Kembali
16
1
2021 Jurnal Al- Ma'arif : Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol 1 · 1 ISSN 2797-9393

RANCANGAN BUKU PEDOMAN LAYANAN DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI SUMATERA BARAT PADA MASA PANDEMI COVID-19

Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Abstrak

Penelitian dilatarbelakangi Karena banyaknya perubahan yang terjadi pada layanan yang ada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat pada saat masa pandemi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat Rancangan Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid-19, guna untuk mempermudah pemustaka dalam memahami dan mengetahui perubahan layanan yang diterapkan selama pandemi covid-19 ini. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Prosedur penelitian terdiri dari beberapa tahapan, yaitu melakukan analisis kebutuhan, merancang produk, mengembangkan produk, dan melakukan uji coba. Hasil dari pengembangan produk adalah Rancangan Buku Pedoman sudah efektif dengan nilai tertinggi 42,85%. Hasil uji coba juga sudah membuktikan bahwa yang dihasilkan adalah valid yang dapat dibuktikan dengan nilai A dan praktis dengan nilai tertinggi 42,85%. Demikian dapat disimpulkan bahwa produk Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid-19 ini telah layak untuk digunakan.

Abstract

The research is motivated because of the many changes that occurred in the existing services at the Archives and Libraries of West Sumatra Province during this pandemic. The purpose of this research is to make a draft of the service manual for the archives and libraries of the province of West Sumatra during the Covid-19 pandemic, in order to make it easier for users to understand and find out about service changes implemented during the Covid-19 pandemic. This research is a development research. The research procedure consists of several stages, namely conducting needs analysis, designing products, developing products, and conducting trials. The result of product development is that the Design Guidebook is effective with the highest score of 42.85%. The trial results have also proven that the result is valid which can be proven by the A value and practical with the highest value of 42.85%. Thus, it can be concluded that the product of the Service Manual for the Service of Archives and Libraries of West Sumatra Province during the Covid-19 Pandemic is feasible to use.
Keywords: Guidebooks · Library services · covid-19 · Archives and Libraries Office of West Sumatra Province

