Kembali
16
1
2023 Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 3 · 3 ISSN 2775-8761

PENGARUH PEMANFAATAN APLIKASI WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG MEKANISME PEMBELAJARAN TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA (Studi Pada Mahasiswa Prodi Perpustakaan Dan Ilmu Informasi Angkatan 2019-2021)

Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo

Abstrak

Pengaruh Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran Terhadap Kepuasan Mahasiswa (Studi Pada Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019-2021). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi angkatan tahun 2019, 2020 dan 2021 berjumlah 286 orang dengan jumlah sampel sebanyak 167 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah menggunakan Metode stratifed random sampling. Analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dengan bantuan software SPSS Versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitan ini adalah nilai signifikasi Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran pada Tabel coefficiens sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa Prodi Perpusatakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019, 2020 dan 2021 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo. Fitur-fitur WhatsApp yang dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung mekanisme pembelajaran antara lain Chat Group, foto, video, pesan suara, dan dokumen dimana fitur yang ada ini mampu memberikan kepuasan tersediri bagi para mahasiswa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari

Abstract

The Effect of Using the WhatsApp Application as a Media Supporting Learning Mechanism on Student Satisfaction (Study on Library and Information Science Study Program Students Batch 2019-2021). The population in this study were all Library Science Department students in 2019, 2020 and 2021, totaling 286 people with a total sample of 167 people. The sampling technique used is stratified random sampling method. The data analysis used is product moment correlation with the help of SPSS Version 22 software. The results of this research show that the significance value of the use of Whatsapp as a Learning Mechanism Supporting Media in the table is a coefficient of 0.001 which is less than 0.05, so H0 is accepted and Ha is rejected. This means that the use of Whatsapp as a Supporting Media Learning Mechanism has an effect on student satisfaction in the Department of Library Science Batch 2019, 2020 and 2021 at the Faculty of Social and Political Sciences, Halu Oleo University. WhatsApp features that can be used as media to support learning mechanisms include group chats, photos, videos, voice messages, and documents where these features are able to provide satisfaction for students in carrying out their daily activities.
Keywords: Whatsapp · Student Satisfaction

