkulasi dan layanan referensi dengan berbagai koleksi yang tersedia. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan khusus, namun perpustakaan ini menerapkan sistem layanan terbuka yaitu mahasiswa diperbolehkan untuk mencari atau mengambil bahan pustaka yang dibutuhkan dengan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebermanfaatan Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa FISIP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP cukup baik dan sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka terkhususnya pemenuhan informasi bagi mahasiswa FISIP. Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP sangat membantu mahasiswa dalam memperoleh informasi seputar perkuliahan maupun pemenuhan informasi referensi bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir.

Abstract

The Faculty of Social and Political Sciences at the University of Bengkulu established a Faculty Reading Room (Library) so that students can use it to look for references appropriate to their field of knowledge. The Faculty of Social and Political Sciences Library has circulation services and reference services with various collections available. This library is a special library, but this library applies an open service system, namely students are allowed to search for or take the library materials they need by themselves. This research aims to find out how useful the FISIP Reading Room (Library) is in meeting the information needs of FISIP students. This research uses a qualitative approach with descriptive research type. The research results showed that the FISIP Reading Room (Library) was quite good and very useful in meeting the information needs of library users, especially fulfilling information for FISIP students. The FISIP Reading Room (Library) really helps students in obtaining information about lectures and fulfilling reference information for students who are preparing their final assignments
Keywords: Utilization · Collection · Information Needs

Introduction

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebagai penyelenggara pendidikan tinggi mengarah pada pengkajian dan pengembangan kualitas dan daya saing lulusan, organisasi, dan antisipasi situasi eksternal seperti global communication and technology, community development, local autonomy, maupun regional development. Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan-kegiatan akademik di Jurusan atau Program studi ini akan lebih difokuskan pada kegiatan yang mampu mengembangkan kompetensi dan komitmen para mahasiswa pada pemecahan persoalan-persoalan masyarakat secara mikro dan makro. Sehingga, mereka mendapatkan kompetensi teoritis yang lengkap, selain memiliki kepekaan dan keterampilan praktis pada berbagai perubahan sosial, ekonomi dan kelembagaan dan kepedulian pada masalah-masalah kesejahteraan masyarakat. FISIP mendirikan Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas agar dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mencari referensi-referensi yang digunakan untuk penelitian tugas akhirnya. Perpustakaan ini dikelola oleh satu staff pustakawan. Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini mempunyai layanan sirkulasi dan layanan referensi. Berbagai koleksi yang ada di perpustakaan ini yaitu bahan pustaka berupa buku fiksi, nonfiksi, dan skripsi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik dari berbagai jurusan. Mayoritas pengunjung perpustakaan ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan khusus, namun perpustakaan ini menerapkan sistem layanan terbuka yaitu mahasiswa diperbolehkan untuk mencari atau mengambil bahan pustaka yang dibutuhkan dengan sendiri. Ruang baca (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik merupakan Ruang Baca yang dikhususkan untuk mahasiswa FISIP, Ruang Baca terletak digedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik lantai 1 (satu) pada pojok sebelah kiri setelah pintu masuk gedung C. Ruang baca ini berbentuk persegi, terdapat 4.089 judul dan 5.389 eksemplar. Koleksi yang tersedia pada Ruang Baca ini berupa koleksi-koleksi yang berkaitan seputar mata kuliah, koleksi referensi berupa skripsi, artikel, laporan akhir mahasiswa, novel, terbitan berkala, koleksi umum, undang-undang, ensiklopedia, kamus dan lain-lain. Jenis layanan