Kembali
16
1
2023 Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 5 · 1 ISSN 3024-9880

SURVEI KEBUTUHAN PEMUSTAKA GUNA MENINGKATKAN JUMLAH PENGUNJUNG LAYANAN DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu

Abstrak

Survei ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah Pemustaka sudah merasa puas dengan koleksi yang dimiliki oleh Perpustakaan Universitas Bengkulu dan apakah sudah sesuai dengan kebutuhan dari pemustaka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitafif, pengumpulan data dalam survei ini dengan memberikan kuesioner kepada pemustaka dengan menggunakan google form. Kegiatan survei kebutuhan pengguna ini berkaitan erat dengan kebijakan pengembangan bahan perpustakaan yang dimiliki oleh UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pemustaka sudah puas terhadap sistem yang diterapkan dalam memenuhi kebutuhan pemustaka, jenis bahan perpustakaan, ketersediaan berbagai koleksi baik yang tercetak maupun digital di UPT perpustakaan Universitas Bengkulu. Namun guna memenuhi kebutuhan pemustaka tersebut hendaknya koleksi fiksi, e-book dan e-Journal lebih ditambah jumlah dan variasinya. Semoga hasil survei ini dapat meningkatkan kepuasan pemustaka perpustakaan ini tidak hanya menjadi bahan bacaan semata, namun dapat meberikan gambaran guna meningkatkan kualitas dan pengembangan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan layanan perpustakaan agar nantinya mampu mendukung pencapaian visi dan misi yang telah dirumuskan sejak awal.

Abstract

This survey was conducted with the aim of knowing whether the user is satisfied with the collection owned by the Bengkulu University Library and whether it is in accordance with the needs of the user. Collecting data in this survey by giving questionnaires to users using the Google form. This user needs survey activity is closely related to the library material development policy owned by the Bengkulu University Library UPT. The research results show that users are satisfied with the system implemented in meeting the needs of users, types of library materials, the availability of various collections both printed and digital at the UPT library at the University of Bengkulu. However, in order to meet the needs of these users, the number and variety of collections of fiction, e-books and e-journals should be increased. Hopefully the results of this survey can increase the satisfaction of library users, not only as reading material, but can provide an overview for improving the quality and development of policies related to library services so that later they are able to support the achievement of the vision and mission that has been formulated from the start.
Keywords: Usage Needs · Collection Development · Survey

