Layanan Library E-Resources Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa di Perguruan Tinggi Kota Pekanbaru Semester Genap Tahun Akademis 2020/2021
Universitas Riau
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan library e-resources terhadap prestasi belajar mahasiswa pada semester genap tahun akademis 2020/2021. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik korelasional. Responden penelitian adalah mahasiswa aktif berjumlah 300 orang yang diambil dari 20 perguruan tinggi negeri dan swasta yang berada di Kota Pekanbaru, dengan menggunakan teknik quata sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dengan model skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara layanan library e-resources terhadap prestasi belajar mahasiswa, dengan koefisien korelasi ( R ) sebesar 0,029. Nilai koefisien korelasi ini menunjukan bahwa tingkat kekuatan hubungannya sangat lemah. Dan diperoleh nilai koefisien determinasi R Square (R2) sebesar 0,001. Ini artinya menunjukkan bahwa pengaruh variable X terhadap Y hanya sebesar 0,10%. Hasil penelitian ini sangat berguna bagi perbaikan dan peningkatan layanan library e-resources terutama pada perguruan tinggi Kota Pekanbaru. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi belajar mahasiswa dapat ditingkat dengan penyediaan layanan library e-resources.
Abstract
This study aims to determine the effect of library e-resources services on student learning achievement in the even semester of the 2020/2021 academic year. The method used is a survey with correlational techniques. Research respondents were active students totaling 300 people taken from 20 public and private universities located in Pekanbaru City, using quata sampling technique. The research instrument used a questionnaire, with a Likert scale model. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis technique and inferential statistical analysis. The results showed that there was an influence between library e-resources services on student achievement, with a correlation coefficient (R) of 0.029. The value of this correlation coefficient indicates that the level of strength of the relationship is very weak. And obtained the value of the coefficient of determination R Square (R2) of 0.001. This means that it shows that the effect of variable X on Y is only 0.01%. The results of this study are very useful for the improvement and improvement of e-resources library services, especially at universities in Pekanbaru City. The conclusions of this study indicate that student achievement can be improved by providing e-resources library services.
Keywords:
belajar
· e-resources
· layanan
· library
· dan prestasi
Introduction
Pendidikan adalah garda utama dalam pemerolehan ilmu dan pengetahuan seseorang. Pendidikan tidak dapat terlepas dalam kehidupan manusia. Tanpa pendidikan mustahil dapat memperoleh keahlian terutama dalam membaca, menulis dan berhitung. Begitu pentingnya pendidikan bagi manusia sehingga dengan pendidikan kita dapat memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas. Demikian halnya, pendidikan terus dilakukan dalam rangka pembentukan etika, akhlak dan moralitas. Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian, pendidikan harus diarahkan untuk menghasilkan manusia berkualitas. Pendidikan yang dilaksanakan diharapkan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik. Belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Belajar juga merupakan sesuatu yang dilakukan untuk menguasai hal tertentu. Pelaksanaan proses belajar memiliki berbagai komponen diantaranya adalah adanya peserta didik, adanya tenaga pendidik, adanya bahan ajar, dan adanya sumber-sumber pembelajaran. Dalam pelaksanaan pendidikan yang bermutu semua pelaku pendidikan, baik mahasiswa, dosen, dan orang tua pasti menginginkan tercapainya sebuah prestasi belajar yang tinggi. Prestasi belajar yang tinggi merupakan salah satu indikator keberhasilan proses belajar. Namun, kenyataannya tidak