Introduction

Teknologi saat ini semakin banyak digunakan baik didalam maupun diluar kelas. Jadi sangat penting untuk menerima teknologi baru dan menerapkan manfaatnya dalam sistem pendidikan. Dalam prakteknya, lembaga pendidikan masih mengandalkan manfaatnya dalam sistem manajemen pembelajaran tradisional yang tidak sepenuhnya memanfaatkan potensi media sosial untuk memungkinkan partisipasi dalam jaringan pembelajaran global, kalaborasi dan jaringan sosial. Semantara itu, teknologi partisipasi Web 2.0 telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari mahasiswa, bahkan sangat sedikit pelajar yang memberikan perhatian penuh terhadap teknologi ini untuk mendukung proses belajar mereka. Pelajar dan pengajar saat ini hidup di dunia Facebook, Twitter, Wikipedia, YouTube dan WhatsApp. Banyak aplikasi jejaringan sosial dan media sosial lainya yang merupakan bagian dari apa yang disebut WebSosial. Hal ini ditandai dengan gagasan interaksi sosial, bebagi konten, dan kecerdasan kolektif. Selain itu, mahasiswa saat ini telah menghabiskan sebagian besar waktu mereka di koputer, bermain game, pemutar musik digital, kamera video, ponsel, serta Web itu sendiri. Karena terbiasa dengan keterlibatan yang terus menerus dan melakukan banyak tugas dalam kegiatan sehari-hari mereka, siswa memerlukan tingkat sosial dan keaktifan belajar yang tinggi dalam pembelajaran. Sedangkan pendengkatan pengajaran tradisional fokus pada konten pasif, oleh sebab itu, tidak lagi berlaku dan harus diganti, atau setidaknya dilengkapi, dengan proses pembelajaran yang sangat interaktif. Teori connectivism mengakui bahwa sifat digital dan jaringan dari kehidupan kita seharihari membutuhkan pembelajaran yang terjadi melalui interalsi dengan berbagai sumber pengetahuan dan partisipasi dalam komunitas yang memiliki kepentigan bersama, jejaringan sosial, dan tugas kelompok. Teori pembelajaaran ini juga menekankan peran penting yang dimainkan teknologi dalam proses pemebelajaran dan hubungan induvidu dengan teknologi. Selain itu, penggunaan media sosial seperti WhatsApp dalam pendidikan memberikan siswa/mahasiswa kemampuan untuk mendapatkan informasi yang lebih bermanfaat, saling terhubung dengan kelompok belajar dan sistem pendidikan lainya yang membuat proses pembelajaran lebih menarik nyaman. Selain itu aplikasi WhatsApp memiliki banyak fitur obrolan, salah satunya adalah obrolan grup atau group chat. Fitur tersebut memungkan banyak pengguna WhatsApp mengobrol dalam sebuah ruang obrolan yang biasa disebut sebagi grup, dengan jumlah maksimal anggota sebanyak 250 pengguna. Obrolan grup dalam layanan WhatsApp dapat dibuat tanpa syarat, dan pembuat grup dapat menambahkan anggota hingga mencapai batas maksimal. Bertolak dari fakta-fakta tersebut, lewat penelitian ini penulis berupaya memanfaatkan fasilitas yang disediakan layanan pesan instan WhatsApp untuk digunakan sebagai salah satu alat pendukung mekanisme pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa. Dosen dapat menyampaikan materi-materi yang telah teringkas dalam bentuk slide menggunakan fitur-fitur pengiriman lampiran pada obrolan. Aplikasi WhatsApp sendiri dipilih dengan pertimbagan bahwa layanan ini memiliki paling banyak pengguna dibandingkan dengan layanan lain yang sejenis. Hasil survei peneliti juga menunjukkan bahwa WhatsApp merupakan aplikasi yang banyak digunakan oleh mahasiswa. Pengguna layanan pesan instan WhatsApp sebagai media pendukung pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Perkembangan zaman telah mempegaruhi berbagai sendi kehidupan. Pengaruh perubahan zaman tersebut juga tidak dapat dihindari pada aplikasi WhatsApp sebagai media pendukung pembelajaran penggunaan media sosial yang sesuai harus dapat dimanfaatkan dengan optimal. Selain itu, komunikasi dan interaksi dalam media sosial yang sesuai juga harus diperhatikan. Karena terkadang media sosial selain memberikan manfaat juga tidak jarang menimbulkan dampak negatif bagi pengguna yang kurang bijaksana. Sebagai pendidik masa depan, sudah sepatutnya seorang pendidik mampu memanfaatkan segala yang tersedia dan berusaha mengubah potensi negatif menjadi bermanfaat. Potensi inilah yang dapat ditemukan dalam media sosial yang sudah menjamur bahkan memengaruhi pola pikir masyarakat. Salah satu contoh media sosial yang sudah cukup manjur bahkan hampir semua masyarakat telah menggunakan ya adalah aplikasi WhatsApp. Aplikasi yang jumlah penggunanya sudah bertambah banyak dari segala tingkat sosial. Penggunaan WhatsApp sudah menjamur dengan menduduki peringkat teratas. Bertambahnya jumlah pengguna ini tidak lepas dari mudahnya mengunduh aplikasi dari Google Store maupun semakin banyaknya pengguna smartphone terutama yang berjenis android. Manusia semakin mudah brinteraksi untuk mengirimkan pesan, berdiskusi, hingga membentuk grup tertentu untuk tujuan tertentu. Hal ini juga tidak lepas dari kecilnya usaha komersialisasi dari WhatsApp yang meniadakan iklan pada aplikasinya. Semakain bertambahnya pengguna inilah yang mendorong Facebook mengakuisisi perusahan tersebut pada tahun 2014. Pentingnya pemanfaatan WhatsApp dalam perkuliahan inilah yang mendorong perlunya penelitian dalam pengaplikasian sosial media terutama WhatsApp untuk meningkatkan keprofesinalan pendidik masa depan. Penelitian ini berusaha memberikan gambaran awal pengaplikasian WhatsApp dalam perkuliahan. Tulisan ini akan memberikan gambaran pentingnya interaksi dan peningkatan kualitas komunikasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan. Gambaran ini yang selanjutnya menjadi pemicu bagi meningkatnya profesinalitas pendidik masa depan dalam melayani dan mendorong mahasiswa untuk belajar lebih aktif. Sesuai dengan uraian diatas, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Pemanfaatan Aplikasi Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran Terhadap Kepuasan Mahasiswa (Studi Pada Mahasiswa Prodi Perpustakaan Dan Ilmu Informasi Angkatan 2019-2021)”.

Method

Lokasi penelitian ini berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo tepatnya di Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019-2021. populasi adalah keseluruhan mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019-2021 Universitas Halu Oleo Kendari. sampel dalam penelitian ini sebanyak 167 orang responden mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019-2021. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling. Teknik penelitian ini dilakukan dengan kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi danb uji korelasi.

