INDEKS KOLEKSI MUSEUM RUMAH KELAHIRAN BAGINDO AZIZ CHAN
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Abstrak
dilatar belakangi dari permasalahan tidak adanya alat telusur yang menyajikan informasi lengkap dan terperinci tentang koleksi museum, yang menyebabkan sulitnya menelusuri informasi tentang koleksi museum rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan menghasilkan sebuah alat telusur informasi berupa indeks koleksi museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan yang valid, efektif dan praktis sehingga dapat mempermudah anak-anak sekolah, pelajar, mahasiswa dan masyarakat. Penelitian ini merupakan metode pengembangan. Prosedur penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu melakukan analisis kebutuhan, merancang produk, mengembangkan produk, dan melakukan uji coba. Hasil uji coba produk ini dinyatakan valid yang dibuktikan dengan nilai A dari validator Ahli, keefektifan yang dilakukan pada kelompok besar mendapatkan nilai 80% responden menyatakan “sangat setuju”, 20% responden menyatakan “ setuju” dan praktis yang didapatkan pada uji coba kelompok besar mendapatkan nilai 78% responden menyatakan “sangat setuju”, 22% responden menyatakan “ setuju”. Maka dapat disimpulkan bahwa Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan ini telah layak untuk digunakan.
Abstract
This research is motivated by the problem of the absence of a suitable search tool Present complete and detailed information about museum collections, which Making it difficult to find information about the home museum collectionThe birth of Bagindo Aziz Chan. The purpose of this research is to design And produce an information search tool in the form of a museum collection index Bagindo Aziz Chan's birth house that is valid, effective and practical so that you can Facilitate school children, students, students and the community. This research Is a development method. This research procedure consists of several Stages, namely conducting needs analysis, designing products, developing Products, and conduct trials. The test results of this product are declared valid Evidenced by the value of A from the Expert validator, the effectiveness of which is carried out on Large groups get a score of 80% of respondents stated "strongly agree", 20% of respondents stated "agree" and practical obtained in the trial Large groups get a score of 78% of respondents stated "strongly agree", 22% of respondents stated "agree". Then it can be concluded that the Collection Index Bagindo Aziz Chan's Birth House Museum is now worthy of use.
Keywords:
Index
· Museum Collection
· and the Museum of the Birth of Bagindo Aziz Chan
Introduction
Bagindo Aziz Chan Lahir di padang pada tanggal 30 September 1910. Bagindo Aziz Chan adalah anak keempat dari enam bersaudara, buah pernikahan dari Bagindo Montok dan Djamilah. Bagindo Aziz Chan mengeyam pendidikan HIS di Padang, MULO di Surabaya, dan AMS di Batavia. Tamat dari AMS, Bagindo Aziz Chan Melanjutkan ke Rechts Hogee School (RHS) di Batavia, tetapi sampai dua tahun dan tidak menamatkannya. Pada tahun 1935, Bagindo Aziz Chan kembali ke kampung halamannya. Beliau mengabdi sebagai guru di bebebrapa sekolah di Kota Padang dan di kota-kota lainnya di Sumatera Barat (Mirnawati, 2012). Setelah proklamasi kemerdekaan, beliau ditunjuk sebagai wakil wali Kota Padang pada 24 Januari 1946 dan pada 15 Agustus 1946 dilantik sebagai wali kota menggantikan Mr. Abubakar Jaar, yang pindah tugas menjadi residen di Sumatera Utara. Pada masa pemerintahannya, sekutu menduduki Kota Padang. Pada saat itu tentara sekutu mendapatkan dukungan dari Belanda. Namun tentara sekutu meminta agar Bagindo Aziz Chan tunduk pada kekuatan militer belanda. Bagindo Aziz Chan melakukan perlawanan dengan berbagai cara, salah satunya melalui surat kabar. Bagindo Aziz Chan juga turun langsung memimpin perlawanan terhadap belanda. Beliau gugur setelah terlibat dalam sebuah pertempuran melawan Belanda pada 19 Juli 1947 dalam usia 36 tahun. Jasadnya dikebumikan di taman makam pahlawan bahagia, Bukittinggi. Pada 7 November 2005, berdasarkan keppres No. 82/TK/2005, pemerintah menobatkan Bagindo Aziz Chan sebagai pahlawan (Didi Junaedi, 2014). Sebagai penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Kota Padang sendiri Untuk