Kembali
16
1
2023 Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 3 · 2 ISSN 2827-9107

PERAN ORANGTUA ASUH TERHADAP LITERASI DIGITAL ANAK DI PONDOK KASIH BALI

Universitas Udayana; Universitas Udayana; Universitas Udayana

Abstract

Information literacy is generally interpreted as a standard and reference for recognizing when information is needed and the ability to find, search, analyze, evaluate and communicate information. Mastery of information plays an important role because technology and information are so easily accessible and used anytime and anywhere. The purpose of this study was to determine parents' understanding of digital literacy and whether foster children are proficient in digital literacy. This research was conducted using a qualitative approach with descriptive methods by collecting data from observations, interviews, and documentation. This study discusses the role of foster parents in children's digital literacy at Pondok Kasih Bali. The population of this research is foster parents. The results of this study indicate that children in Pondok Kasih Bali carry out digital literacy activities but are still not effective due to several obstacles such as inadequate facilities, for the role of foster parents in Pondok Kasih Bali they also play an important role in children's curiosity -pretty tall kid.
Keywords: digital literacy · information literacy · the role of parents

Introduction

Literasi didefinisikan sebagai kapabilitas individu dalam merangkai serta mengerti informasi yang ada pada tulisan maupun bacaan. Literasi informasi padaumumnya diartikan sebagai standar dan acuan untuk mengenali kapan suatu informasi tersebut diperlukan dan kemampuan dalam menemukan, mencari,menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan suatu informasi. Penguasaan informasi sangat berperan penting dikarenakan teknologi dan informasi begitu mudah di akses dan digunakan kapan dan dimana saja.Literasi digital merupakan upaya yang diperlukan individu pada era sudah serba maju seperti situasi saat ini untuk menyaring informasi secara tepat. Terhadap beberapa usaha tambahan yang mampu memperkuat kemahiran literasi digital ini, seperti kesesuaian aplikasi yang dipergunakan dan disertai dengan kapabilitas individu untuk mengertidan memilah segala bentuk informasi yang didapatkan secara lebih dalam. Dengan menyadari akan vitalnya peranan kedua hal tersebut, maka implikasi serius dari tingginya peredaran informasi palsu dalam lingkungan sosial yangsaat ini cukupmengkhawatirkanakan bisa diminimalisir sedini mungkin.Sebagai bentuk usaha dalam peningkatan mutu generasi muda, merupakan suatu keharusan untuk membentuk fondasi pendidikan dan aspek moral yang kokoh.Kemudahan dalam mengakses pendidikan berkualitas baik masih menjadi impian besar bagi banyak anakdi luaran sana dengan harapan nantinya mereka bisa mengubah derajat hidup mereka ke arah yang lebih baik. Hal ini secara tidak langsung menekankan pentingnya peran institusi atau pendidik yang mampu mengangkat mutu pendidikan anak melalui lingkungan pendidikan keluarga.Pendidikan memiliki nilai yang sangat signifikan terutama di dalam lingkungan keluargakarena orang tua harus memberikan contoh kepada anak-anak dalam lingkungan keluarga dengan memulai dari hal kecil. Menanamkan pendidikan karakter sejak dini bagi anak dengan memberikan contoh kecil maka anak diharapkan dapat dengan bijak dalam melakukan sesuatu, baik itu dalam mencari informasi maupun menyebarluaskan informasi pada saat menggunakan mediadigital.Orang tua merupakan individu dewasa yang memiliki hubungan yang paling dekat dengan anak-anak, menjadi sumber utama pembelajaran bagi mereka dalam berbagai aspek. Sikap dan perilaku orang tua menjadi contoh yang akan diadopsi oleh anak-anak, sehingga penting bagi orang tua untuk memastikan bahwa mereka memberikan contoh yang baik. Selain itu, orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal, serta mencegah gangguan yang dapat menghambat perkembangan mereka. Pentingnya memenuhi kebutuhan anak-anak secara memadai juga menjadi tugas orang tua(Hidayat & Maesyaroh, 2022).Cara mendidik anak harus dimulai dari hal-hal kecil karena dengan melihat saja anak dapat mengikuti serta merekam semua perilaku orang tua atau objek yang ada di depan mereka, yang kemudian akan ditiru dan diterapkan setiap harinya.Karya abdiel indonesia yang mendirikan salah satu panti asuhan yang diberi nama Pondok kasih. Pondok kasih ini dipercayakan kepada tiga orang tua asuh. Orang tua asuh ini antara lain: Ev. Agung Setio S.Th, Ev.Ni Putu Sri Utami. S. Th, Ev. Gunarto. S. Th. Tiga orang tua asuh ini diberi kepercayaan untuk mendidik 12 orang anak pada tahun ini mulai dari SD, SMP, SMA. 12 orang anak pondok kasih itu yaitu: Dea Monika Natalia, I Kadek Adi Sujana, I Nyoman Periadi, I Kadek Kresna Dana, Ni Made Dwi Puspita Sari, Ni Ketut Suci Wardani, Ni Putu Ayu Ari Asti, Ni Putu Selvi Cahyani, I Komang Krisna Santika, I Made Wisnu Wardana, Marta Grazia, Maria Gracia. Kebanyakan anak-anak menggunakan ponsel mereka untuk berbagai aktivitas, seperti bermain permainan, menonton video, mengakses media sosial, berkomunikasi melalui pesan teks atau panggilan suara, menjelajahi internet untuk mencari informasi, dan mengambil foto atau video.Namun, sangat disayangkan, beberapa dari mereka masih belum paham fungsi utama diberikan fasilitas berupa handphone yang seharusnya digunakan dalam mencari informasi.Maka dari itu peran orang tua asuh di sini sangatlah penting, dalam mengawasi bagaimana anak anak menggunakan fasilitas yang di berikan. Pemaparan di atas menjadi latar belakang penulisdalam mengangkat studi dengan judul“Peran Orang Tua Asuh Terhadap Literasi Digital Anak di Pondok Kasih Bali

