Kembali
16
1
2024 Inkunabula: Journal Of Library Science And Islamic Information Vol 3 · 1 ISSN 2829-9531

Tren Kata Kunci Artikel Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan dan Informasi

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Dalam sebuah karya ilmiah seperti artikel jurnal, penulisan kata kunci yang menjadi bagian penting dalam sebuah publikasi ilmiah. Biasanya digunakan sebagai perwakilan konsep atau ide/gagasan dalam tulisan. Dengan menggunakan kata kunci penulis mampu menjangkau pembaca yang lebih banyak dan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan keinginan pembaca. Kajian tren kata kunci pada jurnal Anuva dengan tujuan untuk memetakan kata kunci pada artikel sehingga penelusuran informasi yang lebih spesifik. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif pada data yang diunduh di laman website Anuva (https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/Anuva/) kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dan data ditampilkan dalam bentuk tabel dan dianalisis sehingga menghasilkan kesimpulan yang secara umum dapat dinarasikan dalam tabel. Data yang digunakan pada penelitian mulai tahun 2017-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel yang diterbitkan Anuva sejak tahun 2017-2022 sebanyak 227 artikel. Artikel terbanyak yang telah diterbitkan pada tahun 2021 sebanyak 54 artikel dan paling sedikit tahun 2017 sebanyak 17 artikel dengan jumlah kata kunci secara keseluruhan sebanyak 839 kata kunci. Kata kunci yang paling banyak digunakan yakni “Perpustakaan” (15), “Literasi Informasi” (11), “Perilaku pencarian informasi” (5), dan “Penelitian ilmu perpustakaan dan informasi” (3). Hal ini menunjukkan bahwa Anuva: jurnal kajian budaya, perpustakaan dan informasi lebih banyak menerbitkan artikel bidang perpustakaan dan informasi dibandingkan dengan kajian budaya, sehingga fokus dan scope jurnal bisa menjadi lebih spesifik.

Abstract

In a scientific work such as a journal article, the writing of keywords is an essential part of a scholarly publication. They are usually used to represent concepts or ideas in the writing. By using keywords, authors can reach a wider readership, and the information needed matches the readers' desires. The study of keyword trends in the Anuva journal aims to map the keywords in the articles, enabling more specific information retrieval. This research employs a qualitative descriptive analysis of data downloaded from the Anuva website (https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/Anuva/), then processed using Microsoft Excel, and the data is displayed in tabular form and analyzed to produce conclusions that can generally be narrated in tables. The data used in the research spans from 2017 to 2022. The results show that Anuva has published 227 articles from 2017 to 2022. The highest number of articles was published in 2021, with 54 articles, and the lowest was in 2017, with 17 articles, with a total of 839 keywords. The most frequently used keywords are "Library" (15), "Information Literacy" (11), "Information Seeking Behavior" (5), and "Library and Information Science Research" (3). This indicates that Anuva: Journal of Cultural Studies, Library and Information publishes more articles in the library and information field than cultural studies, suggesting that the journal's focus and scope could become more specific.
Keywords: Jurnal Anuva · Tren Kata Kunci · Penelusuran Informasi · Literasi Informasi