menghormati jasa-jasa dan pengorbanannya, maka nama Bagindo Aziz Chan diabadikan menjadi nama jalan di beberapa kota, seperti Padang dan Bukittinggi. Di Kota Padang, sebuah monumen berbentuk kepalan tinju yang didirikan di persimpangan jalan Gajah Mada, Jalan Jhoni Anwar, Kampung Olo, dan Nanggalo. Meskipun diresmikan sebagai monumen Bagindo Aziz Chan oleh walikota Padang Syahrul Ujud pada 19 Juli 1983, maka dari situlah monumen itu dikenal dengan sebutan tugu simpang tinju (Hendra Makmur, Langgam.id, 19 Juli 2019). pertanyaan dari pengguna dan digunakan sebagai alat telusur untuk petunjuk informasi yang disusun secara sistematis dan tidak dapat dipinjamkan kepada pengguna seperti pada koleksi umum sehingga hanya bisa dibaca di tempat. Bagindo Aziz Chan dianggapsangat penting oleh pemerintah Kota Padang. Atas dasar itu pemerintah kota padang mendirikan Museum rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan sebagai penghormatan dan penghargaan atas jasa Bagindo Aziz Chan merupakan walikota Padang yang kedua. Dengan didirikannya museum itu untuk mengenang perjuangan bahwa dia adalah tokoh penting yang perlu dikenal. Agar ia tetap diingat atau dikenang oleh seluruh masyarakat Kota Padang. Maka dari itulah museum rumah kelahiran itu diresmikan pada tanggal 18 Agustus 2019. yang beralamat di Jalan Alang Laweh Koto No. 7 RT/RW 19/5. Kel. Alang Laweh. Kec. Padang Selatan. Kota Padang, SumateraBarat. https://maps.app.goo.gl/5YxwQ84cpCGtxryK8 (Yudha Manggala Putra, Republika. Co.id, 18 Juli 2019). Rumah tersebut dijadikan sebagai museum yang dilindungi berdasarkan undang-undang No. 05 Tahun 2010 tentang penetapan 24 Cagar Budaya Kota Padang dan peraturan walikota Padang No. 2 Tahun 2012 tentang Pengelolaan cagar budaya dan peninggalan sejarah di Kota Padang. Rumah yang sekarang menjadi museum tempat yang dahulunya beliau habiskan untuk masa kecil beliau (Sekretariat Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, 2011). Namun sejak Museum rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan diresmikan tahun 2019 dan dibuka untuk umum kondisinya sepi akan pengunjung. Hasil observasi yang telah dilakukan dalam 1 minggu yang datang cuma 4-5 orang saja atau tidak ada sama sekali (Ade, Posmetropadang.co.id. 27 Juli 2019 ). Minimnya pengunjung salah satu fakta penyebabnya adalah dampak Covid-19, serta kurangnya sarana promosi. Sementara Museum rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan terdapat banyak informasi-informasi penting didalamnya yang dapat menjadi sumber pembelajaran atau edukasi untuk anak-anak sekolah, pelajar, mahasiswa dan masyarakat (Rima Kurniati, Tribun Padang.com, 30 Juli 2019). 3 Dari hasil wawancara juga diketahui 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bahan Rujukan Koleksi referensi atau koleksi rujukan adalah buku yang memuat informasi khusus, seperti yang dikemukakan oleh (Rahmah, 2015).”Buku-buku referensi atau rujukan adalah buku-buku yang memuat informasi secara khusus sehingga dapat menjawab atau menunjukan secara langsung bagi pembaca. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, bahan rujukan adalah sebuah buku berisikan informasi tertentu, memberikan keterangan singkat, memberikan data yang akurat yang tersusun secara sistematis dan diolah dengan cara tertentu agar dapat memudahkan temu kembali informasi yang dibutuhkan secara cepat dan tepat. manfaat dari koleksi rujukan adalah membantu dalam pencarian informasi, menemukan dan menjawab pertanyaanpertanyaan dalam bidang subjek tertentu secara cepat dan tepat, serta memberikan keterangan atau penjelasan langsung dan mendasar tentang suatu hal yang ingin diketahui. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik koleksi referensi yaitu memberikan informasi tertentu sehingga tidak perlu dibaca secara keseluruhan, memuat subjek spesifik, berada di rak khusus dan hanya dibaca ditempat serta penggunaannya terbatas. Menurut (Hartono 2016) yang termasuk kedalam buku rujukan yaitu, Kamus, Ensiklopedi, Almanak, Biografi, Sumber Geografi, Buku Tahunan, Buku Pegangan, Bibliografi, Indeks, Artikel dan Direktori. Dapat disimpulkan bahwa jenis bahan rujukan yaitu jenis bahan rujukan yang memuat informasi mengenai kata dan istilah, jenis bahan rujukan yang memuat informasi mengenai sumber kepustakaan (literatur). 