Kembali
16
1
2024 Jagad Pustaka: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 1 · 1 ISSN 3032-4823

Ketersediaan Koleksi Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri I Kota Probolinggo

Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Abstrak

Pendahuluan.Stigma bahwa minat baca yang rendah masih muncul di masyarakat. Sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca tersebut adalah melalui penyediaan koleksi perpustakaan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketersediaan koleksi yang ada di Madrasah Aliyah Negeri I Kota Probolinggo.Metode Pengumpulan Data. Penelitian kuantitatif berjenis penelitian deskriptifdengan menggunakan metode peneltian survey yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri I Kota Probolinggo.Penelitian difokuskan pada siswa kelas XI sehingga populasinya 125 siswa.Selanjutnya diambil sampel sebanyak 56 siswa. Angket digunakan untuk mengumpulkan angket kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptifdengan bantuan SPSS version 23 for windows.Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwaresponden setuju: 1) Ketersediaan koleksi perpustakaan yang ada di Madrasah Aliyah Negeri I Kota Probolinggo memiliki kategori sangat tinggi sebesar 71%, kategori tinggi sebesar 25%, kategori sedang sebesar 4%.Simpulan. Berdasarkan hasil dan diskusi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan bahwa ketersediaan koleksi perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Probolingo berada dalam kategori tinggi

Abstract

Introduction.The persistent societal stigma suggesting a lack of interest in reading remains a challenge. One avenue to boost reading enthusiasm is by ensuring the provision of extensive and relevant library collections. This research endeavors to elucidate the status of collections at Madrasah Aliyah Negeri I in Probolinggo City.Method of collecting data.Conducted at Madrasah Aliyah Negeri I in Probolinggo City, this research employed quantitative methods, specifically descriptive survey research. The study focused on class XI students, constituting a population of 125 students. A sample size of 56 students was selected, and questionnaires were utilized for data collection. The collected data were then analyzed through descriptive statistics, employing SPSS version 23 for Windows.Results and Discussion.The research results show that: 1) The availability of library collections at Madrasah Aliyah Negeri I Probolinggo City has a very high category of 71%, a high category of 25%, a medium category of 4%.Conclusion. n light of the results and subsequent discussion, it can be deduced that the majority of students expressed a perception that the availability of library collections at Madrasah Aliyah Negeri 1 in Probolingo City falls within the high category. This signifies a positive outlook on the adequacy and accessibility of library resources at the institution.
Keywords: Collection · Collection Availability · School Library