Introduction

Survey kebutuhan pemustaka, adalah salah satu kegiatan dalam kegitan pengembangan bahan perpustakaan di Perpustakaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah kebutuhan pemustaka sudah terpenuhi dan apa yang menjadi kebutuhan pemustaka selanjutnya. Perpustakaan Universitas Bengkulu bertugas memberikan pelayanan kepada seluruh civitas akademik dan berfungsi sebagai penunjang dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dalam pelaksanaanya, perpustakaan tidak terlepas dari kendala yang menjadi penyebab terhambatnya proses transformasi informasi.Dalam proses layanannya, UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu melayani pemustaka dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan, misalnya mahasiswa, dosen, karyawan, peneliti, praktisi, masyarakat umum serta pemustaka lainnya .Layanan merupakan kegiatan pokok di perpustakaan karena berkaitan langsung dengan pemustaka yang mencari informasi. Keberhasilan sebuah perpustakaan sangat ditentukan oleh keberhasilan layanan di perpustakaan tersebut. Beragamnya pemustaka yang dilayani beragam pula informasi yang mereka butuhkan terutama berkaitan dengan koleksi yang dibutuhkan. Koleksi perpustakaan merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang pelayanan perpustakaan dan menjadi kekuatan utama dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustakanya. Koleksi perpustakaan terdiri atas buku-buku dan terbitan lain yang kumpulkan, diolah, disimpan dan didistribusikan oleh perpustakaan sehingga dapat ditemu kembali untuk dimanfaatkan pengguna sehingga menciptakan pelayanan terhadap kebutuhan pengguna dengan optimal. Untuk itu dibutuhkan kebijakan pengembangan bahan perpustakaan yang akan menjelaskan kriteria-kritera kebijakan yang dimiliki oleh lembaga atau institusi dalam melaksanakan proses pengembangan bahan perpustakaan. Selain bahan perpustakaan yang diatas pengguna juga membutuhkan koleksi yang berbentuk digital. Dalam memenuhi kebutuhan pemustaka yang berbentuk digital inilah sesuai yang tercantun dalam kebijakan pengembangan pustaka yang dimiliki maka di UPT Perpustakan Universitas Bengkulu Sejak tahun 2006 telah menghimpun, membuat dan menyajikan layanan digital koleksi perpustakaan terutama karya ilmiah mahasiswa yang berupa Laporan tugas akhir, skripsi, tesis dan disertasi. Hal ini bertujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam mencari bahan literasi atau rujukan dikarenakan dengan adanya bahan digital dapat dimanfaatkan pemustaka tanpa mengenal waktu, ruang dan jarak, jadi bisa kapan saja selagi ada jaringan internet. Dalam memenuhi Kebutuhan tersebut UPT Perpustakaan terkendala pada adanya koleksi yang tidak terpakai oleh pemustaka, ada koleksi yang tingkat keterpakaiannya tinggi tapi jumlah koleksi yang ada tidak mencukupi sehingga pemustaka harus mengantri waktu peminjaman, koleksi dengan tingkat pemakaian rendah tapi jumlah koleksinya banyak, ada koleksi yang dicari oleh pemustaka belum kita miliki, kadang ada judul sama tapi pengarang beda sedangkan buku acuan dari dosen pengajar adalah pengarang yang tidak kita miliki, Pada saat pandemi yang lalu mahasiswa terkendala dalam memenuhi kebutuhan akan koleksi karena pada masa WPH perpustakaan tidak membuka jam layanan sehingga cenderung menggunakan koleksi digital, Pembelian koleksi tidak dilakukan oleh pihak perpustakaan sendiri dan Anggaran yang dialokasikan untuk pembelian bahan pustaka cenderung kecil. Dikarenakan hal diataslah kami melakukan kegiatan survei kebutuhan koleksi dengan tujuan agar kebutuhan pengguna dapat terpeneuhi baik secara jenis, jumlah dan bentuk koleksi dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pemustaka dimasa yang akan datang. Dan agar koleksi yang dimiliki oleh UPT perpustakaan Universitas Bengkulu dapat dimanfatkan secara optimal oleh pemustaka. Kegiatan survei kebutuhan pemustaka ini sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan koleksi yang merupakan salah satu kegiatan terpenting di perpustakaan yaitu dengan menambah koleksi perpustakaan dan memastikan koleksi tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan pengguna (Evans, 2005). Untuk memastikan koleksi tersebut sesuai dalam kegiatan pengembangan koleksi tahap pertama yang paling penting di lakukan yaitu analisis atau survei kebutuhan pengguna perpustakaan (user needs analysis). Tujuan dari survei kebutuhan pemustaka yaitu untuk mengetahui tingkat kebutuhan dan kepuasan pengguna terhadap kualitas layanan yang dilakukan oleh UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu sebagai acuan dalam upaya peningkatan kualitas layanan perpustakaan yang berorientasi kepada pemustaka, selain itu sebagai masukan bagi pengembangan koleksi perpustakaan dan layanannya dalam memenuhi kebutuhan informasi civitas akademika Universitas Bengkulu agar koleksi yang ada dapat lebih bermanfaat bagi pemustaka karena sesuai dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu maka UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu melakukan kegiatan tersebut untuk melakukan kegiatan pengembangan bahan pustaka agar dapat memenuhi kebutuhan pemustaka.

