Kembali
16
1
2024 Journal of Library and Archival Science Vol 1 · 1 ISSN 3048-3158

Meningkatkan Tanggap Bencana di Indonesia Melalui Strategi Komunikasi yang Terintegrasi Secara Budaya

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Abstrak

Penelitian ini menilai strategi komunikasi bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Melalui wawancara mendalam, ditemukan bahwa BPBD memanfaatkan internet dan media sosial untuk penyebaran informasi yang tepat waktu, melakukan pelatihan rutin untuk karyawan dan warga, dan mengintegrasikan nilai-nilai masyarakat lokal ke dalam rencana komunikasinya. Hasilnya menyoroti efektivitas strategi-strategi ini dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Rekomendasi berfokus pada pengintegrasian lebih lanjut nilai-nilai budaya dan pemanfaatan perangkat digital untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana secara keseluruhan di Kabupaten Sidoarjo
Keywords: komunikasi bencana · manajemen bencana · analisis SWOT · KabupatenSidoarjo · pelibatan masyarakat

Introduction

Kabupaten Sidoarjo termasuk kabupaten dengan indeks risiko bencana yang sedang, namun Sidoarjo sering dilanda bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang disebabkan oleh aktivitas atmosfer. Peristiwa bencana hidrometeorologi antara lain banjir, gelombang ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, cuaca ekstrem [1]. Hujan deras dan angin kencang sering terjadi di Sidoarjo, dua hal tersebut menyebabkan banjir di beberapa daerah, merusak rumah warga, dan menumbangkan pohon. Selain bencana yang terjadi di Sidoarjo sendiri, Sidoarjo juga terdampak dari bencana di daerah lain. Sidoarjo terletak di Jawa Timur yang memiliki beberapa gunung api. Hal ini menyebabkan sidoarjo kerap terjadi lindu (gempa bumi kecil) atau bahkan hujan abu akibat aktivitas gunung api meletus.Tabel 1. Total bencana di Sidoarjo bulan Januari -Juli 2022 [2]NoBulanTotal Kejadian1Januari212Februari163Maret274April155Mei116Juni157Juli20Bencana alam adalah fenomena atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, yang dapat menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi kehidupan manusia [3]. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo bertugas untuk menangani bencana di Sidoarjo. Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo tercatat dalam UU Nomor 24 Tahun 2017. Bencana tidak dapat diprediksi maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo melakukan komunikasi becana dalam mitigasi dan penanganan bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memiliki sasaran utama yaitu peningkatan penyelenggaraan penanggulangan bencana sesuai Standar Pelayanan Masyarakat.Mitigasi merupakan upaya mengurangi dampak bencana dalam memperkecil korban jiwa dan kerugian harta benda [4]. Penanggulangan bencana harus didukung oleh beberapa aspek, yaitu softpower dan hardpower. Dukungan softpower berupa bentuk kesiapsiagaan masyarakat tentang bencana. Persiapan kesiapsiagaan berupa sosialisasi, pelatihan, dan pemberitahuan informasi mengenai bencana. Persiapan-persiapan seperti simulasi, pelatihan, dan edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan kepekaan masyarakat terhadap bencana. Sementara dukungan hardpower merupakan upaya menghadapi bencana seperti pembangunan fisik; pembuatan tanggul, mendirikan dinding beton. Pembangunan fisik dalam penanggulangan bencana dapat mengurangi resiko bencana dan dukungan tersebut disebut dengan mitigasi bencana.Pencegahan dan pengurangan risiko bencana dapat dilakukan untuk mengantisipasi datangnya bencana. Oleh karena itu, komunikasi bencana dibutuhkan dalam kondisi apapun. Maka dari itu komunikasi bencana dilakukan saat sebelum, saat terjadi, dan setelah bencana. Menurut Haddow and Haddow, mengatakan komunikasi bencana adalah interaksi komunikatif bertujuan mengurangi resiko bencana dan meningkatkan daya tanggap masyrakat [5]. Komunikasi dibutuhkan untuk memberitahukan khalayak mengenai yang terjadi melalui pesan-pesan yang ada dan disampaikan agar mengurangi resiko akibat bencana dan menyelamatkan kehidupan dari efek bencana.Penyampaian informasi mengenai bencana harus diperhatikan, karena informasi yang berlimpah tidak