semua peserta didik (mahassiswa) mendapatkan prestasi belajar yang tinggi dan terdapat juga mahasiswa yang prestasi belajar yang rendah. Tinggi dan rendahnya prestasi belajar yang diperoleh mahasiswa dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Pada dasarnya faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu faktor yang bersumber dari dalam diri mahasiswa (faktor internal) dan faktor yang bersumber dari luar diri mahasiswa (faktor eksternal). Faktor yang bersumber dari dalam diri (faktor internal) meliputi: minat, motivasi, cara belajar, kematangan dan kesiapan, dan lain sebagainya. Sedangkan faktor yang bersumber dari luar diri (faktor eksternal) meliputi: dosen, lingkungan kampus, keluarga, lingkungan masyarakat, sarana belajar, ketersediaan perpustakaan dan lain sebagainya. Ketersediaan library e-resources merupakan salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Sumber-sumber elektronik yang dimiliki perpustakaan merupakan komponen yang memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelaksanaan pembelajaran. Perpustakaan memiliki peranan kunci dalam setiap upaya peningkatan mutu, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Di perpustakaan mahasiswa dapat belajar secara mandiri. Ketersediaan perpustakaan dan berbagai sumber informasi yang ada di dalamnya membuat mutu pendidikan dapat diupayakan ke arah yang lebih baik. Hal tersebut memaksa library e-resources agar mampu dipersiapkan secara optimal dan bermutu, karena bagaimanapun sumber informasi elektronik yang tersedia mencerminkan dan dapat dipastikan bahwa prestasi belajar mahasiswa pun akan meningkat pula. Nurjanah (2017), melakukan penelitian terkait dengan hubungan literasi digital dengan kualitas penggunaan e-resources. Literasi digital dalam penelitian ini didasarkan pada konseptualisasi literasi digital yang terdiri dari empat dimensi utama yaitu kemampuan dasar, latar belakang pengetahuan informasi, kompetensi utama literasi digital, serta sikap dan perspektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan literasi digital memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas penggunaan e-resources. Keyveent dan Rosini (2016), juga melakukan pengkajian terhadap e-resources perpustakaan nasional. Kajian ini memperoleh hasil bahwa pemustaka yang menggunakan e-resources Perpustakaan Nasional RI, mempunyai persepsi bahwa e-resources Perpustakaan Nasional RI sudah “ideal” dalam segi: fasilitas, tampilan, serta dari segi jenis, jumlah, subjek, dan kelengkapan data base. Kajian ini telah dapat membuat suatu rekomendasi terkait dengan peningkatan dalam berlangganan e-resources. Adapun e-resources yang perlu ditingkatkan adalah: wiley, Elsevier, science direct, spinger, dan enkripsi data. Mengingat pentingnya penyediaan sumber-sumber belajar bagi mahasiswa dalam rangka peningkatan prestasi belajarnya, maka ketersediaan layanan library e-resources menjadi perhatian utama yang tidak bisa diabaikan. Dari survey yang dilakukan diberbagai perguruan tinggi yang ada di Kota Pekanbaru dapat dinyatakan bahwa penerapan layanan library e-resources di sebahagian kecil perguruan tinggi memang sudah ada cukup baik dan sebagian besar belum dapat dikatakan baik bahkan ada perguruan tinggi yang tidak menyediakan layanan library e-resources kepada pemustaka. Namun, sejauh ini peneliti melihat berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan. Secara empiris permasalahan itu dimulai dari sarana dan prasarana yang tersedia, kesiapan dari para pengelola layanan perpustakaan, sumber daya manusia, koleksi dan bahan pustaka lainnya sampai dengan masalah yang bersumber dari user atau pengguna yang akan memanfaatkan layanan library e-resources. Dari berbagai permasalahan tersebut diduga mahasiswa sebagai user dalam pemanfaatan layanan library e-resources mengalami berbagai kendala. Mulai dari pengetahuan yang dimiliki mahasiswa terkait dengan layanan library e-resources, sampai kepada masalah manajemen atau pengelolaan library e-resiurces itu sendiri di perpustakaan perguruan tinggi. Layanan library e-resources diharapkan dapat membawa dampak terhadap kemajuan perpustakaan dan pada akhirnya akan bermuara pada prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan paparan di atas dapat dipahami, bahwa berbagai permasalahan yang terjadi terkait dengan penyediaan layanan library e-resources akan berakibat terhadap terjadinya perolehan prestasi belajar mahasiswa yang tidak optimal. Dengan demikian, pengelolaan layanan library e-resources harus dijadikan perhatian yang sangat serius. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh antara library e-resources terhadap prestasi belajar mahasiswa? Apakah variabel (X) library e-resources berpengaruh terhadap variabel (Y) prestasi belajar mahasiswa. Sementara hipotesis yang dirumuskan berbunyi (H1) library e-resources (X) berpengaruh terhadap prestasi belajar (Y). Berdasarkan penjelasan di atas dapat diduga bahwa variabel (X) library e-resources berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa, sehingga perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam sehingga penelitian ini menarik untuk dikaji dan dilakukan penelitian lebih lanjut. Tinjauan Pustaka Hakikat Prestasi Belajar Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie. Kemudian dalam bahasa Indonesia menjadi prestasi yang berarti hasil usaha. Istilah prestasi belajar terdiri dari dua kata, yaitu prestasi dan belajar. Istilah prestasi merupakan hasil yang telah dicapai (Agustin, 2015). Menurut Dahar (2012), prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Prestasi yang dimaksud tidak lain adalah kemampuan, keterampilan dan sikap seseorang dalam menyelesaikan dalam suatu hal. Prestasi tidak mungkin didapatkan oleh seseorang yang tidak melakukan usaha. Usaha yang dilakukan harus dalam bentuk upaya yang sungguh-sungguh. Hasil atau prestasi yang didapatkan akan sebanding dengan upaya yang dilakukan. Sehingga prestasi adalah bukti otentik dan representatif terhadap apa yang telah diupayakan. Kemudian, Qohar (dalam Dahlan, 2020). Prestasi adalah apa yang telah diciptakan, hasil pekerjaan yang menyenangkan hati yang memperolehnya dengan jalan keuletan, Belajar adalah tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti: perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah atau berfikir, ketrampilan, kecakapan, kebiasaan ataupun sikap (Purwanto, 2011). Lebih lanjut, Azhar (2012) menyatakan bahwa prestasi belajar diartikan sebagai seberapa jauh hasil yang telah dicapai peserta didik dalam penguasaan tugas-tugas atau materi mata kuliah yang diterima dalam jangka waktu tertentu. Penilaian pendidikan dikenal dengan sebutan evaluasi. Kegiatan evaluasi dilaksanakan setelah penyajian bahan materi mata kuliah selesai dilakukan. Hasil dari evaluasi yang diperoleh masing-masing mahasiswa disebut prestasi belajar. Prestasi tanpa diikuti dengan belajar yang sungguh-sungguh mustahil akan diperoleh hasil yang baik. Maesaroh (2013) menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil daripada aktivitas belajar atau hasil dari usaha, latihan dan pengalaman yanag dilakukan oleh seseorang, dimana prestasi tersebut tidak akan lepas dari pengaruh faktor luar diri peserta didik. Lebih lanjut dijelaskan Winkel (2014), bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Dengan demikian, prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan usaha-usaha belajar. Dari berbagai definisi terkait dengan prestasi belajar yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar ialah hasil akhir yang dicapai oleh setiap mahasiswa, setelah mahasiswa tersebut telah tuntas mengikuti kegiatan belajar mengajar yang ditunjukkan dengan nilai atau angka dari hasil proses evaluasi setiap mata kuliah yang diikutinya dalam satu semester. Secara operasional yang dimaksud dengan prestasi belajar dalam kajian ini adalah skor hasil penilaian yang dicapai oleh setiap mahasiswa, setelah mahasiswa tersebut telah tuntas mengikuti