ruang baca ini berupa layanan baca di tempat dan layanan sirkulasi. Layanan baca di tempat merupakan sarana bagi pemustaka untuk menggunakan koleksi perpustakaan ruang baca FISIP secara bebas untuk memilih koleksi dan membaca di ruangan yang telah disediakan fasilitas meja, kursi dan AC sehingga pemustaka akan merasa nyaman saat berada dalam ruangan. Layanan sirkulasi diperuntukan bagi pengunjung yang ingin melakukan peminjaman dan pengembalian koleksi dengan maksimal peminjaman 2 koleksi dalam jangka waktu peminjaman selama 1 minggu. Sistem layanan pada Ruang Baca ini menggunakan sistem layanan terbuka dengan memberikan kebebasan kepada pemustaka untuk mencari sendiri koleksi yang dibutuhkan, jika pemustaka kesulitan dalam mencari koleksi maka pemustaka dapat bertanya langsung kepada pustakawan. Sistem pengelolaan perpustakaan berupa shelving (sistem penyusunan buku ke rak) sesuai dengan klasifikasi yang telah ditentukan warna pada label buku, serta berdasarkan subjek koleksi dan. Sistem pengadaan bahan pustaka yang di dapatkan melalui pemberian (hadiah atau hibah) dan pembelian. Sistem pengelolaan bahan pustaka melalui penginputan data ke SLIMS dan excel, pemberian barcode pada bahan pustaka, kantong buku, kertas pengembalian dan peminjaman buku. Sebuah perpustakaan dimanfaatkan sebagai sarana penyedia informasi dengan berbagai jenis informasi yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Sebagai sebuah organisasi, perpustakaan bertugas menawarkan dan kemampuan perpustakaan untuk berkembang dengan sukses bergantung pada sejumlah aspek penting, di antaranya berdampak pada transmisi informasi seperti sistem administrasi, pengumpulan, dan sumber daya manusia (Priatmana, 2023). Layanan adalah salah satu komponen yang paling krusial di perpustakaan, di mana layanan tidak dapat diberikan secara ideal jika tidak ada cukup bukti untuk mendukungnya. Untuk memaksimalkan layanan informasi, perpustakaan perlu menawarkan beragam informasi atau sumber perpustakaan yang memenuhi kebutuhan pengguna (Amari, 2023). Maka dari itu pemanfaatan perpustakaan menjadi isu yang menarik untuk dikaji oleh peneliti maupun praktisi bidang akademik lainnya. Kata pemanfaatan mengacu pada suatu prosedur, pendekatan, atau tindakan yang digunakan. Pemanfaatan kemudian dapat didefinisikan sebagai metode atau serangkaian tindakan untuk memanfaatkan sesuatu yang kita perlukan (Lumamuly, n.d.). Seperti pemanfaatan koleksi dan informasi pada perpustakaan. Penyediaan informasi yang relevan kepada pengguna merupakan aspek mendasar dari layanan perpustakaan. Staf perpustakaan dan pustakawan, pengumpulan dan sumber informasi, prasarana dan sarana, serta pembaca dan pengguna, semuanya merupakan komponen layanan perpustakaan. Untuk mencapai tujuan layanan perpustakaan, perpustakaan harus bekerja secara maksimal untuk mencapai tujuan tersebut. Semua bahan yang dikumpulkan, diolah, dan dilestarikan untuk disajikan kepada publik di perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna disebut sebagai koleksi perpustakaan. Menurut Adele Kohar (2003), koleksi perpustakaan adalah koleksi yang berisi berbagai macam format bahan pustaka sebagai jawaban atas perubahan kebutuhan pemustaka akan media rekam informasi. Sedangkan kebutuhan pengguna adalah kebutuhan yang menggunakan berbagai fasilitas layanan yang ditawarkan oleh perpustakaan yang bersangkutan untuk mencari atau menelusuri informasi yang mereka butuhkan. Perpustakaan menawarkan berbagai layanan terutama untuk memenuhi kebutuhan pemustaka, yang merupakan pengguna utamanya (Ii et al., 2007). Untuk kepentingan studi mereka, pengguna harus dapat memanfaatkan sumber daya yang ditawarkan oleh perpustakaan. Mereka juga perlu diberikan informasi dasar tentang perpustakaan dan cara menggunakannya, sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Perpustakaan harus menjadi pusat layanan yang menawarkan berbagai bahan pustaka, dengan koleksi perpustakaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna baik tercetak maupun non cetak. Perpustakaan juga harus menyediakan koleksi yang memungkinkan perpustakaan berfungsi sebagai pusat sumber daya informasi dan kegiatan pembelajaran yang dinamis. Jika perpustakaan memiliki koleksi yang dibutuhkan pemustaka, maka kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Selain mendaftarkan anggota perpustakaan baru, layanan sirkulasi juga mencakup pencatatan transaksi peminjaman, perpanjangan, dan pengembalian bahan pustaka yang dipinjam. Penelitian serupa dengan judul “Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan dalam Memenuhi Kebutuhan Pemustaka di Sekolah Tinggi Pastoral Don Bosco Tomohon”. Disusun oleh Feronika M Sompotan, penelitian ini membahas Bagaimana Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Dalam Memenuhi Kebutuhan Pemustaka di Sekolah Tinggi Pastoral Don Bosco Tomohon (Sompotan et all., 2023). Penelitian kedua berjudul “ Analisis Pemanfaatan Koleksi Referensi di Perpustakaan IAIN Salatiga dalam Menunjang Penulisan Skripsi Mahasiswa IAIN Salatiga”. Disusun oleh Arianti Natalia Lumamuly dan Yuniwati. Pada penelitian ini jumlah koleksi referensi yang cukup banyak serta banyaknya jumlah pengunjung ruang referensi maka penelitian ini membahas manfaat yang didapat pemustaka dari koleksi referensi yang ada di perpustakaan IAIN Salatiga (Lumamuly, n.d.). Kemudidan penelitian ketiga yang disusun oleh Ikhwan Arif dengan judul “Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Untuk Karyaakhir Mahasiswa: Kajian Analisis Sitasi”. Dalam penelitian ketiga ini membahas tentang bagaimana penggunaan koleksi Perpustakaan Fakultas Hukum UGM sebagai sumber referensi dalam karya akhir mahasiswa (Arif, 2017). Berdasarkan tiga penelitian terdahulu serupa yang telah disebut sebelumnya maka, pada penelitian ini akan membahas pemanfaatan koleksi yang ada di Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa terkhususnya bidang ilmu yang serumpun dengan program studi yang ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu.

Method

Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan informasi dalam bentuk tertulis atau lisan, lisan atau tertulis, dari kata-kata individu yang dapat dipahami. Penelitian deskriptif digunakan untuk memahami fenomena yang berkaitan dengan arti tertentu, perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, mencirikan secara tepat setiap aktivitas, orang, benda, dan prosedur (Sulistyo-Basuki, 2006). Penelitian ini berfokus pada tiga indikator utama untuk melihat bagaimana pemanfaatan koleksi perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi referensi pemustaka. Indikator pertama yaitu koleksi perpustakaan yang meliputi ketersediaan koleksi dan kesesuaian koleksi terhadap kebutuhan pemustaka. Selanjutnya indikator kedua tata ruang perpustakaan yang meliputi kondisi fisik, kenyamanan, serta fasilitas yang tersedia. Kemudian indikator ketiga yaitu layanan perpustakaan Handoko (2003:28). Lokasi penelitian dilakukan di Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu, Jl. WR. Supratman, Kandang Limun, Muara Bangkahulu,Bengkulu, Indonesia. Sumber data juga disebutkan dalam penelitian ini, meliputi sumber data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari orang atau dikumpulkan oleh peneliti melalui percakapan atau wawancara Sumadi (2011). Sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang relevan dengan penelitian yang dilakukan berupa buku, artikel, dan lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara kepada para pemustaka Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu yang berjumlah 4 orang informan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pertama Reduksi Data. Reduksi data dapat dipahami sebagai meringkas, memilih hal-hal penting, berkonsentrasi pada hal yang penting, dan mencari pola dan tema (Sugiyono, 2012). Dalam hal ini peneliti mereduksi data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan informan mengenai minat mereka dalam berkunjung dan memanfaatkan semua layanan yang disediakan dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka. Data yang diperoleh masih bersifat data sementara yang belum diolah. Oleh karena itu, reduksi data harus dilakukan untuk mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan penelitian. Selanjutnya Penyajian Data, Penyajian data meliputi penyusunan dan mengorganisasikan data lapangan secara sistematis agar mudah untuk dipahami. Kemudian tahap terakhir adalah Menarik Kesimpulan, Proses analisis data terakhir dengan merangkum hasil data yang telah diperoleh sehingga dapat ditarik kesimpulannya.

