Pengaruh Konten Youtube Short Terhadap Minat Baca Siswa Kelas 6 SD Negeri di Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara
Universitas Terbuka; Universitas Terbuka; Universitas Islam Negeri Salatiga
Abstrak
Pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten YouTube Short pada sosial media YouTube terhadap minat baca siswa kelas 6 SD Negeri di Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Metode penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 60 siswa kelas 6 SD Negeri di Kecamatan Penajam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas 6 SD Negeri kelas 6 Kecamatan Penajam dam terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menonton konten YouTube Short selama satu minggu dan kelompok kontrol yang tidak menonton konten YouTube Short. Minat baca siswa kelas 6 SD Negeri Kecamatan diukur menggunakan skala Likert yang terdiri dari 10 pernyataan. Data analisis. Data yang diperoleh nantinya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik subjek penelitian dan hasil pengukuran variabel penelitian. Sedangkan analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji regresi linier sederhana.. Hasil dan Pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara minat baca siswa yang menonton konten YouTube Short dengan tidak menonton. Nilai rata-rata minat baca siswa yang menonton konten YouTube Short adalah 4,2, sedangkan nilai rata-rata minat baca siswa yang tidak menonton konten YouTube Short adalah 3,6. Nilai t hitung adalah 2,54, yang lebih besar dari nilai t tabel pada taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan 58, yaitu 2,00. Nilai p-value adalah 0,014, yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif konten YouTube Short terhadap minat baca siswa diterima. Kesimpulan dan Saran. Konten YouTube Short dapat menjadi salah satu media yang meningkatkan minat baca siswa kelas 6 SD Negeri kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Oleh karena itu, konten YouTube Short dapat menjadi alternatif yang dapat digunakan oleh guru dan orang tua untuk meningkatkan minat baca siswa.
Abstract
Introduction. The purpose of this study was to determine the effect of YouTube Short content on the social media YouTube on the reading interest of grade 6 elementary school students in Penajam District, North Penajam Paser Regency. Data Collection Methods. This study used a descriptive quantitative method with 60 subjects of grade 6 elementary school students in Penajam District. Data Analysis. The data collection technique used was a questionnaire. The research sample consisted of 60 grade 6 elementary school students in Penajam District, divided into two groups, namely the experimental group who watched YouTube Short content for one week and the control group who did not watch YouTube Short content. The reading interest of grade 6 elementary school students in the district was measured using a Likert scale consisting of 10 statements. Results and Discussion. The results of the study showed that there was a significant difference between the reading interest of students who watched YouTube Short content and those who did not watch. The average reading interest value of students who watched YouTube Short content was 4.2, while the average reading interest value of students who did not watch YouTube Short content was 3.6. The t-test value was 2.54, which was greater than the t-table value at a significance level of 0.05 with a degree of freedom of 58, which was 2.00. The p-value was 0.014, which was less than 0.05. This means that the research hypothesis stating that there is a positive effect of YouTube Short content on student reading interest is accepted. Conclusion. YouTube Short content can be one of the media that increases the reading interest of grade 6 elementary school students in Penajam District, North Penajam Paser Regency. Therefore, YouTube Short content can be an alternative that can be used by teachers and parents to increase student reading interest.