Introduction

Covid-19 adalah penyakit yang terjadi pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi yang dikenal dengan virus corona. Untuk pertama kalinya dalam sejarah virus corona menyebabkan banyak kematian dan peneluran yang sangat cepat. Adapun studi dan penemuan baru virus corona 2019 (nCoV) yang terjadi pada tanggal 31 Desember 2019. Pada saat itu dilaporkan terjadi kasus Pneumonia di Kota Wuhan, China. Isolasi pertama kali berhasil dilakukan terhadap nCoV pada tanggal 8 januari 2020. Istilah nCoV adalah sebuah istilah yang digunakan untuk melabeli virus corona baru 2019. Hal ini dilakukan karena virus corona yang ada pada tahun 2019 berbeda dengan virus corona yang terdahulu Menurut (Baharuddin, 2020) menyatakan bahwa virus corona menyebar dari hewan ke manusia, namun pada saat ini penyebaran, virus corona terdapat dari manusia ke manusia. Atas kejadian tersebut, WHO sebagai badan kesehatan dunia menilai risiko akibat virus tersebut termasuk kategori tinggi di tingkat global dan menetapkan status PHEIC (public health emergency of international concern) atau status darurat internasional sejak tanggal 30 januari 2020 (Suni, 2020). Dalam langkah kesiapsiagaan penyebaran virus Covid-19 ini, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan, antara lain: WNI yang dipulangkan dari china wajib menjalani karantina selama 14 hari di 2 Natuna,Mentri kesehatan sementara akan berkantor di Natuna, penerbangan dari china dan ke china ditutup mulai dari 4 februari 2020, pendatang dari china tidak diperkenankan untuk datang dan transit di Indonesia, pencabutan bebas visa dan Visa On Arrival bagi warga Negara china, dan pemerintah menghimbau agar WNI tidak bepergian ke china. Namun, apabila terjadi kasus maka orang yang sudah terkonfirmasi langsung dilakukan isolasi dirumah sakit rujukan yang tersedia SDM, sarana, dan prasarana yang memadai, melakukan pelacakan kontak kasus secara cepat dan tepat, serta melakukan pengobatan sesuai dengan protokol yang di rekomendasikan oleh WHO. Dengan adanya situasi pandemi saat ini pemerintah mengambil langkah dengan menerapkan peraturan untuk melakukan pekerjaan dan kesibukan sehari-hari dirumah, hal ini lebih dikenal dengan istilah work from home. Kasus Pandemi Covid-19 atau virus corona telah berdampak pada seluruh kehidupan manusia termasuk pada layanan publik. Salah satu lembaga yang menerapkan layanan publik yaitu perpustakaan. Menurut Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa “perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan Nasional (Surachman, 2007). Sebagai lembaga publik yang turut terkena dampak dalam hal layanan sejak wabah Covid-19 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera 3 Barat mengalami perubahan dalam pengelolaan perpustakaannya. Wawancara yang dilakukan tanggal 3 November 2020 dengan seorang pustakawan yang bernama Ibu Yanuarni beliau mengatakan bahwa dampak dari Covid-19 atau Virus Corona ini diantaranya: menurunnya jumlah pengunjung, dan juga adanya timbul rasa takut dalam melayani pemustaka dikarenakan adanya Covid-19. Ibu Yanuarni juga mengatakan bahwa setiap layanan yang ada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat semua nya terkena dampak karena adanya Covid-19 atau Virus Corona. Dimana dengan terjadinya pandemi Covid-19 membuat standar operasional prosedur (SOP) layanan yang ada di Dinas kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat menjadi berubah. Hal ini dilakukan agar perpustakaan tetap bisa melayani pemustakanya meski dalam keadaan pendemi Covid-19 pada saat ini. Oleh sebab itu, Dinas kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat menerapkan beberapa protokol kesehatan. Diantaranya pembatasan jumlah pengunjung, mewajibkan pemakaian masker, mencuci tangan, serta melakukan physical distancing (jaga jarak). Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. Dengan adanya keadaan pandemi saat ini, membuat semua pustakawan yang ada dalam Dinas kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat harus saling tolong-menolong dalam melaksanakan pelayanan dimasa pandemi Covid-19. Dinas kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat juga menyediakan layanan online bagi pemustaka yang mana pemustaka bisa 4 mengakses informasi atau penelusuran koleksi melalui jaringan internet atau berupa E-Book juga bisa menggunakan aplikasi iSumbar Mambaco. Dapat didownload melalui Google Play atau di link iSumbarMambaco.moco.co.id. Agar mendapatkan data yang terpercaya atau fakta yang ada maka dilakukanlah wawancara. Wawancara dilakukan pada tanggal 3 November 2020 dengan pustakawan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Yaitu Ibu Anggun Suri yang bekerja dibagian layanan Sirkulasi. Dari wawancara yang dilakukan dapat diperoleh beberapa perubahan sistem kerja yang berlaku di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan selama pandemi Covid-19. Diantaranya, adanya perubahan jadwal buka Perpustakaan yang awalnya buka pada hari (senin, selasa, rabu, kamis dan sabtu) berubah