Method

Penelitian ini berdasarkan pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif ini dilakukan dengan cara wawancara. Sugiyono (2018:86) menjabarkan metode deskriptif sebagai metode dalam suatu studi yang bertujuan untuk mengidentifikasi nilai satu atau lebih variabel secara independen tanpa adanya proses membeda-bedakan atau mengaitkan variabel terpilih dengan variabel lainnya. Oleh karena itu, studi ini dijalankan guna mencari tahu apakah variabel itu terbebas dari pengaruh maupun keterikatan dengan variabel lainnya seperti contoh penelitian korelasi dan eksperimen. Adapun teknik yang diaplikasikan guna data bisa terkumpul dan berguna dalam studi ini yakni: 1. **Observasi** Observasi diartikan sebagai tindakan mengamati suatu entitas dengan menganalisis informasi dari peristiwa yang melibatkan objek tersebut, melalui pemahaman terhadap informasi yang telah diperoleh sebelumnya mengenai aktivitas tersebut. Observasi dalam penelitian ini dilakukan secara langsung ke Yayasan Pondok Kasih Bali. 2. **Wawancara** Wawancara didefinisikan sebagai sebuah proses interaktif dalam menanyakan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk verbal dengan tujuan memperoleh informasi. Dalam konteks penelitian ini, wawancara dijalankan secara langsung dengan pihak pengelola yayasan, didukung oleh perlengkapan alat tulis dan perekam suara. 3. **Dokumentasi** Dokumentasi merupakan suatu kegiatan dengan proses pemilihan, pengumpulan, pengolahan dan penyimpanan informasi berupa bukti gambar. Kegiatan dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan dengan alat bantu seperti alat tulis, alat perekam dan kamera. Analisis Data didefinisikan sebagai tahapan membentuk pola dari data yang telah diatur dan dikategorikan dengan satuan urutan dasar sehingga tema dan rumusan data yang sesuai akan mudah diperoleh (Moleong, 2017:280-281). 1. **Pengumpulan Data** Pengumpulan data dilakukan untuk memenuhi data yang dibutuhkan dalam penelitian dengan cara datang langsung ke lapangan serta mencatat hasil dari data-data atau informasi yang diperoleh. 2. **Reduksi Data** Tahapan seleksi yang ditujukan guna menyederhanakan data didefinisikan sebagai reduksi data yang dimana tahapan ini nantinya akan memfokuskan pada isi data agar penarikan kesimpulan menjadi lebih mudah. Relevansi hasil dengan data akan terlihat dari kapabilitas peneliti dalam menyeleksi data. 3. **Penyajian Data** Pada tahap penyajian data ini, penyajian-penyajian data yang biasa digunakan dalam penelitian kualitatif adalah berupa sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis yang berbentuk narasi. 4. **Kesimpulan** Tahapan ini merupakan terminasi dari proses analisis data, di mana data yang telah terstruktur diberi perbandingan secara komprehensif guna menghasilkan suatu simpulan sebagai respons terhadap isu yang tengah diselidiki. Berdasarkan tahapan di atas dapat disimpulkan bahwa analisis data merupakan tahapan menganalisis data yang diperoleh dari hasil pengumpulan data melalui wawancara informan di yayasan Pondok Kasih dengan melakukan observasi ke tempat penelitian dan mendokumentasikan kegiatan penelitian.

