Hubungan Antara Minat Baca Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa di Perguruan Tinggi Kota Pekanbaru
Universitas Riau; Universitas Riau; Universitas Riau
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat baca terhadap prestasi belajar mahasiswa di perguruan tinggi Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik korelasional. Responden penelitian adalah mahasiswa aktif berjumlah 300 orang yang diambil dari 20 perguruan tinggi negeri dan swasta yang berada di Kota Pekanbaru, dengan menggunakan teknik quata sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dengan model skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara minat baca terhadap prestasi belajar mahasiswa, dengan koefisien korelasi ( R ) sebesar 0,068. Nilai koefisien korelasi ini menunjukan bahwa tingkat kekuatan hubungannya sangat lemah. Dan diperoleh nilai koefisien determinasi R Square (R2) sebesar 0,005. Ini artinya menunjukkan bahwa pengaruh variable X terhadap Y hanya sebesar 0,50%. Hasil penelitian ini memiliki kegunaan bagi perbaikan dan peningkatan pembinaan minat baca, terutama pada perguruan tinggi Kota Pekanbaru. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi belajar mahasiswa dapat ditingkat dengan minat baca.
Abstract
This study aims to determine the relationship between reading interest on student achievement in universities in Pekanbaru City. The method used is a survey with a correlational technique. Research respondents were active students totaling 300 people taken from 20 public and private universities located in Pekanbaru City, using quata sampling technique. The research instrument used a questionnaire, with a Likert scale model. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis technique and inferential statistical analysis. The results showed that there was a relationship between reading interest on student achievement, with a correlation coefficient (R) of 0.068. The value of this correlation coefficient indicates that the level of strength of the relationship is very weak. And obtained the value of the coefficient of determination R Square (R2) of 0.005. This means that the effect of variable X on Y is only 0.50%. The results of this study are useful for the improvement and improvement of the development of reading interest, especially in universities in Pekanbaru City. The conclusions of this study indicate that student learning achievement can be increased by reading interest.
Keywords:
baca
· belajar
· minat
· dan prestasi
Introduction
Perbincangan terhadap kualitas pendidikan di berbagai negara di dunia, terutama di Indonesiadi rasanya tidak dapat dipisahkan dari hasil belajar serta prestasi belajar. Perbincangan ini tak pernah habisnya, karena peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu perhatian pemerintah yang sangat penting. Namun demikian, kondisi mahasiswa yang berbeda kemampuannya antara individu satu dengan individu lainnya turut mempengaruhi pada hasil belajar dan prestasi yang mereka peroleh. Kemampuan mahasiswa dipengaruhi oleh minat yang ada pada dirinya. Secara teoretis minat yang dimiliki manusia pada umumnya ada dua faktor yang mempengaruhinya. Pertama disebut faktor internal, faktor ini mencakup persepsi, motivasi, dan perasaan individu terhadap aktivitas yang dilakukan. Kemudian, yang kedua disebut faktor eksternal, yaitu faktor yang berhubungan dengan lingkungan, kemudahaan akses tentang sesuatu, ketersediaan sarana dan prasarana, perkembangan teknologi, hingga kemudahan dalam beraktivitas. Minat baca adalah perasaan senang yang sangat kuat dalam kegiatan membaca yang membutuhkan stimulus untuk mewujudkannya menjadi suatu kebiasaan. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong individu melakukan kegiatan yang diinginkan. Kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu merupakan wujud dari minat yang dimiliki oleh seseorang. Minat baca adalah munculnya perasaan senang atau ketertarikan kuat yang mendorong individu untuk melakukan kegiatan membaca, sehingga ia melakukannya atas kemauan diri sendiri dan kemudian ada upaya untuk melakukan kegiatan ini secara berulang. Bila kita merasa senang, memiliki dorongan kuat melakukan sesuatu yang diinginkan, dan melakukannya menjadi kebiasaan maka dapat dikatakan kita mempunyai minat. Tanpa mengesampingkan kegiatan bermanfaat lainnya, membaca merupakan kegiatan penting. Peradaban manusia tidak akan jauh-jauh dari kegiatan ini. Bahkan dalam sejarahnya, sebuah peradaban dikatakan maju apabila manusia-manusia pada masa tersebut telah memiliki kemampuan membaca dan menulis. Dalam ajaran Islam pun, perintah pertama kepada Nabi Muhammad adalah