ANALISIS PENGARUH AKTIVITAS DUTA BACA DALAM MENINGKATKAN CITRA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis pengaruh kontribusi dari duta baca sebagai Brand Ambassador perpustakaan terhadap peningkatan citra perpustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan 100 reponden sebagai sampel. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunask SPSS 23. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung variabel duta baca lebih besar dari nilai t tabel dengan tingkat signifikansi dibawah 0,05 (0,000). Hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara duta baca dan citra perpustakaan. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R2 ) persentasi kontribusi duta baca terhadap peningkatan citra perpustakaan UINSU Medan sebesar 80,3% sementara 19,7% sisanya dipengaruhi oleh variabel independen lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Abstract
This study aimed to analyze the effect of reading ambassadors’ contributions as library brand ambassadors on improving library image. The research method used was descriptive quantitative with 100 respondents as the sample. The data collection in this study was completed using questionnaires. Data analysis was performed using descriptive statistical techniques and simple linear regression with the help of SPSS 23 software. The t test results show that the t value of the reading ambassador variable is greater than the t table value with a significance level below 0.05 (0.000). This shows that there is a positive and significant relationship between reading ambassadors and library images. Based on the results of the coefficient of determination (R2) test, the percentage contribution of reading ambassadors to improving the image of the UINSU Medan library was 80.3%, while the remaining 19.7% was influenced by other independent variables that were not discussed in this study.
Keywords:
Library Reading Ambassadors
· Library image
· UINSU Library
Introduction
Library Reading Ambassadors, Library image, UINSU Library perpustakaan dianggap kurang penting. Oleh karena itu, promosi diperlukan untuk mengundang masyarakat kembali dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi yang berharga. Berbagai cara telah dilakukan untuk meningatkan minat pengunjung terhadap perpustakaan. Salah satunya adalah penyelenggaraan pameran, bazaar dan pendirian situs web serta media sosial. Upaya promosi dilakukan lebih dengan masyarakat tau pengguna, misalnya dengan menciptakan beberapa akun media sosial untuk memperkenalkan perpustakaan kepada pengunjung. Belakangan ini, promosi perpustakaan mengusung inovasi baru dengan menggunakan brand ambassador atau duta baca. Mirip dengan praktik yang umumnya dilakukan oleh perusahaan atau produk tertentu. Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) juga telah mengadakan kompetisi pencarian duta sebagai salah satu strategi promosi. Ajang tersebut telah diadakan sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2018 dan 2019. Pada tahun 2018 kompetisi duta baca dilakukan pada kegiatan Festival Library dan tahun 2019 kompetisi dilakukan pada kegiatan Library Campaign. Selain berfungsi sebagai alat promosi, pemilihan duta baca UINSU Medan juga dianggap sebagai agenda yang dapat mendukung perkembangan perpustakaan UINSU itu sendiri serta memberikan dukungan kepada para pustakawan. Promosi perpustakaan merupakan upaya sosialisasi mengenai berbagai aspek perpustakaan (Asdam, 2015). Melalui kegiatan promosi perpustakaan dapat memberikan informasi kepada pengguna tentang layanan, koleksi, kegiatan dan nilai tambah yang dimiliki perpustakaan. Meskipun layanan, koleksi dan kegiatan perpustakaan sangat sangat baik, namun jika tidak diketahui oleh pengguna maka manfaatnya akan terbatas. Melalui promosi perpustakaan dengan melibatkan duta baca, perpustakaan dapat menghadirkan inovasi baru untuk menarik minat pengguna. Saat ini citra perpustakaan sebagai sumber informasi yang berharga sedang mengalami penurunan. salah satu penyebabnya adanya situs web yang menyediakan informasi yang mudah diakses secara online. Promosi melalui duta baca diharpkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap perpustakaan dan pustakawan. Penggunaan duta baca sebagai alat promosi telah terbukti efektif sejak tahun 2006. Dengan dampaknya yang melahirkan duta baca di berbagai tingkatan, seperti duta baca provinsi, kabupaten/kota, sekolah, duta bacaan kecil, hingga Duta Baca Indonesia Ibu Membaca/Ibu melek huruf di daerah/Kota dan Provinsi (Perpustakaan Nasional RI, 2020). Duta baca perpustakaan UINSU telah aktif dalam berbagai kegiatan dan upaya promosi perpustakaan termasuk kegiatan sosial, partisipasi dalam acara-acara tertentu serta menyelenggarakan acara promosi perpustakaan itu sendiri. Data awal didapatkan melalui grand tour dan wawancara dengan salah satu duta baca perpustakaan UINSU. Menurut Agus selaku duta baca UINSU, masa jabatan sebagai duta baca berlangsung satu tahun sesuai dengan surat keputusan yang diterima. Para duta baca juga mendapatkan sertifikat resmi debgaia duta baca perpustakaan UINSU. Tugas mereka meliputi membantu pustakawan dalam berbagai kegiatan seperti memperkenalkan perpustakaan dan layanan yang tersedia kepada mahasiswa baru melalui kegiatan user education, serta menyelenggarakan sosialisasi tentang portal jurnal Cambridge Core, ejournal, dan acara publik seperti NGOPI (ngobrol seputar inspirasi) yang dihadiri oleh perwakilan dari setiap fakultas. Mereka juga terlibat dalam penilaian akreditas perpustakaan UINSU. Dalam hal ini bagaimana pengaruh kontribusi duta baca terhadap citra perpustakaan UINSU.