Discussion

Saat ini pengaruh literasi digital juga sangat penting bagi anak –anak dengan teknologi yang sudah sangat maju saat ini dapat membantu anak dalam kegiatan belajar mereka. Dalam menghadapi perkembangan digital maka inovasi baru dalam bidang literasi yang disertai pemanfaatan kemajuan digital menjadi esensial. Dengan memiliki kemampuan yang baik dalam literasi digital diharapkan anak bisa lebih bijak dan kreatif dalam memilih informasi. Literasi digital berperan dalampengembangan informasi untuk bisa mendorong rasa ini tau dan kreativitas yang dimiliki oleh anak dalam dunia pendidikan. Beberapa hal yang melatar belakangi efektifnya kegiata literasi digital salah satuya adalah dukungan orang tua dan fasilitas yang jugaharus memadai agar kegiatan literasi digital bisa berjalan dengan efektif. Selain itu konsisten dan ketekunan dalam kegiatan literasi juga sangat di berpegaruh. Kegiatan literasi digital tidak akan berjalan dengan efektif jika rasa ingin tau anak masih kurang dan minat baca yang masih rendah. Selain itu perlunya kesiapan pendamping dalam kegiatan literasi digital dan dari segi fasilitas yang belum memadai mulai dari: handphone, internet.Literasi dipahami sebagai kegiatan membaca dan menulis. Padahal literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis saja. Tetepi mencakup kemampuan seseorang baik dalam memahami, membaca, dan mengaimplementasikan berbagai bentuk komunikasi dari informasi yang di dapat. Banyak manfaat atau dampak yang akan dirasakan dengan kita konsisten dalam kegiatan literasi khusunya literasi digital agar kita bisa beradaptasi dengan teknologi yang maju saat ini. Literasi digital sebenarnya sudah menjadi kewajiaban bagi semoa orang, tetapi kadang rasa malas yang membuat kita menjadi tidak konsistendalam melakukan suatu kegiatan. Maka pendamping perlu untuk mengubah cara belajar anak agar kegiatan literasi itu menjadi menarik untuk dilakukan, untuk miningkatkan kemampuan literasi anak.Saat ini kegiatan literasi anak masih rendah dengan perkembangan teknologi saat ini, semakin sering melakukan kegiatan literasi digital maka kemampuan anak akan media digital juga dapat membantu anak serta memudahkan anak dalam beradaptasi dengan media digital dalam kegiatan literasi digital. Berdasarkan hasil wawacara yang diperoleh dari kedua informan diatas dapat disimpulkan bahwa anak –anak harus mampu memanfaatkan waktu yang ada dengan baik dalam kegiata literasi digital. Dengan teknologi yang ada banyak kegiatan yang bisa di ikuti yang bermanfaatuntuk meningkatkan kemampuan literasi.Dengan berkembangnya teknologi digital dalam bidang pendidikan, maka banyak kali kemudahan yang dirasakan yang dapat meningkatkan kemampuan belajar anak dan memudahkan dalam megakses materi pembelajaran, selain ituanak juga menjadi ketergantungan dengan media digital akan tetapi juga harus diimbangi dengan penanaman karakter. Pada era moderen saat ini anak –anak di tuntut supaya bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi, untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan memudahkan anak dalam mengikuti kegiatan belajar megajar yang sudah serba digital. Dalam kegaiatan literasi digital yang menjadi hambatan utama yaitu pada anak yang masih rendah minat bacanya, maka dari itu kita sebagai pendamping harus lebih dahulu memberikan contoh kecil sebelum kita mengajak anak untuk kegiatan literasi digital, selain itu fasilitas juga harus memadai agar bisa mendukung kegiatan literasi digital. beberapa hambatan yang menghambat kegiatan literasi digital, dari fasilitas yang kurangmemadai seperti: Handphone yang terbatas, internet yang kurang lancar dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan terhambatnya kegiatan literasi digital. selain itu mari kita sama –sama mendorong anak -anak untuk mau meluangkan waktu mereka untuk memanfaatkan teknologi yang sudah ada dengan sebaik-baiknya.Dengan perkembangan teknologi saat ini anak bisa mengenal lebih jauh teknologi yang digunakan dalam kegiatan literasi digital.Kegiatan literasi digital anak bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam proses pembelajaran serta dapat memahami sesuatu yang berkaitan dengan literasi digital, pemanfaatan literasi digital yang bijak berdampak positif bagi anak. Berdasarkan hasil wawacara yang diperoleh dari kedua informantersebut, bisa disimpulkan bahwasannyasegala aktivitas yang berkaitan dengan literasi anak sangat esensialdalam meningkatkan kemampuan anak, memudahkan anak bisa mengikuti pembelajaranbaik di sekolah maupun di rumah dan beradaptasi di era yang serba digital saat ini

Conclusion

Dapat disimpulkan bahwa dalam berlangsungnyakegiatan literasi digitaldi Pondok Kasih Baliperan seorang pendamping sangat diperlukan, serta sebagai pedamping juga harus bisa menyesuaikan dan mecoba mengikuti kemajuan teknologi agar nantinya bisa memberi contohdan mampu megarahkan anak -anak agar memanfaatkan teknologi degan baik. Dengan adanya kegiatan literasi digital bayak membantu anak –anak di Pondok Kasih, baik di rumah maupun di sekolah dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu anak –anak masih membutuhkan arahan dan bimbingan dari orang tua untukmenggunakan media digital dengan bijak baik pada saat mencari informasi, menyebarkan informas