Kembali
16
1
2021 Jurnal Al- Ma'arif : Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol 1 · 2 ISSN 2797-9393

RANCANGAN INDEKS BERANOTASI MACAM-MACAM OBAT TRADISIONAL DI SUMPUR KUDUS, KABUPATEN SIJUNJUNG, SUMATERA BARAT

Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Abstrak

Penalitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya daftar obat tradisional di Sumpur Kudus. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menghasilkan Indeks Bernotasi Obat Tradisional di Sumpur Kudus, Kabupetan Sijunjung, Sumatera Barat untuk memudahkan pengguna dalam menelusur informasi obat tradisional Sumpur Kudus yang valid, efektif, dan praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan. Tahap metode pengembangan yaitu analisis kebutuhan, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan uji coba produk (evaluasi). Hasil uji coba keefektifan yang dilakukan pada kelompok besar mendapatkan nilai 60% responden menyatakan sangat setuju dan 40% responden menyatakan setuju dan praktis yang didapatkan pada uji coba kelompok besar dengan nilai 76,6% responden menyatakan sangat setuju dan 23,3% responden menyatakan setuju, produk ini sudah valid dibuktikan dengan nilai A. Dapat disimpulkan bahwa produk Indeks Bernotasi Obat Tradisional di Sumpur Kudus, Kabupetan Sijunjung, Sumatera Barat ini telah layak digunakan.

Abstract

This research is motivated by the absence of a list of traditional medicines in Sumpur Kudus. The purpose of this study was to design and produce a Notational Index of Traditional Medicine in Sumpur Kudus, Sijunjung Regency, West Sumatra to facilitate users in searching for valid, effective, and practical information on traditional medicine in Sumpur Kudus. The method used in this research is the development method. The stages of development methods are needs analysis, design stage, development stage, and product testing (evaluation). The results of the effectiveness trials carried out in large groups got a score of 60% of respondents stating strongly agree and 40% of respondents agreeing and practical obtained in large group trials with a value of 76.6% of respondents stating strongly agree and 23.3% of respondents agreeing , this product has been validated as evidenced by a value of A. It can be concluded that the product of the Traditional Medicine Notation Index in Sumpur Kudus, Sijunjung Regency, West Sumatra is feasible to use. Keywords: Index, Annotated, Traditional Medicine, Sumpur Kudus, Sijunjung, West Sumatra.
Keywords: Index · Annotated · Traditional Medicine · Sumpur Kudus · Sijunjung · West Sumatra

