PENGARUH TERPAAN KONTEN PENGAJIAN GUS IQDAM MUHAMMAD TERHADAP PENINGKATAN LITERASI KEISLAMAN GENERASI MILENIAL DI KABUPATEN TRENGGALEK
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Abstract
Introduction:Information technology in the last few decades has undergone a fairly rapid development. These developments show a change in the way humans interact using new media. YouTube has become one of the social media forms of new media. The millennial generation is a generation whose lives have not been separated from social media, but unfortunately in its use is often used only as a means of entertainment, although in fact there is a lot of useful content in it, such as Islamic content. However, content like thisis generally less in demand because of its nature that tends to be serious and not entertaining. One of the youtube channels that attracted a lot of attention from users of social media is the youtube channel Gus Iqdam Officiall. Exposure messages on social media has become one of the containers for disseminating information that has the potential to enhance Islamic literacy. The aim of this research is to find out the impact of Gus iqdam Mohammad's study content on the improvement of millennial generationIslamic literacy in Trenggalek district. Data Collection Methods:This research is research that uses quantitative methods, with data collection methods, namely by distributing online questionnaires using Googleform to respondents in the 22 to 43 year old category who live in Trenggalek Regency with a sample size of 100 people.Data Analysis:The data obtained from distributing online questionnaires was then processed and analyzed with the help of the IBM SPSS V.25.0 application.Results and Discussion:The results showed that there was an effect of exposure to Gus Iqdam Muhammad's recitation content on increasing the Islamic literacy of the millennial generation in Trenggalek district. This result is indicated by the calculated t value of 9.950 which is greater than the t table value of 1.984 and the significance value of 0.000 is smaller than 0.05 at the 5% significance level. So that Ha is accepted and H0 is rejected. The magnitude of the influence of the exposure of Gus Iqdam Muhammad's recitation content on increasing the Islamic literacy of the millennial generation in Trenggalek Regency is indicated by the R square value of 0.484 which indicates that there is an influence of 48.4% while the remaining 51.6% is due to factors not discussed in this study.Conclusion:The results showed that there was an effect of exposure to Gus Iqdam Muhammad's recitation content on increasing the Islamic literacy of the millennial generation in Trenggalek district. Through these results, it is hoped that this research can provide insight into how effective the media is in increasing Islamic literacy.
Keywords:
Media exposure
· literacy
· Islamic literacy
Introduction
Perkembangan teknologi informasi dari tahun ke tahun kian pesat yang membuat information overloadatau kelebihan informasi. Information overload membuat informasi yang diterima oleh masyarakat berlimpah namun tidak semua informasi tersebut terkonfirmasi kebenarannya. Akibatnya masyarakat kesulitan untuk membedakan informasi palsu (hoaks) dan informasifakta atau terpercaya. Maka dari itu, kemarmpuan berliterasi sangat dibutuhkan di era digital saat ini agar mampu menghadapi situasi kelebihan informasi.Survei Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2019 terkait literasi menyebutkan jika Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara terbawah dengan tingkat literasi yang cukup rendah. Rendahnya literasi masyarakat Indonesia ini disebabkan oleh rendahnyamotivasi dan minat membaca (Hasnadi, 2019).Literasi adalah sebuah konsep yang punya makna luas, dinamis, dan diartikan dengan berbagai cara serta sudut pandang. Dalam perkembangannya, definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman. Literasi juga mencakup melek visual, dalam artian kemampuan untuk memahami ide yang disampaikan secara visual (Husni, 2022). Istilah literasi semakin banyak digunakan dalam berbagai macam bidang ilmu yang terhubung dengan bidang ilmu bahasa. Kemudian literasi dipandang sebagai alat yang digunakan dalam berkomunikasi dan mencari informasi. Hal