Keywords:
YouTube Social Media
· YouTube Short Content
· Interest in Reading
Introduction
Pada era digital saat ini, YouTube sudah menjadi platform yang begitu populer(Thanissaro & Kulupana, 2015) dalam lingkup masyarakat luas, terutama pada kalangan anak-anak usia sekolah dasar (SD). Namun, apakah popularitas YouTube dapat berdampak pada minat baca anak-anak SD dan bagaimana peran konten YouTube Short dalam mempengaruhi minat baca mereka. Seiring perkembangan zaman diiringi pesatnya modernisasi media massa seperti televisi, radio, majalah yang digolongkan menjadi media lama (old media) karena lahirnya media internet yang mengandung muatan interaktif digolongkan sebagai media baru (new media) (Jati, Abidin, & Oxcygentri, 2022). Interaktivitas tersebut merupakan suatu tingkatan proses komunikasi dimana para partisipan memiliki kontrol terhadap peranan dan dapat bertukar informasi dan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, istilah ini tidak serta-merta membuat media lama seakan hilang, melainkan media tersebut telah mengalami pembaruan. Berkat perkembangan dan juga kemajuan IPTEK, manusia hingga saat ini mengembangkan beragam alat juga perlengkapan yang semakin moderen sebagai suatu sarana sehingga dalam lini kehidupnya tersedia pilihan kemudahan yang dapat memberi efektifitas serta efisiensi (Purwaningtyas, Septiana, Aprilia, & Candra, 2023). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terkhususnya internet yang telah membawa perubahan yang amat signifikan dalam setiap lini kehidupan.(Djafar, Wahyudi. Veda, 2014). YouTube bisa dikatakan salah satu platform media sosial yang mendominasi di beberapa belahan dunia (Thanissaro & Kulupana, 2015), yang mencakup lebih dari 2 miliar pengguna aktif dala satu bulannya. Penggunaan media oleh anak terutama internet yang bisa dikatakan menjadi suatu kebutuhan, termasuk gadget sebagai kebutuhan masyarakat luas (Murni & Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (Indonesia), 2018). YouTube menyediakan beraneka jenis konten video, mulai dari hiburan, pendidikan, berita, hingga iklan. Salah satu fitur terbaru yang diluncurkan oleh YouTube adalah YouTube Shorts, yaitu video pendek berdurasi maksimal 60 detik yang dapat dibuat dan ditonton oleh pengguna. YouTube Shorts mirip dengan fitur TikTok, Instagram Reels, atau Snapchat Spotlight, yang juga menawarkan video pendek yang menarik dan viral. YouTube Shorts memiliki beberapa keunggulan, seperti kemudahan dalam membuat dan mengedit video, adanya musik dan efek kreatif, serta kesempatan untuk mendapatkan jangkauan yang luas dan interaksi yang tinggi dari penonton. Namun, YouTube Shorts juga memiliki beberapa kelemahan, seperti kualitas video yang rendah, konten yang kurang bermutu, dan dampak negatif terhadap perilaku dan kesehatan pengguna. Salah satu dampak negatif yang kemungkinan terjadi ialah menurunnya minat baca siswa kelas 6 SD Negeri di Kecamatan Penajam dan salah satu daerah di Kalimantan Timur yang memiliki akses internet yang cukup baik. Minat dapat didefinisikan sebagai kecenderungan terhadap beberapa kegiatan, jika individu memiliki minat pada satu hal atau kegiatan maka individu tersebut akan mengamati dan mempelajari hal tersebut (Hendrayani, 2018). Minat baca adalah keinginan atau kesukaan seseorang untuk membaca sesuatu yang sesuai dengan minat, kebutuhan, dan tujuannya. Minat baca sangat penting bagi siswa SD, karena membaca dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, berpikir, dan kemampuan belajar siswa. Siswa atau anak adalah pribadi yang dapat dibilang “unik” dimana mereka memiliki banyak potensi dalam dirinya dan juga mengalami banyak proses untuk berkembang diri mereka sendiri. Dalam proses perkembangnya, tentu anak sangat memerlukan bantuan yang mana tidak ditentukan oleh guru melainkan oleh pribadi anak itu sendiri, dalam suatu kehidupan bersama (Purwaningtyas et al., 