membaca. Seseorang banyak melakukan aktivitas kegiatan membaca dapat dipastikan bahwa seseorang tersebut akan memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih banyak bila disbanding dengan seseorang yang melakukan sedikit membaca. Telah terbukti juga, bangsa dengan minat baca tinggi menjadi bangsa yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan membaca, kita bisa menemukan beragam pengetahuan dan membuat penemuan baik di bidang saintek maupun sosial. Artinya adalah kegiatan membaca akan memiliki dampak yang positif terhadap diri sipembaca. Mahasiswa yang memiliki minat baca dan rajin melakukan kegiatan membaca akan dapat pengaruh terhadap prestasi belajarnya. Rumusan masalah dalam kajian ini adalah apakah terdapat hubungan antara minat baca terhadap prestasi belajar mahasiswa? Apakah variabel (X) minat baca berpengaruh terhadap variabel (Y) prestasi belajar mahasiswa. Sementara hipotesis yang dirumuskan berbunyi (H1) minat baca (X) berpengaruh terhadap prestasi belajar (Y). Berdasarkan penjelasan di atas dapat diduga bahwa variabel (X) minat baca berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa, sehingga perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam sehingga penelitian ini menarik untuk dikaji dan dilakukan penelitian lebih lanjut. Tinjauan Pustaka Minat adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang sangat ditentukan oleh minat terhadap aktivitas tersebut. Minat merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan belajar dan akan berpengaruh terhadap hasil belajar. Susanto (2013) menyatakan bahwa minat merupakan dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif, yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan, dan lama-kelamaan akan mendatangkan kepuasaan dalam dirinya. Minat merupakan kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas-aktivitas dalam bidang tertentu. Minat juga diartikan sebagai kecederungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati suatu aktivitas disertai dengan rasa senang. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Sardiman (2011) menyatakan bahwa minat sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Minat timbul tidak secara tiba-tiba melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan, pada waktu belajar atau bekerja. Minat akan selalu berkaitan dengan kebutuhan atau keinginan. Menurut Sobur (2013) seseorang yang menaruh minat pada suatu bidang akan lebih mudah mempelajari bidang tersebut. Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Keinginan atau minat dan kemauan atau kehendak sangat memengaruhi corak perbuatan yang akan diperlihatkan seseorang. Minat atau keinginan ini erat kaitannya dengan perhatian yang dimiliki, karena perhatian yang ada akan menimbulkan kehendak pada seseorang. Kehendak atau kemauan tersebut berhubungan erat dengan kondisi fisik seseorang yaitu keadaan sakit, lelah, lesu, atau sehat dan segar, selain itu erat hubungannya pula dengan kondisi psikis seperti senang, tidak senang, tegang, bergairah, dan seterusnya.Peserta didik yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas, maka minat merupakan dorongan yang kuat dalam diri seseorang berupa keinginan atau ketertarikan terhadap suatu kegiatan tertentu yang disertai dengan perasaan senang. Seseorang yang mampu mempelajari suatu hal, dengan minat yang ada dalam dirinya, maka akan mudah mengikuti proses belajar belajar. Minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa seseorang lebih menyukai suatu hal daripada hal yang lainnya, yaitu melalui partisipasi dalam suatu aktivitas tertentu. Pengertian Minat Baca Dalman (2013) minat baca merupakan aktivitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri untuk menemukan makna tulisan dan menemukan informasi untuk mengembangkan intelektualitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan perasaan senang yang timbul dari dirinya. Menurut Rahim (2011) minat baca adalah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Seseorang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkan dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri. Sudarsana dan Bastiano (2010) menyatakan bahwa minat membaca adalah `kekuatan yang mendorong seseorang untuk memperhatikan, merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau membaca dengan kemauan sendiri. Sejalan dengan hal tersebut, Purwanto (2012) menyatakan bahwa minat membaca merupakan disposisi yang tidak tampak tapi dapat ditafsirkan dari perilaku yang tampak yaitu: mengunjungi perpustakaan, belanja buku, jumlah buku koleksi pribadi, jumlah jam membaca tiap hari dan sebagainya. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas, maka minat baca merupakan dorongan atau keinginan yang kuat dalam diri seseorang untuk membaca dengan penuh kesadaran yang disertai dengan perasaan senang. Seseorang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkan dalam ketersediaanya untuk mendapatkan bahan bacaan untuk dibaca atas kesadaran sendiri. Semakin tinggi minat baca seseorang, maka semakin kuat keinginan untuk membaca. Anak yang sudah terbiasa membaca akan gemar membaca dan menjadikan kegiatan membaca sebagai suatu kebutuhan hidup yang tiada hari tanpa membaca. Minat baca yang ada dalam diri seseorang tidak tumbuh begitu saja tanpa adanya faktor yang mempengaruhi meliputi faktor dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca Bunata (dalam Dalman, 2013) menyebutkan bahwa minat baca sangat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut: a)Faktor lingkungan keluarga, b)Faktor kurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif, c)Faktor infrastruktur yang kurang mendukung peningkatan minat baca, d)Faktor keberadaan dan keterjangkauan bahan bacaan. Menurut Yulia (2015), tantangan atau hambatan menumbuhkan minat baca anatara lain: 1) Budaya membaca rendah, 2) Pengaruh televisi, 3) Buku bukan prioritas, 4) Kurangnya fasilitas, 5) Keluarga. Indikator dari Minat Baca Dalman (2013) menyatakan bahwa indikator-indikator untuk mengetahui seseorang memiliki minat baca yang tinggi atau masih rendah sebagai berikut : (a) Frekuensi dan kuantitas membaca, Frekuensi dan kuantitas membaca dalam hal ini diartikan sebagai intensitas banyaknya waktu yang digunakan seseorang untuk membaca. seseorang yang mempunyai minat baca, akan banyak melakukan kegiatan membaca. (b) Kuantitas sumber bacaan, Sumber bacaan dalam hal ini merupakan banyaknya buku yang dibaca oleh pembaca. Orang yang memiliki minat baca akan berusaha membaca bacaan yang variatif artinya tidak hanya membaca bacaan yang mereka butuhkan dan dianggap penting. Kimman (dalam Dalman, 2013) menyatakan bahwa bahan bacaan yang dibaca oleh masyarakat Indonesia dibagi menjadi empat ketegori yaitu: (1) sekelompok orang hanya membaca sesekali saja. artinya mereka membaca berdasarkan tuntutan harus membaca, seperti koran, surat kabar, dan sebagainya. (2) membaca sekedar menacri hiburan atau kesenangan seperti komik, cerpen, novel, dan bacaan yang menghibur. (3) membaca karenan dorongan oleh kebutuhan untuk memperoleh informasi seperti membaca majalah, koran, buku, ilmu pengetahuan lainnya (4) membaca karena kebutuhan dalam hidupnya, kelompok ini biasanya mengangap bacaan sebagai penunjang dalam hidupnya. Sudarsana dan Bastiano (2010) menyebutkan ada empat aspek yang dapat digunakan untuk mengetahui untuk menentukan minat baca seseorang tinggi atau rendah, yaitu (1) kesenangan membaca; (2) kesadaran akan manfaat membaca; (3) frekuensi membaca, (4) jumlah buku bacaan yang pernah dibaca. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas, maka indikator dalam pengukuran minat baca adalah sebagai berikut: (a) Kesenangan membaca, Perhatian terhadap kegiatan membaca akan menimbulkan ketertarikan pada kegiatan membaca. Ketertarikan siswa terhadap kegiatan membaca akan diekspresikan perasaan senang dalam membaca. Semakin tinggi ketertarikan seseorang dengan kegiatan membaca, maka seseorang tersebut semakin senang dengan kegiatan membaca. Kesenangan membaca seseorang dipengaruhi oleh minat baca. (b) Dorongan untuk membaca, Minat merupakan dorongan yang kuat dari dalam diri seseorang. Seseorang yang mempunyai minat baca akan melakukan aktivitas membaca atas keinginan diri. Adanya minat baca akan mendorong keinginan untuk membaca sehingga menjadikan seseorang terangsang untuk membaca. Selain itu, adanya fasilitas seperti perpustakaan akan menunjang minat baca mahasiswa. Oleh karena itu, seseorang yang mempunyai minat baca yang tinggi akan selalu berkunjung ke perpustakaan untuk membaca atau meminjam buku. (c) Kesadaran akan manfaat membaca, Kesadaran mengenai pentingnya membaca dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan membaca menjadikan seseorang untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan. Kebiasaan membaca tersebut yang akan menimbulkan minat baca. Semakin sadar akan pentingnya kegiatan membaca, maka semakin besar minat baca seseorang. (d) Frekuensi dan ketersediaan waktu untuk membaca, Frekuensi keseringan dan waktu yang digunakan seseorang untuk membaca, karena seseorang yang mempunyai minat baca akan banyak melakukan aktivitas membaca baik pada waktu belajar maupun waktu luang. ( e ) Kuantitas sumber bacaan orang yang mempunyai minat baca akan berusaha membaca bacaan yang variatif yaitu sumber bacaan yang tidak hanya dibutuhkan. Seseorang yang suka membaca akan mempunyai koleksi buku bacaan yang banyak. Minat baca yang tinggi menjadikan intensitas membaca seseorang juga akan menjadi tinggi, sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada pengetahuan dan wawasan yang diperoleh untuk menunjang keberhasilan proses belajar dan pembelajaran. Ketersediaan perpustakaan sebagai pendukung dalam pembinaan minat baca tidak bisa diabaikan. Komputasi dari keberhasilan sebuah perpustakaan baik perpustakaan perguruan tinggi ataupun lainnya adalah dapat memberikan pelayanan yang berkualitas, dan tepat guna (Pahlevy & Thamrin, 2021). Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Minat baca adalah suatu aktivitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan ketekunan sehingga muncul perasaan senang atau ketertarikan yang mendorong individu untuk melakukan kegiatan membaca, sehingga ia melakukannya atas kemauan diri sendiri dan kemudian ada upaya untuk melakukan kegiatan tersebut secara berulang. Adapun indikator yang digunakan untuk mengetahui minat baca tersebut adalah : 1) kesenangan membaca, 2) kesadaran akan manfaat membaca, 3) frekuensi membaca, dan 4) jumlah buku bacaan yang pernah dibaca. Hakikat Prestasi Belajar Kata prestasi merupakan salah satu kata yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terjemahan dari bahasa Inggris, yaitu echievement, yang dalam bahasa Jepang dikenal dengan seika dan dalam bahasa Arabia disebut muhilat. Kata prestasi dalam bahasa Indonesia bersinonim dengan kata pencapaian dan kejayaan. Terlepas dari itu semua, prestasi dapat dimaknai sebagai hasil dari upaya yang dilakukan oleh seseorang (Asfihan, 2021). Dengan demikian,Istilah prestasi merupakan hasil yang telah dicapai (Agustin, 2015). Menurut Dahar (2012), prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Prestasi yang dimaksud tidak lain adalah kemampuan, keterampilan dan sikap seseorang dalam menyelesaikan dalam suatu hal. Prestasi tidak mungkin didapatkan oleh seseorang yang tidak melakukan usaha. Usaha yang dilakukan harus dalam bentuk upaya yang sungguh-sungguh. Hasil atau prestasi yang didapatkan akan sebanding dengan upaya yang dilakukan. Sehingga prestasi adalah bukti otentik dan representatif terhadap apa yang telah diupayakan. Kemudian, Qohar (dalam Dahlan, 2020). memberikan pengertian bahwa prestasi adalah apa yang telah diciptakan, hasil pekerjaan yang menyenangkan hati yang memperolehnya dengan jalan keuletan. Menurut Purwanto (2012), belajar adalah tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti: perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah atau berfikir, ketrampilan, kecakapan, kebiasaan ataupun sikap. Kemudian, Azhar (2012) menyatakan bahwa prestasi belajar diartikan sebagai seberapa jauh hasil yang telah dicapai peserta didik dalam penguasaan tugas-tugas atau materi mata kuliah yang diterima dalam jangka waktu tertentu. Untuk mengetahui prestasi belajar maka dilakukan penilaian. Penilaian pendidikan dikenal dengan sebutan evaluasi. Kegiatan evaluasi dilaksanakan setelah penyajian bahan materi mata kuliah selesai dilakukan. Hasil dari evaluasi yang diperoleh masing-masing mahasiswa itulah yang disebut prestasi belajar. Prestasi tanpa diikuti dengan belajar yang sungguh-sungguh mustahil akan diperoleh hasil yang baik. Maesaroh (2013) menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil daripada aktivitas belajar atau hasil dari usaha, latihan dan pengalaman yanag dilakukan oleh seseorang, dimana prestasi tersebut tidak akan lepas dari pengaruh faktor luar diri peserta didik. Lebih lanjut dijelaskan Winkel (2014), bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Dengan demikian, prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan usaha-usaha belajar. Dari berbagai definisi terkait dengan prestasi belajar yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar ialah hasil akhir yang dicapai oleh setiap mahasiswa, setelah mahasiswa tersebut telah tuntas mengikuti kegiatan belajar mengajar yang ditunjukkan dengan nilai atau angka dari hasil proses evaluasi setiap mata kuliah yang diikutinya dalam satu semester. Secara operasional yang dimaksud dengan prestasi belajar dalam kajian ini adalah skor hasil penilaian yang dicapai oleh setiap mahasiswa, setelah mahasiswa tersebut telah tuntas mengikuti kegiatan belajar yang ditunjukkan dengan nilai atau angka dari hasil proses evaluasi setiap mata kuliah yang diikutinya dalam satu semester, dengan indicator berdasarkan kepada indeks prestasi semester (IPs). Hipotesis kerja penelitian ini, sebagai berikut: “Diduga terdapat pengaruh positif antara minat baca dengan prestasi belajar mahasiswa”.
