PERAN PENTING PENDIDIKAN PEMAKAI (USER EDUCATION) BAGI PEMUSTAKA DI PERGURUAN TINGGI
Universitas Negeri Padang
Abstrak
Perpustakaan perguruan tinggi memliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswanya. Perpustakaan perlu diperkenalkan kepada pengguna salah satunya perpustakaan perguruan tinggi. Tujuan diadakannya pengenalan ini agar pelayanan perpustakaan akan lebih maksimal dalam pelaksanaan tugasnya. Pemustaka diberikan pelatihan dan petunjuk dalam penggunaan layanan diperpustakaan. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan atau studi literatur. Pelaksanaan kegiatan pendidikan pemakai di perpustakaan pegruan tinggi dapat dilakukan pada saat penganalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru atau membuat jadwal khusus program pendidikan pemakai bagi mahasiswa baru. Metode yang dapat digunakan dalam pelaksanaan pendidikan pemakai adalah ceramah, berkeliling ke perpustakaan, penggunaan audiovisual dan memberikan buku pedoman pendidikan pemakai. Sehingga dengan diadakannya pendidikan pemakai bagi pemustaka ini mereka dapat menajdi lebih terampil dan mandiri dalam menggunakan layanan perpustatakaan dan mampu memanfaaatkan perpustakaan secara efektif dan efisien
Abstract
College libraries have an important role in meeting the information needs of their students. Libraries need to be introduced to users, one of which is university libraries. The purpose of holding this introduction is so that library services will be maximized in carrying out their duties. Users are given training and instructions in the use of library services. This research uses literature study or literature study. Implementation of user education activities in university libraries can be carried out at the time of introducing the campus environment for new students or making a special schedule for user education programs for new students. The methods that can be used in the implementation of user education are lectures, going around the library, using audiovisuals and providing user education manuals. So that by holding user education for these users, they can become more skilled and independent in using library services and be able to use the library effectively and efficiently.
Keywords:
User Education
· Librarian
· College
Introduction
Perpustakaan yang ideal adalah perpustakaan yang mampu memenuhi kebutuhan para pengguna. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap perpustakaan pasti ingin menjadi wadah dalam pemenuhan kebutuhan informasi bagi penggunaya. Sebagai pusat penyedia infomasi bagi pemustaka, perpustakaan harus memberikan pelayanan yang maksimal baik itu dari segi koleksi, fasilitas, maupun pelayanan oleh pustakawan itu sendiri dan sebagainya. Perpustakaan harus mampu memberikan informasi-informasi yang diperlukan oleh penggunanya, walaupun kita tahu bahwasannya perpustakaan tidak sepenuhnya dapat memenuhi setiap kebutuhan pengguna, setidaknya akan ada penyelesaian bagi pustakawan nantinya, apalagi perpustakaan yang dijadikan sebagai tempat untuk mencari informasi mengenai tugas perkuliahan salah satunya perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan tinggi. Dalam melaksanakan perannya, perpustakaan perguruan tinggi harus mampu menunjang berbagai kebutuhan pengguna seperti pendidikan, penelitian, dan pengajaran serta pengabdian masyarakat. Di perguruan tinggi, perpustakaan banyak dikunjungi oleh pemustaka sebagai tempat untuk membuat dan mencari informasi untuk tugas perkuliahan mereka. Namun sebelum itu, perpustakaan perguruan tinggi ini sangat perlu sekali untuk diperkenalkan kepada mahasiswa terlebih dahulu. Tujuan perpustakaan diperkenalkan terlebih dahulu, agar nantinya pelayanan perpustakaan ini akan lebih maksimal penggunaannya, baik itu dari segi koleksi, tata tertib, fasilitas dan lain sebagainya. Perpustakaan perguruan tinggi harus mampu mendidik penggunanya agar mereka dapat tertib dan bertanggung jawab dalam dalam pemanfaatan koleksi yang lebih maksimal. Mengingat perpustakaan mempunyai peran yang amat sangat penting bagi para pemustaka dengan itu perlu diadakan sebuah kegiatan atau program yang dapat memperkenalkan, memperlihatkan serta menjelaskan mengenai manfaatmanfaat penting tentang perpustakaan. Dalam hal ini perpustakaan perguruan tingii dapat melakukan yang namanya pendidikan pemakai atau user education. Kegiatan user education ini merupakan kegiatan memperkenalkan perpustakaan lebih dalam kepada pemustaka, agar pemustaka bisa tau apa saja yang patut dan tidak patut dilakukan di perpustakaan, kemudian apa yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Sehingga dengan dilakukannya kegiatan user education ini nantinya akan membantu pemustaka atau mahasiswa untuk dapat lebih efektif dan efisien dalam menemukan informasi secara mandiri, memanfaatkan koleksi dengan benar, mengetahui bagaimana semestinya penggunaan fasilitas-fasilitas yang ada di sebuah perpustakaan dengan cara yang baik dan benar serta memanfaatkan SDM yang ada di perpustakaan. Kegiatan ini penting untuk dilakukan di perpustakaan perguruan tinggi dan dapat dijadikan terobosan bagi perpustakaan untuk menjadi lebih baik dan maksimal dalam pelayanannya.