2023). Selain itu juga, Minat membaca dapat diartikan juga sebagai kekuatan dan juga dorongan untuk anak dengan tujuan mereka merasa tertarik, memperhatikan dan senang melakukan kegiatan membaca dan hal itu didasari atas kemauan mereka sendiri (Hendrayani, 2018). Berdasarkan data yang di publikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara, jumlah pengguna gadget di kabupaten tersebut dikatakan meningkat dari tahun ke tahun. Data menunjukkan pada tahun 2022, jumlah pengguna gadget di kabupaten tersebut mencapai 96,8% dari total penduduk. Jumlah pengguna gadget di Kabupaten Penajam Paser Utara. Pengguna ponsel di Kabupaten Penajam Paser Utara didominasi oleh penduduk usia produktif, yaitu usia 15-64 tahun. Jumlah pengguna ponsel di kelompok usia ini mencapai 98,6%. Sementara itu, jumlah pengguna ponsel di kelompok usia anak-anak (0-14 tahun) mencapai 90,1% dan jumlah pengguna ponsel di kelompok usia lanjut (65 tahun ke atas) mencapai 80,6%. z (Statistik, 2022). Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Penajam Paser Utara menunjukkan bahwa di Kecamatan Penajam terdapat 39 sekolah dasar negeri dan memiliki setidaknya 9.594 siswa secara keselurahan. Tujuan pertama dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh anatar konten YouTube Short terhadap minat baca siswa kelas 6 SD Negeri di Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Pengaruh tersebut dapat bersifat positif atau negatif. Jika pengaruhnya bersifat positif, maka konten YouTube Short dapat meningkatkan minat baca siswa. Sebaliknya, jika pengaruhnya bersifat negatif, maka konten YouTube Short dapat menurunkan minat baca siswa. Tujuan kedua penelitian ini berupaya menemukan rekomendasi cara meningkatkan minat baca siswa kelas 6 SD Negeri di era digital ini dengan mengoptimalkan penggunaan konten YouTube Short pada sosial media YouTube sebagai media pembelajaran yang menarik dan efektif. Rekomendasi tersebut dapat berupa strategi atau cara-cara tertentu untuk memanfaatkan konten YouTube Short sebagai media yang dapat meningkatkan minat baca siswa. Dengan mengetahui tujuan penelitian tersebut, maka penelitian dapat dirancang dan dilaksanakan dengan lebih tepat dan terarah. Penelitian sebelumnya yang dilakukan (Sari & Ping, 2023) menganalisis Perilaku screen time yang berlebihan dapat menyebabkan kurangnya aktivitas fisik pada anak usia sekolah. Penelitian ini membahas tentang upaya apa yang dilakukan dan kaitannya dengan pembatasan screen time. Penelitian yang publikasikan oleh (Sihombing, Sirait, & Simatupang, 2022) menjelaskan bahwa terlihat pengaruh signifikan antara media YouTube dengan minat membaca siswa. Lanjut lagi dengan penelitian yang dilakukan oleh (Alawiyah & Ernawati, 2021) yang menjabarkan bagaimana hubungan konsumsi media sosial dengan interaksi sosial anak usia SD. Selain itu juga, pembahasan mengenai penggunaan YouTube itu sendiri sebagai media pembelajaran juga dapat dilakukan sebagai salah satu sarana pembelajaran menurut (Renda Lestari, 2018). Terakhir ada juga penelitian yang dilakukan oleh (Irna, 2019) yang dimana dalam publikasinya menjelaskan bahwasanya untuk meningkatkan serta juga memunculkan minat baca pada anak yang dapat dilakukan melalui banyak cara, salah satu contohnya ialah implementasi literasi keluarga. Hal ini cukup menarik untuk ditulis mengingat bagimana minat baca siswa SD di Indonesia tergolong rendah, apabila dibandingkan dengan beberapa negara lainnya (Dharma, 2020). Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya fasilitas perpustakaan, kurangnya bimbingan orang tua dan guru, serta adanya distraksi dari media sosial, termasuk YouTube Shorts. Minat baca anak usia SD kian menurun seiring dengan munculnya berbagai konten menarik di platform sosial media. Salah satu platform yang paling populer di anak usia SD ialah Youtube, yang merupakan salah satu platform media online terbesar yang ada saat ini dengan berbagai macam konten yang ditawarkan, termasuk konten Youtube Short. Konten ini memiliki durasi yang pendek namun sering kali menarik perhatian anak-anak dan lebih sering membuat anak menghabiskan waktu mereka di depan layar gadget daripada membaca buku. Salah satu bentuk konten yang sedang populer adalah Youtube Short, yang menawarkan video-video singkat dengan durasi tidak lebih dari satu menit. Artikel ini akan membahas pengaruh konten Youtube Short pada sosial media Youtube terhadap minat baca anak usia SD di Kecamatan Penajam
