INOVASI PUSTAKAWAN LEMBAGA RISET DALAM TRANSFORMASI PENGETAHUAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MASYARAKAT DI BIDANG RISET
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Abstrak
Dilakukan kajian inovasi pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi masyarakat di bidang riset. Kajian bertujuan untuk mengetahui inovasi pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi di bidang riset sebelum penelitian dilakukan, selama penelitian berlangsung dan seteleh penelitian berlangsung. Penelitian dilakukan dengan metede narative review dengan cara melakukan penelusuran melalui database Scopus menggunakan kata kunci librarian and innovation OR research and librarian OR research and institution) and knowledge and transformation OR support and research OR improve public literacy in research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan sebelum penelitian dalam meningkatkan literasi di bidang riset adalah pustakawan mengembangkan strategi perencanaan pengelolaan data, menyiapkan data untuk disimpan dalam repositori. Mendukung penelitian dalam bentuk pembuatan literature review, dan layanan bibliometri serta mempromosikan dan mengembangkan layanan untuk aplikasi pendanaan dan hibah penelitian. Inovasi yang dilakukan pustakawan selama penelitian berlangsung adalah menyediakan koleksi dan layanan per pustakaan dalam bentuk digital. Membantu dalam pengembangan kebijakan tentang pengelolaan dan pelestarian data. Mampu mengintegrasikan data dari ruang penyimpanan ke dalam repositori. Inovasi yang dilakukan pustakawan dalam transformasi pengetahuan seletah penelitian dilakukan adalah mampu menyediakan katalog data dan karya ilmiah untuk keperluan diseminasi. Membangun jejaring antar peneliti untuk meningkatkan diseminasi data dan karya ilmiah. Melakukan diseminasi hasil penelitian melalui repositori, akses terbuka, bibliometrik dan dukungan untuk publikasi ilmiah.
Abstract
Research institute librarian innovation studies in the transformation of knowledge to improve public literacy in the field of research. The study aims to determine the innovations of librarians of research institutions in the transformation of knowledge to improve literacy in the field of research before the research is carried out, during the research and after the research takes place. The research was conducted using a narrative review method by conducting a search through the Scopus database using the keywords librarian and innovation OR research and librarian OR research and institution) and knowledge and transformation OR support and research OR improve public literacy in research. The results showed that the innovations made before the research in improving literacy in the field of research were librarians developing data management planning strategies, preparing data to be stored in a repository. Support research in the form of making literature reviews, and bibliometric services as well as promoting and developing services for funding applications and research grants. The innovation made by the librarian during the research was to provide collections and services per library in digital form. Assist in the development of policies on data management and preservation. Able to integrate data from storage space into repository. The innovation made by librarians in the transformation of knowledge after the research is carried out is being able to provide data catalogs and scientific works for dissemination purposes. Build a network between researchers to increase the dissemination of data and scientific works. Disseminate research results through repositories, open access, bibliometrics and support for scientific publications.
Keywords:
Librarian innovation
· research institutes
· knowledge transformation
· community literacy
Introduction