menjamininformasi dapat diterima dengan baik oleh khalayak atau dapat menyadarkan khalayak tentang potensi bencana. Cara penyampaian informasi harus dilakukan dengan tepat, sebab kekeliruan dapat memperburuk situasi yang ada. Supaya penyampaian informasi tidak keliru, perlu diperhatikan komunikasi bencananya. Pentingnya komunikasi bencana adalah supaya komunikasi dalam penanganan bencana lebih terarah, teratur, dan mencapai tujuan dengan maksimal. Haddow and Haddow juga mengatakan ada lima landasan utama dalam membangun komunikasi bencana efektif [6]yaitu customer focus, ledership commitment, inclusion of communication is in planning and operation, situation awareness, dan media partnership. Proses komunikasi bencana harus disesuaikan dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat. Mulyana mengatakan penyebaran informasi harus memerhatikan nilai (kepercayaan, agama, norma, dan sebagainya) dalam masyarakat[7]. Selain itu, Peran pemimpin dalam proses komunikasi bencana sangat penting dan bertanggung jawab atas komunikasi efektif dan terlibat aktif. Robert K. Greenleaf dikutip dari Mitch McCrimmonm dalam Servant Leadership [8].Selain itu, dibutuhkan strategi untuk menjalankan komunikasi bencana dengan baik. Strategi komunikasi menurut Effendy, Strategi komunikasi adalah paduan antara perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan [9]. Jadi strategi dimulai dari apa yang diharapkan dapat terjadibukan dimulai dari yang telah terjadi. Strategi komunikasi banyak menentukan keberhasilan proses komunikasi efektif. Namun tidak menutup kemungkinan jika proses komunikasi menimbulkan efek negatif.Penelitian lain oleh Muhammad Farrabi Pangkapi dengan judul penelitian “Strategi Komunikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam Mensosialisasikan Siaga Bencana Banjir”. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah menekankan proses komunikasi menggunakan teknik persuasive dan informative padakomunikator, komunikan, penyajian pesan, dan media yang dipilih. Adanya moderator sebagai perantara untuk komunikasi dua tahap. Asosiasi lembaga dimanfaatkan sebagai media yang tepat dalam perantara komunikasi dan media yang digunakan adalah aplikasi Whatsapp untuk menyebarkan informasi, media cetak Bangka Pos, Babel Pos, Bangka Terkini, dan Rakyat Pos.Dalam merencanakan strategi atau program digunakan analisis SWOT supaya rencana strategi lebih jelas dan rinci. Analisis SWOT digunakan untuk menganalisis strategi berdasarkan Strenghts (kekuatan), Weakness (kelemahan), Oppurtunities (peluang), dan Threats (ancaman). Analisis SWOT diperlukan untuk mengindetifikasi kekuatan dan kelemahan dari sumber daya yang dimiliki, kesempatan yang dapat diambil, dan ancaman yang dapat menghambat strategi. Alat untuk menyusun faktor-faktor strategi adalah matrik SWOT. Proses pengambilan keputusan strategis selalu berhubungan denga misi, tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan [10].Penelitian lain oleh Muhammad Andika 2020 dengan judul “Penerapan Analisis SWOT Sebagai Strategi Pengembangan PT Al Mucthar Tour dan Travel dalam Perspektif Ekonomi Islam”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang sesuai digunakan PT Al Mucthar Tour dan Travel adalah strategi SO. Strategi SO PT Al Mucthar Tour dan Travel memanfaatkan peluang dan mendayagunakan kekuatan secara maksimal. Karena nilai skor tabel IFAS lebih tinggi dari EFAS. PT Al Mucthar Tour dan Travel tidak meninggalkan strategi pengembangan islam yang berprinsip shiddiq, kreatif, berani percaya diri, tabligh, dan istiqomahMatriks SWOT adalah kerangka kerja untuk memadukan faktor internal dan faktor eksternal dengan pendekatan SWOT. Matriks SWOT dipilih karena kerangka kerja matriks SWOT yang mampu menangkap peluang, membuat keputusan, dan memperluas strategi secara efektif dan efisien. Analisis SWOT dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung karena adanya faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi startegi komunikasi bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Hal ini bertujuan untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo membuat strategi yang tepat untuk memaksimalkan komunikasi bencana dan mencapai tujuan.