Method
Metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah studi kepustakaan atau studi literatur. Dimana dalam penelitian ini penulis memilih topik kemudian menyeleksi bacaan yang didapat baik dari jurnal- jurnal online, buku, dan sumber-sumber literatur lain yang berkaitan dengan pembahasan dalam penelitian ini. Setelah itu penulis menganalisis bacaan sebelum akhirnya disusun dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini pembahasan berfokus pada peran penting pendidikan pemakai (user education) bagi pemustaka di perguruan tinggi.
Discussion
Di perguruan tinggi kegiatan pendidikan pemakai ini merupakan suatu hal yang amat sangat penting dilakukan sebagai langkah menjadi perpustakaan yang ideal. Menurut Sutarno dalam (Trinanda & Marlini, 2015) pendidikan pemakai adalah suatu keterampilan dan pengetahuan yang berisi tentang susunan koleksi, penggunaan kartu katalog, sistem layanan, yang telah selesai diolah yang kemudian disusun pada sebuah tempat (rak dan tempat lain), serta berbagai bentuk petunjuk yang memiliki kaitan dengan sumber informasi. Hazel Soedibyo mengartikan bahwa pendidikan pemakai merupakan usaha penunjang ataupun bimbingan terhadap pemakai atau pengguna mengenai cara memanfaatkan koleksi perpustakaan yang dapat disediakan secara efisien dan efektif, bimbingan yang diadakan tersebut dapat dilakukan dengan bimbingan secara kelompok maupun bimbingan secara individu (Ovelia Samalo Budiman, Elfie Mingkid, 2018). Sedangkan menurut Malley dalam (Priyanto, 2017) menjelaskan bahwa pendidikan pemakai merupakan suatu proses yang mana pengguna perpustakaan diberi pengertian dan pemahaman mengenai sumber-sumber perpustakaan untuk pertama kalinya, termasuk di dalamnya mengenai pelayanan dan sumber-sumber informasi saling berkaitan, dan bagaimana penggunaan sumber-sumber tersebut, serta bagaimana pelayanannya dan dimana letak sumbernya. Dari beberapa teori mengenai pendidikan pemakai diatas dapat penulis simpulkan bahwasannya pendidikan pemakai ini merupakan sebuah program atau kegiatan yang dilakukan sebagai wadah memperkenalkan perpustakan dan memberikan pengajaran kepada pemustaka mulai dari memperkenalkan layanan apa saja yang ada di perpustakaan serta bagaimana prosedurnya, tata tertib, hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, fasilitas yang ada dan juga melatih pemustaka untuk dapat mandiri dan aktif dalam memanfaatkan layanan perpustakaan secara optimal. Tujuan utama perguruan tinggi mengadakan kegiatan pendidikan pemakai (user education) ini yaitu untuk memperlihatkan serta memperkenalkan lebih banyak ke pemustaka bahwasannya perpustakaan itu merupakan sebuah sistem yang didalammya berisi sumber-sumber informasi dan banyak macam koleksi yang ada di dalamnya. Sedangkan menurut Rahayuningsih dalam (Alam, 2014), ada beberapa macam tujuan yang ingin dicapai, diantaranya: 1. Dengan adanya kegiatan user education pemustaka dapat memanfaatkan perpustakaan dengan lebih efisien dan lebih efektif. 2. Pemustaka dapat menemukan informasi sesuai dengan persoalan yang dihadapi dan dapat menggunakan sumber-sumber literatur yanga ada. 3. Dapat memberikan pengertian pada pemustaka mengenai ketersediaan informasi diperpustakaan baik tercetak maupun non cetak. 4. Dapat lebih mengenalkan kepada pemustaka mengenai jenis-jenis koleksi koleksi serta ciri-cirinya. 5. Memberi petunjuk kepada pemustaka dalam penggunaan perpustakaan agar pemustaka mampu menemukan materi yang berhubungan serta menemukan sumber informasi hingga meneliti sebuah masalah dan mempelajari bagaimana memecahlan masalah. 6. Dapat mengembangkan minat baca pemustaka 7. Jarak antara pustakawan dengan pemustaka dapat semakin dekat Sedangkan menurut buku pedoman perguruan tinggi dalam (Febrianti, 2019) juga terdapat beberapa tujuan pendidikan pemakai secara umum, diantaranya sebagai berikut: 1. Keterampilan pengguna dapat meningkat sehinga mampu memanfaatkan kemudahan dan sumberdaya perpustakaan dengan mandiri. 