Method
Kajian ini menggunakan metode survei dengan teknik korelasional. Teknik ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh hubungan antara variabel bebas (independent variable), yaitu minat baca (X), dan variabel terikat (dependent variable) , yaitu prestasi belajar mahasiswa (Y). Untuk melihat hubungan tersebut dapat dilihat pada gambar konstelasi model masalah di bawah ini. Gambar 1 Model Konstelasi Masalah Responden penelitian adalah mahasiswa aktif berjumlah 300 orang, diambil dari 20 perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Pekanbaru yang sudah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), menggunakan teknik quata sampling. Quota sampling (teknik sampling Minat Baca (Variabel X) Prestasi Belajar Mahasiswa (Variabel Y) berjatah) adalah bagian dari nonprobability sampling. Metode pengambilan sampel yang menitikberatkan pada pertimbangan peneliti yang bersangkutan, namun dengan mengikuti beberapa standar atau aturan yang telah ditetapkan sebelumnya (Rabbani, 2020). Instrumen menggunakan kuesioner, model skala Likert. Teknik analisis data dipakai adalah teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Analisis statistik deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran tentang distribusi frekuensi, histogram data, modus, median, nilai rerata, dan simpangan baku. Analisis statistik inferensial dipakai untuk menguji hipotesis yang sudah dirumuskan sebelumnya. Namun sebelum pengujian hipotesis tersebut, terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linieritas.
Result & Discussion
Hasil perhitungan statistik dasar (statistik deskriptif) dari kedua variabel, yaitu variabel minat baca (X), dan prestasi belajar mahasiswa (Y) dapat dilihat pada rangkuman hasil perhitungan statistik deskriptif di bawah ini. Tabel 1. Rangkuman Hasil Perhitungan Statistik Dasar (Deskriptif) Statistik Minat Baca (X) Prestasi Belajar (Y) Skor Terendah Skor Tertinggi Rentang Nilai Rata-Rata (M) Simpangan Baku (SD) Modus (Mo) Median (Me) 70 89 19 77,95 4,87 78 79 68 95 27 80,94 6,28 85 83 Sumber : Hasil Olahan Data, 2021. Berdasarkan hasil perhitungan terhadap skor minat baca mahasiswa, diperoleh skor teoretik 20 - 100. Total skor tersebut diperoleh dari 20 butir pernyataan. Skor empirik terendah yang dicapai responden adalah 70 dan skor tertinggi 89 dengan rentang skor sebesar 19. Perhitungan terhadap distribusi skor tersebut menghasilkan sebagai berikut : (1) skor rata-rata = 77,95 (2) simpangan baku = 4,87 (3) median 79 dan (4) nilai modus sebesar 78. Kemudian perolehan skor prestasi belajar mahasiswa, diperoleh skor teoretik 10 - 100. Total skor tersebut diperoleh dari konversi nilai 1 – 4. indeks prestasi mahasiswa. Skor empirik terendah yang dicapai responden adalah 68 dan skor tertinggi 95 dengan rentang skor sebesar 27. Perhitungan terhadap distribusi skor tersebut menghasilkan sebagai berikut : 80,94 skor rata-rata, dan 6,28 simpangan baku, sedangkan mediannya 83. Kemudian, modus sebesar 85. Hasil perhitungan uji normalitas dari Kolmogorov-simirnov test dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini : Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Variabel Y Berdasarkan X One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 300 Normal Parametersa Mean .0000000 Std. Deviation 6.26267182 Most Extreme Differences Absolute .131 Positive .128 Negative -.131 Kolmogorov-Smirnov Z 2.264 Asymp. Sig. (2-tailed) .325 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data Untuk mengetahui normal tidaknya distribusi data penelitian dilakukan uji normalitas. Uji normalitas yang digunakan adalah Kolmogorov-Simirnov Test. Galat taksiran dinyatakan normal apabila nilai signifikansi (Sig) lebih besar dari 0,05 dan sebaliknya galat taksiran dinyatakan tidak normal apabila nilai signifikansi (Sig) lebih kecil dari 0,05. Dari output uji normaliatas untuk variabel prestasi belajar mahasiswa (Y) berdasarkan minat baca mahasiswa (X) di atas dengan memakai aplikasi Program SPSS-23 diperoleh hasil nilai signifikansi (Asymp.Sig) = 0,325 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada taraf signifikansi α = 0,05. Data penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variabel X dan Y bersifat homogen atau tidak. Dasar pengambilan keputusan untuk menentukan homogen atau tidaknya adalah jika nilai signifikansi atau sig < 0.05 maka dikatakan bahwa kelompok populasi data adalah tidak sama atau tidak homogen. Dan jika nilai signifikansi atau sig > 0,05 maka dikatakan bahwa kelompok populasi data adalah sama atau homogen. Hasil perhitungan spss yang dilakukan pada pengelompokkan data Y berdasarkan data X diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 3. Test of Homogeneity of Variances Minat Baca Mahasiswa Levene Statistic df1 df2 Sig. 27.963 1 598 .531 Berdasarkan data di atas, maka keputusan yang diambil untuk uji homogenitas yang telah dilakukan untuk pengelompokan daya Y berdasarkan X adalah data sudah homogen, karena output dari pengujian yang dilakukan diperoleh hasil 0,531 > 0,05. Secara umum uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu Pertama, ” membandingkan nilai signifikansi (Sig) dengan 0,05”. Jika nilai deviation from linearity sig > 0,05 maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Dan jika nilai deviation from linearity sig < 0,05 maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Kedua, membandingkan nilai F hitung dengan F tabel, jika nilai F hitung < F tabel, maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Jika nilai F hitung > F tabel, maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Hasil perhitungan uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Output Uji Linearitas Variabel Y atas X2 Sum of Squares df Mean Square F Sig. Prestasi Belajar Mahasiswa * Minat Baca Mahasiswa Between Groups (Combined) 938.705 19 49.406 1.276 .198 Linearity 54.940 1 54.940 1.419 .235 Deviation from Linearity 883.764 18 49.098 1.268 .208 Within Groups 10843.332 280 38.726 Total 11782.037 299 Berdasarkan output hasil uji linearitas variable Y atas X diketahui nilai Sig. deviation from linearity sebesar 0,208 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara minat baca dengan prestasi belajar mahasiswa. Tabel 3. Test of Homogeneity of Variances Minat Baca Mahasiswa Levene Statistic df1 df2 Sig. 27.963 1 598 .531 Berdasarkan data di atas, maka keputusan yang diambil untuk uji homogenitas yang telah dilakukan untuk pengelompokan daya Y berdasarkan X adalah data sudah homogen, karena output dari pengujian yang dilakukan diperoleh hasil 0,531 > 0,05. Secara umum uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu Pertama, ” membandingkan nilai signifikansi (Sig) dengan 0,05”. Jika nilai deviation from linearity sig > 0,05 maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Dan jika nilai deviation from linearity sig < 0,05 maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Kedua, membandingkan nilai F hitung dengan F tabel, jika nilai F hitung < F tabel, maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Jika nilai F hitung > F tabel, maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Hasil perhitungan uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Output Uji Linearitas Variabel Y atas X2 Sum of Squares df Mean Square F Sig. Prestasi Belajar Mahasiswa * Minat Baca Mahasiswa Between Groups (Combined) 938.705 19 49.406 1.276 .198 Linearity 54.940 1 54.940 1.419 .235 Deviation from Linearity 883.764 18 49.098 1.268 .208 Within Groups 10843.332 280 38.726 Total 11782.037 299 Berdasarkan output hasil uji linearitas variable Y atas X diketahui nilai Sig. deviation from linearity sebesar 0,208 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara minat baca dengan prestasi belajar mahasiswa. Tabel 3. Test of Homogeneity of Variances