Analisis Sitasi Pada Artikel Jurnal Anuva Tahun 2017
Universitas Diponegoro
Abstrak
Kajian sitasi merupakan salah satu kajian bidang perpustakaan yang mengobservasi kutipan pada suatu karya ilmiah. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan hasil analisis sitasi pada artikel jurnal Anuva terbitan tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui pengamatan terhadap daftar pustaka sebagai metode pengumpulan datanya. Daftar pustaka yang dimaksud merupakan daftar pustaka pada masing-masing artikel jurnal Anuva terbitan tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, sitasi pada artikel jurnal Anuva terbitan tahuj 2017 didominasi oleh literatur dengan jenis buku. Sedangkan dari segi usia tahun terbit, sitasi yang ada didominasi oleh literatur yang terbit 10 tahun terakhir.
Abstract
The study of citation is one of the studies in the field of the library that observes citations in scientific work. This article aims to describe the results of citation analysis in the 2017 Anuva journal article. This research is a quantitative study through observation of the bibliographic as a data collection method. The bibliography in question is a bibliography for each Anuva journal article published in 2017. The results show that overall citations to Anuva journal articles published in 2017 are dominated by literature with the type of book. Meanwhile, in term of age, based on the year of publication, the existing citations are dominated by literature published in the last 10 years.
Keywords:
citatiton
· anuva
· bibliometric
Introduction
Perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya akan sejalan dengan komunikasi ilmiah yang sesuai dengan bidangnya (Wina dan Yulianti, 2012). Sebagai bagian dari pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, sivitas akademik di lingkungan kampus memiliki kewajiban untuk melakukan penelitian. Hasil penelitian tersebut nantinya disebarkan melalui berbagai media agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Salah satu media yang kerap menjadi tujuan para peneliti untuk menyebarkan hasil penelitiannya adalah melalui jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah merupakan salah satu bentuk sumber informasi primer yang memuat hasil penelitian berupa artikel untuk diterbitkan secara berkala (Suhendani, Aida dan Irawan, 2016). Keberadaan artikel ilmiah yang terbarukan menjadikan jurnal sebagai salah satu media penting dalam melihat perkembangan suatu bidang ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia memiliki jurnal yang diterbitkan oleh instansi masing-masing. Universitas Diponegoro (Undip), sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia juga berusaha untuk menyediakan wadah penerbitan artikel ilmiah. Tercatat, terdapat 81 jurnal yang diterbitkan secara teratur oleh Undip. Beberapa diantaranya merupakan jurnal terakreditasi dan terindek scopus. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa jurnal yang diterbitkan oleh Undip merupakan jurnal yang bereputasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu jurnal yang diterbitkan di lingkungan Undip adalah Jurnal Anuva (http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/anuva). Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel bidang perpustakaan, informasi, dan kajian budaya. Jurnal yang dikelola oleh Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Undip ini telah terakreditasi dengan peringkat Sinta 4. Pada proses penulisan artikel, tentu tidak akan terlepas dari kegiatan mengutip karya para peneliti terdahulu. Kutipan yang dihasilkan kemudian lebih dikenal dengan istilah sitasi dalam bidang ilmu perpustakaan. Artikel ini bertujuan untuk melakukan kajian sitasi terhadap artikel Jurnal Anuva yang terbit pada tahun 2017. 