Introduction

Peraturan Menkes, Nomor 007 Tahun 2012 Pasal 1, mengatakan obat tradisional adalah ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarin (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dimasyarakat. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan Pemenkes No 007 tahun 2012 pasal 7, obat tradisional dilarang menggunakan bahan kimia hasil isolasi atau sintetik berkhasiat obat yang sering disebut dengan Bahan Kimia Obat (BKO), narkotika atau psikotropika, serta hewan atau tumbuhan yang dilindungi. Obat tradisional merupakan produk yang terbuat dari bahan alam yang jenis dan sifat kandungan sangat beragam dan secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman (Depkes, 2007). Sumpur Kudus adalah salah satu nagari yang berada di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Sumpur Kudus memiliki ragam obat tradisional misalnya, obat sakit kulit ramuannya adalah kunyit, getah pohon juar, getah pulai, soda dan minyak. Obat sakit perut ramuannya adalah daun sicerek, daun kemunting, dan air garam. Obat kelelahan ramuannya dalah jahe merah, gula merah, madu. Sumpur Kudus merupakan sesuatu hal yang unik dalam benang sejarah Minangkabau, siapapun tidak akan menyangka, nagari yang berada di tengah hutan itu menyimpan lembaranlembaran masa lalu yang dinamis, sama halnya ketika banyak orang mengidiomkan nagari Sumpur Kudus sebagai nagari yang penuh misteri dan diliputi kekuatan magis dan nagari Sumpur Kudus juga kaya akan kekayaan alam (Arsip Nagari Sumpur Kudus: 2009). Berdasarakan data yang ditemukan di web Info Publik Sijunjung (www.infopubliksijunjung.com) terlihat bahwa Sumpur Kudus salah satu nagari yang kaya akan kekayaan alam dan membuktikan bahwa ada sejarah manis yang terkandung sehingga Sumpur Kudus dijuluki Mekkah Darek (Info Publik Sijunjung: 2018). Hasil observasi yang dilakukan di Sumpur Kudus, 1 Mei 2021, ditemukan banyak masyarakat yang menggunakan obat tradisional sebagai pertolongan pertama, tetapi mereka tidak mengetahui ramuan apa yang harus digunakan untuk penyakitnya sedangkan dilingkungan sekitar mereka banyak tumbuhan obat, seperti obat luka ramuannya adalah daun sambung nyawa dan batang daun talas yang mengandung flavonoid yang bisa menyembuhkan luka. Hal tersebut diperkuat dengan hasil wawancara pertama, dengan Syafnir pembuat obat tradisional di Sumpur Kudus, 1 Mei 2021. Sekitar 70% masyarakat tidak tau cara membuat ramuan dan cara penggunaan obat tradisional tersebut. Banyak masyarakat yang berobat menggunakan obat tradisional dikarenakan hanya ada satu rumah sakit dan penyakit yang diderita oleh masyarakat tersebut tidak sembuh oleh obat medis. Bukan hanya penyakit kulit tapi juga obat sakit kepala, obat luka, obat sakit perut. Wawancara kedua dengan salah seorang penderita sakit kulit “biang taguguak” yang bernama yanti (40 tahun) Senin, 3 Mei 2021. Dalam wawancara tersebut beliau mengatakan dulu dia pernah mengidap penyakit kulit “biang taguguak” sejenis kurap atau kudis. Kuranganya informasi tentang obat tradisional di masyarakat sehingga dia kesulitan dalam mecari nama obat, dan ramuan obat. Pada wawancara ketiga, dengan salah seorang penderita sakit kepala “petio” yang bernama Edi (60 tahun) masyarakat Ujung Luhak, Sumpur Kudus, Kamis 10 Mei 2021. Dalam wawancara beliau mengatakan dulu dalam mencari nama ramuan sakit kepala “petio” mengalami kesulitan karena tidak ada informasi yang jelas dan pasti mengenai nama obat, ramuan obat dan pembuat obat tradisional tersebut. Selain itu wawancara keempat, dengan salah seorang penderita sakit perut “biriang powik” yang bernama Hindun (47 tahun) masyarakat Ujung Luhak, Sumpur Kudus, Jum’at 11 Mei 2021. Dalam wawancara tersebut beliau mengatakan dulu sakit perut “biriang powik” sudah berobat ke bidan beberapa kali tak kunjung sembuh dan