IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN DAN STRATEGI PENCEGAHANNYA
Universitas Udayana; Universitas Udayana; Universitas Udayana
Abstract
Library collections are important things that must be properly maintained because they are vulnerable to damage. If the library collection is damaged it will decrease the quality of the collection so that it cannot be used optimally. Librarians really need to know the f actors that af f ect the damage to library collections. The f actors that cause damage are caused by internal f actors and external f actors. If you already know the f actors that af f ect the damage, it will be easy to take early prevention to maintain and maintain library collections properly.
Keywords:
Preservation
· factors causing damage
· library collection
Introduction
Perpustakaan sebagai penyedia inf ormasi bagi masyarakat sehingga perpustakaan disebut sebagai institusi pengelolaan koleksikarya tulis baik karya cetak maupun karya rekam yang dimana koleksi karya tersebut akan melengkapi kebutuhan pengguna dari pendidikan, penelitian, inf ormasi dan rekreasi. Perpustakaan berperan penting dalam memberikan inf ormasi kepada pengguna dimana perpustakaan pusat inf ormasi untuk penunjang pengembangan pendidikan dan penelitian sehingga perpustakaan banyak memiliki koleksi.Sehingga koleksi perpustakaan harus diperhatikan karena koleksi perpustakaan akan digunakan oleh para pengunjung untuk mencari inf ormasi sesuai dengan kebutuhan mereka. Koleksi perpustakaan menjadi hal penting yang harus diperhatikan karena koleksi ini sering di gunakan oleh para pengunjung. Agar orang berikutnya dapat terus menggunakan koleksi di perpustakaan, maka pihak perpustakaan perlu pelestarian terhadap bahan pustaka agar terjaga keutuhannya.Setiap perpustakaan memiliki f aktor berbeda yang menyebabkan kerusakan koleksinya. Koleksi perpustakaan merupakan asset sebuah perpustakaan karena koleksi menjadi komponen vital bagi perpustakaan. Jika cara pemeliharaan dari koleksi perpustakaan tidak tepat dapat memperparah kerusakan yang dimana kategorinya ringan menjadi semakin parah. Karena ketidaktahuan tentang penyebab kerusakan koleksi menyebabkan pustakawan tidak mengetahui cara pencegahan dan penanganannya.Sehingga pustakawan harus mengetahui f aktor-f aktor yang menjadi penyebab dari kerusakan koleksi perpustakaan agar dapat meminimalisir kerusakan koleksi serta dapat mengetahui cara pencegahan dari koleksi yang rusak.Berdasarkan permasalahan diatas, dapat disimpulan bahwa bahan koleksi merupakan asset penting di perpustakaan, dengan begitu bahan koleksi tersebut harus dijaga agar dapat dipergunakan terus menerus . Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait “Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan di Perpustakaan dan Strategi Pencegahannya”. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai apa saja f aktor yang menjadi penyebab dari kerusakan koleksi yang dapat terjadi di perpustakaan serta strategi pada pencegahan kerusakan bahan koleksi di perpustakaan.