2. Tinjauan Literatur Pada dasarnya, suatu ilmu pengetahuan merupakan kumpulan dari perkembangan pengetahuan yang telah ada sebelumnya (Hayati, 2016). Oleh karena itu, seorang penulis artikel seringkali mencantumkan pengetahuan-pengetahuan sejenis yang telah ada sebelumnya. Pencantuman tersebut kemudian lebih dikenal dengan istilah sitasi. Sitasi merupakan serapan dari kata citation yang berarti karya yang dikutip dalam suatu naskah (Hasugian dalam Simarmata et al., 2020). Sitasi sendiri merupakan hasil dari proses sosial, yang karena satu dan lain hal dapat bersifat sangat subjektif (Goldfinch dan Yamamoto, 2012). Sebagai suatu proses sosial, sitasi sangat berperan penting dalam proses komunikasi ilmiah yang dilakukan melalui publikasi artikel. Hal ini dikarenakan, pada proses penulisan artikel, seorang penulis pastinya akan melakukan pengutipan terhadap karya-karya sejenis yang lebih dahulu dihasilkan oleh penulis lain. Kegiatan pengutipan inilah yang kemudian menjadi suatu proses sosial yang menghubungkan antara penulis artikel dengan penulis karya yang dikutip di dalamnya. Menurut Weinstock (dalam Pattah, 2013), terdapat 15 alasan kenapa seseorang mensitasi karya orang lain, yaitu sebagai berikut. 1. Sebagai bentuk penghargaan terhadap karya yang disitasi 2. Sebagai bentuk penghormatan 3. Sebagai identifikasi metodologi, angka dan lainnya 4. Sebagai bahan bacaan pada bagian pendahuluan 5. Sebagai bentuk evaluasi/koreksi terhadap karya tulis yang sedang dikerjakan 6. Sebagai bentuk evaluasi/koreksi terhadap karya tulis yang disitasi 7. Sebagai kritik terhadap karya yang sudah ada 8. Sebagai dukungan atas klaim yang dilakukan oleh penulis karya sebelumnya 9. Sebagai pemberitahuan terntang karya yang akan diterbitkan 10. Sebagai arahan atas karya yang tidak terindeks 11. Sebagai otentifikasi data 12. Sebagai identifikasi keaslian sebuah ide yang dibahas 13. Sebagai identifikasi orisinalitas 14. Sebagai klaim atas gagasan atau karya orang lain 15. Sebagai sangkalan terhadap klai yang diajukan oleh penulis lain. Analisis sitasi dapat digunakan untuk melihat dampak, pengaruh, atau kualitas suatu karya ilmiah melalui kutipan yang digunakan (Moed, 2005). Analisis sitasi juga dilakukan untuk mengkaji rata-rata sitasi pada tiap artikel, berdasarkan tahun, jenis literatur yang disitir, dan lain-lain. Analisis sitasi juga bermanfaat bagi pengelola perpustakaan untuk menganalisa kebermanfaatan koleksi yang mereka miliki. Hal ini dikarenakan, analisis sitasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengevaluasi koleksi yang ada di perpustakaan (Hayati, 2016). Lebih lanjut lagi, menurut Garfield dalam Rupadha (2016) analisis sitasi memiliki beberapa manfaat sebagai berikut. 1. Mengkategorisasi dokumen secara tepat dan terinci. 2. Mengungkap hubungan intelektual literatur lama dengan literatur baru. 3. Mengungkap hubungan kejadian lama dan kejadian baru dalam membentuk disiplin atau spesialisasi ilmu.
Method
Connaway dan Radford (2021) memasukkan kajian bibliometrik (induk dari kajian sitasi) ke dalam penelitian kuantitatif di bidang perpustakaan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk analisa datanya. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran artikel pada jurnal Anuva yang terbit pada tahun 2017. Pengamatan dilakukan terutama pada daftar pustaka masing-masing artikel yang diterbitkan. Hasil pengamatan terhadap daftar pustaka kemudian dikelompokkan ke dalam masing-masing kategori literatur. Selain itu, pengelompokan data juga dilakukan terhadap tahun terbit literatur. Hasil pengelompokan tersebut kemudian dianalisis dan ditampilkan menggunakan statistik deskriptif.