menjadi hari (senin sampai dengan jumat), Kemudian jam buka yang semula dari jam 08.30 – 16.00 berubah menjadi 09.00 – 15.00 WIB, penerapan Protokol kesehatan di pintu masuk perpustakaan, melakukan pembatasan pengunjung dll. Namun, hal tersebut masih belum di ketahui oleh semua pengguna perpustakaan. Dikarenakan informasi tersebut hanya bisa diketahui saat pemustaka langsung berkunjung ke Perpustakaan tersebut. Wawancara juga dilakukan kepada pemustaka di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat pada tangga 3 November 2020 yang merupakan seorang Mahasiswi STMIK-AMIK JAYANUSA PADANG yang bernama Rifa. Dari wawancara yang telah dilakukan, Rifa mengatakan bahwa “awalnya dia tidak mengetahui adanya perubahan-perubahan yang terjadi di perpustakaan. Hal tersebut ia ketahui setelah ia berkunjung langsung ke 5 perpustakaan. Yang ia ketahui karena adanya pandemi covid seperti saat ini hanyalah sekedar penerapan protokol kesehatan saja”. Selanjutnya wawancara juga dilakukan pada tanggal 11 November 2020 dengan seorang pemustaka di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat yang merupakan seorang Mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang yang bernama Wiwid Widyawati. Dari wawancara yang dilakukan, wiwid mengatakan bahwa “sudah lama ia tidak lagi berkunjung ke perpustakaan sampai saat ini. Hal tersebut membuatnya tidak tau apa saja perubahan yang terjadi di perpustakaan saat ini”. Wawancara selanjutnya juga dilakukan kepada pemustaka di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 11 November 2020 yang merupakan seorang Mahasiswa Universitas Ekasakti Padang yang bernama Erwizin Paulus. Dari wawancara yang dilakukan Erwizin mengatakan bahwa “dengan adanya buku panduan tersebut sangat bagus sekali karena hal tersebut dapat membantu ketidaktahuan pemustaka akan sistem layanan yang ditawarkan selama pandemi perpustakaan tersebut. pelayanan pada sebelum covid berbeda dengan sesudah covid, jadi dengan adanya buku pedoman tersebut dapat membantu pemustaka agar tidak bingung dengan sistem yang berlaku pada saat Pandemi Covid-19 saat ini.” Jadi dapat disimpulkan bahwa, perlunya dibuatkannya sebuah Rancangan Buku Pedoman layanan di Dinas kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi COVID-19. Oleh karna itu, dibuatlah sebuah produk berupa Rancangan Buku Pedoman layanan di Dinas 6 kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi COVID-19. Diharapkan produk ini bisa menjadi pedoman bagi pengguna atau pemustaka di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Dengan adanya produk berupa Rancangan Buku Pedoman layanan di Dinas kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi COVID-19 ini juga diharapkan bahwa produk ini bisa termanfaatkan oleh pemustaka. Baik Mahasiswa, Peneliti, Anak Sekolahan maupun Masyarakat umum. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pandemi Covid-19 atau virus corona Pandemi yaitu Penyebaran penyakit dalam skala besar, jangka panjang, dan mempengaruhi masyarakat dalam skala global (Maulana, 2020). Covid-19 atau virus corona merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang awal mulanya ditularkan oleh hewan pada manusia dan pada saat ini virus corona menular dari manusia ke manusia. Jenis virus RNA yang memiliki protein S (Spike) pada emvelope (Kapsid) menjadikan bentuknya mirip mahkota (crown). Virus corona merupakan keluarga virus yang memiliki banyak anggota (Baharuddin, 2020). Covid-19 adalah pandemik yang berasal dari wuhan, China dan menyebar cepat secara global. Indonesia memperkirakan bahwa wabah ini dimulai pada awal maret 2020 dan hanya dalam waaktu kurang dari sebulan virus telah menginfeksi 1.285 pasien dan 114 kematian di Indonesia pada 30 Maret 2020, serta sampai tanggal 28 Maret 2020, ada sekitar 61 tenaga kesehatan yang tertular Covid-19 (Brahma, 2020) 2.2 Layanan Perpustakaan Unit pelayanan didalam lembaga pendidikan yang bertujuan untuk membantu tercapainya pengembangan-pengembangan tujuan lembaga tersebut (purwono, 2013). Layanan perpustakaan adalah pemberian informasi dan fasilitas kepada pemustaka dan melalui layanan itu pemustaka dapat memperoleh informasi yang dibutuhkannya secara optimal dari berbagai media (Rahmah, 2018). Hakikat Layanan perpustakaan menurut (Darmono, 2001) sebagai berikut: a. Segala bentuk informasi yang dibutuhkan pemakai perpustakaan, baik untuk dimanfaatkan ditempat maupun untuk dibawa pulang untuk digunakan diluar ruangan perpustakaan. b. Sebagai sarana penelusuran informasi yang tersedia di perpustakaan yang merujuk pada keberadaan suatu informasi. 2.3 Buku Pedoman Istilah „manual‟ berasal dari istilah latin „manual yang berarti buku panduan. Pada dasarnya memberikan petunjuk langkah demi langkah tentang cara melakukan pekerjaan tertentu atau mengoperasikan mesin tertentu (Rahmi, 2019). Buku pedoman adalah koleksi referensi yang memuat bunga rampai informasi yang dipusatkan pada pokok bahasan atau subjek tertentu, yang dipakai sebagai pedoman untuk mengerjakan sesuatu (Purwono, 2009).