Method
Pada penelitian ini menggunakan metode Studi Kepustakaan. Metode ini digunakan karena salah satu ciri penelitian ini adalah melihat langsungpada data atau teks dari pada data yang ada di lapangan. Menurut Sugiyono dalam (Ramanda dkk., 2019)mengatakan bahwa studi pustaka berkaitan dengan studi teoridan berbagairef erensi yang tidak dapatdipisahkandari literatur ilmiah.Teknik pengumpulandata dalam penelitian ini adalah membaca berbagai sumber. Analisis data pada studi ini menggunakan teknik analisis data kualitatif Milles & Hubberman (2014) yaitu:1.Reduksi data, penelitian ini mengumpulkan beberapa data lalu dipilih data yang diperlukan dan yang tidak diperlukan supaya dalam mengambil kesimpulan lebih mudah.2.Penyajiandata, penyajian data berf ungsi sebagai cara dalam memberikan hasil penelitian yang telah di kumpulkan. Penyajian data pada studi ini menggunakan Teknik deskriptif .3.Menarik kesimpulan, kesimpulan merupakan hasil akhir dari sebuah penelitian yang dapat dijadikan pertimbangan akan penelitian selanjutnya
Discussion
4.1Faktor-FaktorPenyebab Kerusakan Pada Koleksi PerpustakaanPada dasarnya, koleksi perpustakaanterdiri dari kertas, yang dapat berupa buku, koran atau bahan lainnya.Berjalannya waktukoleksi-koleksi perpustakaan akan mengalami kerusakan, sehingga pelestarian koleksi perpustakaan ini sangat diperlukan untuk mendukungf ungsi perpustakaan dalammenjalankan jasa perpustakaan.Terdapat beberapa penyebab terjadinya kerusakan bahan pustakayaitu (Fatmawati, 2018):1.Faktor Internal: Karakteristik Koleksi Kertas terdiri dari senyawa yang secara bertahap memburuk karena suhu tinggi dan rendah serta intensitas dan kelemahan cahaya yang mengenai koleksi. Pada sampul koleksi yangterbuat dari karton terdapat kandungan asam, dimana terjadi proses asam yang ditransf er ke kertas yang dapat menurunkan kualitas pada kertas, dengan menurunnya kualitas pada kertas dapat membuat kertas menjadi rapuh dan cepatbernoda dan berjamur. 2.Faktor Eksternal 1)Faktor Lingkungan, pada umumny a kerusakan koleksi yang disebabkan oleh f aktor lingkungan seringkali berkaitan dengan f aktor f isika seperti: paparan sinar matahari, cahaya lampu, suhu, kelembaban dan debu. Selain itu jika terdapat sisa makanan dan minuman disekitar koleksi sertapenyimpanan koleksi yang tidak memenuhi persyaratan dapat menyebabkan kerusakan terhadap koleksi.2)Faktor Biologi, yang termasuk dari f aktor biologi yaitu: binatang pengerat, tikus adalah salah satu hewan pengerat, mereka sangat sulit untuk dibasmi. Biasanya kertas dijadikan sarang selain itu mereka juga memakan buku.Serangga, rayap dan kecoa biasanya banyak terdapat di perpustakaan.Rayap menyebabkan kerusakan buku karena makanan utama mereka adalah kertas. Kotoran kecoa dalam bentukcair dapat merusak keutuhan koleksi perpustakaan. Jamur merupakantumbuhan yang dapat mengambil makanan dari makhluklainsebagai parasite. Jika jamur tumbuh dikertas maka dapat menyebabkan kerusakan serius pada koleksi tersebut.3)Faktor Lain, manusia baik itu petugas perpustakaan atau pengunjung menjadi f aktor perusak yang hebat, dimana mereka tanpa sengaja atau tidak sengaja pada saat membaca buku membuat lipatan sebagai tanda batas baca. Hal tersebut dapat membuat kerusakan pada perekat buku sehingga buku lepas dan lembaran-lembaran buku menjadi terpisah. Bencana alam menjadi f aktor alam seperti: banjir, gempa bumi, tsunami,gunung meletus,kebakaran.Melakukan upaya pencegahan sedini mungkin, karena kewaspadaan dan persiapan penting untuk memastikan tindakan yang cepat dan tepat untuk mengurangi risiko kecelakaan, dan jauh lebih baik dan lebih mudah dari pada memperbaiki buku yang rusak.4.2Strategi Pencegahan Terjadinya Kerusakan Bahan