Result

1. Uji Validitas Pemanfaatan WhatsApp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran Hasil Uji validitas variabel Pemenfaatan WhatsApp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran (X) dapat dilihat pada tabel 1 berikut: Tabel 1 Validitas Pemanfaatan WhatsApp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran (X) Variabel Pernyataan Corrected ItemTotal Correlation r-tabel Ket Pemanfaatan WhatsApp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran P1 0,450 0,127 Valid P2 0,349 0,127 Valid P3 0,386 0,127 Valid P4 0,329 0,127 Valid P5 0,478 0,127 Valid P6 0,356 0,127 Valid P7 0,323 0,127 Valid P8 0,434 0,127 Valid P9 0,543 0,127 Valid P10 0,519 0,127 Valid P11 0,464 0,127 Valid P12 0,467 0,127 Valid P13 0,444 0,127 Valid P14 0,489 0,127 Valid P15 0,342 0,127 Valid Berdasarkan Tabel diatas dapat dikatakan bahwa seluruh kuesioner mengenai variabel X (Validitas Pemanfaatan WhatsApp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran) dapat dikatakan valid karena nilai dari r-hitung dari setiap item pernyataan lebih besar dibandingkan nilai r-tabel. Kepuasan Mahasiswa (Y) Hasil uji validitas variabel kepuasan mahasiswa (Y) dapat dilihat pada tabel 2 berikut: Tabel 2. Validitas Kepuasan Mahasiswa (Y) Variabel Pernyataan Corrected ItemTotal Correlation r-tabel Ket Kepuasan Mahasiswa P1 0,452 0,127 Valid P2 0,523 0,127 Valid P3 0,448 0,127 Valid P4 0,498 0,127 Valid Berdasarkan Tabel diatas dapat dikatakan bahwa seluruh kuesioner mengenai variabel Y (kepuasan mahasiswa) dapat dikatakan valid karena nilai dari r-hitung dari setiap item pernyataan lebih besar dibandingkan nilai r-tabel. 2. Uji Reliabilitas Tabel 3 Uji Reliabilitas Variabel (X) Pemanfaatan WhatsApp Sebagai Media Pendukung Makanisme Pembelajaran Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .624 .619 15 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai koefisien reliabilitas pada variabel X adalah 0,624 dimana nilai melebihi dari Cronbach Alpha yaitu 0,6. Hal ini menunjukan bahwa semua pernyataan dalam penelitan ini dapat dikatakan reliabel. Tabel 4. Uji Reabilitas Variabel (Y) Kepuasan Mahasiswa Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .696 .696 4 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai koefisien reliabilitas pada variabel Y adalah 0,696 dimana nilai melebihi dari Cronbach Alpha yaitu 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa semua pernyataan dalam penelitan ini dapat dikatakan reliable. 3. Analisis Regresi Linear Analisis regresi linear digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh antara variabel Pemanfaatan WhatsApp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran dan kepuasan mahasiswa. Dengan menggunakan nilai probalitas 0,05, hasil uji regresi dapat dilihat pada tabel berikut menggunakan SPSS 22. Table 5 Hasil pengolahan IBM SPSS V.22 (R square) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .650a .063 .057 1.885 a. Predictors: (Constant), PEMANFAATAN WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG MEKANISME PEMBELAJARAN b. Dependent Variable: KEPUASAN MAHASISWA Sumber : Data primer, diolah 2022 Dari hasil uji regresi terdapat nilai R square sebesar 0,063 yang berarti variabel pemanfaatan aplikasi wahtsapp sebagai media pendukung mekanisme pembelajaran mempengaruhi kepuasan mahasiswa sebesar 6,3% dan sisanya 93,7% dipengarui oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Tabel 5 Hasil pengolahan IBM SPSS V.22 (ANOVA) ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 39.219 1 39.219 11.033 .001b Residual 586.553 165 3.555 Total 625.772 166 a. Dependent Variable: KEPUASAN MAHASISWA b. Predictors: (Constant), PEMANFAATAN WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG MEKANISME PEMBELAJARAN Sumber : Data primer,duolah 2022 Dari tabel diatas dapat disimpulakan bahwa pemanfaatan aplikasi whatsapp sebagai media