Introduction

Penelusuran sebuah literatur merupakan bagian yang penting dalam sebuah penelitian dan publikasi ilmiah. Pada era ledakan publikasi ilmiah kata kunci memiliki peran dalam menelusur informasi yang relevan dengan kebutuhan penelitian maupun publikasi (Sharma & Mediratta, 2002; Rahayu, 2020; Allen, 1998)Dalam sebuah karya ilmiah, kata kunci biasanya digunakan untuk mewakili sebuah konsep atau gagasan dalam sebuah tulisan. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia daring menyebutkan bahwa kata kunci merupakan kata atau ungkapan yang menjadi perwakilan dari sebuah gagasan atau konsep suatu kelompok (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, 2016). Dengan menggunakan kata kunci secara efektif, seorang penulis dapat meningkatkan peluang pembaca potensial menemukan artikel yang mereka butuhkan (M. Oermann et al., 2021). Salah satu keberhasilan dalam proses penelusuran tergantung pada ketepatan seorang penelusur dalam menuliskan kata kunci (Siswadi, 2013). Kata kunci dalam sebuah artikel sangat penting karena keberadaan kata kunci untuk membantu dalam pengindeksan. Pengindeksan merupakan prosedur memilih konsep atau perwakilan dengan memanfaatkan penyimpanan dan penelusuran untuk sebuah artikel dengan menggunakan pedoman (Gil-Leiva & Alonso-Arroyo, 2007). Dalam sebagian besar basis data atau jurnal ilmiah, kata kunci digunakan sebagai “tag” untuk mengindeks artikel serta mempermudah peneliti lain untuk menemukan artikel ketika mereka mencari informasi terkait dengan topik yang sama (maglearning.id, n.d.). Semakin spesifik sebuah kata kunci maka peluang untuk menemukan informasi yang dibutuhkan sangatlah besar. Penulisan kata kunci dalam sebuah artikel jurnal sangat beragam, dan tidak sedikit penulis menggunakan satu kata kunci saja. Penulis terkadang menetapkan kata kunci berdasarkan judul pada penelitian ataupun diambil dari abstrak sebuah tulisan agar menggambarkan isi secara umum yang nantinya akan dibahas di dalam sebuah artikel. Dengan adanya kata kunci maka pengelola jurnal mampu membuat focus dan scope pada jurnal lebih spesifik dan nantinya tidak terkesan jurnal bunga rampai. Dengan pembatasan pada focus dan scope pembaca ataupun penelusur informasi bisa menemukan informasi yang lebih spesifik. Untuk itu penting mengetahui tren kata kunci yang digunakan dalam artikel Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan dan Informasi yang telah dipublikasikan sejak tahun 2017-2022. Tinjauan Pustaka Dalam beberapa hal terkait dengan penulisan kata kunci, bahwa tujuan penulisan kata kunci itu sendiri agar tulisan yang akan dipublikasi mudah ditemukan dan sesuai dengan kebutuhan para pencari informasi. Dalam sebuah website menyebutkan bahwa dalam menuliskan kata kunci sebaiknya memperhatikan optimasi mesin pencari/SEO (Search Engine Optimization) dengan memilih kata kunci yang sesuai dengan kata pencarian yang ada di internet agar memiliki peluang untuk ditemukan dengan cepat, memilih kata kunci yang sesuai dengan isi pada artikel, menggunakan satu atau lebih kata kunci yang relevan denga nisi tulisan, menggunakan kata kunci yang sesuai dengan bidang kajian pada tulisan, menuliskan kata kunci yang berupa nama tempat, afiliasi dan yang lain secara konsisten, serta membagikan tulisan yang telah diterbitkan agar pembaca bisa mengakses dengan mudah sehingga tulisan mudah untuk ditemukan Ketika menggunakan kata kunci yang telah familiar dengan mesin pencari (Wiley, n.d. ; Elsevier, n.d. ; M. H. Oermann & Murphy, 2018; LibGuides at University of Manitoba, n.d.) Dalam menuliskan kata kunci terkait dengan bidang ilmu perpustakaan bisa menggunakan tajuk subjek untuk menyeragamkan penulisan kata kunci. Akan tetapi kata kunci pada umumnya berisi frase