Peran perpustakaan menurut Undang Undang Nomor 43 tahun 2007 pasal 3 adalah sebagai sarana yang mendukung pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi sebagai upaya untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Dalam pasal 4 disebutkan bahwa perpustakaan berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan minat membaca, dan menambah wawasan dan pengetahuan. Sedangkan Pasal 19 menyebutkann bahwa perpustakaan dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan sumber daya dalam melakukan pelayanan dan pengelolaan perpustakaan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Perpustakaan dikembangkan sesuai karakteristik, fungsi dan tujuan, serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan masyarakat yang dilayani dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang handal. Menurut Undang-undang nomor 43 Tahun 2007 perpustakaan lembaga risiet dikatagorikan sebagai perpustakaan khusus yang diperuntukkan bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah atau organisasi lain. Perpustakaan khusus di lembaga penelitian mempunyai peran untuk melayani peneliti (sumber daya manusia (SDM) Iptek) dan sumber daya manusia (SDM) manajemen pendukung iptek. Perpustakaan lembaga riset mempunyai fungsi mendukung pelaksanaan kegiatan penelitian dan mendokumentasikan produk yang dihasilkan dari kegiatan penelitian yaitu data dan karya. Produk ilmiah berupa data dan karya ilmiah yang dihasilkan dapat diakses oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan literasi di bidang riset. Menurut Setyowati (2018) pustakawan di lembaga riset memiliki peran dalam melakukan transformasi pengetahuan yang bersifat research support services dalam memenuhi kebutuhan informasi peneliti sesuai dengan siklus hidup riset. Tahapan siklus hidup riset mencakup mulai dari pengembangan gagasan, pencarian sumber pendanaan riset, penyusunan proposal, pelaksanaan riset dan diseminasi hasil riset. Inovasi pustakawan dalam transnformasi pengetahuan yang dilakukan perpustakan dapat bervariasi mulai dari menyediakan informasi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan, layanan bibliometrik perkembangan ilmu pengetahuan, penelusuran informasi melalui sumber lokal dan internasional, pengembangan infrastruktur, menyelenggarakan bimbingan dan pelatihan, menyediakan software, serta memberikan pendampingan dan konsultasi kepada para peneliti terkait dengan penelitian yang dilakukan. Sementara Rifai (2021) berpendapat bahwa perpustakaan riset dibangun dengan tujuan untuk mendukung kegiatan riset di lembaganya. Perpustakaan riset tidak hanya terdiri dari perpustakaan khusus saja, tetapi juga perpustakaan yang mempunyai sumberdaya koleksi cetak dan digital yang khusus digunakan untuk mendukung kegiatan riset di lembaganya. Henderson and Knott. (2015) mengatakan bahwa transformasi yang dilakukan oleh perpustakaan lembaga riset dalam meningkatkan literasi perlu didukung oleh pustakawan yang mempunyai inovasi di bidang pengelolaan data penelitian agar dapat membantu lembaga dalam memberikan bimbingan teknis tentang pengelolaan dan perencanaan pengelolaan data penelitian. Disamping itu, pustakawan juga harus memilki inovasi selain dalam pengelolaan data penelitian yang diperlukan untuk memasukkan data dalam bentuk pemrograman dan analisis, tetapi juga layanan untuk persyaratan perencanaan manajemen data penelitian. Pustakawan juga dituntut untuk memiliki inovasi dalam proses kurasi data penelitian yang akan disimpan dalam repositori. Cox et all (2017) mengatakan bahwa pustakawan di perpustakaan lembaga riset dituntut dapat memberikan literasi dalam bentuk advokasi kebijkan manajemen data penelitian, pelatihan kurasi data penelitian serta penyediaan katalog data dan karya ilmiah untuk keperluan diseminasi. Selain mampu melakukan kurasi data, pustakawan juga harus mampu mendiskripsikan data penelitian berdasarkan standar metadata, mampu berkolaborasi dengan peneliti, serta memberikan layanan data penelitian di perpustakaan. Naum, Alexandra (2014) mengatakan bahwa pustakawan dapat berkolaborasi dengan menjadi anggota dalam kegiatan penelitian. Antell et all (2014) pustakawan juga harus melaukan inovasi dalam hal pengelolaan data dan pengembangan repositori data untuk meningkatkan diseminasi data. Sementara Hanneke et all (2019) pustakawan yang ada di perpustakaan lembaga riset melakukan inovasi dalam diseminasi data dan karya ilmiah untuk meningkatkan layanan perpustakaan yang berkaitan dengan diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh lembaga riset. Pustakawan yang bertugas di perpustakaan lembaga riset membuat visualisasi data untuk keperluan diseminasi hasil penelitian kepada masyarakat serta mempromosikan repositori kelembagaan. LaPolla et all (2018) pustakawan di perpustakaan di lembaga riset mampu membuat klinik visualisasi data serta membangun jejaring antar peneliti untuk