2.2 Indeks Indeks adalah sebuah daftar berisi petunjuk. Lebih tepat lagi, indeks adalah sebuah daftar yang sistematis, mengandung istilah atau frasa (menyatakan pengarang, judul, konsep, dan sebagainya) yang dilengkapi dengan petunjuk ke isi satu atau serangkaian dokumen, ke lokasi dimana istilah atau frasa tersebut dapat ditemukan (Suwarno, 2010). Berdasarkan penjelasan Suwarno diatas penulis mengulas bahwa indeks merupakan daftar petunjuk atau sebuah daftar yang sistematis, mengandung sebuah istilah atau frasa. Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Indeks adalah daftar istilah-istilah yang ditemukan dalam bentuk angka, huruf atau tanda lain dalam bidang tertentu untuk memberikaninformasi yang lebih lengkap, disusun secara sistematis agar pengguna lebih cepat dalam menemukan informasi tanpa menggunakan waktu yang relatif lama. Tujuan indeks adalah sebagai berikut: Untuk mengidentifikasi dan menemukan informasi yang relevan dengan materi yang ada pada dokumen, untuk membedakan antara informasi pada subjek dan menyebutkan subjek, menganalisa konsep dokumen sehingga menghasilkan serangkain judul dan subjudul menjadi entri, pengguna mencari langsung dengan syarat tidak dipilih untuk indeks judul yang telah dipilih dengan cara referensi silang, dan mengatur entri keurutan sistematis (Mulvany, 2005). Selain tujuan Indeks mempunyai fungsi Indeks memiliki fungsi agar mudah dipahami oleh pemakai dalam mencari informasi, seperti yang dikemukakan oleh Lailatur Rahmi. Menurut (Rahmi, 2019) bahwa: Fungsi indeks adalah indeks merupakan “alat penelusur informasi, petunjuk tentang data atau informasi, indeks dapat menghubungkan subjek atau cabang-cabang ilmu pengetahuan, indeks juga merupakan alat pelayanan informasi dan indeks merupakan seleksi bahan pustaka”. Maka dari itu perlu dibuatkan indeks koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan, serta rancangan indeks ini dapat menjadi sumber pembelajaran atau edukasi untuk anak-anak sekolah, pelajar, mahasiswa, masyarakat dan nantinya juga dapat menjadi salah satu media promosi. 2.3 Museum Museum bersala dari kata yunani yakni Museion. Menurut mitosnya, museion merupakan sebuah bangunan tempat suci untuk memuja sembilan Dewi Seni dan Ilmu Pengetahuan. Dewi tersebut ialah Mouse, anaka dari Dewa Zeus dengan istrinya Memosyne (Wahyuni, Y.S., 2008). Namun pengertian Museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan pengembangannya, terbuka untuk umum, yang memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan, barang-barang pembuktian manusia dan lingkungannya untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan dan kesenangan, barang-barang pembuktian manusia dan lingkungannya (Sastroatmodjo, S., 2021). Menurut (Berrinovian, 2001) tugas museum yaitu Diarahkan kepada kegiatan untuk menetapkan agar melalui alam benda,dokumentasi visual den bahan-bahan pendukung tambahan lainnya, aspek-aspek kebutuhan, aspek-aspek lingkungan hidup/kombinasi diantara keduanya, yang menjadi bidang garapan museum tersebut,menjadi sumber informasi yang mantap dan Kegiatan yang berkaitan dengan penyerahan/penyampaian sumber- sumber informasi yang sudah mantap itu kepada pengunjung. Selain tugas museum mempunyai fungsi museum, oleh ICOM lebih ditegaskan bahwa fungsi museum ada 9, yang biasa disebut Nawa Darma sebagai berikut: 1. Tempat pengumpulan dan pengamanan warisan budaya dan alam. 2. Tempat dokumentasi dan penelitian ilmiah. 3. Konservasi dan preservasi. 4. Media penyebaran dan pemerataan ilmu untuk umum. 5. Tempat pengenalan dan penghayatan kesenian. 6. Visualisasi warisan budaya dan alam. 7. Media perkenalan budaya antar daerah dan antar bangsa. 8. Cermin pertumbuhan peradaban umat manusia. 9. Pembangkit rasa bertaqwa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Dari tugas museum diatas dapat disimpulkan ada berbagai macam museum Menurut (Wahyuni, Y.S., 2008) museum dibedakan menjadi: 1. Museum Nasional 2. Museum Internasioanal 3. Museum dengan koleksi khusus 4. Museum Modern 5. Museum Alam Museum Virtual Dilihat dari sudut koleksinya museum Menurut (Berrinovian, 2001) dibedakan menjadi: 1. Museum umum 2. Museum Khusus Menurut Kedudukannya, dibedakan menjadi: 1. Museum nasional 2. Museum provinsi 3. Museum lokal Dari beberapa pembagian tentang Museum dapat diketahui berbagai macam kegiatan museumnya sebagai berikut: 1. Kegiatan Pendidikan 2. Kegiatan Penelitian dan Studi Ilmiah 3. Kegiatan Rekreasi