Method

Survei ini mengambil populasi pemustaka yang datang ke perpustakaan, yang terdiri dari civitas akademika. Universitas Bengkulu (mahasiswa, dosen dan karyawan). Dari data populasi, terbentuklah jumlah sampel untuk pengambilan data. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2020: 16) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dalam survei ini dengan memberikan kuesioner kepada pemustaka dengan menggunakan google form. Instrumen survei berupa kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan dari indikator dari kebu tuhan dan kepuasan pemustaka yang terdiri dari 8 pertanyaan tentang kebutuhan layanan pemustaka. Skala pengukuran kebutuhan dari sangat puas, puas, tidak puas, dan sangat tidak puas (Kuesioner terlampir). Sejak diluncurkan survei ini telah mengumpulkan sampel sebanyak 98 responden untuk survei kebutuhan pemustaka

Result & Discussion

Jenis koleksi Perpustakaan Universitas Bengkulu saat ini tersedia dalam bentuk tercetak ataupun non cetak (online). 1. Buku Di perpustakaan, buku tersedia dalam dua jenis media, yaitu bentuk media tercetak dan media elektronik. Dalam bentuk media elektronik berupa e-book dan yang tercetak berbentuk hardcopi yang dijilid. Buku yang berbentuk elektornik (online) disediakan dengan menggunakan sistem elektronik perpustakaan digital. Buku jenis ini apabila memerlukan dapat di unduh langsung dengan menggunakan jaringan internet yang tersedia. Buku tercetak dan elektronik mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Buku elektronik memerlukan jaringan internet dan dapat dimanfaatkan kapan saja sehingga efesien dan dapat langsung ke perpustakaan apabila memerlukanya. 2. Jurnal Jenis koleksi jurnal terbit secara berseri sesuai dengan volume dan nomor urutannya. Koleksi ini merupakan kumpulan dari beberapa hasil penelitian ataupun ide konseptual dari berbagai statemen yang tersetruktur para ilmuwan yang sesuai dengan bidangya. Isi konten yang terkandung di dalam dapat dipertanggung jawabkan karena sudah melalui berbagai prosedur pemeriksaan (review) seorang pakar. Sehingga isi konten yang dimuat pada jurnal merupakan temuan terbaru yang bermanfaat untuk masyarakat umum. Menurut kualitasnya konten jurnal dapat dikelompokan menjadi dua yaitu jurnal terakreditasi dan belum terakreditasi. Kedua jenis jurnal di atas mempunyai peran yang sama dapat sebagai bahan literatur dalam melakukan pembahasan masalah suatu topik. Penulis atau peneliti tinggal memilih jurnal mana yang akan digunakan sebagai bahan diskusi. Yang membedakan hanyalah bobot kualitas konten yang terkandung di dalamnya dan prosedur pemuatan artikel dari bobot penilaian seorang pemeriksa (review). Bobot penilaian inilah yang membedakan jurnal berkualitas dan tidak. Disamping itu jurnal terakreditasi juga dapat dipertanggung jawabkan kualitas datanya, sehingga banyak para mahasiswa dan peneliti yang mencarinya. Jurnal ini tersedia dalam bentuk tercetak maupun online dengan ditandai nomor ISSN tertentu pada setiap penerbit dan edisi yang berbeda. 3. Pustaka Kelabu Pustaka kelabu, yang tergolong ke dalam pustaka kelabu seperti tesis, skripsi, disertasi, hasil penelitian, prosiding seminar dan kumpulan hasil simposium. Koleksi jenis ini merupakan produk dari kalangan setempat yang tidak beredar bebas secara umum di tempat publik atau sejenisnya. Koleksi jenis ini hanya dimiliki oleh perguruan tinggi setempat dan digunakan oleh kalangan tertentu. 4. Prosiding Publikasi ini tersedia dalam dua media yang berbeda yaitu dalam bentuk online maupun tercetak. Dalam bentuk online biasanya dapat di download dengan menggunakan jaringan internet. Sedangkan yang tercetak dalam bentuk hardcopy. Isi konten yang terdapat dalam prosiding merupakan kumpulan beberapa artikel dari hasil penelitian maupun beberapa ide yang merupakan konseptual dari seorang peneliti. Artikel tersebut sudah melalui proses pemeriksaan dari seorang pakar yang sesuai dengan bidangnya, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam menulis karya ilmiah atau melakukan penelitian lanjutan. Rujukan, jenis buku ini dapat memberikan jawaban langsung kepada pengguna yang memerlukanya. Buku yang tergolong kedalam jenis ini seperti: kamus, ensiklopedia, direktori, laporan tahuan atlas dan lainya (Lasa, Hs, 2009). 