ini memperlihatkan jika kemampuan literasi apapun tidak bisa dipisahkan dari ilmu bahasa, karena bahasa adalah alat utama untuk menyebarluaskan informasi atau ilmu pengetahuan.Literasi keislaman adalah keterampilan untuk memahami dan menyelidiki kesepakatan yang terdapat dalam agama serta aspek-aspek kehidupan lainnya (Sabila & Mufrotin, 2023). Literasi keislaman adalah suatu aktivitas manusia untuk memahami beberapa fatwa agama dalam konteks berakidah, seperti yang dilakukan oleh khalayak yang berhubungan dengan agama dalam kehidupan sehari-hari mereka (Widigdo, 2022). Literasi Islam berarti membaca dan mempelajari informasi tentang nilai-nilai agama Islam, seperti moral, budi pekerti, dan etika, dalam bentuk tulisan, lisan, atau digital.Generasi Millenial adalah generasi yang lahir di rentang tahun 1980-2000an atau bisa juga disebut sebagai generasi angkatan tahun 80-an keatas (Putra et al., 2023). Masyarakat yang termasuk dalam generasi millenial dalam kehidupannya tidak terlepaskan dari teknologi. Salah satu bentuk dari perkembangan teknologi informasi adalah kehadiran media sosial sebagai bentuk dari media baru atau new media.Media sosial diartikan sebagai layanan yang tersedia di internet dimana pengguna memungkinkan untuk mempresentasikan diri maupun melakukan interaksi, Kerjasama, berkomunikasi berbagi dengan pengguna lain serta membentuk ikatan sosial secara virtual (Nasrullah, 2017). Media sosial secara umum digunakan masyarakat sebagai sarana hiburan semata. Disisi lain saat ini banyak bertebaran konten yang bermanfaat dalam menujang kehidupan, salah satunya seperti konten keislaman. Namun sayangnya, konten konten seperti ini kurang diminati oleh millenial, penyebabnya adalah penyajiannya yang kurang menarik untuk generasi millenial serta sifatnya yang cenderung serius dan tidak menghibur (Hadiyana, 2023). Kajian kajian islam penting bagi generasi millenial, hal ini dikarenakan generasi millenial mudah terpengaruh dengan hal hal negatif seperti mudah terpapar dengan paham radikalisme (Irwanto & Prabandani, 2023).Di era teknologi saat ini terdapat majlis ta’lim yang memanfaatkan media sosial sebagai dampak dari perkembangan teknologi sebagai sarana untuk berdakwah, salah satunya adalah majlis ta’lim Sabilu Taubah yang memanfaatkan Youtube sebagai platform penyebaran konten keislaman melalui tayangan live streaming. Majelis ta’lim Sabilu Taubah ini didirikan oleh Agus Muhammad Iqdam Kholid yang merupakan seorang putra seorang kyai dari pondok Mamba’ul Hikam II desa Karanggayam, kecamatan Srengat, kabupaten Blitar. Majelis ini sudah berdiri sejak tahun 2018 yang berawal dari pemuda yang kecanduan rokok dan ngopi yang kemudian atas inisiatif Agus Muhammad Iqdam Kholid menginisiasi dalam agenda tersebut juga terdapat kegiatan ngaji. Kajian keislaman yang beliau paparkan dengan penyampaian yang cenderung ringan dan santai ini mampu merangkul semua kalangan yang mana tidak memandang dari golongan apapun untuk ikut mengaji dan memperdalam ilmu agama. Tujuan penayangan live streaming di youtube ini berupaya agar dakwah dapat tersampaikan kepada semua kalangan terkhusus generasi millenial secara lebih luas sehingga seseorang yang diterpa konten pengajiannya, menjadi tau akan adanya pengajian rutinyang ditayangkan di channel youtube nya.Terpaan media atau exposure media adalah kegiatan mendengar, melihat dan membaca pesan pesan media massa atau perhatian terhadap suatu pesan yang terjadi pada sekelompok maupun individu (Rahmi & Zuhri, 2018). Slater dalam jurnal Vreese & Neijens (2016)mengungkapkan terpaan media dalam arti yang lebih sederhana yaitu sejauh mana audiens mengalami suatu pesan khusus atau jenis konten media. Terpaan media berupaya mengumpulkan data terkait audiens mengenai penggunaan media ini juga termasuk frekuensi penggunaan, jenis media dan durasi penggunaan.Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini, adalah penelitian yang dilakukan oleh Arta Laras Angelina (2021), Universitas Islam Negeri SunanAmpel Surabaya mengenai pengaruh terpaan konten youtube raditya dika terhadap literasi finansial generasi z di surabaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika terdapat pengaruh terpaan konten Youtube Raditya Dika sebesar 24,01% terhadap literasi finansial generasi Z di Surabaya. Hasil ini menunjukkan jika terpaan media mampu mempengaruhi literasi seseorang, dalam konteks ini adalah literasi finansial. Kaitannya dengan penelitian ini adalah sama sama meneliti pengaruh dari suatu media, letak perbedaannya adalah pada penelitian ini meneliti tentang pengaruhnya terhadap literasi finansial, sedangkan penelitian yang akan peneliri lakukan meneliti pengaruh terpaan media terhadap peningkatan literasi keislaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan konten pengajian gus iqdam muhammad yang menerpa di platform media sosial terhadap peningkatan literasi keislaman generasi millennial di kabupaten trenggalek
Method
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Dimana data dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner online menggunakan googleform kepada responden. Populasi pada penelitian ini adalah generasi millenial yang berusia 22 sampai 43 tahun yang berdomisili di kabupaten trenggalek, kemudian sampel dihitung menggunakan rumus slovin, sehingga jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 orang. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan bantuan aplikasi SPSS
Result
.Hasil Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh terpaan media pada konten pengajian gus iqdam muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi millenial di kabupaten trenggalek. Penelitian ini mengumpulkan data primer dengan menggunakan kuesioner yang diajukan kepada 100 responden. Kemudian diperoleh hasil dan pembahasan penelitian sebagai berikut.Karakteristik respondenDapat diketahui jika perbandingan gender dari responden terbagi menjadi 2 yakni laki-laki dan perempuan. Dengan persentase jumlah responden laki-laki sebanyak 39% atau 39 responden dan responden perempuan dengan persentase 61% atau 61 responden. Berdasarkan pemaparan data diatas dapat diketahui bahwa responden penelitian ini didominasi oleh perempuan.Yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah generasi millenial yang berusia 22-43 tahun atau kelahiran 1980-2000 an awal. Sehingga peneliti membagi menjadi3 range kategori usia yakni 22-28 tahun, 29-35 tahun, dan 36-43 tahun. Berdasarkan hasil olah data, dapat diketahui jika responden dengan usia 22-28 tahun sebanyak 78% atau 78 responden, responden dengan usia 29-35 tahun sebanyak 12% atau 12 responden danresponden dengan usia 36-43 tahun sebanyak 10% atau 10 responden. Sehingga dapat disimpulkan responden dalam penelitian ini didominasi oleh millenial berusia 22-28 tahun. Tabel 1.Rekapitulasi jawaban responden Variabel Terpaan mediaNo.Item Pertanyaan>4321TOTAL1Berapa kali anda menonton tayangan .... dalam 1 minggu?11123443100SSSTSSTS2Saya menonton Live Streaming Pengajian Gus Iqdam Muhammad sampai berakhir3059831003Durasi saya untuk menyimak dan memahami informasi yang disampaikan Gus Iqdam Muhammad cukup lama28486181004Saya merasa terbantu dengan konten-konten yang ada di Channel Youtube Gus Iqdam Muhammad5146301005Setelah menonton Live Streaming Pengajian yang ada di Channel Youtubenya, Saya merasa kagum dengan sosok Gus Iqdam Muhammad4849301006Konten yang ada pada channel Youtube Gus Iqdam Official mampu memberikan informasi tentang Keislaman untuk saya4852001007Konten yang ada pada Youtube Gus Iqdam Officiall mampu memberikan pengetahuan baru tentang islam untuk saya5446001008Penyampaian Gus Iqdam Muhammad menghibur dan mengedukasi saya5939201009Saya menyebarkan informasi atau pesan dari konten pengajian Gus Iqdam Muhammad kepada kelompok atau komunitas yang lebih luas, di luar lingkaran pribadi saya melalui media sosial.1861156100TOTAL347(38,56%)412(45,78%)71(7,89%)70(7,78%)900(100%)Tabel 2.Rekapitulasi jawaban responden peningkatan literasi keislamanNo.Item PertanyaanSSSTSSTSTOTAL1Ketika saya melihat konten Live Streaming Youtube Gus Iqdam Official, saya menjadi tertarik untuk mempelajari lebih jauh tentang islam4849301002Konten yang disajikan youtube gus iqdam official menarik minat literasi saya3862001003Saya Memperhatikan apa 415810100 yang Gus Iqdam Muhammad Sampaikan4Saya memiliki keinginan memahami isi pesan atau informasi yang disampaikan Gus Iqdam Muhammad4555001005Dalam diri saya timbul minat literasi terhadap konten yang disuguhkan Youtube Gus Iqdam Official3760301006Channel Youtube Gus