Perpustakaan Sebagai Public Relations dalam Mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstract
This research was conducted to offer a concept for the implementation of higher education libraries, where we know that the higher education library is one of the units whose existence is to support the implementation of education organized by tertiary institutions. The role and function of the library towards the Tri Darma of Higher Education so far seems to be limping, that is because the new ones that are running support education and even then it is not optimal, while research and community service seem to be separated from the role of the library. Here the author offers that the management and organization of the library can pay attention to academic culture, what needs to be built is the academic cultural infrastructure and making Public Relations a strategic step in manipulating the habit of neglecting the library in the implementation of the Tri Dharma. The type of approach used is comparative qualitative with a qualitative approach. Data collection was used with data collection techniques in the form of articles, books, regulations, websites and other sources related to the problem under study. The collected data is studied by linking the phenomena that occur so as to give birth to an interpretation or view then arranged systematically so as to produce a view or concept that can be applied by managers in organizing libraries, especially in supporting the implementation of the Tri Dharma of Higher Education.
Keywords:
Higher Education Libraries
· Public Relations
· Higher Education Tri Darma
Introduction
Indonesia memiliki 164.610 Pepustakaan, dan merupakan negara terbanyak ke-2 setelah India yang berjumlah 323.605 Perpustakaan (Setyawan, 2019). Data Perpustakaan terakreditasi hingga 2021 sebanyak 6,56% atau 10.794 Perpustakaan, artinya 153.816 Perpustakaan belum terakreditasi (Bando, 2022). Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpusnas, Supriyanto menyatakan “saat ini, ada 2.057 Perpustakaan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, Perpustakaan yang terakreditasi sesuai Standar Nasional Perpustakaan baru mencapai 19,1% atau 392 Perpustakaan (Perpustakaan Nasional, 2021).Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perguruan Tinggi No. 13 Tahun 2017 dengan jelas menjelaskan, bahwa “setiap penyelenggara atau pengelola perpustakaan perguruan tinggi wajib berpedoman pada Standar Nasional Perpustakaan Perguruan 2Unyil dan Anis MasruriTinggi” (Perpustakaan Nasional RI, 2017). Adapun Standar Minimal yang harus dipenuhi oleh Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam penyelenggaraannya adalah 1). Standar Koleksi Perpustakaan; 2). Standar Saran dan Prasarana Perpustakaan; 3). Standar Pelayanan Perpustakaan; 4). Standar Tenaga Perpustakaan;5).Standar Penyelenggaraan Perpustakaan; dan 6).Standar Pengelolaan Perpustakaan.Artinya bila Perpustakaan Perguruan Tinggi tidak memenuhi Standar Nasional Perpustakaan, keberadaannya tidak mendukung terselenggaranya pendidikan yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan penyelenggara. Masalah tersebut adalah masalah besar yang tanpa disadari oleh bangsa, bila ini terus dibiarkan maka mimpi Indonesia Mas tahun 2045 mendatang merupakan khayalan semata dan lebih parahnya lagi semua sektor strategis di Indonesia dikuasai oleh orang asing.Tidak ada organisasi di masa sekarang ini, termasuk juga perpustakaan yang dapat berjalan dengan maksimal tanpa melibatkan rencana dan kerja Public Relations (PR) yang efektif didalamnya. PR sendiri banyak didefinisikan sebagai proses perencanaan program terkait dengan kebijakan dan perilaku yang dimungkinkan untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan pemahaman publik (Juwita, 2015). Journal of Information and LibraryReview3Teknis (UPT), yaitu sarana penunjang teknis yang merupakan perangkat kelengkapan universitas atau institute dibidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat(Pemerintah Republik Indonesia, 1980).Perpustakaan dalam menunjang pendidikan di lingkungan perguruan tinggi, juga harus mampu menjalankan perannya dengan maksimal. Perpustakaan berperan dalam proses memilih, menghimpun, mengolah, merawat serta memberikan informasi kepada seluruh sivitas akademika. Sejalan dengan apa yang dikatakan Saleh (1995)bahwa perpustakaan perguruan tinggi berperan sebagai salah satu unit sarana kelengkapan pusat perguruan tinggi yang bersifat akademik dalam menunjang dharma pendidikan dan pengajaran, sehingga untuk itu perpustakaan mengumpulkan, mengolah, menyediakan serta menyeberluaskan informasi sesuai dengan kurikulum di perguruan tinggi.Trimo (1985)dalam bukunya Pedoman Pelaksanaan Perpustakaan mengatakan bahwa dalam melaksanakan peran di lingkungan perguruan tinggi, perpustakaan memiliki beberapa peran penting yang yaitu: (1) memberikan bimbingan untuk memenuhi minat dan kebutuhan para mahasiswa dan untuk memperluas horizon membaca; (2) membuat mahasiswa dalam menyelesaikan pekerjaan laporan-laporan dan tugas lainnya serta kegiatan belajar; (3) mengajarkan kepadamahasiswa bagaimana menggunakan buku dan fasilitas lainnya yang disediakan oleh perpustakaan; (4) memberi bantuan kepada staf pengajar dalam merencanakan kurikulum dan turut membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam bidang kurikulum dan pengajaran; (5) maembantu program-program pelatihan dan perkembangan profesi staf pengajar; (6)memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam usaha penyebaran informasi.Salah satu peran penting perpustakaan tinggi adalah dalam kegiatan pelayanan informasi di lingkunagan perguruan tinggi. Perpustakaan harus mampu memberikan berbagai informasi dari setiap bidang ilmu. Untuk mewujudkan semua itu, perpustakaan harus menyiapkan diri dalam proses memilih, menghimpun, mengolah, merawat dokumen-dokumen baik berupa cetak maupun non cetak untuk dapat dilayankan kepada pencari informasi. Kelengkapan bahan pustaka yang beragam mampu memenuhi kebutuhan informasi kepada pengguna.Perpustakaan perguruan tinggi sering dimaknai sebagai pusat penelitian karena banyak menyediakan informasi yang berkaitan dengan sarana pendukung dalam proses penelitian. Perpustakaan perguruan tinggi sebagai Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) memiliki peran utama untuk mendukung terselenggaranya Tri Dharmaperguruan tinggi. 4Unyil dan Anis MasruriMenurut Sulistiyo Basuki (Sulistiyo, 1991)tujuan penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi adalah (1) untuk memenuhi keperluan informasi masyarakat perguruan tinggi, lazimnya staf pengajar dan mahasiswa sering pula mencakup tenaga administrasi perguruan tinggi, (2) Menyediakan bahan pustaka rujukan (reference) pada semua tingkat akademiks, artinya mulai dari mahasiswa tahun pertama hingga ke mahasiswa program pasca sarjana dan pengajar, (3) menyediakan ruang belajar untuk memakai perpustakaan, (4) Menyediakan jasa peminjaman yang tepat guna bagi berbagai jenis pemakai, (5) Menyediakan jenis informasi aktif yang tidak hanya terbatas pada lingkungan perguruan tinggi juga lembaga induknya.Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa tujuan dari perpustakaan perguruan tinggi adalahsebagai penyedia jasa pelayanan informasi yang meliputi pengumpulan, pelestarian, pengolahan, pemanfaatan dan penyebaran informasi sehingga dapat dimanfaatkan pengguna, penyediaan fasilitas yang mendukung dalam memenuhi kebutuhan informasi civitas akademika, pemberian berbagai jasa informasi serta pengembangan mutu perguruan tinggi pada tempatnya bernaung.Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan tiang utama pendidikan sebagai sumber penyedia himpunan ilmu dan khazanah bangsa, bila keberadaannya tidak memenuhi standar, bagaimana institusi penyelenggara pendidikan khususnya pendidikan tinggi di tanah air bisa menjamin melahirkan Sumber Daya Manusia Mas di Republik ini. Masalah di atas sangat berdampak terhadap kualitas SDM dan kemajuan Bangsa Indonesia saat ini dan masa akan datang.Untuk mencapai tujuan yang sempurna harus didukung juga dengan fasilitas. Secara universal perpustakaan memiliki empat fungsi yakni, (1) edukatif, (2) informasi, (3) reformatif, (4) rekreatif, dan (5) riset. Sedangkan fungsi utama dari perpustakaan perguruan tinggi adalah menunjang pendidikan dan penelitian yang dilakukan dengan menyediakan bahan cetak dan non cetak serta mengolah dan menyiapkannya agar lebih berdaya guna (Trimo, 1985).Lebih lanjut Trimo (1985)mengatakan fungsi perpustakaan perguruan tinggi adalah: 1.Fungsi Edukasi, perpustakaan merupakan sumber belajar para civitas akademika, oleh karena itu perpustakaan harus mampu mendukung pencapaian tujuan menyediakan bahan pembelajaran setiap program studi, lokasi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Journal of Information and LibraryReview52.Fungsi Informasi, perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi.3.Fungsi Riset, perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutahir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.4.Fungsi Rekreasi, perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan.5.Fungsi Publikasi, perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tinggi yakni civitas akademika dan staf non-akademik.6.Fungsi Deposit, perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yangdihasilkan oleh warga perguruan tingginya.7.Fungsi Interpretasi, perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang demikiannya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya.Dengan beberapa fungsi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa fungsi sebuah perpustakaan perguruan tinggi adalah sebagai sarana penyediaan fasilitas pengajaran dan penelitian untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan civitas akademikanya yang memiliki kualitas koleksi yang memadai dan sesuai terhadap kebutuhan sehingga menimbulkan kepuasan akan kebutuhan informasi para pengguna.Untuk memahami tujuan dan fungsinya dengan baik perpustakaan perguruan tinggi mempunyai tugas yang harus dilakukan. Menurut buku Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi, bahwa tugas perpustakaan perguruan tinggi adalah: (1) mengikuti perkembangan perkuliahan dan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkanuntuk pengajaran. (2) menyediakan pustaka yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam rangka studinya. (3) Mengikuti perkembangan program-program penelitian yang diselenggarakan di lingkungan perguruan tinggi induknya dan berusaha menyediakan literatur ilmiah dan bahan lain yang diperlukan bagi peneliti. (4) Memutakhirkan koleksi dengan mengikuti terbitan-terbitan yang terkini baik terbitan cetak maupun tidak tercetak. (5) Menyediakan fasilitas yang memungkinkan pengguna mengakses perpustakaan lain maupun pangkalan-pangkalan data melalui jaringan lokal (intranet) maupun global (internet) dalam rangka pemenuhan kebutuhan informasi yang diperlukan. 6Unyil dan Anis Masruri2.Public Relations di PerpustakaanGriswoldmengatakan bahwa “public relations is the management function which evaluates public attitudes, identifies the policies and procedures of an individual or an organization with the public interest and plans and executes a program of action to earn public understanding and acceptance”(Wilcox, 2000)Definisi tersebut bermakna bahwa fungsi manajemen itu mengevaluasi sikap publik, memperkenalkan berbagai kebijakan dan prosedur dari suatu individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik, membuat perencanaan, dan melaksanakan suatu program kerja dalam upaya memperoleh pengertian dan pengakuan public (Komariah et al., 2018)SedangkanCoulson Colin (1996)Public relationsadalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakat. Sedangkan Frank Jefkin (2003)Public relations consists of all forms of communication out words and in words between on organization and its public