Minat Baca Mahasiswa Levene Statistic df1 df2 Sig. 27.963 1 598 .531 Berdasarkan data di atas, maka keputusan yang diambil untuk uji homogenitas yang telah dilakukan untuk pengelompokan daya Y berdasarkan X adalah data sudah homogen, karena output dari pengujian yang dilakukan diperoleh hasil 0,531 > 0,05. Secara umum uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu Pertama, ” membandingkan nilai signifikansi (Sig) dengan 0,05”. Jika nilai deviation from linearity sig > 0,05 maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Dan jika nilai deviation from linearity sig < 0,05 maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Kedua, membandingkan nilai F hitung dengan F tabel, jika nilai F hitung < F tabel, maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Jika nilai F hitung > F tabel, maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevenden dengan variable devenden. Hasil perhitungan uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Output Uji Linearitas Variabel Y atas X2 Sum of Squares df Mean Square F Sig. Prestasi Belajar Mahasiswa * Minat Baca Mahasiswa Between Groups (Combined) 938.705 19 49.406 1.276 .198 Linearity 54.940 1 54.940 1.419 .235 Deviation from Linearity 883.764 18 49.098 1.268 .208 Within Groups 10843.332 280 38.726 Total 11782.037 299 Berdasarkan output hasil uji linearitas variable Y atas X diketahui nilai Sig. deviation from linearity sebesar 0,208 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara minat baca dengan prestasi belajar mahasiswa. Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .068a .005 .001 6.273 a. Predictors: (Constant), Minat Baca Mahasiswa b. Dependent Variabel: Prestasi Belajar Mahasiswa Output model summary tabel di atas menjelaskan besarnya nilai korelasi (hubungan) R. Dari tabel tersebut diperoleh nilai korelasi R, yaitu sebesar 0,068. Nilai korelasi yang dihasilkan ini, berdasarkan interval koefisien korelasi maka dapat dinyatakan bahwa tingkat kekuatan hubungan antar variable adalah sangat lemah, karena nilai korelasinya berada pada interval 0,000 – 0,199. Kemudian dari output tersebut, juga diperoleh koefisien determinasi R Square sebesar 0,005. Hal ini, mengandung pengertian bahwa pengaruh variable bebas yaitu minat baca mahasiswa (X) terhadap variabel terikat prestasi belajar mahasiswa adalah sebesar 0,50%. Bentuk hubungan antara minat baca dengan prestasi belajar mahasiswa dengan persamaan : Y = 87,807 + 0,088X. Penafsiran dari persamaan regresi Y = 87,807 + 0,088X adalah peningkatan satu unit nilai minat baca mahasiswa diikuti dengan peningkatan prestasi belajar mahasiswa, sebesar 0,088 unit pada konstanta 87,807. Sebagai contoh diambil sebuah skor minat baca (X) = 85, maka skor prestasi belajar mahasiwa dapat diprediksikan dengan menggunakan persamaan regresi linier Y’ = 87,807 + 0,088X dengan menggantikan harga X = 85. Jadi dapat diketahui bahwa apabila skor X berobah, maka skor Y nya akan turut berubah. Maksudnya adalah apabila ada peningkatan minat baca mahasiswa maka akan diikuti oleh peningkatan prestasi belajar mahasiswa dan atau sebaliknya, jika X = 0 (tidak ada skor), maka Y = 87,807. Dengan demikian hipotesis nol (H0) ditolak, dan sebaliknya hipotesis alternatif (H1) diterima. Simpulannya adalah terdapat pengaruh antara minat baca terhadap prestasi belajar mahasiswa. ry2 = 0,068 Gambar. 2 Pola Hubungan Antar Variabel Penelitian
Conclusion
Sebagai penutup pada bagian ini dapat diberikan simpulan bahwa terdapat pengaruh antara minat baca terhadap prestasi belajar mahasiswa pada perguruan tinggi Kota Pekanbaru. Minat baca secara nyata turut menentukan dan memberikan kontribusi sebesar 0,50% terhadap prestasi belajar mahasiswa. Dengan kata lain bahwa prestasi belajar mahasiswa dapat ditingkatkan melalui layanan minat baca. Berdasarkan paparan di atas, dapat diketahui bahwa hipotesis penelitian yang diajukan dapat diterima.