akhirnya beliau menggunakan obat tradisional. Berdasarkan hasil fenomena tersebut, maka diperlukan sebuah alat yang digunakan untuk menelusuri obat tradisional di Sumpur Kudus, tujuannya untuk memudahkan pengguna obat tradisional dalam pertolongan pertama pada sakit yang diderita sehingga waktu yang digunakan lebih efektif, dibuatkan alat telusur berupa indeks yang berguna sebagai penelusuran obat tradisional di Sumpur Kudus. Indeks merupakan daftar kata, istilah yang disusun secara sistematis serta biasanya memberikan informasi tentang suatu hal dan menunjukan dimana atau pada halaman berapa saja kata-kata atau istilah-istilah tersebut dapat ditemukan (Sinaga, 2011). Tujuan indeks adalah adalah memberikan kemudahan pada pengguna dalam menemukan kembali informasi yang dibutuhkan secara cepat dan tepat. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Indeks Indeks adalah petunjuk berupa angka, huruf, maupun tanda lain untuk memberikan pengarahan kepada pencari informasi bahwa informasi yang lebih lebih lengkap maupun informasi yang lebih terkait dapat ditemukan pada sumber yang ditunjuk tadi (Lasa: 2009). Indeks adalah nama, subjek, kata kunci, atau topic lain yang disusun menurut urutan tertentu untuk memudahkan proses temu balik dokumen/informasi (Sulistiyo-Basuki: 2004). Indeks mengandung tiga unsur yakni: (a) petunjuk atau referensi tentang item atau konsep (informasi atau data); (b) data dan informasi tersebut disusun secara sistematis dalam entri-entri; (c) entri-entri indeks disusun secara sistematis: secara alfabetis, kronologis, atau numerical, agar dapat dipahami dan ditelusur (Purwono: 2010). Indeks adalah alat penelusur informasi berupa nama, subjek, kata kunci atau topic lain yang disusun secara sistematis untuk memberikan kemudahan kepada pemustaka dalan proses temu kembali informasi. 2.2 Anotasi Anotasi yaitu mengambarkan inti dari suatu karangan tanpa komentar atau kritik, jumlah baris dalam anotasi ini skitar 5-7 baris kalimat, dan sering digunkaan untuk membuat anotasi koleksi perpustakaan, anotasi ini juga merangkum isi dari suatu karangan (Saleh: 2006) Anotasi merupakan catatan yang dibuat dalam bentuk entri katalog, daftar bacaan atau daftar pustaka untuk menjelaskan, mengambarkan suatu subjek sebuah buku kadang-kadang memberikan keterangan penulis (Prytherch: 2005). Anotasi adalah memberi catatan berupa penjelasan, uraian, mengenai kritikan tentang suatu teks yang diterbitkan. Anotasi bertujuan agar para pembaca dapat dengan cepat memahami isi atau materi yang dibahas dalam buku atau artikel. 2.3 Obat Tradisional Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sedian sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat (Anonim: 2012). Indonesia dengan keanekaragaman etnis yang ada, maka pemanfaatan sebagai obat juga semakin beraneka ragam (Zuhud: 2011). Akan tetapi jumlah jenis tumbuhan berkhasiat obat yang ada di Indonesia samapai saat ini belum diketahui secara pasti, sehingga diperlukan pendokumentasian secara menyeluruh terhadap penggunaan tumbuhan sebagai bahan baku pengobatan (Hidayat dan Hardiansyah: 2012). Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah dugunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, obat tradisional dilarang menggunakan bahan kimia hasil isolasi atau sintetik berkhasiat obat yang sering disebut dengan Bahan Kimia Obat (BKO), narkotika atau psikotropika, serta hewan atau tumbuhan yang dilindungi. Obat tradisional telah dikenal dan banyak digunakan secara turuntemurun oleh masyarakat. Umumnya, pemanfaatan obat tradisional lebih diutamakan sebagai upaya prevent untuk menjaga kesehatan. Selain itu, ada pula yang menggunakan untuk pengobatan suatu penyakit. Popularitas dan perkembangan obat tradisional kian meningkat seiring dengan slogan “kembali ke alam” yang kian menggema.