Method
Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Pengembangan (R&D). Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yaitu penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2010). Dalam penelitian ini akan membuat produk berupa rancangan indeks koleksi Museum rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan. Adapun metode yang digunakan yaitu berdasarkan prosedur sebagai berikut: Bagan 1 Prosedur Penelitian Pengembangan Prosedur penelitian yang dilakukan yaitu 1) Analisis kebutuhan yang dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung dengan pegawai dan masyarakat sekitar yang berada di Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan. 2) Rancangan model produk yang bertujuan untuk membuat desain produk, dalam pembuatan rancangan produk dilakukan kolaborasi dengan validator ahli hingga rancangan model produk tersebut layak untuk digunakan. 3) pembuatan dan pengembangan produk, pada tahapan ini juga dilakukan kolaborasi dengan validator
Result & Discussion
4.1 Analisis Kebutuhan Analisis Kebutuhan merupakan analisis tingkat pengetahuan pengguna terhadap produk yang akan dibuat. Berikut hasil analisis kebutuhan: ahli hingga produk tersebut dinilai layak untuk digunakan. 4) Uji coba pemakaian produk yang dilakukan ke kelompok pengguna yaitu uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Uji coba kelompok kecil yang terdiri dari 5 orang yaitu 1 guru, 1 petugas museum, 2 masyarakat umum dan 1 pengunjung. Uji coba kelompok besar terdiri dari 50 orang yaitu 5 orang Dinas Pariwisata, 5 orang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, 10 orang Guru SD, SMP, SMA, 10 orang Siswa SMP dan SMA, 10 orang Tua anak masuk TK, SD, dan 10 orang Mahasiswa Sejarah dan Budaya. Data dikumpulkan dengan mengunakan angket kuisioner yang terdiri dari 10 pertanyaan, dimana dalam pertanyaan tersebut berupaya untuk mengemukakan kemudahan dalam menemukan informasi mengenai Indeks. Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan. Data yang diperoleh kemudian diuraikan dalam bentuk deskriptif. Tabel 1 Analisis Kebutuhan Jadi dapat disimpulkan dari hasil wawancara tersebut yaitu data yang dibutuhkan untuk membuat Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan. Terdiri dari nama koleksi, tahun, foto koleksi, jenis koleksi, ukuran, bahan, warna, lokasi asal koleksi, dan deskripsi. Dengan adanya buku Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan akan memudahkan pengguna untuk mencari informasi mengenai koleksi museum tersebut. Dalam pembuatan buku Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan. Menggunakan pedoman buku “Timor: Totems E Tracos (Totems and Tokens) Museu do Oriente, Lisbon 2019-2020”. Yang ditulis oleh Peter ten Hoopen. Dari informasi yang dicantumkan yaitu berupa nomor entri, judul koleksi, gambar koleksi, lokasi asal, tahun, bahan, ukuran dan rancangan. Penyusunan isi produk ini berdasarkan dilihat dari link: http://ikat.us/index.php atau Pustaka Collection sebagai pedoman untuk membuat isi produk dan dirubah/ dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan. Sedangkan pada Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan ini mencantumkan informasi Judul koleksi, tahun, gambar koleksi, jenis koleksi, ukuran, bahan, warna koleksi, lokasi asal dan deskripsi. 4.2 Rancangan Model Produk Hasil Rancangan Model Produk dibuat dalam bentuk buku indeks. Buku Indeks tersebut bahannya dari kertas HVS ukuran A5 dengan gaya tulisan Times New Roman, Sylfaen dan Futura MD BT dengan ukuran tulisannya 12. Selanjutnya buku indeks yang sudah dirancamg akan divalidasi oleh validator ahli. Model rancangan Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan yang sudah divalidasi oleh validator adalah: Setelah melakukan konsultasi dengan validator, validator mengatakan bahwa rancangan sketsa Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan sudah bisa dikembangkan dan dilanjutkan setelah melakukan 3 kali validasi dengan memperoleh nilai A. Gambar 1 Sketsa Cover dan Kata Pengantar Gambar 2 Sketsa Daftar Isi dan Pendahuluan Gambar 3 Sketsa Petunjuk Penggunaan Produk dan Isi Produk Gambar 4 Sketsa Rancangan