the purpose of achieving specific objectives concerning mutual understanding. (Semua bentuk komunikasi,ke dalam dan keluar antara organisasi dan masyarakat dengan maksud tujuan tertentu untuk mencapai tujuan dan munculnya saling pengertian).Menurut Harris (1991)secara konsep berbagai kegiatan disebut sebagai Public relations mix atau “pencils” of Public relations. Kegiatan yang termasuk “pencils” of Public relations, antara lain:1.Publications(publikasi), yaitu menyebarluaskan informasi melalui berbagai media tentang aktivitas lembaga yang layak diketahui publik serta dapat menghasilkan tanggapan yang positif dari masyarakat;2.Event(penyelenggaraan acara), yaitu menyelenggarakan acara yang dipilih dalam waktu, tempat, dan objek tertentu dengan tujuan untuk mempengaruhi opini public;3.News(menciptakan berita), yaitu menulis berita berupa press release, berita yang dimuat dalam news letteratau bulletin;4.Community involvement(keterlibatan dalam masyarakat), yaitu melakukan kegiatan atau komunikasi dengan kelompok masyarakat tertentu di luar lembaga dengan tujuan untuk membina hubungan baik;5.Identity tools, yaitu berbagai alat atau perlengkapan yang menunjukkan identitas lembaga, misalnya logo, tag line, baju seragam pegawai, bentuk gedung, dsb.6.Lobbying and negotiation, yaitu melakukan pendekatan secara pribadi dan bernegosiasi untuk membicarakan hal-hal penting dengan pihak tertentu untuk Journal of Information and LibraryReview7mencapai kesepakatan atau memperoleh dukungan, sehingga timbul situasi yang saling menguntungkan;7.Social investment(tanggung jawab sosial), yaitu kemampuan lembaga dalam memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggung-jawaban sosial, hal ini seringdisebut sebagai corporate social responsibility (CSR).Sedangkan Onong U Effendy (2002)Public relations memiliki dua aspek:1.Sasaran Public relations adalah publik intern (internal public) dan publik eksternal (external public). Publik Intern adalah orang-orang yang melaksanakan kegiatan di dalam organisasi. Antara lain para karyawan. Sudah tentu mengenai publik intern ini antar organisasi yang satu dengan lainnya dapat berbeda; misalnya, pada perusahan, tertentu berbeda karyawan dan pemegang sahamnya. Begitu pula pada perpustakaan perguruan tinggi yang satu dengan yang lainnya.Publik ekstern adalah orang-orang yang berada di luar organisasi yang ada kaitanya dengan kegiatan organisasi. Publik ekstern dari suatu perusahaan atau lembaga sudah tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya tergantung wilayah operasional dan sasarannya.2.Kegiatan public relations. Kegiatan public relation adalah komunikasi dua arah timbal balik (reciprocal two way traffic communication). Hal ini berarti bahwa dalam rangka penyampaian informasi bahwa dalam rangka penyampaian informasi baik yang ditujukan kepada publiv intern maupun kepada publik ekstern harus terjadi arus balik (feedback). Public relations harus mengetahui efek atau akibat dari penyampaian informasi kepada publiknya, apakah mendapat tanggapan positif atau bahkan sebaliknya.Public relations idealnya terdiri dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan secaraterintegrasi dan proporsional sesuai dengan kebutuhan institusi yang menyelenggarakannya.Public relations merupakan konsep yang sesuai untuk diimplementasikan dalam usaha penguatan eksistensi perpustakaan terutama di era open access; di mana para pencari informasi dapat memperoleh informasi yang dibutuhkannya secara cepat dan mudah melalui gadget dan internet (Elliot de Saez, 2002). mengatakan bahwa “the communication method that libraries and information centres will use as the major tool in their promotional mix will almost certainly be public relations”, 8Unyil dan Anis Masruriyang berarti bahwa perpustakaan harus melaksanakan public relations untuk kegiatan promosi lembaganya.Kegiatan Publicrelations sangat penting bagi perpustakaan gunanya adalah untuk menginformasikan program/ kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan disesuaikan dengan kebutuhan civitas akademika dan juga untuk menginformasikan pada masyarakat luas atas layanan dan produk yangdimilikinya, seperti mengadakan seminar, ceramah, memamerkan koleksi-koleksi terbaru dan yang ada diperpustakaan, dan lain sebagainya. Selain itu pentingnya Public relations di perpustakaan untuk memotivasi kerja pada staf sehingga mereka memiliki semangat untuk mengerjakan pekerjaan dan untuk menimbulkan rasa kekompakan di antara satf-staf perpustakaansehingga dalam mengerjakan tugas mereka bersemangat dan saling membantu.Kegiatan Public relations di perpustakaan harus mewarnai semua kegiatan yang ada di perpustakaan. Staf melayani pengguna dengan ramah, ikhlas, bersemangat, dan menciptakan kondisi yang nyaman, tenang, aman, sehingga pengguna akan merasa senang dan betah berada di perpustakaan.Usherwood (1981)menjelaskan bahwa tujuan kegiatan public relationsdi perpustakaan, antara lain sebagai berikut.1.Achieving resources for library, perpustakaan mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan seperti dana, fasilitas, sarana dan prasarana, dan staf yang berkualitas. Kegiatan public relations, seperti lobbying dapatmengubah opini publik yang negatif terhadap perpustakaan2.Public image of library, selama ini masyarakat masih berpikiran negatif dan belum menyadari peran penting dari perpustakaan. Kegiatan public relationsini diharapkan dapat meningkatkan citra positifperpustakaan.3.Internal public relations, melalui kegiatan public relations diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri staf perpustakaan dan pustakawan, ia adalah seorang yang cerdas dan mampu membantu masyarakat dalam mendapatkan sumber-sumber informasi yang butuhkan.Dalam merencanakan kegiatan public relations, perpustakaan dapat mengadopsi publicrelations mixatau “pencils”of public relations. Kegiatan-kegiatan tersebut harus memperhatikan budaya akademik dimasing-masing perguruan tinggi, dengan membangun Insfrastruktur Budaya akademik yang baik akan kemudian Public relationssebagai stategi dalam melakukan manuver kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada peran dan fungsi perpustakaan dalam mewujudkan terselenggaranya Tri dharma. Journal of Information and LibraryReview9Komariah & Rodiah (2017)menjelaskan tiga hal yang menjadi pertimbangan dalammengimplementasikan kegiatan “pencils” of public relations, yaitu: (a) jenis perpustakaan, setiap jenis perpustakaan memiliki pengguna yang target layanannya berbeda, sehingga akan membutuhkan pendekatan komunikasi yang berbeda; (b) sumber daya perpustakaan, meliputi sumber daya yang berupa fasilitas, dana, dan sumber daya manusia/staf; dan (c) dukungan dari lembaga penaung, karena perpustakaan merupakan unit kerja yang ada di bawah lembaga induk.3.Tri Dharma Perguruan TinggiTri Dharma perguruan tinggi merupakan tiga pilar dasar pola pikir dan menjadi kewajiban bagi mahasiswa maupun civitas akademika di sebuah Perguruan Tinggi (Arifin, 2021). Tiga dharma tersebut terdiri dari Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Kepada Masyarakat.Sumber:Mengenal Tri Dharma Perguruan Tinggi (Arifin, 2021)Dalam penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi tidak terlepas dari rutinitas Tri Darma, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.MetodeKajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literature. Studi Literatur atau studi pustaka menurut (Nizar, 2013)adalah sebuah teknik pengumpulan data dengan menelaah buku, literature, catatan, laporan yang berhubungan dengan masalah yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. 10Unyil dan Anis Masruristudi yang dilakukan fokus untuk menghasilkan yang berkaitan dengan topik pembahasan. Literature tersebut penulis peroleh dari berbagai sumber seperti jurnal, internet dan buku. Pada penelitian ini penulis membandingkan dua model pengembangan koleksi yang berasal dari dua artikel yang membahas pengembangan koleksi.