pendukung mekamisme pembelajaran memiliki pengaruh terhadan kepuasan mahasiswa karena memiliki nilai signifikasi sebesar 0,001 < 0,05 (nilai probalitas). Tabel 6 Hasil pengolahan IBM SPSS V.22 (Coefficientsi) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 9.133 2.457 3.717 .000 Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran .125 .038 .250 3.322 .001 a. Dependent Variable: Kepuasan Mahasiswa Sumber : Data Primer Diolah, 2022 Berdasarkan table diatas: a. Konstanta a = 9.133 dan koefisien b= 0,125 sehingga persamaan regresi sederhana menjadi Y= 9.133 + 0,125x konstanta a sebesar 9.133 menyatakan bahwa jika tidak ada skor Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran (X = 0), maka skor kepuasan mahasiswa sebesar 9.133. b. Koefisien regresi untuk X sebesar 9.133 menyatakan bahwa setiap penambahan satu satuan X variabel Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran akan meningkatkan kepuasan mahasiswa sebesar 9.133. Koefisien bernilai positif bearati terjadi hubungan positif antara Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran dengan kepuasan mahasiswa. Semakin tinggi Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran maka akan semakin meningkatnya kepuasan mahasiswa Perpustakaan. 4. Uji Korelasi Product Moment Uji ini digunakan untuk mengetahui persentasi sumbangan variabel pengaruh Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran terhadap kepuasan mahasiswa. Uji ini dilakukan dengan bantuan SPSS Versi 22 yang hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut: Table 7 Uji Korelasi Product Moment Correlations Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran Kepuasan Mahasiswa Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran Pearson Correlation 1 .650** Sig. (2-tailed) .001 N 167 167 Kepuasan Mahasiswa Pearson Correlation .650** 1 Sig. (2-tailed) .001 N 167 167 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Sumber : Data Primer Diolah, 2022 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa besarnya nilai korelasi atau Pearson Correlaction (R) yaitu sebesar 0,650. besarnya nilai Pearson Correlaction adalah 0,650 mengandung pengertian bahwa variabel Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran berpengaruh sebesar 65% terhadap kepuasan mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019, 2020 dan 2021 sedangkan sisanya sebesar 35% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti didalam penelitian ini. Pada tabel correlation, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,650 dengan signifikasi sebesar 0,001. Berdasarkan data tersebut, maka dapat dilakukan pengujian hipotesis dengan membandingkan taraf signifikasi (p-value) dengan galatnya. a. Jika signifikasi > 0,05 maka H0 ditolak b. Jika signifikasi < 0,05 maka Ha diterima 5. Uji Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh variabel X (Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran) terhadap kepuasan Mahasiswa (Y). Hasil Uji hipotesis dapat dilihat pada table berikut: Tabel 8 Uji Hipotesis ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 39.219 1 39.219 11.03 3 .001b Residual 586.553 165 3.555 Total 625.772 166 a. Dependent Variable: Kepuasan Mahasiswa b. Predictors: (Constant), Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran Sumber: Data Primer Diolah, 2022 Berdasarkan hasil tabel data diatas diketahui bahwa nilai signifikansi (sig) variabel kepuasan mahasiswa adalah 0,001. Karena nilai sig 0,001 < nilai probabilitas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran berpengaruh terhadap Kepuasan Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019, 2020 dan 2021. Dengan demikian hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah Ha yang menyatakan bahwa Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran berpengaruh Kepuasan Mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019, 2020 dan 2021