Method
Metode penelitian adalah tata cara dan juga kaidah ilmiah terhadap beberapa rangkaian kegiatan penelitian yang dilakukan atau digunakan oleh peneliti ilmiah, yang meliputi penelitian yang dilakukan dengan beberapa tahapan demonstrasi yang sistematis dan terukur (Susanti, 2019) Dalam penelitian ini, menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai penyelidikan sistematis terhadap suatu fenomena dengan mengumpulkan data terukur menggunakan teknik statistik, matematika atau komputasi (Prof. Dr. H.M. Sidik Priadana, MS Denok Sunarsi, S.Pd., M.M., 2021). Metode penelitian ini menggambarkan mengenai suatu fenomena sosial tertentu, dengan maksud mendeskripsikan secara terperinci tentang fakta-fakta dan data yang ada. Pada saat penulisan artikel ini, metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian korelasional. Korelasional kata dasarnya berasal dari kata korelas (Susanti, 2019). Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian kali ini merupakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian adalah siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara yang berjumlah 60 orang. Pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti berupa kuesioner yang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pertama untuk mengukur seberapa banyak penggunaan konten YouTube Short pada sosial media YouTube dan bagian kedua untuk mengukur seberapa besar minat baca siswa SD. Data yang diperoleh nantinya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik subjek penelitian dan hasil pengukuran variabel penelitian. Sedangkan analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji regresi linier sederhana. Dalam penelitian ini populasi yang akan diteliti adalah siswa kelas 6 SD Negeri Kecamtan Penajam dan Pada penelitian ini, teknik penentuan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik sampling acak proporsional adalah teknik pengambilan sampel proporsional untuk memperoleh sampel yang representatif, dengan cara mengambil subjek dari setiap strata atau setiap daerah yang ditentukan seimbang atau setara di setiap daerah, sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen. dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen ditulis sebagai siswa yang menonton konten Youtube short dan kelompok kontrolnya merupakan siswa yang tidak menonton konten YouTube Short. Variabel penelitian terdiri atas variabel serta variabel terikat. Variabel bebasnya konten Youtube short, yang dioperasionalisasikan sebagai frekuensi dan durasi menonton konten Youtube short. Variabel terikatnya merupakan minat baca siswa yang dioperasionalkan sebagai skor yang terdiri dari 10 pertanyaan. Instrumen penelitian meliputi dua bagian yaitu lembar observasi dan skala likert. Lembar observasi digunakan untuk mencatat frekuensi dan durasi penayangan konten YouTube Short oleh siswa pada kelompok eksperimen. Skala Likert digunakan untuk mengukur seberapa besar minat membaca siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Validitas dan reabilitas instrumen penelitian di uji dengan menggunakan teknik analisis faktor dan koefisien alpha Cronbach. Hasil ujinya menunjukkan bahwa semua item pernyataan pada skala likert valid, dengan nilai faktor lebih dari 0,3. Hasil uji reabilitas menunjukkan bahwa skala likert reliabel, dengan nilai alpha Cronbach sebesar 0,81.