5. Koleksi Terbitan Berkala Adapun yang termasuk terbitan berkala disini selain jurnal ada surat kabar dan majalah biasanya informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka berkaitan dengan isu-isu yang sedang berkembang dimasyarakat serta sajian olahraga, seni budaya, ekonomi, hiburan dan lain-lain. 6. Koleksi Repository Repositori merupakan suatu database menyimpan data digital hasil karya ilmiah sivitas akademika Universitas Bengkulu terdiri dari karya ilmiah yang dihasilkan dalam bentuk dokumen elektronik yang berisi informasi tentang Artikel Ilmiah dosen, Laporan Tugas Akhir (LTA), Skripsi, Tesis, Disertasi, Hasil Penelitian, Proseding dan Buku. Hingga saat ini total jumlah koleksi yang ada pada repository mencapai 25.846 cantuman. Untuk memberikan jangKauan yang luas terhadap layanan repository, maka dilakukan upaya dengan melakukan integrasi data pada beberapa pangkalan data lain yaitu integrasi pada laman onesearch.id dan juga terintegrasi pada laman rama.kemdikbud.go.id/afiliasi/all/. Kegiatan pengembangan koleksi merupakan salah satu kegiatan terpenting di perpustakaan yaitu dengan menambah koleksi perpustakaan dan memastikan koleksi tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan pengguna (Evans, 2005). Untuk memastikan koleksi tersebut sesuai dalam kegiatan pengembangan koleksi tahap pertama yang paling penting di lakukan yaitu analisis atau survei kebutuhan pengguna perpustakaan (user needs analysis). Oleh karena itu maka UPT Perpustakaan melakukan kegiatan tersebut untuk melakukan kegiatan pengembangan bahan pustaka agar dapat memenuhi kebutuhan pemustaka. Tabel 1. Pernyataan Kuesioner 1. Ketersedian koleksi sesuai dengan kebutuhan penelitian, tugas akhir, dan penulisan karya ilmiah 2. Ketersedian koleksi yang ada sudah up to date 3. Koleksi terbitan berkala (majalah, surat kabar, buletin) memenuhi kebutuhan dalam penelitian, tugas akhir, dan penulisan karya ilmiah 4. Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi buku teks (pengetahuan umum, fiksi, novel) sesuai kebutuhan 5. Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi terbitan berkala (majalah, surat kabar, jurnal, buletin) sesuai kebutuhan 6. Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi referensi (kamus, ensiklopedia, bibliografi, indeks, direktori) sesuai kebutuhan 7. Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi audio visual (CD-ROM) sesuai kebutuhan 8. Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi digital (e-book, Jurnal online) sesuai kebutuhan Ketersedian koleksi sesuai dengan kebutuhan penelitian, tugas akhir, dan penulisan karya ilmiah Hasil yang diperoleh ketersediaan koleksi yang ada sesuai dengan kebutuhan penelitian, tugas akhir, dan penulisan karya ilmiah hal ini sesuai dengan tabel 2 sangat puas sebanyak 29 orang atau 29,59 %, Puas sebanyak 66 orang atau sebanyak 67,35 % sedangkan yang tidak puas sebanyak 3 orang atau 3,06 % sedangkan yang sangat tidak puas tidak ada. Kalau dilihat dari presentasi diatas ketersediaan koleksi yang ada sudah sesuai dengan kebutuhan penelitian, tugas akhir dan penulisan karya ilmiah Mahasiswa. Tabel 2. Ketersediaan koleksi yang ada sesuai dengan kebutuhan penelitian, tugas akhir, dan penulisan karya ilmiah Keterangan Jumlah responden Persentase (%) Sangat Puas 29 29.59 Puas 66 67.35 Tidak Puas 3 3.06 Sangat Tidak Puas - - Jumlah 98 100 Ada beberapa hal yang berkaitan dengan ketersediaan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan penelitian, tugas akhir dan penulisan karya ilmiah diantaranya adalah a). sebagai bahan rujukan dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa, b). Lebih memudahkan mahasiswa dalam menyusun tugas akhir karena tidak harus membeli atau mencari di perpustakaan lain, c). Dapat membantu mahasiswa menyusun tugas akhir tepat waktu sesuai dengan keinginan. Ketersediaan Koleksi yang up to date ketersediaan koleksi yang up to date sangat dibutuhkan oleh pengguna dengan isi konten dan informasi yang sangat dibutuhkan oleh pemustaka. Koleksi yang mutakhir atau up to date sangat bermanfaat untuk mahasiswa dalam menunjang proses belajar mengajar dan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Berdasarkan data survei diperoleh hasil seperti pada tabel 3 Yaitu yang merasa sangat puas sebanyak 25 orang atau sebanyak 25,51 %, Puas sebanyak 67 Orang atau sebanyak 68,37 % sedangkan yang tidak puas sebanyak 6 orang atau sebesar 6,12 % dari 98 orang responden yang diteliti. Tabel 3. Ketersediaan koleksi yang up to date Keterangan Jumlah responden