Introduction

Salah satu sarana penting yang ada di sekolah adalah perpustakaan. Hal tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa keberadaan perpustakaan merupakan bagian dari standar sarana dan prasarana. Oleh karena itu, adanya perpustakaan menjadi keharusan di suatu sekolah.Hal ini sejalan dengan pendapat Sutarno yang juga mengharuskan keberadaan perpustakaan di sekolah(Sutarno NS, 2016). Meskipun demikian, sekolah tidak hanya cukup menyediakan perpustakaan saja, tetapi juga harus melengkapinya dengan unsur-unsur yang menyertai keberadaan perpustakaan tersebut.Sebagai salah satu pusat informasi yang ada di sekolah, perpustakaan perlu dilengkapi dengan koleksi yangada. Maka dariitu, ketersediaan dan keragaman koleksi di perpustakaan perlu diperhatikan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 disebutkan bahwa koleksi peprustakaan merupakan seluruh koleksi, baik karya tulis, karyacetak, maupun karya rekam dengan berbagai media yang memiliki nilai Pendidikan.Berdasarkan undang-undang tersebut, berbagai koleksi tersebut dihimpun, diolah, dan dilayankan oleh perpustakaan untuk kepentingan pemustaka.Yusuf dan Suhendar menyatakan bahwa koleksi yang ada di perpustakaan sekolah dikelola untuk kepentingan prosesbelajar-mengajar di sekolah tersebut(Yusuf & Suhendar, 2005).Pendapat tersebut menunjukkan betapa pentingnya kelengkapan koleksi perpustakaan di sekolah. Prosesbelajar-mengajar tentu saja dapat terganggu jika koleksi yang ada di perpustakaan tidak tersedia dengan baik. Koleksi yang ada disediaakn oleh sekolah sebagai bagian dari fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah untuk belajar maupun mencari informasi di perpustakaan.Berbagai hasil penelitian telah menunjukkan bahwa pentingnya ketersediaan koleksi di perpustakaan sehingga dapat mempengaruhi minat baca siswa di sekolah. Sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Nisa’, yang menyatakan bahwa ketersediaan koleksi perpustakaan memilikipengaruh yang signifikan terhadap minat baca siswa di MAS Simbang Kulon Pekalongan(Nisa’, 2017).Hal serupa juga diungkapkan oleh Azrin yang melakukan penelitian serupa di lingkungan SMA IPIEMS Surabaya. Azrin menyatakan bahwa ketersediaan koleksi perpustakaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat baca siswa SMA IPIEMS Surabaya(Azrin, 2017).Kondisi ini menunjukkan bahwa ketersediaan koleksi merupakan hal yang penting untuk dikaji.Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN 1) Kota Probolinggo merupakan lembaga Pendidikansetingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berbasis Islam. Madrasah ini berlokasi di Jl. Jeruk No. 07, Jrebeng Kidul, Wonoasih, Kota Probolinggo. Sebagai salah satu Aliyahfavorit, MAN 1 Kota Probolinggo sering dijadikan sebagai studi banding oleh sekolah lain, baik sekolah yang ada di dalam kota maupun di luar kota Probolinggo. Selain itu, MAN 1 Kota Probolinggo merupakan sekolah salah satu sekolah Adiwiyatasehingga menjadi salah satu sekolah yang ideal untuk memperoleh ilmu pengetahuan dari berbagai norma serta etika guna mencapai cita-cita pembangunan yang berkelanjutan. Hal inilah yang menjadikan MAN 1 Kota Probolinggo menjadi rujukan pertama para pelajar yang ada di Kota Probolinggo dan sekitarnya.Sebagai salah satu sekolah rujukan, MAN 1 Kota Probolinggo memiliki perpustakaan dengan jumlah koleksi sebanyak lebih dari 8000-an. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai macam jenis koleksi, mulai darinovel, ensiklopedi, referensi, dan lain-lain. Perpustakaan juga memiliki cara yang unik untuk menarik minat baca siswa agar membaca koleksi yang telah disediakan. Salah satu cara unik tersebut adalah dengan memberikan hadiah berupa penghargaan bagi siswa yang rajin berkunjung, membaca, dan meninjam buku di perpustakaan. Penghargaan tersebut diberikan dalam jangka waktu setiap semester.Hal ini tentu saja menjadi hal menarik untuk dikaji lebih lanjut.Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertatik untuk mengkaji ketersediaan koleksi di Perpustakaan MAN 1 Kota Probolinggo. Kajian ini menitikberatkan pada pendapat siswa, terutama kelas XI terhadap ketersediaan koleksi yang ada. Diharapkan melalui penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan evaluasi terhadap ketersediaan koleksi yang ada.TINJAUAN PUSTAKAKoleksi merupakan bagian penting dari keberadaan perpustakaan. Koleksi merupakan sesuatu yang dilayankan oleh perpustakaan. Oleh karena itu, dalam konteks perpustakaan sekolah, koleksi perpustakaan merupakan sejumlah bahan atau sumber informasi, baik berupa buku maupun bahan bukan buku, yang dikelola untuk kepentingan proses belajar dan mengajar di sekolah yang bersangkutan(Yusuf & Suhendar, 2005).Sebagai unsur penting dari sebuah perpustakaan, koleksi yang ada disediakan oleh perpustakaan untuk dilayankan kepada pemustaka. Kata ketersediaan berasal dari kata sedia yang berarti siap atau kesiapan. Ketersediaan dapat diartikan sebagai suatu kesiapan sarana (dapat berupa barang) agar dapat digunakan dalam waktu yang telah ditentukan(Departemen Pendidikan Nasional, 2005).Sutarno menegaskan bahwa ketersediaan koleksi adalah sejumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan dengan kategori cukup memadai dengan tujuan untukdimanfaatkan oleh pemustaka(Sutarno NS, 2016).Pendapat tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya dituntut untuk menyediakan koleksi. Perlu ada ukuran agar koleksi tersebut dapat dikategorikan memadai ataupun tidak.Berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (SNP SMA/Aliyah) disebutkan bahwaterdapat dua hal yang perlu diperhatikan dalamkaitannya dengan koleksi perpustakaan, yaitu jenis koleksi dan jumlah koleksi perpustakaan(Perpustakaan Nasional RI, 2012). Kedua hal tersebut memiliki rincian yang berbeda.Jenis koleksi berkaitandengan ragam koleksi apa saja yang perlu disediakan oleh perpustakaan. Pada tingkat SMA, perpustakaan perlu menyediakan ragam koleksi berupa buku, terbitan berkala, dan audio visual. Koleksiberupa buku kemudian dirinci kembalimenjadi beberapa jenis, yaitu buku teks, buku penunjang kurikulum, buku bacaan, buku referensi dan buku biografi(Perpustakaan Nasional RI, 2012).Sedangkan jumlah koleksi berkaitan dengan berapa banyak koleksi yang perlu disediakan oleh perpustakaan. Jumlah koleksi ini berkaitan dengan berapa banyak koleksi yang perlu disediakan, berapa penambahan koleksi yang ada, serta apa saja yang perlu dilanggan oleh perpustakaan. Terkait banyaknya koleksi, SNP SMA/Aliyah menyatakan bahwa dalam suatu perpustakaan setingkat SMA, setidaknya terdapat buku teks sebanyak 1 eksemplar per mata pelajaran per peserta didik. Buku panduan pendidik sebanyak 1 eksemplar per mata pelajaran per guru bidang studijuga perlu disediakan.Banyaknya koleksi tidak hanya disesuaikan dengan banyaknya pelajaran dan peserta didik yang ada(Perpustakaan Nasional RI, 2012). Koleksi buku pengayaan juga perlu disediakan dengan ketentuan sebagai berikut.-Jika terdapat3 sampai 6 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 1.000 judul-Jika terdapat 7 sampai 12 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 1.500 judul-Jika terdapat 13 sampai 18 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 2.000 judul-Jika terdapat 19 sampai 27 rombongan belajar jumlah buku sebanyak 2.500 judul.Selain banyaknya koleksi, jumlah koleksi juga diukur dengan dengan penambahan koleksi per tahun. Ketentuan yang digunakan adalah jumlah koleksi berbanding terbalik denganb persentase penambahan koleksi. Semakin besar jumlah koleksinya, maka semakin kecil persentase penambahan koleksi pertahunnya(Perpustakaan Nasional RI, 2012). Hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam menyediakan koleksi perpustakaan SMA adalah keberadaan majalah dan surat kabar. Meskipun bukan menjadi rujukan utama, keberadaan majalah dan surat kabar juga menjadi penting untuk disediakan.Oleh karena itu, perpustakaan SMA setidaknya melanggan tiga judul majalah dan tiga judul surat kabar sebagai bagian dari koleksi yang dilayankan(Perpustakaan Nasional RI, 2012). Melalui penyediaan koleksi tersebut, diharapkan perpustakaan mampu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka yang dilayani.