Result & Discussion

Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu merupakan perpustakaan khusus yang dinaungi instansi induknya. Perpustakaan khusus merupakan perpustakaan yang dibentuk atau didirikan oleh lembaga baik pemerintah maupun swasta dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan lingkungannya dalam mendukung visi misi maupun fungsi lembaga yang bersangkutan (Sutjipto, 2004). Penggunaan sumber daya sangat erat kaitannya dengan kegiatan perkuliahan. Faktor internal dan eksternal mempengaruhi bagaimana bahan perpustakaan digunakan (Handoko 2003). Faktor internal tersebut antara lain Kebutuhan, yang dimaksud di sini adalah kebutuhan akan ilmu. Motif seseorang adalah segala alasan, dorongan, atau kekuatan pendorong yang mendorongnya melakukan suatu tindakan. Serta Minat adalah kecenderungan yang kuat terhadap sesuatu. Sedangkan faktor eksternal yaitu Keseluruhan koleksi, Keterampilan pustakawan dalam melayani pengguna dan terbatasnya sumber daya yang tersedia. Ada beberapa cara dalam memanfaatkan perpustakaan koleksi seperti: 1. Membaca adalah tindakan membaca dengan penuh perhatian sesuatu yang tertulis dan memastikan Anda memahaminya (baik dengan suara keras atau dalam hati). 2. Mencatat, yaitu tindakan mencatat atau menggandakan teks yang telah dibaca atau ditulis pada buku atau media lain. 3. Peminjaman adalah perbuatan menggunakan barang milik orang lain (dalam hal ini koleksi perpustakaan) untuk jangka waktu singkat dan mengembalikannya apabila waktu yang telah ditentukan telah habis (Wahyuntini & Endarti, 2021). Salah satu strategi untuk memperkuat koleksi adalah dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di perpustakaan perguruan tinggi. Sumber daya yang tersedia di perpustakaan saat ini didasarkan pada kebutuhan perpustakaan dalam hal mencari dan menyediakan informasi yang dibutuhkan melalui membaca, meminjam, serta mengembangkan dan menyebarkan isinya kepada para pembacanya. Dari sudut pandang pengguna, faktor internal dan eksternal mempunyai dampak terhadap bagaimana koleksi perpustakaan digunakan. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri pengguna dan misalnya memotivasi mereka untuk menggunakan koleksi yang ditawarkan atau mencari informasi yang mereka butuhkan di perpustakaan. Sebaliknya, faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar pengguna dan berdampak pada seberapa baik pengguna menggunakan koleksi yang tersedia atau seberapa lengkap koleksinya, serta kemampuan pustakawan dalam mendampingi pengguna dan aksesibilitas alat pencarian informasi. Dalam hal memenuhi permintaan pemustaka, semakin sering perpustakaan dikunjungi oleh pemustaka tersebut karena mereka yakin perpustakaan memiliki informasi yang mereka butuhkan. Tabel 1. Profil Informan Partisipan penelitian yang bersedia berbagi informasi tentang isu atau fenomena yang diteliti dikenal sebagai informan. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah informan, yang memberikan informasi melalui interaksi langsung dengan partisipan yang bersedia. Dalam penelitian kualitatif, partisipan yang menjadi informan dapat dianggap sebagai subjek penelitian yang secara aktif memberikan kontribusi dalam pengembangan teori dan memfasilitasi proses pengumpulan data (Bloom & Reenen, 2019). Pada penelitian ini menggunakan lima informan yang terdiri dari empat informan mahasiswa dan satu informan pustakawan. Pemilihan empat informan mahasiswa berdasarkan data kunjungan yang merupakan pemustaka aktif Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang menjadi informan utama dalam penelitian untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian. Sedangkan informan pustakawan merupakan informan pendukung dalam pengumpulan data terkait Ruang Baca yang dibutuhkan dalam penelitian. Tujuan Pemustaka Berkunjung Ke Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Secara keseluruhan dapat diketahui bahwa minat kunjung ke perpustakaan adalah keinginan pemustaka atau pengguna perpustakaan untuk