meningkatkan diseminasi data dan karya ilmiah. Penelitian terdahulu tentang inovasi pustakawan akademik dalam transformasi pengetahuan sebagai mitra riset di perguruan tinggi dilakukan oleh Andayani (2016). Dalam penelitianya menyebutkan bahwa untuk meningkatkan literasi di bidang riset pustakawan akademik telah melakukan transformasi dari seorang yang bertugas menjaga koleksi menjadi seorang konsultan informasi. Dalam kegiatan riset yang dilakukan perguruan tinggi, pustakawan melakukan inovasi mulai dari tahap pra riset, selama kegiatan riset, dan setelah kegiatan riset. Puspitasari (2018) melakukan kajian tentang inovasi pustakawan sebagai pendamping peneliti. Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa inovasi yang dilakukan pustakawan dalam meningkatkan literasi di bidang riset dalam tansformasi pengetahuan adalah melakukan pendampingan kepada peneliti, memahami serta menguasai sumber informasi online sebagai bahan referensi penelitian, mampu berbahasa inggris baik secara lisan maupun tulisan, mampu bekerjasama dengan peneliti, dapat memetakan hasil penelitian menggunakan bibliometrika, menguasai reference manager, memahami cara publikasi jurnal ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional. De Jager et all (2014) melakukan penelitian peran baru pustakawan dalam meningkatkan literasi di bidang riset. Penelitian ini dilakukan dengan fokus pada literasi penelitian dan komunikasi ilmiah. Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa peran baru pustakawan di lembaga riset dapat menghasilkan produk pengetahuan serta dapat meningkatkan kolaborasi antara pustakawan dan peneliti. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan kajian inovasi pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi masyarakat di bidang riset yang dilakukan sebelum penelitian, selama penelitian dan setelah penelitian berlangsung. Inovasi transformasi pengetahuan yang dilakukan sebelum penelitian adalah membuat data management planing, memberikan layanan bibliometrik untuk menentukan research gaps, dan layanan literature review. Selama penelitian berlangsung inovasi pustakawan dalam transformasi pengetahuan yang dilakukan adalah menyediakan sumber informasi kebutuhan peneliti, menyediakan fasilitas penyimpanan data dalam repositori, melakukan pendampingan penyimpanan data dalam repositori, pengolahan data dan visualisasi data. Inovasi pustakawan dalam transformasi pengetahuan yang dilakukan setelah penelitian berlangsung adalah membantu menyimpan keluaran hasil penelitian dalam repositori, advokasi cara menyimpan dan berbagi data penelitian, panduan publikasi ilmiah dalam repositori, panduan publikasi ilmiah dalam jurnal open access dan publikasi ilmiah pada jurnal internasional.
Method
Kajian dilakukan dengan menggunakan metode narrative review, yaitu kajian yang dilakukan melalui penelusuran publikasi ilmiah yang berhubungan dengan inovasi pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk mendukung masyarakat produktif di bidang riset. Pelusuran literatur dilakukan pada Bulan Mei sampai dengan Juni 2022 menggunakan referensi jurnal online yang terindek pada database Sscopus. Penelusuran dilakukan untuk mencari materi yang relevan dengan menggunakan frase kunci: (Title (librarian and innovation OR Title (research and librarian) OR Title (research and institution) and Title (knowledge and transformation) OR Title (support and research) OR (improve public literacy in research)). Hasil penelusuran yang diperoleh dipilih yang sesuai dengan permasalahan yang dikaji. Publikasi artikel yang terpilih disusun dalam bentuk hasil dan pembahasan menggunakan narrative review.
Result & Discussion
Inovasi pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk mendukung ekosistem riset di Indonesia dialakukan mulai sebelum penelitian, selama penelitian dan setelah penelitian berlangsung. Hasil penelusuran melalui database Scopus 23 artikel yang sesuai dengan tujuan kajian untuk dilakukan analisis menggunakan narative review. Hasil analisis artikel dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu (1) Transformasi yang dilakukan sebelum penelitian yang mencakup kegiatan membuat data management planing, memberikan layanan bibliometrik untuk menentukan research gaps, dan layanan literature review. (2) Selama penelitian berlangsung transformasi yang dilakukan adalah