2. Pengguna dibekali dengan teknik yang memadai serta sesuai untuk menemukan informasi dengan subjek tertentu 3. Sumber daya perpustakaan dan pemanfaatan layanan dapat meningkat 4. Mempromosikan layanan yang ada di perpustakaan 5. Menyiapkan pengguna perpustakaan agar mampu mengantisipasi perkembangan IPTEK Jadi, tujuan dari pendidikan pemakai ini ialah meningkatkan keterampilan pemustaka lebih dalam lagi serta dengan memberikan pendidikan dan pengetahuan bagaimana cara memanfaatkan layanan perpustakaan dengan optimal dan bagaimana mengakses informasi dengan lebih cepat, tepat dan efisien. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pendidikan pemakai dapat dilaksanakan ketika masa pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru atau membuat jadwal khusus kegiatan user education bagi mahasiswa baru. Kegiatan pendidikan pemakai memiliki metode tertentu. Dalam pemilihan metode untuk melakukan kegiatan tersebut nantinya hal tersebut akan berpengaruh dengan hasil yang akan diperoleh, oleh sebab itu pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar dan efektif maka dalam pemilihan metode harus legih diperhatikan. Dalam pemilihan metode juga perlu dipertimbangkan medianya, karena media yang digunakan tersebut nantinya akan memiliki daya tarik masing masing. Fjalbbrant dan Malley menyebutkan ada beberapa metode yang cocok dalam pengajaran untuk kegiatan pendidikan pemustaka (user education) dalam (Musa, 2015) yang secara garis besar dibagi menjadi 3, diantaranya sebagai berikut: 1. Metode yang dilakukan untuk pendidikan kelompok 2. Metode yang dilakukan untuk pendidikan individu atau perorangan 3. Metode yang dapat digunakan dalam pendidikan kelompok ataupun individu/ perorangan. Dalam pelaksanaannya, pendidikan pemakai di perguruan tinggi dapat dilakukan dengan tiga tingkatan (Alam, 2014), diantaranya sebagai berikut: 1. Orientasi Pada orientasi ini biasanya user education dilakukan pada awal perkuliahan biasanya juga disebut masa pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru. Materi yang disampaikan dapat berupa layanan perpustakaan, jam/ jadwal buka, sarana temu kembali informasi, jasa perpustakaan, jasa koleksi, serta aturan yang dimiliki dan tata tertib. Pada kegiatan orientasi ini metode yang tepat digunakan ialah metode ceramah, karena pada metode ini dilakukan dengan pengenalan dan kunjungan perpustakaan serta yang paling minimal adalah pustakawan ahli sebagai narasumbernya. 2. Pendidikan pengguna tingkat tertentu Dalam hal ini, dapat dilakukan diruangan yang besar dan luas dengan melalui ceramah umum yang mana materi berisi tentang perpustakaan, ada juga yang melakukan dengan cara bimbingan secara kelompok dan ada yang individu, dapat dilakukan dengan cara bimbingan langsung dengan pemustaka bersama pustakawan. Metode yang cocok untuk dilakukan adalah praktek dan ceramah secara langsung. 3. Pendidikan pemakai melalui homepage fasilitas ini membutuhkan biaya yang lumayan mahal, namun akan sangat efektif dan membantu, karena fasilitas ini bisa diakses dmanapun dan kapanpun oleh pemustaka. Dalam melaksanakan user education ada beberapa metode yang perlu dilakukan, hal ini bertujuan agar kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Menurut Fjallbrant dalam (Labibah & Pitri, 2022) terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam pelaksanaan kegiatan user education di ruang lingkup universitas, diantaranya: 1. Ceramah Kegiatan pengenalan perpustakaan di sebuah ruangan dengan menggunakan tenaga ahli sebagai narasumber. Isi ceramah yang disampaikan adalah bagaimana menggunakan perpustakaan dengan baik dan benar dalam hal memenuhi kebutuhan informasi. 