Result & Discussion
Sebagaimana telah disebutkan di atas, jurnal Anuva merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Undip. Jurnal ini terbit pertama kali pada tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada volume awal penerbitan, jurnal Anuva terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun, yaitu nomor 1 pada bulan September dan nomor 2 pada bulan Desember. Baru pada volume berikutnya, jurnal Anuva secara rutin terbit selama empat kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Hasil penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa pada tahun 2017, seluruh penulis artikel pada jurnal berasal dari sivitas akademik Undip dengan rincian sebagai berikut. Tabel 1. Jumlah artikel pada jurnal Anuva yang terbit tahun 2017 No Volume/Nomor/ Tahun Jumlah Artikel Jumlah Penulis Penulis dari Undip Penulis dari Luar Undip 1 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017 7 7 0 2 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017 7 7 0 Jumlah 14 14 0 Data di atas menunjukkan bahwa partisipasi sivitas akademik dalam mendukung penerbitan perdana jurnal Anuva sangat tinggi. Hal ditunjukkan dengan adanya antusiasme sivitas akademik Undip dalam menghasilkan artikel untuk mewujudkan penerbitan volume 1 pada tahun 2017. Lebih lanjut, masing-masing artikel yang diterbitkan pada edisi awal tersebut masih didominasi oleh penulis perseorangan. Hanya satu artikel yang diterbitkan pada volume awal dan ditulis oleh penulis yang telah berkolaborasi dalam menghasilkan tulisan dengan rincian sebagai berikut. Tabel 2. Jumlah penulis perseorangan dan penulis kolaborasi pada jurnal Anuva yang terbit tahun 2017 No Volume/Nomor/ Tahun Jumlah Artikel Jumlah Penulis Penulis Perseorangan Penulis kolaborasi 1 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017 7 7 0 2 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017 7 6 1 Jumlah 14 13 1 Setiap artikel memiliki daftar pustaka dengan jumlah sitasi yang berbeda. Jurnal anuva tidak menentukan batasan minimal jumlah daftar pustaka pada setiap artikel. Hal ini menjadikan masingmasing penulis artikel bebas membuat kutipan sebanyak yang mereka butuhkan. Rincian jumlah sitasi pada masing-masing artikel adalah sebagai berikut. Tabel 3. Jumlah sitasi masing-masing artikel pada jurnal Anuva yang terbit tahun 2017 No Volume/Nomor/T ahun Artikel ke Jumlah Sitasi 1 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017 1 3 2 27 3 14 4 7 5 9 6 9 7 5 2 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017 1 8 2 14 3 7 4 3 5 10 6 11 7 5 Jumlah 132 Data di atas menunjukkan bahwa terdapat 132 sitasi pada seluruh artikel jurnal Anuva yang terbit tahun 2017. Jumlah tersebut kemudian dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui jenis literatur yang paling banyak disitasi. Hasil analisis terhadap jenis literatur yang disitasi dirincikan pada masing-masing volume sebagai berikut. Tabel 4. Jenis literatur dan perolehan sitasi pada jurnal Anuva yang terbit Volume 1 Nomor 1 tahun 2017 No Jenis Literatur Perolehan Sitasi 1 Buku 46 2 Jurnal 18 3 Internet 6 4 Prosiding 1 5 Laporan Penelitian 1 6 Skripsi 1 7 Makalah 1 Jumlah 74 Data di atas merupakan karakteristik literatur yang disitasi pada artikel yang terbit di jurnal Anuva Volume 1 Nomor 1 tahun 2017 berdasarkan jenisnya. Data tersebut menunjukkan bahwa buku merupakan literatur yang paling sering disitasi, yaitu sebanyak 46 kali. Hasil ini serupa dengan hasil penelitian sitasi yang lain seperti yang telah dilakukan oleh Istiani (2007), Zulaikha (2003), Priyanto (2008), dan beberapa peneliti lain. Pada penelitian-penelitian tersebut, pada umumnya buku masih menjadi favorit bagi penulis untuk disitasi dalam penulisan artikel ilmiah. Hal ini kemungkinan dikarenakan ketersediaan buku lebih banyak dibandingkan dengan literatur lain di perpustakaan sehingga mudah ditemui. Sehingga buku merupakan literatur yang paling familiar di kalangan masyarakat. Pada peringkat kedua, jurnal menjadi literatur yang sering disitasi dengan jumlah sitasi sebanyak 18 kali. Sebagai literatur yang memuat informasi terbaru terkait perkembangan suatu bidang ilmu, jurnal menjadi