menyediakan sumber informasi, menyediakan fasilitas penyimapanan data dalam repositori, melakukan pendampingan repositori, pengolahan data dan visualisasi data. (3) Transformasi pengetahuan yang dilakukan setelah penelitian adalah membantu menyimpan keluaran hasil penelitian dalam repositori, advokasi simpan dan berbagi data, panduan publikasi dalam repositori, panduan publikasi dalam jurnal open access dan publikasi pada jurnal internasional. Inovasi pustakawan riset dalam trasnformasi pengetahuan pada tahap sebelum penelitian Hasil telaah inovasi pustakawan riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi di bidang riset pada tahap sebelum penelitian dilakukan ada 8 artikel. Hasil telaah literatur dilakukan menggunakan narative review seperti pada tabel 1. berikut. Tabel 1. Inovasi pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan sebelum penelitian Peneliti Literatur yang ditelaah Hasil Telaah Literatur Antell et all (2014) Pustakawan Sains Partisipasi dalam Manajemen Data di Asosiasi Perpustakaan Riset Inovasi yang dilakukann pustakawan riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi di bidang riset adalah menyiapkan strategi rencana manajemen data, menyiapkan data untuk disimpan, kemampuan konsultasi dan mengajar manajemen data Henderson and Knott. (2015) Program berbasis Manajemen Data Penelitian di Perpustakaan Inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi di Universitas bidang riset adalah membantu lembaga dalam bentuk memberikan pendidikan tentang praktik pengelolaan data yang baik dan membantu perencanaan pengelolaan data penelitian Corrall et all (2013) Bibliometrik dan Pengelolaan layanan data riset : Tren Dukungan Perpustakaan untuk penelitian Inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi di bidang riset adalah melakukan inovasi layanan dalam bentuk layanan bibliometrik dan manajemen data penelitian. Cox and Pinfield ( 2014) Manajemen data penelitian dan perpustakaan: Prioritas kegiatan saat ini dan masa depan Inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi di bidang riset adalah menawarkan sumber dana penelitian, mendukung pembuatan literature review, memberikan layanan bibliometrik dan pengukuran dampak, memberikan dukungan untuk terlaksananya penelitian yang lebih baik, memberikan pelatihan perangkat lunak untuk metadata. Memberikan saran tentang masalah hak cipta. Yueping He et all (2019) Penilaian kebutuhan yang diberikan Inovasi yang dilakukan perpustakaan dalam mendukung peneliti kedokteran gigi riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi adalah mempromosikan dan mengembangkan layanan untuk aplikasi pendanaan dan hibah penelitian. Bladek (2014) Layanan Bibilometrik dan Akademik Perpustakaan: Memenuhi Kebutuhan dari Komunitas Kampus Inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi adalah memenuhi kebutuhan komunitas dan kampus dalam mengevaluasi hasil penelitian dengan mengembangkan layanan bibliometrik. Adeniran and Oyovwevotu (2019) Dukungan Perpustakaan Akademik dalam memberikan layanan Penelitian Untuk mendukung peningkatan literasi di bidang riset yang harus dilakukan pustakawan adalah (1)Pustakawan Perpustakaan lembaga riset harus memanfaatkan peluang yang dihadirkan oleh kemajuan teknologi untuk meningkatkan layanan dukungan penelitian mereka. (2) Pustakawan harus meningkatkan keterampilan yang diperlukan untuk menghubungkan peneliti ke berbagai sumber daya digital, dan membantu mereka membuat pilihan di antara bahan-bahan yang tersedia di publik domain di Internet. (3) Membangun kemitraan Pustakawan-peneliti untuk mendukung penelitian. (4) Mendukung masalah pendanaan perpustakaan untuk pengembangan dan pengelolaan layanan pendukung penelitian. Cimino and Braun (2021) Membangun infrastruktur yang kompetitif untuk mendukung penelitian klinis di institusi kesehatan Inovasi yang dilakukan pustakawan dalam transformasi pengetahuan adalah membangun infrastruktur yang efisien dalam mengembangkan program penelitian di lembaga kesehatan seperti rumah sakit. Peneliti dapat mengakses ke infrastruktur penelitian pendukung meningkatkan untuk pengembangan pengetahuan dan meningkatkan pemberian layanan kesehatan, dan lebih mudah mengintegrasikan elemen-elemen ini ke dalam praktik klinis. Menurut Antell et all (2014); Henderson and Knott. (2015) mengatakan bahwa inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi di bidang riset adalah adalah membantu lembaga dalam bentuk memberikan pendidikan dan pelatihan tentang pengelolaan data yang baik serta membantu membuat perencanaan pengelolaan data penelitian. Strategi perencanaan yang dilakukan mencakup pengelolaan data, menyiapkan data untuk disimpan, dan memberikan konsultasi tentang majemen data. Corrall et all (2013); Cox and Pinfield ( 2014) menyebutkan bahwa pustakawan lembaga riset dalam mendukung transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi di bidang riset adalah melakukan inovasi layanan dalam bentuk layanan bibliometrik dan manajemen data penelitian, layanan sitasi, penyimpanan data dan pengembangan kebijakan. Selama pra riset pustakawan juga memberikan informasi sumber dana penelitian, mendukung pembuatan literature review, pengukuran dampak, memberikan dukungan untuk terlaksananya penelitian yang lebih baik, memberikan pelatihan perangkat lunak untuk metadata, Advokasi untuk akses terbuka, repositori institusi, analisis data, memberikan saran tentang masalah hak cipta. Bladek (2014) untuk memenuhi kebutuhan komunitas dan lembaga dalam mengevaluasi hasil penelitian pustakawan lembaga riset mampu mengembangkan layanan bibliometrik untuk melakukan pemetaan mapun menentukan riset gap. Adeniran and Oyovwevotu (2019) menyebutkan bahwa untuk mendukung lembaga riset pustakawan dapat memanfaatkan peluang yang dihadirkan oleh kemajuan teknologi untuk meningkatkan layanan dukungan penelitian mereka, menghubungkan peneliti ke berbagai sumber daya digital, dan membantu membuat pilihan di antara bahan-bahan yang tersedia di publik domain yang ada di Internet, membangun kemitraan pustakawan-peneliti untuk mendukung penelitian, manajemen perpustakaan lembaga riset mendukung masalah pendanaan perpustakaan untuk pengembangan dan pengelolaan layanan pendukung penelitian. Cimino and Braun (2021) menyebutkan bahwa dalam transformasi pengetahuan pustakawan melakukan inovasi dengan cara membuat infrastruktur yang efisien dalam pengembangan program penelitian di lembaga kesehatan seperti rumah sakit. Peneliti dapat mengakses ke infrastruktur penelitian pendukung untuk peningkatan pengembangan pengetahuan dan peningkatan pemberian layanan kesehatan, dan lebih mudah dalam mengintegrasikan elemen-elemen ke dalam praktik klinis. Inovasi pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan selama tahap penelitian Hasil telaah inovasi pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan selama tahap penelitian dapat dilihat pada tabel 2. berikut. Ada beberapa peneliti yang membahas tentang inovasi pustakawan dalam transformasi pengetahuan selama penelitian diantaranya adalah Mamtora (2013); Si et all (2019), Eromosele et all (2022); Brown (2015), dan Federer et all (2020). Tabel 2. Inovasi pustakawan riset dalam transformasi pengetahuan selama penelitian Peneliti Literatur yang ditelaah Hasil Telaah Literatur Mamtora (2013) Transformasi layanan perpustakaan riset : menuju kolaborasi kemitraan Inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan adalah melakukan kurasi data; pengelolaan data penelitian dan metadata. Si et all (2019) Investigasi dan analisis layanan dukungan perpustakaan untuk penelitian akademik Inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan pengelolaan data penelitian, akses terbuka , penerbitan ilmiah, pengukuran dampak penelitian panduan penelitian, konsultasi penelitian dan rekomendasi alat penelitian. Eromosele et all (2022) Pengembangan repositori institusi di perpustakaan akademik dan lembaga riset Inovasi yang dilakukan pustakawan adalah menyediakan koleksi dan layanan per pustakaan digital, seperti repositori institusi, database online, e-book, e-journal, situs web perpustakaan, dan katalog online. Repositori institusi yang dikembangkan oleh pustakawan menggabarkan wajah perpustakaan riset dan membantu menunjukkan status kekuatan perpustakaan dan secara umum membantu menempatkan institusi secara global dalam meningkatkan peringkat webnya. Brown (2015) Mengembangkan keterampilan baru untuk pustakawan pendukung penelitian Inovasi yang dilakukan pustakawan riset dalam transformasi pengetahuan adalah : (1)Meningkatkan kesadaran pentingyna data penelitian di dalam institusi dan manfaat mengelola data penelitian secara aktif (2) Membantu dalam mengembangkan kebijakan