Method

Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Pengembangan (R&D), berdasarkan prosedur sebagai berikut: Bagan1.Prosedur Penelitian Pengembangan

Result & Discussion

4.1 Analisis Kebutuhan (Define) Analisis kebutuhan merupakan analisis tingkat kebutuhan terhadap penggunaan produk yang akan dibuat. Pada rancangan indeks beranotasi macam-macam obat tradisional di Sumpur Kudus, data dikumpulkan melalui penelitian langsung kelapangan, dan selanjutnya menghimpun seluruh data yang terkumpul. Tabel 1. Analisis Kebutuhan No Nama Analisis Kebutuhan 1 Sarah 1. Nama penyakit 2. Cara pembuatan 2 Rani 1. Nama penyakit 2. Ramuan 3. Cara pemakaian 3 Fezi 1. Tanaman obat 2. Cara pembuatan 4 Jingga 1. Bagian tumbuahan yang digunakan untuk obat 5 Rahmi 1. Nama obat, 2. Nama tanaman obat 3. Cara pemakaian 4. Khasiat untuk pengobatan Dalam produk rancangan indeks beranotasi macam-macam obat tradisional di Sumpur Kudus, kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat ini mencantumkan nama penyakit, ramuan obat tradisional, cara membuat obat tradisional, cara pemakaian obat tradisional, bagian tumbuhan yang digunakan untuk obat tradisional dan khasiat untuk obat tradisional. 4.2Rancangan Model Produk Dalam rancangan produk merujuk pada pedoman Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2012 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia dan buku Mudah dan Murah Menanggulangi Aneka Penyakit (penulis: Siti Hidjrati Arlina: 2003). Langkahlangkah dalam merancang buku indeks beranotasi tentang obat tradisional di Sumpur Kudus adalah sebagai berikut: (1) Mengumpulkan Data Mengumpulkan data yang ada tentang obat tradisional di Sumpur Kudus. Data diperoleh dari wawancara langsung dengan salah seorang pembuat obat tradisional di Sumpur Kudus, yaitu bapak Syafnir. Sehingga diketahui data banyak macam obat tradisional tersebut 60 jenis. (2) Merancang Produk Merancang produk dilakukan dengan kalaborasi dengan validator, validator akan membantu merancang produk yang akan dibuat agar dapat digunakan dan memiliki nilai informasi oleh banyak orang. Rancangan indeks beranotasi mencantumkan judul Tugas akhir, gambar isi produk, serta anotasi yang merupakan uraian singkat mengenai produk. Berikut contoh model rancangan indeks beranotasi produk tugas akhir ini adalah sebagai berikut: Gambar 1 Sketsa Cover dan kata Pengantar Gambar 2 Sketsa Daftar Isi dan Pendahuluan Gambar 3 Sketsa Petunjuk Penggunaan dan Isi Produk Gambar 4 Sketsa Indeks obat bahasa Indonesia, Indeks obat bahasa latin dan indeks penyakit Gambar : 5 Sketsa biografi 4.3 Pembuatan atau Pengembangan Model (Produk) Setelah membuat sketsa tesebut, maka selanjutnya melakukan tahap pembuatan buku rancangan indeks beranotasi yang sesuai, dan diarahkan oleh validator ahli bidang Ilmu Perpustakaan Ibu Dian Hasfera, S.Sos, M.I.Kom. dan validator ahli konten Nci Ananda Amd. Fram agar pengguna lebih mudah memahami tentang indeks dan dapat mempermudah pengguna dalam mencari informasi tentang obat tradisional di Sumpur Kudus. Pada tahap pertama rancangan buku indeks beranotasi macammacam obat tradisional di Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada bagian Cover ini dibuat dengan aplikasi Canva, dicetak dengan kertas A5 dengan gaya huruf pada judul indeks beranotasi, Playfair Display Black ukuran 79,6, macam-macam obat tradisional di Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat Yaseva One ukuran 28,8, nama penulis Glacial Indifference ukuran 15, punggung buku Open Sans Extra Bold ukuran hurusf 26, dan tulisan pada bagian belakang buku jenis huruf Yaseva One ukuran 30,3. Pada bagian isi produk dibuat dengan aplikasi Microsoft Word 2010 dengan gaya huruf Cambria ukuran font 12 dengan ketebalan akan disesuikan dengan data yang didapatkan dilapangan, dilengkapi dengan judul tugas akhir, foto obat tradisional, anotasi tentang tentang obat tradisional. Produk indeks setelah divalidasi oleh validator, adapun bentuk susunan produk indeks sebagai berikut: Gambar 5 Cover dan Kata Pengantar Setelah melakukan perbaikan pada cover validator menyatakan valid, sudah bagus dan dapat dipergunakan. Kata pengantar dari produk ini berisi sepatah dua patah kata ucapan terimkasih sebagai hantaran produk. Gambar 6 Daftar Isi dan Pendahuluan Daftar isi ini berfungsi untuk memudahkan pengguna dalam mencari abad judul tanpa harus mencari satu per satu. Pendahuluan berisi tujuan serta manfaat dari pembuatan produk. Gambar 7 Penggunaaan Produk dan Isi Produk Cara penggunaan indeks dibuat untuk dapat memudahkan pengguna dalam menelusuri obat tradisional yang ada dalam produk ini sehingga lebih praktis dalam penelusuran informasi. Gambar 8 Indeks bahasa Indonesia, indeks bahasa latin dan indeks penyakit ndeks adalah daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam cetakan dan tersusun menurut abjad yang memberikan informasi mngenai obat bahasa Indonesia, bahasa latin dan indeks penyakit. Bagian akhir dari produk yang berisi tentang riwayat hidup/ biodatapenulis. Gambar 9 Biodata Penulis Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil akhir dari penilaian produk rancangan indeks macam-macam obat tradisional di Sumpur Kudus, kabupaten Sijunjung, provinsi Sumatera Barat, didapatkan nilai A dari validator: “ dapat digunakan tanpa revisi” 4.4 Evaluasi atau Pengujian Model (Produk) Untuk mengumpulkan data, maka data akan dianalisis menggunakan metode statistik, hasil dari analisis ini berupa angka-angka. Adapun perhitungan presentasenya menggunakan rumus (Sugiyono: 2008). P=(f/n) 100 Keterangan: p : Presentase f : Frekuensi n : Jumlah responden 100 : Bilangan tetap Kriteria interprestasi skor untuk tingkat pencapaian responden (TCR) (Sugiyono: 2017) yaitu sebagai berikut: Presentase Pencapaian Kriteria 80% - 100% Sangat Baik 60% - 79,9% Baik 40% - 59,9% Cukup 20% - 39,9% Kurang 00% - 19,9% Tidak Baik

Conclusion

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan serta pengolahan data berdasarkan landasan teori yang dipakai dan instrument yang digunakan, dapat disimpulkan bahwa buku rancangan indeks beranotasi macam-macam obat tradisional di Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat ini dapat mempermudah masyarakat dalam mencari informasi mengenai obat tradisional yang dibuktikan dengan nilai yang diberikan oleh validator ahli nilai A dan validator konten nilai A yang berarti produk dinyatakan valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Produk ini sudah efektif karena telah diujikan dilapangan dengan menggunakan angket kelompok besar, responden yang menyatakan “sangat setuju 60% dan responden yang menyatakan setuju 40%, serta kriteria yang sesuai dengan analisis kebutuhan. Produk ini praktis kerena mempermudah penelusuran sesuai dengan hasil uji coba kelompok besar, responden yang menyatakan “sangat setuju” 76,6% dan responden yang menyatakan setuju 23,3%.