salah satu jenis literatur yang layak untuk disitasi. Selanjutnya, secara berurutan, jenis literatur yang disitasi adalah internet, prosiding, laporan penelitian, makalah, dan skripsi. Masing-masing jenis literatur tersebut disitasi sebanyak satu kali. Meskipun tidak memiliki batasan jumlah minimal literatur yang disitasi, pengelola jurnal Anuva memberikan rambu-rambu terkait tahun literatur yang dikutip. Pada panduan penulisannya, pengelola jurnal membatasi usia maksimal literatur yang disitasi adalah 10 tahun terakhir. Namun pada kenyataannya, tidak semua literatur yang disitasi pada jurnal Anuva Volume 1 Nomor 1 tahun 2017 memiliki usia maksimal 10 tahun terakhir. Berikut ini rincian usia literatur yang disitasi berdasarkan tahun terbit. Tabel 5. Tahun terbit literatur dan perolehan sitasi pada jurnal Anuva yang terbit Volume 1 Nomor 1 tahun 2017 No Jenis Literatur Perolehan Sitasi 1 1980-1990 1 2 1991-2000 9 3 2001-2010 48 4 2011-2020 15 5 Tanpa Tahun 1 Jumlah 74 Data di atas merupakan tahun terbit literatur yang disitasi pada jurnal Anuva yang terbit Volume 1 Nomor 1 tahun 2017. Data tersebut menunjukkan bahwa beberapa penulis artikel mengutip literatur dengan usia di atas 10 tahun terakhir. Bahkan, berdasarkan tabel tersebut menunjukkan bahwa terdapat satu literatur yang tidak disertai dengan tahun. Hal ini tentu saja perlu mendapatkan perhatian dari para pengelola jurnal Anuva. Setelah menganalisa data sitasi artikel yang terbit pada Volume 1 Nomor 1 tahun 2017, penulis selanjutnya melakukan analisa terhadap sitasi artikel pada Volume 1 Nomor 2 tahun 2017. Analisa dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan dalam hal sitasi dengan artikel yang terbit pada nomor sebelumnya. Secara rinci, diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 6. Jenis literatur dan perolehan sitasi pada jurnal Anuva yang terbit Volume 1 Nomor 2 tahun 2017 No Jenis Literatur Perolehan Sitasi 1 Buku 34 2 Jurnal 13 3 Internet 7 4 Tesis 1 5 Makalah 2 6 Buletin 1 Jumlah 58 Tabel 7. Tahun terbit literatur dan perolehan sitasi pada jurnal Anuva yang terbit Volume 1 Nomor 2 tahun 2017 No Jenis Literatur Perolehan Sitasi 1 1960-1970 2 2 1970-1980 3 3 1981-1990 6 4 1991-2000 11 5 2001-2010 19 6 2011-2020 17 Jumlah 58 Meskipun buku masih menjadi favorit para penulis artikel yang terbit pada Volume 1 Nomor 2 tahun 2017, namun terdapat beberapa perbedaan baik dari segi jumlah maupun jenis literatur yang disitasi. Dari segi jumlah, keseluruhan sitasi pada artikel yang terbit di jurnal Anuva pada Volume 1 Nomor 2 tahun 2017 berjumlah 58 sitasi. Secara berurutan, literatur yang disitasi adalah buku (34 sitasi), jurnal (13 sitasi), internet (7 sitasi), tesis (1 sitasi), makalah (2 sitasi), dan buletin (1 sitasi). Berdasarkan tahun terbit, literatur yang disitir didominasi oleh terbitan antara tahun 2001-2020. Hal ini menunjukkan bahwa telah terdapat perubahan terkait kebaruan literatur yang disitasi. Meskipun demikian, terdapat literatur yang jika dilihat dari usianya termasuk cukup tua. Bahkan, masih ada literatur yang disitasi dengan tahun terbit antara 1960-1970. Kondisi ini memerlukan perhatian lebih lanjut dari para penulis dan pengelola jurnal agar pada penerbitan berikutnya, literatur yang disitasi merupakan literatur yang terbaru.
Conclusion
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan, terdapat 132 literatur yang disitasi pada artikel yang terbit di jurnal Anuva tahun 2017. Jumlah tersebut terdiri dari 74 sitasi pada Volume 1 Nomor 1 tahun 2017 dan 58 sitasi pada Volume 1 Nomor 2 tahun 2017. Literatur yang paling sering disitasi adalah jenis buku diikuti oleh jurnal dan internet. Sedangkan berdasarkan tahun terbit, masih banyak artikel yang mensitasi literatur dengan usia lebih dari 10 tahun terakhir. Sebagai saran, penulis menyarankan kepada pengelola jurnal untuk melengkapi panduan penulisan artikel yang akan diterbitkan, terutama terkait jumlah minimal literatur yang disitir. Selain itu, penulis diharapkan untuk lebih memperhatikan usia literatur yang disitir. Hal ini sebagai upaya untuk mengkomunikasikan perkembangan terbaru terkait bidang ilmu yang dibahas dalam artikel.