kegiatan belajar yang ditunjukkan dengan nilai atau angka dari hasil proses evaluasi setiap mata kuliah yang diikutinya dalam satu semester, dengan indicator berdasarkan kepada indeks prestasi semester (IPs). Hakikat Library E-Resources Library e-resources terdiri dari kata, library, electronic, dan resources. Secara umum library e-resources dapat diartikan sebagai sumber-sumber informasi elektronik yang tersedia di perpustakaan. Bahan atau koleksi e-resources adalah konten elektronik yang diseleksi oleh pustakawan dari berbagai ragam sumber untuk perpustakaan, dikelola oleh perpustakaan, serta disediakan untuk pemustaka (Fatmayani, 2017). Bahan atau koleksi e-resources ini diperoleh melalui pembelian langsung atau tersedia secara gratis yang mungkin diseleksi judul perjudul atau dalam satu paket. E-resources adalah sumber daya yang diakses dengan menggunakan komputer, baik komputer personal, mainframe atau perangkat bergerak dari jarak jauh melalui Internet atau Intranet. International Federation of Library Associations and Institutions, (IFLA, 2012) mendefinisi kan bahwa e-resources itu adalah “Electronic resources represent an increasingly important component of the collectionbuilding activities of libraries. “Electronic resources” refer to those materials that require computer access, whether through a personal computer, mainframe, or handheld mobile device. They may either be accessed remotely via the Internet or locally”. (E-resources dalam definisi IFLA, menunjukkan pada semua bahan (koleksi) yang membutuhkan akses komputer baik secara remote (jarak jauh) maupun secara local melalui computer personal (PC), mainframe, atau perangkat mobile). Hal ini menunjukkan bahwa setiap sumber informasi atau sumber daya informasi yang aksesnya melalui perangkat komputer, maka dapat dinamakan sebagai sumber daya elektronik atau e-resources. Library e-resources didefinisikan sebagai pekerjaan yang dikodekan dan tersedia oleh perpustakaan untuk akses melalui penggunaan komputer. Ini termasuk data yang tersedia dengan (1) akses jarak jauh dan (2) akses langsung (fixed media). Kemudian, kata kunci akses jarak jauh (electronic resource) mengacu pada penggunaan sumber daya elektronik via komputer jaringan. Akses langsung (electronic resources) mengacu pada penggunaan sumber daya elektronik melalui operator fisik. Sumber daya elektronik merupakan tulang punggung perpustakaan dalam menghadirkan lingkungan dan atmosfer digital bagi para pemustakanya. Keberadaan digital natives yang semakin mendominasi pemustaka saat ini semakin mendorong perpustakaan untuk dapat menyediakan berbagai sumber daya elektronik di Perpustakaan (Fatmayani, 2017). Kanavar (dalam Fatmayani, 2017), mengatakan bahwa e-resources memungkin para pustakawan dapat memberikan pelayanan lebih baik kepada pemustaka. Adapun e-resources yang dapat memberikan pelayanan kepada pemustaka dapat dilihat sebagai berikut: (1) To get access to an information source by the more than one users (Untuk mendapatkan akses ke sumber informasi oleh lebih dari sattu pengguna), (2) E-resources can be searched quickly (Sumber Daya Elektronik dapat ditemukan cepat), (3) These can be found easily by the user (Dapat ditemukan dengan mudah oleh pengguna), (4) These resources can be stored in huge amount (Sumber daya elektronik yang bisa disimpan dalam jumlah besar), (5) Amount of time spent on the E-resources use (Jumlah waktu yang dihabiskan untuk penelusuran E-resorces), (6) Analyses the purpose of using e-resources by respondent (Analisis Tujuan penggunaan e-resources oleh responden), (7) Know different types of e-resources commonly used by respondents (Mengetahui jenis sumber daya elektronik yang digunkan oleh pengguna), (8) To collect, store, organize information in digital form (Mengumpulkan, menyimpan, mengatur informasi dalam bentuk digital), (9) To promote efficient delivery of information economically to all the users (Untuk menyampaikan sumber informasi kepada