Result & Discussion
“Pencils” of public relations terdiri dari serangkaian aktivitas public relations yang dilaksanakan secara sinergi dalam rangka mencapai tujuan sebagaimana fungsi dan peran perpustakaan perguruan tinggi dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.1.PendidikanBerdirinya Perguruan Tinggi tidak lain tidak bukan dalam rangka penyelenggaraan pendidikan tinggi, yang dapat berbentuk akademik, politeknik, sekolah tinggi, institute, dan university didalamnya berbagai macam program studi dan jenjang seperti diploma, S1, S2, dan S3. Pada prinsipnya pendidikan akademik lebih mengutamakan peningkatan mutu dan memperluas wawasan ilmu pengetahuan.Dalam penyelenggaraannya institusi dibantu oleh berbagai unit dan lembaga pendukung terselenggaranya pendidikan tersebut, salah satunya perpustakaan. Peran perpustakaan dalam mendukung terselenggaranya pendidikan yang diselenggarakan oleh institusi induknya dimana perpustakaan itu berada harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Maka dari itu perpustakaan harus memilikiInsfrastruktur yang baik, insfrastruktur yang dimaksud disini adalah insfrastruktur budaya akademik dengan memiliki insfrastruktur tersebut sudah dipastikan penyelenggaraan perpustakaannya memenuhi standar nasional perpustakaan perguruan tinggi dan bila SNP terpenuhi maka secara otomatis apa yang dibutuhkan dalam menunjang pendidikan terpenuhi terutama dari sisi ketersedian koleksi yang sesuai, mutakhir.Karena perpustakaan akademik orientasinya akademisi, Public Relations sebagai sarana yang bisa diterapkan oleh perpustakaan perguruan tinggi dalam menyelenggarakan dan tata kelola perpustakaannya. Bila selama ini perpustakaan hanya menyediakan berbagai koleksi siapa yang butuh silakan datang keperpustakaan beda halnya dengan Public Relations.Saat perpustakaan menjadikan Public Relations sebagai peretas kebisuan dan kesunyian antara pemustaka dengan pengguna. Pustakawan harus aktif melakukan Journal of Information and LibraryReview11komunikasi kepada pengguna, baik langsung maupun tidak langsung (menggunakan media digital atau elektronik lainnya) dalam membantu komunikasi kepada pengguna sehingga pustakawan tau apa yang dibutuhkan oleh pengguna dan bisa menyediakannya dan sebaliknya apa yang tersedia bisa dikomunikasikan kepada pengguna sehingga bela selama ini pemustaka tidak tahu kalau diperpustakan tersedia buku-buku yang mereka butuhkan.Dengan saling komunikasi, saling menginformasikan, dan perpustakaan melakukan pemenuhan terhadap semua yang dibutuhkan pengguna tentu peran dan fungsi perpustakaan dalam mendukung institusi induknya dalam menyelenggarakan pendidikan berhasil. Perpaduan antara insfrastruktur budaya akademik dengan Public Relations akan melahirkan suatu terobosan dalam pencapaian keberhasilan gemilang tentunya.2.PenelitianSelain menunjang terselenggaranya pendidikan yaitu aktivitas perkuliahan, perpustakaan perguruan tinggi juga berperan mendukung kegiatan penelitian. Lembaga Perguruan Tinggi tidak terlepas dari penelitian, kegiatan penelitian merupakan refleksi dari keberhasilan terselenggaranya pendidikan yang dilakukan dikelas baikberbasis teori maupun praktek.Penelitian biasanya dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir, apa pun jenjang pendidikannya baik Diploma, S1, S2, S3, selain mahasiswa kegiatan penelitian juga dilakukan oleh kalangan pengajar yaitu dosen. Dosen biasanya diwajibkan melakukan penelitian disetiap tahunnya.Aktivitas tersebut baik mahasiswa maupun dosen atau penelitian lainnya, seakan-akan jarang memanfaatkan perpustakaan secara maksimal. Dalam rangka memperbaiki ekosistem tersebut lagi-lagi perpustakaan perguruantinggi sejauh ini belum memiliki insfrastruktur yang baik, insfrastruktur