Method

Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2016). Dalam penelitian ini akan dibuatnya produk berupa Buku Pedoman layanan di Dinas kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Analisis kebutuhan yang digunakan berdasarkan hasil yang didapat dari wawancara dan pengisian angket terhadap pustakawan dan pengguna potensial (Mahasiswa, Peneliti, anak sekolahan dan maupun Masyarakat umum). Adapun teknik pengumpulan data, diantaranya: wawancara, observasi, dan penyebaran angket. Hasil dari analisis kebutuhan tersebut akan dibuatkan sebuah Buku Pedoman Layanan yang diharapkan dapat membantu Pemustaka dalam memahami perubahan layanan yang ada pada saat ini. Adapun alur penelitian sebagai berikut: (Sumber: Pedoman Penulisan Tugas Akhir, 2016)

Result & Discussion

Bagian ini menguraikan hasil atau temuan yang diperoleh setelah kegiatan observasi atau penelitian yang dilakukan. Pada tahap ini terdapat empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan, rancangan model (produk), pembuatan atau pengembangan model (produk) dan evaluasi atau pengujian model (produk). 4.1 Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk menganalisis sebuah data penelitian yang dapat dibuktikan serta di uji dan pada akhirnya tujuan dari sebuah penelitian dapat tercapai. Dengan demikian, analisis kebutuhan dalam sebuah penelitian harus dipersiapkan atau direncanakan secara seksama. Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid-19 nantinya akan digunakan oleh Mahasiswa, Peneliti, anak sekolahan dan maupun Masyarakat umum. Dalam produk berupa rancangan buku pedoman, data analisis kebutuhan diperoleh dari wawacara yang dilakukan terhadap pustakawan dan kasi (kepala seksi) serta pemustaka yang berada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Wawancara pertama dilakukan kepada kepala seksi promosi dan layanan perpustakaan yaitu Ibu Yelfi Oktavia, SIP. Wawancara dilakukan pada tanggal 26 November 2020. Dari wawancara yang dilakukan Ibu 41 Yelfi meminta agar didalam produk atau buku pedoman itu nantinya dibuatkan atau dimasukkan visi dan misi perpustakaan serta sejarah singkat dari Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Wawancara kedua dilakukan penulis kepada pustakawan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat yang bernama ibu Anggun Suri yang bekerja dibagian layanan Sirkulasi. Wawancara dilakukan pada tanggal 26 November 2020. Dari wawancara yang dilakukan Ibu Anggun menyarankan agar mencantumkan gambar-gambar Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, cover buku menyesuaikan judul, dan juga cover buku di desain dengan baik serta menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca. Wawancara ketiga dilakukan kepada pemustaka di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang bernama Dwi Putri Ramadhani. Wawancara dilakukan pada tanggal 26 November 2020. Dari wawancara yang dilakukan Dwi menyarankan agar cover buku didesain dengan menarik, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan memberikan petunjuk penggunaan buku pedoman tersebut. Wawancara keempat dilakukan kepada pemustaka di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat yang merupakan seorang Mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang yang bernama Wiwid Widyawati. Wawancara dilakukan pada tanggal 27 November 2020. Dari wawancara yang dilakukan wiwid menyarankan 42 bahwa ada baiknya dicantumkan keterangan tujuan buku itu dibuat, mencantumkan manfaat buku panduan tersebut, serta menggunakan warna cover yang menarik, serta mudah dipahami oleh pembaca. Dari wawancara diatas, dapat disimpulkan bahwa pengguna membutuhkan Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid19 ini yaitu dengan mencantumkan Visi, misi, sejarah singkat dari Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, gambargambar perpustakaan, cover buku menyesuaikan judul, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, cover buku didesain dengan menarik, memberikan petunjuk penggunaan, keterangan tujuan dibuatnya buku, mencantumkan manfaat buku panduan tersebut, serta menggunakan warna cover yang menarik. Tabel 2. Analisis Kebutuhan No Nama Analisis Kebutuhan 1 Yelfi Oktavia, SIP Visi, misi serta sejarah singkat 2 Anggun Suri gambar-gambar perpustakaan, cover buku menyesuaikan judul, cover buku di desain dengan baik, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. 