Pustaka.Upaya dini untuk mencegah kerusakan koleksi perpustakaan lebih tepat dilakukan dibandingkan memperbaiki bahan pustaka yang telah parah keadannya. Menurut Djmarin dalam (Suyono, t.t.)usaha untuk pencegahan kerusakan bahan pustaka dapat di lakukan dengan cara berikut. Untuk pencegahan terhadap f aktor biologi seperti adanya binatang pengerat bisa dilakukan pembasmian dengan memasang perangkat tikus dan dilakukan pemeriksaanrutin terhadap bangunan, ruang atau area penyimpanankoleksi perpustakaan. Dalam pembasmian serangga dapat menggunakan bahan-bahan kimia dengan penyemprotan pembasmi seranggasecara berkala di lantai, dinding dan rak buku.Untuk pencegahan pada jamur petugaspustakawan dapat menjaga kebersihan buku dan ruangan dari minyak, debu dan memeriksa kelembaban ruangan atau tempat penyimpanan koleksi.Pada pencegahan dalam f aktor lingkungan seperti menghilangkan debu dapat dilakukan dengan membersihkan jendela secara berkala dan menutup jendela atau ruangan perpustakaan dengan kain, setiap seminggu sekali membersihkan buku-buku atau koleksi dari debu yang bersarang menggunakan mesin penghisap debu. Cahay a matahari menyebabkan kehancuran pada kertas dan membuat kertas menjadi kuning serta lambat laun huruf-huruf pada dan gambar pada cover buku akan memudar, untuk mengatasi hal tersebut pustakawan dapat menyusun rak buku agar tidak terkena langsung paparan sinar matahari selain itu pada setiap jendela dapat ditutup dengankain jika sinar matahari bersinar terik.Untuk pencegahan dari f aktor manusia dapat memberikan edukasi kepada para pengguna perpustakaan bagaimana cara menggunakan koleksi perpustakaan yang benar untuk menjaga koleksi perpustakaan dengan baik, seperti tidak boleh membawa makanan atauminuman pada saat berkunjung ke perpustakaan, selain itu pustakawan pada saat menyusun buku pada rak tidak boleh terlalu padat agar kulit buku satu dengan lainnya tidak menempel.Selain f aktor manusia terdapat f aktor bencana alam. Bencana alam merupakan suatu kejadian yang tidak terduga sehingga dalam menghadapi musibah harus diperlukan kesigapan dari seluruh staf perpustakaan untuk menghadapinya, seperti memeriksa kabel listrik secara berkala, memilah dan menetapkan bahan-bahan yang mudah terbakar ditempat khusus dan tersedianya alat pemadam api di setiap ruangan perpustakaan.
Conclusion
Dari pembahasan diatas, dapat di simpulkan bahwa pelestarian koleksi perpustakaan harus menjadi hal penting yang harus diperhatikan, jika terdapat koleksi di perpustakaan yang rusak maka terjadi penurunan terhadap pemanf aatan koleksi tersebut. Untuk mencegah hal tersebut pustakawan harus mengetahui f aktor penyebab kerusakan koleksi agar dapat mencegah kerusakan dari koleksi tersebut dan penanganannya. Terdapat beberapa f aktor yang menyebabkan kerusakan pada koleksi perpustakaan, yaitu dari f aktor internal : karakteristik koleksi dan f aktor eksternal: lingkungan, biologi, manusia dan bencana alam.Tujuan dari adanya identif ikasi f aktor yang mudah merusak koleksi perpustakaan adalah memudahkan pustakawan dalam menyelidiki pelestarian koleksi serta cara penanganannya. Setelah mengetahui penyebab kerusakan koleksi pustakawan dapat melakukan pencegahan sejak dini terhadap koleksi agar tidak terjadi kerusakan sehingga koleksi perpustakaan dapat dimanf aatkan oleh pengguna perpustakaan dengan baik.Berdasarkan kesimpulan diatas, terdapat saran yang bisa diberikan kepada perpustakaan bahwa setelah mengetahui f aktor-f aktor yang menyebabkan kerusakankoleksi perpustakaan, pustakawan harus melakukan upaya untuk pelestarian koleksi agar koleksi perpustakaan berkualitas, awet dan tahan lama agar pengguna perpustakaan dapat menemukan koleksi yang dibutuhkan