Indeks Bahan, Indeks Lokasi dan Riwayat Hidup 4.3 Pembuatan atau Pengembangan Model (Produk) Setelah semua unsur-unsur terpenuhi, penulis melakukan tahapan selanjutnya yaitu pembuatan Indeks sesuai arahan dan masukan yang diberikan oleh validator, agar dapat memudahkan pengguna dalam menelusuri informasi mengenai Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan Pengembangan produk sebagai berikut: Gambar 5 Cover dan Kata Pengantar Setelah melakukan perbaikan pada cover, validator akhirnya menyetujui untuk mengunakan cover buku ini sebagai cover untuk produk Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan. Gambar 6 Daftar Isi dan Petunjuk Penggunaan Produk Pada bagian daftar isi ini susunan daftar isi dibuat dan dikelompokkan berdasarkan sesuai dengan urutan abjad Koleksi-koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan. Petunjuk penggunaan berguna untuk membantu pengguna dalam menemukan informasi yang terdapat dalam produk Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan. Gambar 7 Pendahuluan Pada bagian Pendahuluan merupakan bab pertama dari pembuatan Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan, yang berisi gambaran tentang koleksi museum. Gambar 8 Isi Produk Pada bagian isi produk memuat informasi mengenai nama koleksi, tahun, foto koleksi, jenis koleksi, ukuran, bahan, warna, lokasi asal koleksi, dan deskripsi. Gambar 9 Indeks Bahan dan Indeks Lokasi Indeks bahan adalah daftar nama bahan dasar pembuatan dari koleksi yang ada di Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan beserta halamanya. Indeks lokasi merupakan daftar nama alamat suatu koleksi itu berada. Gambar 10 Penutup Bagian penutup ini merupakan bagian kesimpulan dan saran terhadap produk yang dibuat. Gambar 11 Riwayat Hidup Penulis Bagian akhir dari produk Riwayat hidup penulis adalah bagian akhir dari produk yang berisi tentang data diri penulis/biodata penulis. Setelah melakukan revisi dan validasi dengan validator ahli, diperoleh hasil akhir dengan nilai A “dapat digunakan tanpa revisi” dari validator. 4.4 Evaluasi atau Pengujian Model (Produk) Untuk mengumpulkan data, maka data akan dianalisis menggunakan metode statistik, hasil dari analisis ini berupa angka-angka. Adapun perhitungan presentasenya menggunakan rumus (Sugiyono: 2008). P=(f/n) 100 Keterangan: p : Presentase f : Frekuensi n : Jumlah responden 100 : Bilangan tetap Kriteria interprestasi skor untuk tingkat pencapaian responden (TCR) (Sugiyono: 2017) yaitu sebagai berikut: Presentase Pencapaian Kriteria 80% - 100% Sangat Baik 60% - 79,9% Baik 40% - 59,9% Cukup 20% - 39,9% Kurang 00% - 19,9% Tidak Baik
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa produk Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan ini sudah valid, efektif dan praktis. 1. Produk indeks ini dinyatakan valid karena sudah dilakukan validasi dengan validator ahli dalam bidang ilmu perpustakaan sebanyak 3 kali validasi sketsa dan 3 kali validasi produk, dengan nilai A yang berarti produk dinyatakan valid dan produk dapat digunakan tanpa revisi. 2. Produk indeks ini dinyatakan efektif karena telah dilakukan uji coba melalui sebaran angket kepada responden kelompok kecil dan kelompok besar yang ditargetkan akan digunakan produk Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan ini. Angket yang disebarkan berisi butiran pertanyaan yang menggambarkan bahwa produk indeks koleksi museum ini sudah efektif. Pada sebaran angket responden ratarata menjawab setuju bahwa produk ini sudah efektif dan dapat dikembangkan, yang nantinya bisa digunakan sebagai alat telusur Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan. kelompok kecil mendapatkan nilai 80% responden menyatakan “sangat setuju”, 20 % responden menyatakan “ setuju”. 3. Produk ini dinyatakan praktis karena angket uji coba disebarkan kepada kelompok responden, yang berisi butiran pertanyaan yang menggambarkan kepraktisan produk ini. Pada sebaran angket responden rata-rata menjawab setuju bahwa produk ini sudah praktis dan dapat dikembangkan, yang nantinya bisa digunakan sebagai alat telusur Indeks Koleksi Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan. praktis yang didapatkan pada uji coba kelompok besar mendapatkan nilai 78% responden menyatakan “sangat setuju”, 22 % responden menyatakan “ setuju”.