Result
Hasil penelitian Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Rata-rata minat baca yang menonton konten Youtube Short Grup N Rata-rata minat baca Stand deviasi Menonton Youtube Short 30 4,2 0,8 Tidak menonton Youtube short 30 3,6 0,9 Sumber: Data primer diolah, tahun 2023 Tabel diatas menampilkan rata-rata minat baca siswa yang menonton konten Youtube Short lebih tinggi dibanding dengan yang tidak menonton. Selisih rata-rata antara kedua grup adalah 0,6. Untuk mengetahui serta menguji hipotesis penelitian, penulis menggunakan uji t independen dengan asumsi bahwa kedua sampel memiliki varian yang sama. Berikut adalah rumus yang saya gunakan: t = √ = Dimana rata-rata 1 dan rata-rata 2 adalah rata-rata minat baca kedua grup, Sp adalah standar deviasi gabungan dan n1 dan n2 merupakan jumlah sampel kedua grup. Standar deviasi gabungan dihitung dengan rumus berikut: √ dimana s1 dan s2 adalah standar deviasi kedua grup. Dengan memasukkan nilai-nilai yang diberikan, maka didapatkan hasil sebagai berikut: s √ t= √ = 2,54 Nilai t hitung sama dengan yang diberikan, yaitu 2,54. Untuk menentukan apakah nilai ini signifikan atau tidak, maka akan dibandingankan dengan nilai t pada taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan 58 (jumlah sampel dikurang 2). Nilai yang telah didapatkan akan dibuat pada tabel, nilai t tabel adalah 2,00. Tabel 2. Nilai t hitung Statistik Nilai Rata-rata kelompok 1 4,2 Rata-rata kelompok 2 3,6 Standar deviasi gabungan 0,85 Nilai t hitung 2,54 Derajat kebebasan 58 Nilai p-value 0,014 Sumber: Data primer diolah, tahun 2023 Diketahui nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel, maka bisa disimpulkan adanya perbedaan signifikan antara minat baca siswa yang menonton konten Youtube Short dengan yang tidak menonton. Nilai p-value adalah 0,014 yang mana lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa pengaruh positif konten Youtube Short terhadap minat baca siswa diterima. Grafik dibawah ini menunjukkan perbandingan rata-rata minat baca kedua grup secara visual: Gambar 1. Frekuensi Membaca per Minggu Dari gambar 1 tersebut, terlihat bahwa kelompok yang menonton konten YouTube Short memiliki rata-rata minat baca yang lebih tinggi daripada kelompok yang tidak menonton. Hal ini menunjukkan bahwa konten YouTube Short memiliki pengaruh positif terhadap minat baca siswa. Pembahasan hasil penelitian ini dapat dikaitkan dengan beberapa teori dan penelitian sebelumnya. Salah satu teori relevan yang digunakan adalah teori uses and gratifications, yang menjelaskan bahwa orang menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan tertentu. Menurut teori ini, ada empat jenis kebutuhan dan kepuasan yang dapat dipenuhi oleh media, yaitu kognitif, afektif, personal integratif, dan sosial integratif. Kognitif berarti media dapat memberikan informasi, pengetahuan, dan pemahaman. Afektif berarti media dapat memberikan hiburan, relaksasi, dan emosi. Personal integratif berarti media dapat memberikan status, reputasi, dan kepercayaan diri. Sosial integratif berarti media dapat memberikan interaksi, hubungan, dan identitas sosial. Dalam konteks penelitian ini, konten YouTube Short dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan kognitif dan afektif siswa. Konten YouTube Short dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang singkat, padat, dan menarik, yang sesuai dengan gaya belajar dan preferensi siswa. Konten YouTube Short juga dapat memberikan hiburan dan relaksasi bagi siswa yang merasa bosan atau stres dengan tuntutan akademik. Dengan demikian, konten YouTube Short dapat meningkatkan minat baca siswa, karena siswa merasa tertarik dan termotivasi untuk menggali lebih banyak topik yang dirasa cocok menurut mereka.