Method

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menghasilkan data berbentuk deskriptif. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Kunci instrumen dalam mengumpulkan data dilakukan oleh peneliti itu sendiri yang secara aktif akan terjun ke lapangan [11]. Subjek penelitian ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan objek penelitian ini berfokus pada strategi komuikasi bencana Badan Penangglangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo Penelitian ini menghasilkan data yang didapatkan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti memilih observasi non-partisipan dalam pengumpulan data dengan tidak melibatkan diri dan tidak menjadibagian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Menurut Moleong wawancara merupakan percakapan dengan tujuan tertentu yang dilaksanakan oleh dua belah pihak yaitupewawancara dan terwawancara [12]. Wawancara dilakukan oleh pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Dokumentasi adalah data-data yang berkaitan dengan strategi komunikasi bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo.Teknik penentuan informan penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik ini menentukan informan dengan kriteria yang telah ditentukan yaitu orang yang paham dan menangani persoalan tentang komunikasi bencana, dalam hal ini adalah pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Informan penelitian ini terdiri dari lima orang pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo yang sudah bekerja selama minimal tiga tahun.Lofland mengatakan dalam Moleong bahwa sumber data utama pada penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan. Sumber data penelitian merupakan segala sesuatu yang menyampaikan informasi kepada peneliti. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sumber data primer yaitu data yang langsung diserahkan pada pengumpul data baik melalui wawancara ataupun observasi [13]. Sedangkan data sekunder merupakan data yang tidak diberikan langsung kepada peneliti. Data sekunder berfungsi untuk memastikan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara valid. Data sekunder berupa dokumen profil perusahaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dokumen perencanaan strategi, jurnal dan skripsi tentang komunikasi bencana, dan buku komunikasi bencana.Peneliti menyusun kajian deskriptif bedasarkan data yang telah diambil melalui observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Dalam proses menyusun kajian deskriptif didalamnya terdapat proses analisis data. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threats). Analisis SWOT digunakan untuk menganalisis gambaran umum tentang situasi strategi komunikasi bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo yang ditinjau dari kekuatan dan kelemahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dan peluang dan ancaman dari luar

Result & Discussion

Komunikasi BencanaMenurut Colin Cherry dalam Fiske komunikasi adalah penggunaan lambang-lambang untuk mencapai kesamaan makna atau berbagi informasi mengenai suatu objek[14]. Komunikasi dalam bencana dibutuhkan masyarakat pada saat apapun. Keselamatan masyarakat harus diperhatikan oleh pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Dance, salah satu aspek penting dalam komunikasi adalah reduksi ketidakpastian. Komunikasi muncul disebabkan oleh ketidakpastian [15]. Menurut Haddow and Haddow, mengatakan komunikasi bencana adalah interaksi komunikatif bertujuan mengurangi resiko bencana dan meningkatkan daya tanggap masyarakat[5]. Komunikasi dibutuhkan untuk memberitahukan khalayak mengenai yang terjadi melalui pesan-pesan yang ada dan disampaikan agar mengurangi resiko akibat bencana dan menyelamatkan kehidupan dari efek bencana.Bencana hidrometeorologi tahunan dan kebakaran menjadi bencana yang perlu diperhatikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo.Komunikasi bencana perlu dilakukan untuk menangani bencana lebih efektif. MenurutHaddow dan Haddow, membangun komunikasi bencana yang efektif dapat berdasarkan 5 landasan utama yaitu Customer Focus, Leadership Commitment, Inclusion of Communication is in Planning and Operation, Situational Awareness, Media Partnership [6].Customer FocusBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memberikan informasi kebencanaan kepada masyarakat secara menyeluruh tanpa pembedaan.Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo berupaya memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat dengan memberikan informasi melalui media sosial Instagram dan website Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sidoarjo. Selain itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memberikan edukasi melalui sosialisasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo melakukan sosialisasi di desa-desa Sidoarjo dengan dihadiri oleh aparat desa sebagai partisipan sosialisasi kebencanaan. Informasi kebencanaan disebarkan melalui media sosial instagram berupa perkiraan cuaca, kegiatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo, bencana yang terjadi di Sidoarjo, dan lain-lain. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memastikan keakuratan dan ketepatan informasi. Informasi yang akurat yaitu informasi berdasarkan data yang sesuai keilmuan, lapangan, dan sesuai dengan kondisi masyarakat. Selain informasi harus akurat dan tepat, informasi harus sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. Supaya informasi yang disampaikan lebih dapat diterima oleh masyarakat setiap daerah yang berbeda.Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo tidak menyesuaikan nilai masyarakat di setiap daerah.Leadership CommitmentBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen tinggi dalam melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat membutuhkan informasi dan edukasi tentang kebencanaan baik pencegahan maupun cara menghadapi bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memberikan pelatihan kepada pegawai untuk megembangkan diri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten melakukan pelatihan rutin untuk tim lapangan dan pelatihan kepegawaian untuk pegawai administrasi. Selain itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memiliki fasilitas menunjang penanggulangan bencana. Namun fasilitas yang ada masih terbatas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo juga kurang membangun kebersamaan dengan masyarakat Sidoarjo. Sosialisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo hanya dihadiri oleh pegawai desa setempat.Inclusion of Communication is in Planning and OperationBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo tidak melibatkan spesialis komunikasi dalam perencanaan maupun saat operasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bagian masing-masing. Meskipun pelaksanaan pekerjaan dilakukan masing-masing bidang, setiap bidang tetap berkoordinasi satu sama lain. Koordinasi diperlukan untuk melihat perkembangan kinerja antarbidang.Situasional AwarenessBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo selalu siap siaga untuk menghadapi situasi darurat. Badan Penanggulangan Bencan Daerah Kabupaten Sidoarjo mengumpulkan data melalui laporan masyarakat, observasi, dan laporan tim lapangan. Setelah data didapat maka bidang analisis kebencanaan menganalisis kronologi bencana, dampak bencana, hingga kerugian dan keuangan. Data yang telah dinalisis dilaporkan kepada kepala pelaksana Badan Penanggunlangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dan disampaikan kepada masyarakat.Media PartnershipBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo tidak bekerja sama dengan media lain. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo melakukan publikasi informasi sendiri melalui website dan sosial media milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Namun, media tetap mencari informasi atau meliput di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memberikan informasi yang sesuai dan dibutuhkan oleh masyarakat dan kedua pihak.Analisis SWOTStrategi komunikasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dianalisis berdasarkan kekuatan dan kelemahan internal dan peluang dan ancaman eksternal. 1. Kekuatan (Strenght)a.Fokus melayani dan memberikan informasi sesuai keinginan dan kebutuhan masyarakat.Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memberikan informasi sesuai kebutuhan masyarakat yaitu tentang kebencanaan. Informasi yang diberikan berupa edukasi mengenai pencegahan dan penanganan bencana kepada masyarakat, informasi mengenai potensi bencana, informasi cuaca buruk, informasi terjadinya bencana, dan lain-lain.b.Memberikan informasi yang akurat dan tepat.Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memastikan keakuratan informasi dengan menyesuaikan data dan keilmuan tentang bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memberikan informasi yang sesuai dengan keadaan di Sidoarjo. Dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memberikan informasi kebencanaan yang sering terjadi di Sidoarjo supaya tepat kepada masyarakat Sidoarjo.c.Mengembangkan kinerja pegawai dan pelatihan kepada masyarakat tentang kebencanaanBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo melakukan pelatihan setiap tahunnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penangggulangan bencana. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam penanganan bencana. Bencana bisa datang kapan saja oleh karena itu kecepatan dan ketepatan dibutuhkan.d.Peka terhadap situasi yang terjadiBadan PenanggulanganBencana Daerah Kabupaten Sidoarjo mendatangkan tim lapangan dengan cepat ke lokasi untuk memahami dan mengumpulkan data kejadian bencana. Setelah itu data dianalisis secara kronologis. Kemudian data yang sudah dianalisis disampaikan kepada masyarakat melalui website dan sosial media lainnya.2. Kelemahan (Weakness)a.Proses komunikasi bencana tidak menyesuaikan nilai kemasyarakatan di setiap daerahBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo melakukan komunikasi bencana dengan menyesuaikan nilai kemasyarakatan masyarakat Sidoarjo secara keseluruhan. Tidak ada perbedaan proses komunikasi di setiap daerah Sidoarjo.b.Kurangnya fasilitas penunjang kebencanaanFailitas yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo berdasarkanbencana yang sering terjadi di Sidoarjo yaitu bencana hidrometeorologi dan kebakaran. Fasilitas penunjang kebencanaan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo masih terbatas termasuk untuk kebakaran. Jumlah posko kebakaran juga masih terbatas.c.Kurangnya membangun kebersamaan dengan masyarakatBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo kurang dikenal oleh masyarakat Sidoarjo. Kegiatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo yang monoton dan tidak mengikutsertakan masyarakat sebagai partisipan kegiatan. d.Tidak melibatkan spesialis komunikasiBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo tidak ada spesialis komunikasi. Program-program kerja dilaksanakan sesuai dengan masing-masing bidang di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Sehingga proses komunikasi bencana kurang efektif.3. Peluang (Opportunity)a.Perkembangan internet dan sosial media yang cepatPerkembangan internet dan sosial media yang cepat dimanfaatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo sebagai media penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat di Sidoarjo. Masyarakat Sidoarjo dapat menerima berbagai informasi melalui website atau instagram Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo jugamenyimpan data rencana, program-program, progress kinerja, dan lain lain di websiteb.Media lain membantu menyebarkan informasi kepada masyarakatMedia lain turut membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dalam hal menyampaikan informasi mengenai kejadian bencana. Media massa menghampiri Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupate Sidoarjo untuk meliput bencana yang terjadi.c.Dukungan dari lembaga pemerintahPemerintah memberikan dukungan berupa anggaran yang dapat digunakan untuk program Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengadakan webminar untuk menambah wawasan pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo juga dibantu oleh Dinas Pekerjaan Umum dalam mengatur aliran drainase supaya tidak banjir.4. Ancaman (Threat)a.Nilai-nilai dalam masyarakat Sidoarjo yang berbeda-beda.Nilai dalammasyarakat di Sidoarjo berbeda-beda di setiap daerah. Perbedaan nilai dalam masyarakat menjadi masalah yang harus dipikirkan. Supaya komunikasi tersampaikan dengan baik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo harus menyesuaikan dengan nilaimasyarakat setiap daerah.b.Potensi bencana hidrometeorologi tahunan dan kebakaran.Potensi bencana yang terjadi setiap tahun menjadi ancaman bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo untuk selalu siap siaga dalam kondisi apapun. Bencana yang tidak dapat diprediksi mengharuskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo merencanakan pencegahan, penanganan saat becana, serta pemulihan pasca bencana.c.Kurangnya pengetahuan dan partisipasi masyarakat.Masyarakat Sidoarjo tidakmendapatkan pengetahuan kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Sosialisasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dihadiri oleh perwakilan pegawai pemerintah desa. Sehingga masyarakat awam tidak berpartisipasi secara langsung dan aktifTabel 2. Matriks SWOTIFASEFASStrenght (S)1.Fokus melayani dan memberikan informasi sesuai keinginan dan kebutuhan masyarakat2.Memberikan informasi yang akurat dan tepat3.Mengembangkan kinerja pegawai dan pelatihan