Iqdam Official merupakan media informasi digital terkait keagamaan yang cocok untuk millenial seperti saya5248001007Saya cenderung mengambil keputusan untuk terus mengikuti dan mendukung konten pengajian Gus Iqdam Muhammad sebagai referensi utama dalam memahami ajaran islam.3262601008Setelah saya melihat Konten Pengajian Gus Iqdam Muhammad, saya memutuskan untuk menerapkan ajaran atau nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari3958301009Setelah saya menonton tayangan pengajian gus iqdam muhammad, Saya aktif berbagi informasi atau pesan dari konten pengajian Gus Iqdam Muhammad kepada teman atau keluarga melalui media sosial atau pesan langsung.305317010010Setelah saya menonton tayangan pengajian gus iqdam muhammad saya menjadi lebih taat beribadah395290100TOTAL401(40,10%)557(55,70%)42(4,20%)0(0,00%)1000(100%)Uji ValiditasUji validitas bertujuan untuk menilai seberapa valid sebuah instrumen atau alat pengukur. Menurut Sugiyono (2020), Suatu instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur hal-hal yang seharusnya diukur. Item dapat dikatakan valid apabila nilai r hitung lebih besar dari nilai rtabel, sebaliknya sebuah item dapat dikatakan tidak valid jika nilai rhitung lebih kecil dari nilai rtabel pada taraf signifikan (𝛼= 0,05).Tabel 3.Hasil Uji ValiditasVariable XPernyataanRhitungRtabelketerangan10,5330,361Valid20,773Valid30,746Valid40,610Valid50,542Valid60,575Valid70,549Valid80,630Valid90,556ValidVariable Y100,731Valid110,473Valid120,792Valid130,677Valid140,759Valid150,657Valid160,702Valid170,643Valid180,711Valid190,623ValidSumber : hasil olahan peneliti, 2023Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui jika nilai r tabel adalah 0.361, yang artinya dari 19 item pernyataan yang telah dilakukan uji validitas dengan koefisien korelasi diatas, diperoleh hasil semuaitem pernyataan valid sehingga dapat diperuntukkan sebagai instrumen penelitian.Uji ReliabilitasItem pernyataan yang telah dinyatakan valid juga perlu dilakukan uji reliabilitasnya.Uji reliabilitas sesuai dengan nilai koefisien Cronbach Alpha ≥ R Tabel (0,60) maka dapat disimpulkan instrumen tersebut reliabel.Tabel 4.Hasil Uji ReliabilitasVariableCronbach’sR tabelAlpha N of itemsKeteranganX0,7680,609ReliabelY0,86610ReliabelSumber : hasil olahan peneliti, 2023 Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui jika nilai koefisien cronbach Alpha lebih besar dari nilai Rtabel sehingga dapat disimpulkan jika alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini reliable.Analisis Regresi Linear sederhanaTabel 5.Hasil analisis regresi linear sederhanaSumber : hasil olahan peneliti, 2023Apabila nilai Thitung lebih besar dari Ttabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak.Hipotesis Alternatif (Ha) pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh terpaan konten pengajian Gus Iqdam Muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi milenial dan Hipotesis null (Ho) pada penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh terpaan konten pengajian Gus Iqdam Muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi milenial. Dapat diketahui pada tabel 1.3 jika nilai Thitung adalah 9,590 sedangkan untuk nilai Ttabel sebesar 1,984 pada taraf signifikansi sebesar 5%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan jika Ha diterima dan Ho ditolak. Yang artinya terdapat pengaruh terpaan konten pengajian Gus Iqdam Muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi milenial di kabupaten trenggalek.Uji Koefisien Determinasi (R2 )uji koefisiendeterminasi (R2) dilakukan untuk melihat pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen. berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat dikatahui nilai koefisien determinasi (R2) sebagai berikut :Tabel 1.4 Uji Koefisien DeterminasiModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1,696a0,4840,4792,473Sumber : hasil olahan peneliti, 2023Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui jika nilai R square yang menunjukkan seberapa besar pengaruh yang diberikan variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 0,484. Dalam hal ini menunjukkan jika pengaruh terpaan konten pengajian ModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.BStd. ErrorBeta1 (Constant)14,2442,0337,0080,000terpaan konten0,6820,0710,6969,5900,000 us Iqdam Muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi millenial sebesar 48,4%. Sedangkan sisanya 51,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Discussion