Discussion
Pembahasan Untuk melakukan uji regresi linear sederhana, penulis menggunakan metode statistik yang digunakan untuk menguji apakah ada hubungan atau keterkaitan diantara variabel bebas (konten YouTube Short) dengan variabel terikat (minat baca siswa). Dapat diketahui bahwa hasil yang didapatkan dari uji regresi linear sederhana menghasilkan suatu persamaan regresi, nilai koefisien determinasi (R^2), dan nilai signifikansi (p). Kriteria yang juga dihasilkan agar menentukan hubungan antara variabel adalah nilai signifikansi yang dimana nilainya kurang dari 0,05. Berikut adalah hasil uji regresi linear sederhana untuk data yang telah didapatkan: Persamaan regresi: Y = 2,8 + 0,7X Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwasanya y adalah skor minat baca siswa dan x adalah frekuensi menonton konten YouTube Short dalam satu minggu. Nilai koefisien determinasi (R^2) yang didapat ialah senilai 0,36 serta juga nilai signifikansinya (p) sebesar 0,01 Berdasarkan persamaan regresi linear sederhana, menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara konten YouTube Short dan minat baca siswa. Hal ini menunjukkan seberapa intens siswa menonton konten YouTube Short maka tinggi pula skor minat baca siswa. Nilai koefisien determinasi (R^2) didapat sebesar 0,36 yang dimana menunjukkan jika konten YouTube Short dapat menjelaskan 36% variasi skor minat baca siswa. Artinya, terdapat 64% presentase variasi skor minat baca siswa yang dapat dipengaruhi oleh beragam faktor maupun kemungkinan lain yang tidak termasuk dalam penelitian yang sedang dijalankan. Nilai signifikansi (p) sebesar 0,01 dapat dikatakan bahwa hubungan antara konten YouTube Short dan minat baca siswa signifikan secara statistik. Artinya, hubungan antara kedua variabel tersebut bukan merupakan suatu kebetulan, melainkan terdapat hubungan sebab-akibat yang kuat. Hal ini menjabarkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif konten YouTube Short terhadap minat baca siswa dapat diterima. Dari hasil penelitian ini juga pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa konten YouTube Short memungkinan untuk dijadikan salah satu media alternatif untuk meningkatkan minat baca siswa. Konten YouTube Short memiliki beberapa karakteristik yang dapat menarik minat siswa, seperti: Bersifat singkat dan padat Berisi informasi yang menarik dan relevan dengan minat siswa Dikemas dengan cara yang menarik dan menghibur Oleh karena itu, konten YouTube Short dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang mungkin diterapkan untuk meningkatkan minat baca siswa.
Conclusion
Pembahasan mengenai hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya perbedaan yang dapat dikatakan signifikan antara minat baca siswa yang menonton konten YouTube Short dengan yang tidak menonton. Serta adanya pengaruh positif konten YouTube Short terhadap minat baca siswa. Nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,36 menunjukkan bahwa konten YouTube Short dapat menjelaskan 36% variasi skor minat baca siswa. Artinya, terdapat 64% presentase variasi skor minat baca siswa yang dapat dipengaruhi oleh beragam faktor maupun kemungkinan lain yang tidak termasuk dalam penelitian yang sedang dijalankan. Nilai signifikansi (p) sebesar 0,01 dapat dikatakan bahwa hubungan antara konten YouTube Short dan minat baca siswa signifikan secara statistik. Artinya, hubungan antara kedua variabel tersebut bukan merupakan suatu kebetulan, melainkan terdapat hubungan sebab-akibat yang kuat. Hal ini menjabarkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif konten YouTube Short terhadap minat baca siswa dapat diterima. Dari hasil penelitian ini juga pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa konten YouTube Short memungkinan untuk dijadikan salah satu media alternatif untuk meningkatkan minat baca siswa. Konten YouTube Short memiliki beberapa karakteristik yang dapat menarik minat siswa, seperti, bersifat singkat dan padat, berisi informasi yang menarik dan relevan dengan minat siswa, dikemas dengan cara yang menarik dan menghibur Beberapa saran yang dapat dijadikan acuan berdasarkan penelitian ini bagi siswa ialah untuk tidak mengakses konten Youtube Short secara berlebihan dan ada baiknya digunakan konten sebagai sarana informasi juga inspirasi guna meningkatkan minat baca, tidak sebagai pengganti bacaan. Siswa juga diharapkan agar lebih selektif dan juga bersifat kritis dalam mengakses konten YouTube Short, karena tidak semua konten berisi edukasi atau konten positif, adakalanya beberapa konten mengandung unsur yang kurang baik terutama bagi siswa kelas 6 SD Negeri di Kecamatan Penajam. Bagi guru, dapat memanfaatkan konten YouTube Short sebagai salah satu metode atau cara guru agar dapat memberikan materi serta penerapan yang menarik juga inovatif dengan tujuan menstimulasi minat dan motivasi siswa agar dapat menumbuhkan minat baca mereka. Peran guru lainya harus dapat mengarahkan serta membingan para siswa agar tidak menyalahgunakan aturan dari konten YouTube Short dan juga harus disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran yang diinginkan oleh guru.