Method

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Objekpada penelitian ini adalah ketersediaan koleksi perpustakaan. Oleh karena itu, target populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XIMAN 1 Kota Probolinggo. Jumlah populasi tersebut adalah 125 siswa. Selanjutnya, dari 125 siswa yang ada diambil sampel sebanyak 56 orang menggunakan rumus slovin.Agar memperoleh data yang relevan, penulis menggunakan angket sebagai instrumentpengumpulan datanya. Angket yang digunakan merupakan angket ketersediaan dengan skala likert. Terdapat lima kategori jawaban yang diajukan, yaitu sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Terdapat 26 pernyataan yang telah melewati proses uji validitasdengan rtabelsebesar 0,254. Selanjutnya dilakukan uji validitas sehingga diperoleh nilai Cronbach’s alphasebesar 0,935dan dinyatakan reliabel. Untukmempermudah proses pengolahan data, penulis menggunakan bantuan SPSS version 23 for windows

Result & Discussion

Setelah melakukan penyebaran angket, diperoleh data bahwa terdapat keseragaman jumlah responden laki-laki dan perempuan, yaitu masing-masing sebanyak 28 siswa (50%). Berdasarkan usia, terdapat keragaman usia sebagai berikut.Tabel 1 Jumlah Responden Berdasarkan UsiaNo.UsiaJumlahPersentase1Kurang dari 17 Tahun814%217 Tahun3359%3Lebih dari 18 Tahun1527%Total56100%Sumber: Olah data (2021)Data di atas menunjukkan bahwa responden didominasi oleh siswa yang berusia 17 tahun. Selanjutnya, hampir setengah responden (15 siswa atau 27%) berusia lebih dari 18 tahun. Sedangkan sisanya, terdapat 8 responden (14%) yang berusia kurang dari 17 tahun.Untuk mengetahui ketersediaan koleksi sesuai jawaban tiap responden, makapenulis terlebih dahulu menentukan kategori jawaban responden. Kategori jawaban dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu Sangat Tinggi, Tinggi, Sedang, Renda, dan Sangat Rendah. Rentang skor pada masing-masing kategori tersebut ditentukan menggunakan teknikdistribusi data kelompokan sehingga diperoleh rentang kategorisebagai berikut.Tabel 2 Pengklasifikasian Kategori Jawaban RespondenNo.SkorKategori1109-130Sangat Tinggi287-108Tinggi365-86Sedang443-64Rendah521-42Sangat RendahSumber: Olah data (2021)Selanjutnya, jawaban masing-masing responden dikelompokkan ke dalam kategori yang telah ditentukan, sehingga diperoleh hasil sebagai berikut.Tabel 2 Jumlah Jawaban RespondenPada Tiap KategoriNo.KategoriJumlahPersentase1Sangat Tinggi4071%2Tinggi1425%3Sedang24%4Rendah00%5Sangat Rendah00%Total56100%Sumber: Olah data (2021)Hasil di atas menunjukkan bahwa sebagianbesar responden setuju bahwa Perpustakaan MAN 1 Kota Probolinggo memiliki ketersediaan koleksiyang sangat tinggi. Jumlah responden dengan menyatakan ketersediaan koleksi sangat tinggi sebanyak 40 responden (71%). Meskipun demikian, masih ada 14 responden (25%) yang menyatakan bahwa ketersediaan koleksi di Perpustakaan MAN 1 Kota Probolinggo berada dalam kategori tinggi. Sedangkan sisanya, hanya 2 responden (4%) yang menyatakanketersediaan koleksinya sedang.Hal yang cukup membanggakan adalah kenyataan bahwa tidak satupun responden menyatakan ketersediaan koleksi di Perpustakaan MAN 1 Kota Probolinggo berada dalam kategori rendah dan sangat rendah.Ketersediaan koleksi pada dasarnya dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah jenis koleksi. Berdasarkan SNP Perpustakaan, ragam koleksi di perpustakaan setingkat SMA adalah buku, terbitan berkala, audio visual, dan layanan teknologi dan komunikasi. Berdasarkan pemantauan penulis di lokasi penelitian, diperoleh fakta bahwa Perpustakaan MAN 1 Kota Probolinggo telah berusaha untuk menyediakan ragam koleksi tersebut. Penulis menemukan bahwa Perpustakaan MAN 1 Kota Probolinggo memiliki ragam koleksi berupa buku (baaik buku referensi, kamus, ensiklopedi, dan lain-lain)serta terbitan berkala dalam bentuk koran. Sedangkan koleksi audio visual disediakan oleh guru pengampu masing-masing. Hanya saja, layanan teknologi informasi dan komunikasi masih belum tersediadengan belum adanya perpustakaan digital. Hal ini menunjukkan bahwa Peprustakaan MAN 1 Kota Probolinggo telah berusaha untuk memenuhi ketersediaan koleksi berdasarkan SNP Perpustakaan.

Conclusion

Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwasebagianbesar responden setuju bahwa ketersediaan koleksi di Perpustakaan MAN 1 Kota Probolinggo berada dalam kategori sangat tinggi(71%).Sedangkan 25% responden lainyya menyatakan bahwa ketersediaan koleksi berada dalam kategori tinggi. Hanya 4% responden yang menyatakan bahwa ketersediaan koleksi di Perpustakaan MAN 1 Kota Probolinggo berada dalam kategori sedang.Hal ini menunjukkan bahwa Perpustakaan MAN 1 Kota Probolinggo telah berusaha untuk menyediakan koleksi sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Meskipun demikian, ketersediaan koleksi tersebut perlu terus ditingkatkan. Salah satu usaha untuk yangdapat ditempuh, penulis menyarankan adanya penyediaan layanan perpustakaan digital. Diharapkan, melalui penyediaan layanan perpustakaan digital, ketersediaan koleksi di Perpustakaan MAN 1 Kota Probolinggo dapat meningkat.DAFTAR PUSTAKAAzrin, K. (2017). Pengaruh Ketersediaan Koleksi Perpustakaan Terhadap Peningkatan Minat Baca Siswa SMA IPIEMS Surabaya. Libri-Net, 6(2), 1–10.Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.Nisa’, F. (2017). Pengaruh Ketersediaan Koleksi Buku Perpustakaan Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa di MAS Simbang Kulon Buaran Pekalongan. IAIN Pekalongan.Perpustakaan Nasional RI. (2012). Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah. Perpustakaan Nasional RI.Sutarno NS. (2016). Manajemen Perpustakaan. Sagung Seto.Yusuf, P. M., & Suhendar, Y. (2005). Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Kencana Prenada Media Group.