Method
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk menguji hubungan antar variabel dengan mengukur variabel-variabel tersebut sehingga data yang diperoleh berupa angka dapat dianalisis menggunakan prosedur statistik. Metode deskriptif merupakan sebuah pendekatan dalam penelitian yang digunakan untukmenggambarkan status suatu kelompok manusia, objek, kondisi, sistem pemikiran atau kelas peristiwa pada saat ini (Rukajat, 2018). Metode penelitian ini digunakan untuk meneliti pengaruh kontribusi duta baca terhadap peningkatan citra perpustakaan di UINSU. Penelitian ini melibatkan dua variabel, yaitu duta baca sebagai variabel bebas (X) dan citra perpustakaan sebagai variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh mahasiswa UINSU yang akif sebagai anggota perpustakaan dengan total populasi sebanyak 19.416 orang. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah pengikut akun Instagram @dutabacauinsu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probablity sampling dengan jenis sampling non-prababilitas yang dipilih adalah accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sesuai dengan jumlah populasi yaitu sebanyak 19.416 orang. Penentuan jumlah sampel ini menggunkan rumus slovin. Setelah dibulatkan, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang yang dipilih secara acak dari populasi yang relevan. Angket dalam penelitian ini menggunakan format tertutup yang memungkinkan responden hanya memberikan tanda centang pada kolom yang sesuai. Sekali pengukuran data yang digunakan adalah skala likert yang merupakan salah satu metode pengukuran sikap yang umum digunakan. Dalam pembuatan skala likert, peneliti menyusun beberapa pernyataan terkait dengan suatu isu atau objek dan responden diminta untuk menunjukkan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan mereka terhadap setiap pernyataan. Variabel skala likert yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk menyusun item-item instrumen, baik dalam bentuk pernyataan maupun pertanyaan (Sugiyono, 2018). Prosedur skala likert selanjutnya melibatkan penentuan skor untuk setiap pernyataan dalam kuesioner yang disebarkan. Jawaban responden dibagi menjadi lima kategori penilaian dimana setiap pernyataan diberi skor satu hingga lima. Tabel 1. Tabel skor penilaian angket Kategori Bobot Nilai Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Tidak Setuju (TS) 2 Netral (N) 3 Setuju (S) 4 Sangat Setuju (SS) 5
Result & Discussion
Uji Validitas Instrumen variabel X (Kontribusi duta baca) Validitas instrumen diuji untuk memastikan apakah data yang dikumpulkan sesuai dengan apa yang seharusnya diukur dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden dengan 17 penyataan untuk variabel Kontribusi duta baca (X) dan 8 pertanyaan untuk variabel Peningkatan citra perpustakaan (Y). Instrumen dianggap valid jika dapat mengukur dengan tepat apa yang seharusnya diukur dalam penelitian ini dengan taraf signifikansi sebesar 0, 05%. Dalam uji validitas, nilai rhitung untuk setiap item dapat ditemukan dalam kolom korelasi item total yang disesuaikan dengan tingkat signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan yang dihitung berdasarkan jumlah sampel yaitu 100. Dari perhitungan tersebut diperoleh nilai rtabel sebesar 0,195. Jika nilai rhitung > rtabel maka pertanyaan tersebut dianggap valid. Berdasarkan hasil uji validitas pada variabel X yaitu kontribusi duta baca, disimpulkan bahwa ke 17 item pertanyaan tersebut valid. Hal ini diperoleh karena nilai rhitung < rtabel dimana nilai rtabel untuk n=100 adalah 0.195 sedangkan nilai rhitung dapat dilihat pada hasil korelasi item total yang disesuaikan. Selanjutnya dilakukan uji validitas pada variabel Y yaitu untuk peningkatan citra perpustakaan UINSU. Uji Validitas Instrumen Variabel Y (Peningkatan Citra Perpustakaan) Uji reabilitas yang dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 23 dengan menggunakan rumus Cronbach’s Aplha menunjukkan bahwa nilai r > 0,6 untuk kedua variabel. Untuk variabel kontribusi duta baca, nilai Cronbach’s Alpha adalah 0,955 sedangkan untuk variabel peningkatan citra perpustakaan, nilai Cronbach’s Alpha adalah 0,923. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut reliabel karena nilai reabilitasnya melebihi 0,6. Analisis Statistik Deskriptif Analisis deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran tentang jumlah data minimum, maksimum, rata-rata (mean) dan standar deviasi dari setiap variable. Outup data dari aplikasi SPSS menampilkan informasi sebagai berikut: Tabel 2. Analisis Statistik Deskriptif N Minimum m Maximum m Mean Std. Deviation Total x 100 23 85 56,76 12,841 Total y 100 11 40 27,29 6,429 Valid N (listwise) 100 Dari hasil analisis statistik deskriptif terlihat bahwa variabel kontribsui duta baca (X) dan variabel peningkatan citra perpustakaan (Y) memiliki jumlah data (N) sebanyak 100. Pada variabel kontribusi duta baca (X), nilai mean adalah 56,76 dengan nilai maksimum 85 dan minmum 23. Standar deviasi dari variabel ini adalah 12,841. Sedangkan pada variabel peningkatan citra perpustakaan, nilai mean adalah 27,29 dengan nilai maksimum 40 dan minum 11. Standar deviasi dari variabel ini adalah 6,429. Analisis Regresi Sederhana Analisis regresi linear sederhana bertujuan untuk menentukan pengaruh variabel kontribusi duta baca terhadap variabel peningkatan citra perpustakaan UINSU. Hasil analisis ini tergambar dalam output SPPS berikut: Tabel 3. Analisis Regresi Sederhana Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,821 1,306 1,395 ,166 kontribusi duta baca ,449 ,022 ,896 19,994 ,000 Dari hasil analisis regresi sederhana, kolom Unstandardized Coefficients menunjukkan nilai regresi dengan konstanta a=1,821 dan b=0,449. Oleh karena itu, persamaan analisis regresi sederhana dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Nilai konstanta sebesar 1,821 menandakan bahwa ketika kontribusi duta baca dianggap konstan atau ditiadakan, citra perpustakaan UINSU memiliki nilai sebesar 1,821 satuan. b. Koefisien 0,449 menunjukkan bahwa jika kontribusi duta baca ditingkatkan satu satuan, maka citra perpustakaan UINSU akan meningkat sebesar 0,449. Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis dilakukan uji signifikasi individual (uji t) dan koefisien determinasi (R 2 ) sebagai berikut : Uji statistik t digunakan untuk menilai seberapa besar pengaruh parsial (sendiri) yang diberikan oleh variabel independen (duta baca) terhadap variabel dependen (citra perpustakaan). Jika nilai thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima , jika thitung > ttabel maka H0 diterima dan Ha di tolak. Untuk megetahuittabel, diperlukan rumus yaitu ttabel, =∝/2; n = k =1 = t ( 0,025 ; 100 ) = 1, 984, maka ttabel=1,984 ( tingkat kepercayaan 95% ∝ = 0,05). Tabel 4. Hasil Uji T Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,821 1,306 1,395 ,166 Kontribusi duta baca ,449 ,022 ,896 19,994 ,000 Berdasarkan tabel hasil uji t, terlihat bahwa nilai t hitung untuk variabel duta baca lebih besar daripada nilai t tabel, yaitu 19,994> 1,984 dengan tingkat signifikansi dibawah 0,05 (0,000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Haditerima. Hal ini mengindikasi adanya pengaruh positif dan signifikan antara variabel duta baca terhadap citra perpustakaan. Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi (R 2 ) pada dasarnya mengukur seberapa baik model dapat menjelaskan variasi dari variabel terikat. Tabel 5. Koefisien Determinasi Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,896a ,803 ,801 2,86741 Dari tabel hasil uji keofisien determiniasi (R 2 ) terlihat bahwa nilai (R 2 )sebesar 0,803 yang setara dengan 80,3%. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 80,3% variasi dalam peningkatan citra perpustakaan UINSU dapat dijelaskan oleh kontribusi duta baca. Sisanya, sebesar 19,7 dipengaruhi oleh variabel independen lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Conclusion
Partisipasi duta baca memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap peningkatan citra perpustakaan UINSU yang tergolong dalam kategori kuat. Semakin intensif duta baca dimanfaatkan, semakin besar peningkatan citra perpustakaan UINSU terjadi. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, diperoleh nilai R square sebesar 0.803% yang mengindikasi bahwa kontribusi duta baca terhadap peningkatan citra perpustakaan UINSU mencapai 80,3% sementara 19,7% sisanya dipengaruhi oleh variabel independen lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.