atau kata yang terdiri dari dua kata bahkan lebih sehingga akan menemukan kesulitan jika menggunakan tajuk subjek. Untuk itu penulisan kata kunci tetap menggunakan acuan agar tersistematis dan bisa juga menggunakan thesaurus ataupun kamus online ilmu perpustakaan dengan bantuan kamus Bahasa Indonesia. Kata kunci merupakan satu kata atau frase yang memuat judul, subjek, isi, abstrak yang terdapat dalam teks atau katalog yang digunakan sebagai istilah pencarian (Reitz, 2013). Beberapa keutungan dan kerugian Ketika menggunakan kata kunci yang relevan dalam sebuah jurnal artikel. Tabel 1Keuntungan dan kerugian menggunakan kata kunci yang relevanNo.KeuntunganNo.Kerugian1.Memudahkan pencarian literatur elektronik1.Artikel yang relevan mungkin terlewatkan jika penulis tidak 2.Pembaca dapat menggunakannya untuk mencari artikel yang relevan di indeks2.Menggunakan kata kunci yang tepat.3.Pembaca dan peneliti dapat dengan cepat dan mudah menemukan artikel tertentu dalam bidang sesuai dengan keilmuan3.Jika kata kuncinya tidak akurat atau tidak cukup umum, maka dapat menyesatkan pencari informasi.4.Memudahkan dalam indeksasi4.Penulis kadang menggunakan kata-kata kunci yang umum sehingga sulit untuk mendapatkan informasi yang relevan 5.Membantu editor mendapatkan informasi dari penulis mengenai hal-hal yang mereka anggap penting yang berkaitan dengan artikel penulis5.Penulis kadang lupa untuk menyertakannya kata kunci sehingga artikelnya tidak dapat ditemukan(Hartley & Kostoff, 2003)6.Membantu editor menyiapkan indeks di akhir setiap volume7.Membantu editor untuk melacak artikel di jurnal dari waktu ke waktuBeberapa penelitian telah dilakukan terkait dengan kata kunci oleh menyebutkan bahwa menurut Bekhuis (2015) dalam (Rahayu, 2020) untuk menuliskan kata kunci jurnal Kesehatan disarankan memilih kata kunci yang bersumber dari Medical Subject Headings (MeSH) untuk mewakili topik yang akan diteliti dengan harapan dapat meningkatkan visibilitas database MEDLINE. Sebagian besar jurnal akan meminta pnulisa untuk menuliskan kata kunci pada naskah, dengan menggunakan istilah atau topik serta frasa yang mewakili tulisan. Mengapa penting menuliskan kata kunci, agar pembaca menemukan informasi yang relevan dengan penelitiannya serta pengindesan publikasi yang akurat jika terdaftar pada database bibliografi seperti MEDLINE, database US National Library of Medicine® (NLM); Indeks Kumulatif untuk Keperawatan dan Literatur Kesehatan Sekutu (CINAHL); dan lain-lain. (M. H. Oermann & Murphy, 2018; Sharma & Mediratta, 2002; LibGuides at King’s College London, n.d.)Penelitian yang dilakukan oleh (Kim, 2017) dengan tujuan untuk membandingkan kedua jurnal dengan mengkaji kata kunci yang digunakan oleh masing-masing jurnal dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa : a) analisis frekuensi kata kunci menunjukkan mayor tema penelitian dan sifat unik tentang Korea. b) Secara umum, kata kunci perpustakaan yang digunakan dalam jurnal Korea sebagai subjek utama penelitian, sedangkan kata kunci yang digunakan dalam jurnal internasional terkait bibliometrik dan pencarian informasi sebagai bidang studi utama. c) Tema menyeluruh dari setiap kumpulan data yang dibuat jelas terlihat dalam kata kunci yang sering digunakan. d) Beberapa kata kunci terikat oleh suatu negara atau wilayah karena lingkup penggunaan mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah kata kunci yang paling sering digunakan dan kata kunci khusus yang digunakan cukup mewakili bidang subjek LIS. Berbeda dengan bidang kajian dalam jurnal Kesehatan penulisan dalam bidang ilmu perpustakaan yang terbatas sehingga karakteristik penulisan kata kunci akan berbeda. Kata kunci dalam bidang medis cenderung lebih banyak dari pada bidang lain.