budaya akademik perlu dibangun. Insfrastruktur Budaya Akademik yang baik dan penerapan Public Relations sebagai sarana penghubung antara pustakawan dan peneliti tentu akan menghidupkan peran dan fungsi perpustakaan perguruan tinggi dalam mendukung terselengga penelitian yang diselenggarakan oleh institusi induknya.Public Relations diperlukan agar pustakawan memperoleh informasi sarana apa saja yang dibutuhkan dalam penelitian terutama sumber rujukan yang selama ini digunakan dalam kegiatan penelitian, dengan mengetahui maka pustakawan bisa melakukan pemetaan kebutuhan tersebut dan melakukan pengadaan dalam rangka pemenuhan kebutuhan, dan para pustakawan juga bisa melakukan berbagai promosi 12Unyil dan Anis Masruridan komunikasi kepada para peneliti bahwa diperpustakaan tersedia apa yang mereka butuhkan dalam rangka penelitian srdang dilakukan.Bila Perpustakaan Perguruan Tinggi mampu membangun Insfrastruktur Budaya Akademik tersebut dan menjadikan Public Relations sebagai sarana edukasi kepada pengguna bisa dipastikan peran dan fungsi perpustakaan perguruan tinggi dalam rangka mendukung terselenggaranya kegiatan penelitian bisa dilaksanakan dengan baik.3.Pengabdian kepada MasyarakatSelain pendidikan dan penelitian adalah pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sejauh ini seolah-olah kalangan dosen terlepas dari peran perpustakaan. Padahal dengan jelas keberadaan perpustakaan perguruan tinggi untuk mendukung Tri Drarma, salah satunya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat.Seperti dikemukakan sebelumnya dalam rangka mendukung dan menjalankan fungsi dan perannya perpustakaan perguruan tinggi tersebut yang perlu dibangun adalah Insfrastrukturnya. Insfrastruktur Budaya Akademik, karena dilingkungan akademik selain pendidikan, penelitian, kegiatan pengabdian merupakan budaya akademik.Public Relations bisa dijadikan sarana dalam penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan guna untuk memenuhi kebutuhan para dosen atau mahasiswa yang sedangmenyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat.Peran pustakawan dalam menggali imformasi apa yang dibutuhkan dalam kegiatan pengabdian tersebut sehingga perpustakaan bisa memberi kontribusi, dari mengetahui apa yang dibutuhkan perpustakaan bisa dilakukan pengadaan dan sebagainya. Sisi lain pustakawan juga bisa menginformasikan kepada para pengabdian bahwa perpustakaan sudah menyediakan apa yang mereka butuhkan dalam kegiatan pengabdian yang mereka lakukan.
Conclusion
Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam menjalankan peran dan fungsinya dalam rangka membantu terselenggaranya kegiatan Tri Dharma yang diselenggarakan oleh institusi penyelenggara pendidikan yaitu masing-masing Perguruan Tinggi dapat memperhatikan dan merubah paradigma, kalau perpustakaan bukan hanya sekedar menyediakan apa yang dibutuhkan tanpa melakukan suatu tindakan dan terobosan yang mengarah dalam pencapaian dari terselenggaranya kegiatan tersebut. Journal of Information and LibraryReview13Pengelola atau penyelenggara perpustakaan harus memahami di lingkungan kampus memiliki budaya akademik, untuk itu yang perlu dibangun adalah Insfrastruktur Budayanya, insfrastruktur budaya akademiknya harus dibangun dengan baik, selain itu Public Relations bisa dijadikan langkah strategis dalam melakukan rekonstruksi dan reformasi menyeluruh dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru, dari ketidak pedulian dengan perpustakaan menjadikan perpustakaan gerbang utama dari semua kegiatan dikampus.Dengan demikian semua kegiatan Tri Dharma melewati gerbang perpustakaan karena didalamnya terdapat insfrastrukturbudaya akdemik yang mengakomodir dari kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.