Persentase (%) Sangat Puas 25 25.51 Puas 67 68.37 Tidak Puas 6 36.12 Sangat Tidak Puas - - Jumlah 98 100 Kemutakhiran atau up to date koleksi sangat dibutuhkan oleh pemustaka karena koleksi yang mutakhir mengandung informasi terbaru hasil penelitian dan juga merupakan kumpulan beberapa ide yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam mengerjakan berbagai tugas mata kuliah. Disamping itu kemutakhiran koleksi juga dapat diimplementasikan dalam menyelesaikan masalah sesuai dengan perkembangan terakhir. Koleksi Terbitan Berkala (Majalah, Surat Kabar dan Bulletin) Dalam survei yang dilakukan terdapat hasil sebagai berikut pemustaka yang merasa sangat puas sebanyak 27 orang atau sebesar 27,55 dari data diatas tidak ada pemustaka yang sangat tidak puas, jadi pada padasarnya pemustaka sudah puas terhadap koleksi terbitan berkala (majalah, surat kabar dan buletin) yang dimiliki oleh Perpustakaan Universitas Bengkulu (tabel 4). Tabel 4. Ketersediaan koleksi yang up to date Keterangan Jumlah responden Persentase (%) Sangat Puas 25 25.51 Puas 67 68.37 Tidak Puas 6 36.12 Sangat Tidak Puas - - Jumlah 98 100 Pada terbitan berkala sering membahas isu-isu baru yang sedang berkembang dalam masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu bahan rujukan atau sumber dalam penyusunan tugas akhir dan penulisan karya ilmiah oleh pemustaka Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi buku teks (pengetahuan umum, fiksi, novel) Dari hasil survei didapat pemustaka yang merasa sangat puas sebanyak 32 orang atau sebanyak 32,65 %, Puas 62 orang atau 63,27 % sedangkan yang merasa tidak puas sebanyak 4 orang atau 4,08 5. Dari survey diatas pemustaka sudah puas terhadap ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi buku teks (pengetahuan umum, fiksi, novel) sesuai kebutuhan mereka. Tabel 5. Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi buku teks (pengetahuan umum, fiksi, novel) sesuai kebutuhan Keterangan Jumlah responden Persentase (%) Sangat Puas 32 32.65 Puas 62 63,27 Tidak Puas 4 4.08 Sangat Tidak Puas - - Jumlah 98 100 Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mahasiswa mengehendaki ketersediaan koleksi dalam bentuk tercetak di antarnya: (a) Koleksi tercetak dapat dibaca setiap saat dan mudah dibawa kemana-mana, tidak memerlukan sarana dan prasaran dalam penggunaanya; (b) Dapat dibaca disegala tempat dan tidak memerlukan tempat kusus dan (c) Fleksibel sehingga tanpa perlu jaringan internet. Hal ini sejalan dengan penulis sebelumnya yang menyatakan, pengembangan koleksi tercetak dipengaruhi oleh kebutuhan informasi pengguna perpustakaan pengaruh kebutuhan informasi (Janosik, 2005). Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi terbitan berkala (majalah, surat kabar, jurnal, buletin) Dari hasil survei didapat pemustaka yang merasa sangat puas sebanyak 31 orang atau sebanyak 31,63 %, Puas 62 orang atau 63,27 % sedangkan yang merasa tidak puas sebanyak 5 orang atau 5, 1%. Dari survey diatas pemustaka sudah puas terhadap ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi buku teks(pengetahuan umum, fiksi, novel) sesuai kebutuhan mereka. Tabel 6. Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi terbitan berkala (majalah, surat kabar, jurnal, buletin) sesuai kebutuhan Keterangan Jumlah responden Persentase (%) Sangat Puas 31 31.63 Puas 62 63,27 Tidak Puas 5 5.1 Sangat Tidak Puas - - Jumlah 98 100 Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi terbitan berkala (majalah, surat kabar, jurnal, buletin) sangat dibutuhkan oleh pemustaka dikarenakan sebagai media hiburan sesuai dengan fungsi perpustakaan yaitu sebagai sarana hiburan dan rekreasi. Karena didalam majalah, surat kabar, jurnal dan bulettin selain mengandung isu-isu yang sedang berkembang juga mengandung berbagai berita hiburan. Ketersediaan Jenis dan Jumlah Koleksi Referensi (Kamus, Ensiklopedia, Bibliografi, Indeks, Direktori) Dari hasil survey didapat sebagai berikut : Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi referensi (kamus, ensiklopedia, bibliografi, indeks, direktori) sesuai kebutuhan, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Sebanyak 30 orang atau 30,61% merasa sangat puas, 64 orang atau 65,3% merasa puas, sebanyak 4 orang atau 4,08% merasa tidak puas dan tidak ada yang merasa sangat tidak puas. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa pemustaka sudah merasa puas terhadap ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi referensi (kamus, ensiklopedia, bibliografi, indeks, direktori) sesuai kebutuhan (Tabel 7). Tabel 7. Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi referensi (kamus, ensiklopedia, bibliografi, indeks, direktori) sesuai kebutuhan Keterangan Jumlah responden Persentase (%) Sangat Puas 30 30.61 Puas 64 65.3 Tidak Puas 4 4.08 Sangat Tidak Puas - - Jumlah 98 100 Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi referensi (kamus, ensiklopedia, bibliografi, indeks, direktori) dibutuhkan oleh pemustaka dikarenakan dapat membantu pemustaka dalam mencari alamat perusahaan, tempat-tempat teretentu, dapat menterjrmahkan kata atau kalimat yang tidak dipahami atau berbahasa asing dan mencari informasi yang dibutuhkan sesuai dengan keperluan. Ketersediaan Jenis dan Jumlah Koleksi Audio Visual (CD- ROM) Pada survei ini diperoleh data sebagai berikut Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi audio visual (CD-ROM) sesuai kebutuhan maka diperoleh hasil sebagai berikut : Sebanyak 32 orang atau 32,65% merasa sangat puas. 60 orang atau 61,22% merasa puas, sebanyak 6 orang atau 6,12% merasa tidak puas dan tidak ada yang merasa sangat tidak puas. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa pemustaka sudah merasa puas terhadap ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi audio visual (CD-ROM) sesuai kebutuhan. Tabel 8. Ketersediaan jenis dan jumlah koleksi audio visual (CD-ROM) sesuai kebutuhan Keterangan Jumlah responden Persentase (%) Sangat Puas 32 32.65 Puas 60 63.27 Tidak Puas 6 4.08 Sangat Tidak Puas - - Jumlah 98 100 Ketersediaan jenis dan jumlah koleksi audio visual (CD-ROM) dibutuhkan oleh pemustaka dikarenakan dapat menunjang atau menjelaskan koleksi tercetak yang kita miliki ini berkaitan dengan CD buku. Selain itu koleksi audio visual dapat membantu menjelaskan secara rinci tentang suatu informasi secara gambar dan virtual juga koleksi audio visual dapat dijadikan sarana rekreasi dan hiburan bagi pemustaka berkaitan dengan CD Film sesuai dengan UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan Perpustakaan perlu ditunjang koleksi perpustakaan yang relevan baik berupa buku, jurnal, artikel, majalah, laporan penelitian, surat kabar, koleksi digital dan lain-lain. Ketersediaan Jenis, dan Jumlah Koleksi Digital (e-book, Jurnal online) Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi digital (e-book, Jurnal online) sesuai kebutuhan maka diperoleh hasil sebagai berikut : Sebanyak 31 orang atau 31,63 % merasa sangat puas. 59 orang atau 60,2% merasa puas, sebanyak 8 orang atau 8,16 % merasa tidak puas dan tidak ada yang merasa sangat tidak puas. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa pemustaka sudah merasa puas terhadap ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi digital (e-book, Jurnal online) sesuai kebutuhan (Tabel 9). Selain koleksi yang bersifat tercetak pemustaka juga membutuhkan koleksi yang online seperti e-book dan e-journal hal ini disebabkan oleh koleksi dengan format digital menurut Abdul Rahman Saleh (2015:1.12-1.14) adalah : 1. Menghemat Ruangan (dengan format digital maka penyimpanannya akan lebih efisien yaitu tidak membutuhkan ruangan yang lebih luas karena dapat disimpan dalam sebuah hardisk) 2. Akses ganda (Multipple access) Koleksi digital dapat digunakan oleh pemustaka secara bersamaan, tidak hanya oleh satu orang saja. 3. Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu (Koleksi digital dalam pemanfaatannya tidak dibatasi ruang, dimana saja dan kapan saja bisa, tidak terbatas ruang perpustakaan dan jam buka tutup perpustakaan) 4. Koleksi dapat berbentuk multimedia (tidak hanya koleksi yang bersifat teks atau gambar saja tapi bias juga kombinasi keduanya dan suara). 5. Biaya lebih murah (pada dasarnya pembuatan file digital membutuhkan alat dan teknologi yang mahal namun dikatakan murah karena bisa digandakan dengan jumlah yang tak terbatas. Tabel 9. Ketersediaan jenis, dan jumlah koleksi digital (e-book, Jurnal online) sesuai kebutuhan Keterangan Jumlah responden Persentase (%) Sangat Puas 31 31.63 Puas 59 60.2 Tidak Puas 8 8.16 Sangat Tidak Puas - - Jumlah 98 100 Hasil survei kebutuhan diatas berdasarkan pertanyaan bisa diambil kesimpulan bahwa pemustaka sudah puas terhadap koleksi yang dimiliki oleh UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu) baik tercetak maupun non tercetak.