pengguna). International Federation of Library Associations and Institutions, (IFLA, 2012) menyebutkan bahwa sumber daya elektronik di perpustakaan terdiri dari: (1) Jurnal elektronik: biasa dikenal dengan sebutan e-journals. Jurnal disini merupakan jurnal yang diterbitkan khusus dalam bentuk elektronik maupun jurnal tercetak yang kemudian diterbitkan juga versi elektroniknya, (2) Buku elektonik: biasa dikenal dengan sebutan e-books. Buku elektronik seperti halnya jurnal elektronik ada yang terbit hanya berupa versi elektronik maupun versi tercetak yang diterbitkan juga dalam versi elektronik. Buku elektronik biasanya ditawarkan baik dalam bentuk satuan maupun paket atau basis data dari penerbit. Saat ini banyak penerbit yang sudah memfokuskan pada penerbitan buku dalam versi elektronik. Akses terhadap buku elektronik ini bisa berupa mengunduh file secara utuh (biasanya berbentuk PDF) maupun „membaca‟ bagian per bagian. Contoh dari sumber daya elektronik ini adalah EBRARY Ebscohost Books, Wiley e-book, dan Springer e-book. (3) Basis data naskah lengkap (agregasi): secara umum dikenal sebagai aggregated databases. Sumber daya elektronik berbentuk basis data lengkap agregasi ini biasanya menyediakan sumber daya elektronik berbagai jenis (ejournal, e-book, e-proceeding, e-paper, dll) dalam satu wadah, yang diperoleh dari satu atau lebih penerbit atau penyedia konten elektronik. PROQUEST & EBSCO adalah salah satu contoh bentuk database agregasi. (4) Basis data indeks dan abstrak: Selain berbentuk naskah lengkap, beberapa sumber daya elektronik juga ditampilkan hanya dalam bentuk indeks atau abstrak saja. Beberapa penyedia basis data menyediakan informasi atau sumber daya informasi hanya berupa abstrak atau indeks saja, namun dilengkapi dengan analisis terhadap dokumen yang ada misalnya analisis sitiran. Sebagai contoh model sumber daya elektronik ini adalah produk SCOPUS dan Proquest Abstract. (5) Basis data referensi (biografi, kamus, direktori, ensiklopedi, dsbnya): Merupakan satu bentuk sumber daya elektronik yang menampilkan informasi berupa biografi, kamus, ensiklopedi dan sejenisnya. Salah satu contoh dari sumber daya elektronik ini adalah BRITANNICA ONLINE. (6) Basis data statistik dan angka: merupakan sumber daya elektronik yang menyediakan berbagai data berupa data statistik dan angka. Biasanya berupa data-data perusahaan, data perekonomian, data statistik lainnya. Contoh dari sumber daya informasi ini adalah OSIRIS, CEIC data, BPS Database, IMF Statistics, dan Worldbank Databases. (7) Gambar Elektronik: merupakan satu sumber daya elektronik yang menyediakan berbagai gambar. Saat ini sudah banyak media yang menyediakan gambar elektronik baik yang berbayar ataupun tidak. Google Images, Flickr, Instagram, IStock Photo, Shutter Stock dan sejenisnya adalah contoh dari sumber daya gambar elektronik ini. (8) Sumber daya audio/visual elektronik: merupakan sumber daya elektronik dalam bentuk audio visual misalnya film, musik, dokumenter, dan sejenisnya. Contoh dari sumber daya elektronik bentuk ini adalah Alexander Street Press, IMDB, Youtube, dan iTunes. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa library e-resources ialah suatu bentuk kegiatan layanan perpustakaan yang di dalamnya berisikan tentang sumber-sumber informasi elektronik yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi. Secara operasional yang dimaksud dengan library e-resources adalah skor yang diperoleh dari jawaban terhadap pertanyaan butir-butir kuesioner berkenaan dengan kegiatan layanan perpustakaan kepada pemustaka yang di dalamnya berisikan tentang sumber-sumber informasi elektronik yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dengan berdasarkan indikator: 1) tampilan, 2) fasilitas, 3) pemanfaatan, 4) jenis, jumlah, subjek dan kelengkapan, 5) kebijakan akses library e-resources. Hipotesis kerja penelitian ini, sebagai berikut: “Diduga terdapat pengaruh positif antara library e-resources dengan prestasi belajar mahasiswa”.