berkunjung ke perpustakaan untuk mencari kebutuhan informasi dan memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan. Motivasi dapat timbul secara sadar maupun tidak sadar, dan pasti melekat pada diri setiap orang termasuk motivasi untuk mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkan koleksi dan fasilitas perpustakaan. Perpustakaan didirikan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan juga sebagai tempat rekreasi yang edukatif bagi masyarakat. Penyediaan fasilitas perpustakaan yang lengkap dan nyaman akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pemustaka. Munculnya motivasi pemustaka untuk melakukan aktivitas di perpustakaan seperti pemanfaatan koleksi, layanan, dan fasilitas perpustakaan didorong oleh berbagai alasan. Setiap pengunjung perpustakaan memiliki motivasi yang berbeda untuk datang ke perpustakaan. Tidak diragukan lagi bahwa pengunjung perpustakaan memiliki tujuan masing-masing (Riskiana, 2017). Pada umumnya, orang mengunjungi perpustakaan untuk menyelesaikan tugas dan melihat materi yang menarik, tetapi sebenarnya ada tujuan yang lebih terfokus dan spesifik seperti pengunjung mengunjungi perpustakaan untuk menggunakan materi yang mereka sukai, termasuk buku, koran, buku komik, dan materi lainnya. Berkunjung untuk mempelajari sesuatu yang baru (ilmu pengetahuan). Berkunjung Untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas. Dalam artian seseorang mengunjungi perpustakaan untuk memanfaatkan sumber-sumbernya dan membaca koleksi yang ada untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaannya. Berdasarkan statistik kunjungan pada buku catatan pengunjung, rata-rata kunjungan pemustaka ke Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP sebanyak 65 pemustaka setiap harinya, jumlah tersebut tidak tercakup dengan pemustaka yang berkunjung namun tidak mengisi buku kunjungan. Secara garis besar, tujuan pemustaka berkunjung ke Ruang Baca (Perpustakaan) adalah untuk mencari referensi skripsi untuk memenuhi kebutuhan akan informasi penulisan tugas akhir mahasiswa. Pernyataan tersebut diperoleh dari hasil wawancara kepada empat orang informan pada item pertanyaan pertama yaitu (Deskripsikan secara garis besar apa tujuan anda berkunjung ke Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP). Dari hasil wawancara tersebut, diperoleh tanggapan yang sama dari keempat informan yaitu minat kunjung mereka adalah untuk menemukan atau mencari rujukan skripsi yang sesuai dengan karya tulis yang sedang mereka kerjakan sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana sesuai dengan kebijakan masing-masing program studi. Jenis-jenis dan Koleksi Perpustakaan Koleksi perpustakaan merupakan salah satu faktor utama dalam mendirikan peprustakaan. Dengan pradigma baru kualitas perpustakaan dapat dilihat dengan kriteria penilaian pemustaka terhadap koleksi perpustakaan. Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu memiliki jenis koleksi tercetak seperti Buku Teks dengan 1.028 judul dan 2.272 eksemplar, Buku Referensi sebanyak 3 judul dan 7 eksemplar, Buku Pendukung 8 judul dan 20 eksemplar, Skripsi yang memuat enam program studi sebanyak 2.515 judul dan 2.515 eksemplar, Thesis dari tiga program studi sebanyak 457 judul dan eksemplar, Majalah sebanyak 17 judul dan 25 eksemplar, kemudian Jurnal Terakreditasi sebanyak 43 judul dan 47 eksemplar serta koleksi lain-lain sebanyk 20 eksemplar dengan satu judul koleksi. Sehingga diketahui bahwa seluruh koleksi yang tersedia di Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP sebanyak 4.089 judul dan 5.389 eksemplar. Koleksi perpustakaan adalah berbagai jenis bahan perpustakaan tercetak dan non cetak yang sesuai dengan kebutuhan sivitas akademik dan dapat digunakan oleh para pemustaka baik berupa buku, hasil penelitian, laporan, skripsi, koran, majalah, jurnal, CD-ROM, kaset dan lain-lain. Dalam penelitian ini, koleksi perpustakaan meliputi ketersediaan koleksi dan kesesuaian koleksi terhadap kebutuhan pemustaka. Hasil