Teknologi informasi dalam beberapa dekade terakhir telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan ini menunjukkan adanya perubahan dalam cara berinteraksi manusia dengan menggunakan media baru(new media). New media adalah tipe media yang memanfaatkan teknologi digital, istilah ini sering kali terkait dengan keberadaan internet (Delviyana, 2021). Kehadiran new media membuat informasi dapat diterima dengan mudah oleh khalayak. Salah satu contoh bentuk dari new media adalah media sosial. Youtube menjadi salah satu media sosial yang memiliki pengguna paling banyak di Indonesia. Data dari databoks menunjukkan jika pengguna youtube di Indonesia per oktober, 2023 mencapai 139 juta pengguna yang membuat Indonesia menjadi negara keempat sebagai pengguna youtube terbanyak di dunia (Annur, 2023).Dalam perkembangannya, media sosial kini dimanfaatkan untuk berbagai macam hal salah satunya sebagai sarana berdakwah. Salah satu majlis ta’lim yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana berdakwah adalah majlis ta’lim sabilu taubah. Majlis ta’lim sabilu taubah memanfaatkanfitur live streaming pada media sosial youtube dan rutin ditayangkan di channel youtube Gus Iqdam official. Tayangan live streaming ini menampilkan seorang tokoh agama yang kerap disapa Gus Iqdam dari pondok mambaul hikam 2, kabupaten blitar yang sedang berdakwah atau memberikan kajian kajian islam yang mana dapat meningkatkan literasi keislaman khusus nya kepada generasi millenial. Literasi keislaman merujuk pada proses memahami pengetahuan yang telah disampaikan oleh Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul,kemudian diserap oleh para sahabat dan orang-orang yang beriman, sehingga akhirnya diteruskan kepada kita, umat Islam (Himayah, 2021).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan konten pengajian gusiqdam Muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi millennial di kabupaten Trenggalek. Terpaan diartikan sebagai kegiatan melihat, mendengar dan membaca pesan media serta mempunyai perhatian atas pesan tersebut, yang terjadi pada individu atau kelompok (Lestari, 2015). Hasil penelitian menunjukkan jika terdapat pengaruh terpaan konten pengajian gus iqdam Muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi millennial di kabupaten Trenggalek. Hasil ini ditunjukkan dengan nilai t hitung 9,950 yang mana nilai ini lebih besar daripada nilai ttabel sebesar 1,984 serta nilai signifikansi 0,000 lebih kecil daripada 0,05 pada taraf signifikansi sebesar 5%. Hal ini menandakan terdapat pengaruh terpaan konten pengajian gus iqdam Muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi millennial di kabupaten Trenggalek.Besarnya pengaruh terpaan konten pengajian gus iqdam Muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi millennial di kabupaten Trenggalek adalah sebesar 48,4%. Hal ini ditunjukkan dengan nilai R Square sebesar 0,484. Nilai R juga menunjukkan nilai yang positif yang artinya terdapat pengaruh positif terpaan konten pengajian gus iqdam Muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi millennial di kabupaten Trenggalek.
Conclusion
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan konten pengajian gusiqdam muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi millennial di kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan 2 variabel yakni terpaan konten pengajian gus iqdam muhammad(variabel independen) dan pengingkatan literasi keislaman (variabel dependen).Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 100 orang responden. Kemudian data diolah dengan menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS V.25.0. Hasil penelitian menunjukkan jika terdapat pengaruh sebesar 48,4%, sementara sisanya 51.6% disebabkan faktor faktor yang tidak dibahas didalam penelitian ini. Selain itu, pada hasil uji analisis regresi linear sederhana nilai R menunjukkan nilai yang positif yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif terpaan konten pengajian gus iqdam muhammad terhadap peningkatan literasi keislaman generasi millennial di kabupaten Trenggalek