Method
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik korelasional. Teknik ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh hubungan antara variabel bebas (independent variable), yaitu library eresources (X), dan variabel terikat (dependent variable) , yaitu prestasi belajar mahasiswa (Y). Untuk melihat hubungan tersebut dapat dilihat pada gambar konstelasi model masalah di bawah ini. Gambar 1 Model Konstelasi Masalah Responden penelitian adalah mahasiswa aktif berjumlah 300 orang, diambil dari 20 perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Pekanbaru yang sudah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), menggunakan teknik quata sampling. Quota sampling (teknik sampling berjatah) adalah bagian dari nonprobability sampling. Metode pengambilan sampel yang menitikberatkan pada pertimbangan peneliti yang bersangkutan, namun dengan mengikuti beberapa standar atau aturan yang telah ditetapkan sebelumnya (Rabbani, 2020). Instrumen menggunakan kuesioner, model skala Likert. Teknik analisis data dipakai adalah teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Analisis statistik deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran tentang distribusi frekuensi, histogram data, modus, median, nilai rerata, dan simpangan baku. Analisis statistik inferensial dipakai untuk menguji hipotesis yang sudah dirumuskan sebelumnya. Namun sebelum pengujian hipotesis tersebut, terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji linieritas.
Result & Discussion
Hasil perhitungan statistik dasar (statistik deskriptif) dari kedua variabel, yaitu variabel library e-resources (X), dan prestasi belajar mahasiswa (Y) dapat dilihat pada rangkuman hasil perhitungan statistik deskriptif di bawah ini. Tabel 1. Rangkuman Hasil Perhitungan Statistik Dasar (Deskriptif) Statistik Library E-Resources (X) Prestasi Belajar (Y) Skor Terendah Skor Tertinggi 74 90 68 95 Rentang Nilai Rata-Rata (M) Simpangan Baku (SD) Modus (Mo) Median (Me) 16 82,22 3,53 85 83 27 80,94 6,28 85 83 Sumber : Hasil Olahan Data, 2021. Berdasarkan hasil perhitungan terhadap skor library e-resources, diperoleh skor teoretik 21 - 105. Total skor tersebut diperoleh dari 21 butir pernyataan. Skor empirik terendah yang dicapai responden adalah 74 dan skor tertinggi 90 dengan rentang skor sebesar 16. Perhitungan terhadap distribusi skor tersebut menghasilkan sebagai berikut: (1) skor rata-rata = 82,22 (2) simpangan baku = 3,53, (3) median 83 dan (4) nilai modus sebesar 85. Kemudian perolehan skor prestasi belajar mahasiswa, diperoleh skor teoretik 10 - 100. Total skor tersebut diperoleh dari konversi nilai 1 – 4. indeks prestasi mahasiswa. Skor empirik terendah yang dicapai responden adalah 68 dan skor tertinggi 95 dengan rentang skor sebesar 27. Perhitungan terhadap distribusi skor tersebut menghasilkan sebagai berikut : 80,94 skor rata-rata, dan 6,28 simpangan baku, sedangkan mediannya 83. Kemudian, modus sebesar 85. Hasil perhitungan uji normalitas dari Kolmogorov-simirnov test dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini : Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Variabel Y Berdasarkan X1 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One- Sample Kolmogorov-Smirnov TestUnstandardized ResidualN300Normal ParameterMean.0000000Std. Deviation6,27472237Most Extreme DifferencesAbsolute0,154Positif0,141Negatif-154Kolmogorov-Smirnov Z2,672Asymp.Sig (2-tailed)0,852 Uji normalitas digunakan untuk menemukan normal tidaknya distribusi data penelitian. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kolmogorov-Simirnov Test. Galat taksiran dinyatakan normal apabila nilai signifikansi (Sig) lebih besar dari 0,05 dan sebaliknya galat taksiran dinyatakan tidak normal apabila nilai signifikansi (Sig) lebih kecil dari 0,05. Dari output uji normaliatas untuk variabel prestasi belajar mahasiswa (Y) berdasarkan layanan library e-resources (X) di atas dengan memakai aplikasi Program SPSS-23 diperoleh hasil nilai signifikansi (Asymp.Sig) = 0,852 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada taraf signifikansi α = 0,05 data penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variabel X dan Y bersifat homogen atau tidak. Dasar pengambilan keputusan untuk menentukan homogen atau tidaknya adalah jika nilai signifikansi atau sig < 0.05 maka dikatakan bahwa kelompok populasi data adalah tidak sama atau tidak homogen. Dan jika nilai signifikansi atau sig > 0,05 maka dikatakan bahwa kelompok populasi data adalah sama atau homogen. Hasil perhitungan spss yang dilakukan pada pengelompokkan data Y berdasarkan data X diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 3. Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Sig. 121.903 1 598 .479 Berdasarkan outpu test of homogeneity of variances data di atas, maka keputusan yang diambil untuk uji homogenitas yang telah dilakukan untuk pengelompokan daya Y berdasarkan X1 adalah data sudah homogen, karena output dari pengujian yang dilakukan diperoleh hasil 0,479 > 0,05. Secara umum uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu Pertama, ” membandingkan nilai signifikansi (Sig) dengan 0,05”. Jika nilai deviation from linearity sig > 0,05 maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevendent dengan variable devendent. Kemudian, jika nilai deviation from linearity sig < 0,05 maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevendent dengan variable devendent. Kedua, membandingkan nilai F hitung dengan F tabel, jika nilai F hitung < F tabel, maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevendent dengan variable devendent. Jika nilai F hitung > F tabel, maka tidak ada hubungan yang linear secara signifikan antara variable indevendent dengan variable devenden. Hasil perhitungan uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Output Uji Linearitas Variabel Y atas X ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. Prestasi Belajar Mahasiswa * Library E-Resources Between Groups (Combined) 698.385 14 49.885 1.283 .217 Linearity 9.767 1 9.767 .251 .617 Deviation from Linearity 688.618 13 52.971 1.362 .177 Within Groups 11083.652 285 38.890 Total 11782.037 299 Output hasil uji linearitas variabel Y atas X diketahui nilai Sig. deviation from linearity sebesar 0,177 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara library e-resources dengan prestasi belajar mahasiswa. Pengaruh Library E-Resources Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Untuk mengetahui pengaruh antara library e-resources (X) terhadap prestasi belajar mahasiswa (Y) dapat dipaparkan sebagai berikut. Tabel 5. Variables Entered/Removedb Model Variables Entered Variables Removed Method 1 Library E-Resourcesa . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Prestasi Belajar Mahasiswa Tabel di atas menjelaskan tentang variabel yang dimasukkan serta metode yang digunakan untuk pengujian hipotesis pertama. Dalam hal ini, variabel yang dimasukkan adalah variabel library e-resources sebagai Variable Independent (variable bebas) dan prestasi belajar mahasiswa sebagai variable dependent, dan metode yang digunakan adalah metode enter. Hasil uji keberartian dan linieritas regresi Y atas X ditunjukkan dalam tabel berikut : Tabel 6. Daftar ANOVA untuk Uji Signifikansi dan Linieritas Regresi ANOVAb Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 9.767 1 9.767 18.247 .000a Residual 11772.270 298 39.504 Total 11782.037 299 a. Predictors: (Constant), Library E-Resources b. Dependent Variable: Prestasi Belajar Mahasiswa Berdasarkan tabel output (ANOVA) di atas diketahui bahwa nilai Fhitung = 18,247 lebih besar dari nilai FTabel = 3,0259. (Fh 23,520 > Ft 3,0259). Dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel prestasi belajar mahasiswa atau dengan kata lain ada pengaruh variabel (X) library e-resoyrces terhadap variabel (Y) prestasi belajar mahasiswa. Tabel 7. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 76.732 8.477 9.052 .000 Library E-Resources .051 .103 .029 5.497 .000 a. Dependent Variable: Prestasi Belajar Mahasiswa Berdasarkan tabel output coofficients di atas, diketahui nilai constant (a) sebesar 76,732 sedang nilai library e-resources (b/Coeffisient regresi) sebesar 0,051. Sehingga persamaan regresinya dapat ditulis sebagai berikut: Y = a + bX, sehingga dapat diformulasikan dengan persamaa Y = 76,732 + 0,051X1. Persamaan tersebut dapat diterjemahkan bahwa 1) Konstanta sebesar 76,732 mengandung arti bahwa nilai konsistensi variabel prestasi belajar mahasiswa adalah sebesar 76,732 dan 2) Koeffisien regresi X sebesar 0,051 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai library e-resources, maka nilai prestasi belajar mahasiswa akan bertambah sebesar 0,051. Koofisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif. Jadi dengan demikian, pengambilan keputusan dalam uji regresi sederhana antara variabel (X) library e-resources terhadap variabel (Y) prestasi belajar mahasiswa adalah sebagai berikut: 1) Berdasarkan nilai signifikansi dari table coofisient diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel library e-resources (X) berpengaruh terhadap variabel prestasi belajar mahasiswa (Y). 2) Nilai hasil uji t diketahui nilai t hitung sebesar 5,497 > dari t table = 1,96796 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel library e-resources (X) berpengaruh terhadap variabel prestasi belajar mahasiswa (Y) 3) Catatan : t table = (α/2;n-k-1) (0,05/2;300-1-1) (0,025; 298) [Dilihat pada distribusi nilai t table) 1,96796 Tabel 8. Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .029a .001 -.003 6.285 a. Predictors: (Constant), Library E-Resources b. Deoendent Variable: Prestasi Belajar Mahasiswa Output model summary tabel di atas menjelaskan besarnya nilai korelasi (hubungan) R. dari tabel tersebut diperoleh nilai korelasi R, yaitu sebesar 0,029. Nilai korelasi yang dihasilkan ini, berdasarkan interval koefisien korelasi maka dapat dinyatakan bahwa tingkat kekuatan hubungan antar variabel adalah sangat lemah, karena nilai korelasinya berada pada interval 0,000 – 0,199. Kemudian dari output tersebut, juga diperoleh koefisien determinasi R Square sebesar 0,001. Hal ini, mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas yaitu library e-resources terhadap variabel terikat prestasi belajar mahasiswa adalah sebesar 0,10%. Bentuk hubungan antara library e-resources dengan prestasi belajar mahasiswa dengan persamaan: Y’ = 76,732 + 0,051X1 Penafsiran dari persamaan regresi Y’ = 76,732 + 0,051X adalah peningkatan satu unit nilai library e-resources akan diikuti dengan peningkatan prestasi belajar mahasiswa, sebesar 0,051 unit pada konstanta 76,732. Sebagai contoh diambil sebuah skor library e-resources (X) = 85, maka skor prestasi belajar mahaiswa dapat diprediksikan dengan menggunakan persamaan regresi linier Y’ = 76,732 + 0,051X dengan menggantikan harga X = 85 maka skor prestasi belajar mahasiswa dapat dicari, sehingga diperoleh hasil sebesar 81,067. Jadi dapat diketahui bahwa apabila skor X berobah, maka skor Y nya akan turut berubah. Maksudnya adalah apabila ada peningkatan terhadap layanan library e-resources maka akan diikuti peningkatan prestasi belajar mahasiswa dan atau sebaliknya, jika X = 0 (tidak ada skor), maka Y = 76,732. Dengan demikian hipotesis nol (H0) ditolak, dan sebaliknya hipotesis alternatif (H1) diterima. Simpulannya adalah terdapat pengaruh antara library e-resources terhadap prestasi belajar mahasiswa. Gambar. 2 Pola Hubungan Antar Variabel Penelitian
Conclusion
Sebagai penutup pada bagian ini dapat diberikan simpulan bahwa terdapat pengaruh antara layanan library e-resources terhadap prestasi belajar mahasiswa pada perguruan tinggi Kota Pekanbaru. Library e-resources secara nyata turut menentukan dan memberikan kontribusi sebesar 0,10% terhadap prestasi belajar mahasiswa. Dengan kata lain bahwa prestasi belajar mahasiswa dapat ditingkatkan melalui layanan library e-resources. Berdasarkan paparan di atas, dapat diketahui bahwa hipotesis penelitian yang diajukan dapat diterima.