wawancara kepada empat orang informan maka diketahui bahwa ketersediaan koleksi yang ada di Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP cukup memadai sebagai referensi penujang dalam proses belajar mengajar maupun acuan dalam menulis karya ilmiah. Namun, ada beberapa koleksi yang dikatakan kurang memadai seperti buku-buku tentang penelitian maupun buku-buku yang terkait dengan mata kuliah program studi tertentu. Keterbatasan koleksi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pendanaan maupun kapasitas daya tampung ruangannya seperti lokasi perpustakaan yang sangat terbatas sehingga koleksi perpustakaan menyesuaikan dengan kapasitas ruangan. Dari segi kesesuaian koleksi terhadap kebutuhan pemustaka yang diperoleh dari hasil wawancara pada butir pertanyaan nomor dua dan tiga (Apakah koleksi buku, referensi dan lainnya yang ada di Ruang Baca FISIP cukup memadai. Kemudian apakah koleksi tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan pemustaka). Diketahui bahwa semua koleksi yang disediakan sudah sesuai dengan kebutuhan pemustaka terkhususnya mahasiswa FISIP. Koleksi-koleksi tersebut menyediakan informasi seputar ilmu-ilmu sosial, sehingga mahasiswa FISIP dalam menggunakan koleksi tersebut untuk menambah wawasan atau sekedar membaca untuk memanfaatkan waktu luang. Jenis Layanan Perpustakaan Tujuan perpustakaan adalah menyediakan bahan pustaka yang telah diolah kepada para pembaca. Menghubungkan pembaca dengan bahan pustaka yang mereka minati adalah tujuan dari layanan perpustakaan. Layanan sirkulasi, layanan penggunaan, layanan penelusuran literatur, layanan audio visual, penyediaan bahan pustaka, dan layanan lainnya merupakan contoh jenis layanan perpustakaan. Ada beberapa komponen penting yang harus ada dalam organisasi kegiatan layanan perpustakaan seperti, memenuhi kebutuhan pengguna, dan fasilitas layanan perpustakaan serta bahan pustaka yang tersedia untuk digunakan. Jika perpustakaan ingin menyelenggarakan layanan perpustakaan, maka perpustakaan harus memprioritaskan faktor-faktor ini. Pengguna perpustakaan harus memiliki akses ke fasilitas seperti ruang baca, ruang koleksi, dan ruang penelusuran. Bahan perpustakaan harus dapat diakses oleh pemustaka. Berbagai jenis bahan pustaka yang berbeda sesuai dengan pemustaka yang dituju oleh pengguna yang mencari informasi, serta staf perpustakaan yang siap membantu pengguna menemukan informasi (Rahayu, 2020). Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik merupakan perpustakaan khusus, perpustakaan ini diperuntukkan bagi mahasiswa FISIP. Perpustakaan ini belum menggunakan sistem automasi perpustakaan, perpustakaan ini masih menerapkan sistem manual sehingga pengunjung yang datang harus mengisi buku pengunjung yang telah disediakan. Adapun layanannya yaitu, layanan Sirkulasi dan layanan referensi. Layanan sirkulasi adalah proses pencatatan koleksi perpustakaan dan pemanfaatan perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan pengguna. Layanan sirkulasi merupakan layanan peminjaman dan pengembalian buku. Layanan referensi adalah layanan untuk menelusuri informasi untuk di baca di tempat maupun fotocopy. Layanan referensi biasanya digunakan sebagai sumber rujukan koleksi referensi berupa surat kabar atau Koran dan karya ilmiah atau skripsi. Tata Ruang Perpustakaan Tata ruang perpustakaan merupakan segala sesuatu yang berada dalam ruangan yang telah diatur sedemikian rupa sebagai wadah dalam suatu kegiatan perpustakaan, sehingga menciptakan kepuasan bagi para pustakawan maupun pemustaka. Tata ruang perpustakaan ini mencakup kondisi fisik, kenyamanan, serta fasilitas yang tersedia. Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh dari item pertanyaan nomor 4,5 dan 6 mengenai (Deskripsi kondisi fisik atau tata ruang Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP, Kenyamanan serta Apakah fasilitas yang tersedia cukup memadai atau belum). Diketahui bahwa dari ketiga faktor tersebut kondisi fisik Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP cukup baik, bersih dan rapi sehingga mempermudah para pemustaka dalam menelusur informasi yang mereka inginkan. Namun sayangnya Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP kurang luas untuk menampung banyak mahasiswa sekaligus. Dilihat dari sisi kenyamanan dan ketersediaan fasilitas, diketahui bahwa hampir seluruh pemustaka atau mahasiswa yang pernah berkunjung ke Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP merasa nyaman saat berada dalam ruangan tersebut. Faktornya antara lain, Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP sangat sejuk dan koleksi yang tertata rapi sehingga pemustaka merasa nyaman dalam mengerjakan tugas maupun membaca di Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP. Jam Operasional Jam operasional atau jam layanan perpustakaan merupakan waktu kerja yang telah ditetapkan oleh suatu perpustakaan. Jam layanan Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP antara lain, yakni pada hari Senin–Kamis : pukul 08:00–16:00 WIB, sedangkan pada hari Jum’at : pukul 08:00–16:30 WIB. Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh dari item pertanyaan nomor tujuh yakni persepsi pemustaka mengenai jam operasioal perpustakaan, diketahui bahwa jam operasional Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP mendapatkan tanggapan yang berbeda dari keempat responden. Responden 1, 2 dan 4 menagnggapi bahwa jam operasional Ruang Baca sudah cukup memadai bagi mereka dalam mengakses perpustakaan tersebut. Namun beda halnya dengan responden ketiga yang menganggapi bahwa jam operasional Ruang Baca dirasa kurang cukup untuk pemenuhan kebutuhan informasinya. Diketahui bahwa jam operasional tersebut terkadang tidak sesuai dengan jam operasional yang telah ditetapkan. Kelebihan dan Kekurangan Pada item pertanyaan terakhir mengenai persepsi pemustaka terhadap kelebihan dan kekurangan Ruang Baca (Perpustakaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik diketahui terdapat perbedaan tanggapan dari keempat responden. Responden pertama dan ketiga menaggapi bahwa Ruang Baca memiliki keunggulan dengan suasana ruangan yang sejuk, koleksi yang tertata rapi dan bersih sehingga pemustaka merasa nyaman saat berada di dalam ruangan tersebut. Namun jam operasional dirasa kurang cukup dan perlu memberlakukan jam operasional yang sesuai dengan ketetapan yang berlaku secara umum. Kemudian responden kedua dan keempat menaggapi hal yang sama mengenai keunggulannya. Berbeda dengan kekurangan Ruang Baca yakni, Ruang Baca tersebut masih memiliki keterbatasan koleksi-koleksi tertentu sehingga pemustaka tidak menemukan informasi yang mereka cari atau yang mereka inginkan di Ruang Baca tersebut. Serta ketersediaan ruangan tersebut terbilang kurang luas sehingga hanya dapat menampung lebih kurang 15 pemustaka jika pemustaka tersebut menggunakan fasilitas baca di tempat. Namun jika pemustaka hanya mengunjungi atau sekedar meminjam maupun mengembalikan koleksi bahan pustaka, Ruang Baca tersebut dapat menampung lebih banyak pemustaka.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data di atas diketahui bahwa indikator ketersediaan koleksi, kesesuaian koleksi terhadap kebutuhan pemustaka, tata ruang perpustakaan yang meliputi kondisi fisik, kenyamanan, serta fasilitas yang tersedia dan layanan perpustakaan dikatakan cukup baik dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pemustaka. Tata ruang yang sedemikian rupa serta fasilitas yang ada memberikan kenyamanan bagi pemustaka untuk terus berkunjung ke Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP. Namun disisi lain, Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP memiliki keterbatasan dari segi ukuran ruangan dan ada beberapa koleksi yang kurang memadai terutama koleksi yang terkait dengan bidang Ilmu tertentu. Keterbatasan lainnya yaitu ruangan yang kurang luas untuk sebuah perpustakaan, sedangkan pengujung atau pemustaka cukup banyak peminatnya yang ingin memanfaatkan Ruang Baca (Perpustakaan) FISIP tersebut.