3 Dwi Putri Ramadhani cover buku di desain dengan menarik, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, memberikan 43 petunjuk penggunaan buku pedoman tersebut, memberikan deskripsi singkat. 4 Wiwid Widyawati keterangan tujuan buku itu dibuat, mencantumkan manfaat buku panduan tersebut, menggunakan warna cover yang menarik, dan mudah dipahami oleh pembaca. 4.2Rancangan Model Produk Setelah dilakukan analisis tingkat kebutuhan bagi pengguna, kemudian diran cang model rancangan Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid19. Dalam merancang model produk berupa buku pedoman dilakukan kolaborasi dengan validator ahli untuk mendiskusikan tentang rancangan model produk dengan mengacu pada analisis kebutuhan. Tata cara dan aturan dalam pembuatannya nantinya akan dinilai dengan angket. Rancangan model produk bertujuan untuk membuat sebuah rancangan Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid19. Produk yang dihasilkan yaitu dalam bentuk buku dengan gaya tulisan Times New Roman dan Arial Rounded MT Bold. Produk ini nantinya akan divalidasi oleh Bapak M. Fadli, S.Sos., M.I.Kom. sebagai validator ahli dalam bidang perpustakaan. Strategi yang dilakukan dalam merancang Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat yaitu : a. Mengumpulkan semua data yang berkaitan dengan pokok permasalahan, khususnya yang berhubungan dengan layanan yang ada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. b. Kemudian setelah semua data terkumpul penulis merancang Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid-19 secara terstruktur, sehingga buku ini dapat digunakan oleh pengguna dengan mudah. Gambar 1. Rancangan Sketsa Cover Produk Berdasarkan hasil setelah dilakukannya konsultasi dengan validator ahli pada tanggal 12 desember 2020, validator ahli menyatakan bahwa rancangan sketsa pada produk ini sudah layak untuk dilanjutkan pada tahap selanjutnya tanpa dilakukannya revisi. 4.3 Pembuatan Atau Pengembangan Model (Produk) Rancangan model produk dibuat menggunakan aplikasi Microsoft word 2010, dengan menggunakan kertas A5 kemudian dicetak dengan kertas HVS A5, dengan gaya tulisan Times New Roman dan Arial Rounded MT Bold yang berisi tentang sejarah singkat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, visi & misi Dinas Kearsipan dan 51 Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, nama layanan yang ada Dinas Ke arsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat beserta penjelasan dan gambarnya. Produk ini nantinya akan divalidasi oleh Bapak M. Fadli, S.Sos., M.I.Kom sebagai validator ahli dalam bidang perpustakaan. Gambar 2 Cover Produk Setelah dilakukannya revisi sebanyak tiga kali pada cover produk, validator ahli menyatakan bahwa cover produk sudah sesuai dengan tema produk dan dapat dilnjutkan pada tahap selanjutnya. Gambar 3 Isi Produk (Cara Kerja Layanan Multimedia) Setelah dilakukannya revisi sebanyak dua kali dibagian isi produk, pada tanggal 18 Januari 2021, validator ahli menyatakan bahwa pada bagian isi produk sudah sesui dengan rancangan produk buku pedoman dinas kersipan dan perpustakaan provinsi sumatera barat pada masa pandemi covid-19 4.4Evaluasi atau Pengujian Model (Produk) Pada tahap ini, produk yang telah dibuat kemudian diuji cobakan kepada kelompok kecil dan kelompok besar. Subjek uji kelompok kecil yaitu sebanyak 5 orang. Sedangkan subjek uji coba kelompok besar yaitu 35 orang. Target dari responden yang akan diuji yaitu dari kalangan, Pustakawan dan Pemustaka (baik dari kalangan mahasiswa, masyarakat dan anak sekolah).untuk menentukan tingkat kepraktisan 59 dan keefektifan produk responden diminta untuk mengisi angket tentang Produk Buku Pedoman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid-19. Setelah data