kepada masyarakat tentang kebencanaan4.Peka terhadap situasi yang terjadiWeakness (W)1.Proses komunikasi bencana tidak menyesuaikan nilai kemasyarakatan di setiap daerah2.Kurangnya fasilitas penunjang kebencanaan3.Kurangnya membangun kebersamaan dengan masyarakat4.Tidak melibatkan spesialis komunikasiOpportunity (O)1.Perkembangan media sosial dan internet yang cepat2.Media massa lain membantu menyebarkan informasi kepada masyarakat3.Dukungan dari lembaga pemerintahStrategi SO:1.Melakukan pelayanan dan memberikan informasi melalui media internet, media sosial, dan media massa lain dengan akurat dan tepat.2.Mengadakan pelatihan untuk pegawai dan masyarakat Sidoarjo secara rutinStrategi WO:1.Mencari tahu tentang nilai masyarakat di setiap daerah Sidoarjo menggunakan media sosial atau media internet lainnya (survey) dan merencanakan proses komunikasi dengan keilmuan spesialis komunikasi2.Memanfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik mungkin dengan bantuan dari lembaga pemerintah3.Melakukan sosialisasi, edukasi, dan pengenalan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dengan bekerja sama dengan media lain.Threats (T)1.Nilai-nilai dalam masyarakat Sidoarjo yang berbeda-beda2.Potensi bencana hidrometeorologi tahunan dan kebakaran3.Kurangnya pengetahuan dan partisipasi masyarakatStrategi ST:1.Fokus melayani dan memberikan informasi kebencanaan yang akurat dan tepat sesuai nilai masyarakat setiap daerah Sidoarjo2.Meningkatkan kinerja pegawai dan melatih masyarakatagar dapat menyikapi bencana tahunan dan kebakaran.3.Meningkatkan kepekaan masyarakat tentang kebencanaanStrategi WT:1.Merencanakan proses komunikasi dengan menyesuaikan nila-nilai masyarakat di berbagai daerah Sidoarjo2.Memaksimalkan fasilitas dan peralatan kebencanaan untuk mencegah atau mengurangi bencana hidrometeorologi dan kebakaran3.Mengadakan sosialisasi, edukasi, dan pelatihan dengan masyarakat umum Sidoarjo sebagai partisipan program-program Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo.Matriks SWOT digunakan untuk merancang strategi komunikasi bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dengan memadukan komponen kekuatan dan kelemahan dengan peluang dan ancaman dari luar. Dan dari matriks SWOT di atas strategi komunikasi bencana yang didapat sebagai berikut: Strategi SOa.Melakukan layanan dan memberikan informasi melalui media internet, media sosial, dan media massa lain dengan akurat dan tepatBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan layanan dan informasi memanfaatkan internet dan media sosial. Koneksi internet di Sidoarjo sudah cukup cepat dan stabil, masyarakat juga dapat menggunakannya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memberikan informasi tentang kebencanaan melalui media sosial instagram dan website.badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo sebagai lembaga khusus kebencanaan melaporkan kegiatan atau program yang dilakukan, perkiraan cuaca, potensi bencana, dan lain-lain.b.Mengadakan pelatihan untuk pegawai dan masyarakat Sidoarjo secara rutinKetanggapan dan kecepatan dalam bencana sangat dibutuhkan. Maka dari itu perlu dipersiapkan untuk mengahadapi bencana baik pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sioarjo maupun masyarakat Sidoarjo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo mengadakan pelatihan rutin untuk pegawai dan relawan untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana. Selain itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memiliki program sosialisasi, komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat yang dihadiri oleh aparat desa setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo Strategi WOa.Mencari tahutentang nilai masyarakat di setiap daerah Sidoarjo menggunakan media sosial atau media internet lainnya (survey) dan merencanakan proses komunikasi dengan keilmuan spesialis komunikasiMedia sosial menjadi salah satu media yang membantu memberikan informasi kebencanaan. Perencanaan komunikasi bencana dapat disusun sesuai dengan nilai masyarakat di berbagai daerah di Sidoarjo. Survey melalui media sosial menjadi salah satu cara mudah untuk mencari tahu bagaimana nilai masyarakat di berbagai daerah. Di Sidoarjo. Dengan memerhatikan nilai masyarakat di berbagai daerah Sidoarjo proses komunikasi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.b.Memanfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik mungkin dengan bantuan dari lembaga pemerintahPeralatan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo masih terbatas. Sehingga