Conclusion

Berdasarkan hasil keseluruhan dari analisis survei yang dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pemustaka sudah puas terhadap system yang diterapkan dalam memenuhi kebutuhan pemustaka, jenis bahan perpustakaan, ketersediaan berbagai koleksi baik yang tercetak maupun digital di UPT perpustakaan Universitas Bengkulu. 2. Untuk buku yang bersifat fiksi koleksinya lebih di tambah lagi. 3. Selain koleksi tercetak koleksi online seperti e-book dan e-journal juga harus ditambah dan dionlinekan layanannya. 4. Dengan adanya survei ini mempermudah pustakawan dalam melaksanakan kegiatan pengembangan koleksi dimasa yang akan datang dan pemanfaatan koleksi yang dimiliki akan terus meningkat, karena sudah sesuai dengan kebutuhan dari pemustaka sendiri. 5. Semoga hasil survei ini dapat meningkatkan kepuasan pemustaka perpustakaan ini tidak hanya menjadi bahan bacaan semata, namun dapat meberikan gambaran guna meningkatkan kualitas dan pengembangan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan layanan perpustakaan agar nantinya mampu mendukung pencapaian visi dan misi yang telah dirumuskan sejak awal. Analisis secara deskriptif memang menunjukkan pemustaka sangat puas dan merasa puas dengan layanan dan kinerja perpustakaan, namun analisis indikator persentase tiap dimensi secara detail mampu menunjukkan beberapa titik keunggulan dan kelemahan dari survei kebutuhan pemustaka Perpustakaan Universitas Bengkulu. Keunggulan dan kelemahan dapat menjadi acuan pengembangan kualitas Pengembangan koleksi perpustakaan di masa yang akan datang. Semoga hasil survei ini dapat meningkatkan kepuasan pemustaka perpustakaan ini tidak hanya menjadi bahan bacaan semata, namun dapat meberikan gambaran guna meningkatkan kualitas dan pengembangan kebijakankebijakan yang berkaitan dengan layanan perpustakaan agar nantinya mampu mendukung pencapaian visi dan misi yang telah dirumuskan sejak awal.