Method

Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan sumber data pada website jurnal Anuva: jurnal kajian budaya, perpustakaan dan informasi (http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/Anuva) (Universitas Diponegoro Fakultas Ilmu Budaya, n.d.). Data yang digunakan mulai dari tahun 2017 sampai 2022. Metode penelitian dengan Kata kunci yang digunakan oleh penulis yang tercantum di dalam setiap artikel pada jurnal Anuva. Kata kunci akan digunakan secara keseluruhan dan akan diekstraksi yang biasanya kata kunci ini terdapat pada bagian abstrak sebuah artikel dan bisa juga terdapat pada halaman website jurnal itu sendiri. Setelah dilakukan ekstraksi maka Dilakukan pencatatan menggunakan Microsoft excel yang terdiri dari satu kata kunci, dua kata kunci, dan penyusunan daftar semua kata kunci yang diekstraksi. Kemudian, dikelompokkan kata kunci berdasarkan kemunculannya dan analisis tren yang digunakan.

Result & Discussion

Berdasarkan Tabel 2 terdapat jumlah artikel yang telah dipublikasikan oleh Anuva: jurnal kajian budaya, perpustakaan dan informasi sebanyak 227 artikel dengan rentang tahun 2017–2022 yang skala penerbitan 4 kali dalam satu tahun di mana pada tahun 2017 hanya terdapat 2 edisi dan di tahun 2022 menggunakan data 2 edisi. Tabel 2. Artikel Jurnal Anuva Tahun 2017–2022 Tahun Jumlah Artikel (Judul) Persentase 2017 14 6% 2018 43 19% 2019 48 21% 2020 49 22% 2021 54 24% 2022 19 8% Jumlah 227 100% Sumber data: http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/Anuva Tabel 3 menunjukkan bahwa jumlah kata kunci yang telah diterbitkan oleh Anuva sebanyak 839 dari berbagai subjek, yang terdiri dari satu kata, dua kata, tiga kata, dan bahkan lebih. Secara keseluruhan jumlah kata kunci yang diterbitkan setiap tahunnya bervariasi dan menyesuaikan dengan jumlah artikel yang diterbitkan. Terlihat bahwa pada tahun 2017 jumlah kata kunci yang diterbitkan sebanyak 50 dengan jumlah secara keseluruhan dari kata kunci (satu kata, dua kata, tiga kata dan lebih dari tiga kata), karena pada tahun 2017 artikel yang diterbitkan sebanyak 14 yang terdiri dari dua edisi. Sedangkan kata kunci yang paling banyak diterbitkan pada tahun 2021 karena jumlah artikel yang diterbitkan sebanyak 54 artikel. Tabel 3. Jumlah Kata Kunci dalam Jurnal Anuva Tahun 2017–2022 Tahun 1 Kata 2 Kata 3 Kata >3 Kata Jumlah Persentase 2017 15 27 7 1 50 6% 2018 44 81 18 10 153 18% 2019 50 83 38 8 179 21% 2020 75 90 19 6 190 23% 2021 62 96 28 14 200 24% 2022 19 31 12 5 67 8% Jumlah 265 408 122 44 839 100% Sumber data: http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/Anuva Pada Tabel 4 kata kunci yang menggunakan nama, afiliasi, dan tempat yang terdapat dalam penulisan kata kunci Anuva sebanyak 66 kata kunci. Terdapat di tahun yang sama kata kunci Jepara, Kota Lama Semarang, dan Indonesia menjadi kata kunci yang digunakan yang bersamaan digunakan tetapi dalam artikel yang berbeda. Tabel 4. Kata Kunci Nama, Afiliasi, dan Tempat pada Artikel Anuva Tahun Kata Kunci 2017 Universitas Diponegoro, Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro 2018 Kota Semarang, Raymond C Davis, Keresidenan Tegal dan Jepara, Kota Salatiga, Mantingan, Trusmi, Jawa, Australia 2019 Teluk Wetan, Jepara, Program Studi Perpustakaan dan Informasi, Universitas, Kota Lama Semarang, Pariwisata Semarang, Universitas Diponegoro, Candi Ngempon, Kabupaten Semarang, Indonesia, Desa Gemawang, Candi Borobudur 2020 Desa Dedayu, Indonesia, Tan Malaka, Semarang, Candi Kimpulan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Ranggawarsita, Batik Semarang, Kampung Alam Malon, Kesultanan Palembang Darussalam, Kabupaten Rembang, Kampung Batik Kauman, Pekalongan, SMA Islam Hidayatullah Semarang 2021 Badan Pengawas Obat dan Makanan, UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro, Jepara, Meydiana Rahmawati, Blasius