tentang pengelolaan dan pelestarian data (3) Memberikan saran kepada peneliti tentang pengelolaan data di awal siklus hidup penelitian; memberikan saran kepada peneliti tentang cara membuat, format , menggunakan dan membangun komitmen untuk menggunakan repositori untuk mempublikasikan/melestarikan data (4) Bekerja dengan rekan layanan TI untuk mengembangkan kapasitas penyimpanan data lokal yang sesuai (5) Melatih dan memperkenalkan konsep manajemen dan kurasi data kepada mahasiswa riset (6) Menjelajahi metode pemindahan data dari ruang penyimpanan yang sedang dikerjakan ke repositori dengan cara yang lebih baik. Federer et all (2020) Kompetensi layanan data Perpustakaan Asosiasi medis : kerangka kerja untuk ilmu data dan Pustakawan lembaga riset mempunyai indikator kinerja dalam memberikan layanan yang relevan dengan kegiatan yang pekerjaan terkait data. pengembangan keterampilan sains terbuka Indikator kinerja 1: Menerapkan prinsip-prinsip data literasi; Indikator kinerja 2, Menetapkan dan memajukan layanan data; Indikator kinerja 3: Mendukung data penelitian terbaik dalam praktik di seluruh siklus hidup data; Indikator kinerja 4: Menerapkan pengetahuan tentang metode penelitian, etika dan ketelitian penelitian, dan praktik sains terbuka; Indikator kinerja 5: Memberikan pelatihan dan konsultasi untuk topik terkait data Menurut Mamtora (2013) menyebutkan bahwa inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi di bidang riset selama penelitian adalah melakukan kurasi data, pengelolaan data penelitian dan metadata. Sementara Si et all (2019) menyebutkan bahwa inovasi yang dilakukan pustakawan riset dalam transformasi pengetahuan adalah melakukan pengelolaan data penelitian, menyediakan akses terbuka, penerbitanilmiah, pengukuran dampak penelitian, panduan penelitian, konsultasi penelitian dan rekomendasi alat penelitian. Eromosele et all (2022) menyakan bahwa inovasi pustakawan yang dilakukan dalam transformasi pengetahuan adalah menyediakan koleksi dan layanan per pustakaan digital, seperti repositori institusi, database online, e-book, e-journal, situs web perpustakaan, dan katalog online. Repositori institusi yang dikembangkan oleh pustakawan menggabarkan wajah perpustakaan riset dan membantu menunjukkan status kekuatan perpustakaan dan secara umum membantu menempatkan institusi secara global dalam meningkatkan peringkat webnya. Brown (2015) menyatakan bahwa inovasi yang dilakukan pustakawan riset dalam transformasi pengetahuan adalah : (1)Meningkatkan kesadaran pentingyna data penelitian di dalam institusi dan manfaat mengelola data penelitian secara aktif; (2) Membantu dalam mengembangkan kebijakan tentang pengelolaan dan pelestarian data; (3) Memberikan saran kepada peneliti tentang pengelolaan data di awal siklus hidup penelitian; memberikan saran kepada peneliti tentang cara membuat, format , menggunakan dan membangun komitmen untuk menggunakan repositori untuk mempublikasikan/melestarikan data; (4) Bekerja dengan rekan layanan TI untuk mengembangkan kapasitas penyimpanan data lokal yang sesuai; (5) Melatih dan memperkenalkan konsep manajemen dan kurasi data kepada peneliti; (6) Menjelajahi metode pemindahan data dari ruang penyimpanan yang sedang dikerjakan ke repositori dengan cara yang lebih baik. Federer et all (2020) menyatakan bahwa iindikator kinerja pustakawan lembaga riset dalam memberikan layanan yang relevan dengan kegiatan yang pekerjaan terkait data yaitu menerapkan prinsip-prinsip data literasi, menetapkan dan memajukan layanan data, mendukung data penelitian di seluruh siklus hidup data, menerapkan pengetahuan tentang metode penelitian, etika dan ketelitian penelitian, praktik sains terbuka, dan memberikan pelatihan dan konsultasi untuk topik terkait data. Inovasi pustakawan lembaga riset dalam trasnformasi pengetahuan setelah penelitian Telaah naskah publikasi inovasi pustakawan riset dalam transformasi pengetahuan setelah penelitian dapat dilihat pada tabel 3 berikut. Peneliti yang melakukan penelitian tentang inovasi pustakawan setelah penelitian dilakukan di antaranya adalah Cox et all (2017), Cox et al (2019), LaPolla et all (2018), Federer (2013), Bracke (2017), Ackerman et all (2018), Yueping He et all (2019), Mamtora (2013), Cox and Pinfield ( 2014), dan Lyon et all (2016). Tabel 3. Inovasi pustakawan riset dalam transformasi pengetahuan