harus dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo juga dapat meminta bantuan lembaga pemerintahan lain untuk membantu kelancaran program-program kebencanaan. Pos pemadam kebakaran yang masih terbatas juga harus dimanfaatkan dengan baik untuk menjangkau lokasi kebakaran dengan cepat.c.Melakukan sosialisasi, edukasi, dan pengenalan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dengan bekerja sama dengan media lainBadan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sidoarjo melakukan wawancara di sebuah radio dalam rangka sosialisasi berbasis radio.Strategi STa.Fokus melayani dan memberikan informasi kebencanaan yang akurat dan tepat sesuai nilai masyarakat setiap daerah SidoarjoSebelum memberikan informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo harus menyesuaikan proses komunikasi dengan nilai masyarakat di berbagai daerah Sidoarjo. Penyesuaian proses komunikasi bencana dengan nilai masyarakat supaya masyarakat menaruh atensi lebih dan informasi juga mudah dipahami oleh masyarakat setempat.b.Meningkatkan kinerja pegawai dan melatih masyarakat agar dapat menyikapi bencana tahunan dan kebakaranPelatihan untuk pegawai dan masyarakat sangat penting untuk mengurangi dampak dan korban bencana. Peningkatan kinerja pegawai dapat mempercepat dan efektivitas proses penanggulangan bencana baik pra bencana, saat bencana, maupun pasca bencana. Partisipan masyarakat juga sangat membantu proses penanggulangan bencana. Oleh karena itu pelatihan diperlukan untuk pegawai Badan PEnanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dan masyarakat Sidoarjo.c.Meningkatkan kepekaan masyarakat tentang kebencanaanMasyarakat memerlukan pengetahuan tentang kebencanaan karena bencana dapat terjadi kapan saja. Meningkatkan kepekaan masyarakat dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi daerah rawan bencana di Sidoarjo, tanda-tanda akan terjadinya angin, tanda-tanda banjir, dan lain-lain. Selain ituBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dapat mengajak masyarakat untuk mencegah terjadinya bencana yang ditimbulkan oleh manusia. Kepekaan masyarakat terhadap bencana akan membantu mengurangi resiko bencana.Strategi WTa.Merencanakan proses komunikasi dengan menyesuaikan nila-nilai masyarakat di berbagai daerah SidoarjoProses komunikasi bencana harus disampaikan dengan akurat dan tepat. Untuk menghasilakn komunikasi bencana yang efektif perlu adanya perencanaan yang sesuai dengan nilai masyarakat. Penyesuaian dengan nilai masyarakat dapat membantu proses komunikasi bencana supaya efektif dan informasi dapat lebih di terima oleh masyarakat setempat.b.Memaksimalkan fasilitas dan peralatan kebencanaan untuk mencegah atau mengurangi bencanahidrometeorologi dan kebakaranBencana hidrometeorologi menjadi bencana yang terjadi setiap tahun di Sidoarjo dan kebakaran termasuk salah satu bencana yang harus diantisipasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo menggunakan fasilitas yang ada untuk mencegah bencana. Pos pemadam kebakaran juga menggunakan fasilitas seperti mobil pemadam dan mobil pengangkut sebaik mungkin dalam menjangkau lokasi kebakaran.c.Mengadakan sosialisasi, edukasi, dan pelatihan dengan masyarakat umum Sidoarjo sebagai partisipan program-program Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo adan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo melakukan sosialisasi dengan basis komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai daerah rawan bencana dan cara penanggulangan bencana di masing-masing desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo juga membuat desa tangguh bencana. Desa tangguh bencana dibentuk bagi desa yang masyarakatnya mampu menanggulangi bencana secara mandiri

Conclusion

Komunikasi bencana mempunyai lima landasan utama yang menunjang efektivitas komunikasi yaitu customer focus, ledership commitment, inclusion of communication is in planning and operation, situation awareness, dan media partnership. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo belum memenuhi kelima landasan utama tersebut. Komunikasi bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sidoarjo ssebagai berikut:a.Customer focusBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memberikan informasi kebencanaan kepada masyarakat secara menyeluruh tanpa pembedaan. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo tidak menyesuaikan nilai masyarakat di setiap daerah.b.Leadership commitmentBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen tinggi dalam melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memberikan pelatihan kepada pegawai untuk megembangkan diri. Selain itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo memiliki fasilitas menunjang penanggulangan bencana. Namun fasilitas yang ada masih terbatas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo juga kurang membangun kebersamaan dengan masyarakat Sidoarjo.c.Inclusion of communication is in planning and operationBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo tidak melibatkan spesialis komunikasi dalam perencanaan maupun saat operasi.d.Situational awarenessBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo selalu siap siaga untuk menghadapisituasi darurat. Badan Penanggulangan Bencan Daerah Kabupaten Sidoarjo mengumpulkan data melalui laporan masyarakat, observasi, dan laporan tim lapangan. Setelah data didapat maka bidang analisis kebencanaan menganalisis kronologi bencana, dampak bencana,hingga kerugian dan keuangan. Data yang telah dinalisis dilaporkan kepada kepala pelaksana Badan Penanggunlangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo dan disampaikan kepada masyarakat.e.Media partnershipBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo tidak bekerja sama dengan media lain. Media mendatangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo untuk mencari informasi terkait kebencanaan.Bedasarkan lima landasan utama komunikasi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo belum memenuhi unsur Inclusion of communication is in planning and operation dan Media partnership. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo tidak melibatkan spesialis komunikasi. Program-program direncanakan dan dilakukan oleh masing-masing bidang yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo tidak bekerja sama dengan media lain. Komunikasi bencana yang dilakukan oleh Badan Penanggulagan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo kurang efektif karena belum memenuhi dua unsur dari lima landasan utama komunikasi bencana.Dalam menentukan strategi komunikasi bencana digunakan analisis SWOT untuk mengetahui strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), threat (ancaman). Kekuatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo yaitu pada fokus melayani dan memberikan informasi akurat dan tepat, mengembangkan kinerja pegawai dan peka terhadap situasi. Kelemahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten sidoarjo yaitu tidak melibatkan spesialis komunikasi, proses komunikasi tanpa menyamakan latar belakang desa yang dituju, kurangnya fasilitas, dan kurangnya kebersamaan dengan masyarakat. Peluang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo yaitu internet dan media sosial yang sudah maju, dukungan dari lembaga pemerintah lain, media lain yang membantu penyebaran informasi. Sedangkan ancaman yang dihadapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo adalah potensi bencana hidrometeorologi dan kebakaran yang sering terjadi, nilai-nilai masyarakat yang berbeda-beda, dan masyarakat yang kurang pengetahuan tentang kebencanaan.Berdasarkan hasil analisis SWOT di atas dapat disimpulkan strategi komunikasi bencana BadanPenanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo sebagai berikut:a.Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo melakukan layanan dan memberikan informasi melalui media internet, media sosial, dan media massa lain dengan akurat dan tepat;b.Mengadakan pelatihan untuk pegawai dan masyarakat Sidoarjo secara rutin;c.Mencari tahu tentang nilai masyarakat di setiap daerah Sidoarjo menggunakan media sosial atau media internet lainnya (survey) dan merencanakan proses komunikasi sesuai nilai masyarakat di setiap daerah Sidoarjo;d.Fokus melayani dan memberikan informasi kebencanaan yang akurat dan tepat sesuai nilai masyarakat setiap daerah Sidoarjo;e.Memaksimalkan fasilitas dan peralatan kebencanaan untuk mencegah atau mengurangi bencana hidrometeorologi dan kebakaran;f.Mengadakan sosialisasi, edukasi, dan pelatihan dengan masyarakat umum Sidoarjo sebagai partisipan program-program.AcknowledgementSaya sebagai penulis, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayahnya saya dapat mengerjakan artikel ini hingga tuntas. Terima kasih kepada bapak dan ibu dosen program studi Ilmu Komunikasi Umsida yang telah memberikan penulis masukan dan saran untuk penulisan artikel ini. Ucapan terima kasih yang selanjutnya saya tunjukkan kepada kedua orang tua, keluarga, dan teman teman saya karena berkat do’a dan dukungannya saya bisa menyelesaikan semua ini dengan baik