terkumpul data dianalisis menggunakan metode statistik. Hasil analisis akan disajikan dalam bentuk persentase grafik menggunakan rumus (Ridwan, 2008) sebagai berikut: Keterangan: P = Presentase f = Frekuensi n = Jumlah Responden Gambar 3 Grafik Hasil Uji Coba Kelompok Kecil Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil yang telah dilakukan diketahui bahwa dari pernyataan pertama, skor tertinggi yaitu 80% responden menyatakan “setuju”. Pernyataan kedua, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 80% responden menyatakan “setuju”. Pernyataan ketiga, skor tertinggi yang diperoleh seimbang yaitu 40% responden menyatakan “setuju” dan 40% responden mengatakan “sangat setuju”. Pernyataan keempat, skor tertinggi yang diperoleh seimbang yaitu 40% responden menyatakan “setuju” dan 40% responden menyatakan “sangat setuju”. Pernyataan kelima, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 60% responden yang menyatakan “setuju”. Pernyataan keenam, skor tertinggi yang diperoleh seimbang yaitu 40% yang menyatakan “setuju” dan 40% responden menyatakan “sangat setuju”. Pernyataan ketujuh, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 60% responden yang menyatakan “setuju”. Pernyataan kedelapan, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 80% responden menyatakan “sangat setuju”. Jadi dapat disimpulkan bahwa, kebanyakan responden menyatakan setuju dari delapan pernyataan penilaian terhadap Produk Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid-19. Gambar 4 Grafik Hasil Uji Coba Kelompok Besar Berdasarkan hasil uji coba kelompok besar yang telah dilakukan diketahui bahwa dari pernyataan pertama, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 57,14% responden yang meyatakan “setuju”. Pernyataan kedua, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 48,57% responden yang menyatakan “setuju”. Pernyataan ketiga, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 42,85% responden yang menyatakan “setuju”. Pernyataan keempat, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 45,71% responden yang menyatakan “setuju”. Pernyataan kelima, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 42,85% responden yang menyatakan “setuju”. Pernyataan keenam, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 54,28% responden yang menyatakan “setuju”. Pernyataan ketujuh, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 42,85% responden yang menyatakan “setuju”. Serta pernyataan kedelapan, skor tertinggi yang diperoleh yaitu 51,42% responden yang menyatakan “sangat setuju”. Dari hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar yang telah dilakukan dapat sudah banyak responden yang menyatakan setuju terhadap produk Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid-19 yang telah dibuat. Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid-19 ini sudah valid dan sudah dapat digunakan oleh pengguna sebagai pedoman.

Conclusion

Berdasarkan hasil dari penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa Produk Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid-19 dinyatakan valid, efektif dan praktis. a. Produk Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid19 dinyatakan valid karena sudah dilakukan validasi oleh validator ahli bidang ilmu perpustakaan yaitu Bapak M. Fadli, S.Sos., M.I.Kom. valid tidaknya produk dapat dibuktikan dengan nilai A yang berarti produk dinyatakan valid dan produk dapat digunakan tanpa revisi. b. Produk Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid19 dinyatakan efektif dengan nilai tertinggi 42,85% yang didapatkan dari uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar melalui angket yang ditargetkan pada pengguna produk Buku Pedoman Layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Pada Masa Pandemi Covid-19. Angket yang telah disebar berisikan beberapa pernyataan yang menggambarkan bahwa produk sudah efektif. c. Produk dinyatakan praktis dengan nilai tertinggi 42,85% yang didapat dari hasil angket uji coba kelompok besar dan uji coba kelompok kecil yang telah disebarkan kepada responden.