setelah penelitian berlangsung Penulis Literatur yang ditelaah Hasil Telaah Literatur Cox et all (2017) Perkembangan pengelolaan data penelitian di perpustakaan akademik: menuju pemahaman peningkatan layanan data penelitian. Inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkat literasi di bidang riset adalah memberikan advokasi kebijkan manajemen data penelitian, pelatihan kurasi data penelitian serta penyediaan katalog data dan karya ilmiah untuk keperluan diseminasi. LaPolla et all (2018) Klinik Visualisasi Data": Materi yang disampaikan pustakawan dalam lokakarya yang membahas tentang visualisasi data penelitian Inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan adalah mempunyai kemampuan untuk membuat klinik visualisasi data serta membangun jejaring antar peneliti untuk meningkatkan diseminasi data dan karya ilmiah. Federer (2013) Pustakawan sebagai peneliti informasi: studi kasus Keterlibatan pustakawan sebagai peneliti informasi telah memengaruhi peneliti dalam metode pengumpulan, penyimpanan, dan kurasi data. Bracke (2017) Pustakawan Pertanian menjadi peneliti informasi: Pergeseran Paradigma Pustakawan melakukan inovasi menjadi wirausaha dalam pengembangan dan pemberian layanan untuk memenuhi kebutuhan informasi di mana pengguna belajar dan bekerja. Research data management merupakan peluang untuk mendukung pelatihan berbasis data yang diberikan lembaga. Peluang informasi baru, memerlukan pelatihan tambahan atau penciptaan dan penyediaan layanan baru yang bermanfaat untuk memperkuat layanan dan menyediakan pengguna dengan layanan informasi yang paling bermanfaat bagi pengguna, serta untuk menjaga inovasi pustakawan tetap relevan dengan layanan masa depan. Cox et al (2019) Layanan data penelitian yang baik dan transformasi perpustakaan akademik Inovasi yang dilakukan pustakawan dalam transformasi pengetahuan adalah (1) layanan konsultasi dan dukungan penelitian; (2) pelatihan literasi informasi, literasi data, dan (3) manajemen repositori, yang terkait dengan manajemen koleksi, manajemen metadata, dan penemuan sumber daya. Ackerman et all (2018) Ketersediaan dan efektivitas dukungan pustakawan akademik dalam kegiatan penelitian Dukungan pustakawan riset dalam kegiatan penekitian (1) pustakawan melakukan pendampingan secara informal; (2) membentuk grup penulis perpustakaan; (3) membentuk grup penulis lembaga riset; (4) melakukan pendampingan; (5) pendampingan organisasi secara propesional; (6) menentukan waktu penelitian; (7) menjadi konsultan riset Yueping He et all (2019) Penilaian kebutuhan yang diberikan Layanan inovasi baru perpustakaan dalam mendukung peneliti kedokteran gigi pustakawan adalah membantu peneliti dalam memaksimalkan dampak penelitiannya dan meningkatkan kesadaran peneliti tentang manfaat model penerbitan akses terbuka, pengarsipan mandiri, dan altmetrik. Mamtora (2013) Transformasi layanan perpustakaan riset : menuju kolaborasi kemitraa Transformasi pengetahuan yang dilakukan pustakawan adalah diseminasi hasil penelitian melalui repositori, akses terbuka, bibliometrik dan dukungan untuk publikasi Cox and Pinfield ( 2014) Manajemen data penelitian dan perpustakaan: Prioritas kegiatan saat ini dan masa depan Inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkat literasi di bidang riset adalah melakukan advokasi pengembangan akses terbuka/repositori institusional, dan analisis data. Lyon et all (2016) Persepsi dan Dukungan pustakawan untuk transparansi dan keterbukaan dalam penelitian Inovasi yang dilakukan pustakawan riset adalah dapat mengeksplorasi peran pustakawan akademik dalam mengadvokasi transparansi penelitian dan penelitian terbuka. Pustakawan dapat mendukung dan mengadvokasi layanan penelitian dan akses terbuka terhadap hasil penelitian. Cox et all (2017) dalam penelitiannya menyatakan bahwa inovasi yang dilakukan pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkat literasi di bidang riset adalah memberikan advokasi kebijakan manajemen data penelitian, pelatihan kurasi data penelitian, penyediaan katalog data dan karya ilmiah untuk keperluan diseminasi. Cox et al (2019) Dalam mendukung literasi di bidang riset yang dilakukan pustakawan dalam transformasi pengetahuan adalah (1) memberikan layanan konsultasi dan dukungan penelitian; (2) memberikan pelatihan literasi informasi, literasi data, dan (3) manajemen