2. Berkeliling ke perpustakaan Maksud dari kegiatan ini adalah mengajak mahasiswa/ pemustaka berkeliling menjelajahi dan mengamati perpustakaan secara langsung. 3. Penggunaan audiovisual Cara yang dilakukan ialah dengan mengajarkan secara tidak langsung, dikarenakan penyampaian materi melalui video atau kaset yang berisi mengenai informasi tentang perpustakaan. 4. Buku pedoman Dalam metode ini, pemustaka mendapat informasi dari membaca langsung buku pedoman yangs berisi mengenai informasi tentang informasi perpustakaan yang telah disediakan. Peran penting pendidikan pemakai (user education) bagi pemustaka Pada dasarnya kegiatan pendidikan pemakai (user education) ini merupakan program penting yang harus dilaksanakan oleh perpustakaan, terumata perpustakaan perguruan tinggi. Sama-sama diketahui bahwa pada perguruan tinggi terdapat banyak mahasiswa yang nantinya akan memanfaatkan layanan perpustakaan. Beberapa dari mereka masih banyak yang belum mengenal perpustakaan. Mereka tidak tahu apa koleksi, bagaimana penggunaannya, layanan apa saja yang tersedia diperpustakaannya. Bahkan penulis pernah melihat fenomena dimana pemustaka yang datang ke perpustakaan tidak tahu bagaimana cara mengisi kehadiran, tidak meletakkan tas ke dalam loker, tidak mengetahui bagaimana penggunaan alat telusur, tidak mengerti bagaimana cara mencari koleksi dengan benar, serta meletakkan koleksi pada rak dengan acak-acakan. Nah, untuk memaksimalkan penggunaan layanan perpustakaan maka diadakan program atau kegiatan pendidikan pemakai agar mahasiswa menjadi tahu hal-hal yang penting yang harus dilakukan ketika berkunjung ke perpustakaan. Kegiatan ini dapat dilakukan ketika masa pengenalan mahasiswa baru, atau membuat jadwal khusus untuk kegiatan ini. Dengan mahasiswa mengikuti kegiatan ini, mereka akan menjadi tahu apa yang sebelumnya mereka tidak tahu, misalnya ketika berkunjung ke perpustakaan beberapa pemustaka banyak yang tidak mengisi layanan visitor absen, dimana pengisian kehadiran ini sangat berperan penting bagi statistik kunjungan perpustakaan, setelah mengikuti kegiatan tersebut setiap mereka berkunjung, mereka akan mengisi daftar kehadiran terlebih dahulu; mengetahui tata tertib dan aturan yang berlaku; kemudian pemustaka menjadi tahu layanan- layanan dan fasilitas apa saja yang ada diperpustakaan; menjadi tahu mengenai koleksi yang boleh dipinjam atau tidak; mengetahui bagaimana prosedur peminjaman dan pengembalian buku; menjadi tahu menggunakan alat telusur dan bagaimana cara menelusur yang benar; mengetahui lokasi rak buku sesuai nomor kelasnya; bahkan dengan dilakukannya kegiatan user education ini juga bisa dijadikan sebagai ajang promosi baik itu koleksi, ataupun layanan dari perpustakaan apalagi jika disajikan dalam bentuk video yang menarik sehingga pemustaka dapat lebih tertarik berkunjung ke perpustakaan. Dengan adanya kegiatan ini pemustaka menjadi lebih terampil dan mandiri, serta dapat memanfaatkan layanan perpustakaan secara maksimal.
Conclusion
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan pemakai sangat perlu untuk dilakukan diperguruan tinggi dan penting untuk dilakukan secara terus menerus agar dapat memberikan keterampilan bagi pemustakanya sehingga dapat tercapai pemanfaatan perpustakaan perguruan tinggi yang optimal. Perpustakaan akan dapat berfungsi dengan maksimal dan optimal jika pemustakanya dapat memanfaatkan layanannya dengan baik dan benar. Oleh karena itu perpustakaan juga mesti menjadi perpustakaan yang berkualitas dengan menyediakan sumber informasi yang lengkap dan up to date sesuai dengan kebutuhan pemustakanya. Sehingga dengan dilakukannya kegiatan pendidikan pemakai, pemustaka menjadi tahu apa yang mereka sebelumnya tidak tahu, mereka menjadi lebih terampil dan mandiri dalam memanfaatkan layanan yang ada di perpustakaan.