Sudarsono, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang, LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Masjid Jami’ Pekojan, Semarang, UPT Percetakan dan Penerbit Syiah Kuala University Press, LIPI Cibinong Science Center, Universitas Diponegoro, Perpustakaan SMA Negeri 1 Boja, UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang, Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY, Perpustakaan Fakultas Psikologi Undip, Perpustakaan Kota Semarang 2022 Wayang Palembang, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Sunda, Kampung Naga-Tasikmalaya Jumlah 66 kata kunci Pada Tabel 5 merupakan kesimpulan dari Tabel 3 yang menggunakan kata kunci lembaga, tempat, dan afiliasi yang paling banyak digunakan di tahun yang berbeda. Terdapat nama Universitas Diponegoro dan Jepara yang paling dominan digunakan dalam penulisan kata kunci karena beberapa artikel yang diterbitkan menggunakan Universitas Diponegoro dan Jepara sebagai lokasi penelitian pada artikel yang diterbitkan. Tabel 5. Kata Kunci yang Menggunakan Lembaga dan Afiliasi Kata Kunci Jumlah Universitas Diponegoro 4 Indonesia 3 Semarang 2 Program Studi Perpustakaan dan Informasi 2 Jepara 4 Pada Tabel 6 menunjukkan bahwa penggunaan singkatan sebagai kata kunci telah ditemukan dalam jurnal Anuva. Pada kata kunci yang berupa singkatan secara keseluruhan berjumlah 10 kata kunci, di mana tidak ada kata kunci yang sama digunakan setiap tahunnya untuk penggunaan kata kunci istilah. Tabel 6. Kata Kunci yang Menggunakan Singkatan Tahun Kata Kunci Istilah 2017 TMB, NMH, ITNB 2018 UPGRIS, ANRI, SQL 2019 MOOCs, SWOT 2020 UMKM 2021 ISO Jumlah 10 kata kunci Tabel 7 menunjukkan tren penulisan kata kunci jurnal Anuva mulai dari tahun 2017–2022. Kata kunci yang sering digunakan yakni kata “Perpustakaan” di mana secara keseluruhan artikel yang diterbitkan oleh Anuva terkait dengan topik perpustakaan secara umum. Untuk kata kunci yang terdiri dari dua kata yang paling banyak digunakan yakni “Literasi Informasi”, di mana jika ingin mencari informasi terkait dengan literasi informasi maka akan ditemukan artikel yang dominan dengan topik tersebut. Untuk kata kunci yang terdiri dari tiga kata terdapat frasa “Perilaku Pencarian Informasi”, serta “Teknologi Tepat Guna” di mana topik yang terkait dengan budaya sehingga mencerminkan nama jurnal Anuva itu sendiri. Untuk kata kunci yang terdiri dari tiga kata lebih menggunakan “Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi” menjadi topik yang banyak digunakan. Tabel 7. Tren Penulisan Kata Kunci Artikel Anuva Tipe Kata Kata Kunci Jumlah 1 Kata Perpustakaan, Pustakawan, Arsip, Budaya, Layanan 15, 5, 4, 4, 3 2 Kata Literasi Informasi, Media Sosial, Pengetahuan Lokal, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah 11, 5, 3, 3, 3 3 Kata Perilaku Pencarian Informasi, Taman Baca Masyarakat, Teknologi Tepat Guna 5, 3, 2 >3 Kata Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Ilmu Perpustakaan dan Informasi 3, 2 Sumber data: http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/Anuva

Conclusion

Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penulisan kata kunci pada Anuvalebih banyak menggunakan dua kata kunci sebanyak 408 kata kunci, satu kata kunci sebanyak 265, tiga kata kunci sebanyak 122 dan lebih dari tiga kata kunci sebanyak 44. Pada tren penelitian kata kunci itu sendiri bidang ilmu perpustakaan dan informasi yang menjadi dominan dalam penerbitan artikel dibandingkan dengan kajian budaya. Untuk penelitian selanjutnya bisa menambahkan tahun terbaru dari penelitian ini dengan memperhatikan beberapa kata kunci yang digunakan agar sesuai dengan focus dan scope jurnal tersebut. Pada penulisan kata kunci sebaiknya mengacu pada penulisan kata kunci yang lebih spesifik seperti penulisan kata kunci yang terdiri dari tiga suku kata, bukan kata kunci yang bersifat umum yang hanya terdiri dari satu kata saja untuk memudahkan informasi yang dicari sesuai dengan kebutuhan.