Discussion

Media sosial merupakan salah satu media dimana para penggunanya dapat mencari informasi, saling berkomunikasi dan menjalin pertemanan secara online. Seperti diketahui ragam media social, yakni adalah facebook, twitter, line, bbm, whatsApp, instagram, path, linkedin, snapchat dan beberapa media sosial yang lain. Penggunaan whatsApp sebagai media online dalam dunia pendidikan semakin tahun semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan dosen dan mahasiswa untuk saling berinteraksi dengan seseorang atau sekelompok orang yang berjarak secara fisik. WhatsApp tersedia pada smartphone yang digunakan sebagai media komunikasi. Adapun, aplikasi whatsapp dapat diunduh secara gratis melalui playstore. Menggunakan whatsApp yang sudah terhubung dengan koneksi internet, maka mahasiswa dengan mudah berkomunikasi nonstop yang memungkinkan untuk saling berkirim pesan teks, gambar hingga video. Walaupun merupakan aplikasi pesan instan, ada yang unik dari whatsApp yaitu sistem pengenalan kontak, verifikasi dan pengiriman pesan tetap dilakukan melalui nomor ponsel yang sudah terlebih dahulu didaftarkan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai signifikasi Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran pada Tabel coefficiens sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019, 2020 dan 2021 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo. Para Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019, 2020 dan 2021 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo maupun para dosen telah mengetahui tentang penggunaan media sosial WhatsApp melalui berbagai macam fitur yang tersedia. Fasilitas yang mendukung penggunaan aplikasi WhatsApp seperti smartphone juga sudah dimilliki oleh seluruh mahasiswa dan dosen Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi. Pihak fakultas pun menyediakan fasilitas wifi bagi mahasiswa dan dosen namun hanya dapat mengakses internet secara gratis pada beberapa tempat seperti ruang dosen ataupun ruang dekanat. Fitur-fitur WhatsApp yang dimanfaatkan dalam pendidikan di Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi antara lain Chat Group, foto, video, pesan suara, dan dokumen. Fitur Chat Group dimanfaatkan oleh pihak jurusan untuk menyebarkan informasi kepada dosen dan staf tata usaha. Sedangkan, pemanfaatan fitur Chat Group oleh mahasiswa dilakukan untuk membagikan informasi tentang materi pembelajaran, menyebarkan informasi pengumuman, dan berdiskusi. Tidak hanya pihak jurusan dan mahasiswa, para dosen juga membuat grup khusus dengan sesama dosen dan juga antara dosen dengan mahasiswa. grup sesama dosen dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi penting yang berkaitan dengan kegiatan dikampus. Beberapa dosen juga memiliki grup khusus dengan mahasiswa yang biasanya dimanfaatkan untuk membagikan bahan ajar dalam bentuk foto, video, suara, hingga dokumen. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa WhatsApp memberikan kemudahan bagi mahasiswa dan dosen dalam bertukar informasi sehingga hal ini menimulkan kepuasan tersendiri bagi para mahasiswa ketika akan memperoleh ataupun meminta suatu informasi terkait dengan aktivitas kegiatan di kampus. Fitur-fitur WhatsApp yang memberikan kemudahan penggunanya dalam menerima informasi secara cepat sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hendro Kusumo Eko Prasetyo Moro (2016) tentang Pengaruh Penggunaan WhatsApps Messenger yang menunjukkan bahwa WhatsApp membuat pertukaran informasi menjadi cepat dan mudah. Hasil penelitian tersebut juga sesuai dengan Teori Uses and Gratification (Manfaat dan Kepuasan). Dalam teori Uses and Gratification menekankan bahwa manusia mempunyai kewenagan untuk memperlakukan media dan berharap memperoleh manfaat dari media itu sendiri. Inti teori Uses and Gratification adalah pengguna pada dasarnya menggunakan media massa berdasarkan motif-motif tertentu. Media dianggap berusaha memenuhi motif pengguna. Jika motif ini terpenuhi maka kebutuhan pengguna terpenuhi. Menurut pendapat teori ini, konsumen media mempunyai kebebasan untuk memutuskan media dan bagaoimana media itu akan berdampak pada dirinya. Para mahasiswa biasanya memanfaatkan media sosial WhatsApp yang dimiliki untuk berkomunikasi dengan teman-teman, keluarga dan juga dosen di Kampus. Selain itu juga, WhatsApp dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi berupa pengumuman dan membagikan materi pelajaran sehingga tugas-tugas maupun kebutuhan pengguna dapat terpenuhi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ishak Abdullah dan Deni Darmawan yang menjelaskan bahwa manfaat informasi pada umumnya adalah untuk mendukung tugas-tugas dari penerima informasi. Bagi dunia pendidikan, informasi dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa diantaranya untuk memperluas pengetahuan pendidik, untuk memungkinkan terjadinya kegiatan pembelajaran yang dinamis dan fleksibel, untuk mengatasi keterbatasan pada bahan ajar dan untuk memberikan kontribusi pada pengayaan bahan ajar. Sedangkan menurut Pawit M. Yusuf, bagi dunia keluarga informasi diperlukan untuk mendukung terciptanya keluarga yang berkualitas.

Conclusion

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai signifikasi Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran pada Tabel coefficiens sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Pendukung Mekanisme Pembelajaran berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2019, 2020 dan 2021 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo. Fitur-fitur WhatsApp yang dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung mekanisme pembelajaran antara lain Chat Group, foto, video, pesan suara, dan dokumen dimana fitur yang ada ini mampe memberikan kepuasan tersediri bagi para mahasiswa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.