repositori, yang terkait dengan manajemen koleksi, manajemen metadata, dan penemuan sumber daya. Penelitian ini juga didukung oleh Federer (2013) bahwa keterlibatan pustakawan sebagai peneliti informasi telah memengaruhi peneliti dalam metode pengumpulan, penyimpanan, dan kurasi data. LaPolla et all (2018) menyatakan bahwa pustakawan lembaga riset mempunyai kemampuan dalam transformasi pengetahuan dengan cara memberikan bimbingan dalam membuat visualisasi data serta membangun jejaring antar peneliti untuk meningkatkan diseminasi data dan karya ilmiah. Bracke (2017) menyatakan pustakawan melakukan inovasi menjadi wirausaha dalam pengembangan dan pemberian layanan untuk memenuhi kebutuhan informasi di mana pengguna belajar dan bekerja. Research data management merupakan peluang yang dapat diberikan oleh pustakawan untuk mendukung pelatihan berbasis data yang diberikan lembaga. Peluang baru untuk pustakawan memerlukan pelatihan tambahan atau penciptaan dan penyediaan layanan baru yang bermanfaat untuk memperkuat layanan dan menyediakan layanan untuk pengguna dengan layanan informasi yang bermanfaat, serta untuk menjaga inovasi layanan yang diberikan oleh pustakawan tetap relevan dengan layanan masa depan. Dalam hal akses pengetahuan seperti yang dilakukan oleh Mamtora (2013), Lyon et all (2016), dan Cox and Pinfield ( 2014) pustakawan mempunyai kemampuan melakukan diseminasi hasil penelitian melalui repositori, akses terbuka, dan memberikan dukungan untuk publikasi. Pustakawan mempunyai kemampuan untuk meningkatkan literasi di bidang riset dengan jalan melakukan advokasi pengembangan akses terbuka/repositori institusi, dan analisis data. Pustakawan dapat mengeksplorasi dan mengadvokasi transparansi penelitian dan penelitian terbuka. Pustakawan dapat mendukung dan mengadvokasi layanan penelitian dan akses terbuka terhadap hasil penelitian. Ackerman et all (2018) yang dilakukan pustakawan dalam meningkatkan literasi di bidang riset adalah (1) melakukan pendampingan secara informal; (2) membentuk grup penulis pustakawan; (3) membentuk grup penulis lembaga riset; (4) melakukan pendampingan; (5) pendampingan organisasi secara profeesional; (6) menentukan waktu penelitian; (7) menjadi konsultan riset. Sementera Yueping He et all (2019) menyebutkan bahwa inovasi yang dilakukan pustakawan riset dalam melakukan transformasi pengetahuan adalah mempromosikan dan mengembangkan layanan untuk aplikasi pendanaan dan hibah. Mengembangan layanan baru untuk membantu peneliti dalam memaksimalkan dampak penelitian yang dihasilkan dan meningkatkan kesadaran peneliti tentang manfaat model penerbitan akses terbuka, pengarsipan mandiri, serta altmetrik.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelusuran melalui database Scopus diperoleh publikasi yang terkait dengan inovasi pustakawan lembaga riset dalam transformasi pengetahuan untuk meningkatkan literasi masyarakat di bidang riset sebanyak 23 artikel. Publikasi hasil penelusuran dikelompokan menjadi tiga tema besar yaitu inovasi pustakawan dalam taransforamsi pengetahuan untuk meningkatkan literasi di bidang riset yang dilakukan sebelum penelitian dilakukan, selama penelitian dilakukan dan setelah penelitian dilakukan. Inovasi yang dilakukan sebelum penelitian dalam meningkatkan literasi di bidang riset adalah pustakawan dapat memberikan masukan terkait strategi rencana pengelolaan data, menyiapkan data untuk disimpan dalam repositori. Dalam tahap pembuatan proposal pustakawan dapat mendukung dalam pembuatan literature review, dan layanan bibliometrik. Dalam bidang pendanaan riset pustakawan mempromosikan dan mengembangkan layanan untuk aplikasi pendanaan dan hibah penelitian. Inovasi yang dilakukan pustakawan selama penelitian berlangsung adalah menyediakan koleksi dan layanan per pustakaan dalam bentuk digital. Membantu dalam pengembangan kebijakan tentang pengelolaan dan pelestarian data. Mampu mengintegrasikan data dari ruang penyimpanan ke dalam repositori. Inovasi yang dilakukan pustakawan dalam transformasi pengetahuan seletah penelitian dilakukan adalah mampu menyediakan katalog data dan karya ilmiah untuk keperluan diseminasi. Membangun jejaring antar peneliti untuk meningkatkan diseminasi data dan karya ilmiah. Melakukan diseminasi hasil penelitian melalui repositori, akses terbuka, bibliometrik dan dukungan untuk publikasi ilmiah.